cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
PENGARUH MODEL DAN SIFAT MATERIAL PADA ANALISIS METODE ELEMEN HINGGA BALOK TABUNG BAJA BUNDAR DIIISI BETON Effendi, Mahmud Kori
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i2.8785

Abstract

The composite material concrete filled steel tubes, CFST) begin widely recommended in modern structural projects. This material is made of steel tubes filled with concrete. This CFST structure has better ductility than the conventional structure. The three-dimensional finite element modelby means of MSC Marc Mentat software is done by using non-linear material properties for both the steel and concrete. The non-linear geometry is also considered. The results of the finite element analysis method are then compared with experimental results of circular steel tubes filled with concrete. The results of this analysis for both load-deflection and collapse conditions are quite agree with the experimental results. However, the buckling phenomena cannot be modeled in the analysis of the finite element method. The effect of finite element model, which is half span and a quarter of half span, is investigated. The results of this analysis are similar to the results of full-scale analysis. There is plastic hinge in the middle of the beam span. The influence of the material properties of linear and non-linear geometric properties are also investigated. The the plastic hinge did not occur in the middle of beam span.
Menengok Arsitektur Permukiman Masyarakat Badui : Arsitektur Berkelanjutan dari Halaman Sendiri Sardjono, Agung Budi; Nugroho, Satrio -
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i1.9499

Abstract

The energy crisis and the damage to the natural environment encouraged public awareness for the preservation of nature in addition to pay more attention to the welfare of mankind. Sustainable development with architecture in it developed into an important issue in recent decades. Wisdom in the culture of the archipelago can be a role model in tackling the crisis. Badui community is a bit of a tribe that still retains its cultural traditions closely until now. The tradition of the Badui community living utmost respect and preservation of nature where they live. Using natural resources in a selective; appropriate technology; restrictions and strict rules generate a culture living in harmony with nature. A science that needs to be studied, imitated and developed to address modern challenges. This paper aims to assess the alignment of the Badui community living tradition with the characteristics of Sustainable Architecture. Krisis energi dan kerusakan lingkungan alam mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kelestarian alam disamping kesejahteraan umat manusia. Pembangunan berkelanjutan dengan arsitektur di dalamnya berkembang menjadi isu penting dalam beberapa dasawarsa terakhir. Kearifan dalam kebudayaan Nusantara dapat menjadi teladan dalam menanggulangi krisis tersebut. Masyarakat Badui merupakan sedikit dari suku yang masih mempertahankan tradisi kebudayaannya dengan ketat sampai saat ini. Tradisi bermukim masyarakat Badui sangat hormat dan menjaga kelestarian alam tempat mereka tinggal. Pemanfaatan sumber daya alam yang selektif; teknologi tepat guna; larangan dan aturan yang ketat menghasilkan budaya bermukim yang selaras dengan alam. Sebuah ilmu yang perlu dipelajari, diteladani dan dikembangkan  untuk menjawab tantangan modern. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji keselarasan tradisi bermukim masyarakat Badui dengan karakteristik Arsitektur Berkelanjutan.
KAJIAN OPTIMALISASI DAN STRATEGI SUMBER DAYA AIR DI KABUPATEN REMBANG Hidayat, Guswakhid
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i1.7103

Abstract

The increasing population and the need for land settlements and other activities (cultivation) will lead to increased demand for water. Current water resources in the district of Apex is quite difficult to obtain both surface water and ground water, while the rate of consumption is increasing day by day. Of the calculations have been done, the existing water supply to meet the needs of the peoples in Rembang district maximum reached a critical point in the year 2027. To meet the water needs in the district of Apex, we need a policy that is environmentally friendly to society based on the concept of social learning in which the policy will provide learning to the community about the need for efforts to conserve water resources and stewardship of water resources in Rembang district. Based on the principles and policies that support the use of resources, organized strategy regarding water resource optimization in Rembang district, such: optimization of ground water recharge channels; optimization function surface water; function optimization of PDAM; making rorak, clogged drain, catch pit and biopori; controlling groundwater abstraction; making ponds and seawater desalination.. Meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan lahan permukiman serta kegiatan lainnya (budidaya) menyebabkan peningkatan permintaan akan air. Saat ini sumber daya air di Kabupaten Rembang cukup sulit diperoleh baik air permukaan maupun air tanah, sementara tingkat konsumsi dari hari ke hari semakin meningkat. Dari perhitungan yang telah dilakukan, ketersediaan air yang ada untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Rembang maksimal mencapai titik kritis pada Tahun 2027. Untuk memenuhi kebutuhan air di Kabupaten Rembang, diperlukan suatu kebijakan yang berwawasan lingkungan yang ramah terhadap masyarakat yang berdasar pada konsep social learning yang mana pada kebijakan ini akan memberikan pembelajaran kepada masyarakat tentang perlunya upaya menjaga kelestarian sumber daya air serta penatagunaan sumber daya air yang ada di Kabupaten Rembang. Berdasarkan pada prinsip dan kebijakan yang mendukung pemanfaatan sumber daya, disusun strategi mengenai optimalisasi sumber daya air di Kabupaten Rembang yaitu: optimalisasi saluran peresapan air tanah; optimalisasi fungsi air permukaan; optimalisasi fungsi PDAM; pembuatan rorak, saluran buntu, lubang penampungan air dan biopori; pengendalian pengambilan air tanah; pembuatan embung dan desalinasi air laut
Potential Development of Brayut Cultural Village, Sleman District, Yogyakarta Ariadi, Adyanti Putri; Wihardyanto, Dimas; Roychansyah, Muhammad Sani
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v20i1.11568

Abstract

Brayut Tourism Village is an agricultural and culture - based tourism village located in Sleman Regency. Thepotential of nature and culture is very interesting to be developed further. However, during its development, there aresome emerging issues which damage the environment and the life of Brayut Tourism Village society. The purpose of thisresearch is to maintain and preserve the potential for sustainable tourism of Brayut Village. This research used aqualitative descriptive method, including explaining development strategy covering various aspects, which are theenvironmental, sociocultural, and economic direction of physical and non-physical development. For the sake of thecontinuity of the uniqueness of nature and culture, Brayut Tourism Village that grows in the middle of Sleman Regencydevelopment area requires sustainable tourism management. The important element in the development of villagetourism is the involvement of villagers in every aspect of tourism activities in the village.
KARAKTERISTIK KOMPOSIT SEMEN LIMBAH PARTIKEL BAMBU DAN SERAT AREN UNTUK BAHAN BANGUNAN Hermanto, Nor Intang Setyo; Haryanto, Yanuar; Eratodi, I Gusti Lanang Bagus
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i2.9646

Abstract

Kajian ini membahas karakteristik fisik dan mekanik komposoit semen limbah partikel bambu dan serat aren dengan variasi komposisi campuran untuk memperoleh formulasi empiris guna memprediksi sifat mekaniknya. Pembuatan dan pengujian benda uji dilakukan sesuai standar ASTM D 143 dengan 5 variasi komposisi jumlah campuran partikel bambu dan serat aren masing-masing 0%:100%; 25%:75%; 50%: 50%; 75%:25%; dan 100%: 0%; dengan kerapatan direncanakan 0,8 g/cm3. Variasi lainnya adalah ukuran limbah partikel bambu yaitu tertahan saringan 5 cm x 5 cm; 1 cm x 1 cm, 0,5 cm x 0,5 cm, dan 0,2 cm x 0,2 cm. Jumlah semen divariasikan dengan perbandingan bahan dan semen 1:2, 1:3, dan 1:4. Hasil kajian memperlihatkan bahwa perilaku sifat fisik terbaik diperoleh pada perbandingan bahan dan semen 1:4 dan ukuran partikel bambu 0,2 cm x 0,2 cm dan 0,5 cm x 0,5 cm. Kajian sifat mekanik menunjukkan tegangan lentur (MOR) balok/papan semen berkisar 4,77-6,59 MPa, dengan hasil terbesar pada komposisi balok semen campuran partikel bambu dan serat 50%:50% dengan ukuran partikel bambu 0,2 cm x 0,2 cm dan panjang serat aren 5 cm. Modulus elastisitas (MOE) balok semen tertinggi diperoleh pada campuraan partikel bambu dan serat aren 100%:0% dan ukuran partikel bambu 0,2 cm x 0,2 cm. Kandungan semen terbaik untuk MOE sebesar 2283,02 MPa didapat pada perbandingan bahan dan semen 1:3.
Pengukuran Greenship Home Pada Rumah Tinggal Berkonsep “Green” Di Perkotaan Azizah, Ronim -; Wardani, Eny Dwi; Mardikasari, Awita Aryani
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i1.9494

Abstract

The limited availability of land and global warming have resulted a more difficult thermal comfort to occur, especially in the urban residential houses. The purpose of this research is to find an alternative solution for green building in the urban residential houses. Method to solve this problem is by using Greenship criteria version Home v.0.1., which consists of six test material, there are: (1) site (code: ASD); (2) Energy (code: EEC); (3) water (code: WAC); (4) material (code: MRC); (5) convenience (code: IHC); and (6) management (code: BEM). Object tested with these parameters are houses designed with the concept of green, among others: a house in Salatiga, a house in Solo and a house of  Rempah Karya in Colomadu. The results of these tests show that house  in Salatiga able to achieve a platinum rating while Solo was able to achieve a gold rating and house of rempah karya only able to achieve a silver rating.Ketersediaan lahan yang semakin terbatas dan pemanasan global menjadikan semakin sulitnya kenyamanan termal diperoleh khususnya pada rumah tinggal perkotaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah menemukan solusi alternatif untuk green building pada rumah tinggal perkotaan.  Metode pemecahan permasalahan ini menggunakan kriteria Greenship Versi Home v.0.1., yang terdiri dari enam materi uji, yaitu: (1) site (kode: ASD); (2) energi (kode: EEC); (3) air (kode: WAC); (4) material (kode: MRC); (5) kenyamanan (kode: IHC); dan (6) manajemen (kode: BEM).  Obyek yang dilakukan pengujian terhadap greenship home adalah rumah yang dirancang dengan konsep green, antara lain: rumah di Salatiga, rumah di Solo dan rumah rempah karya di Colomadu. Hasil dari pengujian ini menunjukkan bahwa rumah di Salatiga mampu memenuhi peringkat platinum sedangkan rumah di Solo mampu meraih peringkat emas dan rumah rempah karya hanya mampu meraih peringkat perak.
MEKANISME LONGSORAN LERENG PADA RUAS JALAN RAYA SEKARAN GUNUNGPATI SEMARANG Nugroho, Untoro; Andiyarto, Hanggoro Tri Cahyo; Purnomo, Mego
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i1.14452

Abstract

Abstrak: Penanggulangan longsoran lereng di ruas jalan Sekaran Gunungpati Semarang sebenarnya secara parsial sudah dilakukan dari setiap tahunnya, namun di setiap musim penghujan indikasi yang sama yakni rekahan pada permukaan jalan aspal yang menunjukkan arah gerakan massa tanah selalu saja muncul. Hal ini menunjukkan bahwa sistem perkuatan lereng yang ada ikut bergerak bersama material longsoran karena bidang longsor berada di bawah perkuatan lerengnya. Untuk itu, guna menunjang efektivitas pemilihan desain perkuatan lereng, diperlukan pemahaman tentang mekanisme longsoran pada lokasi studi melalui serangkaian pengujian tanah dan analisis stabilitas lereng dengan metode elemen hingga (SSR-FEM). Berdasarkan hasil pengujian tanah di lapangan dengan uji sondir pada 2 (dua) lokasi studi Trangkil dan Deliksari Gunungpati, kedalaman tanah keras mencapai 12,00 – 26,00 meter. Bidang longsor berbentuk kurva planar dan gerakan massa tanah berupa translasi pada kedalaman 10,00-13,00 meter. Pada lokasi studi Trangkil Gunungpati, analisis stabilitas lereng menunjukkan pada saat kekuatan geser tanah di zona bidang longsor direduksi sebesar 20% dari kondisi semula, lereng mulai bergerak dengan nilai faktor aman (SF) stabilitas lereng 1,06. Kondisi awal sebelum kekuatan geser tanah direduksi, lereng masih dalam kondisi aman SF > 1,20 (= 1,23). Hal ini menunjukkan bahwa pada lokasi studi yang lahannya masih berupa tegalan ini rentan terjadi gerakan massa tanah pada saat nilai kekuatan geser tanah pada zona bidang longsor terus tereduksi selama musim penghujan.
ANALISIS PANJANG JALAN TERHADAP KONSUMSI BBM PADA BAGIAN WILAYAH KOTA (BWK) I SEMARANG Handajani, Mudjiastuti; Muldiyanto, Agus; Paramita, Nur Indah; Permata, Aulia Nur
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i1.7099

Abstract

Fuel consumption is closely related with transportation, then when we conservation about efficiency of fuel consumption, we also must give attention for transportation system. The development of transportation system give impact for each region, such as air pollution and increase fuel consumption. Fuel consumption influenced by several factors, it is number of people, length of roads, and road conditions. Number of people for each region depend of number of births, number of deaths and migration. Length of roads depend from needs of the transportation facilities and access for mobilizing. Road conditions influenced by several factor, such as: planing of road, implementation of road construction, road used and natural condition. The growth length of roads less than quantity of vehicles, it means there are over weight on the road that made damage on the road. Correlation analysis from length of road, number of people and road condition with fuel consumption needed for give information to public about impact of it. . Highest influence of fuel consumption is length of road (R2= 0,804). Number of people also give high influence for fuel consumption (R2= 0,768). While influence for road conditions on fuel consumption is 0.617.Konsumsi BBM erat hubungannya dengan sektor transportasi, sehingga dalam memperhatikan efisiensi konsumsi BBM, hendaknya diperhatikan pula sistem transportasinya. Perkembangan sistem transportasi dapat berdampak negatif pada suatu wilayah, antara lain tercemarnya suatu lingkungan, dan kebutuhan bahan bakar yang meningkat. Kebutuhan bahan bakar dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya jumlah penduduk, panjang jalan, dan kondisi jalan. Jumlah penduduk tiap tahun sebuah wilayah tergantung pada jumlah kelahiran, kematian dan migrasi. Panjang jalan suatu wilayah tergantung pada tingkat kebutuhan penduduk akan sarana transportasi dan akses dalam bermobilisasi. Faktor yang mempengaruhi kondisi jalan antara lain: faktor perencanaan jalan, pelaksanaan pembuatan jalan, penggunaan jalan dan kondisi alam. Pertumbuhan jalan jauh lebih kecil daripada tingkat pertumbuhan kendaraan, hal ini berarti menunjukkan terjadinya pembebanan yang belebihan pada jalan, sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan pada jalan. Analisa hubungan panjang jalan, jumlah penduduk dan kondisi jalan terhadap konsumsi BBM dibutuhkan agar masyarakat tahu seberapa besar pengaruh ketiga faktor tersebut dengan peningkatan konsumsi BBM. Pengaruh paling tinggi terhadap konsumsi BBM adalah panjang jalan, (R2= 0,804). Jumlah penduduk juga berpengaruh kuat dalam konsumsi BBM (R2= 0,768). Sedangkan pengaruh kondisi jalan terhadap konsumsi BBM yaitu 0,617
Identifikasi Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas (Black Spot) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah SUGIYANTO, Gito; Fadli, Ari
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i2.10768

Abstract

Road safety is a complicated scientific field of transport research due to the random nature of accident occurrence. Traffic accidents impose serious problems to society in terms of medical costs, economic costs (productivity losts), property damage costs, and human costs. Traffic accidents are increasing and still become the main problem of road transport in Indonesia. One effort to improve transportation safety is by determining and handling the black spot locations. The method that used to identify black spot locations is the frequency-crash method. The aim of this research is to identify black spot locations using Upper Control Limit (UCL) method. The study location is in Purbalingga, Central Java, Indonesia. Database of traffic accidents from 1 January 2010 to 31 December 2015 were obtained from Purbalingga Police. Using the equivalent accident number for death victims or fatality is 10, a severe injury is 5, a minor injury is 1, and property damaged only is 1. Seven roads have accident number value greater than the upper control limit value and identified as a black spot location. Black spot location in Purbalingga regency are Jalan Raya Bayeman, Tlahab Lor; Jalan Raya turut Desa Penolih, Jalan Raya turut Desa Bobotsari, Jalan Raya turut Desa Bojongsari, Jalan Raya turut Desa Jetis, Jalan Raya turut Desa Kembangan, and Jalan Raya turut Desa Panican.
Pengaruh Panjang Sambungan Pada Beton Prategang Segmental Bertulangan Limbah Ban Maryoto, Agus -
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i1.9500

Abstract

Prestressed concrete with reinforcement of waste tires can improve significantly the flexural strength. The problems when applied in the project is difficult to move from the production site to the location of the structure. One method to overcome this is applied precast segmental. Molded concrete blocks with a shorter length is easy to carry to the project site. Connectors between concrete beams segment plays a very important thing. This study tried to determine the influence of length of connectors on the precast segmental concrete. Three specimens are concrete beam with no connections, segmental concrete blocks with a connection length of 10 cm and 15 used in the experiment. Flexural testing was conducted to determine the carrying capacity of the three beams. The result showed that the length of the connection contribute on flexural strength of concrete beam. However, segmental concrete beam flexural capacity was still below the concrete beam flexural capacity without connection. Beton prategang bertulangan limbah ban dapat meningkatkan kuat lentur yang cukup besar. Kendalanya ketika diaplikasikan di lapangan adalah kesulitan memindahkan dari tempat pengecoran ke lokasi struktur. Salah satu metode untuk mengatasi ini digunakanlah pracetak segmental. Balok beton dicetak dengan ukuran panjang yang pendek sehingga mudah dibawa ke lokasi proyek. Penyambung antara segmen balok beton memegang peranan yang sangat penting. Studi ini mencoba mengetahui pengaruh panjang sambungan pada jenis sambungan yang sudah tertentu. Tiga buah benda uji yaitu balok beton tanpa sambungan, balok beton segmental dengan panjang sambungan 10 cm dan 15 digunakan dalam eksperimen. Pengujian lentur dilakukan untuk mengetahui kapasitas dukung ketiga balok tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa panjang sambungan berpengaruh terhadap kuat lentur balok beton segemental. Namun kapasistas lentur balok beton segmental masih dibawah kapasitas lentur balok beton tanpa sambungan. 

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue