cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 681 Documents
PENGARUH MANAJEMEN PENDIDIK DAN PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA GURU -, M u l a s t i n
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 42, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v42i2.2915

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh manajemen pendidik/tenaga kependidikan terhadap kinerja guru, pengaruh pemberian kompensasi terhadap kinerja guru, dan pengaruh manajemen pendidik/tenaga kependidikan dan pemberian kompensasi secara simultan terhadap kinerja guru. Dalam penelitian ini, digunakan desain penelitian ex-post facto. Data dikumpulkan dengan metode angket dengan sampel adalah 30 orang guru dan dianalisis dengan distribusi frekuensi dan diuji menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing manajemen pendidik/tenaga kependidikan dan pemberian kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Secara simultan, manajemen pendidik/tenaga kependidikan dan pemberian kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Dalam kaitan dengan hasil penelitian ini, semua pihak diharapkan meningkatkan mutu manajemen pendidikan dan memperhatikan kompensasi sehingga kinerja guru dapat ditingkatkan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. This study deals with the effect of the management of educational personnels and teachers’ compensation on the teachers’ performance. An ex-post facto research design is used in this study. The data were collected from 30 teachers and analysed by using frekuency distribution and tested by using Pearson correlation. The result shows the management of educational personnels and teachers’ compensation had a positive and significant effect on the teachers’ performance, both individually or simultaneously. It is suggested that the quality of management should be improved and the teachers’ compensation should be well-provided so as to improve the quality of education.  
PENGUASAAN KOSAKATA BUDAYA LOKAL PADA SISWA SD DI LINGKUNGAN KAWASAN INDUSTRI KOTA SEMARANG Subyantoro, -
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 39, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v39i2.232

Abstract

The formulation of the problem to be studied in this small study were (1) how theclassification of the vocabulary of students in the industrial area, and (2) how thecharacteristics antarjenis comparison of vocabulary in the field of existing industriesin student essays? This study aims to obtain: (1) picture of the environment in theindustrial area students who live in the industrial area, (2) characteristics antarjeniscomparison of vocabulary in an existing industrial area on student essays. The sourcedata of this study is student writing an industrial theme. The paper was prepared byelementary school students with a number of words ranged from 100 to 250 words.Elementary school students who take the data were elementary school students inrural industries in the city of Semarang. Data collection technique is done throughrefer, interviews, and record. The tool used is the data card and questionnaire sheet.The results of this study indicate that the vocabulary of the field of industry tend to usethe students can be classified following: (1) industry-related vocabulary withindustrial activity, (2) industry-related vocabulary with the impact caused byindustrial activity, (3) vocabulary which the industrial field related to diseases causedby industrial activities, (4) vocabulary in addition to industry vocabulary.With a totalvocabulary of the industry's most widely used by students is the vocabulary that has anegative perception.Kata Kunci : kosakata, budaya lokal, kawasan industri
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD, MODEL PBL, DAN POTENSI AKADEMIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MTs AL FITHRAH SURABAYA PADA MATERI INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN Zahroh, Ulfi Aminatuz
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v45i2.8381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan PBL terhadap kemampuan berpikir kritis dan keterampilan sosial siswa MTs Al Fithrah Surabaya dengan potensi akademik sebagai variabel moderator. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan desain faktorial 2x2. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa dengan rincian dari kelas VII-A 35 siswa dan VII-C 35 siswa. Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian menggunakan tes potensi akademik, tes kemampuan berpikir kritis, dan lembar observasi keterampilan sosial. Analisis data dengan uji Anava dua jalur diperoleh hasil: (1) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model PBL dengan F hitung 4,049 dan tingkat signifikansi 0,048; (2) ada perbedaan keterampilan sosial antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model PBL dengan F hitung 5,886 dan tingkat signifikansi 0,018; (3) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki potensi akademik tinggi dengan yang memiliki potensi akademik rendah dengan F hitung 5,924 dan tingkat signifikansi 0,018; (4) ada perbedaan keterampilan sosial antara kelompok siswa yang memiliki potensi akademik tinggi dengan yang memiliki potensi akademik rendah dengan F hitung 10,420 dan tingkat signifikansi 0,002; (5) ada interaksi yang sangat signifikan antara model pembelajaran dan potensi akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dengan F hitung 13,422 dan tingkat signifikansi 0,000; dan (6) ada interaksi yang sangat signifikan antara model pembelajaran dan potensi akademik terhadap keterampilan sosial dengan F hitung 38,908 dan tingkat signifikansi 0,000.
PENERAPAN TEKNIK KOREKSI TIDAK LANGSUNG UNTUK MEMINIMALKAN KESALAHAN BERBAHASA DALAM PENYUSUNAN KARYA ILMIAH PADA MAHASISWA NONJURUSAN BAHASA Tri Utami, Santi Pratiwi; Syaifudin, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 41, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v41i1.2230

Abstract

Karya ilmiah merupakan salah satu sarana penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Saat menyusun karya ilmiah, sebagian besar mahasiswa mengeluhkan kesulitan mengorganisasikan isi dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah sehingga banyak kesalahan berbahasa yang timbul, khususnya oleh mahasiswa nonjurusan bahasa. Oleh karena itu, harus segera dicari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu teknik untuk meminimalkan kesalahan berbahasa yaitu dengan teknik koreksi tidak langsung. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam tiga tahap: prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kesalahan berbahasa pada penyusunan karya ilmiah dengan menerapkan teknik koreksi tidak langsung pada setiap tindakan, baik tindakan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Secara keseluruhan mengalami penurunan rata-rata sebesar 25,06%. Jumlah rata-rata kesalahan berbahasa pada tahap prasiklus sebesar 24%, pada siklus II jumlah rata-rata kesalahan berbahasa menurun menjadi 13,75%. Setelah diterapkan teknik koreksi tidak langsung, mahasiswa dapat meminimalisasi kesalahan berbahasa dalam penyusunan karya ilmiah, serta terdapat persepsi dan kesan positif dari mahasiswa pada perkuliahan Mata Kuliah Umum bahasa Indonesia. Academic writing is one of the tools of dissemination science and technology. When developing academic writing, most of the students have difficulties in organizing and applying the rules of academic writing. It caused many language errors arise, particularly for non language departement students. Therefore, solutions must be sought to overcome these problems. One of the techniques to minimize language errors is indirect correction technique. This classroom action research was conducted in three phases: pre cycle, cycle 1 and cycle 2. The results show that the level of language errors in the preparation of academic writing are decreases by applying the indirect correction technique. Overall an average decline of 25,06%. The average number of language errors pre cycle by 24%, the second cycle of the average number of language errors decreased to 13,75% %. After indirect correction technique applied, it could minimize language errors in the preparation of academic writing for students non language departement, and there are perceptions and positive impressions from the students at general course Indonesian language.
MODEL PENGEMBANGAN KOMPETENSI KOMUNIKATIF PEMBELAJARAN BAHASA JAWA SMA BERBASIS KONTEKS SOSIOKULTURAL Sudi, Esti; Kurniadi, Endang
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 36, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v36i1.521

Abstract

The insertion of javanese language in high schools’ curricula is one of theefforts to preserve it since the yaoung generation has practically no interest in thelanguage. The developmental design of the research wawws based on a qualitativeapproach. It was conducted in Banyumas, Pati, semarang, and Surakarta. Thoserepresent the diverse dialect of Javanese language. The respondents were the highschool teachers of Javanese language and their students. Data was gathered byobserving and ointerviewing them. Documentation was used to enrich the data whichlater was analized interactively. The result showed that the teaching of Javaneselanguage in high school has not been successful. The reason of the failure came fromthe teachers who had no previous Javanese competence background. Based on thefindings, the researcher developed a guide book which leads the teachers to makeappropriate preparation to teach the communicative competence in Javanese. Thepreparation must be based on socio cultural context of each dialect.Kata kunci: kompetensi komunikatif, konteks sosiokultural, bahasa Jawa
Penerapan Pembelajaran “AKIK” dengan Media Tekung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Gerak Juniati, Juniati
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i1.30186

Abstract

Masalah penelitian ini adalah kurangnya perhatian dan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran IPA sehingga nilainya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan  hasil belajar Gerak bagi peserta didik melalui pembelajaran “AKIK” dengan media tekung. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dan tiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan  ada kenaikan nilai rata-rata dari  75,38 pada siklus I menjadi 81 pada siklus II dan ketuntasan belajar mencapai 94 %. Disimpulkan bahwa pembelajaran ”AKIK” dengan media tekung  pada konsep Gerak dapat meningkatkan   hasil belajar peserta didik kelas VIII G SMP Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2018/2019.
SPEECH FUNCTIONS AND GRAMMATICAL PATTERNS REALIZATION IN CONVERSATION IN THE ENGLISH TEXTBOOK Arifuddin, M.; Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i1.6663

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan realisasi fungsi tutur dan pola gramatikal teks percakapan pada buku teks bahasa Inggris dan menjelaskan kesesuaian antara jenis ungkapan dalam teks percakapan dengan fungsi kebahasaan yang terdapat dalam kompetensi dasar dari kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan bentuk analisis fungsional dan struktural yang dikembangkan oleh Eggins dan Slade (1997). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 253 fungsi tutur yang terealisasi dalam teks percakapan yaitu terdapat 75 (29.65%) fungsi pembuka percakapan, 90 (35.57) fungsi pelanjutan percakapan, dan 88 (34.78%) fungsi merespon pembuka percakapan. Selain itu, terdapat 278 jenis mood yang terdiri dari 148 (53%) bentuk deklaratif lengkap, 40 (14%) deklaratif tidak lengkap, 18 (6.5%) polar interogatif, 24 (8.5%) wh-interogatif, 8 (4%) imperatif, 6 (2%) eklamatif, dan 34 (12%) jenis klausa minor. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat 21 (87%) dari 24 jenis ungkapan dalam kompetensi dasar dan sebaliknya ada 3 (13%) jenis ungkapan yang tidak terdapat di dalam teks percakapan pada buku teks.This study is aimed at explaining the realization of speech functions and grammatical patterns of conversational texts and the compatibility of some typical expressions with the basic competence of English curriculum. A descriptive qualitative approach by means of functional and structural analysis proposed by Eggins and Slade (1997) is used. The result show that there are 253 speech functions realized in the conversational texts consisting of 75 (29.65%) opening, 90 (35.57%) continuing, and 88 (34.78%) reacting. Additionally, the study show that there are 278 mood types used in the conversational texts. They comprise 148 (53%) declarative full, 40 (14%) elliptical declarative, 18 (6.5%) polar interrogative, 24 (8.5%) wh-interrogative, 8 (4%) imperative, 6 (2%) exclamative, 34 (12%) minor. The study also show that 21 (87%) typical expressions of the 24 total number of language function specified in the basic competence are introduced in the textbook whereas 3 (13%) expressions are not realized in the textbook.  
PENERAPAN METODE GAMES DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS HUKUM Windiahsari, -
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 38, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v38i2.489

Abstract

Learning a new language can be a very hard task. However, the result is beingable to communicate with people in different language and culture from around theworld. The learning process of a new language takes time and challenge. It should bedone continuously in such a long time. In the past, English was taught in a traditionalway and made the learners bored of studying it. It is necessary to find out an interactiveand interesting way of teaching English. One of them is using games in the process ofteaching and learning English. The English language of Law is a new lesson in theLaw Faculty in UNNES. It needs a new paradigm of teaching it since it belongs toEnglish for Specific Purposes. It is different from general English in that the languagehas special lexical and linguistic features. The language of law is divided into two,spoken and written. The spoken form is used in the pedagogical, academic andprofessional fields. The use of spoken language of law in pedagogical field is forlecturing and moot. In the academic field, it is used for interacting among colleaguessuch as having seminars or discussion. In the professional field, it is used for lawyerclientconsultation and counsel-witness examination. The written form of language oflaw is used in four areas; pedagogic, academic, juridic, and legislative. The example ofwritten form used in the pedagogic is the law textbook; in the academic is articles oflaw journal; in the juridic is the legal judgment and the legal cases; in the legislativecan be seen in contracts, agreements, insurance policies, legislation rules andregulations. To transform the new register of English language of law with aninteresting and interactive way, games can be one of the solutions.Kata kunci: games, bahasa Inggris, dan hukum
Infiltrasi Globalisasi Terhadap Identitas Budaya dan Pendidikan Karakter Negara Berkembang
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 47, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v47i2.15291

Abstract

ABSTRAKTulisan ini bermaksud menelusuri dampak infiltrasi globalisasi terhadap identitas budaya dan pendidikan karakter dari Negara “Barat” yang superior, kepada Negara “Timur” atau Negara “berkembang” yang inferior. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka dan analisis wacana. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dalam proses globalisasi, identitas budaya negara berkembang mengambil bentuk Konformasi atau internalisasi. Dimana, identitas budaya yang diperoleh merupakan hasil dari internalisasi dari kultur dominan yang sengaja dipersepsikan sebagai sesuatu yang hebat, kuat dan superior. Tulisan ini juga mengurai pandangan para ahli dan pandangan penulis sendiri untuk memperkuat identitas budaya dan pendidikan karakter, dalam menghadapi globalisasi.Kata Kunci: Globalisasi, Identitas Budaya, Pendidikan Karakter.  ABSTRACTThis paper intends to explore the impact of globalization on cultural identity and educational character, from superior state, toinferior state.This study uses a qualitative approach through literature review and discourse analysis. The results showed that in the process of globalization, the cultural identity of developing countries take the form of conformation or internalization. Where, gained cultural identity is the result of the internalization of the dominant culture that deliberately perceived as something great, powerful and superior. This paper also parse the views of experts and the views of the authors to strengthen cultural identity and character education, in the face of globalization.Keywords: Globalization, Cultural Identity, Character Education.
Pengembangan Model Instrumen Asesmen Pencapaian Perkembangan Fisik Motorik Anak pada Taman Kanak-Kanak -, Utsman
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 42, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v42i1.2698

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1)  mendeskripsikan  model  instrumen asesmen  yang digunakan oleh guru untuk mendeteksi pencapaian perkembangan fisik motorik anak usia dini pada Taman Kanak-Kanak (TK), (2)  mengembangkan  instrumen asesmen   pencapaian perkembangan fisik motorik anak usia dini di  TK  yang   kreteria valid, reliabel,  dan goodness of  fit statistic. Penelitian ini menggunakan model Research and Development dari  Plomp sebagai berikut, yaitu: (1) mengkaji  teori, hasil penelitian, dan instrumen asesmen  yang digunakan  guru, (2) mendesain konstruks,  indikator, deskriptor,  item instrumen, menetapkan  skor, dan pedoman penggunaan instrumen. (3)   validasi  keterbacaan instrumen,  validasi  expert, dan validasi dengan focus group discussion. (4)   uji  empirik  dengan  menggunakan subjek coba   anak Taman Kanak-Kanak, dan (5) mensosiaalisaikan  model. Hasilnya menunjukkan: (1) Ada tiga model instrumen asesmen yang digunakan guru TK, yaitu  model isntrumen asesmen berbasis kompetensi, berbasis perkembangan anak, dan berbasis semester, (2)  Instrumen asesmen pencapaian perkembangan fisik motorik  anak usia dini  adalah  valid, reliabel, dan goodness of  fit statistic karena  faktor loading item terkecil adalah, 0,830 (0,50), koefisiensi reliabilitas Cronbach’s Alpha terkecil 0,946 (α0,70), P-value  0,05 dan  root mean square error of approximation (RMSEA) 0,05. The objectives of this research : (1) to describe  the achievement assessment instrument of early childhood   psychomotor development    used by teachers  at  kindergarten, (2) to develop an assessment instrument for achievement of    psychomotoric development  of early childhood at kindergartens which meet the criteria of validity, reliability, and goodness of fit  statistic. This research is Reserach Devolepment as follows: (1) reviewing  the theory, research, and assessment instruments used by teachers, (2) construct design, indicators, descriptors, item instrument, set score, and guidelines for the use of the instrument. (3) validation of the instrument legibility,   expert validity, and by focus group discussion. (4) using the empirical test subject trying to kindergarten children, and (5) disseminate the model. The results show: (1) There are three models of the instruments used kindergarten teacher, that are: the competency-based model, based on a child’s development, and the semester-based, (2) assessment instrument attainment of physical motor development of early childhood is valid, reliable, and goodness of fit statistic because it is the smallest factor loading items, 0.830 ( 0.50), Cronbach’s Alpha reliability coefficient of 0.946 smallest (α 0.70), P-value 0.05 and root mean square error of approximation (RMSEA) 0.05.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 50, No 1 (2021): April Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue