cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa Teknik Sipil Ditinjau dari Gaya Kognitif
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i1.21047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa Teknik Sipil ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sebanyak 26 subjek kelas GA ditentukan gaya kognitifnya menggunakan Group Embedded Figure Test (GEFT) untuk mengelompokkan subjek Field Dependent (FD), Field Intermediate (FDI), dan Field Independent (FI). Setiap kategori gaya kognitif diambil 2 mahasiswa dengan skor rendah dan tinggi yang dijadikan subjek penelitian. Hasil pemecahan masalah mahasiswa menunjukkan bahwa subjek FD Lemah belum mampu memenuhi semua indikator pemecahan masalah dan membutuhkan bimbingan lebih dalam menyelesaikan permasahalan yang dihadapi. Subjek FD Kuat mengalami kendala dalam menggunakan pengetahuan konsep dan menerapkan berbagai strategi yang tepat untuk memecahkan masalah, dan merefleksikan proses pemecahan masalah menggunakan langkah Polya. Kemampuan pemecahan masalah subjek FDI Lemah dan FDI Kuat tergolong baik, namun masih belum mampu melakukan pengecekan kembali. Subjek FI Lemah dan FI Kuat memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik. Seluruh indikator pemecahan masalah terpenuhi.This research aims to analyze the mathematical problem solving abilities of Civil Engineering students in terms of cognitive style. The research is a qualitative descriptive study. A total of 26 GA class subjects were determined by their cognitive style using the Group Embedded Figure Test (GEFT) to group Field Dependent (FD), Field Intermediate (FDI), and Independent Field (FI) subjects. Each category of cognitive style was taken by 2 students with low and high scores which were used as research subjects. The results of student problem solving show that the subject of Weak FD has not been able to meet all the indicators of problem solving and requires more guidance in solving the problem at hand. The subject of Strong FD encountered problems in using concept knowledge and implementing various appropriate strategies to solve problems, and reflecting the problem solving process using Polya's steps. The problem solving ability of the subject FDIL weak and strong FDI is quite good, but still not able to check again. Weak FIL and Strong FI subjects have good problem solving skills. All indicators of problem solving are met.
Strategi Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Ditinjau Dari Tingkat Berpikir Geometri Van Hiele
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i1.6851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah matematika siswa SMP ditinjau dari tingkat berpikir geometri Van Hiele yaitu visualisasi, analisis dan deduksi informal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas VIII-F SMPN 1 Waru, Sidoarjo. Penelitian ini dimulai dengan menentukan subjek penelitian dengan menggunakan tes tingkat berpikir geometri Van Hiele, kemudian dilanjutkan dengan pemberian tugas pemecahan masalah dan wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Strategi pemecahan masalah siswa akan dianalisis berdasarkan tahapan pemecahan masalah Krulik dan Rudnick, yang terdiri dari (1) membaca dan berpikir, (2) mengeksplorasi dan merencanakan, (3) memilih suatu strategi, (4) menemukan jawaban, dan (5) meninjau dan mendiskusikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) siswa visualisasi dalam memecahkan masalah matematika menggunakan strategi membuat gambar, berpikir logis, menulis persamaan atau kalimat terbuka, dan membuat daftar yang teratur, subjek visualisasi belum memahami bahwa persegi merupakan persegipanjang. 2) Siswa analisis memecahkan masalah matematika menggunakan strategi berpikir logis, menguji dan menerka serta membuat gambar, subjek analisis belum memahami bahwa persegi merupakan persegi panjang. 3) Siswa deduksi informal dalam memecahkan masalah matematika menggunakan strategi membuat gambar, berpikir logis, menulis persamaan atau kalimat terbuka serta menerka dan menguji, subjek deduksi informal telah memahami bahwa persegi merupakan persegipanjang.This study aimed to describe the mathematical problem-solving strategy of junior high school students based on Van Hiele levels of geometry thinking, namely visualization, analysis and informal deduction. This study was a qualitative research that produced descriptive data. Subjects of this study consisted of three students of class VIII-F SMPN 1 Waru, Sidoarjo. The study began by determining the subject of research by using Van Hiele’s geometry test, and then given problem solving task and interviews. For checking the validity of the data used a triangulation of time. Student problem solving strategies will be analyzed based on the stages of Krulik and Rudnick’s problem solving, which consists of (1) to read and think, (2) explore and plan, (3) selecting a strategy, (4) find the answers, and (5) review and discuss. The results showed that 1) the strategy of visualization student in solving mathematical problems was drew a picture, logical reasoning, wrote an equation or an open sentence, and made organized list, the visualization subject did not understood that a square was a rectangle. 2) The analysis student in solving mathematical problems was used logical reasoning strategies, guessed and checked, and drew a picture, the analysis subject did not understood that a square was a rectangle. 3) The strategy of informal deduction student in solving mathematical problem was drew a picture, logical reasoning, wrote an equation or an open sentence and guessed and checked, the subject of informal deductions had understood that a square was a rectangle. 
Pengaruh Pemberian Soal Open-Ended Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i2.3138

Abstract

AbstrakPenelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang diberi soal open-ended dengan siswa yang diberi soal rutin, perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis ditinjau dari level siswa, serta interaksi antara pemberian soal dan level pengetahuan awal matematika (PAM) siswa dalam peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes. Nilai gain diperoleh dari rumus Meltzer dengan hasil: untuk kelas eksperimen nilai gain minimum = -0,07 dan maksimum 0,86, sedangkan untuk kelas kontrol nilai gain minimum = -0,63 dan maksimum 0,55. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa antara siswa yang diberi soal open-ended dan siswa yang diberi soal rutin, (2) terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa pada level pengetahuan awal matematika tinggi, sedang, dan rendah. Kata kunci : penelitian eksperimen, penalaran matematis, soal open-ended  AbstractThe aim of this experimental study was to determine differences in mathematical reasoning skills improvement among students who were given open-ended questions with the students who were given a routine matter, differences in mathematical reasoning ability improvement in terms of the level of students , as well as the interaction between the administration and the level of prior knowledge about mathematics ( PAM ) students in improving students' mathematical reasoning abilities . Data collected through the test . Gain value obtained from the formula Meltzer with the results : for the experimental class minimum gain value = -0.07 and maximum 0.86 , while the value of the gain control for a class of minimum and maximum = -0.63 From the results of the study concluded that (1) there is a significant difference in the improvement of students' mathematical reasoning ability between students who were given open-ended questions and students are given a routine matter , (2) there is a significant difference in the improvement of mathematical reasoning ability among the students at the level of initial knowledge of mathematics high , medium , and low.  Keywords : experimental studies , mathematical reasoning , open-ended questions
Analisis Kendala Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Barisan dan Deret Geometri
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i1.20663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran barisan dan deret geometri. Sumber data terdiri dari data primer yaitu siswa yang diambil dengan teknik snowball dan data sekunder yaitu guru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kendala penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran barisan dan deret geometri berupa: (1) kendala dalam menanya yaitu merumuskan pertanyaan terkait banyaknya suku, jumlah  suku pertama, serta rasio; (2) kendala dalam mengumpulkan informasi yaitu kurang optimalnya penggunaan buku teks dan internet; (3) kendala dalam mengasosiasi yaitu menentukan banyaknya suku dan menentukan rumus barisan dan deret; (4) kendala dalam mengkomunikasikan yaitu membaca kalimat matematika perkalian dan akar.This study aims to analyze the constraints of implementation scientific approach in the learning of geometric sequences and series. Data sources consist of primary data is students uses snowball techniques and secondary data is teachers. Data collection techniques using observation, interview, and documentation. Data analysis techniques used data reduction, data display, and conclusion drawing. The data validity inspection technique used triangulate technique. Based on the results of the study concluded that constraints of implementation scientific approach in the learning of geometric sequences and series is: (1) constraints in questioning is to formulate questions related to the number of tribes, the number of first  tribes, and ratio; (2) constraints in collecting information is less optimal use of textbook and internet; (3) constraints in associating is determining the number of tribes and determining the sequences and series formula; (4) constraints in communicating is read math sentences of multiplication and root.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Web Pada Materi Barisan Dan Deret
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i1.5964

Abstract

The objective of this study is to develop a web-based learning media in sequence and series. This kind of research was a research and development (R D) study. The steps in developing this media consist of analysis of the products developed, developing initial products, and product trial. The result showed that web-based learning media valid.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis web pada materi barisan dan deret. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari analisis produk yang dikembangkan, mengembangkan produk awal, dan uji coba produk. Hasil menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis web yang dikembangkan valid.
Peningkatan Prestasi Peserta Didik dalam Menentukan Akar Pangkat Dua dan Pangkat Tiga Bilangan Bulat dengan Teknik Taksiran Cermat (TTC) Di Kelas VII SMP Negeri 1 Tenggarang Tahun Pelajaran 2011/2012
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v3i1.2610

Abstract

Peserta didik secara input kurang dalam penguasaan konsep matematika,  utamanya operasi hitung dasar pada bilangan bulat. Beberapa instrumen dan indikasi yang mendukung keadaan tersebut antara lain; 1)    rata-rata nilai  pretes matematika peserta didik baru pada materi operasional dasar  bilangan bulat  disetiap awal tahun pelajaran, tidak lebih dari  5,00;  2) sejak tahun 2005 SMP Negeri 1 Tenggarang menjadi satu-satunya sekolah di kabupaten Bondowoso yang mendapatkan program Bridging Course dari pemerintah pusat didasarkan dari masih rendahnya tingkat kelulusan dan prestasi peserta didiknya. Sampel penelitian adalah  kelas VII C SMP Negeri 1 Tenggarang Tahun Pelajaran 2011/2012. Masalahnya adalah apakah Teknik Taksiran Cermat (TTC) dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik dalam menentukan akar kuadrat bilangan bulat kuadrat sempurna dan akar pangkat tiga bilangan bulat kubik? Pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan penelitian ini menggunakan dua skenario pembelajaran yaitu RPP model 1 pada kegiatan inti TM dan RPP model 2 pada kegiatan TM remidial. Hasil pembelajaran dari dua model skenario pembelajaran, berdasarkan pengamatan proses; 1) Eksplorasi; respon peserta didik untuk menjawab pertanyaan kuis dalam waktu tidak lebih dari 3 menit tiap soal ada peningkatan dari 13 % menjadi 54,5 %; Ketepatan menjawab dengan benar soal kuis tidak lebih dari 3 menit tiap soal ada peningkatan dari 60% menjadi 83,3 %; 2) Elaborasi; keaktifan peserta didik dalam kelompok dari kurang aktif menjadi aktif; Ketepatan kelompok dalam mempresentasikan dengan benar soal-soal LKS ada peningkatan dari 40 % menjadi 80 %. Evaluasi keberhasilan pembelajaran; jumlah ketuntasan ada peningkatan dari 21,7 %  menjadi 100 % orang.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah Berorientasi Pada Kreativitas Matematis
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i2.16158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis masalah yang berorientasi pada kemampuan berpikir kreatif yang layak bagi siswa kelas X SMA. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan ADDIE, yang merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subyek penelitian ini terdiri atas 31 siswa kelas X MIPA 1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi, lembar penilaian guru, lembar penilaian siswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan berpikir kreatif. Hasil penilaian kevalidan perangkat pembelajaran valid dengan kategori baik. Hasil penilaian kepraktisan guru mencapai kategori baik dan praktis sedangkan berdasarkan penilaian siswa memiliki persentase sebesar 87,21% dengan kategori minimal baik, dan persentase observasi keterlaksanaan pembelajaran memiliki rata-rata 96% sehingga dapat dikatakan perangkat pembelajaran praktis. Persentase ketuntasan tes kemampuan berpikir kreatif 77,41% sehingga perangkat pembelajaran ini dikatakan efektif. Oleh karena itu, perangkat pembelajaran ini layak digunakan sebagai salah satu media pembelajaran matematika dan memenuhi aspek kualitas kevalidan, kepraktisan dan keefektifan.The purpose of this study was to develop instructional learning kits for class X of Senior High School with problem-based approach oriented to the creative thinking skills which was suitable for high school student. This study was a Research and Development (RD) research that used development model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The subject of this study was 31 class X student in Pangudi Luhur Senior High School Yogyakarta. The validity of developed learning tools was measured using a validation sheet. Meanwhile, the practicality of learning was measured using the teacher evaluation sheets, student assessment and observation sheet. The results of the validity assessment worksheet was valid with good category. The results of the practicality which was based on the assessment of teachers achievied excellent category and practice. Meanwhile based on the assessment of students, it had a percentage 87.21% with good minimum. The percentage of learning observation sheet had an average 96%, so it could be concluded pratical instructional kits. Percentage mastery of creative thinking skills test were 77.41% with minimum category good so that this learning device was said to be effective. Thus, the result of the study showed the instructional kits were appropriate to be used as one of mathematics learning instructions and fullfill the quality of validity, practicality, and effectiveness aspect.
Komparasi Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Group Investigation dan Guided Discovery Berbasis Portofolio Siswa Kelas VII
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i1.5115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas yang dikenai model pembelajaran Group Investigation dan kelas yang dikenai model pembelajaran Guided Discovery yang berbasis portofolio dalam penilaian. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Magelang tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes. Analisis data menggunakan:(1) Uji t pihak kanan, untuk menguji tingkat ketuntasan individual; (2) Uji z, untuk menguji tingkat ketuntasan klasikal; dan (3) Uji t perbedaan rata-rata, untuk menguji perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas dengan model pembelajaran Group Investigation dan kelas dengan model pembelajaran Guided Discovery berbasis portofolio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran dengan model Group Investigation berbasis portofolio telah mencapai ketuntasan belajar secara individual maupun secara klasikal; (2) pembelajaran dengan model Guided Discovery berbasis portofolio telah mencapai ketuntasan belajar secara individual maupun secara klasikal; (3) rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa dengan model pembelajaran Guided Discovery berbasis portofolio lebih baik dari rata-rata kemapuan berpikir kritis siswa dengan model pembelajaran Group Investigation berbasis portofolio.The purposes of this study are to find out the average competence of student’s critical thinking skills between the Group Investigation and Guided Discovery base on portfolio. The population of this study is students of VII grades of junior high school 3 Magelang, by using Cluster Random Sampling. The data collecting by using test method. The data analyses are using: (1) T test of right side, to examine the level of individual minimum score competeness; (2) Z test, to examine the level of classical minimum score competeness; (3) T test the difference of average, to examine the distinction of the critical thinking skills score average between Group Investigation class and Guided Discovery class. The result of the study shows that: (1) Group Investigation class base portofolio has already passed the minimum score altough the students of experiment class; (2) Guided Discovery class base portofolio has already passed the minimum score altough the students of experiment class; (3) score average of the critical thinking students skills in Group Investigation class are better than score average of the critical thinking students skills in Guided Discovery class.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dalam Turunan Fungsi Melalui Model Pembelajaran Jigsaw Berbantuan Student Activitie’s Handout
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i2.3324

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi aktivitas siswa yang rendah dan hasil belajar siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan. Di samping itu, model pembelajaran yang diterapkan guru monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi turunan fungsi akibat pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw berbantuan Student Activitie’s Hand Out. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Subyek penelitian ini siswa kelas XI IPA-2 SMA Negeri 1 Dempet Demak semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan angket yang selanjutnya dianalisis sebagai data kualitatif, serta penilaian hasil ulangan blok dianalisis sebagai data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Jigsaw berbantuan student Activitie’s Hand Out dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan rata – rata mencapai 7,45 dengan jumlah siswa yang tuntas mencapai 86,67%, meningkatkan aktivitas siswa sebesar 91,67% dengan tingkat kerja sama 3,75 (baik sekali) dan antusiasme  4,00 (baik sekali), dan respon siswa terhadap model pembelajaran yang telah diterapkan adalah sangat positif (79,17%). Oleh karena itu, model pembelajaran Jigsaw berbantuan student Activitie’s Hand Out dapat diterapkan pada pembelajaran matematika, khsususnya turunan fungsi. 
Profil Penalaran Proporsional Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif Sistematis dan Intuitif
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i2.9635

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil penalaran proporsional siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan gaya kognitif sistematis dan intuitif. Penelitian ini dilakukan di kelas IX SMP Al-Muslim Sidoarjo pada tahun ajaran 2016/2017. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa bergaya kognitif sistematis dan seorang siswa bergaya kognitif sistematis. Alat pengumpul data berupa Tes Gaya Kognitif (TGK), Tugas Pemecahan Masalah (TPM), Pedoman wawancara, dan alat rekam audio visual. Data penelitian diperoleh dari pemberian tugas pemecahan masalah dan wawancara  sebanyak dua kali. Wawancara dilakukan untuk mengungkapkan profil penalaran proporsional dalam memecahkan masalah matematika terkait materi perbandingan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan kedua subjek gagal membedakan masalah proporsional dan bukan proporsional pada tahap memahami masalah. Pada tahap menyusun rencana, Siswa bergaya kognitif sistematis mengelompokkan bagian-bagian yang sebanding untuk membuat persamaan. Sedangkan siswa bergaya kognitif intuitif membandingkan luas lahan pertama dan kedua, kemudian menyederhanakan perbandingannya. Pada tahap melaksanakan rencana, siswa bergaya kognitif sistematis menggunakan strategi cross product algorithm untuk menemukan solusi. Sedangkan siswa bergaya kognitif intuitif menggunakan strategi build-up method dan factor of change untuk menemukan solusi. Pada tahap memeriksa kembali, Siswa bergaya konitif sistematis dan intuitif mengecek solusi yang mereka peroleh dengan mensubtitusi masing-masing solusi ke persamaan, kemudian melihat nilai perbandingan yang dihasilkan. Jawaban benar jika nilai perbandingan dalam persaamaan tersebut sama.   This research uses descriptive qualitative approach. The purpose of this study was to describe proportional reasoning profile of junior high school student in mathematical problem solving based on systematic and intuitive cognitive style. This study was do ini class IX SMP Al-Muslim Sidoarjo in 2016/2017. One subject is systematic cognitive style and the other is intuitive cognitive style. The colect data instruments are TGK, TPM, interview guidence, and video recorder. Data were obtain from giving problem solving task and gave interview twice during the study. Interviews were do for exploration proportional reasoning profile of junior high school student in mathematical problem solving about proportional problems. The validity of the data is tested using time triangulation. The result of this research showed both of subjects failed to different the proportional problem and non-proportional problems on understanding step. On planning step, systematic student collected the same parts to make a equation. Intuitive student compared large of first field and second, and simplified it. On doing step, systematic student use cross product algorithm strategy to find solution. Intuitive student used build-up method and factor of change strategy to find solution. On overview step, systematic and intuitive student checking with substitution the solution in equation and look at the comparing values. If the comparing values are same, it means the subject got correct answer.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue