cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 20 Documents clear
Pengaruh Aktivitas Fisik dan Status Gizi terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Teknik Unnes Tahun 2019 Astuti, Puji; Fathonah, Siti
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.20549

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh aktivitas dan status gizi terhadap prestasi mahasiswa dari Fakultas Teknik Unnes. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teknik Unnes tahun 2019. Menggunakan proporsional random sampling sebesar 5% dengan jumlah 97 mahasiswa yang diambil sebagai sampel penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner prestasi mahasiswa, aktivitas siswa, dan pengukuran IMT untuk status gizi. Analisis data menggunakan uji asumsi kalsik, analisis regresi, sumbangan efektif dan sumbangan relatif. Data yang diperoleh dari nilai rata-rata IPK mahasiswa Fakultas Teknik masuk dalam kategori  sangat memuaskan sebesar 3.34. Untuk rata-rata hasil aktivitas fisik mahasiswa aktif sebesar 2.339 kkal masuk dalam kategori sedang. Rata-rata waktu tidur para mahasiswa adalah 6,1 jam, sedangkan total belajar dan aktivitas pribadi mereka adalah 14,1 jam. Status gizi mahasiswa amasuk dalam kategori normal dengan rincian mahasiswa yang kurus sebesar 28,9%, normal sebesar 56,7%, untuk yang gemuk sebesar 8,2% dan obesitas sebesar 6,2%. Hasil regresi sederhana menemukan bahwa tidak ada pengaruh AKEI terhadap IPK, sedangkan untuk pengaruh IMT terhadap IPK tidak ada pengaruh yang signifikan. Untuk hasil analisis regresi berganda dari pengaruh AKEI dan IMT terhadap IPK tidak ada pengaruh yang signifikan. Saran yang diajukan oleh peneliti adalah 1) Mahasiswa perlu membiasakan diri dalam berolahraga setidaknya 3 kali seminggu dalam 30-45 menit, dan 2) Penelitian lebih lanjut tentang status gizi dan prestasi mahasiswa dapat fokus pada pengaruh konsumsi makanan mahasiswa, kebersihan diri dan lingkungan.
Potensi Gulma Babandotan (Ageratum Conyzoides L.) sebagai Pewarna Alam Kain Katun Primissima Menggunakan Mordan Jeruk Nipis, Tawas, Kapur Tohor, dan Tunjung Rohmawati, Tri; Kusumastuti, Adhi
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.21356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak daun gulma babandotan (Ageratum conyzoides L.) sebagai zat warna alam pada kain katun primissima menggunakan mordan jeruk nipis (Citrus aurantifolia), tawas (Al2 (SO4)3), kapur tohor (Ca(OH)2), dan tunjung (FeSO4). Gulma babandotan diekstraksi menggunakan pelarut air dengan perbandingan 1:10 dengan metode pre-mordanting. Kain hasil pencelupan dianalisa menggunakan parameter uji ketahanan luntur warna terhadap gosokan dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Jenis mordan berpengaruh pada arah warna dan pH larutan berpengaruh pada ketuaan warna. Arah warna yang dihasilkan adalah warna kuning hingga kuning-hijau abu-abu gelap. Nilai pengujian ketahanan luntur warna terhadap gosokan secara basah dan kering menghasilkan nilai yang “baik”, sedangkan nilai ketahanan luntur warna terhadap pencucian menghasilkan kategori “cukup”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak gulma babandotan dapat digunakan sebagai zat warna alam pada kain katun primissima.
Percobaan Substitusi Tepung Ketan dengan Rumput Laut Eucheuma cottonii dalam Pembuatan Dodol Aliyah, Ifazatul; Suryatna, Bambang Sugeng
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.20594

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Untuk mengetahui kualitas organoleptik dari dodol rumput laut ditinjau dari aspek tekstur, rasa, warna, dan aroma.  2) Untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap produk dodol yang dibuat dengan menggunakan rumput laut eucheuma cottonii. 3) Untuk mengetahui masa simpan produk dodol yang dibuat dengan menggunakan rumput laut eucheuma cottonii. Desain eksperimen yang digunakan adalah Desain Acak Lengkap. Metode pengumpulan data dengan penilaian uji inderawi, uji kesukaan, dan uji masa simpan. Analisis data dalam penelitian ini adalah ANAVA untuk uji inderawi yang dilanjutkan dengan uji Tukey, analisis deskriptif untuk uji kesukaan, dan direct method untuk mengetahui masa simpan produk. Hasil penelitian  1) Ada perbedaan kualitas inderawi pada dodol ketan substitusi rumput laut eucheuma cottonii ditinjau dari indikator tekstur, warna, dan aroma. Sedangkan pada indikator rasa tidak ada perbedaan. 2) Data uji kesukaan terhadap sampel dodol ketan substitusi rumput laut eucheuma cottonii menunjukkan bahwa sampel A1, A2, A3 dan A4 memiliki kriteria disukai. Nilai Rerata pada keseluruhan sampel dari yang tertinggi sampai terendah berturut-turut yaitu A3 dengan rerata 77%; A4 dengan rerata 76%; A1 dengan rerata 73%; dan A2 dengan rerata 73%. 3) Data uji masa simpan produk dodol tepung ketan substitusi rumput laut eucheuma cottonii menyatakan bahwa sampl A1 dan A2 memiliki kriteria masa simpan yang sama yaitu dengan kelayakan maksimal 7 hari, dan sampel A3 dan A4 memiliki kriteria maksimal 8hari.
Kelayakan Tirai Pintu Berbahan Dasar Tali Rafia Menggunakan Teknik Makrame Haniffah, Hiza; Prasetyaningtyas, Wulansari
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.21369

Abstract

Tali rafia umumnya dimanfaatkan nilai gunanya untuk mengikat barang, membuat kemoceng, tempat jemuran. Nilai estetika dari tali rafia dapat dimunculkan dan ditingkatkan dengan mengkreasikannya menggunakan teknik makrame menjadi produk tirai pintu. Penelitian bertujuan mengetahui kelayakan tirai pintu dari bahan tali rafia yang dikerjakan menggunakan teknik makrame agar dapat diaplikasikan sebagai produk lenan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan teknik one shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah 32 panelis dari Ketua PKK RT Kelurahan Sekaran. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan produk memperoleh hasil persentase 92,03% yang dikategorikan sangat layak, sehingga rafia dapat digunakan sebagai bahan pembuatan tirai pintu. Simpulan: tirai pintu tali rafia yang dimakrame dikategorikan sangat layak dengan persentase aspek tertinggi kualitas bahan 18,6%. Saran: jenis simpul dan desain lebih dikembangkan, bahan aksesorisnya diganti batu atau kayu, dan bahan ril diganti kayu atau bambu.
Pengaruh Penggunaan Tepung Kacang Tunggak (Vigna unguiculata) Terhadap Kualitas Organoleptik dan Kandungan Gizi Biskuit Tunjungsari, Priesta; Fathonah, Siti
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.20682

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) perbedaan kualitas mutu inderawi biskuit subtitusi tepung kacang tunggak ditinjau dari segi keseluruhan, warna, aroma, tekstur dan rasa, (2) kandungan protein dan lemak, (3)tingkat kesukaan masyarakat.Metode pengumpulan data menggunakan uji inderawi yang dilakukan oleh panelis terlatih, untuk mengetahui perbedaan kualitas dilakukan uji normalitas dan homogenitas kemudian dilanjutkan anava dilanjutkan dengan uji tuckey. Untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat menggunakan panelis tidak terlatih dan dianalisis dengan metode deskriptif persentase. Kandungan protein dilakukan uji laboratorium dengan metode Kjeldahl dan uji kandungan lemak dengan metode Soxlete. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain eksperimen menggunakan one-shot case study.Simpulan penelitian (1) ada perbedaan yang signifikan kualitas biskuit subtitusi tepung kacang tunggak pada indikator keseluruhan, warna, aroma kacang tunggak, dan rasa. Sedangkan pada aroma harum biskuit dan tekstur kerenyahan tidak ada perbedaan yang signifikan. (2) Hasil kandungan gizi pada sampel subtitusi 0% memiliki kandungan protein 5,66%; lemak 21,82%, subtitusi 10% memiliki kandungan protein 5,54%; lemak 20,86%, subtitusi 20% memiliki kandungan protein 5,95%; lemak 21,67%, subtitusi 30% memiliki kandungan protein 6,44%; lemak 22,07%. (3) Hasil uji kesukaan menunjukkan sampel subtitusi 0% menghasilkan kriteria suka, dan sampel lainnya menghasilkan kriteria cukup suka. Saran (1) perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan kualitas warna dengan proses pengupasan kulit ari kacang tunggak, (2) perlu dilakukan uji laboratorium lanjutan untuk mengetahui kadar gizi selain protein dan lemak.
Pemanfaatan Buah Avokad (Persea Americana Mill.) Sebagai Bahan Pengganti Mentega Dalam Butter Cookies Yusuf, Mafridho Bagus; Paramita, Octavianti
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.20538

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan buah avokad sebagai bahan pengganti mentega dalam butter cookies terhadap mutu inderawi ditinjau dari aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa, tingkat penerimaan masyarakat, dan kandungan lemak. Obyek pada penelitian ini dibagi menjadi 3 sampel dimana setiap sampel memiliki proporsi avokad sebagai pengganti mentega yang berbeda yaitu A(40%), B (30%), dan C (20%). Uji inderawi dengan melibatkan 4 panelis ahli dilakukan untuk mengetahui mutu inderawi. Uji hedonik dilakukan dengan melibatkan 80 panelis tidak terlatih untuk mengetahui tingkat penerimaan masyarakat. Uji laboratorium dilakukan untuk mengetahui kadar lemak. Data hasil uji inderawi dianalisis dengan metode ANOVA dilanjutkan dengan Uji Tukey. Data hasil uji hedonik dianalisis dengan metode analisis deskriptif prosentase. Hasil uji inderawi menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada mutu inderawi aspek aroma, tekstur, dan rasa namun tidak pada aspek warna. Tingkat penerimaan masyarakat paling tinggi didapatkan oleh sampel C. Sedangkan sampel A dan B memiliki tingkat penerimaan yang sama. Hasil dari uji laboratorium menunjukkan bahwa sampel A memiliki kandungan lemak 21,796%, sampel B 23,519%, dan sampel C 25,664%.
Tingkat Kesukaan terhadap Tas Berbahan Dasar Pelepah Pisang Septyani, Nana Nur; Musdalifah, Musdalifah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.21418

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesukaan tas berbahan dasar pelepah pisang. Metode penelitian adalah penelitian eksperimen , jenis eksperimen dalam penelitian ini adalah penelitian murni, yaitu percobaan pembuatan tas berbahan dasar pelepah pisang, dalam percobaan ini membuat tas dengan 4 model yaitu model A, B, C, dan D, meggunakan bahan dasar pelepah pisang. Variabel penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu kesukaan tas laptop berbahan enceng gondok, variabel ini tidak mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh variabel lain.  Metode pengumpulan data dalam peneliti dokumentasi dan angket (kuesioner). Teknik analisis data menggunakan persentase deskriptif. Hasil penelitian tas yang diuji kesukaan oleh 42 responden. Hasil analisis uji kesukaan menunjukkan bahwa produk tas secara keseluruhan sangat disukai, dengan nilai rata-rata 86.91%-90.40%. Tingkat kesukaan tersebut, paling tinggi terdapat pada tas model C dengan nilai rata-rata 90.40% kriteria sangat suka, kemudian tas A dengan nilai 86.91%, selanjutnya tas B dengan nilai rata-rata 89.14% dan tas D dengan nilai rata-rata 89.59%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kesukaan paling tinggi terdapat pada tas model C  dengan nilai persentase sebesar 90.40%, karena tas ransel menarik dengan bentuk dan ukuran tas sudah sesuai dengan tas kekinian.
Studi Kelayakan Tas Laptop Berbahan Enceng Gondok dengan Hiasan Sulam Pita Putri, Diyah; Prasetyaningtyas, Wulansari
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.21012

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan tas laptop berbahan eceng gondok dengan hiasan sulam pita. Metode penelitian adalah penelitian eksperimen , jenis eksperimen dalam penelitian ini adalah penelitian murni, yaitu percobaan pembuatan tas berbahan enceng gondok dengan hiasan sulam pita, dalam percobaan ini membuat tas dengan 4 model yaitu model A, B, C dan D, meggunakan bahan dasar enceng gondok. Variabel penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu kelayakan tas laptop berbahan enceng gondok, variabel ini tidak mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh variabel lain. Metode pengumpulan data dalam peneliti dokumentasi dan observasi dengan lembar pengamatan. Teknik analisis data menggunakan persentase deskriptif. Hasil penelitian tas yang diuji kelayakan oleh 39 responden. Hasil analisi uji kelayakan menunjukkan bahwa produk tas secara keseluruhan sangat layak, dengan nilai rata-rata 78.99%-82.26%. Studi kelayakan tersebut, paling tinggi terdapat pada tas model C dengan nilai rata-rata 82.26% kriteria sangat layak, kemudian tas A dengan nilai 80.06%, selanjutnya tas B dengan nilai rata-rata 78.99% dan tas D dengan nilai rata-rata 79.99%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelayakan paling tinggi terdapat pada tas model C dengan nilai persentase sebesar 82.26%, karena bentuknya yang unik, menarik dan kombinasi warnanya yang sesuai.
Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Media Audio Visual dengan Media Kliping pada Siswa SMK Ibu Kartini Semarang Rohman, Noor; Saptariana, Saptariana
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.20540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbedaan hasil belajar media audio visual (video) yang akan digunakan pada pembelajaran, serta untuk mengetahui perbedaan hasil belajar setelah diterapkannya media audio visual (video) dalam mempelajari kompetensi melayani makanan dan minuman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dengan model non equivalent control group design. Desain ini terdapat dua kelompok yang sudah dipilih, kemudian diberikan pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Tata Boga SMK IBU KATINI, sampel yang digunakan adalah kelas XII BOGA 1 dan kelas XII BOGA 2. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan instrumen angket validasi kelayakan alat peraga.. Hasil uji validasi kelayakan media diperoleh hasil sebesar 85,55%, dan hasil uji validasi kelayakan materi diperoleh hasil sebesar 80% atau dapat disimpulkan bahwa media audio visual (video) untuk mata pelajaran melayani makanan dan minuman “layak” digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil analisis pretest dan posttest menerangkan bahwa hasil belajar kompetensi melayani makanan dan minuman mengalami perbedaan. Kelas kontrol dari hasil rata-rata pretest sebesar 39,33 pada posttest meningkat menjadi 66,00 atau mengalami peningkatan sebesar 26,67. Kelas eksperimen dari hasil rata-rata pretest sebesar 39,44 pada posttest meningkat menjadi 74,11 atau mengalami peningkatan sebesar 34,67. Kelas eksperimen mempunyai nilai rata-rata posttest yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji t posttest juga menyimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Kualitas Topi dengan Teknik Kait (Crochet) Maesaroh, Isnaeni; Prasetyaningtyas, Wulansari
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i2.21354

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas topi dengan teknik kait (crochet). Metode penelitian adalah penelitian eksperimen, jenis eksperimen dalam penelitian ini adalah murni, yaitu percobaan pembuatan topi dengan teknik kait (crochet), dalam percobaan ini membuat topi dengan 3 model topi yaitu model A, B, dan C menggunakan 3 bahan dasar benang yang berbeda. Variable dalam penelitian ini menggunakan variable tunggal yaitu kualitas topi dengan teknik kait (crochet), variable ini tidak mempengaruhi dan tidak dipengaruhi oleh variabel lain. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dokumentasi dan observasi dengan lembar pengamatan. Teknik analisis data menggunakan persentase deskriptif. Hasil penelitian topi diuji kualitas oleh 40 responden. Hasil analisis uji kualitas menunjukkan bahwa produk topi secara keseluruhan sangat baik, dengan nilai rata-rata 78.28%-87.34%. Kualitas topi tersebut paling tinggi terdapat pada topi model C dengan nilai rata-rata 87.34% dengan kriteria sangat tinggi, kemudian topi A dengan nilai persentase 83.91%, dan model B dengan nilai rata-rata 78.28%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas topi paling tinggi terdapat pada topi model C dengan nilai persentase sebesar 87.34%, karena memiliki bahan, warna, dan hasil jadi produk yang menarik, dan nyaman pada saat dipakai. Hasil jadi produk yang tidak terlalu kaku dan tidak terlalu lentur sehingga nyaman pada saat digunakan. Saran dari salah satu produk untuk pembuatan topi sebaiknya diberi bahan tambahan agar hasil jadi topi tidak melangsai. Tantangan bagi peneliti selanjutnya adalah agar menciptakan model topi dengan motif yang lebih bervariasi dengan tiga jenis bahan tersebut.

Page 1 of 2 | Total Record : 20