cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 681 Documents
EFEKTIFITAS MOBILE LEARNING SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN Muyaroah, Siti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mobile learning sebagai alternatif model pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi terkendalikan. Penelitian ini menghasilkan efektivitas learning, keefektifan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keberhasilan tentang suatu usaha dari sistem yang dirancang untuk melibatkan peserta didik secara aktif dan mandiri dalam pembelajaran. Hasil uji-t menyatakan bahwa terdapat keefektifan penggunaan learning terhadap hasil belajar yang di dapat.This research aims to determine the effectiveness of mobile learning. This research is quantitative research with experimental method. Can be interpreted as the research methods used to find a specific treatment effect against the other in a state of control. This ressearch result in the effectiveness of mobile learning, effectiveness is the success of an establishment of a system designed to engage students actively and independently in learning. T-test result there are effectiveness of using mobile learning on the student learning outcomes.
PERMASALAHAN LATEN SKRIPSI MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Pratama, Hendi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari secara komprehensif 75 skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang ditulis pada tahun 2015. Data didapatkan dari sistem repositori perpustakaan UNNES yang dapat diakses secara online. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui permasalahan yang memiliki potensi risiko menurunnya kualitas produk tugas akhir mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris UNNES. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi program studi Pendidikan Bahasa Inggris maupun program studi kependidikan lain yang memiliki potensi menghadapi permasalahan yang sama. Penelitian ini menemukan 10 permasalahan laten pada skripsi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris dan menghasilkan empat rekomendasi untuk mengatasinya.
Meaning Negotiation and Learners’ Uptake in The Process of Teacher’s Corrective Feedback Nurwulandari, Eki; Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research described and analyzed the teacher’s corrective feedback and learners’ uptake in the classroom interaction. This is a descriptive research. The sample of this research was 34 students of the eleventh graders of Medika Vocational High School Pekalongan. The data comprised of trancripts of 10 hours of narural classroom interactions recorded from a class of a teacher. The findings show that recast, clarification request, elicitation, repetition and explicit correction which successfully lead to student-generated repair, are rarely used by the teacher.  Dalam interaksi, ada memiliki negosiasi makna. Secara kualitatif, penelitian ini menggambarkan cara peserta didik memberikan serapan untuk umpan balik korektif guru di dialog transaksional siswa dengan mengumpulkan data. Secara quantitative, peneliti menganalisi presentase yang didapat dari masing –masing type yang digunakan pada umpan balik guru dan serapan dari peserta didik, dan presentase quesioner siswa dengan mempresentase kan masing- masing bagian dari quesioner. Peneliti bertujuan untuk menganalisis bagaimana dan dimana guru mengoreksi kesalahan yang diucapkan selama suatu aktivitas tertentu di kelas XI SMK Medika. Hasil juga memperlihatkan bahwa corrective feedback sangat efektif dalam menghasilkan perbaikan siswa secara relatif yang jarang terjadi di kelas. Berdasarkan studi ini menuang kembali, meminta klarifikasi, penimbulan, pengulangan, dan perbaikan secara eksplisit sukses membuat siswa melakukan perbaikan yang jarang digunakan oleh guru. Data dasar terdiri trancripts dari 10 jam interaksi kelas naruralistic direkam dari kelas guru. Dari total berubah, peneliti telah menghitung 228 episode masing-masing berisi kesalahan yang dihasilkan oleh pelajar, sebuah Umpan bergerak korektif dari guru dan serapan berikutnya pelajar dalam menanggapi CF. Episode umpan balik korektif diidentifikasi dan diklasifikasikan menggunakan model modifikasi dari Lyster dan Ranta (1997). 
Pengaruh Penerapan Desain Pembelajaran Animalia dengan Model Experiential Jelajah Alam Sekitar di SMA Nisa, Aulia Zulfatu; Alimah, Siti; Marianti, Aditya
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan desain pembelajaran animalia dengan model Experiential Jelajah Alam Sekitar terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Ungaran. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental design dengan pola posttest only control group design. Sampel yang digunakan adalah kelas X MIPA 6 (kelas eksperimen) dan X MIPA 7 (kelas kontrol), diambil melalui teknik cluster random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah desain pembelajaran dengan model EJAS pada materi animalia, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar dan aktivitas siswa. Hasil uji t menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan ketuntasan klasikal kelas eksperimen mencapai 92% (KKM ≥75). Berdasarkan hasil analisis aktivitas siswa pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa nilai aktivitas siswa paling tinggi berdasarkan aspek yang diamati adalah aktivitas motorik (92,35%), aktivitas menulis (92,12%), aktivitas kerjasama (91,90%), aktivitas analisis (82,40%), dan aktivitas bicara (80,20%). Secara umum guru dan siswa memberi tanggapan positif terhadap pembelajaran yang diterapkan. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan desain pembelajaran animalia dengan model EJAS berpengaruh positif terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Ungaran. This research aims to determine the effect of applied animalia learning design with the model of experiential jelajah alam sekitar* on learning outcomes and activities of students class X MIPA in senior high school 1 Ungaran. This research is quasi experimental design and it using posttest only control group design. Sample of this research were class X MIPA 6 (experimental class) and X MIPA 7 (control class), taken by cluster random sampling. Independent variabel in this research is learning design with EJAS model on the topic of animalia, while depends variabel is learning outcomes and students activities. The result of t-test showed that mean posttest value of experimental class is higher than control class, with clasical completeness 92% (KKM ≥ 75). Based on the result the experimental class students activities analysis showed that highest activity is motor activities (92,35%),  writing activities (92,12%), cooperation activities (91,90%), analysis avtivities (82,40%), and oral avtivities (80,20%) . In general, teacher and students gave a positive response to applied learning. Conclusion from this research is  applied animalia learning design with EJAS model positive effect on learning outcomes and students activities.
Guru Pedesaan: Mengembangkan Keprofesionalan Guru melalui Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Asyari, Syahrullah
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berupaya mengungkap persoalan ‘ketidakprofesionalan’ guru yang sudah tersertifikasi. Tiap tahun, guru tersertifikasi kian meningkat. Ironisnya, peningkatan kuantitas tersebut tidak diikuti oleh meningkatnya kualitas. Hal yang nampak adalah meningkatnya taraf kesejahteraan para guru. Ini didukung oleh temuan penelitian lembaga internasional dan pernyataan dari pakar pendidikan di Indonesia sendiri. Akibatnya, lulusan yang ditelurkan tiap tahun oleh sekolah di semua jenjang pendidikan pun demikian. Oleh karena itu, penting untuk mengupayakan solusi atas persoalan tersebut. Kami melihat di satu aspek yang bisa kami dekati untuk dibenahi, yaitu persoalan karya tulis ilmiah penelitian tindakan kelas. Meskipun, bagi sebagian kalangan menganggap pelatihan penelitian tindakan kelas sebagai kegiatan yang sudah ‘basi’. Bagi kami tidak demikian. Kenyataannya, di sekolah tempat kami observasi, guru tersertifikasi pun tidak unjuk gigi, ketika ditanya tentang karya PTK mereka. Hanya saja, kita perlu belajar dari efektifitas metode pelatihan yang selama ini digunakan. Pertanyaannya adalah mengapa bisa demikian. Padahal, dalam PLPG sekalipun, mereka telah memperoleh materi PTK. Sehingga, menurut kami perlu diadakan setting pelatihan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mereka para guru. Luaran yang dihasilkan dari program ini adalah keprofesionalan guru meliputi informasi real mengenai: pengetahuan pedagogi guru, serta kemampuan guru dalam membuat karya tulis ilmiah penelitian tindakan kelas.
MORPHOSYNTACTIC ANALYSIS ON INDONESIAN EFL LEARNERS’ DESCRIPTIVE WRITING Zainuddin, Zainuddin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aimed at investigating the morphosyntactic issues in English descriptive writing of EFL learners in Indonesia. Therefore, qualitative data were collected from the students’ descriptive writing and analyzed in the morphosyntactic issues that lead to the grammatical errors, which take place in descriptive writing. Furthermore, the technique of collecting data was a documentation technique and the analysis technique used is the descriptive analysis. The findings in this study indicated that the EFL learners in Indonesia did not aware of using “s” for plural mark and third singular in present tense. Then, they did not aware of using “ed” for regular verb in past and past participle form. Moreover, they did not build sentence according to the syntax structure in English because they followed the Indonesian language sentence structure.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING PADA KELAS I SDN 001 BANGKINANG Aprinawati, Iis
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode Role Playing dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas I SDN 001 Bangkinang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada SDN 001 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar. Subjek atau sumber data penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SDN 001 Bangkinang Tahun Pelajaran 2016-2017 yang berjumlah 15 orang siswa, yang terdiri dari 6 anak perempuan dan 9 anak laki-laki, dengan prosedur penelitian yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Dan rata-rata keterampilan membaca siswa pada siklus I setelah penerapan metode role playing memperoleh nilai sebesar 73,6 dengan kategori “cukup baik”. Selanjutnya rata-rata keterampilan membaca siswa pada siklus II meningkat yaitu 80,6 dengan kategori “Baik”. Peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar membaca siswa pada pra tindakan yaitu 20% atau 3 orang siswa yang tuntas, pada siklus I persentase ketuntasannya adalah sebesar 60% atau 9 orang siswa yang tuntas, dan pada siklus II persentase ketuntasannya adalah sebesar 93,3% atau 14 orang siswa yang tuntas. Selanjutnya untuk besaran peningkatan hasil belajar membaca siswa dari pra tindakan ke siklus I adalah 40%, dan dari siklus I ke siklus II sebesar 33,3%, sedangkan keterampilan membaca siswa dari pra tindakan ke siklus II secara keseluruhan sebesar 73,3%.
The Teacher’s Lived Experience in Teaching Content Subject at an Immersion School Handayani, Exnasia Retno Palupi; Rukmini, Dwi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe and explain the mathematics teacher’s lived experience in delivering materials using English as the medium of instruction. This study covered five aspects of lived experience, which are understanding, belief, feeling, intention and action. This study used the qualitative approach and the case study as the design of the study. The subject of the study was a mathematics teacher who taught seven grade students at an immersion school. To collect the data, the writer used observation and interview as the instrument as well as some related documents as the secondary data. The teacher’s understanding was interpreted through her mastery of the subject of the study and the language acquisition. The teacher believed that she could teach the students well and do her best, however inconfidence, nervousness, and feeling under-pressure of teaching emerged several times. From the teacher’s understanding, belief, feeling, and intention, it could influence the teacher’s action in the classroom. Based on the findings, it can be concluded that the teacher’s preparation is important for teaching. It brings big influence to the students, especially the students’ comprehension of the materials. Therefore, the teacher should be well prepared before she teaches in the real class.
PENERAPAN PBL BERBASIS KEGIATAN PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN IKLIM KELAS, MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS XII MIPA-6 SMA Prasetyanti, Nanik Murti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis kegiatan pratikum pada materi pembelajaran Metabolisme (Fotosinntesis) bertujuan untuk meningkatkan iklim kelas, motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik. Bentuk dan strategi dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) untuk memecahkan masalah yang dihadapi dirasakan oleh guru di kelas untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan optimal. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII SMA 3 Surakarta semester gasal tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik lebih aktif, bertanggungjawab, disiplin, dan memahami serta menguasai materi pelajaran dalam proses pembelajaran biologi dengan kegiatan praktikum dan diskusi LKPD tentang fotosintesis. Hal ini terlihat pada rata- rata indikator iklim kelas siklus I diperoleh 81,75 dan mengalami kenaikan menjadi 90,59 pada siklus II. Pada aspek motivasi belajar peserta didik diperoleh rata-rata 75,97 pada siklus I dan terjadi penguatan motivasi pada siklus II dengan rata-rata indikator menjadi 84,71. Hasil belajar kognitif pada siklus I diperoleh ketuntasan 91,18% dan 100% tuntas pada akhir siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Kegiatan Praktikum dapat meningkatkan aktivitas iklim kelas, motivasi belajar peserta didik dan hasil belajar kognitif peserta didik pada KD Metabolisme untuk materi Fotosintesis kelas XII-MIPA- 6 SMA Negeri 3 Surakarta semester gasal tahun pelajaran 2015/2016.
Realization of Promises in an English as a Foreign Language Conversation Class Kartikasari, Kartikasari
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed at analyzing kinds of promise strategies realized by the students of an EFL conversation class at LBPP LIA Semarang Candi. The objectives were to find out whether the promise strategies are realized by the respondents, to describe the kinds of promise strategies applied by the students, to find out the probable factors influencing the realization of promise and to explain the reasons behind it. This research is qualitative, descriptive. The data was gathered by two methods: DCT and role play. In conducting the research, the steps were transcribing the data, coding the data, classifying the data, interpreting the data, describing the finding and drawing the conclusions. In this research, I analyzed two kinds of data from from ten students, consisting 12 DCT situations and 12 role play situations with integrated probable factors (dominance, relationship and imposition). Future-action is the most realized promise strategy. Non-strategy and promise-to-act came after that, while predictive-assertion is the least realized promise strategy. In conclusion, students’ schemata resulting from the language learning process and their mother tongue, language transfer and their maturity influence the realization of promise strategy more than dominance, distance and imposition.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 50, No 1 (2021): April Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue