cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 681 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD, MODEL PBL, DAN POTENSI AKADEMIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MTs AL FITHRAH SURABAYA PADA MATERI INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN Zahroh, Ulfi Aminatuz
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v45i2.8381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan PBL terhadap kemampuan berpikir kritis dan keterampilan sosial siswa MTs Al Fithrah Surabaya dengan potensi akademik sebagai variabel moderator. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan desain faktorial 2x2. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa dengan rincian dari kelas VII-A 35 siswa dan VII-C 35 siswa. Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian menggunakan tes potensi akademik, tes kemampuan berpikir kritis, dan lembar observasi keterampilan sosial. Analisis data dengan uji Anava dua jalur diperoleh hasil: (1) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model PBL dengan F hitung 4,049 dan tingkat signifikansi 0,048; (2) ada perbedaan keterampilan sosial antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model PBL dengan F hitung 5,886 dan tingkat signifikansi 0,018; (3) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki potensi akademik tinggi dengan yang memiliki potensi akademik rendah dengan F hitung 5,924 dan tingkat signifikansi 0,018; (4) ada perbedaan keterampilan sosial antara kelompok siswa yang memiliki potensi akademik tinggi dengan yang memiliki potensi akademik rendah dengan F hitung 10,420 dan tingkat signifikansi 0,002; (5) ada interaksi yang sangat signifikan antara model pembelajaran dan potensi akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dengan F hitung 13,422 dan tingkat signifikansi 0,000; dan (6) ada interaksi yang sangat signifikan antara model pembelajaran dan potensi akademik terhadap keterampilan sosial dengan F hitung 38,908 dan tingkat signifikansi 0,000.
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP MENJELANG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Noeraida, Noeraida
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i1.3168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan pembelajaran IPA Terpadu di SMP menjelang implementasiKurikulum 2013. Penelitian ini merupakan studi kasus tentang penerapan pembelajaran IPA Terpadu di salahsatu SMP di Kota Bandung. Obyek penelitian terdiri dari 1 orang guru IPA SMP dan 75 siswa kelas IX (2 kelas). Data penelitian yang dikaji peneliti terdiri atas perangkat pembelajaran (silabus, RPP, bahan ajar) yang dibuat, proses pembelajaran IPA di kelas, serta tanggapan guru dan siswa terhadap pembelajaran IPA. Berdasarkan studi ini diperoleh informasi bahwa pelaksanakan pembelajaran IPA Terpadu belum dilaksanakan dengan optimal. Sementara itu siswa lebih berminat melaksanakan pembelajaran IPA secara kontekstual dan terpadu dengan metode eksperimen/praktek.Guru kurang siap melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu pada Kurikulum 2013 karena beberapa faktor yaitu terbatasnya pemahaman guru tentang pembelajaran IPA Terpadu dan model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran IPA Terpadu; bahan ajar IPA Terpadu (buku dan LKS) yang belum menunjukkan keterpaduannya; dan motivasi guru yang kurang. Dari hasil temuan tersebut perlu dilakukan suatu tindak lanjut terkait dengan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di SMP yaituberupa pelatihan bagi guru IPA SMP tentang pembelajaran IPA Terpadu dan model-model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran IPA Terpadu, dan perlu adanya media pendukung pembelajaran IPA Terpadu berupa media dan bahan ajar IPA Terpadu yang mampu mengembangkan 4 kompetensi inti dalam Kurikulum 2013.This research aims to get the description of implementing of integrated science learning in junior high school in facing of Curriculum 2013. This is a case study about integrated science learning implementation in a Junior High School in Bandung. The object of study is 1 junior high science teacher and 75 ninth junior high students (in 2 classes). The collected data as follow: syllabi, lesson plans, learning materials (textbook and worksheet) which conducted by the teacher, science learning process in class, and the opinion of the teacher and the students related to science integrated learning. Based on this study, the science integrated learning in junior high school has not been implemented well, yet. While the students are more interested to contextual and integrated science by experiments or practical exercises. The teacher is less ready to implement the integrated science learning in Curriculum 2013. It is because of such factors: the teacher’s understanding of integrated science learning is low; the current learning material of integrated science which has not showed the integrity; and teacher’s motivation is weak. Based on this results, it is needed to conduct an action plan related to implementation of integrated science in junior high school, i.e. conducting of teacher training of integrated science learning and the suitable models of integrated science learning; the need for developing supporting learning material of integrated science which able to develop the 4 Core Competences in Curriculum 2013.
Conversational Implicature Engenderings in the Interaction between English Instructors Sabrina, Arini; Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v45i1.7636

Abstract

In decoding implicatures, especially conversational implicatures, interlocutors should carefully pay attention both on the literal and pragmatic meanings. This importance simultaneously affects educators to be adept at implicating a message conversationally, also at transferring it to their students. The duty gets more challenging for the ones teaching a foregin language. This study then is conducted to investigate the conversational implicatures among English instructors from Indonesia who interact using English as their foreign language. Besides, this study also endeavours to trace what maxims are flouted, and to describe the gender-based difference of implicating a message conversationally. Twelve male and twelve female English instructors were invited to voluntarily participate in informal interactions approximately for fifteen minutes without their notice on the focus of this study, revealing 140 implicatures. These are wide-ranging in terms of contents based on the topics they choose, and are similar in terms of the intended messages which are not the same as the ones have said. Moreover, the exploitations also occurr on all four maxims variously: quality, quantity, manner, and relevance. The last, female instructors are observed to implicate more frequently than male ones with the comparison between 88 and 52.
Transfer Pragmatik pada Strategi Merespon Pujian oleh Pembelajar Bahasa Inggris Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i1.3178

Abstract

This study describes the realization of compliment response strategies, explains the pragmatic transfer from Indonesian, and the power relationship between participants in the the realization of compliment response strategies. This is an exploratory and descriptive study. The subjects were 20 students of English Department of Semarang State University. The data were collected by using a role play and discouse completion tests. The results show that among the responses to compliments, 23% of them are appreciation, 14% of them are agreement and explanation/comment history, 13% are compliment downgrade 13%, and other responses are under 10%. The responses least used by the subjetcs is expressing gladsness (1%). Pragmatic transfer is shown in the low of compliment downgrade. This response should have been used by the subjects in most compliment situations. Status and social factors and distance between participants affect the realization of compliment responses.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan realisasi strategi merespon pujian, menjelaskan transfer pragmatik dari bahasa Indonesia dalam realisasi strategi merespon pujian dalam bahasa Inggris dan menjelaskan faktor hubungan antar partisipan yang ikut menentukan realisasi penggunaan strategi merespon pujian dalam bahasa Inggris. Penelitian ini bersifat eksploratori dan deskriptif. Subjek terdiri atas 20 orang mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, FBS, Universitas Negeri Semarang. Data dikumpulkan dengan main peran alami dan tes melengkapi wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon yang paling banyak digunakan adalah pernyataan terima kasih sebanyak 23%, pernyataan setuju dan penjelasan atau riwayat diperolehnya objek atau penampilan yang dipuji 14%, diikuti oleh pernyataan mengurangi kadar pujian 13%, dan respon lainnya di bawah 10%. Respon paling sedikit adalah pernyataan senang terhadap pujian 1%. Transfer pragmatik terjadi pada rendahnya pernyataan mengurangi kadar pujian yang seharusnya digunakan dalam sebagian besar respon terhadap pujian. Faktor status sosial dan hubungan keakraban antar partisipan berpengaruh pada realisasi respon pujian. 
Active Learning Teaching and Learning Model of Entrepreneurship Subject at English Education Program of Indonesia University of Education Amir, Amir; Suryana, Deddy
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 47, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v47i1.12409

Abstract

The awareness to build the relevance between learning methods, modern world development, and characteristics of students are the starting point of this study. World development can directly change the characteristics of students. Due to the facts, educators are required to have an understanding of postmodern education characteristics. The characteristics of postmodern education is student-centred. It can be realized through the implementation of Active Learning (AL) method. This study aims to portray the implementation of AL method in Entrepreneurship subject at English Education program of UPI. The exploration is focused on 3 things: the implementation of AL method, its impact, and student's responses to the use of this learning method. In this study. Qualitative descriptive research design was used as the research method. The subjects of this study are 1 lecturer of the related subject and 51 students of English Education program of 2016/2017 academic year. Based on the analysis, this study came up with 3 conclusions. The first is that AL method implementation is reflected in some efforts created by the lecturer, the assessment, and the AL characteristics. The second is that AL method has a positive impact on students' ability. The third is that students gave positive responses.
PENGEMBANGAN MODEL PENDAMPINGAN GURU YANG MENGINTEGRASIKAN SELF ASSESSMENT DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 Sulistyorini, Sri; Parmin, Parmin; Samadi, Umar
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6672

Abstract

Hasil studi pendahuluan, telah teridentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kualitas pendampingan terhadap guru sekolah dasar di Kota Semarang. Keberhasilan implementasi kurikulum 2013 sangat ditentukan dari kualitas pendampingan terhadap guru, agar mampu menerapkan pembelajaran yang menekankan pada keseimbangan antara sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge) yang dicapai melalui pembelajaran yang holistik dan menyenangkan. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Kelayakan model pendampingan guru berbasis self assesment setelah divalidasi oleh pakar pembelajaran dan pakar kebahasaan. Sesuai hasil penelitian tahun pertama yang telah diperoleh, maka dapat diambil simpulkan; model pendampingan guru berbasis self assessment mendapakan penilaian layak dari pakar pembelajaran dan pakar kebahasaan dan dalam uji coba skala terbatas di tiga sekolah dasar piloting project kurikulum 2013 di Kota Semarang, telah terbukti dapat menguatkan kompetensi berimbang siswa dan perbaikan kinerja guru.Results of preliminary studies, have identified the problems related to the quality of assistance to primary school teachers in the city of Semarang. Successful implementation of the curriculum in 2013 is determined on the quality of assistance to teachers, in order to be able to apply the learning that emphasizes the balance between attitude (attitude), skills (skills) and knowledge (knowledge) is achieved through a holistic learning and fun. Research methods of research and development. Eligibility based teacher mentoring model of self assessment after being validated by learning expert and a linguist. According to the results of the first study that has been obtained, it can be concluded; mentoring model of self assessment based teacher assigned the adequate assessment of learning expert and a linguist and the limited scale trial at three elementary schools piloting the curriculum project in 2013 in the city of Semarang, has been shown to strengthen the students' competence impartial and improved teacher performance.
Peningkatan Hasil Belajar IPS dengan Menggunakan Model Word Square Sekolah Dasar Marta, Rusdial
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i1.10153

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPS. Diperoleh siswa kelas V secara klasikal masih berada di bawah ketuntasan yang ditetapkan yaitu 85. penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Word Square dalam meningkatkan hasil belajar IPS pada materi peninggalan sejarah siswa di kelas V SDN 009  Langgini. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Word Square dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada materi peninggalan sejarah siswa di kelas V SDN 009  Langgini. Keberhasilan ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar sebelum dilakukan tindakan ke siklus I, ke siklusII dan siklus III. hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan dengan nilai rata-rata sebesar 69.72 dan siswa yang tuntas hanyak 20 orang siswa dengan persentase sebesar 56%, hasil belajar siswa siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 73.06 dan siswa yang tuntas hanyak 25 orang siswa dengan persentase sebesar 69%, kemudian pada siklus II nilai rata-rata sebesar 74.44 dan siswa yang tuntas hanyak 27 orang siswa dengan persentase sebesar 75%. Pada siklus III nilai rata-rata sebesar 81.39 dan siswa yang tuntas hanyak 31 orang siswa dengan persentase sebesar 86%.This research is motivated by low learning result of IPS. Obtained class V students classically still under the determined thoroughness of 85. This study aims to apply model of cooperative learning type Word Square in improving the results of IPS learning on student history relics in class V SDN 009 Langgini. Based on the results of the research, it can be seen that the application of cooperative learning model type of Word Square can improve the results of IPS learning on student history relics in class V SDN 009 Langgini. This success is evidenced by the increase in learning outcomes before action to cycle I, to cycle II and cycle III. the students' learning outcomes before the action is done with an average score of 69.72 and the complete student is 20 students with a percentage of 56%, the results of student learning cycle I with an average value of 73.06 and students who complete 25 students with a percentage of 69%, then in cycle II the average value of 74.44 and students who complete 27 students with a percentage of 75%. In cycle III the average value of 81.39 and students who complete 31 students with a percentage of 86%.
SPEECH FUNCTIONS AND GRAMMATICAL PATTERNS REALIZATION IN CONVERSATION IN THE ENGLISH TEXTBOOK Arifuddin, M.; Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i1.6663

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan realisasi fungsi tutur dan pola gramatikal teks percakapan pada buku teks bahasa Inggris dan menjelaskan kesesuaian antara jenis ungkapan dalam teks percakapan dengan fungsi kebahasaan yang terdapat dalam kompetensi dasar dari kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan bentuk analisis fungsional dan struktural yang dikembangkan oleh Eggins dan Slade (1997). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 253 fungsi tutur yang terealisasi dalam teks percakapan yaitu terdapat 75 (29.65%) fungsi pembuka percakapan, 90 (35.57) fungsi pelanjutan percakapan, dan 88 (34.78%) fungsi merespon pembuka percakapan. Selain itu, terdapat 278 jenis mood yang terdiri dari 148 (53%) bentuk deklaratif lengkap, 40 (14%) deklaratif tidak lengkap, 18 (6.5%) polar interogatif, 24 (8.5%) wh-interogatif, 8 (4%) imperatif, 6 (2%) eklamatif, dan 34 (12%) jenis klausa minor. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat 21 (87%) dari 24 jenis ungkapan dalam kompetensi dasar dan sebaliknya ada 3 (13%) jenis ungkapan yang tidak terdapat di dalam teks percakapan pada buku teks.This study is aimed at explaining the realization of speech functions and grammatical patterns of conversational texts and the compatibility of some typical expressions with the basic competence of English curriculum. A descriptive qualitative approach by means of functional and structural analysis proposed by Eggins and Slade (1997) is used. The result show that there are 253 speech functions realized in the conversational texts consisting of 75 (29.65%) opening, 90 (35.57%) continuing, and 88 (34.78%) reacting. Additionally, the study show that there are 278 mood types used in the conversational texts. They comprise 148 (53%) declarative full, 40 (14%) elliptical declarative, 18 (6.5%) polar interrogative, 24 (8.5%) wh-interrogative, 8 (4%) imperative, 6 (2%) exclamative, 34 (12%) minor. The study also show that 21 (87%) typical expressions of the 24 total number of language function specified in the basic competence are introduced in the textbook whereas 3 (13%) expressions are not realized in the textbook.  
Pengaruh Program Sport Student Exchange terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Ilmu Keloahragaan Farida, Lulu A
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v45i1.7641

Abstract

Program Sport Student Exchange (SSE) dilaksanakan selama kurun waktu tiga bulan baik mengikuti sit-in di perkuliahan reguler ataupun kelas mandiri. Dalam kesempatan ini, mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sebagai host-university akan mendapatkan pembelajaran dan pengalaman baik dari interaksi formal ataupun nonformal yang berbeda dari perkuliahan reguler. Penelitian deskriptif kuantitatif ini berupaya mengevaluasi apakah program SSE memiliki dampak pada prestasi akademik mahasiswa FIK, yang diukur dengan indeks prestasi nilai rata-rata (IPK). Kelas bilingual jurusan PJKR dengan 29 mahasiswa yang terlibat langsung dalam kegiatan SSE merupakan sampel penelitian. Data diperoleh melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi lalu di deskripsikan melalui capaian persentase serta uji analisis menggunakan korelasi product moment. R hitung yang diperoleh 0,999 lebih besar dari r tabel 0,367. Hasil analisis yang sangat kuat dari program SSE ini menunjukan adaanya pengaruh program SSE terhadap prestasi akademik mahasiswa FIK. Hal tersebut diperoleh dari hasil wawancara yang memiliki 15 indikator dari 3 aspek yaitu partisipasi dalam proses pembelajaran, kemampuan bahasa Inggris, dan motivasi belajar. Sehingga, penelitian bisa menjadikan dasar yang kuat bahwasannya program SSE perlu dilanjutkan dan memperbaiki manajemen yang dirasa kurang. Sport Student Exchange (SSE) program was held three months having sit-in and their-own classes. In this occasion, students of Sport Science Faculty as host-university learnt and got great experience from both informal and formal interactions which are difference from regular class. The aim of this study is to evaluate how SSE program affects students’ performance of Sport Science Faculty by measuring the average of students’ GPA. Bilingual class’ students from Physical Education Department who get involved in SSE program were the sample in this study. Data collection was done by observation, interview, and documentation. The description of the result was presented in the percentage and analyzed by Product Moment Design. Calculation of r formulation is 0,999 which is higher than r table 0,367. Thus, result of this study showed that SSE program affected students’ academic performance in Sport Science Faculty. Those also supported by the result of interviewed which was designed from three main aspects such students’ participation in learning process, English competence, and learning motivation. It is clear that SSE program should be extended for the following years and rearranges the managerial system to get better.
Pengembangan Kurikulum Gelar Ganda Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Hartono, Bambang
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3166

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat mencapai tujuan-tujuan terdeskripsikannya 1) standar kompetensi lulusan (SKL), 2) struktur kurikulum, 3) muatan kurikulum, 4) model silabus dan RPP, 5) model pembelajaran, dan 6) model penilaian pada program gelar ganda prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Hasil yang dicapai 1) standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan Program Gelar Ganda Prodi Pendidikan  Bahasa dan Sastra Indonesia digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik; 2) struktur kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 1 tahun; 3) pengembangan muatan kurikulum, yang dapat dilakukan adalah pengembangan standar isi, yaitu aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar berdasarkan visi prodi; 4) silabus sebagai acuan pengembangan RPP, RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD; 5) model pelaksanaan pembelajaran Program Gelar Ganda Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengikuti persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran; dan 6) penilaian yang dilakukan oleh dosen terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam ben­tuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata kuliah. Penilaian diharapkan menyangkut penguasaan kompetensi dan produk yang menggambarkan karakteristik setiap mata kuliah.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 1 (2021): April Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue