cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
ANALISIS KEBIJAKAN PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU SMA NEGERI DI TARAKAN ., Sudarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.761 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v3i1.2208

Abstract

Analisis Kebijakan Pemenuhan Beban Kerja GuruSMA Negeri di TarakanSudarsonoGuru SMA Negeri 2 TarakanEmail: sdsn_smadatar@yahoo.co.idAbstract:The research approach was descriptive qualitative with content or document analysis. This research objective was to analyze teacher?s working load at Public Senior High School in Tarakan. The result showed that entirely in Tarakan there were still 30.19% teachers who had not fulfilled teaching load minimum 24 hours meetings per week and maximum 24 hours meetings per week. There were over number of teachers for several mathematics and natural science lessons (mathematics, biology), social science (economy, geography), it is general that the lack of teachers for certain lessons occurred, such as culture and arts, handcraft and entrepreneurshipKeywords: working load, teaching load, subjectAbstrak:Pendekatan penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif analisis isi atau dokumen. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis beban kerja guru SMA Negeri di Kota Tarakan. Hasil penelitian secara keseluruhan di Kota Tarakan masih terdapat 30,19 % guru yang belum memenuhi beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu dan maksimal 24 jam tatap muka per minggu. Terdapat kekelebihan guru untuk beberapa mata pelajaran MIPA (matematika, biologi), IPS (ekonomi, geografi), Umum dan terjadi kekurangan guru untuk mata pelajaran tertentu seperti seni budaya dan prakarya dan kewirausahaanKata kunci: beban kerja, beban mengajar, mata pelajaran
Redaksi Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan ISSN: 2337-7623; EISSN: 2337-7615 Volume 2, Nomor 1, Januari 2014 ., Redaksi
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.695 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v2i1.1723

Abstract

Jurnal Kebijakan dan Pengembangan PendidikanISSN: 2337-7623; EISSN: 2337-7615Volume 2, Nomor 1, Januari 2014Diterbitkan oleh Program Studi Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, Terbit dua kali dalam satu volume pada bulan Januari dan Juli, berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.Ketua Penyunting Akhsanul In’amWakil Ketua Penyunting AgustinusPenyunting Pelaksana: Poncojari Wahjono, Hari Sunaryo Arif Budi Wuryanto, MasdukiPelaksana Tata Usaha: Ahyar Muslimin Arbuati Mohammad IlyasTim Penyunting Luar:Prof. Dr. Sufean Hussin (Universiti Malaya Malaysia)Prof. Madya. Dr Moh Zein (Universiti Kebangsaan Malaysia)Prof. Madya Dr. Shahrir Chairil@Marzuki (Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia)Soaib, Ph.D (Universiti Putra Malaysia)Prof. Dr. Haris Syafrudi (Universitas Negeri Malang)Prof. Dr. H. Sugeng Eko Putro W., M.Pd. (Universitas Muhammadiyah Purworejo)Dr. Dwi Sulisworo (Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)Rohani Pooteh, M.Ed (Prince of Songkla University, Thailand)Aunur Rofiq, Ph.D (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)Dr. Abad Badruzzaman (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tulungagung)Dr. Munarji (Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung)  Alamat Redaksi: Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Bandung No. 1 Malang
Analisis Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sekolah Di SMP Negeri 2 Batu Tanggela, Martinus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.564 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v1i1.1505

Abstract

The trend of thinking about education suggests that, educational paradigm based on standards were discussed more and more, acknowledged and appreciated. This trend started from the realization that education need a reference of quality for each of the organizers and the educational unit which is called the National Education Standards (SNP). Indicator of education quality obtained through the filled based on eight ational Education Standards (SNP). Management of facilities and infrastructure were declare based on policy from Permendiknas No.19 in 2007. Based on the previous research has found many gaps related with this context. However, there was no studies have evaluated the mechanism of facilities and infrastructure as a whole and systematically according to grant theory. These mechanisms include the supply, distribution, use and maintenance, inventory, and elimination of school facilities and infrastructure (Bafadal, 2008:7). The purpose of this paper: (1) to describe the implementation of procurement policy and the distribution of school facilities and infrastructure in SMP Negeri 2 Batu, (2) to describe the use of policy implementation and maintenance of school facilities and infrastructure in SMP Negeri 2 Batu, and (3) to describe the implementation of policies inventory and the elimination of school facilities and infrastructure in SMP Negeri 2 Batu.
Peningkatan Prestasi Belajar Peserta didik melalui Penggunaan Media KIT IPA di SMP Negeri 10 Probolinggo Indayani, Lilis
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.726 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v3i1.2197

Abstract

Peningkatan Prestasi Belajar Peserta didik melalui PenggunaanMedia KIT IPA di SMP Negeri 10 ProbolinggoLilis IndayaniGuru SMP Negeri 10 ProbolinggoEmail: indayanililis45@gmail.comAbstract:.The research objective was to acknowledge the effect of the use of natural science KIT media in improving students’ learning achievement. The research was conducted at Public Junior High School 10 Probolinggo by using descriptive quantitative and qualitative. It was conducted to 8th grade students by experimental method. Before conducting experimental activity, respondents filled out the questionnaire to know students’ motivation to be excellent. Written test was conducted after experimental activity, to measure students’ learning achievement. The instruments of questionnaire and test were tested the validity and reliability before used to collect the data. The result showed that the use of natural science KIT media could improve students’ learning achievement, both those whose motivation to be excellent was high and low. The utility of natural science KIT media makes learning activity become more effective and efficient, if the teacher prepares well before teaching learning activity is conductedKeywords: KIT IPA media, motivation, learning outcomeAbstrak: Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan Media KIT IPA dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 10 Probolinggo dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Penelitian dilakukan pada peserta didik kelas VIII dengan metode eksperimen. Sebelum kegiatan eksperimen dilakukan responden mengisi angket unuk mengetahui motivasi berprestasi peserta didik. Tes tulis dilaksanakan setelah kegiatan eksperimen, untuk mengukur prestasi belajar peserta didik. Instrument angket dan instrument tes telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan untuk pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Media KIT IPA dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik, baik memiliki motivasi berprestasinya tinggi maupun yang motivasi berprestasinya rendah. Pemanfaatan Media KIT IPA membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien, jika guru mempersiapkan dengan baik sebelum KBM dilaksanakan. Penggunaan media pembelajaran yang beraneka ragam akan memberi kesempatan belajar kepada peserta didik untuk belajar lebih menyeluruh.Kata kunci: media KIT IPA, motivasi, prestasi belajar
Analisis Implementasi Kebijakan Kurikulum Berbasis Lingkungan Hidup Pada Program Adiwiyata Mandiri di SDN Dinoyo 2 Malang Budi Adam, Ahmad Fajarisma
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.022 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v2i2.1915

Abstract

Analisis Implementasi Kebijakan Kurikulum Berbasis Lingkungan Hidup Pada Program Adiwiyata Mandiri di SDN Dinoyo 2 MalangAhmad Fajarisma Budi AdamMagister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah MalangEmail: fajarudin05@gmail.comAbstract:The objectives of the study are: 1) to explain the implementation of the policy of living environment-based curriculum in adiwiyata mandiri program; 2) to explain the supporting and inhibiting factors in the implementation of the policy of living environment-based curriculum in adiwiyata mandiri program; 3) to explain the solution in facing the barriers towards the implementation of the policy of living environment-based curriculum in adiwiyata mandiri program.The approach used in this study was descriptive qualitative and the results of this study are: 1) the implementation of the policy living environment-based curriculum in adiwiyata mandiri program at SD Negeri Dinoyo 2 Malang is stipulated in the decision letter of principal about the development of living environment learning materials and in teaching learning activities. Living environment learning has been implemented monolithically from 1st grade until 6th grade; 2) supporting and inhibiting factors in implementing the policy of living environment-based curriculum in adiwiyata mandiri program include from teachers, students, and facilities and infrastructures; 3) the solution in facing the obstacles towards the implementation of the policy of living environment-based curriculum in adiwiyata mandiri program at SD Negeri Dinoyo 2 Malang by carrying out several programs.Keywords: policy implementation, living environment-based curriculumAbstrak:Penelitian ini bertujuan: 1) menjelaskan implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup pada program Adiwiyata Mandiri; 2) menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup pada program Adiwiyata Mandiri; 3) menjelaskan solusi dalam menghadapi hambatan terhadap implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkugan hidup pada program Adiwiyata Mandiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitan ini adalah deskriptif kualitatif dan hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup pada program Adiwiyata Mandiri di SD Negeri Dinoyo 2 Malang dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang pengembangan materi pembelajaran lingkungan hidup dan dalam kegiatan belajar mengajar telah dilakukan pembelajaran lingkungan hidup secara monolitik dari kelas 1 sampai dengan kelas 6; 2) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup pada program Adiwiyata Mandiri meliputi dari guru, anak didik, serta sarana dan prasarana; 3) solusi dalam menghadapi hambatan terhadap implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkugan hidup pada program Adiwiyata Mandiri di SD Negeri Dinoyo 2 Malang dengan melakukan beberapa program.Kata kunci : implementasi kebijakan, kurikulum berbasis lingkungan hidup
Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam Pengembangan Kurikulum SMP Islam Ma’arif 02 Malang Yuli Winarsih, Tjatur
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 2, No 2 (2014): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.996 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v2i2.1906

Abstract

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam Pengembangan Kurikulum SMP Islam Ma’arif 02 MalangTjatur Yuli WinarsihGuru SMP Islam Ma’arif 02 MalangEmail: yoeliwina@gmail.comAbstract:The development of curriculum is in accordance with the needs, potential and school condition, school management with School-Based Management model can enhance the quality of graduates. This study used qualitative approach. Data collection was interview, observation and documentation. The result was; the base of curriculum development as School-Based Management was (a) philosophic base, (b) psychological base, (c) sociological-technological base. The strategies of curriculum development are (a) the socialization of school-based curriculum, (b) arrangement process, (c) creating conducive situation, (d) preparing the sources of learning, (e) fostering the discipline, (f) principal’s independence, (g) building teachers’ character. The external supporting factor is the clarity of the policy and internal factors are the leadership of principal and educators and educational staff. The impact from curriculum development as the implementation of school-based management gives positive impacts towards principal, teachers and students.Keywords:MBS implementation, curriculum developmentAbstrak:Pengembangan kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan, potensi dan kondisi sekolah, pengelalolaan sekolah dengan model MBS dapat meningkatkan mutu lulusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yang bersifat pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa : landasan pengembangan kurikulum sebagai MBS adalah (a) Landasan Filosofis, (b) landasan Psikologis, (c) landasan Sosiologis-Teknologis, Strategis pengembangan kurikulum yaitu (a) sosialisasi KTSP, (b) proses penyusunan, (c) menciptakan suasana yang konduksif, (d) menyiapkan sumber belajar, (e) membina disiplin, (f) kemandirian kepala sekolah, (g) membangun Karakter guru . Faktor pendukung eksternal yaitu kejelasan kebijakan dan faktor internal yaitu kepemimpinan kepala sekolah dan tenaga pendidik dan kependidikan. Dampak dari pengembangan kurikulum sebagai implementasi MBS memberikan dampak yang positif bagi kepala sekolah, guru dan peserta didik Katakunci: implementasi MBS, pengembangan kurikulum.
Budaya Sekolah Pada Sekolah Menengah Pertama di Indonesia Mustari, Mohammad
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.401 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v1i2.1567

Abstract

Mohammad MustariDirektorat Pendidikan Dasar Kemendikbud Indonesia Email: m_mustary@yahoo.co.idAbstract:This study aimed at investigating the level of school cultures at Junior High Schools in Indonesia. This study engaged 218 principals in Java, Sumatra, Kalimantan, Bali, Nusatenggara, Sulawesi, and Papua. This study employed correlational descriptive-quantitative method and used Liker Scale with 5 choices to measure the aspects of the principals’ leadership and school culture variables. The data were analyzed using SPSS program version 16, based on the mean and standard deviation. The findings revealed that the school culture was high for the whole aspects such as collaboration, school vision, school comprehensive planning, transformational leadership, professional values, teachers as learners, spirit of solidarity, school empowerment, and schools values.Key words: school cultures, collaboration, school valuesAbstrak:Penelitian ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat budaya sekolah pada Sekolah Menengah Pertama di Indonesia. Penelitian ini melibatkan 218 orang kepala sekolah yang berdomisili di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, Nusatenggara, Sulawesi dan Papua. Kajian ini berbentuk tinjauan deskriptif-kuantitatif korelasional menggunakan angket skala Likert dengan 5 pilihan untuk mengukur aspek-aspek variabel kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah. Data diolah menggunakan program SPSS versi 16, menggunakan rata-rata dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat budaya sekolah tinggi untuk keseluruahan aspek meliputi: kolaborasi; visi bersama; perencaan komprehensif sekolah; kepemimpinan transformasional; nilai professional; guru sebagai peserta didik; semangat setia kawan; pemberdayaan bersama; dan nilai-nilai sekolah.Kata kunci: budaya sekolah, kolaborasi, nilai-nilai sekolah
Kecenderungan Gaya Belajar Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Fungsi Bijektif Zahroh, Umy; Asyhar, Beni
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.369 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v2i1.1738

Abstract

Umy Zahroh1 dan Beni Asyhar21,2 Jurusan Tadris Matematika IAIN Tulungagunge-mail: umyzahroh@gmail.com1; asyhar_beni@yahoo.com2Abstract:Humankinds are created into this world in different conditions. Although humankinds are born in twin, the difference will still exist. One of the differences can be how they learn and how they think. Every human being is born then grows and evolves will have a difference in learning and thinking process. One of the examples in lecturing, students’ learning styles are different. Some students prefer the lecturers who teach by writing everything on the board as well as the time at school, others prefer lecturers who teach by delivering the materials orally and they listen to be able to understand it. In addition, there are also students who prefer to form small groups to discuss questions related to the materials. The subjects of this research were undergraduate students of Tadris Mathematics IAIN Tulungagung that have the level of tendency in learning styles of visual, auditory, and kinesthetic. Based on the tendency level of the learning styles, subjects were given a task to solve the problem of function. The results showed that generally students’ learning styles in solving mathematical problems, especially function problems using a combination of three learning styles, they are visual, auditory, and kinesthetic. Then, in certain stages, there are students who only use one or two combinations of learning styles.Keywords: learning style, student of the S-1, mathemathics educationAbstrak:Manusia diciptakan ke dunia ini dalam keadaan berbeda-beda. Walaupun dilahirkan dalam keadaan kembar, perbedaan itu akan tetap ada. Salah satu perbedaan itu adalah cara belajar dan cara berpikirnya. Setiap manusia lahir yang tumbuh dan berkembang akan memiliki perbedaan dalam proses belajar dan proses berpikirnya. Salah satu contoh dalam perkuliahan, gaya dan cara belajar mahasiswa berbeda-beda. Ada yang lebih suka terhadap dosen yang mengajar dengan cara menuliskan segalanya di papan tulis sebagaimana halnya waktu di sekolah dan ada mahasiswa yang lebih suka dosen mengajar dengan cara menyampaikan secara lisan dan mereka mendengarkan untuk dapat memahaminya. Selain itu, ada juga mahasiswa yang lebih suka membentuk kelompok kecil untuk mendiskusikan pertanyaan yang menyangkut materi tersebut. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S-1 Tadris Matematika IAIN Tulungagung yang memiliki tingkat kecenderungan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Berdasarkan tingkat kecenderungan gaya belajar tersebut, subjek diberi tugas untuk menyelesaikan masalah fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara umum gaya belajar mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika, khususnya masalah fungsi menggunakan kombinasi tiga gaya belajar, yaitu: visual, auditorial, dan kinestetik. Kemudian pada tahap-tahap tertentu ada mahasiswa yang hanya menggunakan satu atau dua kombinasi gaya belajar. Katakunci: gaya belajar, mahasiswa S-1, tadris matematika
Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda Bersertifikat ISO di SMK Negeri 1 Malang Mahmudi, Mokhamad
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.905 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v1i2.1558

Abstract

Mokhamad MahmudiGuru SMK Negeri 1 Malang E-mail : moch.mahmudi@gmail.comAbstract:This qualitative study investigated three aspects of inclusive education at Public Vocational High School 2 Malang. They were: 1) the implementation of the program; 2) the regular students’ responses towards the children with special needs; and 3) the infrastructure supports. The result revealed that the inclusive education program has been conducted for 3 years, joined by students with various types of disability, and taught by professional teachers using a modified curriculum. In addition, the intense socialization, the assistance of the students from social care program, and the supporting learning and practice facilities helped inclusive students be well accepted at Public Vocational High School 2 MalangKeywords: PSG ISO certified, constraints, strategies to overcome constraints.Abstrak:Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif.Ada 3 aspek yang diteliti yaitu; 1).bagaimana pelaksanaan pendidikan inklusif di SMK Negeri 2 Malang; 2). respon peserta didik reguler dalam menerima peserta didik ABK di SMK Negeri 2 Malang; 3).dukungan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pendidikan inklusi di SMK Negeri 2 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif di SMK Negeri 2 Malang telah berlangsung selama 3 tahun, diikuti oleh peserta didik inklusif dengan berbagai macam jenis ketunaan, diajar oleh guru pendamping khusus yang profesional dan kurikulum yang dipakai adalah kurikulum modifikasi. Karena sosialisasi yang intens dan dibantu oleh peserta didik program keahlian Perawatan Sosial maka para peserta didik inklusif di terima kehadirannya di SMK Negeri 2 Malang, sedangkan sarana belajar dan praktek kerja sudah tersediaKata kunci: PSG bersertifikat ISO, kendala-kendala, strategi mengatasi kendala.
Implementasi Kebijakan Kepala Sekolah Tentang Pembelajaran Praktek Renang Di SMP Negeri 1 Cerme Kabupaten Gresik Puji Astutik, Elly
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.237 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v2i1.1728

Abstract

Elly Puji AstutikGuru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMP Negeri 1 Cermee-mail: ellyhariyanto@gmail.comAbstract:This research aims to determine the implementation of Principal’s policy on learning swimming practice, using a qualitative approach. The results of this research are learning swimming practice in State Junior High School 1 Cerme is less well. It can be seen from the number of students who take swimming lessons approximately 60%. Supporting factors include the support from principal, the competent physical sport education and health teachers, parents. Inhibiting factors are the implementation of time, budget, socialization, and facilities. The impacts on students are enriching the knowledge as well as the experience, children master the basic techniques of walking in water, gliding, breathing, and children master the basic freestyle techniques for class VII and breaststroke for class VIII.Keywords: The policy of school learning the practice of swimmingAbstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan Kepala Sekolah tentang pembelajaran praktek renang, menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran praktek renang di SMP Negeri 1 Cerme kurang baik dilihat dari jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran renang kurang lebih 60%. Faktor penunjang meliputi, adanya dukungan dari kepala sekolah, guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang berkompeten, orang tua, manfaat renang. Faktor kendala, yaitu waktu pelaksanaan, biaya, sosialisasi, serta sarana dan prasarana. Dampak bagi siswa menambah wawasan, menambah pengalaman, anak menguasai teknik dasar berjalan di dalam air, meluncur, pernafasan, anak menguasai teknik dasar gaya bebas bagi kelas VII, dan gaya dada bagi kelas VIII.Kata kunci: kebijakan kepala sekolah, pembelajaran praktek renang