cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Perbedaan Kesegaran Jasmani Dilihat dari Kebiasaan Sarapan dan Status Gizi
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7891

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui kebiasaan sarapan dan status gizi dalam menentukan tingkat kesegaran jasmani siswa SMP Negeri 01 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara, tes lari 50 meter untuk kesegaran jasmani. Sampel penelitian adalah siswa SMP Negeri 01 Kota Bengkulu. Analisa data menggunakan uji t test Independen. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi tingkat kesegaran jasmani yang kurang adalah 96,55 %. Tidak ada perbedaan yang bermakna kebiasaan sarapan dan status gizi antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang kurang dan baik (nilai p0,05).
Latihan Massed Practice dan Distribute Practice untuk Akurasi Tendangan ke Gawang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 3, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v3i2.4383

Abstract

 The purpose of this research was to determine the effect training of massed practice and distribute practice to the accuracy of shots on goal and a better workout between massed practice and distribute practice. This research uses pre test and post-test group design the experimental method or pattern matching by subject MS. The population of the research is Jatidiri Futsal players Semarang, 14 samples. Research sampling technique using total sampling technique. The data were then analyzed using paired t-test pattern with a significance level of 5%. Based on data analysis, showed the following results 1) mean test accuracy shots on goal massed practice group training Pree test 47.5 post-test 90. 2) mean test accuracy shots on goal to distribute practice group training Pree test 51.2 post-test 80. different test results using the t-test formula is 2.645 greater than 2.447 t-table so that significant results. The conclusion of this research is 1) massed practice and distribute practice training influential to the increase in accuracy shots on goal. 2) Massed practice training is more effective against shots on goal accuracy than distribute practice training. Suggestion is to improve the accuracy of shots massed practice can be used by trainers besides using the training by turns shooting at goal.
Korelasi Power Otot Tungkai, Kekuatan Otot Lengan, dan Koordinasi Mata-Tangan terhadap Ketepatan Smash Bulutangkis
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.27334

Abstract

Olahraga bulutangkis memiliki beberapa teknik pukulan, salah satunya smash yang membutuhkan beberapa komponen fisik sebagai penunjang keberhasilan melakukan pukulan smash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan terhadap ketepatan smash bulutangkis. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, bertujuan untuk mencari hubungan antara variabel bebas power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan terhadap variabel terikat ketepatan smash. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 atlet anggota PB Delta Purwokerto. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi sederhana dan regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai koefisien korelasi hubungan power otot tungkai dengan ketepatan smash sebesar 0,571. Koefisien korelasi kekuatan otot lengan dengan ketepatan smash sebesar 0,735. Koefisien korelasi koordinasi mata tangan dengan ketepatan smash sebesar 0,520. Sedangkan hasil dari f hitung f tabel (17,364 3,49) dengan nilai probabilitas sebesar 0,000. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan smash bulutangkis.Badminton has several hit techniques; one of them is smash which requires several physical components as a support for the success of making a smash. This study was to determine the correlation between leg muscle power, arm muscle strength and hand eye coordination on badminton smashes. This study was a correlational study and the purpose was to find out the correlation between the independent variable of leg muscle power, arm muscle strength and hand eye coordination to the dependent variable smash accuracy. This study had 20 of PB Delta Purwokerto athletes as the subjects. The researcher used product moment correlation test to analyze the data. Based on the data analysis, the correlation coefficient value between the leg muscle power and the accuracy of the smash was 0.571, the correlation coefficient between arm muscle strength and smash accuracy was 0.735, meanwhile between the hand eye coordination and smash accuracy was 0.520. The result of f table f (17,364 3,49) with a probability value of 0,000. The result of the data analysis indicated that there was a significant correlation among leg muscle power, arm muscle strength, and hand eye coordination with the accuracy of badminton smashes.
Penurunan Asam Laktat pada Fase Pemulihan Aktif dengan Argocycle selama 5 Menit
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012): July 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v2i1.2555

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kadar asam laktat sebelum latihan, setelah latihan, laktat setelah pemulihan selama 1 menit. Manfaat yang diharapkan dapat memberikan rekomendasi latihan dan pemulihan yang tepat. Metode eksperimen rancangan the separate pretes-posttest control design digunakan pada peneletian ini. Sampel sebanyak 6 mahasiswa laki-laki yang bersedia dan memenuhi kriteria. Perlakuan berupa pengambilan darah sebelum latihan, latihan argocycle selama 5 menit dengan beban 7 watt,  setelah latihan darah tepi diambil lagi untuk mengetahui kadar asam laktat. Alat yang digunakan Accutrend Plus, Reagen MB Laktat dari Jerman. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia (19.83 ± 0.75), tinggi badan (165.83 cm±9.33), berat badan (65.67 kg±5.82), laktat sebelum latihan (3.28 ±mmol/l 1.00), laktat setelah latihan (5.43 mmol/l± 1.75). Ada hubungan yang signifikan antara laktat dan denyut nadi sebelum latihan (p=0.028), laktat dan denyut nadi setelah latihan (p=0.028), denyut nadi sebelum dan setelah latihan (p=0.028), laktat sebelum dan setelah latihan (p=0.028), laktat setelah latihan dan laktat setelah recovery selama 1 menit (p=0.046). Kesimpulannya adalah ada hubungan positif antara laktat dan denyut nadi sebelum latihan dan setelah latihan. Ada hubungan negative antara laktat setelah latihan dan sebelum latihan, denyut nadi setelah latihan dan sebelum latihan, laktat setelah latihan dan laktat setelah recovery selama 1 menit. The aims of this research is to know the different of lactate acid before, after exercise and after 1 minute recovery. The research use to recommendation for exercise to get good recovery. The separate pretes-posttest control design used in this research. The subject is six man that disposed to this research. The experiment are take periphery blood before and after exercise, than after 1 minute recovery. The exercise is 5 minute in argocycle with 7 watt load. The instrument are accutrend plus, Lactat reagen MB made in Germany and lancet. The result show that mean of age (19.83 ± 0.75), height (165.83 cm±9.33), weight (65.67 kg±5.82), lactate before exercise (3.28 ±mmol/l 1.00), lactate  after exercise (5.43 mmol/l± 1.75). There is significant relation between lactate and heart rate before exercise (p=0.028), lactate and heart rate after exercise  (p=0.028), heart rate before and after exercise (p=0.028), lactate before and after exercise (p=0.028), lactate after exercise and after 1 minute recovery (p=0.046). The conclusion is there are positive relation between lactate and heart rate before and after exercise. There are negative relation between lactate before and after exercise, heart rate before and after exercise, lactate after exercise and 1 minute recovery.
Modivikasi Mesin EM.E 70CC Gas Engine dalam Penerbangan Olahraga Paralayang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i1.12145

Abstract

Penelitian yang dilakukan untuk memodifikasi Mesin EM.E 70cc pada Paralayang Bermesin, menghasilkan sebuah Mesin baru melalui suatu proses modifikasi dari mesin . Agar dapat meningkatkan aktivitas olahraga menjadi lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Mengembangkan mesin Paralayang yang ada di Kota Semarang yang nantinya bisa digunakan bekal dalam upaya pengembangan sehinga dapat meningkatkan kemampuan atlet paralayang untuk lebih berprestasi. Penelitian ini untuk memudahkan atlet untuk memakai mesin paralayang dalam pertandingan paramotor. Sehingga aktivitas Olahraga bermesin ini untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan aktivitas motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosional.Penelitian dilaksanakan dalam 3 tahun dengan meliputi pengembangan, modivikasi a) Uji Coba Awal apakah mesin bisa untuk merbangkan paralayang atau belum, b) revisi produk (mencari kekurangan kekurangan dalam mesin EM.E 70cc), c) Uji Coba tahap akhir (mesin siap untuk dipakai dalam konsep komersial.A study was conducted to modify the 70cc EM.E Engine on the Engine Paragliding, resulting in a new Engine through a process of modification of the engine. In order to increase sports activity become more active, innovative, creative, effective and fun. Developing a Paragliding machine in Semarang City that can be used in the development effort so that can improve the ability of paragliding athletes to better achievement. This study is to make it easier for athletes to use paragliding machines in a paramotor match. So the activity of this engined sports to improve skills, develop motor activity, knowledge and behavior of healthy and active life, sportive attitude, and emotional intelligence. Research conducted in 3 years by covering the development, modivikasi a) Preliminary Test whether the machine can to fly paragliding or b) product revision (looking for deficiencies in the 70cc EM machine), c) Trial test (the machine is ready for commercial use.
Tingkat Kesegaran Jasmani, Status Gizi dan Asupan Zat Gizi Makan Pagi pada Siswa SMP Negeri di Kota Yogyakarta
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1137

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan makan pagi dan status gizi dalam menentukan tingkat kesegaran jasmani siswa SMPN di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan observasional rancangan kroseksional dan rancangan kasus kontrol. Sampel penelitian adalah siswa SMP usia 13-15 tahun, dengan teknik randong sampling. Analisa data menggunakan uji t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik adalah 63,17%. Tidak ada perbedaan yang bermakna asupan zat gizi energi dan protein makan pagi pada siswa laki-laki antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p0,05). Ada perbedaan yang bermakna asupan zat gizi energi dan protein makan pagi pada siswa perempuan antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p 0,05). Ada perbedaan yang bermakna status gizi antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p0,05). Terdapat perbedaan tingkat kesegaran jasmani antara siswa laki-laki dan perempuan. Status gizi dan asupan makan pagi mempengaruhi perbedaan tingkat kesegaran jasmani.Kata Kunci: latihan fisik aerobik submaksimal; lipolisis; trigliseralida plasmaThe purpose of this research to determine the role of breakfast and nutritional status in determining the level of physical fitness of junior high school students in the city of Yogyakarta. The Method is observational study using crossectional design and case-control design. The sample is students in junior high school age 13-15 years old, within random sampling technique. Analysis of data using t-test. The result of research showed that prevalence of physical fitness level which is not good is 63.17%. There is no significant difference in nutrient intake of energy and protein breakfast on the male students between the groups that have good and not good physical fitness level (p 0.05). There is a significant difference in nutrient intake of energy and protein breakfast on the female students between the groups that have good and not good physical fitness level (p-value 0.05). There is significant differences between the nutritional status of groups that have good and not good physical fitness level (p-value 0.05). There is a difference between students' physical fitness level of male and female students. Nutritional status and intake of breakfast affects different levels of physical fitness.Keywords: nutrient intake; breakfast; nutritional status and the level of physical fitness
Nasionalisme Olahraga
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7877

Abstract

Salah satu nilai Olimpisme menyebutkan bahwa olahraga seharusnya bebas dari kepentingan dan keterlibatan tujuan-tujuan politik dan dilakukan demi kesenangan partisipannya. Meski demikian, kenyataan di dunia olahraga tidaklah seperti itu. Fenomena nasionalisme olahraga menunjukkan bagaimana olahraga dan kepentingan politik saling berhubungan erat. Olahraga sering dijadikan alat pemerintah suatu negara untuk membangun nasionalisme bangsa dan sebaliknya pula, olahraga pun dimajukan dengan suntikan jiwa nasionalisme sebagai motivasi para olahragawan dan atlet. Tulisan ini merupakan kajian literatur tentang fenomena nasionalisme olahraga.Penulis membahas tentang konsep nasionalisme dan nasionalisme olahraga, kaitan nasionalisme dengan olahraga dan manifestasinya di lapangan, persoalan-persoalan nasionalisme olahraga, dan bagaimana memanfaatkan olahraga untuk membangun nasionalisme dan pula memanfaatkan nasionalisme untuk membangun olahraga di Indonesia
Pengembangan Sketsa Kewarganegaraan Multidimensional melalui Pendidikan Olahraga dalam Nation And Character Building
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2036

Abstract

Pembangunan nation and character building merupakan pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Dimana proses membangun karakter itu memerlukan disiplin tinggi karena tidaklah mudah dan seketika atau instan. Oleh karenanya diperlukan pengembangan model pembelajaran yang efektif, yaitu model pembelajaran yang mampu membangun komitmen dalam menerapkan nilai-nilai nation and character building dalam diri setiap siswa. Untuk mengembangkan model tersebut maka diperlukan sumbangsih serta peran dari rumpun mata pelajaran olahraga guna mengokohkan karakter dan dimensi kewarganegaraan, yang mencakup dimensi kewarganegaraan pribadi, sosial, spasial dan temporal. Pengembangan sketsa kewarganegaraam multidimensional merupakan wahana yang paling strategis untuk membangun komitmen dalam rangka membangun nation and character building khususnya dikalangan siswa sebagai warga negara, yang harus diimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: sketsa kewarganegaraan; multidimensional, pendidikan olahraga; nation and character buildingAbstract Development of nation and character building is the main foundation in the success of Indonesia Gold 2025.  Where the process of character building that requires discipline because it is not easy and instant. Therefore required the development of un effective learning model, the learning model can build commitment in implementing the values ​​of nation and character building in every student.  To develop that model require the contribution and role of the part of sports subjects in order to establish his character and dimensions of citizenship, which includes civic dimensions of personal, social, spatial and temporal. Sketch the development of multidementional citizenship is the most strategic vehicle for building commitment in order to build a nation and character building, especially among students as citizens, to be implemented in daily life.Keywords: sketch of citizenship; multidimentional; physical education; nation and character building
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum di Sekolah Menengah atas Keberbakatan Olahraga
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v6i1.9688

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menemukan kebenaran tentang kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga (2) Untuk menemukan kebenaran tentang struktur kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga. Lokasi penelitian di SMA Muhammadiyah 1 Klaten, SMA Negeri 1 Wonogiri, SMA Negeri 1 Slogohimo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada general. Hasil penelitian adalah (1) kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga, mengacu pada Kurikulum 2013 baik secara filosofis maupun teoretis. (2) struktur kurikulum sekolah keberbakatan terdiri atas Kompetensi inti, Mata Pelajaran, Beban Belajar dan Evaluasi Pembelajaran. Kesimpulan bahwa SMA Keberbakatan Olahraga merupakan salah satu alternatif jalur pendidikan menengah yang diharapkan dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik dan bakat olahraganya secara maksimal. SMA Keberbakatan Olahraga sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dengan dukungan dari Pemerintah Daerah, serta kalangan akademisi dan Praktisi akan dapat berhasil, apabila seluruh kalangan dapat bersinergi secara positif mendukung kebijakan dan implementasi kurikulum SMA Keberbakatan Olahraga. 
Dampak Senam Aerobik terhadap Daya Tahan Tubuh dan Penyakit
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak senam aerobik terhadap daya tahan tubuh dan penyakit peserta senam aerobik di sanggar senam aerobik Magelang. Subjek penelitian adalah 60 orang ibu di Magelang. Mereka terdiri dari 30 orang ibu  peserta senam aerobik dan 30 orang ibu yang tidak melakukan senam aerobik sebagai pembanding. Teknik mengumpulkan data menggunakan angket. Analisis datanya menggunakan Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit peserta senam aerobik dengan tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit peserta tidak mengikuti senam aerobik terdapat perbedaan yang signifikan dengan z = 3,803 dan p 0,05 dan rerata sebesar 84,80 untuk yang mengikuti senam aerobik, sedang yang tidak mengikuti senam aerobik dengan rerata sebesar 77,03. Dengan demikian bahwa tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit yang tidak mengikuti senam aerobik. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senam aerobik dapat berdampak pada daya tahan tubuh terhadap penyakit.Kata Kunci: aerobik; daya tahan; penyakitThis study aims to determine the effects of aerobic exercises on endurance to disease aerobics participants in the aerobics studio Magelang. Subjects were 60 mothers in Magelang. They consist of 30 married women-the mothers aerobics participants and 30 mothers who do not do aerobics as a comparison. Techniques to collect data using questionnaires. Data analysis using the Mann Whitney U Test. The results showed that the level of resistance to disease aerobics participants with a level of resistance to disease aerobics participants did not follow any significant difference by z to 3.803 and p 0.05 and a mean of 84.80 to the following aerobic gymnastics, while that does not follow aerobics with a mean of 77.03. Thus the level of immunity against diseases that do not follow the aerobics. Based on the findings of this study, it can be concluded that aerobic exercise had affect to endurance and diseases.Keywords: aerobics; endurance; diseases