cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL FISIKA
ISSN : 20881509     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian konseptual Fisika Teoritik, Fisika Material, Fisika Medik, Fisika Nuklir, Fisika Komputasi dan Fisika Bumi.
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
ESTIMASI ALIRAN AIR LINDI TPA BANTAR GEBANG BEKASI MENGGUNAKAN METODA SP Syamsu Rosid; Romadoni N; Koesnodo Koesnodo; Prabowo Nuridianto
Jurnal Fisika Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v1i2.1640

Abstract

Air lindi merupakan limbah sampah organik yang biasanya diproduksi dari sampah rumah tangga. Pencemaran air tanah (groundwater) oleh air lindi menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat. Penduduk Bantar Gebang, Bekasi merasa terancam kehidupannya dengan adanya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang dikirim dari DKI Jakarta. Beberapa penduduk di sekitar TPA mengeluhkan bahwa air sumurnya agak bau dan tidak lagi terasa segar. Untuk mengetahui seperti apa polusi air lindi yang terjadi, ke arah mana dan sudah sejauh mana sebarannya, dan memetakan daerah resiko tinggi terkena polusi maka telah dilakukan pengukuran geolistrik metoda self potential (SP) di sebelah Tenggara dan Selatan daerah TPA Bantar Gebang, Bekasi. Dari data SP diketahui bahwa aliran air tanah bawah permukaan di daerah tersebut berarah Selatan ke Utara. Meskipun lokasi TPA berada di Utara daerah penelitian, limbah air lindi diduga telah mencemari air tanah bawah permukaan hingga radius ratusan meter dari lokasi TPA. Penyebaran air limbah ini  diperkirakan melalui proses osmosis, mekanisme kapilaritas dan proses elektrokinetik.   Kata kunci: air lindi, metoda SP, TPA Bantar Gebang.
Perbandingan Performa Model Weather Research and Forecasting Asimilasi Data Advanced Microwave Sounding Unit-A, Microwave Humidity Sounder, dan Himawari-8 dalam Memprediksi Curah Hujan di Wilayah Tangerang Purnama, Dendi Rona; Safira, Nadya; Wiliam, Wiliam; Pradana, Arif Ripcy
Jurnal Fisika Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v11i1.29727

Abstract

Informasi prakiraan cuaca khususnya di wilayah Tangerang penting untuk diketahui, karena frekuensi banjir akibat cuaca ekstrem semakin meningkat. Dalam NWP, teknik asimilasi dikembangkan untuk memperbaiki kondisi awal model. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asimilasi data satelit cuaca WRF-3DVAR dalam memprediksi hujan di wilayah Tangerang tanggal 21 Januari 2019. Empat eksperimen yang dijalankan pada penelitian ini adalah asimilasi dengan Himawari-8 kanal IR (DA-IR), Himawari-8 kanal WV (DA-WV), gabungan sensor AMSU-A dan MHS (DA-AM), serta tanpa asimilasi (CTRL). Hasilnya, semua eksperimen menghasilkan prediksi yang baik untuk parameter curah hujan, RH, dan kecepatan angin. Namun, pada parameter suhu udara, semua eksperimen menghasilkan nilai error yang melebihi nilai toleransi. DA-IR menghasilkan perubahan terbesar pada suhu udara dan RH. Sementara itu, DA-WV memberikan perubahan terbesar pada rasio pencampuran uap air, ketinggian geopotensial, dan kecepatan angin. Secara keseluruhan, DA-IR merupakan eksperimen yang paling baik dibandingkan yang lainnya, baik secara verifikasi titik maupun spasial. Eksperimen asimilasi diurutkan dari performa terbaik adalah DA-IR, DA-WV, kemudian DA-AM. Meskipun DA-AM tidak memberikan hasil signifikan, eksperimen ini memberikan estimasi terbaik pada kecepatan angin dibandingkan yang lainnya.
Sintesis dan Karakterisasi Microwave Absorbing Material Berbasis Ni-SiO2 dengan Metode Sol-Gel Siti Wardiyati; Wisnu Ari Adi; Didin Sahidin Winatapura
Jurnal Fisika Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v8i2.16975

Abstract

Sintesis dan karakterisasi material Ni-SiO2 telah dilakukan secara sol-gel meggunakan prekursor Tri ethyl orthosilicate (TEOS), asam citrat dan nikel (II) nitrat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bahan microwave absorber magnetik  yang mempunyai fasa tunggal, berukuran nano, bersifat magnetik dan menyerap gelombang elektro magnetik pada kisaran 8 -12 GHz. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan sintesis  Ni-SiO2 secara sol-gel dengan variasi jumlah  ion Ni dari  0,5 - 1,25 g/25 mL TEOS. Karakterisasi Ni-SiO2 hasil sintesis dilakukan  dengan menggunakan alat X-raydiffraction (XRD) untuk analisis fasa, Fourier Transmission Infra Red (FTIR) untuk mengetahui jenis ikatan yang terjadi,  Vibrating Sample Magnetometer (VSM) untuk mengetahui sifat magnetik bahan yaitu koersivitas dan saturasi magnetik, Transmission Electron Microscope (TEM) untuk mengetahui struktur dan ukuran partikel, dan Vektor Network Analyzer (VNA) untuk mengetahui serapan gelombang suatu bahan. Dari hasil percobaan diperoleh  microwave absorbing material berbasis Ni-SiO2 dengan ukuran partikel 10 nm, saturasi magnetik 0,0455 emu/g, koersivitas magnetik sebesar  0, 0738T, dan besarnya reflextion loss (RL) – 29,4 dB  pada 10,68 GHz. Nilai  reflextion loss (RL) – 29,4 dB  pada 10,68 GHz ini menunjukkan bahwa microwave absorbing material berbasis  Ni-SiO2 hasil sintesis mempunyai kemapuan menyerap gelombang hingga  97 %  pada frekuensi 10,68 GHz. Hasil tersebut dicapai  pada penambahan ion Ni sebesar 1,0 g/25 mL TEOS.
Analisis Keausan Kampas Rem Non Asbes Berbahan Limbah Organik Kulit Tempurung Kemiri Indra Rahmatul ‘Ula; Masturi Masturi; Ian Yulianti
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i1.7371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keausan kampas rem berbahan dasar kulit kemiri.Permasalahan penting tentang lingkungan adalah limbah organik maupun non-organik. Masyarakat pertanian lebih memilih membuang kulit pinang dan batok kemiri di pinggir jalan, sungai, hingga perkebunan. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan baru di lingkungan sekitar seperti sampah yang menumpuk dan merusak pemandangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kulit pinang dan batok kemiri dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kampas rem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Kulit batok kemiri sebagai variabel bebas sedangkan keausan kampas rem sebagai variabel terikat. Massa dari serbuk kulit tempurung kemiri divariasi 100gram, 150gram, 200 gram, 250 gram, dan 300 gram dengan komposisi 60 : 40. Resin 208 B digunakan sebagai pengikat dengan perbandingan dengan bahan dasar yaitu, 60 : 40. Dari hasil penelitian diperoleh data nilai keausan tiap massa berbeda semakin bertambah massa dari bahan maka semain berkurang nilai keausan dari kampas rem 
IDENTIFIKASI NILAI HAMBAT JENIS ARANG KAYU, ARANG KULIT MANGGA, DAN ARANG KULIT PISANG: BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI RESISTOR FILM KARBON Intan Kusumawati; - Supriyadi
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i1.3859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai hambat jenis pada arang kayu, arang kulit mangga, dan arang kulit pisang sebagai bahan alternatif pengganti resistor film karbon. Pada penelitian ini dilakukan penumbukkan arang kayu, arang kulit mangga, dan kulit pisang sehingga dihasilkan bubuk arang yang halus melalui proses penyaringan. Setelah itu dilakukan pemampatan arang kayu dalam pipet/sedotan plastik dengan luas permukaan (A) = 4,08 x 10-4 cm. Kemudian hambatan diukur menggunakan multimeter dan dilakukan perhitungan hambat jenis arang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang kayu (0,73 x 106 m) memiliki nilai hambat yang tinggi sehingga hambat jenisnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan arang kulit mangga (0,28 x 106  m) dan arang kulit pisang (0,24 x 106 m). Hal ini dikarenakan terjadi proses karbonisasi sempurna dalam pembuatan arang kayu. Oleh karena nilai hambatan yang dapat terbaca pada multimeter hanya menggunakan batas skala yang besar (Mega Ohm), maka arang kulit kayu, arang kulit mangga, dan arang kulit pisang hanya dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pengganti resistor film karbon dengan ukuran nilai hambatan besar.
Penggunaan Detektor Fotoakustik Untuk Pengukuran Etilen Pada Proses Peroksidasi Lipid Yang Diinduksi Sinar Ultraviolet Santosa, Ign Edi
Jurnal Fisika Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v10i2.25535

Abstract

Pengukuran gas etilen dari proses peroksidasi lipid akibat paparan sinar ultraviolet telah dilakukan dengan menggunakan detektor fotoakustik berbasis laser CO2. Biocream dioleskan pada permukaan kaca dan dimasukkan ke dalam cuvet. Pengukuran konsentrasi etilen dilakukan selama biocream disinari dengan sinar ultraviolet. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa etilen yang dihasilkan tergantung pada intensitas sinar ultraviolet dan jumlah lipid yang terkena paparannya.
Pemanfaatan Karbon Tongkol Jagung sebagai Adsorben Penjernihan Limbah Cair Pewarna Tekstil Noor Hidayah; Nihla Nurul Laili; Ian Yulianti; Sujarwata Sujarwata
Jurnal Fisika Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v7i2.13373

Abstract

Perkembangan industri tekstil menghasilkan limbah cair pewara tekstil yang dapat mencemari lingkungan. Permasalahan limbah cair pewarna tekstil dapat diatasi dengan metode adsorpsi dari bahan tongkol jagung. Tongkol jagung merupakan limbah pertanian yang berasal dari tanaman jagung yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemanfatan tongkol jagung dilakukan dengan pengarangan untuk menghasilkan karbon. Karbon tongkol jagung yang telah dihaluskan dicampurkan dengan PVAc agar tidak mudah memudar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi PVAc terhadap sifat adsorbsi dilihat dari degradasi limbah cair pewarna tekstil. Variasi bebas dari PVAc yang digunakan adalah 10g, 15g, 20g, 25g, 25g dan 30g. Variasi kontrol dari massa karbon yang digunakan adalah 10g dan 15g. Degradasi warna yang dihasilkan pada limbah cair setelah dilakukan perendaman diukur dengan menggunakan spectrometer UV-Vis (Ocean Optics tybe usb 4000). Hasil penelitian menunjukkan karbon dari tongkol jagung dicampur perekat PVAc berhasil dibuat dan merupakan salah satu metode untuk mengatasi pencemaran lingkungan, kosentrasi PVAc yang baik digunakan ketika memiliki massa karbon sama dengan massa PVAc dan semakin besar massa karbon dari tongkol jagung menyebabkan penurunan puncak absorbansi yang semakin besar pula.
SINTESIS PIGMEN BESI OKSIDA BERBAHAN BAKU LIMBAH INDUSTRI BAJA (MILL SCALE) Tito Prastyo Rahman; Agus Sukarto; Nurul Taufiqu Rochman; Azwar Manaf
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3972

Abstract

Limbah industri baja (mill scale) digunakan sebagai alternatif bahan baku pigmen besi oksida. Kajian ilmiah ini menjelaskan proses pembuatan pigmen besi oksida melalui metode presipitasi dengan media air. Pigmen besi oksida yang menjadi target yaitu pigmen kuning goethit ( -FeOOH) dan merah hematit ( -Fe2O3). Goethit diperoleh dengan presipitasi menggunakan amonia dari proses awal terbentuknya ferricssulfat hasil reaksi asam sulfat (H2SO4) dengan limbah mill scale, sedangkan hematit diperoleh dengan proses pemanasan goethit pada temperatur 5000C dan 9000C. Analisa XRD digunakan untuk mengetahui senyawa pigmen yang terkandung dan penggunaan DTA untuk mengetahui pola perubahan fasa akibat proses pemanasan fasa goethit. Analisa warna pigmen menggunakan collorimetri L*a*b System. Warna pigmen yang diperoleh mempunyai tinting strength yang masih kurang dibandingkan dengan pigmen impor.
PENENTUAN PANJANG GELOMBANG SINAR MENGGUNAKAN INTERFERENSI CELAH GANDA SEDERHANA Moh. Nashir Tsalatsin; - Masturi
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i2.3828

Abstract

Telah dilakukan penelitian  penentuan panjang gelombang sinar menggunakan interferensi celah ganda sederhana,  Peneliti menggunakan peralatan yang sederhana, di mana peralatan tersebut bisa ditemuakan disekitar, seperti sterefom, bohlam,kertas mika berwarana, kayu dan lem. Proses pengujian dilakukan dengan bohlam sebagai sumber cahaya, bohlam yang dipakai adalah bohlam halogen berwarana putih, mika berwarna dijadikan sebagai filter, kertas sebagai celah. Cara kerjanya yaitu dengan meletakan filter di depan kertas HVS yang sudah diseset sedikit kemudian setelah cahaya polykromatik melewati filter berwarana  maka ada warna yang diserah dan ada warna yang diteruskan, warna yang diteruskan akan menghasilkan pola gelap dan pola terang, peneliti menggunakan dua warna mika yaitu merah dan hijau. Panjang gelombang dari  tiap mika berbeda, Berdasarkan hasil penelitian diperoleh panjang gelombang untuk sinar hijau adalah 711 nm dan untuk panjang gelombang sinar merah adalah 506 nm.
Penentuan Nilai B-Value Untuk Identifikasi Kerentanan Batuan Dengan Mempertimbangkan Nilai Slowness Pada Wilayah Pidie Jaya Ramadhan Priadi; Januar Arifin
Jurnal Fisika Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v7i1.13363

Abstract

Gempa bumi dapat terjadi disepanjang batas petemuan antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Akhir tahun 2016 terjadi gempa Pidie Jaya dengan rentan kejadian setiap gempa yang saling berdekatan satu dengan lainnya. Jumlah gempa bumi yang tercatat sebanyak 6 event gempa bumi dengan kisaran magnitudo M 4.0 hingga M 6.5. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai b-value yang digunakan untuk mengidentifikasi kerapuhan batuan wilayah Pidie jaya serta dengan mempertibangkan nilai slowness dari fase gelombang seismik yang tercatat oleh stasiun seismik. Data yang digunakan merupakan data gempa bumi Pidie Jaya sebanyak 97 event aftershock dengan 1 event mainshock yaitu gempa 20161206 M 6.5. Nilai b-value diperoleh dengan menggunakan metode reisenberg decluster yakni metode pengelompokkan data dengan karakteristik yang sama. Sedangkan nilai slowness diperoleh dari selisih waktu dibagi selisih jarak dari tiap fase gelombang. Waktu dan jarak diperoleh setelah dilakukan picking gelombang seismik di Seisgram2k. Sesuai dengan hubungan antara frekuensi kejadian dan magnitudo, akan didapatkan b-value sebagai parameter penanda kerapuhan batuan di daerah setempat. Dari hasil pengolahan data diperoleh hasil jika wilayah Pidie Jaya memiliki nilai b-value sebesar 0.896 dengan nilai slowness untuk fase Pg, Pn, Sg, dan Sn pada gempa Pidie Jaya berturut-turut adalah 0.1753, 0.1240, 0.3086, dan 0.2531. Critical distance pada gempa Pidie Jaya untuk fase Pn – Pg berpotongan pada jarak ±149 km sedangkan untuk fase Sn – Sg berpotongan pada jarak  ±175 km.

Page 6 of 16 | Total Record : 153