cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kepelatihan Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2011)" : 4 Documents clear
Peranan Spotter Dalam Latihan Beban Tutur Jatmiko,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan beban sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk meningkatkan kebugaran dan prestasi olahraga. Latihan beban dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan mekanis, barbell dan dumbell. Tetapi peranan instruktur sebagai spotter untuk mencegah terjadinya cedera dalam pelaksanaan latihan beban sering diabaikan. Latuhan beban ada 2 macam, beban dalam dan beban luar. Prinsip latihan beban dan pokok latihan produktif merupakan kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan latihan. Pemahaman karaekteristik dan sifat alat sebelum, selama dan setelah latihan merupakan faktor penting dalam keamanan latihan. Penguasaan dasar mengangkat, tehnik yang benar dan dasar-dasar spotting menentukan keberhasilan yang ingin dicapai. Ditunjang sikap perhatian dan penguasaan prosedur latihan dan spotting oleh instruktur menjadikan latihan beban semakin jauh dari resiko cedera.
Pemanfaatan IPTEK Olahraga Dalam Peningkatan Prestasi Wijono,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan olahraga dewsa ini telah membuktikan bahwa untuk mencapai prestasi yang tinggi tidak seperti halnya memutar telapak tangan atau istilah lain instan, akan tetapi diperlukan waktu yang panjang, bertahap dan berkesinambungan dalam pembinaannya disertai penggunaan IPTEK olahraga secara sistematis. Pemanduan bakat (Talent Identification) adalah suatu upaya yang dilakukan secara sistematik untuk mengidentifikasi seseorang yang berpotensi dalam olahraga, sehingga diperkirakan seseorang tersebut akan berhasil dalam proses latihan dan dapat meraih prestasi puncak. Indikator seseorang yang berbakat dalam olahraga, diantaranya : Memiliki peningkatan prestasi yang lebih cepat daripada anak yang tidak berbakat, Memiliki kualitas mental yang baik, Memiliki motivasi intrinsik, Memiliki jiwa kompetitif yang tinggi, Mudah mempelajari/ menguasai ketrampilan yang baru. Dengan adanya pemanfaatan IPTEK maka pembinaan tidak akan sia-sia, baik tenaga maupun biaya, karena atlet dapat diprediksi dalam pencapaian prestasi yang maksimal.
Analisis Diskriminan Untuk Mengevaluasi Kondisi Fisik Atlet Hockey Surabaya Mohammad Faruk,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of discriminant analysis model aims to evaluate the physical condition of hockey athletes. Discriminant analysis model is applied later in Delphi Programming Language to facilitate the physical condition evaluation of Surabaya’s hockey athletes. In order to get a model of discriminant analysis which can be changed into a mathematical function to distinguish the physical condition of athletes who are good and less, thedata processing of physical condition evaluation of Surabaya’s hockey athletes is perfomed with the aid of computer programs statistic. In this research, there are two categories in selecting, the Non-Hockey and Hockey. The result of Discriminant analysis can classify the ability of the group until 97.8%, in other word it means that it can be used to classify the physical condition of athletes hockey Surabaya.
Efek Imobilisasi Dalam Olahraga Fransisca Januarumi, ; Rini Ismalasari,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan mobilisasi fisik (Imobilisasi) didefinisikan oleh North American        Nursing Diagnosis Association (NANDA) sebagai suatu keadaan ketika individu meng­         alami    atau berisiko mengalami keterbatasan gerak fisik (Kim etal, 1995).             Mobilisasi mengacu pada kemampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas, dan           imobilisasi mengacu pada ketidakmampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas.   Mobilisasi dan imobilisasi berada pada suatu rentang dengan banyak tingkatan       imobilisasi       parsial di antaranya.                 Imobilisasi / bedrest akan terjadi perubahan fisiologis termasuk atlet yang meliputi : perubahan sistem pada                                        kardiovaskular, sistem musculoskeletal, sistem pernafasan, metabolisme kalsium, gastrointestinal, hormonal,                               trombosis vena dan gangguan kulit.                                 Bahaya imobilisasi dapat dikurangai dengan intervensi perawatan klien dengan tujuan mencegah dan                                meminimalkan bahaya imobilisasi serta mempertahankan fungsi optimal  seluruh sistem tubuh melalui                                  : diet tinggi protein, kalori dengan tambahan vitamin B dan C, meningkatkan ekspansi paru, mencegah statis                                  secret pulmonal, mempertahankan kepatenen jalan nafas, mengurangi hipotensi ortostatik, mengurangi beban                                          kerja jantung, mencegah pembentukan thrombus, latihan  rentang gerak, pencegahan dekubitus dan menjaga                                     hidrasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 4