cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
STUDI TENTANG PEMANFAATAN PASIR SEMPADAN PANTAI UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOCK -, Tugino
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to utilize sand beach Border Kebumen as a mixture of paving blocks. It aims to maximize utilization and to reduce beach sand mining in river Luk Ulo which causes erosion. Block paving is not optimal in terms of quality , because it is still made in small scale as the home products industry. The strength of paving blocks will be tested on some paving made with full compaction method , pemadatanbertahap , and shake . The method used in this study is experimental research . The sample used is by taking sand beaches border area . In this research, paving block dimensions studied were 20 cm long , 10 cm wide and 6 cm thick . CV block paving done . Dynamis is located in Kebumen . In the manufacturing process uses machines Press Hydraulic mortar 1 : 5 and 0.5 and varisai fas mixture of sand and river sand coastal border is 0 % : 100 % , 5 % : 95 % , 10 % : 90 % , 15 % : 85 % , 16 % : 84 % , 20 % : 80 % , 25 % : 75 % and 50 % : 50 % . The results of compressive strength tests performed best at 28 days after paving is the composition of a mixture of 25 % : 75 % ( sand sloping beach : sand river Luk Ulo ) of 29.6 MPa . Then test the water absorption minimum ( best ) 25 % obtained in the composition : 75 % of 5.75 % of the weight of the paving . Based on the research of paving blocks that have economic value that can be marketed is the composition of 50 % sand beaches border because the cost of production is equal to the market price and has the advantage of a strong press , which is 10.8 % stronger than paving with river sand . paving with this composition has a compressive strength of 22.6 MPa and entered on quality based on ISO standard B -03- 0691-1996 which can be used as a parking lot . Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan pasir Sempadan Pantai Kebumen sebagai bahan campuran pembuatan paving block. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan pasir pantai dan untuk mengurangi penambangan di sungai Luk Ulo yang mengakibatkan erosi. Pembuatan paving block belum optimal dari sisi kualitas,karena masih dibuat dalam skala kecil sebagai produk home industri. Kekuatan paving block akan diuji pada beberapa paving yang dibuat dengan metode pemadatan penuh, pemadatanbertahap, serta digetarkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Sampel yang dipakai adalah dengan cara mengambil pasir didaerah sempadan pantai. Dalam penelitian ini paving block yang diteliti adalah  dimensi panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tebal 6 cm. Pembuatan paving block dilakukan CV. Dynamis yang berada di Kabupaten Kebumen. Pada proses pembuatannya menggunakan mesin Press Hidrolis  adukan 1: 5 dan fas 0,5 serta varisai campuran pasir sempadan pantai dan pasir sungai adalah 0%: 100%, 5% : 95%, 10% : 90%, 15%:85%, 16 % : 84%, 20% : 80%, 25% : 75% dan 50 % :50%. Hasil pengujian kuat tekan  terbaik yang dilakukan pada umur 28 hari setelah pembuatan paving adalah pada komposisi campuran 25% : 75 % (pasir sempadan pantai : pasir sungai Luk Ulo) sebesar 29,6 Mpa. Kemudian pengujian serapan air minimum ( terbaik ) didapat pada komposisi 25% : 75% sebesar 5,75% dari berat paving. Berdasarkan penelitian paving block yang memiliki nilai ekonomis yang dapat dipasarkan adalah pada komposisi 50 % pasir sempadan pantai karena biaya produksi sama dengan harga pasaran dan memiliki keunggulan pada kuat tekan, yaitu 10,8% lebih kuat dari paving dengan pasir sungai. paving dengan komposisi ini memiliki kuat tekan 22,6 Mpa dan masuk pada mutu B berdasarkan standar SNI-03-0691-1996 yang dapat digunakan sebagai pelataran parkir.
PERKEMBANGAN SPASIAL PERMUKIMAN DI KAWASAN TUMBUH CEPAT STUDI KASUS DESA UMBULMARTANI, KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN Sih Handoko, Jarwa Prasetya
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The village Umbulmartani, Jalan Kaliurang KM 14, District Ngemplak, Sleman as one of the fast growing area in Sleman which are spatially growth. The higher the density of the building from time to time, there are demands that the dilai this area still leaves laha for catching rainwater for the preservation ligkungan. It also appears the phenomenon of a shift in activity or community activities in the area of agriculture to non-agricultural fields. This research receipts Rasioalistik Qualitative research approach, using theoretical basis Yag used to direct the study. Qualitative research methods were used in this study is a historical research methods. Yag theory presented Rapoport (1969) regarding the factors that determine the architectural embodiment of settlements into the main theory in this study. Purpose of this study was to determine and explain what kind of trend in the spatial development of settlements in the region is growing rapidly with case studies Umbulmartani Village, Jalan Kaliurang KM 14, District Ngemplak, Sleman.Desa Umbulmartani, Jalan kaliurang KM 14, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman sebagai salah satu kawasan tumbuh cepat di Kabupaten Sleman yang secara spasial mengalami pertumbuhan. Kepadatan bangunannya semakin tinggi dari waktu ke waktu, dilai pihak ada tuntutan agar kawasan ini masih menyisakan laha guna penangkapan air hujan demi kelestarian ligkungan. Selain itu juga muncul adanya fenomena pergeseran aktivitas atau kegiatan masyarakat pada kawasan ini dari bidang pertanian ke bidang non pertanian. Penelitian ini meggunakan pendekatan penelitian Rasioalistik Kualitatif, dengan menggunakan landasan teori yag digunakan untuk mengarahkan penelitian. Metode penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian historis. Teori yag disampaikan Rapoport(1969) mengenai faktor yang menentukan perwujudan arsitektur permukiman menjadi teori utama dalam penelitian ini.  Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan seperti apa kecederungan perkembangan spasial permukiman di kawasan tumbuh cepat dengan studi kasus Desa Umbulmartani, Jalan kaliurang KM 14, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.
INTRUSI AIR LAUT DI KABUPATEN PEMALANG Utomo, Karuniadi Satrijo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of water suply problem at costal areas of Pemalang Regency is saltwater intrusion. Aims of this study are to predict that saltwater intrusion and its map, also to prepare suitable efforts to reduce that problem. Result of this study shows that saltwater intrusion at unconfined aquifers on coastal areas of Comal and Ulujami Districts will reach 5.8 km length from their shorelines and at their confined aquifers will reach 4.0 km length from their shorelines in 2013. Whilst, saltwater intrusion at both confined and unconfined aquifers on coastal areas of Pemalang, Taman, and Petarukan Districts will only reach less than1 km length from their shorelines in 2013. For reducing that problem in the future, it is important to cultivate mangrove, to control sink discharge from the existing well pumps, and to build more collective deep wells.Satu di antara masalah penyediaan air baku di daerah pantai Kabupaten Pemalang adalah Intrusi  air laut. Tujuan studi ini adalah untuk memprediksi dan memetakan intrusi air laut di wilayah tersebut, serta menyiapkan upaya pengendaliannya. Hasil studi ini menunjukkan bahwa intrusi air laut pada aquifer bebas di Kecamatan Comal dan Ulujami akan mencapai 5,8 km dari garis pantai dan pada aquifer tertekan akan mencapai 4,0 km dari garis pantai di tahun 2013. Sementara itu, intrusi air laut pada aquifer bebas maupun tertekan di Kecamatan Pemalang, Taman, dan Petarukan masih akan mencapai kurangdari 1 km dari garis pantai di tahun 2013. Untuk mereduksi masalah itu di masa datang, penting dilakukan reboisasi mangrove, pengendalian debit pemompaan dari sumur-sumur yang ada, dan membangun sumur-sumur dalam kolektif.
ANALISIS UNJUK KERJA LAYANAN AIR BERSIH PDAM TIRTA MOEDAL DI PERUMNAS BANYUMANIK KOTA SEMARANG Suntari, .
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water distribution systemis made to fullfil the need of water in a city or community and the management of water service in Semarang City is carried out by Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal. The aim of this study is to evaluated the performance of water distribution ability in providing the minimum customers service covering at water flow. Based on the result of water meter record flow analysis, it was found that the reliability level is 63,64%, where the system was in failed condition for 4,63 months. The failure level varies ranging from 1,39% to 19,05% deficit. From this study, it can be concluded that the service of water distribution of PDAM in Banyumanik Area within te period of this study was still not satisfactory.Sistem jaringan air bersih dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bersih suatu kota atau komunitas dan untuk Kota Semarang, pengelolaan air bersih dilaksanakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui unjuk kerja layanan jaringan air bersih yang dikelola oleh PDAM Tirta Moedal dengan cara menganalisis unjuk kerja layanan jaringan terhadap kemampuan jaringan dalam memenuhi kebutuhan minimum pelanggan dari sisi debit air. Berdasarkan hasil analisis debit dari pencatatan meter air diketahui bahwa tingkat keandalan sekitar 63,64% dengan lamanya sistem berada dalam kondisi gagal sekitar 4,63 bulan dengan tingkat kegagalan yang bervariasi antara 1,39% sampai dengan 19,05% defisit. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut adalah pelayanan jaringan air bersih oleh PDAM di Perumnas Banyumanik Semarang sesuai dengan waktu penelitian belum memenuhi harapan.
EVALUASI SIMPANG UTAMA KORIDOR SELATAN KOTA SEMARANG STUDI KASUS SIMPANG BANYUMANIK Nugroho, Untoro
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The position of Semarang reviewed in national and regional scale is very strategic, the impacts of traffic growth are sustained locally and are quite large. That growth traffic flows should be assessed continuously so as to avoid negative impacts. The pattern of traffic flows in a road section can be seen from the intersection arrangement pattern that is on the segment. Parameters studied include: the number of vehicles out of each arm, current conditions and time of the signal. This analysis includes: the basic saturation flow, traffic flow, cycle time, green time, capacity, degree of saturation and traffic behavior. From the results of research on the signalized intersection at the intersection Banyumanik, obtained by the basic saturation flow on the northern approach of 5310 pcu/h, east of 3060 pcu/h, south of 4740 pcu/h. Saturation flow rate on the northern approach of 4117 pcu/h, east of 2100 pcu/h, south of 4064 pcu/h. Comparison of the current intersection of 0.857. green time of 161 seconds. Capacity on the northern approach of 2474 pcu/h, east of 681 pcu/h, south of 2442 pcu/h. Degree of Saturation on the northern approach of 0.7284 pcu/h, east .9261 pcu/h, south of 0.9261 pcu/h. The number of queues on the approach north of 58 pcu, pcu 32 east, south 96.3 pcu. Long queues at the northern approach of 180 meters, 178 meters east, south 294 yards. The number of stopped vehicles throughout intersections 0.80 stop/pcu.Tundaan crossing by an average of 40.76 sec/pcu. The amount of capacity and degree of saturation is almost past the recommended limit, so that wide approach needs to change.Posisi kota Semarang ditinjau dalam skala nasional maupun regional sangat strategis akan menimbulkan dampak pertumbuhan lalu lintas yang bersifat lokal maupun menerus yang cukup besar. Pertumbuhan lalu lintas yang cukup besar menghasilkan arus lalu lintas yang harus dikaji terus menerus sehingga tidak menimbulkan dampak negatif. Arus lalu lintas yang cukup besar tanpa disertai pengaturan pola lalu lintas yang sesuai akan menyebabkan tundaan yang cukup lama dan antrian yang cukup panjang. Pola arus lalu lintas suatu ruas jalan dapat kita lihat dari pola pengaturan simpang yang berada pada ruas tersebut. Parameter yang diteliti meliputi jumlah kendaraan yang keluar dari masing-masing lengan, kondisi saat ini dan waktu sinyalnya. Analisis ini meliputi : arus jenuh dasar, arus lalu lintas, waktu siklus, waktu hijau, kapasitas, derajat kejenuhan dan perilaku lalu lintas. Dari hasil penelitian pada simpang bersinyal di persimpangan banyumanik, diperoleh arus jenuh dasar pada pendekat utara sebesar 5310 smp/jam, timur 3060 smp/jam, selatan 4740 smp/jam. Nilai arus jenuh pada pendekat utara sebesar 4117 smp/jam, timur 2100 smp/jam, selatan 4064 smp/jam. Perbandingan arus simpang sebesar 0,857. waktu hijau sebesar 161 detik. Kapasitas pada pendekat utara sebesar 2474 smp/jam, timur 681 smp/jam, selatan 2442 smp/jam. Derajat Kejenuhan pada pendekat utara sebesar 0,7284 smp/jam, timur 0,9261 smp/jam, selatan 0,9261 smp/jam. Jumlah antrian pada pendekat utara sebesar 58 smp, timur 32 smp, selatan 96,3 smp. Panjang antrian pada pendekat utara sebesar 180 meter, timur 178 meter, selatan 294 meter. Jumlah kendaraan terhenti seluruh simpang 0,80 stop/smp.Tundaan persimpangan rata-rata sebesar 40,76 det/smp. Besarnya kapasitas dan derajat kejenuhan hampir melewati batas yang disarankan, sehingga perlu perubahan lebar pendekat. 
PENGARUH PASANGAN DINDING BATA PADA RESPON DINAMIK STRUKTUR GEDUNG AKIBAT BEBAN GEMPA Indarto, Himawan; Pardoyo, Bambang; Fahria R, Nur; Puji L, Ita
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

For analysis purpose, the model system of structure is created as open frame structure rather than massive structure. However, the brick wall will affect to the behavior of the dynamic response when the earthquake induces the structure. The results of structural analysis by time history method using El-Centro earthquake, it reveales a significant difference of base shear between two types of structural model: (i) brick wall structure and (ii) non-brick wall structure. The base shear exists on the brick wall structure 20 percent greater than non-brick wall structure. Therefore, a structure without brick wall will be more irressistant due to the earthquake. The structural analysis using static equivalent method as point out in Standard of Earthquake Resistant for Building and Non Building (SNI 03-1726-2012) revealed that earthquake distribution loads relatively equal for brick wall structure and non-brick wall structure. The difference of earthquake load approximately 10 percent among two type of structure. Thus, it could be concluded that static equivalent method is more reliable to estimate the earthquake load of the structure rather than other method.  This research suggests that in the structural design practicality, the effect of brick wall should be considered as a part of the structural analysis model.Untuk keperluan analisis, sistem struktur biasanya dimodelkan sebagai struktur rangka terbuka, dimana hanya elemen-elemen struktur yang terbuat dari material beton saja yang disusun didalam pemodelan struktur. Adanya pasangan dinding bata pada sistem struktur akan mempengaruhi perilaku dari respon dinamik struktur pada saat terjadi gempa. Dari hasil analisis struktur dengan Metode Riwayat Waktu (Time History Analysis) menggunakan gempa El-Centro, didapatkan perbedaan nilai base shear yang cukup signifikan  antara struktur dengan dinding bata yang dipasang monolit dengan struktur tanpa dinding bata. Base shear yang terjadi pada struktur dengan dinding bata lebih besar 20% dibandingkan dengan beban base shear yang terjadi pada struktur tanpa dinding bata. Jika hal ini tidak diperhatikan pada saat perencanaan struktur, maka struktur akan lebih mudah rusak jika terjadi gempa. Dari hasil analisis struktur dengan Metode Statik Ekivalen sesuai yang tercantum di dalam Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Gedung dan Non Gedung (SNI 03-1726-2012), didapatkan nilai distribusi beban gempa pada struktur gedung yang relative sama besar untuk bangunan dengan dinding bata dan tanpa dinding bata. Perbedaan besarnya distribusi gaya gempa untuk bangunan dengan dan tanpa dinding bata, kurang dari 10%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Metode Statik Ekivalen ini cukup aman digunakan untuk memperkirakan beban gempa yang bekerja pada struktur.
PENGARUH WARNA TERHADAP KAMAR TIDUR ANAK Setyohadi KP, RM. Bambang
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stock colors are very influential to the psychology of room occupants, because the bedroom is a very personal space. Each resident room has character, lifestyle, and needs vary. Color also depends on the age of room occupants. Color also has character and personality that makes it different from each other. Color can create a certain impression can even affect human feelings. Childhood is very long in the span of his life, because at that time someone has to know the objects and colors that have never known. During this period a person will also learn about life. Color is one of the media to develop the imagination, especially the children who are still in the development. The ideal childs bedroom is a room safe, healthy, and can stimulate creativity and develop a childs imagination. How to choose furniture and interior knacks appropriate, arrange furniture, and make use of lighting in accordance with the age of the child so the child comfortable in his room so as to create a childs room a charming, comfortable and able to meet some aspects such as function rooms, health, safety, psychological, and other aspects. For the bedroom children aged 6-12 years tend to use natural color and color of "heavy. " Colors are cheerful atmosphere and character produces fresh and creative imaginations to develop their full potential.Efek warna sangat berpengaruh bagi psikologi penghuni kamar, karena kamar tidur adalah ruang yang sangat pribadi. Setiap penghuni kamar memilki karakter, gaya hidup, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Warna pun tergantung pada usia penghuni kamar. Warna juga mempunyai karakter dan kepribadian yang menjadikannya berbeda satu sama yang lain. Warna dapat menimbulkan kesan tertentu bahkan dapat mempengaruhi perasaan manusia. Masa anak-anak sangat panjang dalam rentang kehidupannya, karena pada masa tersebut seseorang telah mengenal benda dan warna yang belum pernah diketahui. Pada masa tersebut seseorang juga akan belajar tentang kehidupan. Warna merupakan salah satu media untuk mengembangkan imajinasi khususnya anak-anak yang masih pada masa perkembangan. Kamar tidur anak yang ideal adalah kamar yang aman, sehat, serta dapat memacu kreatifitas dan mengembangkan imajinasi anak. Bagaimana memilih perabot dan pernik interior yang tepat, menata mebel, dan memanfaatkan pencahayaan yang sesuai dengan usia anak sehingga anak nyaman berada di kamarnya sehingga tercipta kamar anak yang memikat, nyaman serta dapat memenuhi beberapa segi seperti fungsi kamar, kesehatan, keamanan, psikologis, maupun segi-segi lain. Untuk kamar tidur anak usia 6-12 tahun cenderung menggunakan warna natural dan warna “berat”. Warna tersebut menghasilkan karakter suasana ceria dan segar serta dapat mengembangkan daya imajinasi mereka secara optimal.
PENGUJIAN SIFAT MEKANIK BAMBU (METODE PENGAWETAN DENGAN BORAKS) Handayani, Sri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bamboo is an alternate material for wood In the structure of building, because bamboo has more easy found and cheap, if it followed with the processing technology of bamboo as an effort to improve preservation and strong. Preservation method with boraks is the other way characteristic of bamboo developing to improve quality of bamboo. The research purpose is to know comparative result mechanics strength of bamboo (compressions, tensile, and flexure strengths), due to its preservation method with the boraks. Two species of bamboo are used in this research, they are Ori and Wulung. Analysis result shown there are different mechanics strength of bamboo between preserve and not preserve. Mechanics strength of bamboo preservation have more strength. Therefore, usage bamboo in building materials, first rate of the construction, will need maximally processing with preservation of boraks.Bambu sebagai bahan alternatif pengganti kayu dalam bahan bangunan gedung perlu dipertimbangkan, karena bambu mempunyai kelebihan mudah didapatkan dan murah, apabila disertai dengan teknologi pengolahan bambu akan mampu meningkatkan keawetan dan kekuatan bambu. Metode pengawetan dengan menggunakan boraks merupakan salah satu upaya perbaikan sifat-sifat bambu yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekuatan mekanik bambu (tekan, tarik dan lentur) akibat adanya metode pengawetan dengan menggunakan boraks. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu Ori dan Wulung, yang sering dipakai untuk keperluan bahan bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan kekuatan mekanik bambu dengan dan tanpa pengawet. Kekuatan mekanik bambu yang diawetkan dengan boraks mempunyai kekuatan lebih tinggi. Oleh karena itu, pengggunaan bambu untuk bahan bangunan terutama dalam penggunaan sebagai konstruksi perlu adanya penanganan bambu secara maksimal dengan pengawet boraks. 
KAJIAN MANAJEMEN OPTIMALISASI PENERANGAN JALAN UMUM KOTA SEMARANG Widodo, Aris
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research mainly aims at giving input to Semarang Local Goverment in the efficiency of electricity utilization to the street illumination and the management of income tax from the societies, so they can be utilized optimally, directedly, and in integrated way in order to the management of city infrastructures service. This research using the influence of traffic passenger car unit (pcu) for optimalizing in a low density of traffic condition. The data of the Average Daily Traffic (ADT) volume on Pahlawan street was gathered from 6.00 p.m-6.00 a.m in every 15 minutes. The data was analyzed using quartil technique with K1 (25%) and K2 (50 %), then the researcher designed a line chart table of a link between the ADT and the time of the electricity switching on. In the working days, it is obtained that (1) the efficient time of street illumination in K1 (25%) was between 10.30 p.m-3.45 a.m, (2) in K2 (50%) was between 9.45 p.m-4.30 a.m. Due to the security and the beauty of the town and also considering the density of the traffic, the optimalization and the dimming of the electricity are not needed in holidays. The optimalization using ballast dimming (40%) from 250 watt to 150 watt for all lamps, obtained a significant account 32,4 Lx for average illumination. It is still fulfill the minimal requirement of 7 Lx for the average illumination on the collector street type. The optimalization with dimming system obtained an efficiency in K1 (25%) was 23.16% and in K2 (50%) was 25,05%. The result of this research can be used as a consideration as well as an input to Semarang Local Goverment for optimalizing illumination street in Semarang.Kajian tentang Manajemen Optimalisasi Penerangan Jalan Umum Kota Semarang dengan Studi kasus di jalan Pahlawan Semarang bertujuan untuk memberi masukan kepada Pemerintah Kota Semarang dalam rangka efisiensi penggunaan daya listrik untuk penerangan jalan umum dan pengelolaan  pendapatan pajak dari masyarakat agar dapat digunakan secara terpadu, terarah dan optimal dalam rangka manajemen pelayanan sarana prasaran perkotaan. Kajian ini menggunakan pengaruh dari kepadatan lalu lintas jalan dalam satuan mobil penumpang (smp), guna optimalisasi penerangan jalan umum dalam kondisi kepadatan lalu lintas jalan yang rendah. Data Volume Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) Jalan pahlawan dilakukan dari jam 18.00 sore hari, hingga 06.00 WIB pagi  dengan pencatatan per 15 menit, kemudian dibuat tabel grafik garis hubungan antara LHR dengan waktu penyalaan lampu penerangan jalan umum Kota Semarang, pada hari kerja diperoleh : (1) waktu efisiensi penyalaan lampu pada K1 (25%) antara jam 22.30 sampai dengan 03.45 Wib, (2) waktu efisiensi penyalaan lampu pada K2 (50%) antara jam 21.45 sampai dengan 04.30 Wib. Sedangkan pada hari libur berdasarkan keamanan dan keindahan kota serta volume lalulintas kendaraan yang cukup padat maka tidak ada perlakuan optimalisasi peredupan. Optimalisasi dengan sistem peredupan ballast (40%) dari daya 250 watt menjadi 150 watt pada seluruh titik lampu penerangan, didapat perhitungan kuat penerangan rata-rata sebesar 32,4 Lx,  dan masih memenuhi syarat minimal kuat penerangan rata-rata untuk jenis jalan kolektor sebesar 7 Lx. Sistem optimalisasi dengan peredupan  diperoleh efisiensi pada K1 (25%) sebesar 23,16 % dan  K2 (50%) sebesar 25,05%. Hasil persentase optimalisasi penerangan jalan umum di Jalan Pahlawan dapat menjadikan pertimbangan dan masukan  bagi Pemerintah Kota Semarang guna melakukan optimalisasi penerangan jalan umum di Kota Semarang.
TINGKAT PENCAHAYAAN ALAMI PADA TATA LETAK INTERIOR AREA BACA PERPUSTAKAAN Studi Kasus : Ruang Layanan Referensi Perpustakaan DaerahProvinsi Jawa Tengah Malik, Sutrati Melissa; Setyowati, Erni; Setiabudi, Wahyu
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Space and light are elements that need to be considered in an interior design library. Space Reference Service Central Java Provincial Library during opening hours turn on the lights as an additional light to illuminate the room, this was done because of the condition of the room to maximize the natural light into the room was minimal. This minimal conditions also influenced the layout of the furniture arrangement bookshelf is in the range of openings so that the incoming light is reduced. The purpose of this study was to measure and analyze Level Natural Lighting Interior Layout In Area Read Space Reference Service. The discussion and analysis in this study is quantitative descriptive. Method of Measuring the level of natural lighting in the room is done on a point of reference services Main Measure that is based on the position where the lamp. (Code TU), namely at point Measure Side opening window light in space and outer space, on each plan space services. (Code TUD and TUL) and the Supplementary Measure point in the field of reading the reading table in each room service. (Code TUB). Measuring point is taken at a flat field which is located at the height of 0.75 m or 75 cm above the floor. This flat surface called the working field (Frick, 2008) The results of this study the intensity level of natural light in the space can be further enhanced by optimizing the openings on several sides of the building are not obstructed, Placement Area Read in the reference services optimized by the arrangement of the furniture layout in order to light who entered the area can read more leverage and a standardized 225 lux, furniture layout pattern of structuring a strong influence on a bright light into the space and visual comfort of the space. Results of measurement are mostly located below the minimum threshold standards library reading area that is 225 lux occurs because perletakkan furniture is placed on the side of the light source..Ruang dan cahaya adalah elemen yang perlu dipertimbangkan dalam sebuah rancangan interior Perpustakaan. Ruang Layanan Referensi Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah pada jam pelayanan menyalakan lampu sebagai cahaya tambahan untuk menerangi ruangan, hal ini dilakukan karena kondisi ruangan untuk memaksimalkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan sangat minim. Kondisi minim ini juga dipengaruhi pengaturan layout perabot rak buku yang berada di jangkauan bukaan sehingga cahaya yang masuk menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengukur dan menganalisa Tingkat Pencahayaan Alami Pada Tata Letak Interior Area Baca Ruang Layanan Referensi. Pembahasan dan analisa pada penelitian ini secara kuantitatif deskriptif. Metode Pengukuran tingkat pencahayaan alami pada ruang layanan referensi dilakukan pada Titik Ukur Utama yakni berdasarkan pada posisi letak lampu. (Kode TU), Titik Ukur Samping yakni pada bukaan cahaya jendela dalam ruang dan luar ruang, pada setiap denah ruang layanan. (Kode TUD dan TUL) dan Titik Ukur Tambahan yakni pada bidang baca yakni meja baca pada setiap ruang layanan. (Kode TUB). Titik ukur diambil pada suatu bidang datar yang letaknya pada tinggi 0,75 m atau 75 cm di atas lantai. Bidang datar ini disebut bidang kerja (Frick,2008).Hasil penelitian ini tingkat intensitas cahaya alami dalam ruang dapat lebih ditingkatkan lagi dengan mengoptimalkan bukaan di beberapa sisi bangunan yang tidak terhalang, Penempatan Area Baca di ruang layanan referensi dioptimalkan dengan penataan layout perabot agar cahaya yang masuk sampai ke area baca dapat lebih maksimal dan sesuai standar 225 lux, Pola penataan layout perabot berpengaruh terhadap kuat terang cahaya yang masuk ke dalam ruang dan kenyamanan visual pengguna ruang. Hasil pengukuran yang sebagian besar berada di bawah batas minimum standar area baca perpustakaan yakni 225 lux terjadi karena perletakkan perabot diletakkan berada di sisi sumber cahaya. 

Page 8 of 78 | Total Record : 774


Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue