cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kepelatihan Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 3 (2010)" : 6 Documents clear
Dasar Dasar Kinesiologis Teknik Rowing Nurkholis,
Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga rowing adalah salah satu nomor olahraga dayung yang belum populer seperti cabang olahraga yang lain seperti sepak bola, bola voli, bulu tangkis, bola basket dan cabang olahraga atletik. Olahraga rowing sebenarnya adalah olahraga yang sangat menarik, kompetitif, penuh tantangan dan sarat dengan nuansa penerapan fisik dan taktik yang optimal. Dimasa yang akan datang olahraga ini diharapkan bisa menjadi olahraga prioritas dalam berbagai event baik nasional maupun internasional, karena dalam olahraga ini terdapat banyak nomor yang bisa dilombakan. Oleh sebab itu olahraga ini sangat  membutuhkan pengetahuan dan keahlian dalam proses pembinaan. Seorang pelatih rowing harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan  sikap yang cukup sesuai karakteristik olahraga ini. Pengetahuan tersebut diantaranya adalah kinesiologi teknik  rowing.  
Konsep Recovery ( Pemulihan ) Sebelum, Selama Dan Setelah Kompetisi Hayati, ; DR, ; M.kes,
Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recovery is essential in improving your performance and also allowing you to perform your daily routine more efficiently. After athletic competition or a hard workout, it would seem that complete rest would be the best way to encourage recovery. There are many types of recovery according to the aim such as to remove lactic acid, to refill the energy and oxygen. Active recovery refers to engaging in low-intensity exercise after workouts. There are two forms of active recovery. One is during the cool-down phase immediately after a hard effort or workout. The second form of active recovery includes the days following a competition or other intense workout. Since the dawn of sports nutrition as a scientific discipline, one issue has consistently dominated practitioners’ attention – the post-exercise ‘window of opportunity’ for muscle recovery. Traditionally two nutrients have grabbed most of the muscle-recovery headlines: carbohydrate and protein. They were hell bent on recovering muscle glycogen as fast as possible so that performance in an event or training session occurring up to 24 hours later did not suffer. Protein was then added to the carbohydrate for two reasons: to improve glycogen accumulation beyond what could be achieved by consuming carbohydrate alone, to stimulate muscle protein synthesis.
Olahraga Tinju Dan Anak Jalanan Wijono,
Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya apakah untuk mencarikan solusi terhadap anak jalanan, konstitusi negeri ini memang sudah menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. Dalam Undang-Undang perlindungan anak disebutkan bahwa orang tua yang sengaja melakukan kekerasan, membuang, atau menelantarkan anaknya harus dikenai sanksi tegas. Mereka anak-anak jalanan dikumpulkan dalam wadah berbentuk sasana bernama Alang-Alang Boxing Camp, mereka dibina dan diperdayakan dalam olahraga cabang tinju. Karena fenomena tentang anak jalanan yang terjadi di hampir seluruh kota-kota besar Negara Indonesia merupakan masalah urgen yang perlu diteliti dan dicari solusinya
Olahraga dan diabetes melitus Endang Sri Wahjuni,
Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang disifati oleh adanya hiperglikemi yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, atau keduanya. Keadaan hiperglikemi yang kronik pada diabetes melitus dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi kronik beberapa alat tubuh terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah Tujuan penelolaan jangka pendek pada penderita DM adalah menghilangkan keluhan /gejala DM dan mempertahankan rasa nyaman dan sehat, sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah mencegah penyulit, baik makroangiopati (gangguan pembuluh darag besar),mikroangiopati (gangguan pembuluh darah kecil) maupun neuropati (gangguan saraf tepi). Secara garis besar pengelolaan DM dibagi menjadi 5 (Pentalogi DM) yaitu pengaturan makan, latihan fisik/olahraga,penyuluhan,obat dan cangkok pankreas.Oleh karena itu selain memperhatikan pola makan sehari-hari, penderita harus melakukan latihan fisik Latihan fisik dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitifitas terhadap insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah. Latihan fisik yang dimaksud jalan kaki, bersepeda santai, jogging, berenang.Latihan fisik sebaiknya disesuaikan dengan umur dan status kesegaran fisik. Dengan rajin berolahraga ditambah mengatur menu makanan serta mengontrol kadar gula darah secara teratur, komplikasi akibat diabetes dapat dihindari.  
pentingnya pembudayaan profesionalisme dalam kepelatihan olahraga Abdul Hafidz,
Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dikotomi antara amatir dan profesional memang menjadi pembicaraan hingga sekarang. Apabila dikaji secara mendalam, maka pelaku olahraga dalam kepelatihan olahraga berbeda dengan pelakuolahraga amatir. Munculnya Peraturan 26 International Olimpic Committee (IOC) dan perubahannya serta batasan olahragawan amatir dan profesional dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UUSKN) Tahun 2005 memberikan gambaran tentang perbedaan keduanya. Kompensasi dan konsekuensi biaya bukan satu-satunya ukuran profesional, namun perlu didukung oleh ilmu pengetahuan yangrelevan melalui pendidikan, pemahaman terhadap persiapan profesi, hal-hal yang terkait dalam kehidupan manusia, masalah kesehatan dankeselamatan, dan yang lainnya. Totalitas kerja (full-time work) sangatlah penting sebagai konsekuensi profesional dalam kepelatihan olahraga, sehingga dengan pengkajian keilmuan dan penemuan solusiterhadap masalah di lapangan akan sangat mendukung pencapaian prestasi olahraga. Bila hal ini dilakukan secara terus-menerus akanmenghasilkan budaya profesional dalam kepelatihan olahraga.  
Pengaruh lingkungan sosial pada psikologis atlet Fransisca Januarumi,
Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungan, mulai dari perilaku sederhana sampai kompleks. Ilmu psikologi olahraga sendiri secara khusus telah menyediakan gambaran utuh mengenai jiwa dan mental seorang atlet. Pada hakikatnya psikologi olahraga adalah psikologi yang ditetapkan dalam bidang olahraga dan meliputi faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap atlet dan faktor diluar atlet yang dapat mempengaruhi performance seorang atlet. Kelompok-kelompok seperti keluarga, teman sebaya, staf pengajar di sekolah, simpatisan dan penggemar, dapat memainkan peran yang sangat penting terhadap keberhasilan seorang atlet.                

Page 1 of 1 | Total Record : 6