cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
TABULARASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 1 (2015): Jurnal TABULARASA" : 9 Documents clear
Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis dan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Pembelajaran Open Ended di SMP Muhammadiyah 03 Medan Sari, Lili Nur Indah; Syahputra, Edi; Asmin, Asmin
TABULARASA Vol 12, No 1 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui peningkatan kemampuan koneksi matematis dan kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran open ended dan pembelajaran biasa, (2) untuk mengetahui interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII SMP 03 Muhammadiyah Medan berakreditasi A dan sampelnya dipilih secara acak yaitu kelas VIIIc (kelas eksperimen) dan kelas VIIId (kelas kontrol). Instrumen divalidasi terlebih dahulu, maka hasilnya menunjukkan bahwa (1) untuk tes kemampuan koneksi matematis adalah valid dengan kriteria tinggi, sedangkan untuk tes kemampuan berpikir kreatif adalah valid dengan kriteria tnggi. (2) koefisien realibilitas untuk tes kemampuan koneksi matematis adalah 0,73 dengan kategori tinggi, sedangkan tes kemampuan berpikir kreatif siswa adalah 0,79 dengan kategori tinggi. Analisis data dilakukan dengan ANAVA dua jalur. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) adanya peningkatan kemampuan koneksi matematis dan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menggunakan pembelajaran open ended lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, (2) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan tingkat kemampuan siswa terhadap peningkatan koneksi matematis dan kemampuan berpikir kreatif. Peneliti menyarankan: (1) agar pembelajaran open ended menjadi alternatif bagi guru dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis dan berpikir kreatif siswa, (2) perangkat pembelajaran dipersiapkan secara matang serta disesuaikan dengan indikator kemampuan dan alokasi waktu yang harus dicapai, (3) agar selektif dalam memilih materi yang diajarkan dengan pembelajaran open ended karena tidak semua materi cocok diterapkan dengan pembelajaran open ended.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM TATANAN GROUP INVESTIGATION PADA MATAKULIAH EKOLOGI HEWAN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA USI PEMATANGSIANTAR Piliang, Fenny Mustika; Hasruddin, Hasruddin; Manurung, Binari
TABULARASA Vol 12, No 1 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dalam tatanan Group Investigation dan konvensional terhadap: Keterampilan Proses Sains Mahasiswa USI Pematangsiantar. Sampel diambil secara total sampling,yaitu seluruh mahasiswa semester VIsebanyak 60 orang yang dikelompokkan ke dalam kelompok eksperimen dengan model pembelajaran berbasis proyek dalam tatanan Group Investigation, kelompok eksperimen dengan model pembelajaran Group Investigation, dan kelompok kontrol dengan model pembelajaran konvensional.Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dan lembar observasi keterampilan proses sains mahasiswa. Metode penelitian ini bersifat kuasi eksperimen dengan teknik analisis data menggunakan uji F-ANAKOVA dan ANOVA pada taraf signifikan α = 5% dengan bantuan program SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tes keterampilan proses sains mahasiswa yang diajarkan dengan pembelajaran berbasis proyek dalam tatanan Group Investigation 87,60 ± 4,28 secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran Group Investigation 81,50 ± 5,77 dan pembelajaran konvensional 70,40 ± 4,01 dengan (Fhitung=63,092; P=0,000). Selanjutnya observasi keterampilan proses sains mahasiswa yang diajarkan dengan pembelajaran berbasis proyek dalam tatanan Group Investigation 92,85 ± 4,61 secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran Group Investigation 77,80 ± 7,27 dan pembelajaran konvensional 57,25 ± 8,69 dengan (Fhitung=127,856; P=0,000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dalam tatanan Group Investigation berpengaruh terhadap keterampilan proses sains mahasiswa USI Pematangsiantar.
EFEK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) MENGGUNAKAN MEDIA SIMULASI PHET DAN AKTIVITAS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Lubis, Fitri Mawaddah; Bukit, Nurdin; Harahap, Mara Bangun
TABULARASA Vol 12, No 1 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT menggunakan simulasi PhET dan pembelajaran konvensional, menganalisis perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki aktivitas tinggi dan aktivitas rendah, serta mengetahui interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat aktivitas siswa dalam mempengaruhi hasil belajar fisika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Tritech Informatika Medan. Adapun tes yang digunakan untuk memperoleh data adalah dalam bentuk pilihan ganda. Uji persyaratan telah dilakukan berupa normalitas dan homogenitas, yang diperoleh hasil bahwa data normal dan homogen. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisi ANAVA dua jalur. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa aktivitas tinggi dan rendah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT menggunakan Simulasi PhET adalah 88 dan 84,24, sedangkan siswa dengan pembelajaran konvensional adalah 76 dan 64,28. Sehingga diperoleh besar peningkatan hasil belajar siswa yakni 64,41%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT menggunakan media simulasi PhET lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil belajar fisika antara siswa yang memiliki aktivitas belajar tinggi lebih baik dibandingkan dengan aktivitas belajar rendah. Terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe NHT menggunakan media simulasi PhET dan tingkat aktivitas belajar dalam mempengaruhi hasil belajar siswa. Berinteraksi berarti pada satu sisi berpengaruh sedangkan disisi lain tidak berpengaruh. Peningkatan rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol lebih besar dibandingkan pada kelas eksperimen. Hal ini dikarenakan aktivitas siswa lebih dominan dibandingkan model pembelajaran yang diterapkan pada kelas kontrol yakni model konvensional. Sedangkan pada kelas eksperimen model pembelajaran yang digunakan lebih dominan berperan dibandingkan aktivitas siswa dimana pada kelas ini model yang digunakan adalah model pembelajaran Kooperatif tipe NHT.
Penerapan Pembelajaran Project Based Learning Menggunakan Media Audio Visual dalam Meningkatkan Hasil Belajar PPKn dan Pembentukan Karakter Siswa Tindaon, Juwita; Setiawan, Deny
TABULARASA Vol 12, No 1 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PPKn dan karakter siswa melalui penerapan Project Based Learning menggunakan media audio visual dengan tema “Tempat Tinggalku” di kelas IV SD Negeri 094102 Sambosar Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun Tahun Ajaran 2014/2015. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dengan jumlah subjek sebanyak 30 siswa yang berasal dari siswa kelas IV sekolah tersebut. Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara melakukan observasi terhadap kegiatan guru dan siswa, tes hasil belajar siswa serta angket. Dari hasil penelitian berupa kegiatan awal, kegiatan lanjutan (siklus I), dan Siklus II, ternyata project based learning pada tema 8 “tempat tinggalku” dapat meningkatkan hasil belajar PPKn siswa. Hal itu diketahui dari hasil penilaian yang sudah dilaksanakan oleh peneliti yang dilakukan selama 2 siklus. Pada siklus 1 perolehan nilai rata-rata pada observasi (ranah afektif) untuk kegiatan guru sebesar 73,33% dan 93,33% pada siklus 2 dan untuk kegiatan siswa sebesar 72,10% pada siklus 1 dan menjadi 81,71% pada siklus 2. Penilaian produk siswa (ranah psikomotor) sebesar 48,67% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 72,10% pada siklus 2, sehingga terjadi peningkatan sebesar 23,43%. Hasil perolehan rata-rata angket karakter siswa pada siklus 1 adalah 75,48% (kategori cukup) dan pada siklus 2 adalah 89,43% (kategori sangat baik). Berdasarkan data hasil belajar yang diperoleh dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan project based learning dapat meningkatkan hasil belajar dan pembentukan karakter siswa kelas IV terutama pada tema 8 “tempat tinggalku”.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PEROLEHAN KONSEP MATEMATIKA PADA ANAK DI TK PEMBINA NEGERI 2 BINJAI Nasution, Raisah Armayanti; Yus, Anita
TABULARASA Vol 12, No 1 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran dan minat belajar terhadap perolehan konsep matematika anak TK. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan sampel berjumlah 16 orang anak TK B untuk kelas eksperimen dan 16 orang anak untuk kelas kontrol yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes dan observasi dan dianalisis dengan menggunakan ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) penggunaan media balok dalam pembelajaran lebih baik membantu anak memperoleh konsep matematika dari pada media gambar, (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara anak yang memiliki minat belajar tinggi dengan anak yang memiliki minat belajar  rendah, dan (3) terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran  dan  minat belajar terhadap perolehan konsep matematika. Implikasi hasil penelitian ini berdampak terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, peran guru, pengelolaan kelas dan program pendidikan guru PAUD di LPTK.
IMPROVING STUDENTS’ ABILITY IN WRITING NARRATIVE TEXT THROUGH ACCELERATED LEARNING APPROACH ATMADRASAH ALIYAH TAMAN PENDIDIKAN ISLAM MEDAN Saleh, Anwar; Sihombing, Lince; Santoso, Didik
TABULARASA Vol 12, No 1 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of the study was to find out how accelerated learning approach can be used to improve the writing ability of students. The study was collaborative classroom action. This study was conducted in two cycles of which each cycle consisted of three meetings. The data of the study were gathered through observation checklist, field notes, and writing test. The subjects were 42 second year students of 2015/2016 MA Taman Pendidikan Islam. The finding of the study indicated that the use of Accelerated Learning approach successfully improved students’ writing narrative text from 49.6 in the preliminary study, and 60.2 in the first cycle to 70.2 in the second cycle. It indicated that Accelerated Learning approach was effective in enhancing the students’ motivation and participation. Most students (92.60%) were involved actively in writing. It is suggested that English teachers apply Accelerated Learning approach since it is beneficial not only to improve the students’ narrative text writing but also to motivate the students to write and to work together to describe the event in the picture as well as to encourage students actively participating in writing narrative text.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN MOTIF BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN Mursid, R
TABULARASA Vol 12, No 1 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hasil belajar Kewirausahaan siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran elaborasi dibandingkan dengan strategi pembelajaran ekspositori; (2) mengetahui hasil belajar kewirausahaan siswa yang memiliki motif berprestasi tinggi dan rendah; (3) mengetahui ada tidaknya interaksi antara strategi pembelajaran dan motif berprestasi siswa terhadap hasil belajar Kewirausahaan. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Binaan Provinsi Sumatera Utara, Medan. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Uji statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk menyajikan data dan dilanjutkan dengan statistik inferensial dengan menggunakan ANAVA dua jalur dengan taraf signifikan = 0,05 yang dilanjutkan dengan uji Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil belajar Kewirausahaan siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran elaborasi lebih tinggi dari pada strategi pembelajaran ekspositori, dengan Fhitung = 11,40 > Ftabel = 3,98; (2) hasil belajar Kewirausahaan siswa yang memiliki motif berprestasi tinggi lebih tinggi dari pada motif berprestasi rendah, dengan Fhitung = 14,71 > Ftabel = 3,98; (3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dengan motif berprestasi dalam mempengaruhi hasil belajar siswa, dengan Fhitung = 11,09 > Ftabel = 3,98.
PENYUSUNAN BAHAN AJAR KIMIA INOVATIF MATERI LAJU REAKSI TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SMA Silaban, Ramlan; Septiani, Bronika; Hutabarat, Wesly
TABULARASA Vol 12, No 1 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bahan ajar kimia yang inovatif yang terintegrasi pendidikan karakter pada subjek kurikulum laju reaksi berdasarkan 2013. Bentuk penelitian adalah penelitian deskriptif. Jenis penelitian termasuk dalam penelitian dan pengembangan. Subjeknya adalah laju reaksi bahan ajar subjek. Sementara itu, sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 20 guru kimia kelas XI di Kota Medan. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sebuah penerbit bahan ajar dianalisis berdasarkan kurikulum pada 2013 oleh profesor dan guru. Hasil analisis penerbit bahan ajar berdasarkan kurikulum tahun 2013 memperoleh rata-rata 2,54 berlaku, yang berarti bahwa itu pantas dan beberapa dari isi bahan ajar perlu direvisi. Bahan mengajar yang telah dikembangkan, dinilai oleh dosen dan guru. Penilaian dilakukan dengan 2 cara, yaitu berdasarkan kurikulum tahun 2013 dan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Hasil analisis berdasarkan kurikulum tahun 2013 diperoleh rata-rata 3,60 adalah sarana yang sah sangat layak untuk digunakan dan tidak perlu direvisi. Hasil analisis berdasarkan BSNP diperoleh, aspek kelayakan isi 3,37 berlaku, itu berarti sangat layak dan tidak perlu direvisi, kelayakan bahasa 3,39 berlaku, itu berarti sangat layak dan tidak perlu direvisi, menyajikan kelayakan 3,44 berlaku, itu berarti sangat layak dan tidak perlu direvisi. Bahan mengajar yang telah disusun, kemudian diuji untuk siswa. Pengujian siswa dilakukan dengan menggunakan kelas 2 kelas, eksperimen dan kontrol. Terhadap kelas eksperimen siswa diberi kimia inovatif bahan ajar telah dikembangkan, sedangkan kelas kontrol menggunakan bahan ajar yang sudah ada sebelumnya. Nilai rata-rata kelas kontrol gain yang dinormalisasi adalah sama dengan 0,62, sedangkan nilai kelas eksperimen rata-rata gain yang dinormalisasi sebesar 0,76.
Analisis Sarana dan Intensitas Penggunaan Laboratorium Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Negeri Se-Kota Tanjungbalai Nuada, I Made; Harahap, Fauziyah
TABULARASA Vol 12, No 1 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) Kondisi laboratorium; (2) Intensitas aplikasi laboratorium biologi untuk mendukung pembelajaran; (3) faktor Penghambatan untuk guru biologi dalam menggunakan laboratorium; (4) Korelasi antara laboratorium dan keterampilan proses ilmiah; dan (5) Korelasi antara aplikasi laboratorium dan keterampilan proses ilmiah siswa sekolah tinggi di kota Tanjungbalai. Ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek terdiri dari guru biologi dan siswa IPA di kelas sebelas. Data yang dikumpulkan dengan kuesioner, observasi dan wawancara, keterampilan proses ilmiah yang diperoleh melalui kegiatan praktikum menggunakan beberapa tes pilihan. Data tersebut dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan: (1) kelengkapan fasilitas di laboratorium sangat baik dikategorikan pada 86,31%, dokumentasi dikategorikan tidak baik pada 50,89, peralatan, frekuensi aplikasi, dan keterampilan manajemen yang dikategorikan baik pada 67,85%, 65,63%, 63,69%, dan keamanan dan kemudian kesehatan dikategorikan tidak baik pada 55,71%; (2) Intensitas aplikasi laboratorium sebesar 5 kali selama satu semester; (3) Faktor penghambat aplikasi laboratorium terdiri dari: (1) ketidak lengkapan ; (2) Kurangnya pelatihan untuk menggunakan laboratorium; (3) kompetensi guru dalam memahami fungsi dari alat dan bahan; (4) kurangnya waktu untuk praktik di laboratorium. (4) Korelasi antara laboratorium dan keterampilan proses ilmiah siswa sebagai 0,891 dengan 0,007; dan (5) Korelasi antara aplikasi laboratorium terhadap keterampilan proses ilmiah adalah 0,043.

Page 1 of 1 | Total Record : 9