cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 14101289     EISSN : 25796518     DOI : -
Core Subject : Education,
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 2 (2020)" : 14 Documents clear
Peran Kesejahteraan di Tempat Kerja terhadap Kesiapan untuk Berubah Muhammad Noerul Akhbar; Diana Harding; Nurul Yanuarti
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss2.art5

Abstract

Abstrak. Salah satu kunci keberhasilan perubahan organisasi ialah faktor sumber daya manusia yang dimilikinya, terutama pada sikap kesiapan untuk berubah (readiness for change). Di sisi lain, perubahan organisasi biasanya menimbulkan emosi negatif bagi karyawan, sehingga karyawan perlu didukung dengan kesejahteraan karyawan di tempat kerja (workplace wellbeing). Oleh karena itu, penelitian ini menguji pengaruh kesejahteraan karyawan di tempat kerja terhadap kesiapan untuk berubah, dengan hipotesis penelitian bahwa terdapat pengaruh kesejahteraan di tempat kerja terhadap kesiapan untuk berubah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di salah satu perusahaan BUMN di Indonesia yang sementara ini sedang melakukan beberapa perubahan, dengan jumlah responden penelitian sebanyak 98 karyawan pelaksana yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner Kesejahteraan di Tempat Kerja dari Maulana (2018) yang diadaptasi dari Workplace Well-Being Index dari Page (2005), dan kuesioner Kesiapan untuk Berubah yang diadaptasi langsung dari Readiness for Change Questionnaire dari Holt et al. (2007). Analisis data menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan (.00 < .05) dari kesejahteraan di tempat kerja terhadap kesiapan untuk berubah sebesar 35.5%.Kata Kunci: kesejahteraan di tempat kerja, kesiapan untuk berubah, sumber daya manusiaThe Role of Workplace Well-Being toward Readiness for ChangeAbstract. One of the keys to the success of organization changes is its human resource factor, especially in readiness for change. On the other hand, organization changes normally could have a negative emotions for employees, so employees should be supported by the well-being of employees in the workplace (workplace well-being). Therefore, this study attempted to examine the effect of workplace well-being on readiness for change, through the research hypothesis which withnessing an effect of workplace well-being on readiness for change. This research method used a quantitative approach. This research was conducted at a state-owned company in Indonesia, which is currently undergoing some organizational changes, as many as 98 participants using simple random sampling techniques. This research measuring instrument by using a Workplace Well-Being questionnaire from Maulana (2018) which was adapted from the Workplace Well-Being Index of Page (2005), and a Readiness for Change questionnaire which was adapted directly from The Readiness for Change Questionnaire of Holt,dkk. (2007). Regression analysis was used to analyze the data. The results of this study imply that there is a significant effect (.00 < .05) of workplace well-being on readiness for change of 35.5%.Keywords: human resources, readiness for change, workplace well-being
Tuntutan Pekerjaan dan Keterikatan Kerja pada Karyawan Bank: Peran Efikasi Diri sebagai Moderator Citra Indriani Mandala; Annisa Miranty Nurendra
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss2.art9

Abstract

Abstrak. Karyawan yang memiliki keterikatan kerja yang tinggi penting dimiliki oleh perusahaan agar dapat berkompetisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran efikasi diri sebagai variabel moderator pada hubungan antara tuntutan pekerjaan dan keterikatan kerja. Penelitian ini melibatkan 90 karyawan di Yogyakarta. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah adaptasi skala The Utrecht Work Engagement Scale (UWES) (Schaufeli & Bakker, 2003), skala Tuntutan Pekerjaan (berdasar Schaufeli & Bakker, 2004), dan skala Efikasi Diri (berdasar Bandura, 1997). Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Terdapat korelasi negatif antara tuntutan pekerjaan dan keterikatan kerja; (2) Terdapat korelasi positif antara efikasi diri dan keterikatan kerja; (3) Tuntutan pekerjaan dan efikasi diri secara bersama-sama dapat menjadi prediktor bagi tuntutan kerja; dan (4) Tidak terdapat efek moderasi efikasi diri pada hubungan antara tuntutan pekerjaan dan keterikatan kerja. Dapat disimpulkan bahwa, walaupun efikasi diri menjadi prediktor bagi keterikatan kerja, tetapi kuat lemahnya efek tuntutan pekerjaan terhadap keterikatan kerja tidak dipengaruhi oleh kuat lemahnya efikasi diri.Kata Kunci: efikasi diri, keterikatan kerja, tuntutan pekerjaanJob Demand and Work Engagement among Banking Employees:The Role of Self-Efficacy as ModeratorAbstract. Employees with high work engagement are important for the company. This study aimed to determine the role of self-efficacy as a moderator variable on the relationship between job demands and work engagement. This study involved 90 employees in Yogyakarta. The scale used in this study was the adaptation scale of The Utrecht Work Engagement Scale (UWES) (Schaufeli & Bakker, 2003) job demand scale (based on Schaufeli & Bakker, 2004) and self-efficacy scale (based on Bandura, 1997). The results imply that: (1) There is a negative correlation between job demands and work engagement; (2) There is a positive correlation between self-efficacy and work engagement; (3) Job demands and self-efficacy can be predictors of work engagement; and (4) There is no moderating effect on self-efficacy on the relationship between job demands and work engagement. Therefore, it might be concluded that although self-efficacy is a predictor of work engagement, but the strength of the effects of job demands on work engagement is not influenced by the strength of self-efficacy.Keywords: job demand, self-efficacy, work engagement
Perilaku Oversharing di Media Sosial: Ancaman atau Peluang? Hanif Akhtar
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss2.art7

Abstract

Abstrak. Penggunaan internet oleh masyarakat di Indonesia sudah sangat tinggi, dan sebagian besar digunakan untuk media sosial. Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam hal perilaku berbagi semua hal di media sosial. Tingginya tingkat berbagi dari pengguna media sosial selalu dianggap sebagai ancaman karena dampak negatif yang ditimbulkan. Dampak negatif itu di antaranya adalah timbulnya kecanduan dan membuka kesempatan melakukan tindak kriminal. Namun demikian, apakah perilaku oversharing di media sosial ini hanya memiliki dampak negatif saja? Tulisan ini akan membahas mengapa orang melakukan oversharing di media sosial ditinjau dari perspektif psikologi. Peluang teoritis maupun praktis yang bisa dimanfaatkan dari fenomena perilaku oversharing di media sosial ini akan didiskusikan lebih lanjut dalam tulisan ini.Kata Kunci: media sosial, peluang, perilaku oversharing, psikologiOversharing Behavior in Social Media: A Threat or Opportunity?Abstract. Internet usage in Indonesia relatively increase from time to time, and mostly used for social media. Indonesia was ranked second in the world in terms of sharing all of the things in social media. In fact, The high level of sharing from users is always considered as a negative impact. The negative impacts of oversharing behavior are the emergence of addiction and the opportunity to commit a crime. Is the oversharing behavior in social media has only a negative impact? This paper, however, will discuss why people do oversharing in social media from the perspective of psychology. Furthermore, the theoretical and practical opportunities that can be exploited from the phenomenon of oversharing behavior in social media will be discussed later.Keywords: opportunities, oversharing behavior, psychology, social media
Peran Kecenderungan Berpikir Tertutup dan Kecenderungan Kebersetujuan pada Potensi Perilaku Radikal Mahasiswa Nur Amalia Hamida; Fathul Lubabin Nuqul
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss2.art10

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecenderungan berpikir tertutup dan potensi radikalisme pada mahasiswa, serta menguji bagaimana pengaruh kecenderungan berpikir tertutup dan kecenderungan kebersetujuan terhadap potensi radikalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah subjek sebanyak 314 orang yang didapatkan menggunakan teknik random sampling. Pengambilan data menggunakan tiga skala, yaitu Short Version Need for Closure Scale (Roets & Vein Heil, 2007), Big Five Inventory Scale (Jhon & Srivastava, 1999), dan Disposition Violent Extrimism Scale (Davydov, 2017). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kecenderungan berpikir tertutup dan kecenderungan kebersetujuan terhadap potensi radikalisme pada mahasiswa dengan signifikansi .000 (p < .01). Nilai koefisien determinasi adalah .106 yang menunjukkan bahwa kecenderungan berpikir tertutup dan kecenderungan kebersetujuan berpengaruh 10.6% terhadap potensi radikalisme mahasiswa.Kata Kunci: kecenderungan berpikir tertutup, kecenderungan kebersetujuan, radikalismeThe Role of Need for Closure and Radical Behavior among StudentsAbstract. This study aimed at determining the impact of need for closure, agreeableness, and the influence of the potential of radicalism to the students. This study used a quantitative approach with 314 subjects obtained using random sampling techniques. Retrieval of data using three scales, Short Version Need for Closure Scale (Roats & Van Heil, 2011), Big Five Inventory Scale (John & Srivastava, 1999)and Dispotition Violent Extrimism Scale (Davydov, 2017b). Data collected in this study was then analyzed using descriptive method and multiple linear regression. The findings show that there is a need for closure and agreeableness influence on the potential of radicalism to the students. The results of the analysis indicated the need for closure and agreeableness affect the potential for radicalism to the students with a significance .000 (p < .01). Coefficient of determination is .106 which shows thati simultaneously the two independent variables affect the potential radicalism by 10.6%.Keywords: agreeableness, need for closure, radicalism
Keseimbangan Kehidupan Kerja, Dukungan Sosial, dan Kesejahteraan Subjektif pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammad Allex Martadinata; Nina Zulida Situmorang; Fatwa Tentama
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss2.art6

Abstract

Abstrak. Menghadapi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi seorang guru. Kompleksnya kondisi psikologis, seperti keterlambatan wicara, degradasi motorik dan kognitif pada ABK mengharuskan tenaga pendidik untuk lebih banyak mengatur regulasi serta mempertajam cara berpikir agar mampu mengondisikan ABK secara humanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keseimbangan kehidupan kerja dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif guru di Sekolah Luar Biasa (SLB). Subjek dalam penelitian ini adalah 50 guru SLB dari jumlah populasi 144 guru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala Kesejahteraan Subjektif, skala Keseimbangan Kehidupan Kerja, dan skala Dukungan Sosial. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan rasio Fisher sebesar 36.734 dengan signifikansi sebesar .000 (p < .01) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keseimbangan kehidupan kerja dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif pada guru SLB. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keseimbangan kehidupan kerja dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif pada guru SLB.Kata Kunci: dukungan sosial, guru SLB, keseimbangan kehidupan kerja, kesejahteraan subjektifWork Life Balance, Social Support, and Subjective Well-Being among Teachers in Special Needs’ SchoolsAbstract. Teaching children with special needs is certaintly a challenge for teachers. The complexity of psychological conditions, such as emotional, speech delay, motor and cognitive degradation among children with special needs requires teacher to have more a better regulation and sharpen their mindset in order to be able to teach them humanistically. This study aimed to determine the effect of work-life balance and social support on subjective well-being. The subject of this study were 50 special school teachers (SLB) from a total of 144 teachers. And the sampling technique was a simple random sampling technique. In addition, The research instrument were Subjective Well-Being scale, Work-Life Balance scale, and Social Support scale. Data collected in this study was then analyzed using multiple linear regression analysis. The findings show that the Fisher’s ratio was 36.734 with a significant value .000 (p < .01) indicating that there is a significant influence between work-life balance and social support for subjective well-being in special education school teachers. Furthermore, Based on the results of research and discussion, it can be seen that there is a significant influence between work-life balance and social support for subjective well-being in special education school teachers.Keywords: social support, special education school teachers, subjective well-being, work-life balance 
Pengembangan Skala Efikasi Diri untuk Kesehatan Kerja (SEDKK): Studi Pendahuluan Retno Widowati; Albiruni Raushanfikri
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss2.art3

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memvalidasi perangkat penilaian efikasi diri yang berkaitan dengan kesehatan kerja yang dikembangkan pada tahap studi pendahuluan. Skala Efikasi Diri untuk Kesehatan Kerja (SEDKK) berlandaskan konsep efikasi diri pada teori kognitif sosial yang mengukur empat faktor yang berpengaruh pada kesehatan setiap individu yang bekerja, seperti: perilaku makan dan minum, tidur, keamanan dan kesehatan kerja, serta kegiatan pemulihan dari stres bekerja. Hasil analisis faktor eksploratori menunjukan bahwa ada empat faktor yang terefleksikan dari butir-butir SEDKK. Validitas konstruk SEDKK dapat dibuktikan dengan korelasi positif antara SEDKK dan skala Efikasi Diri Umum yang sangat signifikan. Pengujian validitas kriteria dapat ditelusuri melalui efek SEDKK terhadap kondisi kesehatan umum, kepuasan akan kesehatan pribadi, keseimbangan kehidupan kerja/KKK (work life balance), perilaku sehat, dan perilaku berisiko. Namun demikian, asumsi mengenai reliabilitas tes berulang (test-retest) pada penelitian ini ditolak. Implikasi dan saran-saran untuk penelitian selanjutnya didiskusikan pada artikel ini.Kata Kunci: analisis faktor eksploratori, diagnostik, efikasi diri, kesehatan kerja, perilaku hidup sehatThe Development of Self Efficacy Scale for Occupational Health Behavior: An Initial StudyAbstract. This study is an attempt to validate a tool for measuring the self-efficacy for occupational health behavior on the pilot study level. The scale of self-efficacy for occupational health behavior (SEDKK) based on the concept of self-efficacy inside the theory of social cognitive, which integrates itself into four determinants regarding occupational health, such as: dietary behavior, sleeping behavior, occupational safety and health, as well as recovery activities after work. The explorative factor analysis show that there are four occurred dimensions of SEDKK. Construct validity was indicated by the positive correlation between SEDKK and General Self-Efficacy scale. The criterion validity could be tracked by the effects of SEDKK on general health condition, health satisfaction, work life balance, healthy behaviors, and risk behaviors. However, SEDKK could not show any test-retest reliability. The implications and suggestions for further researches are discussed in this article.Keywords: diagnostic, explorative factor analysis, healthy behavior, occupational health, self-efficacy
Determinasi Diri Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi: Tinjauan Sistematis Nerinda Rizky Firdaus
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss2.art8

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keadaan determinasi diri siswa di sekolah inklusi, faktor yang memengaruhinya, dan strategi untuk meningkatkan determinasi diri siswa. Penelitian ini merupakan sebuah tinjauan sistematis. Pencarian dilakukan pada enam basis data elektronik, yaitu ProQuest, SAGE Journals, SpringerLink, ERIC, Emerald, dan ScienceDirect. Kriteria pencarian literatur adalah artikel jurnal berbahasa Inggris yang telah berstatus peer-reviewed dan diterbitkan sejak 2009 yang dapat diunduh dalam versi lengkap, serta memberikan informasi yang relevan mengenai kondisi determinasi diri siswa di sekolah inklusi. Hasil penelitian ini adalah keadaan determinasi diri siswa memiliki perbedaan yang signifikan antara siswa berkebutuhan khusus dan siswa tanpa kebutuhan khusus di sekolah inklusi. Faktor yang memengaruhi determinasi diri siswa adalah guru, keluarga, sekolah, dan hubungan sosial di sekolah. Determinasi diri secara signifikan dapat memprediksi kualitas hidup siswa. Strategi yang digunakan untuk meningkatkan determinasi diri siswa dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu dari sisi akademik atau memodifikasi strategi belajar, dari sisi sekolah inklusi untuk memperkaya peluang, dan membangun hubungan sosial di sekolah.Kata kunci: determinasi diri, berkebutuhan khusus, pendidikan khusus, sekolah inklusiSelf-Determination of Special Needs’ Students in Inclusive School: A Systematic ReviewAbstract. This study aimed at identifying the state of students’ self-determination in inclusive schools, the factors that influenced them and the strategies to increase their self-determination. This is a systematic review research. The literature searches were conducted on six electronic basis data, namely ProQuest, SAGE Journals, Springer Link, ERIC, Emerald, and ScienceDirect. Literature search criteria were peer-reviewed English-language journal articles published in 2009 that can be downloaded in full version, and provide relevant information about the conditions of student self-determination in an inclusive school. The findings show that the state of students’ self-determination significantly different between students with special needs and students without special needs in inclusive schools. The influencing factors to the student self-determination are teacher, family, school, and social relations in school. Self-determination can significantly predict students’ quality of life. The strategy was then designed to increase student self-determination could be classified into three, namely from the academic side or modifying learning strategies, from the side of inclusive schools to enrich opportunities, and building social relationships in schools.Keywords: inclusive school, self determination, special education, special needs
Indexing, Abstracting, dan Archiving Editorial Team Psikologika
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen Alpha Zones' Games Berbasis Kecerdasan Majemuk dalam Membentuk Empati Siswa Sekolah Dasar Wahyu Nurul Mubarokah; Djalal Fuadi; Choiriyah Widyasari; Laili Etika Rahmawati
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss2.art1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alpha zones’ games berbasis kecerdasan majemuk dalam membentuk perilaku empati. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus yang difokuskan pada perilaku empati siswa. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, siswa kelas IV-A dan IV-B di MIM PK Kartasura. Pengumpulan data utama dilakukan melalui observasi dan ditunjang melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manajemen alpha zones’ games berbasis kecerdasan majemuk dalam membentuk perilaku empati siswa sangat efektif; (2) Faktor-faktor pendukung, seperti motivasi, wawasan, dan kreativitas guru, pemilihan alpha zones’ games, motivasi siswa, serta sarana dan prasarana; dan (3) Usaha pelestarian permainan, seperti melaksanakan zona alfa di setiap pagi, memilih permainan tradisional, merefleksi permainan, dan memotivasi siswa. Dengan demikian, riset ini memberikan implikasi keilmuan dan praktis terkait implementasi alpha zones’ games di tingkat pendidikan dasar.Kata kunci: alpha zones’ games, empati, kecerdasan majemuk, siswa sekolah dasarManagement of Alpha Zones’ Games based on Multiple Intelligences to Build Empathy Among Elementary School StudentsAbstractThis study is an attempt to describe the alpha zones’ games based on multiple intelligences in forming empathy behavior. The type of this research is qualitative descriptive which case of study research design focused on students’ empathy behavior. Research subjects are the principal, class teachers, IV-A and IV-B grade students at MIM PK Kartasura. The data collection mainly used an observation and supported by interview and documentation. The results showed that: (1) The management of alpha zone’ games based on multiple intelligences in forming students’ empathy behavior was very effective; (2) Supporting factors, such as teacher motivation, insight and creativity, selection alpha zone game, student motivation, facilities, and infrastructure; as well as (3) Preservation effort games, such as implementing alpha zones every morning, choosing traditional games, reflecting games, and motivating students. Therefore, the results of this research implied on theoretical and practical implementation of alpha zones’ games in elementary school level. Keywords: alpha zones’ games, empathy, multiple intelligences, elementary school’s students
Proses Adaptasi Kaum Muda yang Bermigrasi ke Kota Yogyakarta dan Bandung Atika Dwi Aryand; Oki Mardiawan; F. A. Nurdiyanto
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss2.art4

Abstract

Yogyakarta dan Bandung merupakan kota favorit untuk menempuh pendidikan. Ketika bermigrasi, kaum muda akan menghadapi proses adaptasi dengan lingkungan baru. Kegagalan saat beradaptasi dengan lingkungan baru akan memicu masalah psikologis seperti stres, cemas, dan gegar budaya (culture shock). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman kaum muda dalam beradaptasi selama bermigrasi ke kota Yogyakarta dan Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 200 mahasiswa di Yogyakarta dan Bandung. Diskusi Kelompok Terarah (DKT) dilakukan dengan menggunakan analisis data tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ketika kaum muda bermigrasi dan melakukan proses adaptasi, mereka cenderung mencari informasi, berinteraksi, dan menyesuaikan diri. Terdapat juga faktor predisposisi yang memengaruhi proses adaptasi kaum muda selama bermigrasi, yaitu faktor penghambat dan faktor pendukung selama beradaptasi. Penelitian ini memberikan sumbangsih terhadap perkembangan ilmu psikologi mengenai proses adaptasi dan faktor predisposisi pada kaum muda yang bermigrasi ke kota Yogyakarta dan Bandung. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada kaum muda yang memiliki pengalaman pertama melakukan migrasi ke kota besar.Kata kunci: kaum muda, migrasi, proses adaptasiAdaptation Process among Youths’ Migration to Yogyakarta and BandungAbstract. Yogyakarta and Bandung as best favorite cities for education. When migrating, youth will face the process of adaptation to the new environment. The failure when adapting to the new environment will trigger psychological problems such as stress, anxiety, and fear (culture shock). Therefore, this study try to explore the experience of youth adapting during migration to the cities of Yogyakarta and Bandung. The study was involved 200 students in Yogyakarta and Bandung. Focus Group Discussions (FGD) are conducted by using thematic data analysis. The results show that young people migrate through the process of adaptation by finding information, interacting, and adjusting. On the other side, There also a predisposition factors influenced youth adaptation process during migration, namely inhibiting and supporting factors during adaptation. Therefore, This research might have contribution to the development of psychology science regarding the process of adaptation and youth predisposition factors who migrate to the cities of Yogyakarta and Bandung. Hopefully, the research would highly provide knowledge to young people with first experience migrating to big cities.Keywords: adaptation process, migration, youth

Page 1 of 2 | Total Record : 14