cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 681 Documents
REALIZATION OF TENOR IN THE CONVERSATION IN ENGLISH TEXTBOOKS Achsan, Mohamad; Linggar Bharati, Dwi Anggani
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i1.6664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tenor dari mitra bicara pada percakapan dalam buku teks Bahasa Inggris kelas X dan kesesuaian realisasinya dalam konteks. Penelitian ini juga menjelaskan persamaan dan perbedaan antara teks percakapan dari kedua buku teks Bahasa Inggris dalam merealisasikan tenor. Metode deskriptif komparatif digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisis leksikogramatika menunjukkan bahwa teks percakapan dari kedua buku teks didominasi oleh klausa deklaratif. Hal ini berarti mood pada model teks percakapan cenderung memberikan informasi daripada meminta informasi atau meminta barang atau jasa. Hasil dari analisis modalitas menunjukkan bahwa teks percakapan didominasi oleh modulasi kapasitas. Hasil analisis tenor menunjukkan bahwa peran sosial dari teks percakapan meliputi peran antara guru dan siswa, siswa dan siswa, dan teman dan teman. Selanjutnya, status dalam teks percakapan adalah setara dan tidak setara. Antar mitra bicara terdapat terdapat kontak yang rendah dan keterlibatan afektif rendah dan kontak tinggi dan keterlibatan afektif tinggi.This study aims at explaining the tenor of the interactants in the conversation texts found Grade X English textbooks as well as the appropriacy of their realization in the given contexts. This study also explains the similarities and differences between conversation texts found in both English textbooks in realizing tenor. This study was a qualitative research employing a descriptive comparative method. The result of lexico-grammatical analysis of conversation texts in two English textbooks showed the texts of two textbooks were dominated by declarative. This means that the mood in the models of the conversation texts tend to give information rather than demanding information or demanding goods and services. They were between teacher and student, student and student, and friend and friend. Furthermore, there were various statuses found in these texts. They were unequal and equal. At last, the social distances showed low contact and low affective involvement and high contact and high affective involvement.
Permasalahan Laten Skripsi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Pratama, Hendi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i1.9425

Abstract

Penelitian ini mempelajari secara komprehensif 75 skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang ditulis pada tahun 2015. Data didapatkan dari sistem repositori perpustakaan UNNES yang dapat diakses secara online. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui permasalahan yang memiliki potensi risiko menurunnya kualitas produk tugas akhir mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris UNNES. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi program studi Pendidikan Bahasa Inggris maupun program studi kependidikan lain yang memiliki potensi menghadapi permasalahan yang sama. Penelitian ini menemukan 10 permasalahan laten pada skripsi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris dan menghasilkan empat rekomendasi untuk mengatasinya.This research aims to study 75 undergraduate student thesis at the English Education Study Program at Universitas Negeri Semarang (UNNES) written in 2015. Data are acquired from the internal repository of UNNES which can be accessed online. This research is meant to figure out the potential problems contained in the students’ final projects reports. The results of this research are hopefully beneficial for English Education Study Program and other programs which may face the same problems. This research has found 10 potential problems and suggests four recommendations to overcome the problems.
ANALYSIS OF COMPETENCE YUNIOR HIGH SCHOOL TEACHER TO WELCOMES CURRICULUM 2013 IMPLEMENTATION. (Case Study of Mapping to Yunior High School Teacher in Competence at Bengkalis Subdistrict,Riau Province) Suharso, Pudjo; Sukidin, Sukidin; Puryanto, Sidik
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3170

Abstract

Policy the implementation of curriculum 2013 that replaced curriculum 2006 is the government effort to improve education in Indonesia. The changed of education policy through the implementation of curriculum 2013 in all level from primary school to secondary school, it’s cause consequences and implication of learning activity  growth widely. The consequences and implication of learning activities based on curriculum 2013 is not only relating equipments and strategies of learning but also the readyness a teacher as a top actor of learning education at school.The changed of education policy through the implementation of curriculum 2013 is demand to re-analysis of basic competence from teacher due to based on curriculum 2013 explain that  it is not by sparated but integrated subject must being now. The purpose of the research is mapping competence in readiness a teacher of learning activity based on curriculum 2013 at yunior high school. The research of methode is survey by descriptive analysis. The result is a half of teacher at Bengkalis subdistricat have different competence, so caused of unoptimalisation in learning process. Giving rekomendation by resetting required for yunior high school teacher which curriculum 2013 rules.
KONTRIBUSI CARA BELAJAR MAHASISWA TERHADAP NILAI UJIAN AKHIR MATA KULIAH PENGANTAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS BATURAJA Eriyanti, Eriyanti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi cara belajar mahasiswa dengan hasil belajar yang di dapatkan mahasiswa dalam belajar selama satu semester. Penelitian ini merupakan penelitian yang  menggunakan pendekatan kuantitatif dengan ex post facto. Dalam penelitian  ini, tips cara belajar mandiri sudah efektif karena tingkat keberhasilan sudah tercapai dan mahasiswa lebih termotivasi dalam belajar. Keefektifan cara dan gaya belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keberhasilan tentang suatu usaha dari sistem yang dirancang untuk melibatkan mahasiswa secara aktif, dan mandiri dalam mata kuliah pengantar teknologi pendidikan Hasil uji-r menyatakan bahwa ada  korelasi yang positif antara cara belajar dengan hasil belajar yang di dapat mahasiswa.This research aims to determine how students' learning results obtained by students in studying for one semester. This research, tips on how to self learning have been effective because the rate of success has been reached and the students are more motivated to learn. The effectiveness of ways and styles of learning are referred to in this research is the success of business system that is designed to engage students actively and independently in the course of introduction of educational technology test result-r stated that there is a positive correlation between learning with learning outcomes obtained by student. 
Pengembangan Alat Evaluasi Literasi Sains untuk Mengukur Kemampuan Literasi Sains Siswa Bertema Perpindahan Kalor dalam Kehidupan Fu’adah, Hanif; Rusilowati, Ani; Hartono, Hartono
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i2.11350

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen evaluasi berbasis literasi sains yang teruji validitas, reliabilitas, dan karakteristiknya untuk mengetahui profil kemampuan literasi sains siswa. Kategori kemampuan literasi sains meliputi sains sebagai batang tubuh pengetahuan, sains sebagai cara berpikir, sains sebagai cara menyelidiki, dan interaksi sains, teknologi, dan masyarakat. Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri di Batang. Uji validitas dilakukan dengan validitas isi, kriteria, dan validasi ahli. Uji reliabilitas dilakukan dengan mencari harga koefisien reliabilitas r. Uji karakteristik dilakukan dengan menentukan taraf kesukaran dan daya pembeda. Profil kemampuan literasi sains ditentukan dengan mengukur penguasaan literasi sains siswa. Hasil uji reliabilitas yang diperoleh yaitu harga r pada uji coba awal dan akhir berturut- turut 0,68 dan 0,85. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa instrumen dinyatakan memenuhi validitas isi, kriteria, dan validasi ahli dengan kriteria valid, sangat valid, dan sangat valid. Karakteristik instrumen evaluasi yang dikembangkan menunjukkan bahwa instrumen mempunyai proporsi taraf kesukaran yaitu 5% soal mudah, 85% soal sedang, dan 10% soal sukar. Hasil analisis daya pembeda selanjutnya dipadukan dengan taraf keusukaran dan didapatkan 20 butir soal dengan kualitas baik yang dapat digunakan. Profil kemampuan literasi sains menunjukkan bahwa penguasaan literasi sains masih rendah yaitu di bawah 60% untuk semua kategori.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DENGAN MENGAPLIKASIKAN PENGAJARAN QUANTUM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Bayuntoro, Johan Tri; Ngabekti, Sri; Ridlo, Saiful
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i1.6669

Abstract

Aktivitas belajar siswa yang rendah dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang digunakan pada materi pencemaran lingkungan kelas X MIPA SMA Negeri 11 Semarang menyebabkan hasil belajar yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pengajaran Quantum terhadap hasil belajar siswa aspek pengetahuan dan sikap materi pencemaran lingkungan.Metode penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif. Desain Quasi eksperimen post-test only control group design dan one shot case study digunakan untuk menganalisis keefektifan hasil belajar siswa aspek pengetahuan dan sikap kelas eksperimen menggunakan pengajaran Quantum dengan kelas kontrol yang menggunakan metode diskusi observasi. Sampel yang digunakan adalah kelas X MIPA 4 (kelas eksperimen 1), X MIPA 5 (kelas kontrol), dan X MIPA 6 (eksperimen 2). Analisis uji komparatif hasil belajar aspek pengetahuan menggunakan independent sample test kelas eksperimen dengan kelas kontrol diperoleh thitung (3,97) > ttabel 5% (2,00). Analisis hasil belajar aspek pengetahuan menggunakan one sample test menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar melalui pengajaran Quantum kelas eksperimen dengan KKM yang ditetapkan Permendikbud yaitu ≥ 2,67 diperoleh nilai thitung (8,97) > ttabel 5% (2,00). Analisis hasil belajar aspek sikap menggunakan one sample test menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar melalui pengajaran Quantum kelas eksperimen dengan KKM yang ditetapkan Permendikbud yaitu ≥ 3 diperoleh nilai thitung (15,79) > ttabel 5% (2,00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengajaran Quantum efektif terhadap hasil belajar aspek pengetahuan dan sikap materi pencemaran lingkungan.  The low of student activities and lack of teaching media were used in learning environmental pollution for the class X MIPA of SMA Negeri 11 Semarang caused learning outcomes weren’t optimal. This study aimed to determine the effectiveness of Quantum teaching toward student learning outcomes in knowledge and attitude aspects of environmental pollution. This research method is quantitative experiments. Quasi-experimental design of a post-test only control group design and one-shot case study was used to analyze the effectiveness of student learning outcomes of knowledge and attitude aspects of classroom teaching experiment using Quantum with the control class using discussion method of observation. The sample used is class X MIPA 4 (experimental class 1), X MIPA 5 (control class), and X MIPA 6 (experimental class 2). The analysis of the comparative test outcomes with aspects of knowledge using independent sample test to experimental class with control class obtained tcount (3.97) > ttable 5% (2.00). The analysis of learning outcomes aspects of knowledge using one sample test showed that there was an average difference in student learning outcomes through Quantum teaching experimental class with KKM established by Permendikbud ie ≥ 2.67 was obtained tcount (8.97) > ttable 5% (2.00). The analysis of the student learning outcomes used one aspect attitude until the test showed that there are differences in average outcomes of learning through Quantum teaching experimental class with KKM established by Permendikbud ie ≥ 3 obtained tcount (15.79) > ttable 5% (2.00). The result of study shows that the application of Quantum teaching is effective for student learning outcomes in knowledge and attitude aspects of environmental pollution. 
Meaning Negotiation and Learners’ Uptake in The Process of Teacher’s Corrective Feedback Nurwulandari, Eki; Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v45i2.3179

Abstract

This research described and analyzed the teacher’s corrective feedback and learners’ uptake in the classroom interaction. This is a descriptive research. The sample of this research was 34 students of the eleventh graders of Medika Vocational High School Pekalongan. The data comprised of trancripts of 10 hours of narural classroom interactions recorded from a class of a teacher. The findings show that recast, clarification request, elicitation, repetition and explicit correction which successfully lead to student-generated repair, are rarely used by the teacher.  Dalam interaksi, ada memiliki negosiasi makna. Secara kualitatif, penelitian ini menggambarkan cara peserta didik memberikan serapan untuk umpan balik korektif guru di dialog transaksional siswa dengan mengumpulkan data. Secara quantitative, peneliti menganalisi presentase yang didapat dari masing –masing type yang digunakan pada umpan balik guru dan serapan dari peserta didik, dan presentase quesioner siswa dengan mempresentase kan masing- masing bagian dari quesioner. Peneliti bertujuan untuk menganalisis bagaimana dan dimana guru mengoreksi kesalahan yang diucapkan selama suatu aktivitas tertentu di kelas XI SMK Medika. Hasil juga memperlihatkan bahwa corrective feedback sangat efektif dalam menghasilkan perbaikan siswa secara relatif yang jarang terjadi di kelas. Berdasarkan studi ini menuang kembali, meminta klarifikasi, penimbulan, pengulangan, dan perbaikan secara eksplisit sukses membuat siswa melakukan perbaikan yang jarang digunakan oleh guru. Data dasar terdiri trancripts dari 10 jam interaksi kelas naruralistic direkam dari kelas guru. Dari total berubah, peneliti telah menghitung 228 episode masing-masing berisi kesalahan yang dihasilkan oleh pelajar, sebuah Umpan bergerak korektif dari guru dan serapan berikutnya pelajar dalam menanggapi CF. Episode umpan balik korektif diidentifikasi dan diklasifikasikan menggunakan model modifikasi dari Lyster dan Ranta (1997). 
STUDI KASUS PENGARUH PEMBELAJARAN IPA KURIKULUM 2013 TERHADAP MOTIVASI SISWA SMP KELAS VII Mawardini, Annissa; Sofhianti, Anti Siti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i1.3172

Abstract

Penelitian dengan metode studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran proses pembelajaran IPA di SMP kelas VII dalam implementasi kurikulum 2013 dan mengetahui pengaruhnya terhadap motivasi siswa pada pembelajaran IPA. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 56 siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Data dijaring melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara guru, dan angket siswa. Triangulasi informasi dilakukan untuk menguji kredibilitas, keabsahan, dan keajegan data penelitian. Berdasarkan hasil observasi dan angket siswa, diperoleh informasi bahwa pembelajaran IPA secara terpadu pada kurikulum 2013 dapat meningkatkan motivasi siswa belajar IPA. Alasannya pembelajaran IPA menjadi lebih kontekstual dan bermakna, sehingga siswa menyukai pembelajaran IPA dan merasakan kebermanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dapat disimpulkan bahwa guru masih menghadapi kesulitan dalam memadukan pembelajaran IPA karena guru dituntut harus selalu belajar dan senantiasa memperluas wawasan untuk memadukan materi pembelajaran dengan tepat. Guru juga masih mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian sikap siswa. Dari hasil temuan tersebut,  guru diharapkan: (1) mampu memahami karakteristik kurikulum 2013 khususnya pada pembelajaran IPA yang dikembangkan sebagai mata pelajaran terpadu (integrative science), (2) menekankan pembelajaran pada pengalaman sehari-hari dengan menggunakan model, metode dan media pembelajaran yang bervariasi dan sesuai agar siswa dapat termotivasi, dan (3) melakukan penilaian autentik.  The research method is case study aims to obtain a learning process in junior high science class VII in 2013 and the implementation of the curriculum determine its influence on students' motivation in learning science. The study involved a sample of 56 students in one class VII Junior High School in Bandung. Data captured through observation of learning activities, teacher interviews, and student questionnaires. Triangulation of information was conducted to test the credibility, validity, and constancy research data. Based on observations and student questionnaires, information was obtained that learning science is integrated in the curriculum in 2013 to enhance the students' motivation to learn science. The reason for learning science becomes more contextual and meaningful, so that students feel like learning science and feel that science useful in everyday life. Based on interviews with teachers can be concluded that teachers still face difficulties in integrating science learning because teachers are required to be constantly learning and constantly expanding horizons to integrate learning materials appropriately. Teachers also still have difficulty in assessing students' attitudes. From these findings, the teacher is expected to: (1) able to understand the characteristics of the curriculum in 2013, especially in science learning developed as integrated subjects (integrative science), (2) emphasize the learning in daily experience using models, methods and instructional media varied and appropriate for students to be motivated, and (3) conduct authentic assessment.
Pengaruh Penerapan Desain Pembelajaran Animalia dengan Model Experiential Jelajah Alam Sekitar di SMA Nisa, Aulia Zulfatu; Alimah, Siti; Marianti, Aditya
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v45i1.7638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan desain pembelajaran animalia dengan model Experiential Jelajah Alam Sekitar terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Ungaran. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental design dengan pola posttest only control group design. Sampel yang digunakan adalah kelas X MIPA 6 (kelas eksperimen) dan X MIPA 7 (kelas kontrol), diambil melalui teknik cluster random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah desain pembelajaran dengan model EJAS pada materi animalia, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar dan aktivitas siswa. Hasil uji t menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan ketuntasan klasikal kelas eksperimen mencapai 92% (KKM ≥75). Berdasarkan hasil analisis aktivitas siswa pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa nilai aktivitas siswa paling tinggi berdasarkan aspek yang diamati adalah aktivitas motorik (92,35%), aktivitas menulis (92,12%), aktivitas kerjasama (91,90%), aktivitas analisis (82,40%), dan aktivitas bicara (80,20%). Secara umum guru dan siswa memberi tanggapan positif terhadap pembelajaran yang diterapkan. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan desain pembelajaran animalia dengan model EJAS berpengaruh positif terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Ungaran. This research aims to determine the effect of applied animalia learning design with the model of experiential jelajah alam sekitar* on learning outcomes and activities of students class X MIPA in senior high school 1 Ungaran. This research is quasi experimental design and it using posttest only control group design. Sample of this research were class X MIPA 6 (experimental class) and X MIPA 7 (control class), taken by cluster random sampling. Independent variabel in this research is learning design with EJAS model on the topic of animalia, while depends variabel is learning outcomes and students activities. The result of t-test showed that mean posttest value of experimental class is higher than control class, with clasical completeness 92% (KKM ≥ 75). Based on the result the experimental class students activities analysis showed that highest activity is motor activities (92,35%),  writing activities (92,12%), cooperation activities (91,90%), analysis avtivities (82,40%), and oral avtivities (80,20%) . In general, teacher and students gave a positive response to applied learning. Conclusion from this research is  applied animalia learning design with EJAS model positive effect on learning outcomes and students activities.
PENERAPAN METODE CASE STUDY UNTUK MENGOPTIMALKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN Utami, Langgeng Widi; Indriyanti, Dyah Rini
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3176

Abstract

Pembelajaran  sains menjelaskan  fenomena  alam sekitar. Berdasarkan observasi di SMP N 1 Karangawen pembelajaran bersifat tekstual. Case study adalah metode yang mengurangi kesenjangan diantara teori dan praktik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan efektivitas penerapan metode case study untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa pada materi hama dan penyakit tumbuhan. Penelitian dilaksanakan di SMP N 1 Karangawen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain control group pretest-posttest design. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif dan afektif (sikap), tanggapan siswa dan guru. Hasil belajar kognitif dan afektif dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan n gain kelas eksperimen 0,53 sedangkan kelas kontrol 0,43 dan berbeda signifikan. Hasil belajar afektif (sikap) kelas eksperimen 53,26 sedangkan  kontrol 45,79 dan berbeda signifikan. Siswa memberikan tanggapan positif 87 % sedangkan guru 80 % terhadap penerapan metode case study. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode case study efektif pada materi hama dan penyakit pada tumbuhan yang ditunjukkan rata – rata peningkatan hasil belajar kognitif dan afektif kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol dan berbeda signifikan, siswa dan guru memberikan tanggapan positif > 70 % terhadap penerapan metode case study untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP N 1 Karangawen. The science learning is to explain the natural phenomenon surroundings. Based on the result in SMPN 1 Karangawen , the learning process is still textual. The case study recomended as a method to decrase the gap between theory and practice. This research is an exsperimental with pretest-posttes control group design. Sampling was done by purposive sampling. The purpose of this study was to describe the effectiveness of the application of case study method to optimize students learning outcomes in pests and plant diseases material.The research is done in SMP N 1 Karangawen. The data taken is the result of cognitive learning, affective learning outcomes ( attitudes ), the responses of students and teachers. The result showed that the average of the cognitive outcomes learning’s improvement in experimental class (0,53) and the control class (0,40) and significantly different. Affective learning outcomes, the students attitudes on enviromental awareness in exsperimental class is 53,26 and controls class 45,79 and significantly different. Students give positive responses 87 % and teacher 80 % on the application of the case study method. Based on the result it can be concluded the application of the case study method is effective on the pests and plant diseases material shows the average enhance in cognitive and affective learning outcomes eksperimental class more than control class and is significantly different, students and teachers responded positively > 70 % on the application using case study is method to optimize students learning outcomes of class VIII in SMP N 1 Karangawen.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 50, No 1 (2021): April Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue