cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015)" : 24 Documents clear
PENINGKATAN PENGETAHUAN POLA MAKAN SEHAT BAGI SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL MUBTADIIN BALEKAMBANG JEPARA Fathonah, Siti; Setyaningsih, Dyah Nurani; Astuti, Pudji
Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan penyuluhan diet sehat adalah 1)  santri putri memiliki pengetahuan diet sehat, dan 2) santri putri  memiliki keahlian untuk membangun menu seimbang. Pelaksanaan pelayanan masyarakat adalah penjelasan diet sehat untuk anak perempuan santri di pondok pesantren Balekambang Jepara. Kegiatan ini dilakukan  dengan  tiga  tahap,  yaitu:  1)  persiapan  dengan  aktivitas  izin  dan penyusunan  item  dan  praktek,  2)  pelaksanaan  dua  kali  pertemuan,  dengan penjelasan diet sehat, dan seimbang menu untuk remaja dan praktek, dan 3) monitoring. Orang-orang Target gadis-gadis santri di pondok pesantren Roudlotul Mubtadiin sebanyak 25 orang. Kehadiran peserta dalam mengikuti kegiatan dalam kategori tinggi, dengan jumlah peserta yang menghadiri 100%, peserta yang menarik dan keseriusan dalam kegiatan berikut yang ditunjukkan dengan jumlah pertanyaan dan antusias dalam mengikuti penyuluhan dan praktek untuk menu seimbang. Santri perempuan memiliki pengetahuan tentang diet sehat. Berarti nilai pre-test dan post- test meningkat tajam dari 56,7 menjadi 77,2, dan efektivitas 0,46 dalam kategori sedang. Keterampilan dalam membangun menu untuk dirinya sendiri cukup baik, dengan menu struktur 3 kali dan 2 makanan tambahan. Kegiatan ini perlu untuk menindaklanjuti dengan kegiatan kelanjutan terdiri dari 1) pengembangan topik lainnya untuk anak perempuan santri, seperti perhitungan menu gizi yang diperlukan dan 2) memberikan keterampilan untuk mengolah makanan (sayur, lauk, makanan ringan) untuk remaja.
PEMBUATAN HIASAN KERUDUNG DENGAN TEKNIK MENGAIT DI KELURAHAN PATEMON GUNUNGPATI SEMARANG Sawitri, Sicilia; Rachmawati, Rina; Kusumastuti, Adhi
Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ingin diatasi dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah bagaimana mengembangkan keterampilan ibu-ibu dan remaja putri di wilayah kelurahan Patemon dalam membuat hiasan kerudung dengan teknik mengait (Crocheting) yang dapat dijadikan bekal berwirausaha. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini antara lain: ceramah, demonstrasi dan latihan. Hasil yang didiperoleh dari kegiatan, adalah adanya   peningkatan keterampilan ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri dalam membuat kerudung dengan teknik mengait sehingga dapat berwirausaha dan mendapat income tambahan bagi keluarganya. Saran yang diajukan antara lain: (1) Bagi ibu-ibu masyarakat Kelurahan Patemon hendaknya memanfaatkan sumber daya manusia yang telah diberi pelatihan agar produktivitasnya meningkat, (2) Masih perlu dikembangkan berbagai desain kerajinan dengan teknik mengait, agar diperoleh hasil kerajinan yang kreatif dan inovatif,  (3) Bagi Lembaga Pengabdian Kepada Masyarkat (LPM) hendaknya pelatihan ini ditindaklanjuti dengan pemberian materi   dan keterampilan-keterampilan lain, misalnya: membuat kerajinan dengan teknik  merajut, bordir mesin, dan pembuatan pelengkap busana.
ADAT BUDAYA SIRAMAN PENGANTIN JAWA SYARAT MAKNA DAN FILOSOFI Setyaningsih, Endang; Zahrulianingdyah, Atiek
Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upacara perkawinan adat Jawa merupakan warisan tradisi keraton yang dulu hanya boleh diselenggarakan oleh keluarga keraton saja, akan tetapi dengan perkembangan  zaman,  adat  budaya  perkawainan  berkembang  luas  di  masyarakat sampai manca Negara. Salah satu dari adat budaya perkawinan yang sampai saat ini masih dilaksanakan adalah adat budaya siraman pengantin Jawa, adat budaya siraman pengantin Jawa mempunyai pengertian menyirami atau memandikan calon pengantin agar pengantin bersih suci lahir dan batinnya dan siap memulai kehidupan berumah tangga.Perlengkapan siraman  pengantin  antara  lain,  tumpeng    lengkap,  tumpeng  robyong, tumpeng gundul, jajan pasar, bunga tujuh rupa, kendi yang berisi dari tujuh sumber mataair  bertuah, kain  batik  wahyu tumurun, cendol, uang kreweng dari  tanah liat, klosobongko, daun tolak balak, dan lain-lain. Perlengkapan yang  disajikan mempunyai makna dan filosofi tuntunan hidup agar calon pengantin   dapat mengarungi kehidupanyangbahagia dan sejahtera.Adat budaya siraman pengantin Jawa pada masa kini berkembang luas diberbagailapisan masyarakat Jawa baik di nusantara maupun di manca Negara, bahkan orang asingpun tertarik untuk mempelajarinya, karena…….mempunyai filosofi yang luhur, untuk itu perlu disosialisasi dengan berbagai media tentang adat budaya perkawinan adat Jawa dengan lengkap.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN DESAIN Widowati, Widowati; Sawitri, Sicilia; Krisnawati, Maria
Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis proyek pada peningkatn hasil belajar mahasiswa. Penelitian pada   tahun pertama yang telah dilakukan oleh Sicilia Sawitri,   adalah   pengembangan model pembelajaran berbasis proyek, sehingga   tersusun model pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah Pengembangan Desain Busana, dilaksanakan tahun 2014. Uji coba kelompok kecil dilakukan mahasiswa angkatan 2015 yang mengambil matakuliah  Pengembangan  Desain.     Efektivitas  proses  pembelajaran  berbasis proyek pada kelompok kecil dapat diketahui melalui perhitungan   gain score, diperoleh hasil yaitu 0.72 termasuk kategori tinggi. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian adalah efektivitas pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah Pengembangan Desain tinggi. Saran yang dapat diajukan: Efektivitas pembelajaran dapat lebih ditingkatkan dengan memberikan pembelajaran di luar kampus, dengan mengunjungi rumah mode atau menyaksikan peragaan busana, dan model Pembelajaran Berbasis Proyek dapat diterapkan pada setiap mata kuliah praktek.
ACCEPTANCE TEST OATMEAL COOKIES DENGAN SUBSTITUSI DEDAK PADI Wijayanti, Wiwit; Mahfud, Tuatul; Djati K., Bambang
Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk membuktikan bahwa dedak padi dapat digunakan sebagai bahan pembuatan oatmeal cookies; 2) untuk mengetahui tingkat kesukaan oatmeal cookies dengan substitusi dedak padi terhadap aspek rasa, warna dan  tekstur;  3)  untuk  mengetahui  perbedaan  warna,  rasa,  dan  tekstur  oatmeal cookies yang di substitusi dengan dedak padi 50%, 75%, 100% dari tepung terigu. Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap: tahap pertama yaitu penelitian eksperimen, tahap kedua yaitu penelitian organoleptik. Teknik pengumpulan data terdiri dari metode eksperimen, studi kepustakaan, dokumentasi gambar, observasi dan kuesioner.   Analisa   data   untuk   uji   hedonik   menggunakan   statistik   deskriptif, sedangkan uji mutu hedonik menggunakan uji Friedmen yang meliputi aspek rasa, warna, dan tekstur aotmeal cookies dengan menggunakan subtitusi dedak padi 50%, 75% dan 100%. Penelitian ini melibatkan 15 orang panelis agak terlatih untuk uji organoleptik. Hasil penelitian menjelaskan bahwa 1) dedak padi dapat diolah menjadi bahan tambahan dalam pembuatan oatmeals cookies. 2) berdasarkan hasil uji hedonik menunjukkan bahwa rata-rata panelis menyatakan suka terhadap rasa, warna, maupun tekstur oatmeal cookies yang disubstitusi dedak padi dengan presentase 50%, 75% dan 100%. Sedangkan untuk mutu hedonik, berdasarkan uji Friedmen menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata pada rasa dan tekstur oatmeal cookies yang disubstitusi dedak padi dengan presentase 50%,75% dan 100%. Pada aspek warna, panelis menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang sangat nyata pada warna oatmeal cookies yang disubtitusi dedak padi pada presentase 50%,75% dan 100%.
PENGARUH PENGGUNAAN SUHU PENGOVENAN TERHADAP KUALITAS ROTI MANIS DILIHAT DARI ASPEK WARNA KULIT, RASA, AROMA DAN TEKSTUR Astuti, Romiyatun Mijiling
Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roti adalah makanan yang terbuat dari bahan utama tepung terigu, yeast, garam dan air serta bahan tambahan lain seperti gula, margarin, telur, susu dan lainnya. Roti manis merupakan salah satu jenis roti yang mempunyai cita rasa manis yang menonjol serta bertekstur empuk dengan atau tanpa isian.Pembuatan roti manis melalui beberapa tahapan  yaitu di mulai dari pemilihan bahan baku,        penimbangan        bahan,        pangadukan,        istirahat        sementara,pemotongan/pembagian dan penimbangan, pembulatan, istirahat sementara setelahdibulatkan, pembentukan, pencetakan adonan dalam loyang, fermentasi akhir, pengovenan,    pengeluaran    dari    loyang,    proses    pendinginan,    pengemasan.Pengovenan merupakan proses terpenting dalam pembuatan roti. Suhu dan waktuyang dibutuhkan dalam   pengovenan bervariasi sesuai dengan jenis roti, besar adonan, dan loyang yang dipergunakan dalam pengovenan. Untuk menentukan suhu dan  berapa  lama  waktu  yang  dibutuhkan  agar  bisa  menghasilkan  roti  yangberkualitas baik diperlukan penelitian.Obyek penelitian ini adalah roti manis dengan penggunaan suhu pengovenaan api bawah 200occ dan api atas 150occ; 180occ; 210occ selama 30 menit. Metode pengumpulan data dengan penilaian subyektif dengan uji inderawi dan uji kesukaan.Alat pengumpulan data yaitu panelis agak terlatih untuk uji inderawi dan panelis tidak terlatih untuk uji kesukaan. Metode analisis data yang digunakan   adalah analisa varian satu arah untuk mengetahui perbedaan kualitas dan analisis deskriptif persentasi untuk uji kesukaan.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penggunaan suhu pengovenan terhadap kualitas roti manis.Saran dari penelitian ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai lamanya waktu yang digunakan dalam pengovenan.
PENINGKATAN KELEMBUTAN TEKSTUR ROTI MELALUI FORTIFIKASI RUMPUT LAUT Euchema Cottoni Suryatna, Bambang Sugeng
Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Euchema cottoni merupakan sepesies rumput laut yang paling banyak diproduksi dan dibudidayakan di Indonesia.   Euchema cottoni merupakan bahan baku untuk pembuatan Karaginan.   Karaginan digunakan untuk bahan tambahan makanan pengelmusi, pengental, dan penstabil berbagai produk makanan.  Tujuan fortifikasi rumput laut Euchema cottoni pada roti adalah untuk membuat tekstur roti lebih lembut sehingga lebih enak dimakan.   Tujuan lain dari fortifikasi  Euchema cottoni adalah untuk meningkatkan nilai gizi kandungan Iodium dalam roti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi tepung rumput laut Euchema cottoni sebesar 5% menghasilkan produk roti dengan kelembutan tekstur dan performa roti yang paling baik. Temuan penelitian ini yaitu menemukan cara meningkatkan asupan Iodium khususnya pada anak-anak melalui konsumsi roti yang difortifikasi dengan rumput laut Euchema cottoni.
TEKNIK MENYUSUN DOKUMEN PATEN UNTUK INVENSI DI BIDANG INDUSTRI BOGA, BUSANA DAN KOSMETIKA Suryatna, Bambang Sugeng; Nurani, Dyah
Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang Industri boga, busana dan kosmetika merupakan bidang yang potensial untuk menghasilkan temuan-temuan baru yang dapat dipatenkan.    Untuk dapat mendaftarkan paten atas temuannya, seorang ahli harus dapat menyusun dokumen paten.   Diperlukan pengetahuan dan keahlian spesifik untuk menyusun dokumen paten.  Bagian-bagian dokumen paten yang harus disusun terdiri atas : Judul Invensi, Bidang Teknik Invensi, Latar Belakang Invensi, Uraian Singkat Invensi, Uraian Lengkap Invensi, Klaim dan Abstrak.   Dalam penyusunan Klaim disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli hukum, supaya makna bahasa dari klaim sesuai dengan terminologi yang lazim digunakan dalam penegakan hukum.   Klaim inilah nantinya yand akan menjadi dasar penuntutan di Pengadilan ketika invensi yang dipatenkan ditiru atau diproduksi oleh orang atau Badan yang tidak diizinkan oleh si inventor (penemu).
PEMBUATAN HIASAN KERUDUNG DENGAN TEKNIK MENGAIT DI KELURAHAN PATEMON GUNUNGPATI SEMARANG Sawitri, Sicilia; Rachmawati, Rina; Kusumastuti, Adhi
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i2.6431

Abstract

Permasalahan yang ingin diatasi dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah bagaimana mengembangkan keterampilan ibu-ibu dan remaja putri di wilayah kelurahan Patemon dalam membuat hiasan kerudung dengan teknik mengait (Crocheting) yang dapat dijadikan bekal berwirausaha. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini antara lain: ceramah, demonstrasi dan latihan. Hasil yang didiperoleh dari kegiatan, adalah adanya   peningkatan keterampilan ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri dalam membuat kerudung dengan teknik mengait sehingga dapat berwirausaha dan mendapat income tambahan bagi keluarganya. Saran yang diajukan antara lain: (1) Bagi ibu-ibu masyarakat Kelurahan Patemon hendaknya memanfaatkan sumber daya manusia yang telah diberi pelatihan agar produktivitasnya meningkat, (2) Masih perlu dikembangkan berbagai desain kerajinan dengan teknik mengait, agar diperoleh hasil kerajinan yang kreatif dan inovatif,  (3) Bagi Lembaga Pengabdian Kepada Masyarkat (LPM) hendaknya pelatihan ini ditindaklanjuti dengan pemberian materi   dan keterampilan-keterampilan lain, misalnya: membuat kerajinan dengan teknik  merajut, bordir mesin, dan pembuatan pelengkap busana.
ADAT BUDAYA SIRAMAN PENGANTIN JAWA SYARAT MAKNA DAN FILOSOFI Setyaningsih, Endang; Zahrulianingdyah, Atiek
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i2.6427

Abstract

Upacara perkawinan adat Jawa merupakan warisan tradisi keraton yang dulu hanya boleh diselenggarakan oleh keluarga keraton saja, akan tetapi dengan perkembangan  zaman,  adat  budaya  perkawainan  berkembang  luas  di  masyarakat sampai manca Negara. Salah satu dari adat budaya perkawinan yang sampai saat ini masih dilaksanakan adalah adat budaya siraman pengantin Jawa, adat budaya siraman pengantin Jawa mempunyai pengertian menyirami atau memandikan calon pengantin agar pengantin bersih suci lahir dan batinnya dan siap memulai kehidupan berumah tangga.Perlengkapan siraman  pengantin  antara  lain,  tumpeng    lengkap,  tumpeng  robyong, tumpeng gundul, jajan pasar, bunga tujuh rupa, kendi yang berisi dari tujuh sumber mataair  bertuah, kain  batik  wahyu tumurun, cendol, uang kreweng dari  tanah liat, klosobongko, daun tolak balak, dan lain-lain. Perlengkapan yang  disajikan mempunyai makna dan filosofi tuntunan hidup agar calon pengantin   dapat mengarungi kehidupanyangbahagia dan sejahtera.Adat budaya siraman pengantin Jawa pada masa kini berkembang luas diberbagailapisan masyarakat Jawa baik di nusantara maupun di manca Negara, bahkan orang asingpun tertarik untuk mempelajarinya, karena…….mempunyai filosofi yang luhur, untuk itu perlu disosialisasi dengan berbagai media tentang adat budaya perkawinan adat Jawa dengan lengkap.

Page 1 of 3 | Total Record : 24