cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
EKSISTENSI TRANSPORTASI LAUT PADA PELAYARAN RAKYAT Hermanto, Andy Wahyu
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public sailing is a sub-national marine transportation system that uses a means of motor sailing boat (KLM), motor sailboat (PLM), and plays a role linking the major ports, secondary and tertiary as well as regional and local feeder port. Shipping business management kinship with people using a simple organizational system and not formal, operating a fleet of cruise people did not depend on port infrastructure and can reach remote ports that are difficult to reach by the national shipping. Achievement of productivity about 18% to 20% of total domestic freight (excluding liquid bulk cargo/bulk/special). Approaches and methods used to uncover the extent of the performance of operational feasibility and technical aspects and the role of peoples national shipping is a prototype monitoring field study KLMP 360 GRT on operational performance in the harbor and at the time of sailing. The existence of sea transport shipping people support the development of the central role of regional and local economic activity, and appears to be too influenced by the economic recession. Technical conditions (stability, systems and construction) is generally considered good and have a high level of seaworthiness to sail and meet the standards of the International Maritime Organization (IMO) and ISO 6954 on construction vibration criteria.Pelayaran umum adalah bagian sebuah sistem transportasi laut nasional yang menggunakan sarana Kapal Layar Motor (KLM), Perahu Layar Motor (PLM), dan memainkan peran yang menghubungkan pelabuhan utama, sekunder dan tersier serta pengumpan pelabuhan regional dan lokal . Pengiriman bisnis manajemen kekerabatan dengan orang yang menggunakan sistem organisasi sederhana dan tidak formal, operasi armada pelayaran orang tidak tergantung pada infrastruktur pelabuhan dan dapat mencapai pelabuhan terpencil yang sulit dijangkau oleh pelayaran nasional. Pencapaian produktivitas sekitar 18% sampai 20% dari total angkutan domestik (tidak termasuk kargo curah cair/bulk/khusus). Pendekatan dan metode yang digunakan untuk mengungkap tingkat kinerja operasional dan aspek kelayakan teknis dan peran pelayaran nasional rakyat adalah prototipe pemantauan studi lapangan KLMP 360 GRT mengenai kinerja operasional di pelabuhan dan pada saat berlayar. Keberadaan orang pengiriman transportasi laut mendukung pengembangan peran sentral kegiatan ekonomi regional dan lokal, dan tampaknya terlalu dipengaruhi oleh resesi ekonomi. Kondisi Teknis (stabilitas, sistem dan konstruksi) umumnya dianggap baik dan memiliki tingkat kelayakan yang tinggi untuk berlayar dan memenuhi standar Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan ISO 6954 pada kriteria getaran konstruksi.
PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP PERILAKU CAMPURAN BETON ASPAL Kusharto, Harry
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In standard of Bina Marga Code there are eleven grading for the mixture of asphalt concrete. This research is conducted to know aggregate gradation influence to asphalt concrete mixture behavior. Size measure and gradation depend on what the target of hard mixture of asphalt made. High Concrete pavement with quality used to endue surface of road; street elapse to pass by quickly. In this research of aggregate  have meeting gradation  that is aggregate which  have good gradation to start from harsh till refine. Result of research there are difference assess mixture stability to election of grading, interaction influence between material and grading to stability not differ. Highest Stability value on VII grading, interaction between material and grading to durability not differ.Dalam standar spesifikasi Bina Marga ada sebelas grading untuk campuran beton aspal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh gradasi agregat terhadap perilaku campuran beton aspal. Ukuran dan gradasi tergantung pada apa tujuan campuran perkerasan aspal dibuat. Beton aspal berkualitas tinggi digunakan untuk lapis permukaan jalan berlalu lintas berat. Dalam penelitian ini yang mengandung agregat bergradasi rapat yaitu agregat yang bergradasi baik mulai dari kasar hingga halus. Hasil penelitian terbukti ada perbedaan nilai stabilitas campuran terhadap pemilihan grading, sedang pengaruh interaksi antara grading dan material terhadap stabilitas tidak berbeda. Nilai stabilitas tertinggi ada pada grading VII, interaksi antara grading dan material terhadap durabilitas tidak berbeda. 
ANALISIS POLA PERMINTAAN SEPEDA KAMPUS BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Indriyaningrum, Lulut; Narendra, Alfa; -, Arfitriyani
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to discover and describes the patterns of demand for student campus bike and infrastructure needed by the student in Unnes. By quantitateive descriptive analysis method based on the data processing questionnaires and field  observations, it can be found relation to the choice of variables that make up the student transportation demand patterns and the desired infrastructure. The sampling technique was conducted by Stratified Cluster Sample.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan pola permintaan sepeda kampus mahasiswa Unnes dan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Dengan metode analisis diskriptif kuantitatif berdasarkan hasil pengolahan data angket/ kuesioner dan observasi lapangan, maka dapat ditemukan hubungan variabel terhadap pilihan transportasi mahasiswa yang membentuk pola permintaan serta sarana prasarana yang diinginkan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Stratified Cluster Sample.
TINGKAT KENYAMANAN JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA Purnomo, Andi; Setiawan, Moch Fathoni
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The comfortability of access from each region in big cities has led to the rapid increasing of regional mobility.The mobility incude the motorists and also pedestrians. Pedestrian path is a container or space for pedestrian activities and activities to provide services to pedestrians so as to improve the smoothness, safety, and comfort for pedestrians. Convenience is one of the vital values that should be enjoyed by people when doing activities. Pedestrian path in Semarang in Simpang Lima area itself is fairly crowded, and has been laid out in such a way for vendors. Crowd arising from the existence of street vendors sometimes make some people feel less comfortable to pass through. Problems that occur will be observed and analyzed, namely the level of comfort in the pedestrian path in  Simpang Lima area based on user perception. The method used is descriptive qualitative theory describing the pedestrian path and direct observation to the object observed coupled with interviewing some respondents.Kemudahan pencapaian (aksesibilitas) kawasan dari dan ke berbagai wilayah di kota-kota besar, telah menyebabkan meningkatnya mobilitas kegiatan kawasan yang  cukup pesat. Mobilitas yang ada tidak hanya kendaraan bermotor tetapi juga pejalan kaki. Jalur pedestrian merupakan wadah atau ruang untuk kegiatan pejalan kaki melakukan aktivitas dan untuk memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Kenyamanan merupakan salah satu nilai vital yang selayaknya harus dinikmati oleh manusia ketika melakukan aktifitas-aktifitas. Di Kota Semarang jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Kota Semarang sendiri merupakan jalur pedestrian yang cukup ramai, dan sudah ditata sedemikian rupa bagi para pedagang kaki lima. Keramaian yang timbul akibat keberadaan pedagang kaki lima terkadang membuat beberapa orang merasa kurang nyaman untuk melaluinya. Permasalahan yang terjadi akan diobservasi lalu dianalisa, yaitu mengenai tingkat kenyamanan jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Kota Semarang berdasarkan persepsi pengguna. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan teori mengenai jalur pedestrian dan melakukan pengamatan langsung ke obyek yang diamati ditambah dengan mewawancarai beberapa responden. 
PEMANFAATAN SISA PEMBAKARAN AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN PENGISI DALAM PROSES PEMBUATAN PAVING Pangestuti, Endah Kanti
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Time combustion of bagasse is a by-product of cane sugar manufacturing process. The combustion of bagasse are made from bagasse is burned as a fuel in heating process sugar cane. Combustion is then precipitated in water, precipitated this is called bagasse combustion (SPAT). SPAT utilization is not maximized, so that the research done by the use of SPAT as a filler in the manufacture of paving. The purpose of research to find the magnitude of the compressive strength and water absorption of paving the addition of SPAT. Research methods using experimental methods.Specimens used in the form of block paving with size 6 cm thick, 10 cm wide and 20 cm long made from Muntilan sand, cement and PPC types of PTPN IX SPAT Holy Rendeng PG. Variations in the specimen with the volume of sand SPAT substitution of 0%, 10%, 20%, 30%, and 40%, respectively amounting to 5 specimen behavior. FAS is used by 0.2. Compressive strength test results with SPAT substitution of 0%, 10% 20%, 30% and 40% at 28 days, respectively for 184.76 Kg/cm2; 164.46 Kg/cm2; 149.23 Kg/cm2;Kg/cm2 118.78, and 101.52 Kg/cm2, at the age of 60 days was 218.26 Kg/cm2; 198.97 Kg/cm2; 177.66 Kg/cm2; 140.09 Kg/cm2, and 120 , 81 Kg/cm2 and at the age of 90 days was 220.29 Kg/cm2; 203.04 Kg/cm2; 183.74 Kg/cm2; Kg/cm2 145.17, and 127.91 Kg/cm2. Paving water absorption test results in a row by 6.35%, 8.57%, 9.41%, 10.21% and 10.33%. So SPAT are taken from the Holy Rendeng PG PTPN IX, can be used as a filler in the manufacture of cement type paving with PPC though kekuatanya decreased. Sisa pembakaran ampas tebu adalah hasil samping dari proses pembuatan gula  tebu. Sisa pembakaran ampas tebu terbuat dari ampas tebu yang dibakar sebagai bahan bakar dalam proses pemanasan nira tebu. Sisa pembakaran tersebut kemudian diendapkan dalam air, hasil endapan inilah yang dinamakan sisa pembakaran ampas tebu (SPAT). Pemanfaatan SPAT masih belum maksimal, sehingga  dilakukan penelitian dengan pemanfaatan SPAT sebagai bahan pengisi dalam pembuatan paving. Tujuan penelitian untuk mencari kuat tekan dan besarnya penyerapan air paving dari penambahan SPAT. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen. Benda uji yang digunakan berupa paving block dengan ukuran tebal 6 cm, lebar 10 cm dan panjang 20 cm yang dibuat dari pasir muntilan, semen jenis PPC dan SPAT dari PTPN IX PG Rendeng Kudus. Variasi benda uji dengan subtitusi SPAT terhadap volume pasir sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%, masing-masing perilaku berjumlah 5 benda uji. FAS yang digunakan sebesar 0,2. Hasil uji kuat tekan dengan subtitusi SPAT sebesar 0%, 10% 20%, 30% dan 40% pada umur 28 hari berturut-turut sebesar 184,76 Kg/cm2; 164,46 Kg/cm2; 149,23 Kg/cm2; 118,78 Kg/cm2; dan 101,52 Kg/cm2, pada umur 60 hari sebesar 218,26 Kg/cm2; 198,97 Kg/cm2; 177,66 Kg/cm2; 140,09 Kg/cm2; dan 120,81 Kg/cm2 dan pada umur 90 hari sebesar 220,29 Kg/cm2; 203,04 Kg/cm2; 183,74 Kg/cm2; 145,17 Kg/cm2; dan 127,91 Kg/cm2. Hasil uji penyerapan air paving berturut-turut sebesar 6,35%; 8,57%; 9,41%; 10,21%; dan 10,33%. Jadi SPAT yang diambil dari PTPN IX PG Rendeng Kudus, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengisi dalam proses pembuatan paving dengan semen jenis PPC meskipun kekuatanya menurun.
BEHAVIOUR OF HOLLOW COLUMNS CONFINED WITH FRP Kusumawardaningsih, Yuliarti; Tousi, Neda Fayaz; Nandang, Budi Sinaga
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Confining columns with fiber reinforced polymer (FRP) composites have been investigated in the last few decades to answer problems in upgrading and retrofitting reinforced concrete (RC) columns; however, most studies concentrate on solid columns. This paper investigates the comparative behaviour of FRP confined hollow RC columns subjected to axial concentric loading. A total of twelve RC columns made from high strength concrete (HSC) were tested. Six of the columns had a circular cross section and five of them were hollow columns.  The remainder columns had a square cross section, similarly five of them were hollow columns. Six columns from each configuration were left unconfined as control specimens, while the others were confined with FRP. It was found that FRP confinement increased hollow RC columns’ axial load and ductility capacities; and hollow columns having circular holes had better performance compared to hollow columns having square holes. Pelapisan kolom dengan komposit fiber reinforced polymer (FRP) telah diteliti selama beberapa tahun terakhir untuk menjawab masalah-masalah dalam peningkatan dan retrofit kolom-kolom beton bertulang; tetapi kebanyakan penelitian berkonsentrasi pada kolom-kolom solid. Tulisan ini mengungkapkan perbandingan perilaku dari FRP yang melapisi kolom beton bertulang berlubang yang dibebani oleh beban aksial terpusat. Sejumlah dua belas kolom terbuat dari beton mutu tinggi di uji. Enam kolom memiliki penampang bundar, dimana lima diantaranya adalah kolom berlubang. Kolom lainnya memiliki penampang persegi, dimana lima diantaranya adalah juga kolom berlubang. Enam kolom dari tiap konfigurasi tidak dilapisi oleh FRP berperan sebagai kolom control, sedangkan yang lainnya dilapisi dengan FRP. Dihasilkan bahwa pelapisan dengan FRP meningkatkan beban aksial dan kapasitas daktilitas  kolom berlubang; kolom dengan lubang bundar memiliki perilaku yang lebih baik daripada kolom dengan lubang persegi.
KARAKTERISTIK PERJALANAN DAN KETERSEDIAAN ANGKUTAN DI KAWASAN PERUMAHAN BUKIT SENDANGMULYO KOTA SEMARANG Julianto, Eko Nugroho
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of housing residents who perform daily activities cause many travel patterns and characteristics of the trip. Means perangkutan has a very important role in order to increase the movement of the population. The purpose of this study was to determine the characteristics of traveling people living in the Mount Housing Sendangmulyo and to determine whether the population needs to be a means perangkutan have been met by the service provider perangkutan. This research uses descriptive research approach percent. Data collection techniques used were: observation, questionnaire and documentation of the number of respondents 307 persons. Respondent was productive age population (working age) and including the middle class. The results showed that respondents who use public transport are those who do not have their own vehicle. Respondents who have their own vehicles rather use it than using a more economical transport, easier and faster to their destination. Users of public transport services is quite difficult and time for the trip is longer because it must wait for transport about 10-15 minutes. Many of them also have to change transport because the destination does not pass route. This shows that the public transport services still do not meet the population needs to travelBanyaknya penduduk perumahan yang melakukan aktivitas  setiap hari menyebabkan banyaknya pola perjalanan dan karakteristik perjalanan. Sarana perangkutan mempunyai peran yang sangat penting demi memperlancar pergerakan penduduk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik perjalanan penduduk yang tinggal di Perumahan Bukit Sendangmulyo dan untuk mengetahui apakah kebutuhan penduduk akan sarana perangkutan telah terpenuhi oleh pihak penyedia jasa perangkutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif prosentase. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, angket dan dokumentasi dengan jumlah responden 307 orang. Responden adalah penduduk yang berusia produktif (usia kerja) dan termasuk  golongan ekonomi menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang menggunakan jasa angkutan umum adalah mereka yang tidak memiliki kendaraan sendiri. Responden yang memiliki kendaraan sendiri lebih memilih menggunakannya dari pada menggunakan angkutan dengan pertimbangan lebih ekonomis, lebih mudah dan lebih cepat sampai tempat tujuan. Pengguna jasa angkutan umum cukup kesulitan dan waktu untuk perjalanan menjadi lebih lama karena harus menunggu datangnya angkutan sekitar 10 - 15 menit. Banyak pula dari mereka yang harus berganti angkutan karena tempat yang dituju tidak dilewati trayek. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan angkutan umum masih belum memenuhi kebutuhan penduduk dalam melakukan perjalanan
STUDI PERILAKU PEJALAN KAKI PADA TROTOAR (PEDESTRIAN WAYS) DI SURAKARTA DITINJAU DARI KENYAMANAN IKLIM Setiawan, Moch Fathoni
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedestrian way certainly should be able to accommodate the needs of pedestrians and function optimally in order to support the activity or activities in a city. It is intended to support the development and effectiveness of all activities (economic, governance and services) in the city. Pedestrian behavior in this study are shown in the form of public perception in the use of sidewalks in everyday life, viewed from the comfort of Climate. Object of study in this research is Slamet Riyadi Street Chop Surakarta, including lane pavement in the area around gladak, namely the Novotel hotel, Mall, Office, Museum, and shops. The method used in this study is a survey of direct observations in the field. In this study there are two functional variables which include age, educational level, occupation, residence, and the purpose of using the sidewalk path. Structural variables which public opinion about the comfort of pedestrians to use sidewalks on main streets Surakarta (case study Slamet Riyadi road Surakarta) which in its application is limited only in terms of climate comfort. In this study the volume of pedestrian population is 1036 people, and the sample can be taken as a parameter estimate of 10% of the total population obtained from the calculation of researchers. Then the sample size in this study amounted to 100 people assigned pedestrians. Overall opinion of pedestrians against climatic factors indicates that GOOD ENOUGH opinion.Trotoar tentunya harus dapat mewadahi kebutuhan pejalan kaki dan berfungsi secara maksimal guna mendukung aktivitas atau kegiatan di suatu kota. Hal ini dimaksudkan untuk menunjang perkembangan dan efektivitas segala kegiatan (ekonomi, pemerintahan dan jasa) di kota. Perilaku pejalan kaki dalam studi ini ditunjukkan dalam bentuk persepsi masyarakat dalam memanfaatkan trotoar dalam kehidupan sehari-hari, ditinjau dari kenyamanan Iklim.  Obyek Studi dalam penelitian ini adalah Penggal Jalan Slamet Riyadi Surakarta, meliputi jalur trotoar di kawasan sekitar gladak, yaitu hotel Novotel, Mall, Perkantoran, Musium, dan pertokoan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei yaitu pengamatan secara langsung di lapangan. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel fungsional yaitu antara lain umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, dan tujuan menggunakan jalur trotoar. Variabel struktural yaitu pendapat masyarakat  tentang kenyamanan pejalan kaki terhadap pemanfaatan trotoar di jalan protokol Kota Surakarta (studi kasus jalan slamet riyadi Surakarta) yang dalam aplikasinya dibatasi hanya ditinjau dari kenyamanan iklim. Dalam penelitian ini jumlah volume populasi pejalan kaki adalah 1036 orang, dan dapat diambil sampel sebagai parameter perkiraan sebesar 10% dari jumlah populasi yang diperoleh dari hasil perhitungan peneliti. Maka besar sampel dalam penelitian ini ditetapkan berjumlah 100 orang pejalan kaki. Secara keseluruhan pendapat pejalan kaki terhadap faktor iklim  menunjukkan pendapat yang CUKUP BAIK.
PERANAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KERJA DALAM PENINGKATAN KINERJA PROYEK KONSTRUKSI Sutarto, Agung
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The system of work safety management is a very urgent to construction industry in order to create safety and peaceful atmosphere in a work area. This will help to improve the relationship between employees and their employer and will smooth the production process to be applied. This research was carried out to analyze how far the application of the system of work safety management in construction project, any kind of factors influencing it and also how its bearing with improvement of project performance. Responder in this research is the contractor which exist in Semarang. The result of research obtained express that 88,6% responder have applied the system of work safety management in each project of construction done. As for factors in application of the system of work safety management in project of divisible construction in three factor that are Management Role, Condition and Environment Work and also Awareness and Worker Quality, at a time or with having an effect on significant to Performance of Project of Construction measured in parameter of time efficiency, expense efficiency, improvement of quality result of work and also the working activity improvement. While by partial most dominant factor have an effect on to Performance of Construction Project is Condition and Environment Work.Sistem manajemen keselamatan kerja sangat penting dalam dunia industri untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan nyaman dalam lingkungan kerja. Sistem ini akan membantu meningkatkan hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja serta untuk memudahkan selama proses produksi berjalan. Penelitian ini didasarkan atas analisis tentang penerapan sistem manajemen keselamatan kerja di proyek konstruksi, beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya dan juga cara untuk peningkatan proyek. Responden dari penelitian ini adalah kontraktor yang ada di kota Semarang. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa sebanyak 88,6% dari total responden telah menerapkan sistem manajemen keselamatan kerja di proyeknya selama proyek berlangsung. Salah satu faktor dalam aplikasi sistem manajemen keselamatan kerja di proyek konstruksi, menjadi tiga faktor yaitu peran manajemen, kondisi dan lingkungan kerja dan juga kesadaran dan kualitas pekerja, dalam saat waktu pelaksanaan atau dengan efek yang signifikan terhadap manfaat proyek yang diukur dalam parameter efisiensi, nilai efisiensi, peningkatan dari hasil kualitas kerja dan juga peningkatan aktivitas pekerjaan, serta sebagian faktor yang dominan terhadap efek dari proyek penampilan kosntruksi adalah kondisi dan lingkungan kerja.
SANITASI EKOLOGIS PADA IPAL SANIMAS SEBAGAI PENGHASIL BIOGAS DALAM MENDUKUNG KEGIATAN SOSIAL PADA RUANG PUBLIK DI KAMPUNG JOYOTAKAN SURAKARTA Azizah, Ronim; Nugroho, Agung
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At the present time, the condition of the utility in dense urban settlements and slums is very poor. Kampung Joyotakan a dense urban villages and slums, has a poor environmental sanitation. The needs of excretion, the people use a public toilets are located at the edge of village, in a ditch and the river close the site. A communal bathing, wasing and toilet block facilities (locally known as MCK-mandi, cuci, kakus) is very simple and not equipped with adequate sewage treatment systems that can contaminate groundwater and river. Currently, Kampung Joyotakan has used Sanimas (community based sanitation) as pilot sites to poor environmental sanitation management. Contruction of communal bathing, wasing and toilet block facilities are equipped with the wastewater treatment plant to be the solution for the management poor sanitaion in Kampung Joyotakan. Location MCK at the public area are used sosial activity for everyday. Based this conditions, it is necessary to study sanitation systems is applied to the wastewater treatment plant and any benefits for communities. Research method by means observations to search image and textual data and to identify the sanitation systems of Sanimas wastewater treatment plant. The aim research is to data verifivication and comparative methode of data analysis in the form of the concept of ecological sanitatuon and sanitaion systems at the Sanimas wastewater treatment plant. The results of this study indicate that Sanimas wastewater treatment plant in Kampung Joyotakan able to overcome the problem of poor enviromenatl sanitation through: (1) made of sanitary sewerage separately between grey water and black water, (2) the disposal of wastewater from toilets threated with biodigester that produces methane as a fuel for cooking in public area to help social events such as Iedul Adha, (3) an overflow of wastewater form biodigester and grey water flows into settler plant, baffle reactor and anaerobic filter are flows into the river. Pada masa sekarang ini, kondisi utilitas lingkungan di perkampungan perkotaan yang padat dan kumuh sangat buruk. Kampung Joyotakan merupakan kampung perkotaan yang padat dan kumuh, memiliki sanitasi lingkungan yang buruk. Untuk memenuhi kebutuhan buang air besar masyarakat biasanya menggunakan sarana WC umum yang terletak di pinggir kampung, di selokan dan sungai yang dekat dengan lokasi tersebut. Sarana MCK sangat sederhana dan tidak dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah yang layak dapat mencemari air tanah dan sungai. Saat ini Kampung Joyotakan telah menggunakan SANIMAS (sanitasi berbasis masyarakat) sebagai lokasi percontohan pengelolaan sanitasi lingkungan yang buruk. Pembangunan MCK yang dilengkapi IPAL menjadi solusi untuk penanganan sanitasi buruk di Kampung Joyotakan. Lokasi MCK berada di ruang publik yang keseharian digunakan sebagai area sosial masyarakat. Berdasarkan  kondisi ini, maka perlu dikaji sistim sanitasi yang diterapkan pada IPAL Sanimas dan kemanfaatan apa saja yang  diperoleh masyarakat. Metode penelitian dengan cara observasi lapangan untuk: (1) pencarian data gambar dan data tekstual; dan (2) melakukan identifikasi sistim sanitasi pada IPAL SANIMAS. Penelitian ini bertujuan untuk verifikasi data sehingga analisis menggunakan  metode komparasi data berupa konsep sanitasi ekologis dan sanitasi pada IPAL SANIMAS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IPAL SANIMAS di Kampung Joyotakan mampu mengatasi masalah sanitasi lingkungan yang buruk dengan cara: (1) membuat saluran pembuangan dari MCK secara terpisah antara grey water dan black water; (2) pembuangan limbah dari kloset (black water) diolah dengan biodigester yang menghasilkan gas metan sebagai bahan bakar memasak  untuk membantu kegiatan sosial seperti Idul Adha; (3) limpahan air dari biodigester dan limbah grey water disalurkan ke bak settler, baffle reaktor dan anaerobik filter yang kemudian disalurkan ke sungai.

Page 6 of 78 | Total Record : 774


Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue