cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CD (COMPACT DISC) INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI LINGKUNGAN HIDUP UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 SEMARANG TAHUN AJARAN 2014/2015 Ris Fatimah
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v13i1.7982

Abstract

The research aimed to analyze the proses of development, the feasibility and affectiveness of instructionalmedia interactive CD geography subjects of environmental materials for Senior High School students ofclass XI. This study is a Research and Development (R D). Process development using measures of RDfrom Sugiyono that has been modified. Instructional media developed using Adobe Flash CS6 applicationscontaining several multimedia components such as materials, drawi, simulations, exercises and games.Media which have been developed subsequently assessed for feasibility by expert media and materials.Results indicate that the instructional media CD interactive very decent with the result of media experts of88,7%, from material experts of 90%. Media tried out through learning in class. Trial was conducted todetermine the effectiveness of instructional media. Instructional media CD interactive was declared effectiveby the results of classical learning completeness ≥85%. In addition to the responses of students and teachersInteractive CD media also showed very good response.
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH BERBASIS LINGKUNGAN Ruli As'ari; Siti Fadjarajani
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v15i1.11888

Abstract

Kota Tasikmalaya memiliki kawasan permukiman kumuh yang berlokasi di Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Karakteristik wilayah pemukiman tersebut memiliki kepadatan penduduk tinggi, jarak antara rumah berhimpitan, Luas rumah yang sangat sempit (rata-rata hanya 3-4 bata), sebagian besar rumah tidak ada sekat antara kamar tidur dengan ruang tamum ruang keluarga, dan dapur, serta tidak memiliki MCK pribadi. Terbentuknya kawasan permukiman kumuh menjadi salah satu kendala dalam Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif survey. Analisis kawasan dan Wilayah Perencanaan dilakukan secara sistematis dilakukan dengan meninjau aspek; 1) Perkembangan Sosial-Kependudukan, 2) Prospek Pertumbuhan Ekonomi, 3) Daya Dukung Fisik dan Lingkungan, selain itu analisis dilakukan dengan analsisi SWOT.pengembangan sarana dan prasarana di wilayah Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Penyelesaian permasalahan pemukiman kumuh melalui konsep lingkungan permukiman yang berwawasan lingkungan, penyelesaian permasalahan kegiatan penambangan bahan galian C melalui upaya reklamasi lahan, dan penyelesaian permasalahan kepadatan penduduk yang tinggi melalui upaya keseimbangan penduduk dan daya dukung lingkungan setempat. Hasil Penelitian dapat diketahui bahwa konsep penataan permukiman kumuh yang cocok untuk dikembangan dalam penataan lingkungan yaitu Model Land Sharing, yaitu penataan ulang di atas lahan dengan tingkat kepemilikan masyarakat cukup tinggi.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN PLTU DI DESA UJUNGNEGORO KECAMATAN KANDEMAN KABUPATEN BATANG (KAJIAN TINGKAT PENDIDIKAN) Renita Heni Supyana
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v13i2.7973

Abstract

This study aimed to know the effect of educational level to people’s perceptions about PLTU development inUjungnegoro village. The sampling used simple random sampling technique. The samples were 51KK whosehouses had the nearest distance with the construction project. The data collection method used questionnaireand it was used to obtain the data of educational level, people’s knowledge of PLTU, the implementation ofsocialization, and people’s reaction toward the PLTU development. The technique of data analysis used apercentage descriptive and statistic analysis (regression). The result of this study showed that there is aneffect of educational level to the people’s perception toward the PLTU development for 33.7%. With thesignificance level of 5%,
ARAHAN KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TAMBAK DI PESISIR KABUPATEN KENDAL (EVALUASI KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA PERIKANAN TAMBAK) Sriyanto Sriyanto; Tjaturahono Budi Sanjoto
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v14i2.11522

Abstract

Many factors are taken into consideration when it will breed pond fishery. Location clearance, soil ph, soil texture, land slope, distance to sea, distance to river, rainfall, and axisibility are some of the necessary equilibrium. The right conditions with these parameters will provide maximum results for fish farmers, otherwise if these parameters are not met it will affect the results that will be obtained. Kendal Regency is one of the regencies in Central Java with coastal area. There are 7 districts in Kendal Regency whose territory is on the coast, Kaliwungu, Patebon, Brangsong, Rowosari, Kangkung, Kendal, and Cepiring. The purpose of this study is to assess the suitability class of ponds in coastal areas of Kendal. The method used is the scoring analysis of the parameters of the location of a good pond, among others, land slope, soil texture, soil ph. Based on the parameters used in the evaluation of land suitability, in the coastal region of Kendal Regency can be classified into three classes, namely very appropriate (S1) covering the District Kangkung and District Rowosari. The corresponding class (S2), the region's distribution in this class is almost in most coastal areas of Kendal Regency. In the quite appropriate class (S3) is the class of land that if it will be cultivated ponds need special treatment is located in Kendal and Kaliwungu District because most of the land for settlement and moor. To achieve the target of pond production, it needs to be cultivated in a very suitable class (S1). This is considering almost no obstacles in cultivating ponds.
DINAMIKA PEMANFAATAN LAHAN PADA KAWASAN PERBUKITAN KASUS DAS SERANG KULON PROGO - Juhadi
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i2.101

Abstract

Dinamika pemanfaatan lahan khususnya pada kawasan perbukitan (upland area) cenderung membawa dampak pada degradasi lingkungan, dan itu merupakan ancaman serius bagi kehidupan masa kini dan bagi generasi mendatang. Gagalnya pengembangan teknologi usahatani konservasi di pedesaan lahan kering perbukitan dan dataran tinggi dapat dipandang sebagai gagalnya upaya perbaikan lingkungan dan khususnya kawasan perbukitan. Hal ini dapat dimaknai sebagai semakin mendekatnya ancaman terhadap kehidupan masyarakat secara keseluruhan, terutama masyarakat pedesaan. Sementara itu, sumberdaya alam terutama lahan yang tersedia sangat terbatas, sehingga apabila dalam pemanfaatannya tidak disertai dengan upaya-upaya untuk mempertahankan fungsi dan kemampuannya akan dapat menimbulkan kerusakan dan mengancam kelestarian sumberdaya lahan tersebut. Pola pemanfaatan lahan pada kawasan perbukitan (upland area) umumnya berupa kebun campuran; kebun sejenis, permukiman, hutan dan semak belukar; persawahan dan palawija. Pola-pola pemanfaatan lahan tersebut cenderung mengalami perubahan dari waktu kewaktu. Pola-pola perubahan pemanfaatan lahan dipengaruhi oleh dinamika geobiofisik lahan, sosial budaya, dan social ekonomi. Keterkaitan hubungan di antara faktor-faktor di muka dalam pemanfaatan lahan akan berdampak pada gradasi ekologis yang bervaraisi. Kata kunci : dinamika pemanfaatan lahan, kawasan perbukitan, degradasi lingkungan
ARAHAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE: KASUS PESISIR KECAMATAN TELUK PAKEDAI, KABUPATEN KUBURAYA, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Su Ritohardoyo; Galuh Bayu Ardi
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i1.8039

Abstract

General purposes of this research was to assess perceptions and participation inutilization, prevention of mangrove forests damage, to look for an alternativedirection for mangrove forest management to the societies surrounding. Datacollection using surveys, through interviews with a sample of respondents were90 families (KK) or 25 percent of the total population of 358 families. The resultsshowed that the population majority (48.8%) had moderate category knowledgeabout the benefits, the damage effect after use, and the need for prevention ofmangrove forests damage. Most of the population (53.6%) had a low perceptionof the category. This is influenced by the knowledge level of mangrove forests (c= 12.71; significance 0.013). Local government policy to mangrove forestsmanagement, responded negatively by the local community. This was caused bythe absence of mangrove forest management efforts clearly and firmly. Localgovernment should immediately develop a plan of integrated mangrove forestsmanagement, and immediately disseminated to the public around the mangroveforests.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN SIKAP DAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PEMELIHARAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DI DESA KLALING KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS Failasufa Dhiyaul Fatih
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v12i2.8007

Abstract

In this study, there are two types of environments under study , the natural environment and social environment.The purpose of this study was determine the level of education in the village housewife Klaling Jekulo District ofKudus Regency, the behavior of the housewife in the maintenance of environmental hygiene in the village Klaling,determine the relationship between the mother's level of education and household behavior in the maintenance ofenvironmental hygiene with a total population 2,539 people. The sampling technique using Random Sampling.The attitude of the housewife in the maintenance of cleanliness of the neighborhood turned out to be none noattitude with the criteria strongly disagree. And to conduct housewives already know and understand how theactions and behaviors in maintaining the cleanliness of the neighborhood. The results showed levels of educationhousewives are a number of educational level of 9.28 % Housewife (elementary school), then 22.68 % Housewifewith high enough criteria, 58.76 % Housewife with high criteria, and 9.28 % Housewife with very high criteria (college ). It can be concluded that the housewife can determine or make a change in the maintenance ofcleanliness of the neighborhood. Government needs more hygiene promotion for the sake of understanding of thehome environment quality homes.
EVALUASI PENYUSUNAN NORMA, STANDART DAN KRITERIA PEMANFAATAN RUANG KABUPATEN KUDUS TAHUN 2010 Syifa Fujiastuti; Bitta Pigawati
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v8i2.1660

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian aspek partisipasi masyarakat dalam usaha pengelolaan hutan mangrove,di Desa Kuala Karang, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Propinsi kalimantan Barat. Tujuanpenelitian secara umum untuk mengkaji persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan, pencegahankerusakan hutan mangrove, untuk mencari alternatif arahan pengelolaan hutan mangrove dari aspek sosial ekonomimasyarakat di sekitarnya. Pengumpulan data menggunakan metode survei, dengan melakukan wawancara terhadapsample responden sebanyak 90 kepala keluarga (KK), atau 25 persen dari seluruh jumlah populasi sebanyak 358KK. Penentuan sample responden menggunakan teknik acak sederhana. Namun karena data 6 responden tidakvalid maka analisis data primer hanya dilaksanakan dari 84 sampel responden. Dalam analisis data menggunakanteknik tabulasi frekuensi, tabulasi silang, dan uji kai kuadrat dilengkapi uji koefisien kontingensi, untuk mengetahuibeberapa pengaruh pengetahuan dan persepsi masyarakat, terhadap partisipasi mereka dalam pengelolaan hutanmangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk (48,8%) memiliki pengetahuan kategorisedang tentang manfaat, kerusakan akibat pemanfaatan, dan perlunya pencegahan kerusakan hutan mangrove.Pentingnya manfaat hutan mangrove, kerusakan akibat pemanfaatan, dan perlunya pencegahan kerusakan; secaraumum belum dipersepsikan secara positip oleh penduduk setempat. Sebagian besar penduduk (53,6%) memilikipersepsi pada kategori rendah. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan tentang hutan mangrove (c = 12,71;signifikansi 0,013). Meskipun demikian partisipasi mereka dalam pemanfaatan dan pencegahan kerusakan hutanmangrove; sebagian besar termasuk kategori sedang. Tingkat partisipasi penduduk dalam pengelolaan hutan mangrove,sangat dipengaruhi oleh status sosial ekonomi (c = 7,77; signifikansi 0,014), pengetahuan tentang hutan mangrove(c = 17,94; signifikansi 0,019), dan tingkat persepsi terhadap hutan mangrove (c = 14,57; signifikansi 0,007).Artinya, bahwa perbedaan-perbedaan tingkat status sosial ekonomi, pengetahuan tentang hutan mangrove, danpersepsi terhadap hutan mangrove; diikuti oleh perbedaan-perbedaan tingkat partisipasi penduduk dalam usahapelestarian hutan mangrove. Kebijakan pemerintah daerah untuk pengelolalaan hutan mangrove, ditanggapi secaranegatip oleh masyarakat setempat. Hal itu disebabkan oleh belum adanya usaha pengelolaan hutan mangrove secarajelas dan tegas. Berdasar temuan tersebut maka aspek-aspek sosial ekonomi masyarakat setempat, perlu digunakansebagai salah satu dasar pengelolaan hutan mangrove. Pemerintah daerah seyogyanya segera menyusun rencanapengelolaan hutan mangrove secara terpadu, dan segera disosialisasikan kepada masyarakat di sekitar hutan mangrove.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGELOLAAN SISTEM IRIGASI DI DAERAH IRIGASI PANUNGGAL KOTA TASIKMALAYA Andhy Romdani; Triyantini S Putri; Kusmetia Kusmetia
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v14i1.9774

Abstract

Daerah  irigasi  Panunggal  Kota  Tasikmalaya  mengalami  berbagai  kendala  dalam pengambilan air dari Sungai Citanduy menuju areal pertanian. Sumbatan sampah di pintu air, rusak dan hilangnya komponen pintu air, pencurian air oleh oknum petani tidak bertanggungjawab merupakan permasalahan yang timbul di daerah irigasi Panunggal. Berbagai persoalan tersebut mengakibatkan produktivitas pertanian menurun ditambah dengan iklim yang tengah tidak menentu dan ancaman kekeringan. Penelitian ini menganalisis efektivitas pengelolaan jaringan irigasi dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air di daerah irigasi tersebut.Berdasarkan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan jika ketersediaan air di jaringan irigasi daerah Panunggal memiliki debit sebesar 1,625 m3/detik. Kebutuhan air irigasi untuk mengaliri luas wilayah daerah irigasi Panunggal sebesar 9,62 ha dengan pola tanam padi- padi dimulai awal pengolahan lahan pada awal bulan November dengan kebutuhan air irigasi maksimum sebesar 0,021 m3/detik. Hal ini menunjukkan debit ketersedian air lebih besar daripada debit kebutuhan air irigasi sehingga kebutuhan air irigasi di daerah Panunggal dapat terpenuhi.
GEMPA BUMI, TSUNAMI DAN MITIGASINYA Arif Mustofa Nur
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v7i1.92

Abstract

Bumi sebagai tempat hidup dan kehidupan manusia menyimpan sumber daya alam yang mensejahterakan dan juga menyimpan potensi bencana yang merusakkan. Bencana kebumian yang sangat merusakan diantaranya adalah gempa bumi dan tsunami. Tsunami merupakan ikutan dari gempa tektonik yang berpusat di laut. Gempa bumi dan tsunami dapat meluluh lantakan sendi-sendi kehidupan manusia. Upaya meminimalkan resiko akibat gempa bumi dan tsunami dengan melakukan mitigasi yang meliputi memprediksi gempa bumi, tindakan sebelum kejadian, tindakan saat kejadian dan tindakan setelah kejadian. Kata Kunci : Gempa bumi, tsunami, mitigasi

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 17, No 1 (2020) Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue