Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles
742 Documents
Strategi Siswa dalam Mengerjakan Soal Kontekstual dengan Pendekatan Matematika Realistik Topik Persamaan Linear Satu Variabel
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v7i1.5015
Pendidikan Matematika Realistik merupakan pendekatan dalam pembelajaran matematika yang sesuai dengan paradigma pendidikan sekarang. Pendidikan Matematika Realistik menginginkan adanya perubahan dalam paradigma pembelajaran, yaitu dari paradigma mengajar menjadi paradigma belajar. Pada Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) mengutamakan pengenalan konsep melalui masalah kontekstual, hal-hal yang konkrit atau dari lingkungan sekitar dengan proses matematisasi oleh siswa dengan mengkonstruksikan idenya sendiri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran matematika realistik pada pokok bahasan persamaan linier satu variable. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, bahwa pemahaman konsep matematika siswa dengan pendekatan matematika realistik dapat di lihat bahwa secara keseluruhan kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan rancangan pembelajaran, siswa dapat mengkonstruksi sendiri konsep persamaan linear satu variable dan beberapa kelompok dapat menyelesaikan masalah konstektual sebalum diajarkan cara mengerjakan terlebih dahulu. Saran, sebagai tenaga pengajar hendaknya menciptakan suatu inovasi yang dapat mengembangkan bakat, menumbuhkan minat dan meningkatkan kebiasaan belajar siswa, sehingga konsep belajar matematika yang diperolehnya diharapkan lebih baik.Realistic Mathematics Education is an approach to learning mathematics in accordance with the current educational paradigm. Realistic Mathematics Education wants to change the paradigm of learning, from the paradigm of teaching to be learning. Realistic Mathematics Education (RME) prioritizing the introduction of concepts through contextual issues, things that are concrete or of the surrounding environment with a mathematical process by students with constructing his own. The purpose of this study was to describe how the process of implementation of realistic mathematics learning on the subject of one variable linear equations. This type of research is a qualitative descriptive. Based on the results of data analysis, that the understanding of math concepts students to approach realistic mathematics can be seen that the overall learning activities are in accordance with the lesson plan, students can construct their own concept of linear equations in one variable, and some groups can solve the contextual problem before teacher teach how to solve it first , Suggestions, as teachers should create an innovation that can make growing talent, cultivate interest and enhance the students' learning habits, so the concept is expected to study mathematics gained more better.
Menjadi Guru Matematika Kreatif dan Berwawasan Pendidikan Karakter
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v2i1.1242
Pembelajaran matematika kontemporer sangat membutuhkan guru yang kreatif. Gurumatematika tidak cukup hanya menguasai bahan pembelajaran, melainkan harus cerdasdalam mengelola pembelajaran dengan memilih metode untuk mengembangkan kreativitaspeserta didik yang diwujudkan dalam pembuatan perangkat pembelajaran yang berkualitas.Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dikembangkan guru matematikaseyogyanya memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dalampemecahan masalah. Salah satu alternatif metode pembelajaran yang memfasilitasipengembangan kemampuan berpikir kreatif adalah Creative Problem Solving (CPS).Muatan pendidikan karakter perlu ditambahkan sebagai dampak pengiring pembelajaranagar nilai-nilai positif menjadi penyeimbang aspek kognitif yang selama ini dikedepankandalam dunia pendidikan. Kata kunci: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Creative Problem Solving, PendidikanKarakter.
Inovasi Geometri sebagai Media Pembelajaran Matematika Kreatif
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1)
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v9i1.14047
Tujuan inovasi geometri sebagai media pembelajaran matematika kreatif adalah menyediakan contoh kreativitas dalam pembelajaran geometri sehingga geometri yang dikenal dalam pelajaran tidak hanya bentuk baku geometri klasik seperti segitiga, lingkaran, polygon beraturan. Siswa diperkenalkan cara menginovasi bentuk geometri tersebut menjadi bentuk-bentuk kreatif. Metode yang digunakan adalah inovasi permukaan aljabar dan inovasi polygon beraturan menjadi polihedra. Untuk metode pertama yaitu inovasi permukaan dengan menggunakan persamaan aljabar (misal bola dan silinder) dengan bantuan program Surfer. Sedangkan metode kedua adalah melakukan inovasi dengan materi lokal dilakukan dengan penyusunan bidang datar dalam bentuk ruang 3 dimensi melalui bentuk geometri yang sudah dikenal yaitu segi empat dan segilima menjadi polihedra. Adapun hasil penelitian dibedakan menjadi 2 hal dimana kedua hal tersebut selalu memanfaatkan kekayaan lokal Indonesia. Untuk hasil inovasi permukaan aljabar, hasil penelitian berupa motif-motif untuk batik. Sedangkan untuk inovasi polygon beraturan diperoleh Leonardo Dome,Leonardo Bridge dengan media kayu dan bambu, dan beberapa kreativitas disain penutup lampu dengan  kertas. Kegiatan pembuatan inovasi geometri tersebut telah dilakukan oleh mahasiswa pendidikan matematika FKIP dan matematika FSM UKSW dalam kuliah geometri untuk membuat prototip. Untuk selanjutnya, pendekatan yang sama dan produk yang dihasilkan diujicobakan pada siswa sekolah SMP dari Tangerang dan siswa menunjukkan ketertarikan yang lebih besar dibandingkan hanya mempelajari geometri di dalam kelas karena siswa mengalami interaksi yang lebih banyak.The objective of this inovation as educative material for geometry is to provide samples of creativities in mathematical for learning geomety such that geometry should not be thaught in classical sense such as learning only rules in triangles, circles and regular polygons. Students are introduced for innovating the existing geometry into several creative materials. There are 2 methods implemented here,i.e. innovating algebraic surfaces which are mainly cylinders and spheres and innovating regular polygons into several polyhedra. The first part is done by creating surfaces using software called Surfer. The second method is done with the help of a home industry to create parts of the materials. The results of this research are shown by several creative products for learning geometry. The innovation of algebraic surfaces is implemented into batik’s motifs where students are taking part to create the motifs using Surfers. The second method has provide several media such as Leonardo Dome and Leonardo Bridge where physical law can also be integrated for learning application of learning geometry. Additionally, lamp’s decoration is also produced due to innovation of regular polygons into polyhedral. The activities are done by undergraduate students from FKIP math education and FSM from mathematics department of UKSW for creating the prototypes. After words, 24 students from middle school in Tangerang and Students have shown greater interest to learn geometry rather than the classical sense (only in class) since doing the approaches above, students have active interaction with materials.Â
Profil Antisipasi Siswa SMA Dalam Memecahkan Masalah Integral
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v6i1.4472
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sulitnya siswa dalam menyelesaikan masalah integral khusunya luas daerah. Banyak siswa hanya menyelesaikan masalah integral hanya berdasarkan rumus yang sudah disediakan. Siswa jarang mengaitkan konsep-konsep yang saling terkait, dalam hal ini konsep integral subpokokbahasan luas daerah.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Profil antisipasi siswa SMA dalam memecahkan masalah integral. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk membantu siswa mengaitkan konsep-konsep yang belum terkait. Penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Tes berupa tes kemampuan matematika yang diberikan kepada siswa, sehingga diperoleh siswa berkemampuan tinggi dan wawancara diberikan kepada siswa yang bersangkutan untuk menggali dan melihat jaringan konsep yang dimiliki siswa dalam menyelesaikan masalah integral. Subjek dalam penelitian ini termasuk dalam antisipasi terinternasilsasi dikarenakan siswa secara spontan menerapkan rumus integral tanpa menganalisis soal yang diberikan.This research is motivated by the difficulty of students in solving integral problems especially the area. Many students just completed the integral problems just based on a formula that has been provided. Students rarely associate the concepts are interrelated, in this case the integral concept of the area. The purpose of this study was to describe the profile anticipation of high school students in problem solving integrals. The results could be used by teachers to help students link the concepts are not related. This study uses tests and interviews. The tests such as math skills test given to students, in order to obtain a high ability students and interviews given to the student to explore and see the network concept of the students in problem solving integrals. Subjects in this study are included in anticipation terinternasilsasi because students spontaneously apply the integral formula without analyzing the questions that were given
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa melalui Belajar Aktif (Active Learning) dengan Pengembangan Algoritma dan Membahasakan Ide-Ide dari Konsep-Konsep dan Prinsip-Prinsip pada Mata Kuliah Kalkulus 1
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v2i2.2623
Mathematical concepts are hierarchically structured, which means that in studying mathematics, the prerequisites concepts must be completely understood in order to understand the further concepts. This research is a classroom action research by applying active learning methods to express the ideas of the concepts and principles in calculus. This research aims to find a learning form that can give student a chance to express the ideas of the concepts and principles in calculus. This research also aims to know the learning outcomes from applying this methods. The research was conducted in three cycles. Each cycle consists of planning, execution, observation, and reflection. Each cycle begins with the pre test and ends with a post test. Pre tests are used to determine the preparation of students in the lecture, while the post test to determine student learning outcomes. Keywords: penelitian tindakan kelas, siklus, pre tes, pos tes, belajar aktif.
Sinergi Metode Student Team Achievement Division (STAD) dan Tutorial pada Mata Kuliah Kalkulus I
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v10i1.18214
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil dari penggunaan metode Student Team Achievement Division (STAD) dan tutorial berdasarkan hasil belajar serta tingkat kepuasan mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus 1. Pengambilan data diperoleh dengan metode tes melalui ujian kompetensi (UK), UTS, dan UAS. Hasil belajar tersebut dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis dan post hoc test untuk mengetahui perbedaan rata-rata yang signifikan diantara sampel yang diambil. Sementara tingkat kepuasan dianalisis menggunakan text mining dari kuesioner yang diberikan berdasarkan barplot dan wordcloud yang diasosiasikan dengan kata yang dominan muncul serta evaluasi keseluruhan dari tingkat kepuasan dan saran yang diberikan. Berdasarkan hasil belajar, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Sementara dari tingkat kepuasan masuk dalam kategori puas hingga sangat puas. Lebih jauh metode ini dapat digunakan sebagai alternatif metode pembelajaran untuk matakuliah lain yang khususnya berkaitan dengan konseptual.The purpose of this study is finding out how the processes and results of using the Student Team Achievement Division (STAD) and tutorial methods based on the learning outcomes and the student’s satisfaction level at Calculus 1 class. Data are provided through the competency tests (UK), mid term exam (UTS), and final exam (UAS). The learning outcomes is analyzed using the Kruskall Wallis test and the post hoc test to find out the significant differences in the samples average. The satisfaction level is analyzed by a text mining technique: barplot and wordcloud associated to other dominant words as well as the overall evaluation of the students’s satisfaction level and their suggestion. The learning outcomes analysis shows that the average exam scores of the experimental class is higher than the control class. Mean while the students’ satisfaction level is categorized as satisfied at both of the STAD and tutorial methods. Furthermore this method can be used as an alternative learning method in other subjects which are considered as conceptually heavy.
Peningkatan Literasi Matematika Mahasiswa Melalui Pembelajaran Inovatif Realistik E-Learning Edmodo Bermuatan Karakter Cerdas Kreatif Mandiri
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v6i1.4978
Kemampuan literasi matematika siswa-siswa Indonesia dari hasil penilaian secara internasionaal oleh negara-negara maju OECD peringkat PISA Matematika siswa Indonesia masih belum baik dibandingkan dengan negara-negara lain. Permasalahan penelitian ini adalah;(1) Bagaimana mengembangkan perangkat pembelajaran Inovatif Realistik E-Learning Edmodo bermuatan karakter Cerdas Kreatif Mandiri dengan penilaian berorientasi PISA yang dapat dilaksanakan pada perkuliahan Telaah Kurikulum Matematika I bagi mahasiswa calon guru SMP yang valid?; (2) Bagaimana mengembangkan perangkat pembelajaran Inovatif Realistik E-Learning Edmodo bermuatan karakter Cerdas Kreatif Mandiri dengan penilaian berorientasi PISA yang dapat dilaksanakan pada perkuliahan Telaah Kurikulum Matematika I bagi mahasiswa calon guru SMP yang praktis?; (3) Apakah dengan mengimplementasikan perangkat pembelajaran inovatif Realistik E-Leraning Edmodo bermuatan karakter Cerdas Kreatif Mandiri dengan penilaian berorientasi PISA efektif dapat meningkatkan literasi matematika mahasiswa calon guru SMP pada mata kuliah Telaah Kurikulum Matematika I?; (4) Apakah kualitas pembelajaran inovatif Realistik E-Leraning Edmodo bermuatan karakter Cerdas Kreatif Mandiri dengan penilaian berorientasi PISA pada mata kuliah Telaah Kurikulum Matematika I memenuhi kategori minimal baik?; (5)Apakah pembelajaran inovatif Realistik E-Leraning Edmodo bermuatan karakter Cerdas Kreatif Mandiri dengan penilaian berorientasi PISA pada perkuliahan Telaah Kurikulum Matematika I dapat meningkatkan karakter mahasiswa yang lebih baik? Metode penelitian RD. Pengembangan yang dilakukan adalah pengembangan terhadap perangkat pembelajaran Pembelajaran Inovatif Realistik E-Learning Edmodo Bermuatan Karakter Cerdas Kreatif Mandiri. Perangkat yang dikembangkan meliputi Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Mahasiswa (LKM), dan Tes Literasi Matematika (TLM). Instrumen penelitian berupa lembar validasi perangkat pembelajaran yang meliputi: silabus, rencana pembelajaran, lembar validasi LKM, lembar validasi instrumen TLM, lembar observasi pengelolaan guru, lembar sikap siswa dalam pembelajaran, angket respon siswa, dan angket respon guru. Model pengembangan perangkat pembelajaran mengacu model 4-D Thiagarajan yang dimodifikasi. Rancangan uji coba perangkat pembelajaran dengan quasi-experimental design dengan pretest-posttes control group design. Populasi penelitian ini mahasiswa MK Telaah Kurikulum Matematika I. Variabel-variabel pada penelitian ini yaitu; Variabel LM, Variabel kemampuan dosen mengelola pembelajaran, Variabel respon mahasiswa dan respon Dosen, Variabel kualitas pembelajaran dan karakter Cerdas Kreatif Mandiri . Analisis data untuk validitas dan kepraktisan perangkat dianalisis dengan statistik deskriftif. Analisis data keefektifan dengan uji proporsi ketuntasan LM dan uji perbedaan rata-rata dua mean. Analisis data peningkatan LM dan karakter dengan .uji Gain ternormalisasi.Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid, praktis dan efektif dan dapat meningkatkan LM mahasiswa. Kualitas pembelajaran memenuhi kategori baik dan karakter mahasiswa meningkat.
PENALARAN PROPORSIONAL SISWA SMP KELAS IX DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GENDER
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v8i2.9537
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran proporsional siswa smp laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah matematika. Subjek penelitian terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan kelas IX SMPN 2 Bangsal Mojokerto. Penelitian ini dimulai dengan memberikan Tes Kemampuan Matematika (TKM) untuk mendapatkan dua subjek dengan kemampuan matematika yang setara. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian Tugas Penalaran Proporsional (TPP) dan wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa laki-laki dan perempuan menunjukkan aktivitas penalaran proporsional pada komponen 1) memahami kovariasi, 2) mengenali situasi proporsional dan non-proporsional, 3) mengaplikasikan strategi multiplikatif dan 4) memahami syarat penggunaan rasio, pada saat menyelesaikan masalah jenis “missing value”. Kemudian untuk jenis masalah “numerical comparison” diperoleh hasil bahwa hanya siswa laki-laki yang menunjukkan aktivitas penalaran proporsional sedangkan siswa perempuan mengenali bahwa jenis masalah tersebut merupakan situasi non-proporsional.This research is a qualitative research which aimed to describe the proportional reasoning of male and female students on solving mathematical problems. The subject of this research are two students, they are male and female students at IX grade of SMPN 2 Bangsal Mojokerto. This study begins by giving the Mathematical Ability Test (TKM) to get two subjects with similar mathematical abilities and then it continued with Proportional Reasoning Task (TPP) and interviews. The checking of the data validity using triangulation of time. The results of this study showed that in the reasoning of proportional component, there is activity of the male and female students in 1) understand covariation, 2) recognize proportional and non-proportional situations, 3) apply multiplicative strategies and 4) understand terms of use of ratios, when resolving type problems "missing value". For the type of "numerical comparison" problem, only male student showed proportional reasoning activities whereas female students recognize that the type of problem as a non-proportional situation.
Meningkatkan Komunikasi Matematis Peserta Didik Melalui “Disco LeMPer” berbantuan Software GeoGebra
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v6i1.4471
Peserta didik belum menguasai kemampuan komunikasi matematika, baik kemampuan matematika lisan maupun kemampuan matematika secara tertulis. Peserta didik sulit membedakan penggunaan simbol dan lambang matematika, mengubah masalah nyata ke dalam bahasa matematika, serta mentransfer bentuk matematika ke dalam masalah nyata, peserta didik jarang mengajukan pertanyaan ataupun memberikan pendapatnya dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi matematis melalui “Disco LeMPer” berbantuan Software GeoGebra. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas dengan Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari silkus 1 dan siklus 2. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas XI MIA3 SMA Negeri 1 Dempet. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi dan tes tertulis. Hasil penelitian diperoleh bahwa terjadi peningkatan komunikasi matematis lisan sebesar 45% pada siklus 1 dan 22% pada siklus 2. Sedangkan untuk komunikasi tertulis terjadi peningkatan sebesar 30% untuk siklus 1 dan 42% untuk siklus 2. Dengan demikian pembelajaran Disco LeMPer berbantuan software GeoGebra dapat meningkatkan komunikasi matematis peserta didik SMA untuk materi irisan kerucut. Learners have not mastered the mathematical communication skills, both verbal and math skills math skills in writing. Learners are difficult to distinguish the use of symbols and mathematical symbol, changing the real problems into mathematical language, as well as the transfer form to the real problems of mathematics, students rarely ask questions or give opinions in the process of learning mathematics. This study aims to improve mathematical communication through "Disco Lemper" aided software GeoGebra.This research is a classroom action research with the type of research is a class action consisting of cycle 1 and cycle 2. Class Action Research was conducted in class XI MIA3 SMA Negeri 1 Dempet. Data collection tools used were observation sheet and a written tes. The results showed that an increase in oral mathematical communication by 45 % in cycle 1 and 22 % in cycle 2. As for written communication an increase of 30 % for the first cycle and 42 % for cycle 2. Thus Disco Lemper aided learning software GeoGebra can improve communication mathematical high school students to the material conic sections.
Keefektifan Model Guided Inquiry dengan Pendekatan Keterampilan Metakognitif terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v5i1.3273
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan keterampilan metakognitif dapat mencapai ketuntasan belajar pada materi prisma, (2) apakah rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan keterampilan metakognitif lebih baik dari rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran STAD pada materi prisma. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes dan metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan peme-cahan masalah matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pem-belajaran guided inquiry dengan pendekatan keterampilan metakognitif dapat mencapai ketuntasan belajar pada materi prisma, (2) rata-rata kemampuan pemecahan masalah ma-tematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan keterampilan metakognitif lebih baik dari rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model pembelajaran STAD. Simpulan yang diperoleh adalah model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan keterampilan metakognitif efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi prisma. Kata kunci: Guided Inquiry; Kemampuan Pemecahan Masalah; Metacognitive Skills. AbstractThe purposes of this research were to determine: (1) whether the student’s mathematics problem solving ability that got guided inquiry learning model with metacognitive skills approach can achieved mastery in prism material, (2) whether the average of student’s mathematics problem solving ability that got guided inquiry learning model with metacognitive skills approach better than the average of student's mathematics problem solving ability that got STAD learning model in prism material. The data collection method in this research was test method and observation method. The results shown that: (1) student's mathematics problem solving ability that got guided inquiry learning model with metacognitive skills approach can be achieved mastery in prism material, (2) the average of student's mathematics problem solving that got guided inquiry learning model with metacognitive skills approach better than the average of student's mathematics problem solving ability that got STAD learning model in prism material. The conclusion was the guided inquiry learning model with metacognitive skills approach is effective toward mathematics problem solving ability in prism material. Keywords: Guided Inquiry; Problem Solving Abilities; Metacognitive Skills.