cover
Contact Name
-
Contact Email
deni.setiawan@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deni.setiawan@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jl. Bringin Raya No. 15, Karanganyar, Ngaliyan, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
ISSN : 20872666     EISSN : 2580690     DOI : https://doi.org/10.15294/kreatif
Core Subject : Education,
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Pendidikan yang diterbitkan secara berkala 6 bulanan.
Articles 263 Documents
DAMPAK PENGGUNAAN KUIS BERBASIS PEMBELAJARAN E-LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v11i2.27830

Abstract

Mengingat memberikan motivasi belajar kepada peserta didik itu mempunyai pernanan yang besar untuk keberhasilan kegiatan pembelajaran, maka diharuskan untuk memunculkan rasa termotivasi belajar pada diri peserta didik dengan adanya kegiatan yang menarik dalam pembelajaran dan adanya lingkungan yang kondusif sehingga peserta didik dapat belajar dengan baik. Pada penelitian ini bertujuan untuk memunculkan rasa motivasi belajar pada diri peserta didik di SDN Galunggung Harjamukti Cirebon dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data ada tiga yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian, penggunaan kuis berbasis pembelajaran e-learning berdampak yang baik bagi peserta didik saat digunakan dalam pembelajaran, karena motivasi belajar peserta didik muncul ketika pembelajaran menggunakan kuis. Peserta didik termotivasi karena peserta didik merasa belajar dengan cara yang baru dan dengan inovasi yang baru yang sebelumnya belum pernah di coba.  Tetapi dalam penggunaan kuis berbasis pembelajaran e-learning ada kendala yang dirasakan peserta didik maupun guru, yaitu kendala dengan kuota yang cepat habis dan jaringan internet yang kadang naik turun signalnya.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW KELAS V SD NEGERI 01 BEDANA KABUPATEN BANJARNEGARA (IPS STUDENT LEARNING OUTCOMES IMPROVEMENT THROUGH COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE V JIGSAW CLASSROOM ELEMENTARY SCHOOL DIST
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v1i2.1684

Abstract

Learning Process IPS at SDN 1 Bedana Kab. Banjarnegara still use the less innovative learning model, so that students are not active, without being able to criticize the concept of IPS like. This causes the students passive and low learning outcomes. Type of cooperative learning jigsaw model is one solution to resolve the issue. Formulation of the problem in this study are: 1) Does the type of cooperative learning jigsaw model student learning outcomes can be improved in? 2) Is the model of the type of cooperative learning jigsaw activity students can be increased? 3) Does the type of jigsaw model of cooperative learning activities teachers can be increased?. Classroom Action Research goal is to describe the application of the type of jigsaw cooperative learning model in teaching social studies in an effort to increase student activity and to determine the learning outcomes of students in learning social studies. Research methodologies used include the entire student class V which amounts to 27 children consisted of 15 male students and 12 female students. The variables of this study are the skills of teachers, student activities, and student learning outcomes. This study lasted for three cycles. Data collection tool that is used is observation, tests, and documentation. Analysis of the data in this class action research using descriptive analysis. In this study the type of jigsaw cooperative learning stages are as follows: 1) The teacher divides students into groups of 4-5 people consisting of the original. 2) Each student in the group had different tasks. 3) Students who received the same material gathered into a group of experts. 4) Students in the expert group discussions. 5) Students kekelompok original return and explain the results of discussions at the expert group. 6) The teacher gives a quiz to students. 7) Teachers give rewards to the group receiving the best value. The results showed achievement cycle I obtained the lowest score of 90 and 40 the highest average of 71.07 with 67.9% completeness learning, student activity score of 17.55 and earned both criteria, the activity score of 2.55 and a teacher obtained a good criterion. Cycle II, the lowest value of 45 top 100 and an average of 74.4 with a classical exhaustiveness 74.07%, the activity of the students obtained better scores 20.59 and criteria, the activity score of 2.77 and a teacher obtained a good criterion. Cycle III of the lowest 60 highest values ​​obtained 100 and the average 85.5 and 92.5% completeness classical learning, student activity score of 3.40 is obtained and the criteria very well, the activity score of 3.44 obtained by teachers and the criteria very well. Based on the research results can be concluded that the model type of jigsaw cooperative learning can enhance the activity of students and teachers and student learning outcomes in teaching social studies class V Elementary School District 01 Bedana Banjarnegara. Jigsaw types of learning methods should be more socialized to be more understandable for the students, teachers, and all the elements of education. Keywords: Learning Outcomes, Jigsaw Cooperative Learning Model Type, Subject IPS  
HUBUNGAN MOTIVASI DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MUPEL PJOK
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v11i1.25960

Abstract

The purpose of this study was to examine the existence of a positive and significant correlation between motivation and learning discipline towards outcomes of sport and physical learning to the fifth grade students of the Larasati Elementary School Cluster, Gunungpati, Semarang. This research was a quantitative approach. The sampling technique used saturated sampling of 119 students. The data collection techniques were questionnaires, observation, interviews, and documentation. The instrument test used validity and reliability test. The data analysis techniques used were descriptive statistical analysis and product moment correlation analysis. The results of data analysis in this study showed that there was a positive and significant correlations between motivation and learning discipline and sport science learning outcomes, Rcount =0.743, and  included in a strong category and contributes 55,1%. The conclusion of this study there was a positive and significant correlation between motivation and learning discipline towards outcomes of sport and physical learning at fifth grade students of the Larasati Elementary School Cluster, Gunungpati, Semarang.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KONSERVASI UNTUK PENGUATAN KARAKTER KONSERVASI DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN DI PGSD UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v8i2.16492

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1)  menghasilkan   model  pembelajaran konservasi yang efektif mampu menguatkan karakter konservasi dan meningkatkan hasil belajar mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan di PGSD Universitas Negeri Semarang, (2)  menguji tingkat efektivitas model pembelajaran konservasi dalam menguatkan karakter konservasi dalam perkuliahan Pengantar Ilmu Pendidikan di PGSD Universitas Negeri Semarang, (3 nmenguji  tingkat efektivitas model pembelajaran konservasi dalam meningkatkan hasil belajar Pengantar Ilmu Pendidikan di PGSD Universitas Negeri Semarang. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 PGSD Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Langkah-langkah dalam penelitian Research and Development ini diawali dengan uji coba model melalui penelitian tindakan kelas untuk pengembangan prototipa model pembelajaran konservasi kemudian dilanjutkan dengan  uji validasi model melalui eksperimen, sampai diperoleh hasil pengembangan yang siap didiseminasikan. Teknik penelitian yang digunakan antara lain: (1) survey, (2) Delphi, (3) penelitian tindakan kelas, serta (4) eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan : (1) wawancara, (2) studi dokumentasi, (3) observasi, (4) skala sikap kepribadian, (5) tes prestasi belajar, (6) Tes Standard Progressive Matrics (SPM) buatan Raven. Teknik analisis hasil pengembangan model menggunakan: (1) Teknik Delphi, (2)  Analisis Kualitatif, (3)  Analisis Deskriptif, (4) Teknik t-test. Teknik analisis hasil  uji validasi model menggunakan : (1) Teknik t-tes, (2)  Analisis Kovarians. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Model pembelajaran Konservasi yang efektif memiliki prosedur : (a) tahap orientasi, (b) tahap eksplorasi atau pengumpulan informasi, (c) tahap elaborasi atau pengolahan informasi, (d) tahap konfirmasi, (e) tahap evaluasi, (2) Dengan mengontrol variabel inteligensi, model pembelajaran Konservasi lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam menguatkan karakter konservasi dalam  perkuliahan, dimana F hitung (Fo) =2,016 dan F probabilitas (Fp) = 0,151; (3) Dengan mengontrol variabel inteligensi, model pembelajaran Konservasi lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan, dimana F hitung (Fo) = 2,621  dan F probabilitas (Fp) = 0,089. Saran-saran yang diajukan terkait dengan hasil penelitian ini antara lain adalah  untuk menguatkan karakter konservasi mahasiswa serta meningkatkan  hasil belajar dalam perkuliahan, khususnya di PGSD UNNES, dosen dapat menggunakan model pembelajaran Konservasi  sebagai salah satu model pembelajaran.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN FASILITATING EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENGOPTIMALKAN KETERAMPILAN MAHASISWA PGSD MENGAJARKAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v10i2.23607

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menerapkan pendekatan Fasilitating Experiential Learnirng di dalam pembelajaran, dengan tahapan penelitian mencakupi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi pada setiap siklus. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kebermaknaan model pembelajaran dengan pendekatan Fasilitating Experiential Learnirng di PGSD yang dilihat dari: 1) Peningkatan keterampilan mahasiswa di dalam mengajarkan bahasa Indonesia SD, 2) Aktivitas dosen dan mahasiswa di dalam pembelajaran, 3) Keterampilan Dosen di dalam mengelola pembelajaran, serta 4) Respon mahasiswa terhadap pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar tes untuk mengungkap prestasi belajar mahasiswa, lembar observasi untuk mengungkap keterampilan mahasiswa mengajar, mengungkap aktivitas mahasiswa dan kemampuan dosen di dalam mengelola kegiatan pembelajaran dan suasana kelas, serta lembar angket untuk mendapatkan respon. Hasil yang diperoleh pendekatan Fasilitating Experiential Learnirng dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, meningkatkan keterampilan mahasiswa mengajarkan bahasa Indonesia di SD, mahasiswa aktif dalam pembelajaran, dan respon mahasiswa di dalam pembelajaran merasa senang. Sejalan dengan hasil penelitian maka, diberikan saran kepada para dosen agar di dalam mengelola pembelajaran, dapat menggunakan model pembelajaran dengan pendekatan Fasilitating Experiential Learnirng, karena model pembelajaran ini dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
DEVELOPMENT OF A MODEL INSTRUCTIONAL PROBLEM BASED LEARNING BASED LESSON STUDY TO DEVELOP CHARACTER AND IMPROVE THE QUALITY OF INSTRUCTIONAL SUBJECTS INDONESIAN AT PGSD OF SEMARANG STATE UNIVERSITY
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v8i1.16482

Abstract

Tujuan penelitian ini  untuk (1) menghasilkan   model  pembelajaran  Problem Based Learning berbasis Lesson Study yang efektif mengembangkan karakter dan meningkatkan kualitas pembelajaran, (2)  menguji tingkat efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Lesson Study  dalam mengembangkan karakter, (3)  menguji  tingkat efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Lesson Study dalam meningkatkan hasil belajar, (4) mendeskripsikan respon mahasiswa  terhadap model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Lesson Study dalam perkuliahan Bahasa Indonesia di PGSD Universitas Negeri Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development. Teknik penelitian yang digunakan antara lain: (1) survey, (2) Delphi, (3) penelitian tindakan kelas, serta (4) eksperimen. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 PGSD FIP UNNES yang menempuh mata kuliah Bahasa Indonesia pada tahun akademik 2015/2016. Untuk penentuan sampel penelitian, digunakan teknik pengacakan kelompok penugasan atau “Randomized Group Assignment”. Teknik pengumpulan menggunakan : (1) wawancara, (2) studi dokumentasi, (3) observasi, (4) skala sikap kepribadian, (5) tes prestasi belajar, (6) Tes Standard Progressive Matrics (SPM) buatan Raven. Teknik analisis data menggunakan: (1) Teknik t-tes, (2)  Analisis Kovarians, (3) Analisis Variance (ANAVA). Hasil penelitian menunjukkan : (1) model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Lesson Study yang efektif memiliki 4 langkah utama yaitu : (a) tahap perencanaan, (b) tahap pelaksanaan, yang meliputi (orientasi mahasiswa kepada masalah, mengorganisasikan mahasiswa untuk belajar,  membimbing penyelidikan  kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya,  menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, (c) tahap refleksi, dan (d) tahap tindak lanjut;  (2) Dengan mengontrol variabel inteligensi dan pengetahuan awal, model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Lesson Study lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam mengembangkan karakter dalam perkuliahan Bahasa Indonesia, dimana  F hitung (Fo) = 11,534 dan F probabilitas (Fp) = 0,002; (3) Dengan mengontrol variabel inteligensi dan pengetahuan awal, model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Lesson Study lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan Bahasa Indonesia dimana F hitung (Fo) =5,249 dan F probabilitas (Fp) = 0,028; (5) Sejumlah 84,21% mahasiswa PGSD Universitas Negeri Semarang memiliki respon  yang sangat baik  (skala  3 dan 4 lebih besar dibanding skala 1 dan 2) terhadap model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Lesson Study. Saran-saran yang diajukan terkait dengan hasil penelitian ini antara lain adalah  untuk mengembangkan karakter mahasiswa serta meningkatkan hasil belajar dalam perkuliahan Bahasa Indonesia, khususnya di PGSD UNNES, dosen dapat menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Lesson Study sebagai salah satu model pembelajaran.
PENERAPAN PENDEKATAN PAKEM DENGAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SDN KANDRI 2 KOTA SEMARANG (THE IMPLEMENTATION OF PAKEM APPROACH BY USING DEMONSTRATION METHOD IN TEACHING SOCIAL SCIENCE TO
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v1i2.1675

Abstract

Based on the initial observation held at SDN Kandri 2 Semarang, it was found that there was a problem with the teaching process. The teacher just gave too short explanation about the passage and the students were asked to read the more complete passage in the students’ worksheet by themselves but the teacher didn’t give them more explanation and intensive guidance. As a consequence, it resulted in the students’ achievement. The students couldn’t reach minimum completeness grade criteria. All of them got under 60. The implementation of PAKEM approach by using demonstration method is expected to improve the students’ achievement in Social Science class. The class action research is applied in a four step cycle consists of planning, application, observation, and reflection. The PAKEM approach was implemented in those four steps. The subject of the research is the students of fourth grade of SDN Kandri 2 Semarang. There are 13 students. The focuses of the research are teacher’s skill, students’ activity, and students’ achievement. The tools for gathering data are observation, test, and documentation. The technique of data analysis in this class action research is descriptive analysis. The result of the analysis shows the teacher’s skill in cycle I is 56,25%, it’s  enough. The cycle II is 72%, is belongs to good category, and the cycle III is 91% it’s excellent. The result of the students’ activity in cycle I is 63% ; it’s enough, cycle II is good with 70%, and 92% for cycle III is excellent. The completeness in initial condition was only 5 of 13 students reached the minimum completeness criteria. The average of students’ learning result in the implementation of PAKEM approach by using demonstration method in Social Science teaching is 69 in cycle I with classical completeness 61,5%, while the cycle II is 74,6% with classical completeness 77% and is cycle III is 86,9 with classical completeness 92,3%. Based on the result above, it is suggested the demonstration method should be implemented to all grades and need to be experimented in other lessons. Keywords: PAKEM approach, demonstration method, Social Science, and students’ achievement.
ANALISIS KUALITAS LULUSAN HASIL TRACER STUDY PADA PENGGUNA LULUSAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v10i1.25463

Abstract

Kualitas lulusan menunjukkan kualitas dari suatu institusi pendidikan. Pada tahun 2018 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang telah meluluskan total 932 orang. Tracer Study (penelusuran lulusan) merupakan salah satu metode self-evaluation bagi institusi pendidikan tinggi memperoleh informasi tentang lulusanya. Hasil Tracer Study dapat digunakan perguruan tinggi untuk mengetahui keberhasilan proses pendidikan yang telah dilakukan terhadap anak didiknya. Strategi yang digunakan dalam tracer study dengan google form. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kualitas lulusan terkait penyelenggaraan dan kualitas mutu layanan program FIP Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif melalui pendekatan survei. Secara umum, pelaksanaan tracer study ini mencakup tiga langkah berikut: 1) pengembangan konsep dan instrumen; 2) pengumpulan data; serta 3) analisis data dan pelaporan. Hasil tracer study dari 31 pengguna lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan menujukkan hasil: lebih dari 50% pengguna lulusan menyatakan bahwa lulusan FIP memiliki etika, keahlian bidang ilmu, kemampuan penggunaan TIK, kemampuan berkomunikasi, kemampuan kerjasama dalam tim dalam kategori sangat baik. Sedangkan kemampuan berbahasa asing lulusan FIP hanya 9,7% masuk kategori sangat baik, 48,4% kategori baik dan 32,3% kategori cukup, bahkan ada 9,7% kategori kurang. Sehingga salah satu saran penting untuk peningkatan kemampuan berbahasa asing bagi mahasiswa FIP.
MENGATASI BULLYING MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v9i1.16506

Abstract

Sistem Pendidikan Nasional Indoensia senantiasa berubah seiring dengan perjanalanan hidup masyarakat Indonesia serta tuntutan zaman. Pada masa mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, pendidikan nasional berperan memfasilitasi. Selanjutnya masa reformasi, dunia pendidikan juga terkena perubahan sesuai dengan tuntutan-tuntuan era reformasi. Reformasi mengendaki suatu tatanan berbangsa dan bernegara yang menunjung tinggi kemanusiaan, demokrasi, penegakan hokum, keadilan, dan perwujudan masyarakat madani/ sipil. Reformasi juga menguatkan adanya kebutuhan sosok manuisa yang bertaqwa dan berakhlak mulia, berjiwa patriotis, dan memiliki semangat nasionalisme, dan juga menguasai IPTEK, yang dituntut dapat memfasilitasi terwujudnya sosok manusia dan masyarakat yang reformis. Bersamaan dengan perubahan yang dihadapi bangsa pada era dan pasca era reformasi muncul tuntutan globalisasi yang makin merasuk dan menerpa dengan keras terhadap seluruh aspek kehidupan, kondisi ini menuntut untuk segera diantisipasi oleh bangsa Indonesia dengan mempersiapkan tenaga pembangunan yang tangguh dan berwawasan global.
PELATIHAN TENTANG PENYUSUNAN PROPOSAL DAN LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA GURU SEKOLAH DASAR GUGUS KI HAJAR DEWANTORO DABIN I KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreatif.v7i2.9375

Abstract

The purpose of this service activities to:. (1) improving and describe the teacher's knowledge of the preparation of research proposals and reports a class action research, (2) improve and describe the ability of teachers in preparing classroom action research, (3) .mendeskripsikan response of teachers to training on proposal preparation and classroom action research report.This service activities using training methods. The target audience of this service activities are elementary teachers Force Ki Hajar Devantoro Dabin I districts Tugu Semarang. Method of service activities that are used to achieve the purpose of service activities is a training technique. Implementation of community service activities is carried out through four stages, namely: (1) planning, (2) the stage of implementation of activities, (3) the stage of observation activities, (4) the stage of reflection activities and closing activities. Evaluation used in community service activities using techniques written assessment, performance assessment, and assessment of products. Evaluation tools used include achievement test, observation sheets, questionnaires.The results of service activities showed: (1) Some 90% of primary school teachers after receiving training, are knowledgeable about the preparation of proposals and reports of classroom action research, in both categories, meaning that it has control of a number of 71 s / d 85% on the preparation of research proposals and reports class actions research, with an average score of 80.9667 means well; (2) Some 76.67% of elementary school teachers after receiving training, have the ability to develop a proposal a class action research, in the excellent category, meaning that it has the capability mastery class action proposal 81.25 s / d 100%, with an average score 83.1 means excellent; (3) Some 73.33% of elementary school teachers have a very good response to the training in writing research proposals and reports a class action research, meaning that it has a very positive attitude and strongly agree (scale 3 and 4 is greater than the scale 1 and 2) for the preparation of proposals and reports of classroom action research, with an average score of 33.80 means very good (scale 3 and 4 is greater than the scale 1 and 2).The suggestions put forward relating to the results of the devotion, among others: (1) to improve the professionalism of teachers, especially the ability of teachers in the preparation of proposals and reports of classroom action research, the need for further training on the preparation of proposals and reports of classroom action research, for teachers SD / MI, (2) LPTK, especially PGSD UNNES need to increase community services for professors to conduct training on the preparation of proposals and reports of classroom action research, for teachers SD / MI.