cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT ROVING TERHADAP KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG Apriyatno, Henry
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v9i2.1616

Abstract

Concrete is enervating the strength of pull and it is brittle in nature (it is tragile) that in aconstruction design the capacity of longitudinal concrete tension area is not computered. Theenervating concrete can be fixed by adding some fibres with the purpose to erect the concreteframe uniformly. Roving fibers are used at the composition of 1.9; 3.8; 5.7; and 7. 6% of theconcrete volume. The concrete mechanical change is determined by a concrete cylinder andconcrete block measuring 15cm x 20cm x 120cm put to experiment with their respective 15experimental objects. Refracted capacity experiment is gained from a chaste refracted block. Theresearch result shows that the fibre accretion to concrete causes the pressure capacity of concretecylinder to decrease significantly, whereas the strong pull of concrete increases. The concreteductility significantly increases, whereas the modular concrete elasticity significantly decreases, thecapacity of refracted block at the fibre compositions of 1.9 and 3.8% with the spread of 0.25h and0.5h gains a very good result.Keywords: roving fibre concrete Beton memiliki kelemahan pada kuat tarik dan sifat getasnya rendah (mudah putus)sehingga dalam perencanaan kapasitas tampang beton daerah tarik tidak diperhitungkan.Kelemahan beton dapat diperbaiki dengan menambah serat yang memiliki tujuan menulangi betondengan serat secara uniform. Serat yang dipakai adalah serat roving pada komposisi 1,9; 3,8; 5,7;dan 7,6% dari volume beton. Perubahan mekanis beton diperoleh dari uji silinder beton dan balokbeton berukuran 15 cm x 20 cm x 120 cm masing-masing 15 benda uji. Pengujian kapasitas lenturdiperoleh dari balok lentur murni. Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan seratmenyebabkan kapasitas tekan silinder beton secara signifikan turun, sedangkan kuat tarik betonnaik. Sifat daktilitas beton meningkat secara signifikan sedangkan modulus elastisitas beton secarasignifikan turun, kapasitas lentur balok pada komposisi serat 1.9 % dan 3.8 % dengan penyebaran0.25 h dan 0.5 h diperoleh hasil yang paling baik.Kata Kunci: beton serat roving
BETON BERTULANGAN BAMBU WALESAN Purnomo, Mego
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i1.6996

Abstract

Bamboo has a tensile strength close to normal steel, it can be used as a substitute tensile steel reinforcement. Bamboo is used with a length of 3 m, base diameter 20 mm, 10 mm tip. Bamboo reinforcement beams in this study is 15 cm x 20 cm x 250 cm. This study uses the characteristic strength of concrete is fc' 22 MPa. The tensile strength of bamboo walesan 147.15 Mpa, E 4900 MPa and 3 Listed below dial gauge specimens was investigated. Loading for flexural testing used two concentrated loads. From the results of this research is that keruntuh flexure marked by vertical cracks in the tensile reinforcement. The collapse of the beam is marked with some bamboo has been broken and the beam is not able to withstand the load again. Ultimate load of 12.25 KN and KN 12.985. Comparison of the mean value between the ultimate load experiment with theoretical calculations of 105.33%. Reinforcement tensile strain to work effectively while loading an average of 30.43% of ultimate loadBambu mempunyai kuat tarik yang mendekati baja normal maka dapat digunakan sebagai tulangan tarik pengganti baja. Bambu yang digunakan adalah Bambu dengan panjang 3 m, diameter pangkal 20 mm, ujung 10 mm. Balok bertulangan bambu pada penelitian ini adalah 15 cm x 20 cm x 250 cm. Penelitian ini menggunakan kekuatan karakteristik beton adalah fc’ 22 Mpa. Kuat tarik bambu walesan 147,15 MPa dan E 4900 MPa Dipasang 3 dial gauge di bawah benda uji bagian tengah. Pembebanan untuk pengujian lentur digunakan dua beban terpusat. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa keruntuh lentur ditandai dengan retak-retak tegak lurus di daerah tulangan tarik. Keruntuhan balok ditandai dengan sebagian bambu telah putus dan balok tidak mampu menahan beban lagi. Beban ultimit sebesar 12,25 KN dan 12,985 KN. Perbandingan nilai rata-rata antara beban ultimit eksperimen dengan perhitungan teoritis sebesar 105,33%. Regangan tarik tulangan bekerja efektif saat pembebanan rata-rata 30,43% terhadap beban ultimit
Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Penambahan Serat Rooving Pada Beton Non Pasir Widodo, Aris; Basith, Muhammad Abdil
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i2.12138

Abstract

This study aims to determine the effect of adding roving fiber on non-sand concrete to compressive strength and tensile strength. The test specimens used in this study, for each type of variable are 3 cylinders of compression test. The ratio of the volume of mortar is 1: 5 (cement: gravel) while the roving fiber used is 3 cm in length. the addition of roving fibers of each mixture of 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10% were taken from the weight of the cement. From the results of the research it is found that the addition of roving fiber can increase the compressive strength of non-sand concrete. With the addition of compressive strength concrete roving with an aggregate ratio of 1: 5, it is optimal on the percentage of roving fiber addition of 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat roving pada beton non pasir terhadap kuat tekan dan kuat tarik belahnya. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi khalayak umum khususnya bagi industri bahan bangunan, dan dapat bermanfaat untuk peneliti-peneliti selanjutnya. Benda uji yang digunakan dlam penelitian ini, untuk masing-masing jenis variable berupa 3 silinder uji tekan. Perbandingan volume adukan adalah 1:5 (semen:kerikil) sedang serat roving yang digunakan panjangnya 3 cm. Penambahan serat roving  masing-masing adukan sebanyak 0% , 2.5% , 5% , 7.5% , 10 % diambil dari berat semen. Dari hasil penelitian didapat bahwa penambahan serat roving dapat meningkatkan kuat tekan beton non pasir. Dengan penambahan serat roving kuat tekan beton dengan perbandingan agregat 1:5 , optimal pada persentase penambahan serat roving sebesar 5% .
OPTIMALISASI PENATAAN FASILITAS PEJALAN KAKI DENGAN EFISIENSI PERGERAKAN BERDASARKAN PADA KARAKTERISTIK PEDESTRIAN (Studi Kasus di Simpang Empat Kartasura) Prasetyo, Harwidyo Eko
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v16i1.7227

Abstract

Problems related to the sidewalks and pedestrian facilities are provided in part used as a place of trade. The purpose of the study is to determine the characteristics of pedestrians, availability of facilities, the amount of pedestrian characteristics (flow (flow), velocity (speed), and density (density)), optimazion of facilities available to accommodate pedestrians and to determine how to resolve problems arise in pedestrian activity at the intersection of four Kartasura on Jl Ahmad Yani, Kartasura. Research object is taken along the pedestrian sidewalk and pedestrian crossing the road. Data taken consists of: pedestrian travel time, number of pedestrians, pedestrian number, the number of vehicles and pedestrians passing questionnaires at survey sites. The analytical methods used to determine the level of pedestrian facilities services with HCM method 2000 and for the results of the PV2 pedestrian facilities of the Department of Transport, UK. Based on the analysis and discussion in mind that pedestrian facilities are already available on Jl Ahmad Yani, Kartasura not function efficiently. The ability of the facility to accommodate pedestrian pedestrian expressed in the level of service is included based on the current and A pedestrian space and is based on the speed of pedestrians. Based on the results of the questionnaire showed that the optimal conditions are desired by the community and the use of pedestrian crosswalk with traffic lights / pelican crossing.Permasalahan terkait fasilitas pejalan kaki yaitu trotoar yang disediakan sebagian digunakan sebagai tempat berdagang. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik pejalan kaki, ketersediaan fasilitas, besarnya karakteristik pejalan kaki (arus (flow), kecepatan (speed), dan kepadatan (density)), optimalisasi fasilitas yang tersedia untuk mengakomodasi pejalan kaki dan untuk mengetahui cara mengatasi permasalahan yang timbul pada aktifitas pejalan kaki di simpang empat Kartasura pada Jl Ahmad Yani , Kartasura.   Obyek penelitian yang diambil adalah pejalan kaki yang menyusuri trotoar dan pejalan kaki yang menyeberang jalan. Data yang diambil terdiri dari: waktu tempuh pejalan kaki, jumlah pejalan kaki, jumlah penyeberang jalan, jumlah kendaraan dan kuisioner pejalan kaki yang melintas pada lokasi survai. Metode analisa yang digunakan untuk mengetahui tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki dengan metode HCM 2000 dan untuk hasil fasilitas penyeberang jalan dengan PV2 dari Department of Transport, Inggris.  Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan diketahui bahwa fasilitas pejalan kaki yang telah tersedia di Jl Ahmad Yani , Kartasura belum berfungsi secara efisien. Kemampuan fasilitas pejalan kaki untuk mengakomodasi pejalan kaki yang dinyatakan dalam tingkat pelayanan adalah termasuk A didasarkan pada arus dan ruang pejalan kaki serta didasarkan pada kecepatan pejalan kaki.  Berdasarkan hasil kuisioner didapatkan bahwa kondisi optimal yang diinginkan masyarakat dan pejalan kaki dengan menggunakan zebra cross dengan lampu lalu lintas/pelican crossing.
PENERAPAN KONSEP HIJAB PADA RUMAH TINGGAL PERKOTAAN Azizah, Ronim
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i2.6881

Abstract

This research identified the housing design which implement the hijab concept with limited square land. According to this limitation, the housing design will be minimalist. In general, a house consist of rooms for settlement function such as living room, bedroom, bathroom and kitchen. This general room arrangement leads to an unclear division of public and private zone. Therefore, architecture functions as a tool to accommodate human activity and hijab in housing design to implement Islam ideology that manage human live-hood.  Through this fusion of architecture and hijab arrangement, the Islamic housing design can be created. this research is using descriptive method which identified the extend of hijab concept implementation in urban housing design with limited square lot. Data analysis use several parameters (1) Physical hijab such as room arrangement, wall, door and window and (2) non physical hijab such as the user's activity or behavior. the result shows that hijab concept in urban housing design consist of (1) physical hijab such as room arrangement that divide public and private zone and (2) non physical hijab such as behavior or etiquette of visiting which implementing Islamic culture.Penelitian ini menjelaskan tentang desain rumah tinggal yang menerapkan konsep hijab  meskipun dengan luas lahan yang terbatas. Dengan keterbatasan luas lahan tersebut maka rancangan rumah tinggal berupa rumah  minimalis. Secara umum rumah tinggal terdiri atas ruang-ruang standar untuk berhuni yaitu ruang tamu, ruang tidur, km/wc dan dapur. Dengan tata ruang yang standar tersebut maka terjadi pemisahan yang tidak jelas antara zona publik dan zona privat. Oleh karena itu maka arsitektur berfungsi untuk mewadahi aktivitas dan hijab sebagai ajaran yang mengatur tata kelakukan menurut ajaran islam. Dengan adanya perpaduan tatanan arsitektur dan tatanan hijab maka model rumah tinggal islami dapat diwujudkan. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif  yaitu mengkaji sejauhmana penerapan konsep hijab pada rumah tinggal di perkotaan dengan luas lahan yang terbatas.  Analisis data menggunakan parameter: (1) hijab fisik berupa tata ruang, dinding, pintu, dan jendela  dan (2) hijab non fisik berupa perilaku atau aktifitas pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep hijab pada rumah tinggal di perkotaan terdiri atas: (1) hijab fisik berupa tata ruang yang memisahkan zona publik dan privat dan (2) hijab non fisik berupa perilaku atau adab bertamu yang menerapkan budaya islam. 
LATAR BELAKANG PERILAKU BERSEPEDA DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Narendra, Alfa
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i2.7095

Abstract

In late 2009, Conservation Development Team held a working meeting that one of them is related to the concept of campus bike. The result is a program of prioritizing bicycles and pedestrians, as part of Green Transport System Internal Framework. On March 20, 2010 Date of declared conservation campus. In the same year, in 1000 the bike Unnes get grants from the Corporate Social Responsibility 3rd party. From the cordon line survey closed, recorded at least 3,000 motorcycles were on campus at the time sama.Berdasarkan Sekaran other surveys, boundary surveys tiered, has been growing interest in citizen UNNES for cycling and berjalankaki on campus have now UNNES, and on the other , UNNES managers are trying hard to meet the demand ini.Tulisan is trying to focus on the facts obtained from the results of the 2010-2012 survey, and make recommendations based on those facts. Di akhir tahun 2009, Tim Pengembang Konservasi mengadakan rapat kerja yang salah satunya berkenaan dengan konsep sepeda kampus. Hasilnya adalah program pengutamaan sepeda dan pejalan kaki, sebagai bagian dari Kerangkakerja Sistem Transportasi Hijau Internal. Pada Tanggal 20 Maret 2010 di deklarasikan kampus konservasi. Pada tahun yang sama, Unnes mendapatkan hibah 1000 sepeda dari program Corporate Social Responsibility pihak ke 3. Dari survei cordon line tertutup, dicatat setidaknya ada 3000 sepeda motor berada di dalam kampus Sekaran pada saat yang sama.Berdasarkan survei yang lain, survei berjenjang berbatas, sudah tumbuh minat warga unnes untuk bersepeda dan berjalankaki di lingkungan kampus sekaran unnes, dan di sisi lain, pengelola unnes sedang berusaha keras untuk memenuhi permintaan ini.Tulisan ini berusaha fokus pada fakta-fakta yang didapat dari hasil survei dari 2010-2012, dan memberi rekomendasi berdasar fakta-fakta tersebut
Drainage Network System of Sekaran Village, Gunungpati District, Semarang City Utomo, Karuniadi Satrijo; Sutopo, Yeri; Adi, Muhammad Hamas
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v21i1.18301

Abstract

Abstract. Drainage functions to drain, deplete, remove or transport water. Generally, drainage is defined as a series of water facility used to reduce and/or remove excess water from an area or land, so that the land can be functioned optimally. Drainage is also realized as an effort to control the quality of groundwater in relation to salinity. The case study was carried on in Sekaran Village, Gunungpati District, Semarang City. The area size of Sekaran Village is 6,21 km². According to the writing method, the author used tools and materials required in this research. The tools used were a roll meter and Arcmap software as a medium for data-processing, and the materials taken was data regarding information about the condition of Sekaran Village in the extent of topographic maps, rainfall data. The method of data calculation used manual calculations in accordance with the rational method to figure out the rain discharge, and the manning formula for channel flowrate. The numbers of design rainfall for 5 years and 10 years was 169,365 mm and 171,502 mm; while the design discharge with return period of 5 and 10 years, for example, in channel 1 was branch 1 was of 0,6772 m³/s and the main channel was 5,7910 m³/s; The economic channel dimensions for the main channels 1 and 4 were the base width B = 1,596 m ≈ 1.6 m and the water height h = 0,796 m ≈ 8 0,8 m, the cross section was square.
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN, VOLUME DAN KEPADATAN LALU LINTAS RUAS JALAN SILIWANGI SEMARANG Nugroho Julianto, Eko
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i2.1348

Abstract

Abstract: The volume of traffic traveling on roads Siliwangi have increased from year to year. Thisis  due  to  the  development  of  this  area. To overcome  the problem  of  traffic  congestion on  these roads  is  required  prior  knowledge  about  traffic  characteristics  and  model  of  the  relationship between these characteristics. This study aims to analyze the model of the relationship between the characteristic volume (V), speed (S) and density (D)  traffic, in accordance with existing conditions. Survey data  includes  traffic volumes and speeds with  the manual count method, being analytical models  include  models  Greenshield,  Greenberg,  and  Underwood.  The  results  showed  that  the relationship model that is suitable for VSD Siliwangi road is to follow the model of Underwood with r = 0859, with the model of Us = 68.20 x exp(-D/-15.05). Keywords: relationship model, Greenshield, Greenberg, Underwood   Abstrak: Volume perjalanan lalu lintas pada ruas jalan Siliwangi mengalami peningkatan dari tahun ke  tahun.  Hal  ini  disebabkan  perkembangan  daerah  ini.  Untuk  mengatasi  masalah  kemacetan lalulintas  pada  ruas  jalan  ini  terlebih  dahulu  diperlukan  pengetahuan mengenai  karakteristik  lalu lintas  dan model  hubungan  antar  karakteristik  tersebut. Kajian  ini  bertujuan menganalisis model hubungan  antar  karakteristik  volume  (V),  kecepatan  (S)  dan  kepadatan  (D)  lalu  lintas,  sesuai dengan kondisi yang ada. Survai data meliputi volume dan kecepatan  lalu  lintas dengan metode manual  count,  sedang  analisis model meliputi model  Greenshield,  Greenberg,  dan  Underwood. Hasil analisis menunjukkan bahwa model hubungan V-S-D yang sesuai untuk ruas  jalan Siliwangi adalah mengikuti model Greenberg dengan nilai  r = 0.773, dengan model Us = 68.20 x exp(-D/-15.05). Kata kunci: model hubungan, greenshield, greenberg, underwood
METODE PEREKATAN DENGAN LEM PADA SAMBUNGAN PELEBARAN KAYU Handayani, Sri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i1.6962

Abstract

Widening system of timber connecting can be made in various methods. Nowadays, the gluing method is more useful. Connection by the gluing method is more quick and easy to do, it takes time shorter. This study aims to determine the strength of the glue (Cyanocrylate and epoxy) on the connection method in terms of shear strength. Results of analysis showed that the epoxy glue to hold the sliding force of 173.090 kg/cm2 and hold Cyanocrylate glue shear force of 169.902 kg/cm2. Based on the test of the mean difference analysis of the results obtained by a sliding strength has no significant difference between Cyanocrylate glue and epoxy glue. In other hand, based on the length of workmanship, the use of glue cyanocrylate more effective than the use of epoxy glue. Therefore Cyanocrylate glue can be used as a substitute for epoxy glue to consider the efficiency of time, but need precision in the process because of the nature of easy Cyanocrylate glue dry and brittle.Penyambungan kayu ke arah melebar dapat dilakukan dengan berbagai metode. Metode yang pada saat ini banyak dipakai adalah metode perekatan dengan lem. Metode penyambungan dengan lem relatif lebih cepat dan mudah dikerjakan sehingga waktu yang diperlukan lebih singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan lem (Cyanocrylate dan Epoksi) pada metode sambungan ditinjau dari kuat geser. Hasil analisis menunjukkan bahwa lem Epoksi kuat menahan gaya geser sebesar 173,090 Kg/cm2  dan lem Cyanocrylate kuat menahan gaya geser sebesar 169,902 Kg/cm2.  Berdasarkan uji analisis perbedaan mean dari kuat gesernya diperoleh hasil tidak ada perbedaan yang signifikan antara lem Cyanocrylate dan lem Epoksi. Sementara itu berdasarkan lamanya pengerjaan,  penggunaan lem cyanocrylate lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan lem epoksi. Oleh karena itu Lem Cyanocrylate dapat dipakai sebagai pengganti lem Epoksi dengan mempertimbangkan efisiensi waktu, akan tetapi perlu kecer
Kajian Penambahan Ruang Terbuka Hijau di Kota Semarang Sudarwani, Margareta Maria; Ekaputra, Yohanes Dicky
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i1.10493

Abstract

The development of Semarang City has unknowingly impacted the changes of land use and exploitation of natural resources. This study aims to examine how much achievement of objectives and benefits obtained in increasing the extent of Green Open Space in Semarang City, and how the architect implementing components to support the creation of Green City. The result of this research shows that the quantity and quality, distribution and amount of Green Open Space in Semarang City still need to be improved; Efforts to utilize vacant land, critical land, river borders and land dismantling of public buildings is one of the efforts to increase the extent of green open space in urban areas; Providing green open space with Green City concept that apply Green Attribute in its design is strategy to provide Public Open Space which refers to the concept of Sustainable Development. Perkembangan Pembangunan Kota Semarang tanpa disadari, telah membawa dampak terhadap perubahan penggunaan fungsi lahan dan eksploitasi terhadap sumber daya alam. Kajian ini bertujuan untuk meneliti seberapa besar capaian sasaran dan manfaat yang diperoleh dalam menambah besaran luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Semarang, serta bagaimana peran seorang Arsitek dalam mengimplementasikan komponen guna mendukung terciptanya Kota Hijau. Hasil penelitian didapatkan bahwa secara kuantitas dan kualitas, sebaran dan besaran Ruang Terbuka Hijau di wilayah Kota Semarang masih perlu ditingkatkan lagi; Upaya untuk memanfaatkan lahan kosong, lahan kritis, sempadan sungai dan lahan bekas bongkaran bangunan publik merupakan salah satu upaya untuk menambah luasan RTH di Kawasan Perkotaan; Penyediaan RTH dengan konsep Kota Hijau yang mengaplikasikan Atribut Hijau di dalam desainnya merupakan salah satu strategi untuk menyediakan Ruang Terbuka Publik yang mengacu pada konsep Pembangunan Berkelanjutan.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue