cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
Pengaruh Penataan Kawasan Kota Lama Semarang pada Aspek Ekonomi dan Sosial Nugraha, Satya Budi; Suharini, Erni; Mukhlas, Abd Basith; Saputro, Febri Wahyu; Fajri, Zulfikar Ardiansyah; Kinanthi, Yumna; Prasetyo, Syntya Juli; Fauzia, Husna
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i1.27512

Abstract

Revitalisasi kawasan kota lama Kota Semarang merupakan suatu langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Hal ini dilakukan dalam rangka menyiapkan kawasan kota lama tersebut sebagai bagian dari world heritage sekaligus menghidupkan kembali bagian dari kawasan perkotaan Semarang tersebut yang selama ini sebagian sudutnya terlihat suram dan tidak termanfaatkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penataan Kawasan Kota Lama Semarang dan kaitannya dengan perubahan aktivitas ekonomi masyarakat/stakeholders dan aspek sosial pada kawasan tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan mix-method (kuantitatif dan kualitatif). Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur, observasi lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum masyarakat berpendapat bahwa penataan Kawasan Kota Lama Semarang memberikan pengaruh yang baik pada aspek ekonomi dan sosial pada kawasan tersebut. Perubahan dan penguatan citra kawasan melalui penyediaan fasilitas umum dan penataannya sebagai destinasi wisata perlu dipertahankan dengan upaya pengelolaan yang berkelanjutan.
Perbandingan Metode Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) dan Forest Canopy Density (FCD) untuk Identifikasi Tutupan Vegetasi (Kasus; Area Pembuatan Jalan Baru Singaraja-Mengwi) Adi Nugraha, A Sediyo; Ananda Citra, I Putu
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i1.25367

Abstract

This research uses Landsat 8 OLI/TIRS image which objective to determine the accuracy level of SAVI method and FCD model in the identification of vegetation cover. It is done as an effort to assist in determining the right method of monitoring the change of vegetation cover in the forest area. Therefore, this research compares the vegetation index of Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) because it is able to suppress the background of the soil so that the vegetation cover is able to be displayed according to the conditions in the field. While the FCD model uses four variables such as; Advanced Vegetation Index (AVI), Bare Soil Index (BI), Shadow Index (SI), and thermal index using the Split-Windows Algorithm (SWA) method. Comparison results between SAVI and FCD models indicate that the higher accuracy of SAVI is 84% and FCD model is only 82%. It is possible because the limited use of research areas that show SAVI is superior due to heterogeneous conditions and it approaches the conditions in the field than the FCD model that is more group and only able to be realized in three classes. Based on the results, it was concluded that the vegetation index can be used in monitoring the limited area of research but it is also not absolute because it is possible that FCD model is better.
Aplikasi Model Rusle untuk Estimasi Kehilangan Tanah Bagian Hulu di Sub Das Garang, Jawa Tengah Hanafi, Fahrudin; Pamungkas, Dany
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i1.28079

Abstract

The Garang watershed is one of the main rivers passing through Semarang City, Central Java. Garang uptream is mostly a buffer zone and a catchment area for the water and soil resources conservation of Semarang City and surroundings. This research is located in the upstream Garang watershed, with the aim of knowing the level of erosion or soil loss tolerance due to land use change.The erosion model is specific to sheet erosion which modeled with RUSLE (Revised Universal Soil Loss Equation) method. The data used are (R) ground rainfall from 7 hydrological stations for 10 years, (K) soil types derived from land form interpretation, (LS) length and slope from SRTM radar data, (CP) conservation and land cover derived using a multispectral supervised classification (maximum likelihood). The quality of modeling is maintained through validation of input data, such as the normal ratio method and consistency test of rain data, soil texture and color surveys for soil data, confusion matrices for land cover and slope validation.The research results of the upstream Garang watershed area of 1191,56 hectares (14.14%), the erosion that occurred was still below the allowable erosion limit, while the area of 7.232,67 hectares (85.86%) was erosion that occurred above the allowable erosion value. The average soil loss is 222 tonnes / ha / year with the potential for soil loss up to 39,236 tonnes per year or soil loss thickness of 3.8 cm. Even though it is within the threshold, this must be controlled considering the importance of the upstream Garang watershed, whose land cover has begun to change its function to agriculture and plantations on sloping land.
Kerentanan Gerakan Tanah Menggunakan Teknik Geospasial Statistik Di Macang Pacar, Nusa Tenggara Timur Febriarta, Erik; Wibowo, Yunus Aris
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i1.26234

Abstract

Kecamatan Macang Pacar merupakan kecamatan di Kabupten Manggarai Barat yang berada diatas Formasi Bari (Tmb) yang didominiasi batugamping berlapis yang mudah terlapuk menjadi rombakan parafargmen dengan sifat lepas lepas dan kurang padat. Strukur geologi disekitar Kecamatan Macang Pacar berupa sesar, lipatan dan kelurusan, termasuk zona rawan bencana. Terdapat sesar mayor yaitu sesar normal dan geser terdapat pada perbukitan batugamping dan perbukitan batubreksi lava. Berdasarkan kenampakan tersebut, potensi bencana yang dapat terjadi adalah gerakan tanah (longsor). Maka tujuan dari penelitian ini adalah menetukan zona kerentanan gerakan tanah dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) dari parameter tujuh parameter, yaitu: kemiringan lereng, jenis batuan, struktur geologi (kekar,sesar), penggunaan lahan, ditribusi gerakan tanah, kegempaan, dan intensitas curah hujan. Penilaian dengan pembobotan disetiap parameter bertingkat (hierarki). Pembobotan dengan dengan nilai 1, merupakan faktor yang paling mempengaruhi kerentanan, sedangkan pembobotan dengan nilai > 2 menunjukkan faktor yang tidak dominan terhadap kerentanan. Dari nilai dan pembobotan tersebut menghasilkan nilai skor total indek kerentanan. Hasil atau skor diperoleh dari perhitungan linier dari seluruh parameter kerentanan gerakan tanah. Untuk menentukan kelas zona kerentanan gerakan tanah, dilakukn klasifikasi kelas (zona) menjadi kerentanan tinggi, menengah, rendah dan sangat rendah. Pembagian zona klasifikasi kerentanan gerakan tanah dengan metode equal interval. Hasil dari penentuan zona kerentanan diketahui zona kerentanan gerakan tanah tinggi seluas 63,97 km2 (14,49%), kerentanan menegah seluas 147,65km2 (33,53%), kerentanan rendah seluas 114,19km2 (25,93%) dan kerentanan sangat rendah seluas 114,72km2 (26,05%). Secara umum di Kecamatan Macang Pacar tingkat kerentanan gerakan tanah adalah kerentanan menengah.
River Bank Analysis in the Vicinity of Sebatik Island and Its Influence to Determine Boundary of Indonesia-Malaysia Jati, Ardiawan; Pratomo, Danar Guruh
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i1.25137

Abstract

River as the boundary is listed in the 1915 Netherland-British Agreement with its Annex Map without any clear coordinates. This is an obstacle in tracing boundaries in the real river because where river is dynamic, changes in the river shape and river bank can occur in more than 100 years. Multi-temporal Landsat satellite imagery processed with a combination of bands (color composite) is used to observe the position of the river bank from 1989 to 2019 with visual interpretation and manual digitization. As a result, over 30 years there was a shift in the Sikapal river bank with an average of 11.4 m on the right side (Indonesia) and 15 m on the left side (Malaysia). The average shift of the Tamboe river bank is the right side 25.1 m and on the left side 8.8 m. The shift is relatively small because around the Sikapal and Tamboe rivers banks are overgrown by mangrove forests which can slow down the rate of erosion. River banks in 1989, 1999, 2009 and 2019 were used as a basis for delimitation of the Indonesia-Malaysia boundary using a three-stage approach. As a result, there are differences in the shape of the boundary line although it is small. However, the river area of Indonesia and Malaysia still has a proportional ratio of 1: 1.03 in 1989, 1999, 2009 and 2019. Although the ratio is the same, the area of the river has increased by 0.08-0.11 km2.
Monitoring Kinerja DAS Bedadung Kabupaten Jember, Jawa Timur Wibisono, Kuntadi
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i1.25964

Abstract

Sebagai salah satu dari 108 DAS Prioritas Nasional, DAS Bedadung memiliki permasalahan yang umum dalam suatu ekositem daerah aliran sungai (DAS) antara lain perubahan alih fungsi hutan, tingginya erosi, tingginya sedimentasi, banjir, tekanan penduduk, dan ketidakseimbangan antara kebutuhan air dan ketersediaan air. Tujuan penelitian ini adalah melakukan monitoring dan evaluasi kinerja DAS Bedadung berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan RI No: P.61/Menhut-II/2014. Kriteria yang digunakan ada 5 (lima) yaitu kondisi lahan, kondisi tata air, kondisi sosial ekonomi, kondisi investasi bangunan, dan kondisi pemanfaatan ruang wilayah. Berdasarkan hasil penelitian, subkriteria yang menjadi permasalahan di DAS Bedadung adalah rendahnya persentase penutupan vegetasi, tingginya indeks erosi, tingginya muatan sedimen, banjir yang yang sering terjadi, tingginya indek penggunaan air, tingginya tekanan penduduk, dan rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk. Hasil akhir nilai daya dukung DAS Bedadung sebesar 105,00 termasuk kategori sedang, dan termasuk klasifikasi DAS yang dipulihkan. Untuk melakukan pemulihan DAS dapat dilakukan dengan cara mematuhi RTWRK/konsep pengelolaan DAS dalam pembangunan wilayahnya, reboisasi, penghijauan lingkungan, pembangunan bangunan konservasi tanah dan air, pengembangan teknologi pertanian dan hasil pertanian
Analisis Kestabilan Lereng dan Pengelolaan Lereng Akibat Penambangan Andesit di Sebagian Kecamatan Bagelan Purworejo Santoso, Dian Hudawan; Suharwanto, Suharwanto; Prasetyo, Muhammad Tri
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i1.25913

Abstract

Kegiatan penambangan batuan andesit yang dilakukan di sebagian Kecamatan Bagelan ini  berpotensi menjadi gerakan massa tanah dan atau batuan  karena terbentuk lereng-lereng yang terjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kestabilan lereng akibat penambangan batuan Andesit dan membuat model rekayasa lereng yang sesuai dengan kondisi di area bekas penambangan. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat kestabilan yaitu Evaluasi data terhadap kestabilan lereng berdasarkan analisis nilai faktor keamanan menggunakan metode Janbu yang disederhanakan. Analisis faktor-faktor menggunakan pengamatan dan pengukuran di lapangan, analisis batuan pada laboratorium yaitu sifat fisik (bobot isi) dan mekanika batuan (kohesi dan sudut geser dalam). Hasil dari kajian stabilitas lereng pada lahan bekas tambang andesit di Dusun Mejing diketahui kondisi geologi di daerah penelitian yaitu terdiri dari dominasi satuan batuan andesit. Lereng pertama merupakan lereng stabil dengan nilai FK 1,8 dan Lereng kedua merupakan lereng tidak stabil dengan nilai FK 1,14 yang menunjukkan bahwa lereng tersebut merupakan lereng yang berpotensi terhadap gerakan massa batuan. Pengelolaan gerakan massa batuan menggunakan pendekatan rekayasa mekanis (pemotongan lereng (resloping)) dengan ditunjang pendekatan sosial ekonomi dan pendekatan institusi. Selain itu rekayasa mekanis penunjangnya adalah pembuatan parit penangkap.
Analisis Sebaran Spasial Tingkat Kejadian Kasus Covid-19 Dengan Metode Kernel Density di Kota Ambon Rakuasa, Heinrich; Tambunan, Mangapul Parlindungan; Tambunan, Rudy Parluhutan
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i2.28234

Abstract

Kota Ambon merupahkan daerah dengan kasus COVID-19 tertinggi di provinsi Maluku yaitu 435 orang terkonfirmasi positif dan yang terkonfimasi suspek 10 orang. Kasus COVID-19 di Kota Ambon dari bulan maret-desember, cenderung meningkat setiap bulannya. Jumlah penderita COVID-19 di Kota Ambon meningkat disebabkan karena wilayah tersebut merupakan wilayah dengan jumlah penduduk yang banyak dibandingkan wilayah lain, jumlah penduduk Kota Ambon saat ini yaitu 371.650 Jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial tingkat kejadian kasus positif COVID-19 dengan metode Kernel Density di Kota Ambon  dan untuk menganalisis hubungan antara kepadatan penduduk dan jumlah kasus Positif COVID-19 di Kota Ambon. Hasil analisis pola spasial sebaran tingkat kejadian kasus Positif COVID-19 terkonsentrasi pada wilayah-wilayah tertentu mengikuti jumlah penduduk dan faktor lingkungan lain di Kota Ambon. Sebaran spasial tingkat kejadian kasus Positif COVID-19 menunjukan, kelas tertinggi terdapat disekitar 22 desa dan Kelurahan dengan luas 1420 Hektar atau 4%, kelas sedang terdapat di 8 desa dan kelurahan dengan luas 2258 atau 7%, dan kelas rendah terdapat di 29 desa dan kelurahan  dengan luas 28877 atau 89%. Hubungan kepadatan penduduk dengan jumlah kejadian kasus Positif COVID-19 di Kota Ambon mempunyai korelasi yang  kuat dengan nilai (r) 0,620 dan mempunyai hubungan yang positif.
Pemetaan Ekosistem Mangrove di Kabupaten Kubu Raya Menggunakan Machine Learning pada Google Earth Engine Fariz, Trida Ridho; Permana, Pawit Indra; Daeni, Fitri; Putra, Akbar Cahyadhi Pratama
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i2.30231

Abstract

Penyediaan data distribusi mangrove serta perubahannya membutuhkan waktu pemrosesan yang lama jika dilakukan dengan interpretasi citra secara konvensional, apalagi jika dilakukan pada area yang luas seperti Kabupaten Kubu Raya. Hadirnya platform yang bernama Google Earth Engine (GEE) bisa menjadi solusi permasalahan tersebut. GEE mempunyai akses data yang besar, mampu mengolah data berbasis cloud serta memiliki banyak algoritma machine learning. Oleh karena itu penelitian ini mencoba memetakan mangrove di Kabupaten Kubu Raya menggunakan machine learning yang tersedia di GEE, selain itu kami juga membahas beberapa future work terkait pemetaan mangrove di Kabupaten Kubu Raya menggunakan GEE. Machine learning yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: CART, Random Forest, GMO Max Entropy, Voting SVM, Margin SVM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa machine learning yang terbaik dalam memetakan mangrove di Kabupaten Kubu Raya adalah CART. Random Forest juga menjadi machine learning dengan akurasi tertinggi setelah CART, baik keduanya merupakan machine learning berbasis logika atau juga disebut machine learning berbasis pohon keputusan. Dari beberapa studi juga mendukung bahwa machine learning ini sangat cocok digunakan untuk pemetaan penutup lahan. Hasil pemetaan mangrove ini memiliki akurasi kappa yang baik walaupun masih terdapat misklasifikasi sehingga perlu dilakukan sentuhan manual seperti interpretasi visual. Penelitian ini masih terdapat banyak keterbatasan sehingga perlu dikembangkan penelitian dengan menggunakan input data yang lebih beragam dan pengujian hyperparamater antar machine learning.
Dampak Siklon Tropis Savannah Terhadap Karakteristik Hidrogeokimia Aliran pada Mata Air Guntur, Kawasan Karst Gunungsewu Ramadhan, Fajri; Riyanto, Indra Agus; Cahyadi, Ahmad; Naufal, Muhammad; Widyastuti, M; Adji, Tjahyo Nugroho
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v18i2.30293

Abstract

Tropical Cyclones often occur in Indonesia and have disastrous impacts. Until now, no research has focused on time series data related to groundwater discharge and chemistry due to tropical cyclones. Therefore, this study aims to analyze and compare the characteristics of the hourly time series, both discharge and chemistry of the Guntur karst springs. Guntur Spring was affected by the tropical cyclone of Savannah on March 17, 2019. The method used in this study consisted of two parts, namely the analysis of the discharge and chemistry of Guntur Spring. Discharge analysis was performed by correlation test with rain intensity. Chemical analysis was carried out using the Minister of Health Regulation No. 90 of 2002 and expert standards. Other chemical analyzes were performed using a triangular piper, rectangular piper, and stiff diagram of the parameters Na+, K+, Ca2+, Mg2+, SO42-, Cl-, and HCO3-. The results of the relationship between discharge and rain intensity are directly proportional and increase significantly during a cyclone. The results of analysis of the Guntur Springs during Tropical Cyclone Savannah, all parameters are in accordance with the quality standard. In addition, there was a reduction in ion content due to the dilution process of Ca2+, Mg2+, Cl-, HCO3-., DHL, and pH ions compared to non-cyclone, Beton Resurgence, and Gremeng Resurgence ions. The chemical results when the cyclone is different compared to non-cyclone, Gremeng Resurgence and Beton Resurgence with a characteristic decrease in ionic content.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue