cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
PENGEMBANGAN MODEL MATERI AJAR BERBASIS KONTEKS SOSIOKULTURAL DI SMP (Kontribusi Sosiolinguistik dalam Peningkatan Kompetensi Komunikatif Berbahasa Indonesia)
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pengembangan materiajar bahasa Indonesia untuk SMP beserta desain pembelajarannya sesuaidengan pendekatan komunikatif berbasis konteks sosiokultural siswa. Melaluimodel pengembangan materi ajar tersebut diharapkan dapat mengembangkanperilaku berbahasa siswa, baik secara reseptif maupun produkitf sesuai dengankebutuhan komunikasi siswa dalam berbagai domain sosial. Untuk mencapaitujuan tersebut, pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalahpendekatan reseach and development (RD). Model panduan dirumuskansecara kolaboratif antara peneliti, pakar ahli, guru, dan instansi terkait (DinasPendidikan Nasional) melalui disksusi terfokus (focus group discussion). Hasilpenelitianini adalah bahwa pengembangan materi ajar berbasis kontekssosiokultural masih belum dilakukan oleh guru bahasa Indonesia. Hal inidisebabkan alokasi waktu yang dimiliki guru sepenuhnya digunakan untukmengajar dan merancang perangkat pembelajaran. Konsep panduanpengembangan materi ajar ini disusun dalam bentuk materi ajar berbasiskonteks sosiokultural dilakukan mengikuti syarat-syarat yang meliputi: (a)acuan meliputi kurikulum, ilmu-ilmu yang relevan, kebutuhan bahasa anakatau siswa, dan hasil-hasil buku-buku pelajaran bahasa dan atau kegiatanbelajaran mengajar di kelas, (b) rancangan memperhatikan taksonomi bahanajar yang baku, yaitu buku siswa, buku kerja dan buku guru, (c) organisasi, (d)kebahasaan, (e) keterampilan berbahasa, (f) pengembangan kontekssosiokultural, dan (g) topik dan wacana. Pengembangan proses belajarmengajar (PBM) dengan pendekatan komunikatif berbasis kontekssosiokultural siswa dikembangkan dengan mempertimbangkan (1) prinsippembelajaran, (2) tujuan pembelajaran, (3) ruang lingkup, dan (4) pelaksanaanpembelajaran, dan (5) evaluasi pembelajaran.Kata kunci: materi ajar, sosiokultural, sosiolinguistik, dan pendekatankomunikatif
TINDAK TUTUR EKSPRESIF MEMINTA MAAF PADA MASYARAKAT MUSLIM MELALUI MEDIA SOSIAL DI HARI RAYA
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengetengahkan deskripsi penggunaan wujud lingual dan strategi tindak tutur ekspresif meminta maaf yang dilakukan masyarakat muslim Indonesia melalui media sosial pada hari raya keagamaan (idul fitri dan idul adha). Data berupa tuturan dikumpulkan dengan teknik dokumentasi melalui rekam-catat. Penutur terdiri atas dosen, mahasiswa, dan guru yang sebagian di antaranya merupakan etnis Sunda. Analisis difokuskan pada bagaimana wujud lingual tindak tutur meminta maaf dan bagaimana strategi tindak tutur yang digunakan pelaku tutur. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa wujud tindak tutur berbentuk tuturan langsung (denotatif) dan tuturan tidak langsung (konotatif). Sementara berdasarkan strategi tindak tutur ditemukan jenis tindak tutur kesopanan terus terang, tindak tutur basa basi positif dan tindak tutur samarsamar. Pada umumnya tuturan berisi permintaan maaf dan doa, sebagian lainnya disertai detail sebagai alasan dan menunjukkan kesungguhan. Detail disampaikan secara puitis menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dengan ungkapan khusus. Namun, tindak tutur meminta maaf yang digunakan masih bersifat umum, tidak ditemukan yang difokuskan pada satu kesalahan tertentu. Demikian pula, tindak tutur tidak sepenuhnya menunjukkan kesungguhan meminta maaf sebagai sebuah ritual keagamaan. Dalam praktiknya tindak tutur hanya digunakan sebagai sebuah kecenderungan budaya baru komunikasi yang mewarnai hari raya keagamaan.This research explores the description of the use of language form and the apologize of expression speech act strategy done by indonesian muslim society through social media on religious moment (idul fitri and idul adha). Data in the form if speech collected by documentation technique through record-write. Speakers consist of lecturers, students, and teachers, some of whom are ethnic Sundanese. The analysis focused on how the lingual form of speech acts apologize and how the strategy of speech act used by speaker. Based on the results of the analysis found that the form speech act in the form of direct speech (denotative) and indirect speech (connotative). While based on speech act strategy found the type of speech act bald on record, positive politeness speech act, and off record speech act. In general, the utterances of apology and prayer, other with the details of the reasons and show sincerity. The detail are conveyed poetically using Indonesian and Sundanesse language with special expressions. But the apologize speech act used are still general, not found to be focused on one particular mistake. As well as speech acts are not wholly apologetic sincerity as a religious ritual. In practice apologize speech acts are used only as a new cultural tren of communication that decorate of religious moment.
Strategi Pemberitaan di Media Online Nasional tentang Kasus Tercecernya KTP Elektronik (Analisis Teori Van Leeuwen)
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perbedaan sudut pandang antara media online nasional Indonesia yaitu Vivanew.com Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnes.com dan Sindonews.com dan mendeskripsikan kecenderungan sikap media online tersebut dalam mengonstruksikan kasus tercecernya KTP elektronik. Strategi eksklusi digunakan untuk melihat bagaimana aktor dikeluarkan atau disembunyikan dalam teks berita. Strategi eksklusi maupun inklusi ini melihat bagaimana bentuk pemakaian bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Data penelitian ini didapatkan dari pemberitaan kasus tercecernya KTP elektronik pada bulan Mei 2018 di media online Vivanews.com Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnews.com dan Sindonews.com dalam rentang waktu 27-29 Mei 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis dari Theo Van Leeuwen untuk mendeskripsikan bagaimana peristiwa dan aktor digambarkan dalam pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk teori eksklusi Leeuwen yang ditemukan dalam lima berita di media online ini bahwa Vivanews.com Detiknews.com, dan Sindonews.com  dalam berita tentang tercecernya ktp elektronik cenderung menggunakan strategi inkluisi sedangkan, Kompas.com, Metrotvnews.com lebih kearah eksklusi. Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnews.com memiliki kecenderungan membela kemendagri yang disalahkan dalam kasus ini dengan menyembunyikan pelakunya baik dalam menggunakan strategi inklusi maupun eksklusi. This research was conducted with the aim of describing the different perspectives between Indonesian national online media, Vivanew.com Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnes.com and Sindonews.com and describing the attitude tendency of online media in constructing cases of scattered electronic KTPs. Exclusion strategies are used to see how actors are issued or hidden in news texts. This exclusion and inclusion strategy looks at how the language is used to convey messages to the public. The data of this study were obtained from the reporting of cases of electronic KTP scattering in May 2018 in online media Vivanews.com Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnews.com and Sindonews.com in the period of 27-29 May 2018. This study used a qualitative descriptive method with the approach of critical discourse analysis from Theo Van Leeuwen to describe how events and actors are portrayed in the news. The results showed that Leeuwen's exclusion theory found in five news in this online media that Vivanews.com Detiknews.com, and Sindonews.com in the news about the scattering of electronic cards tended to use the inclusion strategy while, Kompas.com, Metrotvnews.com was more exclusion. Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnews.com have a tendency to defend the Ministry of Home Affairs who is blamed in this case by hiding the perpetrators both in using inclusion and exclusion strategies.
PENDEKATAN E-LEARNING DENGAN FASILITAS BLOG SEBAGAI MEDIA DALAM MATA KULIAH READING DAN WRITING
Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is a basic one. The objectives are to describe the readiness of planning and implementing theinternet-based program in English Department, to appraise student motivation and need in using the internetbasedlearning media that support their reading and writing skills in and outside the classroom, and to assessthe implementation, use and development of blog media in their reading and writing classes for one semester.The study involves the students from the reading and writing classes during the data collection by havingquestionnaires, discussion and observation to each class blog. The descriptive-qualitative approach is used withregards to quantitative outputs from the questionnaires. The study shows that the availability of internet facility inEnglish Department still needs improvement along with the extended requirements for the internet-basedlearning process, student skill in information technology and their motivation to access more quality information.Proper planning should be arranged in the learning process that uses blogs as the media, by emphasizingvalues, characters, novelty of the ideas revealed in the student writing works.Kata kunci: e-learning, media blog, jaringan internet, proses pembelajaran
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN TEKS EKSPOSISI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN MEDIA KARIKATUR BERPIDATO BERTEMA KEBUDAYAAN INDONESIA
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menyusun teks eksposisi pada peserta didik kelas VII H SMP Negeri 1 Banjarnegara belum mencapai nilai ketuntasan minimal. Rendahnya nilai tersebut disebabkan  minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, kurangnya penerapan model dan media yang variatif, dan sulit mengembangkan kerangka menjadi sebuah teks yang utuh. Oleh karena itu, guru harus lebih variatif dalam menerapkan model serta media pembelajaran untuk menarik minat peserta didik dalam pembelajaran menyusun teks eksposisi. Penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dan media karikatur berpidato bertema kebudayaan Indonesia diharapkan bisa mengatasi masalah diatas. Pengumpulan data menggunakan nontes dan tes. Dari hasil penelitian, proses pembelajaran, sikap religius dan sosial peserta didik mengalami perubahan kearah yang positif. Proses pembelajaran mengalami peningkatan rata-rata sebesar 10% dari siklus I ke siklus II. Sikap religius mengalami peningkatan sebesar 1 dari siklus I ke siklus II. Adapun sikap sosial mengalami peningkatan 0,69 pada sikap jujur, 0,44 pada sikap santun, dan 0,33 pada sikap tanggung jawab. Hasil keterampilan juga mengalami peningkatan  sebesar 0,56 dari 2,76 pada siklus I menjadi 3,39 pada siklus II.The skill of arranging exposition text in the VII H students of SMP Negeri 1 Banjarnegara does not reach the minimum completeness grade. It is happened because the lack of interest from the students, less variation in the applied model and media, and the difficulty to develop the framework into one whole text. Therefore, the teacher has to find the students’ interest and applied more variation of model and media in the teaching and learning process. The project based and recite caricature Indonesian culture themed are use in the teaching and learning process to solve the problems. Test and non-test is use to collect the data. The results of the research indicate that the student’s religious and social attitude positively improved. Learning increased an average of 10% from the first cycle to second cycle. A religious posture increased by 1 from the fisrt cyce to second cycle. The social attitudes 0,69 increased in the attitude of honest, 0,44 in the attitude manners, and 0,33 in the attitude of responsibility. The students’ skill shown the improvement in the amount of 0,56; it was 2,76 in the first cycle, and it become 3,39 in the second cycle.
POTRET INVESTASI PEREMPUAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL: STUDI ECOFEMINISM NOVEL PRIMADONA KARYA AHMAD MUNIF
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan ekofeminisme untuk melihat kaitan perempuan dengan kearifan lokal, salah satunya terkait dengan budaya itu sendiri. Dari hasil pembahasan dideskripsikan bahwa potret berbasis kearifan lokal yang terdapat dalam novel Primadona karya Ahmad Munif, meliputi; menjadi bagian dari perkumpulan budaya, bekerja maksimal, pemertahanan dalam pelestarian, dan memberikan motivasi. Adapun faktor yang mendorong perempuan berinvestasi diantaranya faktor kelangsungan hidup, faktor kesadaran berkesenian, faktor rasa memiliki, dan faktor rasa menghargai. Saran yang dapat direkomendasikan adalah hendaknya bisa dilakukan penelitian dalam kaitannya dengan investasi yang dilakukan laki-laki dan diterapkan dalam bidang yang lain sehingga kajian menjadi lebih seimbang. Hal ini tentu saja bisa dilihat dari pendekatan yang lain, tidak hanya dari pendekatan ekofeminisme. This study used  an ecofeminism approach to see  the relationships between women and  local wisdom, one  of which   relates with the culture itself.  The study suggests that the portrait based on  the local wisdom   in  Primadona  novel  written by Ahmad Munif  shows the part of cultural society,   working optimally, maintaining conservation, and giving motivation. The  factors that encourage women to invest,  among others,  are  sustainability of life, awareness  of  art activities,  sense of belonging, and respect . This research recommends that the research relating with the investment done by men and  applied in other fields is needed so that the discussion would be balance.  Further, other approaches, in addition to ecofeminism, can be employed in the study.
TINDAK TUTUR DAN GAYA BAHASA DALAM PIDATO PELANTIKAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Lingua Vol 16, No 2 (2020): July 2020
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak tutur orang bersifat khas perorangan atau ideosinkretik. Menggunakan pendekatan deskriptif, di dalam artikel hasil penelitian ini dibahas penggunaan tindak tutur oleh  para presiden Indonesia pada saat pidato pelantikan.  Masalah yang dibahas meliputi: (1) fungsi tindak tutur, (2) gaya bahasa, dan (3) faktor kultural yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan fungsi tindak tutur yang digunakan oleh para presiden dalam pidatonya ketika  pelantikan. Tindak tutur representatif digunakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Tindak tutur direktif digunakan oleh empat presiden. Tindak tutur komisif digunakan oleh Presiden Soeharto, Abdurrahman Wahid, dan Joko Widodo, sedangkan tindak tutur ekspresif digunakan empat presiden. Gaya bahasa repetisi ada pada pada pidato empat presiden. Gaya  bahasa ironi ada dalam pidato pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Abdurrahman Wahid. Gaya bahasa metafora digunakan oleh Presiden Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono. Gaya bahasa pararelisme digunakan oleh Presiden Soeharto. Gaya hiperbola digunakan oleh Presiden Joko Widodo. Faktor kultural berpengaruh terhadap tindak tutur dan gaya bahasa para presiden.  
PENGEMBANGAN RANCANGAN MATA KULIAH SASTRA BANDINGAN DENGAN METODE SINKRONIK-DIAKRONIK BERBASIS LAPANGAN DI PRODI BAHASA DAN SASTRA JAWA
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, apakah pengembangan rancangan perkuliahan Sastra Bandingandengan metode sinkronik-diakronik berbasis lapangan dapat meningkatkan hasil belajar dan etosmahasiswa . Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dirancang melalui duasiklus. Subjek penelitiannya, mahasiswa prodi Sastra Jawa Unnes semester 6 sejumlah 30orang.Penelitian menggunakan dua instrumen, yaitu instrumen tes dan instrumen nontes.Teknik analisisdata menggunakan analisis deskriptif prosentase dan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasilpenelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut. Hasil penelitian menunjukkan bahwarancangan perkuliahan sasta bandingan dengan metode sinkronik-deakronik berbasis lapangan terbuktisecara maknawi mampu meningkatkan kompetensi mahsiswa dalam membandingkan cerita rakyat yangmeliputi aspek peceritaan, unit naratif, fungsi pelaku, motif cerita, dan latar belakang cerita. Pada siklus Inilai rata-rata hasil belajar mahasiswa yang diungkap dalam kompetensi membandingkan cerita rakyatberbasis lapangan adalah 81,64, pada siklus II naik menjadi 88,09. Etos belajar mahasiswa menunjukkanperilaku yang positif dilihat dari awal perkuliahan sampai akhir perkuliahan. Hal ini tampak pada keaktifanselama perkuliahan, keterlibatan dalam bekerja sama di lapangan, dan keseriusan dalam mengerjakantugas.Kata kunci: sastra bandingan, sinkronik-diakronik
INTERFERENSI BAHASA MALAYSIA TERHADAP BAHASA INDONESIA PADA TKI DI KECAMATAN SURALAGA LOMBOK TIMUR (Kajian Sosiolinguistik)
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak masyarakat pedesaan yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Fenomena yang terlihat pada masyarakat pedesaan adalah banyak di antara mereka yang menjadi TKI di Malaysia. TKI tersebut ada yang bekerja sampai 5 tahun tanpa memiliki paspor. Akibat lamanya menjadi TKI di Malaysia, penggunaan bahasa Indonesia mereka menjadi tidak gramatikal dan banyak terjadi interferensi. Permasalahan pada penelitian ini yaitu, apa penyebab terjadinya interferensi bahasa Melayu Malaysia terhadap bahasa Indonesia pada TKI di Dusun Getap Kecamatan Suralaga dan bagaimana bentuk interferensi bahasa Melayu Malaysia terhadap bahasa Indonesia tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab serta bentuk interferensi yang dilakukan oleh para TKI di Dusun Getap Kecamatan Suralaga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik sadap dan wawancara. Data yang direkam kemudian ditranskrip dalam bentuk tulisan dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat ditarik simpulan bahwa penyebab interferensi bahasa pada TKI Malaysia adalah pergaulan, kebiasaan menggunakan bahasa Malaysia ketika berkomunikasi, dan lamanya menjadi TKI. Sedangkan bentuk interferensi yang terjadi adalah interferensi fonologi,morfologi,dan sintaksis.The phenomenon is seen in rural communities is that many of those who become migrant workers in Malaysia. Even work up to 5 years without a passport. As a result of the length of a migrant worker in Malaysia, the use of Indonesian them into grammatical and a lot of interference. The problem in this research is, what is the cause of the interference Malay Malaysia against Indonesian on migrant workers in the hamlet Getap District of Suralaga and how is the form of interference Malay Malaysia against Indonesian them. The objectives to be achieved in this study was to determine the causes and forms of interference made by the workers in the District Suralaga Getap Hamlet. This type of research is qualitative descriptive. While data collection techniques done by tapping and interview techniques. Data were recorded and then transcribed in writing and analyzed using the model of Miles and Huberman. Based on the analysis that has been done, it can be drawn the conclusion that the cause interference language on TKI Malaysia is the association, the habit of using the Malay language when communicating, and the length of a migrant worker. While the shape of the resulting interference is interference phonology, morphology, and syntax
Pasukan Askariyah sebagai Suara Subaltern Korban Konflik Aceh dalam Cerpen Safrida Askariyah
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik yang melanda Aceh dari tahun 1976 hingga tahun 2005 telah meninggalkan luka yang dalam bagi sejarah nasional Indonesia. Banyak terjadi kasus pelanggaran HAM seperti pembunuhan, perkosaan, penculikan baik yang dilakukan oleh Pasukan GAM maupun TNI. Untuk merebut kedaulatan, GAM membentuk pasukan-pasukan khusus  seperti Pasukan Askariyah yang beranggotakan para janda dan  gadis-gadis remaja sebagai  bala tentara. Kisah-Kisah perjuangan para wanita Aceh yang tergabung dalam Pasukan Askariyah terepresentasikan pada cerpen Safrida Askariyah karya Alimuddin yang dimuat di Kompas pada 8 Oktober 2006. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah Pasukan  Askariyah telah bisa menyuarakan suara subaltern yang dalam cerpen ini direprentasikan oleh tokoh utama Safrida sebagai suara wanita yang tertindas?. Penelitian ini merupakan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Sumber data primer adalah cerpen Safrida Askariyah. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra serta pandangan Spivak mengenai subaltern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasukan Askariyah yang direpresentasikan oleh tokoh Safrida ternyata tidak mampu menyampaikan suara subaltern para wanita korban konflik Aceh. Hal ini dibuktikkan dengan lenyapnya pasukan Askariyah, teralienasi dari masyarakat, dan tidak diakuinya keberadaan mereka di tengah masyarakat saat ini.The conflict that happened in Aceh from 1976 to 2005 has left deep wounds for Indonesia’s  national history. Many cases of human rights violations such as murder, rape, kidnappings  committed by both GAM and TNI troops.To seized sovereignty, GAM established special  forces such as the Askariyah Force, which consisted of widows and teenage girls. The stories of the struggle of Acehnese women who are members of the Askariyah Force are represented in the short story of Safrida Askariyah by Alimuddin published in Kompas on October 8, 2006.  The problem of the research is whether the Askariyah Forces have been able to convey the subaltern voices that in this short story is represented by the main character of Safrida? This research is qualitative research. Data collections was done by literature study. The primary data source is short story Safrida Askariyah. Data analysis was done by descriptive analysis method. This research used  the approach of the sociology literature and Spivak’s view of the subaltern. The results showed that the Askariyah troops represented by the Safrida figures were not able to convey the subaltern voices of women of the Aceh conflict. This were evoked by the disappearance of the Askariyah Forces, Safrida was alienated from the community, and Askariyah Forces existence  was not recognized in nowdays society.