cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
Peran Sosial Media dalam Penyampaian Informasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Covid-19 di Kota Semarang Aprillia Findayani
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.24506

Abstract

Persebaran covid-19 diseluruh dunia termasuk Indonesia terus meluas sejak kasus pertama di China awal Desember 2019. Di Indonesia, penggunaan sosial media memberikan informasi yang terkadang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran sosial media dalam penyampaian informasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi covid-19. Insidental sampling menggunakan kuesioner digunakan untuk mengambil sampel masyarakat di Kota Semarang. Sebanyak 1421 sampel dianalisis menggunakan tekhnik analisis deskriptif. Hasil analisis kueasioner yang terdiri dari 893 perempuan dan 528 laki-laki menyatakan 94,9 % masyarakat memperoleh informasi tentang covid-19 dari sosial media. Selanjutnya 79% masyarakat menggunakan media sosial sebagai media edukasi dan informasi dalam penyampaian informasi mengenai covid-19 meskipun hanya sekitar 58% diantaranya yang selalu melakukan pengecekan sebelum membagi berita tersebut kepada orang lain. Dari analisis awal, masyarakat merasa pemerintah perlu melakukan penyampaian informasi satu pintu untuk memberikan informasi yang tepat, cepat, akurat serta dapat dipertanggungjawabkan sehingga dapat meminimalisir keresahan masyarakat yang timbul akibat berita hoax.
Perubahan Penggunaan Lahan di Kawasan Keamanan dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Sleman Farida Afriani Astuti; Herwin Lukito
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i1.21327

Abstract

Kabupaten Sleman memiliki banyak daya tarik yang memicu terjadinya urbanisasi yang dapat terlihat dari fenomeno perubahan penggunaan lahan . Perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Sleman terjadi pada kawasan keamanan dan ketahanan pangan yang terdiri dari Kecamatan Moyudan, Minggir, Sayegan, Godean, Mlati, dan Tempel.  Fenomena perubahan penggunaan lahan penting untuk dikontrol dan dikendalikan karena kawasan tersebut memiliki peran penting bagi ketahanan pangan di Kabupaten Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Di dalam metode deskriptif terdapat metode survey yang digunakaan untuk mengetahui kondisi eksisting penggunaan lahan di daerah penelitian. Sedangkan untuk perubahan penggunaan lahan pada kawasan keamanan dan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman dari Tahun 2012 sampai Tahun 2018 diperoleh dengan metode overlay peta penggunaan lahan yang diperoleh dari Citra Quickbird pada tahun tersebut. Perubahan penggunaan lahan pada kawasan keamanan dan ketahanan pangan Kabupaten Sleman mencapai 57,33 km2 atau 33,93% dari luas total daerah penelitian. Perubahan penggunaan lahan didominasi oleh perubahan lahan sawah menjadi hutan produksi seluas 15,05 km2. Faktor pendorong adanya perubahan penggunaan lahan tersebut adalah produktivitas pertanian sawah yang semakin menurun tiap tahunnya.Sleman Regency has many attractions that trigger urbanization which can be seen from the phenomenon of land-use change. This phenomenon occurs in Sleman Regency particularly in the area of food security and sustainability which is spreading in various districts such as Moyudan, Minggir, Sayegan, Godean, Mlati, and Tempel. The phenomenon of land change must be managed and controlled because the areas have an important role for food security in Sleman Regency. The method used for the research is descriptive method. Survey is a part of descriptive method which used to determine the existing conditions of land use in the research object areas. Whereas for land-use changes in the area of food security and sustainability in Sleman Regency from 2012 to 2018 was obtained with the method of land-use map overlay obtained from Quickbird imagery in those years.Land-use change in the area of food security and sustainability of  Sleman Regency reaches 57.33 km2 or 33.93% from the total of research study area. Land-use change is dominated by the diversions of rice fields to forests that reach 15.05 km2. The driving factor for this phenomenon is the decreasing annual productivity of rice field. 
Analisis Pengaruh Pengelolaan Lingkungan terhadap Kondisi Masyarakat Hilir Sungai Musi Mega Kusuma Putri; Helfa Septinar; Ratna Wulandari Daulay
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i2.18955

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kondisi masyarakat hilir Sungai Musi Kecamatan Gandus, Kota  Palembang terkait aspek lingkungan, fisik sosial ekonomi masyarakat dan pengaruh kebijakan pengelolaan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif-empirik. Tahap penelitian pada penelitian ini dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap lapangan, tahap analisis hasil lapangan, dan tahap penulisan laporan.  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu: observasi, angket, dokumentasi. Tahap analisis data hasil lapangan dibagi menjadi 3 kegiatan utama, yaitu melakukan pengharkatan (scoring) dan pembobotan, kemudian analisis deskriptif empirik dikaitkan dengan kebijakan pemerintah melalui UU No. 32 tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan. Hasil penelitian Tingkatan kondisi masyarkat di Kecamatan Gandus memiliki tingkatan tinggi sebesar 42%, sedang 50%, dan rendah 8%, ditinjau dari aspek lingkungan, fisik, sosial, dan ekonomi. meskipun peraturan dari pemerintah terkait pengelolaan lingkungan sungai telah diterapkan. Pengelolaan lingkungan sungai Musi di Kecamatan Gandus diperlukan suatu penanganan secara intensif, efektif dan berkelanjutan yang berkaitan langsung di lapangan guna meningkatkan kualitas kondisi masyarakat yang ada di sempadan sungai di Kecamatan Gandus kota Palembang.The purpose of this study is to look at the condition of the downstream community of Musi River, Gandus Subdistrict, Palembang City related to environmental aspects, the socio-economic physical community and the influence of environmental management policies. The method used in this study is a quantitative method with descriptive-empirical analysis. The research phase in this study was divided into four stages, namely the preparation phase, the field stage, the stage of the analysis of field results, and the stage of report writing. Data collection techniques in this study, namely: observation, questionnaire, documentation. The data analysis stage of the field results is divided into 3 main activities, namely scoring and weighting, then an empirical descriptive analysis is linked to government policy through Law No. 32 of 2009 concerning environmental management. The results of the study The level of community conditions in the District of Gandus has a high level of 42%, moderate 50%, and low 8%, in terms of environmental, physical, social, and economic aspects. although regulations from the government regarding river management have been implemented. The management of the Musi river environment in the Gandus District requires an intensive, effective and sustainable treatment that is directly related to the field in order to improve the quality of the community conditions that exist in the river border in the Gandus District of Palembang.
Pengaruh Penataan Kawasan Kota Lama Semarang pada Aspek Ekonomi dan Sosial Satya Budi Nugraha; Erni Suharini; Abd Basith Mukhlas; Febri Wahyu Saputro; Zulfikar Ardiansyah Fajri; Yumna Kinanthi; Syntya Juli Prasetyo; Husna Fauzia
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i1.27512

Abstract

Revitalisasi kawasan kota lama Kota Semarang merupakan suatu langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Hal ini dilakukan dalam rangka menyiapkan kawasan kota lama tersebut sebagai bagian dari world heritage sekaligus menghidupkan kembali bagian dari kawasan perkotaan Semarang tersebut yang selama ini sebagian sudutnya terlihat suram dan tidak termanfaatkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penataan Kawasan Kota Lama Semarang dan kaitannya dengan perubahan aktivitas ekonomi masyarakat/stakeholders dan aspek sosial pada kawasan tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan mix-method (kuantitatif dan kualitatif). Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur, observasi lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum masyarakat berpendapat bahwa penataan Kawasan Kota Lama Semarang memberikan pengaruh yang baik pada aspek ekonomi dan sosial pada kawasan tersebut. Perubahan dan penguatan citra kawasan melalui penyediaan fasilitas umum dan penataannya sebagai destinasi wisata perlu dipertahankan dengan upaya pengelolaan yang berkelanjutan.
Penanggulangan Bencana Banjir Berdasarkan Tingkat Kerentanan dengan Metode Ecodrainage Pada Ekosistem Karst di Dukuh Tungu, Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DIY Dian Hudawan Santoso
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.17136

Abstract

Dukuh Tungu terletak di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di daerah ini terdapat fenomena bentuk-lahan karst berupa cekungan dan bukit – bukit karst. Daerah cekungan pada RT 07 di Dukuh Tungu sering mengalami banjir ketika intensitas curah hujan di kawasan tersebut tinggi dengan durasi yang lama. Ketika terjadi siklon tropis cempaka pada akhir bulan November tahun 2017, RT 07 pada Dukuh Tungu mengalami banjir terparah selama 4 hari sampai 7 hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerentanan banjir dan arahan pengelolaan banjir dengan metode ecodrainage. Tingkat kerentanan bencana banjir di daerah penelitian ditentukan berdasarkan dari 4 aspek kerentanan yaitu kerentanan lingkungan, fisik, sosial dan ekonomi, dimana setiap aspek kerentanan memiliki parameter tersendiri. Penelitian ini menghasilkan peta tingkat kerentanan banjir. Dimana RT 06, RT 07, RT 08 dan RT 09 seluas 10,7 Ha mempunyai tingkat kerentanan banjir kategori sedang, baik kondisinya tergenang maupun tidak tergenang banjir. Arahan pengelolaan bencana banjir dengan metode ecodrainage dilakukan dengan penerapan kolam retensi, saluran air hujan dengan rorak dan bak pengumpul air hujan dan peninggian lantai rumah warga serta penanaman rumput manila pada halaman rumah.The hamlet of Tungu is located in the village of Girimulyo, sub-district of Panggang,  district of Gunungkidul, Province of Special Region of Yogyakarta. The morphological form of this area is karst with basins and the hills. The basin area oftenly flooded when the intensity of rainfall in this region is high with long duration. When the tropical cyclone cempaka occurred at the end of November 2017, RT 07 of the hamlet of Tungu had the worst flooding in 4 days to 7 days. The purpose of this research is to study the extent of the flood vulnerability and the direction of floodwaters with the ecodrainge system. The vulnerability were based on four aspects i.e. environmental, physical, social and economic vulnerabilities with each aspect of vulnerability. Our research resulted 10,7 Ha of study area has a level of vulnerability to a catastrophic flood, which is RT 06, RT 07, RT 08 and RT 09 that are flooded with floods and floods. The ecodrainage methods was proposed by performing the application of retention pool, rain channel with rorak and rainwater collection and raised up the floor of local people’s houses and plant Manila grass on a yard.
Perbandingan Metode Koreksi Topografi Pada Citra Satelit Landsat 8 Di Wilayah Gunung Telomoyo, Jawa Tengah Tantri Utami Widhaningtyas; Akbar Cahyadhi Pratama Putra; Trida Ridho Fariz
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.22863

Abstract

Kondisi topografi mempengaruhi perbedaan besarnya energi sinar matahari yang ditangkap, dipantulkan balik dan diterima sensor penginderaan jauh. Hal ini membuat perlu dilakukan koreksi radiometri topografi pada proses pra pengolahan citra. Metode koreksi topografi terhitung banyak sedangkan penelitian terkait koreksi topografi ternilai cukup jarang dilakukan di Indoensia. Tujuan penelitan ini adalah membandingkan metode koreksi topografi. Adapun wilayah studi dalam penelitian ini adalah wilayah Gunung Telomoyo.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit Landsat 8 dan DEMNAS. Adapun metode koreksi topografi yang diujikan dalam penelitian ini adalah metode koreksi topografi C Correction dan SCS+C.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa data DEMNAS dapat digunakan sebagai sumber data untuk koreksi radiometrik topografi. Metode koreksi topografi yang paling baik pada penelitian ini adalah metode SCS+C dilihat dari kenampakan visual dan memiliki nilai standar deviasi terendah dibandingkan dengan metode C Correction. Sehingga untuk wilayah dengan dominasi tutupan lahan hutan maka metode SCS+C bisa direkomendasikan. Koreksi topografi berguna dalam peningkatan akurasi perhitungan biomassa dan estimasi karbon di dataran tinggi menggunakan data penginderaan jauh.
Analisis Potensi Ekonomi Sektor Pertanian dan Sektor Pariwisata di Provinsi Bali Menggunakan Teknik Analisis Regional Emy Puspita Yuendini; Isfi Nurafifa Rachmi; Novanda Nurul Aini; Rika Harini; Muhammad Arif Fahruddin Alfana
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i2.20831

Abstract

Provinsi Bali mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan Indonesia, khususnya sektor pariwisata dan masih mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencahariannya. Kedua sektor ini merupakan sektor yang diandalkan dalam sumber pendapatan Provinsi Bali. Analisis regional diperlukan sebagai upaya untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi unggulan setiap kabupaten di Provinsi Bali. Metode yang digunakan adalah Location Quotient, Shift Share, Indeks Spesialisasi Regional, dan Tipologi Klassen. Data yang digunakan berupa data Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010 dan data PDRB per kapita tahun 2015-2017. Keberadaan dua sektor basis dan unggulan memperlihatkan bahwa sektor pariwisata yang ditopang oleh Badung, Buleleng, Denpasar, dan Gianyar memiliki peran yang tinggi terhadap pendapatan kabupaten/kota tersebut dan Provinsi Bali secara keseluruhan. Analisis Shift-Share menunjukkan kontribusi PDRB terbesar adalah sektor pariwisata dan tidak terspesialisasi di setiap daerah. Hasil analisis tipologi Klassen menunjukkan adanya kesenjangan antara kabupaten/kota yang menjadi basis pariwisata dengan kabupaten/kota yang bukan menjadi basis pariwisata.The Province of Bali has a strategic role in Indonesia’s development, particularly the tourism sector and still relies on the agricultural sector as its livelihood. Both of these sectors are sectors that are relied upon in the sources of income of the Province of Bali. Regional analysis is needed as an effort to identify and analyze the superior potential of each district in Bali Province. The methods used are Location Quotient, Shift Share, Regional Specialization Index, and Klassen Typology. The data used in the form of GRDP data based on constant 2010 prices and GRDP data per capita in 2015-2017. The existence of two basic and superior sectors shows that the tourism sector supported by Badung, Buleleng, Denpasar and Gianyar has a high role in the revenue of the regency / city and the Province of Bali as a whole. Shift-Share analysis shows that the biggest PDRB contribution is the tourism sector and is not specialized in each region. Klassen’s typology analysis results show a gap between the districts / cities that are the basis of tourism and the districts that are not the basis of tourism.
Analisis Kerentanan Airtanah terhadap Pencemaran di Pulau Koral Sangat Kecil dengan Menggunakan Metode GOD Ahmad Cahyadi
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.18411

Abstract

Air tanah memiliki peranan yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan air di pulau sangat kecil. Pengelolaan sumberdaya airtanah sangatlah penting agar keberlanjutan pemanfaatan airtanah dapat tercapai. Salah satu landasan penting dari pengelolaan airtanah adalah analisis kerentanan airtanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan airtanah di Pulau Koral Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode GOD. Data yang digunakan dalam penentuan kelas kerentanan airtanah terhadap pencemaran adalah tipe akuifer, jenis batuan (litologi) dan kedalaman muka airtanah. Selain itu, dianalisis pula kandungan fecal coli dalam airtanah untuk memvalidasi hasil analisis kerentanan airtanah yang telah dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pulau Koral Pramuka masuk dalam kategori kerentanan ekstrem. Hal ini sesuai dengan hasil analisis kandungan Fecal coli yang menunjukkan sebagian besar sampel melebihi baku mutu airtanah.Groundwater has a very important role in meeting water needs on a very small island. Management of groundwater resources is important so that the sustainable use of groundwater can be achieved. One important foundation of groundwater management is the analysis of groundwater vulnerability. This study tried to analyze groundwater in Pramuka Cay, Kepulauan Seribu Regency, DKI Jakarta. The method used in this study is GOD method. The data used in the classification of groundwater classes against pollution is the type of aquifer, type of rock (lithology) and depth of groundwater table. In addition, also analyzed the content of fecal coli in groundwater to validate the results of the analysis of groundwater assessments that have been carried out. The analysis shows that Pramuka Cay has extreme groundwater vulnerability. This is in accordance with the results of the analysis of fecal coli content which shows that most samples exceed groundwater quality standards.
Analisis Hujan Es di Kabupaten Ngawi Berdasarkan Citra Satelit Himawari-8 dan Data Reanalisis Copernicus ECMWF Estri Diniyati; Dhiyaul Qalbi Syofyan; Aditya Mulya
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i2.28010

Abstract

Fenomena hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem yang merugikan manusia. Pada tanggal 11 November 2019 lalu, terjadi hujan es di Kabupaten Ngawi  dimana hujan es mengguyur hingga Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro, sehingga kerugian yang ditafsir lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi atmosfer dan lautan sebelum hingga saat kejadian hujan es sehingga kedepannya dapat digunakan dalam menganalisis dan memberikan peringatan kepada masyarakat agar dapat mengantisipasi terjadinya kerugian yang lebih besar. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis dengan data citra satelit Himawari-8 yang diolah dengan aplikasi SATAID serta analisis data reanalisis Copernicus ECMWF yang diolah dengan aplikasi GrADS. Hasil penelitian menunjukkan pada saat hujan es terdapat belokan angin disekitar wilayah Ngawi serta suhu muka air laut yang hangat di sebelah Utara Perairan Pulau Jawa. Hal ini mendukung adanya pertumbuhan awan konvektif yang dibuktikan dengan adanya kelembapan udara yang tinggi, kondisi atmosfer yang tidak stabil dan terbentuknya awan jenis cumulonimbus.
Perbandingan Metode Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) dan Forest Canopy Density (FCD) untuk Identifikasi Tutupan Vegetasi (Kasus; Area Pembuatan Jalan Baru Singaraja-Mengwi) A Sediyo Adi Nugraha; I Putu Ananda Citra
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i1.25367

Abstract

This research uses Landsat 8 OLI/TIRS image which objective to determine the accuracy level of SAVI method and FCD model in the identification of vegetation cover. It is done as an effort to assist in determining the right method of monitoring the change of vegetation cover in the forest area. Therefore, this research compares the vegetation index of Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) because it is able to suppress the background of the soil so that the vegetation cover is able to be displayed according to the conditions in the field. While the FCD model uses four variables such as; Advanced Vegetation Index (AVI), Bare Soil Index (BI), Shadow Index (SI), and thermal index using the Split-Windows Algorithm (SWA) method. Comparison results between SAVI and FCD models indicate that the higher accuracy of SAVI is 84% and FCD model is only 82%. It is possible because the limited use of research areas that show SAVI is superior due to heterogeneous conditions and it approaches the conditions in the field than the FCD model that is more group and only able to be realized in three classes. Based on the results, it was concluded that the vegetation index can be used in monitoring the limited area of research but it is also not absolute because it is possible that FCD model is better.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue