cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pelangi Ilmu
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2009)" : 10 Documents clear
FENOMENA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SEKOLAH MELALUI PENDEKATAN KECERDASAN EMOSIONAL S. Adi Suparto,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Upaya mengembangkan organisasi sekolah yang mantap sering menghadapi persoalan konflik, yang disebabkan oleh keberagaman latar belakang komunitas sekolah, aturan-aturan yang sangat ketat, beban kerja yang berat, karakter kepemimpinan yang otoriter, atau adanya aturan-aturan dan kebijakan-kebijakan baru sekolah. Konflik merupakan suatu kewajaran dan proses dinamis dalam kehidupan sekolah sebagai organisasi, yang bisa dikelola untuk meningkatkan efektivitas kerja organisasi sekolah. Manajemen konflik berbasis kecerdasan emosional merupakan salah satu alternatif yang bisa dilakukan kepala sekolah dalam mengelola konflik untuk tujuan yang konstruktif.
KESENIAN NUSANTARA DALAM STRUKTUR KEBUDAYAAN INDONESIA Sulbi Prabowo,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ditinjau dari perspektif kebudayaan, karya seni hadir dalam hubugan yang kontekstual dengan ruang dan waktu tempat karya bersangkutan diciptakan. Dengan perspektif ini, kelahiran sebuah karya seni selalu dimotivasi oleh berbagai persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Kemunculan karya seni merupakan representasi dan abstraksi dari realitas yang ada saat itu. Hubungan ini menyebabkan konsekuensi logis bahwa pemahaman terhadap kesenian secara otomatis membutuhkan pemahaman pula terhadap sosial-budaya. Kesenian tidak dapat sepenuhnya dipahami tanpa menempatkannya dalam keseluruhan kerangka masyarakat dan kebudayaannya.
KOMUNIKASI INTERAKTIF SEBAGAI MODEL SOSIALISASI PROGRAM PEMBANGUNAN BAGI MASYARAKAT PERDESAAN DI ERA OTONOMI Ali Taufik,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu masalah pembangunan adalah pemerataan prioritas pembangunan desa dan kota. Untuk menghindari social and economic gap, dalam melakukan pembangunan ekonomi rakyat harus diarahkan segera melakukan perubahan struktural (structural adjustment and structural transformation) untuk memperkuat posisi perekonomian rakyat. Pembangunan merupakan proses transformasi sosial ekonomi, karena itu mengandung unsur informasi secara merata melalu proses komunikasi efektif, interaktif. Komunikasi interaktif dalam menyampaikan pesannya tidak disampaikan melalui saluran formal, melainkan menggunakan saluran informal yang dibentuk secara swadaya dan swakelola oleh masyarakat desa. Berdasarkan penelitian, model komunikasi interaktif lebih efektif digunakan sebagai satu strategi dalam mensosialisasikan program-program pembangunan di pedesaan, dengan alasan: (1) tidak bersifat instruktif dan penyampaiannya melalui lembaga-lembaga informal pedesaan yang bersifat swakelola; (2) prosesnya menyebar ke segala arah sehingga arus informasi berjalan timbal balik dari dan ke segala arah di antara pihak-pihak yang terlibat; (3) kesamaan posisi antara pihak communicant dengan communicatornya, sehingga tidak ada perasaan inferior dan superior, dan hasil komunikasinya dianggap sebagai sharing.
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, MEMBENTUK KARAKTER SESUAI TUMBUH KEMBANG ANAK Sudarso,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, MEMBENTUK KARAKTER SESUAI TUMBUH KEMBANG ANAK Sudarso,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGGUNAAN PETA KONSEP DALAM PENDIDIKAN AWAL Riduan,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengelompokan gambar seperti jaring, garis bersambung, diagram vena, bagan grafis, dan peta konsep lazim dikenal sebagai alat/instruksi pembelajaran. Metode-metode tersebut membantu guru dan siswa tidak hanya dalam mengidentifikasi dan memvisualisasikan pengetahuan dan pengalaman mereka, tapi juga untuk memperkuat dan memperjelas hubungan antara materi-materi pembelajaran. Artikel ini berusaha mendiskusikan kegunaan peta konsep terhadap pendidikan awal. Dalam sebuah teori dinyatakan bahwa informasi diproses dan disimpan dalam memori, baik dalam bentuk bahasa maupun visual. Dalam hal itu, bisa dikatakan bahwa peta konsep dapat digunakan pada masa-masa awal pendidikan anak-anak untuk membantu mereka mempelajari bagaimana cara “membaca” dan membuat peta konsep, dan para guru bisa menggunakannya untuk mengidentifikasi anak-anak yang ketinggalan pelajaran atau ketidakpahaman dengan menggunakannya sebagai alat evaluasi. Peta konsep dapat membantu guru untuk merencanakan, menata, dan mengurutkan isi materi pelajaran. Artikel ini bermaksud menelaah peta konsep dalam perencanaan pengajaran dan berusaha mengilustrasikan beberapa permasalahan penggunaan peta konsep pada anak-anak usia prasekolah dan memberikan cara-cara untuk mengenalkan anak-anak terhadap proses membuat peta konsep.
PENGGUNAAN PETA KONSEP DALAM PENDIDIKAN AWAL Riduan,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengelompokan gambar seperti jaring, garis bersambung, diagram vena, bagan grafis, dan peta konsep lazim dikenal sebagai alat/instruksi pembelajaran. Metode-metode tersebut membantu guru dan siswa tidak hanya dalam mengidentifikasi dan memvisualisasikan pengetahuan dan pengalaman mereka, tapi juga untuk memperkuat dan memperjelas hubungan antara materi-materi pembelajaran. Artikel ini berusaha mendiskusikan kegunaan peta konsep terhadap pendidikan awal. Dalam sebuah teori dinyatakan bahwa informasi diproses dan disimpan dalam memori, baik dalam bentuk bahasa maupun visual. Dalam hal itu, bisa dikatakan bahwa peta konsep dapat digunakan pada masa-masa awal pendidikan anak-anak untuk membantu mereka mempelajari bagaimana cara “membaca” dan membuat peta konsep, dan para guru bisa menggunakannya untuk mengidentifikasi anak-anak yang ketinggalan pelajaran atau ketidakpahaman dengan menggunakannya sebagai alat evaluasi. Peta konsep dapat membantu guru untuk merencanakan, menata, dan mengurutkan isi materi pelajaran. Artikel ini bermaksud menelaah peta konsep dalam perencanaan pengajaran dan berusaha mengilustrasikan beberapa permasalahan penggunaan peta konsep pada anak-anak usia prasekolah dan memberikan cara-cara untuk mengenalkan anak-anak terhadap proses membuat peta konsep.
Physical Rhythm in Modern Volleyball Machfud Irsyada,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu prinsip persyaratan fisik dalam perlatihan maupun permainan bola voli adalah terbentuknya ritme fisik yang baik. Tulisan ini mengetengahkan empat hal terkait ritme fisik yang baik tersebut, yakni (1) 12 elemen dalam dimensi fisik bola voli, (2) sistem energi, (3) beban, dan (4) latihan terpadu. Olahraga bolavoli modern sarat dengan optimasi keempat hal tersebut dalam rangka mencapai pelatihan dan permainan yang prima. Melalui ritme fisik yang terlatih dan terbentuk secara optimal, persyaratan fisik dalam pelatihan maupun permainan bolavoli juga akan tercapai pada tahap optimal, tentu saja dengan mempertimbangkan perlatihan fisik yang lain.
PENERAPAN MASTERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN Zen Istiarsono,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Specifically, mastery learning is a method whereby students are not advanced to a subsequent learning objective until they demonstrate proficiency with the current one. Mastery learning may be implemented as teacher-paced group instruction, one-to-one tutoring, or self-paced learning with programmed materials. It may involve direct teacher instruction, cooperation with classmates, or independent learning. It requires well-defined learning objectives organized into smaller, sequentially organized units. Individualized instruction, has some elements in common with mastery learning, although it dispenses with group activities, in favor of allowing more able or more motivated students to progress ahead of others and maximizing teacher interaction with those students who need the most assistance.
Physical Rhythm in Modern Volleyball Machfud Irsyada,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu prinsip persyaratan fisik dalam perlatihan maupun permainan bola voli adalah terbentuknya ritme fisik yang baik. Tulisan ini mengetengahkan empat hal terkait ritme fisik yang baik tersebut, yakni (1) 12 elemen dalam dimensi fisik bola voli, (2) sistem energi, (3) beban, dan (4) latihan terpadu. Olahraga bolavoli modern sarat dengan optimasi keempat hal tersebut dalam rangka mencapai pelatihan dan permainan yang prima. Melalui ritme fisik yang terlatih dan terbentuk secara optimal, persyaratan fisik dalam pelatihan maupun permainan bolavoli juga akan tercapai pada tahap optimal, tentu saja dengan mempertimbangkan perlatihan fisik yang lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 10