cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 16, No 2 (2009)" : 6 Documents clear
Penerapan Student Center Learning Untuk Meningkatkan Soft Skill Mahasiswa Dalam Mata Kuliah Program Pengalaman Lapangan I di Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNESA Madewi Mulyanratna, ; Sri Mulyaningsih, ; Supriyono, ; Eko Hariyono,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 16, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Telah dilakukan penelitian tentang penerapan Student Centered Learning (SCL) untuk meningkatkan soft skill mahasiswa dalam mata kuliah Program Pengalaman Lapangan I di Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNESA. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menerapkan PTK dan Lesson Study pada 60 mahasiswa pemrogram mata kuliah PPL I. Dalam penelitian menggunakan 2 siklus. Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut: Penerapan Student Centered Learning (SCL) diterapkan dalam pembelajaran pada mahasiswa pemrogam PPL 1 yang diintegrasikan dengan PTK dan Lesson Study. Dalam penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan yang meliputi tahapan planing, action and observation dan reflection. Hard skill dan soft skill mahasiswa setelah penerapan SCL dalam mata kuliah PPL 1 rata-rata dalam kategori baik. Aspek yang perlu ditingkatkan adalah berpikir kritis dan komunikasi efektif dengan rata-rata skor < 70. Peningkatan soft skill mahasiswa cukup baik, hasil ini dapat dilihat dari hasil penelitian pada siklus 1 dan siklus 2. Kemandirian mahasiswa, percaya diri, tanggung jawab, berpikir kritis dan kreatif meningkat pada siklus 2, walaupun dalam proses penelitian diamati oleh pengamat yang jumlahnya relatif banyak (5 orang).Untuk memecahkan masalah yang dihadapi mahasiswa dilapangan dapat diantisipasi berdasarkan pengalaman belajar yang diperoleh melalui Student Centered Learning (SCL). Dengan soft skill yang disiapkan mahasiswa akan lebih mudah mengatasi semua kendala saat melaksanakan program PPL di lapangan.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM MENGIDENTIFIKASI UKURAN PEMUSATAN MELALUI PENGGUNAAN MODEL TUTORIAL PEMECAHAN MASALAH PADA MAHASISWA S-I PGSD ANGKATAN 2007 KABUPATEN SAMPANG Moh.harijanto, ; Lukiyadi,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 16, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil belajar dalam mengidentifikasi Ukuran Pemusatan berupa nilai rata-rata, median, dan mode melalui penggunaan model pemecahan masalah mahasiswa S-I PGSD Kabupaten SampangLokasi penelitian di SMAN I Sampang sebagai tempat tutorial S-I PGSD semester VII masa registrasi 2009.2 tahap I. Waktu pelaksanaan penelitian siklus ke satu tanggal 9 Agustus 2009, dan siklus ke dua tanggal  16 Agustus 2009. Mata kuliah sajian adalah Statistika Pendidikan. Sampel penelitian ialah kelas M. Instrumen penelitian digunakan untuk mengetahui muncul tidaknya aspek-aspek model pemecahan masalah. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah observasi, diskusi, refleksi . Data dianalisis  secara statistik desktiptif. Hasil penelitian ialah bahwa model tutorial pemecahan masalah dari siklus  I ke siklus II menghasilkan peningkatan hasil belajar. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar 5,94,  dan rata-rata hasil belajar siklus II 7,42. Pada siklus I, 19 mahasiswa dari 31 mahasiswa yang mendapat nilai di atas 5,sisanya 12 mahasiswa  mendapat nilai di bawah 5. Pada siklus II, seluruh mahasiswa memperoleh nilai di atas 5.
PENGARUH PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP DAN MODEL PEMECAHAN MASALAH TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA ZAT PADAT MAHASISWA Parno,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 16, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pembelajaran matakuliah wajib Fisika Zat Padat FZP bagi mahasiswa prodi Fisika, menggunakan diktat kuliah yang disusun oleh dosen pembimbing dan disampaikan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Pada tahun 2005/2006 evaluasinya menggunakan soal obyektif, namun prestasi belajar yang dicapai mahasiswa masih rendah, yaitu 42,51. Pada tahun 2006/2007 telah dikembangkan modul sebagai pendamping diktat kuliah, namun prestasi belajarnyapun masih rendah juga, yaitu 44,36. Alternatif solusinya adalah mengganti pembelajarannya dengan model yang lebih banyak melibatkan mahasiswa, yaitu menggunakan peta konsep dan model pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimental dengan menggunakan rancangan randomized control group pre-test post-test design. Kelas eksperimen diberi perlakuan pembelajaran menggunakan peta konsep dan model pemecahan masalah, sedangkan kelas kontrol menggunakan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan peta konsep model pemecahan masalah (1) dilaksanakan melalui tahap awal (tes awal, memaparkan tujuan matakuliah FZP, kuliah singkat tentang pembelajaran menggunakan peta konsep dan model pemecahan masalah, dan pembentukan kelompok peta konsep), tahap pembelajaran menggunakan peta konsep untuk menemukan dan memperbaiki miskonsepsi FZP, tahap pembentukan kelompok model pemecahan masalah yang berasal dari masing-masing anggota kelompok peta konsep, tahap pembelajaran model pemecahan masalah untuk menyempurnakan perbaikan miskonsepsi tersebut, dan tahap tes akhir dan penyebaran angket respon mahasiswa; (2) belum mampu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, yang ditandai oleh gain ternormalisasi rata-rata kelas eksperimen (0,179 kategori rendah) yang tidak berbeda jauh dengan kelas kontrol (0,196 kategori rendah); (3) menghasilkan respon positip mahasiswa. Dalam penelitian ini, miskonsepsi FZP yang muncul dalam diskusi peta konsep hanya bersumber pada permasalahan yang diajukan oleh mahasiswa. Materi FZP yang tidak diajukan oleh mahasiswa sebagai masalah dianggap telah dikuasai oleh mahasiswa secara baik. Pembelajaran menggunakan peta konsep model pemecahan masalah dapat diterapkan kembali pada matakuliah FZP dengan terlebih dahulu mendata seluruh konsep-konsep dalam setiap sub-sub materi FZP yang kemungkinan besar akan dipahami secara salah oleh mahasiswa. Data tersebut akan diajukan sebagai tambahan masalah, yang melengkapi masalah yang sudah diajukan oleh mahasiswa, dalam tahap pembelajaran menggunakan peta konsep.
PENINGKATAN PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MEDIA PUZZLE PADA MATERI ADAPTASI MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY DI KELAS IX SMPN 36 SURABAYA Anis Sulistiyanah, ; Endah Suwarni, ; Mitarlis,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 16, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  keterlaksanaan pembelajaran biologi dengan media puzzle di kelas IX pada materi adaptasi makhluk hidup di kelas IX SMPN 36 Surabaya. Kedua untuk mengetahui hasil belajar siswa, dan yang ketiga adalah untuk mengetahui  respon siswa terhadap pembelajaran  dalam kegiatan Lesson Study. Lesson Study merupakan model pembinaan profesional guru dengan melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar , yang terdiri dari kegiatan plan, do dan see. Dari hasil lembar observasi tentang keterlaksanaan proses pembelajaran , 85,7% observer mengemukakan bahwa proses pembelajaran terlaksana dengan baik dan 14,3% mengatakan cukup baik. Dari hasil tes diperoleh hasil 82,5%  siswa tuntas (33 siswa) , sedangkan siswa yang tidak tuntas sebesar 17,5 % (7 siswa).  Namun secara klasikal siswa kelas IX D tahun akademik 2009/1020 tuntas  dengan nilai rata-rata  diatas KKM  yaitu 80,125 > 70. Hasil respon siswa memberikan respon positif hampir pada semua aspek dengan rentang antara (50% -100%)
IMPLEMENTASI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DENGAN STRATEGI BELAJAR DIAGRAM ALIR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP LAJU REAKSI Beni Setiawan,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 16, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Hasil observasi keterampilan proses di Madrasah Aliyah Negeri Surabaya masih rendah sehingga belum mencapai ketuntasan belajar. Atas dasar itu, maka dilakukan penelitian pengembangan perangkat yang mengacu pada model 4D dan diimplementasikan pada 44 siswa kelas XI IPA 2 melalui pendekatan keterampilan proses dan diagram alir pada pokok bahasan laju reaksi.Hasil penelitian menunjukkan nilai proporsi sub indikator THB produk selama uji coba lebih dari sama dengan 0,75, yang berarti seluruh sub indikator telah tuntas. Proporsi tes hasil belajar proses antara 0,7 sampai 0,9 artinya butir soal tersebut dapat dijadikan tolak ukur ketercapaian sub indikator dalam pembelajaran, belajar psikomotor mengalami peningkatan dari 0,14 menjadi 0,95.Disimpulkan bahwa proses belajar mengajar dengan Strategi Belajar Diagram Alir dan Pendekatan Keterampilan Proses berhasil meningkatkan ketuntasan tes hasil belajar produk, proses, dan psikomotor.
PENINGKATAN PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MEDIA PUZZLE PADA MATERI ADAPTASI MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY DI KELAS IX SMPN 36 SURABAYA Anis Sulistiyanah, ; Endah Suwarni, ; Mitarlis,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 16, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  keterlaksanaan pembelajaran biologi dengan media puzzle di kelas IX pada materi adaptasi makhluk hidup di kelas IX SMPN 36 Surabaya. Kedua untuk mengetahui hasil belajar siswa, dan yang ketiga adalah untuk mengetahui  respon siswa terhadap pembelajaran  dalam kegiatan Lesson Study. Lesson Study merupakan model pembinaan profesional guru dengan melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar , yang terdiri dari kegiatan plan, do dan see. Dari hasil lembar observasi tentang keterlaksanaan proses pembelajaran , 85,7% observer mengemukakan bahwa proses pembelajaran terlaksana dengan baik dan 14,3% mengatakan cukup baik. Dari hasil tes diperoleh hasil 82,5%  siswa tuntas (33 siswa) , sedangkan siswa yang tidak tuntas sebesar 17,5 % (7 siswa).  Namun secara klasikal siswa kelas IX D tahun akademik 2009/1020 tuntas  dengan nilai rata-rata  diatas KKM  yaitu 80,125 > 70. Hasil respon siswa memberikan respon positif hampir pada semua aspek dengan rentang antara (50% -100%)

Page 1 of 1 | Total Record : 6