cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
PERILAKU PENYEBERANG PEJALAN KAKI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA LALU LINTAS Nugroho, Untoro; Narendra, Alfa; Wicaksono, Ridho
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are not many pedestrians crosser using pedestrian overhead bridges nowadays. They are more likely at-Grade Pedestrian Crosserseven though there were pedestrian overhead bridges.Like what we observed at BrigjendKatamso street. This paper described pedestrians crossing behavior around SMPN 2 Semarang’s pedestrian overhead bridges. Furthermore,their side friction impact on traffic flows are measured and noted. Preliminary survey was conductedon 40 hours traffic counting based on video-recordedtraffic data. This survey shows there are two peak hours, morning period at 05:45-08:45 and noon period at 14:30-17:30. On each peak hours, we observe at-grade pedestrian crosser for their impact on car travel-timeand spot-speed. In morning peak-time most of pedestrian crosser use overhead pedestrian bridge, otherwise in noon peak-time at-grade crossing preferred. During day-peak-time, single pedestrian crosser could delayedtwo passenger cars for 1.37 sec, meanwhile in the noon-peak-time they delayed one passenger car for 1 sec. In the morning peak hour, Spot-speed before disturbance is 22.43 km/hour, during crossing occur is 18.35 km/hour, and after the crossing is 19.1 km/hour. Meanwhile, during 3 hours of noon peak hour, spot speed before crossing is 17.45 km/hour, during disturbance is 13.48 km/hour, after crossing is 24.07 km/hour. Thie research proofed that there are side frictions regarding at-grade pedestrian crossing around overhead pedestrian bridge in front of SMPN 2 Semarang.Banyak penyeberang pejalan kaki yang tidak menggunakan jembatan penyeberangan dan lebih memilih untuk menyeberang ke ruas jalan pada jalan Brigjend Katamso, meskipun pada jalan tersebut telah ada fasilitas jembatan penyeberangan. Tulisan ini menyajikan perbandingan perilaku penyeberang melalui jembatan dengan melalui jalan. Khusus penyeberang jalan apakah mempunyai pengaruh terhadap arus lalu lintas atau tidak. Bila terjadi pengaruh, seberapa besar pengaruh tersebut. Observasi/Survei awal dengan melakukan penghitungan arus lalu lintas harian selama 40 jam menggunakan metode pencacahan manual, serta metode visual dengan kamera video. Selanjutnya dari survei lalu lintas harian diketahui waktu puncak yaitu puncak pagi (05.45 – 08.45) dan puncak sore (14.30–17.30). Pada masing-masing waktu puncak kemudian dikaji perbandingan perilaku penyeberang melalui jembatan dengan melalui jalan. Khusus untuk perilaku penyeberang melalui jalan akan diteliti pengaruhnya terhadap jumlah lama kendaraan tertahan serta kecepatan mobil penumpang ketika terjadi aktifitas penyeberangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada waktu pagi hari perilaku penyeberang melalui jembatan lebih banyak dari pada melalui jalan. Sedangkan pada waktu sore hari perilaku penyeberang melalui jembatan lebih sedikit dari pada melalui jalan. Pada puncak pagi rata-rata penyeberang jalan menghambat 2 kendaraan selama 1.37 detik sedangkan puncak sore menghambat 1 kendaraan selama 1 detik. Pengaruh terhadap kecepatan mobil penumpang selama 3 jam puncak pagi menghasilkan temuan kecepatan sebelum kejadian 22.43 km/jam, sesaatkejadian 18.35 km/jam, setelahkejadian 19.1 Km/jam. Sedangkan 3 jam selamapuncak sore menghasilkan temuan kecepatan sebelum kejadian 17.45 km/jam, sesaatkejadian 13.48 km/jam, setelahkejadian 24.07 km/jam. Hal ini menunjukkan penyeberang melalui jalan menjadi penghambat lalulintas di sekitar Jembatan Penyeberangan Orang, di depan SMPN 2 Semarang, di Jalan Brigjend Katamso. 
Evaluasi Kapasitas Ruas Jalan Pantura Kabupaten Brebes Nugroho, Untoro -; Sutarto, Agung -; Endradewi, Fenty -; Alisa, Yuliana Nur
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brebes is one of the districts traversed by the road north coast. Congestion on roads pantura frequent because this road is a national road along the coast of the island of Java. Long road pantura Brebes ± 32.8 Km. The purpose of this study was to evaluate the capacity of roads pantura Brebes based on the volume of traffic there and know how big the relationship between the ratio of volume per capacity and traffic jams that occur on the road north coast Brebes. This research was conducted along the northern coast Brebes district. The data used are the characteristics data, inventory data path, the data traffic volume and vehicle speed data. Analysis was conducted on the Analysis of Traffic Volume, capacity analysis segment, analysis of vehicle speed, intersection capacity analysis, the analysis of the degree of saturation, analysis level of service redesign and analysis of road. Brebes merupakan salah satu kabupaten yang dilalui oleh jalan pantura. Kemacetan pada jalan pantura sering terjadi karena jalan ini merupakan jalan nasional di sepanjang pesisir Pulau Jawa. Panjang jalan pantura Kabupaten Brebes ± 32,8 Km. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kapasitas ruas jalan pantura Kabupaten Brebes berdasarkan volume lalu-lintas yang ada dan mengetahui seberapa besar tingkat hubungan antara rasio volume per kapasitas dan kemacetan lalu lintas yang terjadi di jalan pantura Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan di sepanjang jalan Pantura Kabupaten Brebes, yang dibagi dalam 16 ruas dan 15 simpang pada 5 kecamatan sepanjang Jalan Pantura. Data yang digunakan adalah data karakteristik jalan, data inventori jalan, data volume lalu lintas dan data kecepatan kendaraan. Analisis yang dilakukan meliputi Analisis Volume Lalu Lintas, analisis kapasitas ruas, analisis kecepatan kendaraan, analisis kapasitas simpang, analisis derajat kejenuhan, analisis tingkat pelayanan jalan dan analisis redesign jalan.
SUSUTAN MUKA AIR TANAH PADA LAHAN GAMBUT NON PASANG SURUT AKIBAT PENAMBAHAN SALURAN SUB TERSIER Gunanto, Danang
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of tertiary sub channel is an effort to cut the time pengatusan land by cutting mileage subsurface flow peatland not inundated with tidal. Method of data collection was done by measuring the water level in the channel and the water level in the soil. To simulate the tertiary sub channels used channel in the middle of the field with a depth of 60 cm above the water level tertiary channels. The results showed that use of tertiary sub channels give a positive response to pengatusan land. The highest effectiveness pengatusan using tertiary sub channels occur until 3 days after the rain, so the use of tertiary sub channel is very suitable for plants that are susceptible to high groundwater within 3 days in a row. As for plants that can withstand high water level up to 7 days in a row, the use of sub-tertiary channel becomes less effective. Penggunaan saluran sub tersier adalah upaya memangkas waktu pengatusan lahan dengan memotong jarak tempuh aliran bawah permukaan pada lahan gambut yang tidak tergenangi pasang surut. Metode pengambilan data dilakukan dengan mengukur tinggi muka air di saluran dan tinggi muka air di lahan. Untuk mensimulasikan saluran sub tersier digunakan saluran di tengah lahan dengan kedalaman 60 cm diatas muka air saluran tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan saluran sub tersier memberikan respon positif terhadap pengatusan lahan. Efektivitas tertinggi pengatusan dengan menggunakan saluran sub tersier terjadi sampai 3 hari setelah hujan, sehingga penggunaan saluran sub tersier sangat sesuai untuk tanaman yang rentan terhadap air tanah yang tinggi dalam kurun 3 hari berturut-turut. Sedangkan untuk tanaman yang dapat bertahan pada muka air tinggi sampai 7 hari berturut-turut, penggunaan saluran sub tersier menjadi kurang efektif. 
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG-RAKIT PADA DAERAH RAWAN GEMPA MENGGUNAKAN METODE POULUS DAN PROGRAM NUMERIS PLAXIS Kusumawardani, Rini; Apriyatno, Henry; Rachmawati, Rizky Julia; Anggraini, Ririn
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Yogyakarta are situated in the zone with high  potential of seismicity. Based on Indonesia map seismicity area, it categorized in a seismic zone 4.  The secondary effect of this earthquake  phenomena is a soll settlement due to of decreasng of void volume of soil mass. Based on these issues, the foundation system of building is the primary factor which must be considered. This paper revealed the comparation of foundation behavior due to static by using Poulos Method and PLAXS 2D. Pile-raft designed by Poulos method was chosen as a subject of research. Analysis of liquefaction potential, soil settlement, carrying capacity, and the safety factor was analyzed by using CYCLIC 1D, 2D PLAXIS and Methods Poulus. For analysis by the Poulus method reached a soil settelement 4.3 cm and a safety factor 10.76. While by using PLAXIS 2D obtained 0.30 cm and 2,088 for soil settlement and safety factor respectively. Furthermore, a seismic motion of 9.2 scale of Richter mgnitude are injected into analysis resistance of foundation. Abstrak: Kota Yogyakarta merupakan wilayah yang memiliki potesi sesismik yang tinggi berdasarkan peta potensi gempa Indonesia. Dalam peta tersebut dikatakan bahawa Kota Yogyakarta terletak pada zona seismik 4. Bahaya sekunder yang terjadi akbat peristiwa gempa adalah adanya penurunan tanah. Berdasarkan permasalahan ini,  pemilihansistem fondasi pada pada suatu bangunan adalah hal yang terpenting. Pada artikel ini dijelaskan mengenai perbandingan mengenai perilaku fondasi akibat beban statik meggunakan metode Poulos dan Plaxis 2D. Fondasi tiang rakit dianalisa dengan meggunakan metode Poulos dan Plaxis 2D. Analisis megenai potensi likuifaksi, penurunan tanah, daya dukung fondasi dan faktor kemanan struktur dianalisis menggunakan CYCLIC 1D, Plaxis 2D dan Metode Poulus. Untuk analisis menggunakan metode Poulos pada fondasi rakit-tiang diperoleh nilai penurunan 4,3 cm dan faktor keamanan 10,76.  Untuk analisis menggunakan Plaxis 2D diperoleh penurunan sebesar 0,30 dan angka keamanan pondasi tiang-rakit sebesar 2,088. Selain itu juga dilakukan analisis mengenai ketahanan fondasi ketika menerima beban gempa dengan skala magnitude 9.2 Richter.
PEMANFAATAN LIMBAH KAYU JATI UNTUK PERKUATAN KAYU SENGON SEBAGAI BALOK LAMINASI Handayani, Sri; Yuniarti, Woro
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The limited size of the structural wood more expensive and difficult to obtain. Therefore there needs to be an effort timber processing technology that is able to overcome these problems. Wood Sengon, including the type of wood that can quickly grow, easy on the can but its use as a construction material has not been used to support optimal.Teknologi wood as a construction material is a laminate. Laminate (glulam) is a combination of one or more kinds of materials in which the material is made into a layer of relatively thin-layer bonded to one another to form a larger dimension. Engineering experiments done by creating beams of laminated wood and rosewood Sengon. The purpose of this study is to determine how much the increase bending strength of laminated wood beams in lieu of retrofitting sengon wood beam structure, and the target of this research to determine the flexural strength of laminated wood beams in weak side reinforcement beams, as well academically may provide insight into the development of science and technology, particularly in the use of the system as a laminated wood beams residential buildings are simple, and the results of this study are expected to wood laminate system can be an alternative in meeting the needs of the beam structure. The method used is an experimental method that is carried out by conducting research in the Laboratory of Wood Materials and Engineering Laboratory Work Faculty of Civil Engineering, State University of Semarang. This type of research is conducted in this study flexural strength testing of laminated wood.Keterbatasan ukuran kayu struktural semakin mahal dan sulit untuk diperoleh. Oleh karena itu perlu adanya suatu upaya  teknologi pengolahan kayu yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Kayu Sengon termasuk dalam jenis kayu yang dapat dengan cepat tumbuh, mudah di dapat tetapi penggunaannya sebagai bahan konstruksi belum optimal.Teknologi yang digunakan guna mendukung kayu sebagai bahan konstruksi adalah dengan laminasi.  Laminasi (glulam) adalah gabungan dari satu macam bahan ataupun lebih dimana bahan tersebut dibuat  menjadi lapisan-lapisan yang relatif tipis yang direkatkan satu sama lain sehingga membentuk dimensi yang lebih besar. Rekayasa eksperimen dilakukan dengan membuat balok laminasi dari kayu Sengon dan kayu Jati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kuat lentur balok kayu laminasi dalam perkuatan kayu sengon sebagai pengganti balok struktur, dan target penelitian ini untuk mengetahui kuat lentur balok kayu laminasi dalam perkuatan sisi lemah balok, serta secara akademis dapat memberikan wawasan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam pemanfaatan sistem kayu laminasi sebagai balok bangunan rumah tinggal sederhana, dan dari hasil penelitian ini diharapkan sistem laminasi kayu dapat menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan balok struktur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilakukan dengan mengadakan penelitian di Laboratorium Bahan dan Laboratorium Kerja Kayu Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian kuat lentur kayu laminasi.
STUDI PENANGANAN TUNDAAN PERGERAKAN DI PERSIMPANGAN EMPAT BANARAN-SEKARAN Narendra, Alfa; Budiwirawan, Agung
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At Banaran, Sekaran intersection. Morning peak hour occurs before 7am, since the first classes begins at 7am. Generally, traffic flows decline after 12am. On site Origin-Destination pattern shows that south to north streams are dominant. There was single peak hour, 12:15-13:15. There are three alternatives based on Manual Kapasitas Jalan Indonesia (Indonesia Highway Capacity Manual). Firstly do nothing, secondly geometric enhancement and the latest is building a roundabout. First alternative will drive into saturated intersection. Whereas its degree of saturation will became 0,74 which closed to 0,75 saturated value. Second alternative is relative small impact in DS, reducing only 0,06 into 0,68. Meanwhile, selected roundabout alternative is reduce DS into mentioned directionN-E 0,25, E-S 0,25, S-W 0,24, W-N 0,27.Di Simpang Empat Lengan Banaran – Sekaran, peningkatan volume dominan terjadi sebelum jam 07.00 WIB, karena kegiatan perkuliahan jam pertama adalah jam 07.00 WIB, dan penurunan volume dominan terjadi setelah jam 12.00 WIB. Pola asal-tujuan menunjukkan pergerakan didominasi pergerakan Utara-Selatan, dengan asal pergerakan dominan dari Selatan. Hanya ada satu jam puncak, 12.15 – 13.15.Dari hasil perhitungan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia, alternatif pertama, yaitu alternatif dengan kondisi saat ini (do nothing), menghasilkan derajat kejenuhan (Degree of  Saturation=DS) sebesar 0,74, mendekati DS jenuh yang sebesar 0,75.  Perhitungan alternatif kedua, berupa perbaikan geometrik, pemberian rambu dan marka jalan hanya mampu menurunkan DS sebesar 0,06 menjadi 0,68. Alternatif ketiga sebagai alternatif terpilih, berupa jalinan bundaran, menghasilkan Derajat kejenuhan bagian jalinan arah U-T sebesar 0,25, T-S 0,25, S-B 0,24, B-U 0,27.
Studi Regangan Axial dan Lateral pada Tanah Ekspansif Fitriyana, Lisa; Rochim, Abdul
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i2.11434

Abstract

Swelling and shrinkage abilities of soils are dangerous for buildings. According to Hardiyatmo (2014) There are two types of swelling in expansive soils that are the movement of lateral (horizontal) and axial (vertical). Oftentimes the deformation of soils cannot be supported by building stiffness. This damage can be seen in retaining walls, tunnel walls, and etc. With the aims to identify an expansive soil and to know its lateral and axial strains, an experimental study was performed. Swelling tests were conducted in a specimen having diameter (d) of 4,5 cm and height  (h0) of  2 cm with the variations in : 1) water content wopt = 31% and 18%; 2) vertical pressure (pv) 1 kPa, 3.5 kPa and 6.9 kPa; and 3) membrane thickness (t) 0.7 mm and 0.5 mm. The strain in the axial direction was measured with a dial gauge that was set vertically parallel whereas the lateral strain is by measuring changes in diameter of the specimen with a digital caliper measurement tools. Based on the analysis on the identification results, the observed soil is classified as expansive soil with the expansion potential is high average. The test results show the same potential for the occurrence of lateral and lateral strain if the lateral retention (e.g. retaining wall) is weak. The largest lateral and axial soil development occurred at water content w0 = 18% are 15.7% and 15.8% respectively. 
Kajian Tingkat Kerentanan Bencana Kekeringan Pertanian Di Kabupaten Demak Adam, Khalid -; Rudiarto, Iwan -
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i1.9493

Abstract

Demak regency is located in Central Java province is one of the districts affected by drought (BPBDs, 2015). Whereas Demak district was ranked as the fourth as an agricultural producer in Central Java province. In Law No. 26 In 2007, Demak included in the national strategic area (Kedungsepur), so it needs to be handled more in drought-related disaster. To handling disasters, it can be evaluated from the value of disaster vulnerability. The purpose of this study was to conduct an assessment of the level of vulnerability to drought in Demak. This study uses three main variables, exposure, sensitivity and adaptive capacity. Based on the analysis the majority of the area is classified as a less vulnerable area of 57%, and there are only 28% who fall into the category of extremely vulnerable. The number of regions included in the classification are less prone to conclude that Demak less vulnerable to drought.Kabupaten Demak yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu kabupaten yang terkena dampak bencana kekeringan (BPBD, 2015). Padahal Kabupaten Demak masuk dalam peringkat keempat sebagai penghasil pertanian di Provinsi Jawa Tengah. Dalam UU No. 26 Tahun 2007, Kabupaten Demak masuk dalam kawasan strategis nasional (Kedungsepur), sehingga perlu adanya penanganan yang lebih terkait kebencanaan khususnya bencana kekeringan. Untuk melakukan penanganan terhadap bencana, dapat dengan melihat nilai dari kerentanan bencana pada wilayah terebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan pengkajian terhadap tingkat kerentanan bencana kekeringan pada Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan tiga variabel utama yaitu keterpaparan, sensitivitas dan kapasitas adaptasi. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa mayoritas wilayah masuk dalam klasifikasi kurang rentan seluas 57%, dan hanya terdapat 28% yang masuk dalam kategori sangat rentan. Banyaknya wilayah yang masuk dalam klasifikasi kurang rentan menyimpulkan bahwa Kabupaten Demak kurang rentan akan bencana kekeringan. 
Alternative of Coastal Erosion Countermeasures in Bungin, Luwuk District, Banggai Regency Susilawati, Sri; Mefianti, Desi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v20i1.12608

Abstract

This study aims to determine the most effective countermeasures in protecting and controlling abrasion along the coast in Bungin village, Luwuk district, Banggai regency. The data collection technique used is observation technique using tidal data to determine the water level of the plan and the elevation of the light and the wind data. The analysis showed that the wave happened in Bungin villages not too big since the significant wave height is 0.4553 m with wave period (Ts) 2.6754 seconds. Although the wave is not significantly big, it still needs attention given the fact that this coastal border area is a residential area where the location of a near future road project is located very close to the coastline. The revetment is an alternative to the coast protection system which is considered as effective and efficient to anticipate this issue. This alternative has mercu elevation +2,214, water level design + 0,914 and building elevation -0,850 with height 4,20 metersand length of this coast’s safety building is 2188,225 meters. The height of coast safety layer is 0,75 meterswith width 2,20 metersand weight of safety stonesis 0,028 tons.
ANALISIS KENAIKAN TEKANAN AIR PORI CLEAN SAND MENGGUNAKAN METODE CYCLIC SHEAR-STRAIN CONTROLLED Kusumawardani, Rini; ., Lashari; Nugroho, Untoro; Cahyo A, Hanggoro Tri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6896

Abstract

Liquefaction phenomenon could be analysed using strain-controlled loading method where informations about sands pore water pressure build-up were presented. Maintaining small deformation values whenever the soil was subjected to cyclic loading, this non-destructive method presents clearly the information about the increasing sands pore water pressure. It is concluded that liquefaction occurs whenever the pore water pressure reaches the same value with the soil effective stress (σ3’). Strain-controlled loading method introduces a fundamental parameter for undrained cyclic loading tests on fully saturated sands: shear strain treshhold (γt). This parameter divides the pore water pressure into two distinct zones, namely the constant pore water pressure and the increasing one. When cyclic shear strain amplitude (γ) is set up lesser than γt then pore water pressure stays constant. Contrastly, a larger set up of γ than γt results the increasing pore water pressure. Laboratory test on clean sand using relative density (Dr) 25%, 60 % and 80%, with effective pressure σ3’ = 100 kPa and frequency (f) applied 0.05 Hz and 0.1 Hz,  shows that γt = 1,5. 10-2  %. Whilst other test using Dr = 60% and f = 0.1 Hz confirms that γt = 1,5. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) and γt = 5. 10-2  % (σ3’ = 200kPa). Last test using Dr = 60% and f = 0.05 Hz reveals γt = 1,2. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) and γt = 2. 10-2  % (σ3’ = 200kPa).Fenomena likuifaksi dapat dianalisis menggunakan metode strain-controlled loading method. Metode ini merupakan metode non destruktif pada benda uji yang dapat menyajikan seluruh informasi kenaikan tekanan air pori secara lengkap. Metode ini dilakukan dengan cara mempertahankan nilai small deformation ketika diterapkan pembebanan secara siklis. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa likuifaksi terjadi ketika tekanan air pori mencapai nilai sebanding tekanan efektif tanah (σ3’). Metode ini menghasilkan parameter cyclic shear strain treshhold (γt). Parameter ini membagi grafik tekanan air pori menjadi dua zona yaitu zona konstan dan zona kenaikan tekanan air pori. Ketika amplitudo cyclic shear strain (γε) lebih rendah dari γt maka tidak akan ditemui kenaikan tekanan air pori. Tetapi sebaliknya jika γε > γt maka akan muncul kenaikan tekanan air pori. Berdasarkan hasil pengujian pada pasir murni dengan kepadatan relatif (Dr) sebesar 25%, 60% dan 80% dengan penerapan tekanan kekang sel σ3’ = 100 kPa dan frekuensi pembebanan (f) = 0.05 Hz dan 0,1 Hz tampak bahwa nilai γt sebesar 1,5. 10-2  %. Uji lain dengan menggunakan kondisi batas Dr = 60% dan f = 0.1 Hz menghasilkan nilai γt sebesar 1,5. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) dan γt = 5. 10-2  % (σ3’ = 200kPa). Serta pengujian dengan kondisi batas Dr = 60% dan f = 0.05 Hz menunjukan hasil  γt sebesar 1,2. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) dan γt = 2. 10-2  % (σ3’ = 200kPa).

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue