cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Otopro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2012)" : 7 Documents clear
Pengaruh Perubahan Sudut Pitch Yang Besar Terhadap Kinerja Low Solidity Turbin Angin Sumbu Vertikal Darrieus Tipe-H dengan Bilah Profile Naca 0018 Indra Herlamba Siregar,
Otopro Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan kebutuhan yang elementer bagi manusia dalam kehidupan ini. Seiring dengan kemajuan jaman dimana kebutuhan manusia akan energi untuk menopang aktifitas kehidupannya semakin besar pula. Energi Fosil adalah sumber energi utama dalam beberapa dekade ini, namun karena sifatnya tidak dapat diperbaharui dan tidak ramah terhadap lingkungan maka manusia mencoba sumber energi alternatif yang sifatnya dapat diperbaharui dan ramah terhadap lingkungan salah satunya energi angin. Energi angin masih belum dikembangkan di Indonesia karena secara potensi kurang memuaskan karena rata-rata kecepatan angin di Indonesia berkategori rendah sampai dengan sedang. Untuk itu diperlukan desain turbin yang bekerja pada kondisi kecepatan angin di Indonesia. Pada penelitian kali ini digunakan model turbin angin sumbu vertikal Darrieus Tipe-H dengan profil bilah NACA 0018 kecepatan angin yang diberikan 3 m/s dan 3,67 m/s dan sudut pitch 150, 200, 250 dan 300 dengan pembebanan 200, 250 dan 300 gr. Hasil penelitian memaparkan bahwa kinerja turbin angin sumbu vertikal Darrieus Tipe-H yang optimum diperoleh pada sudut pitch 150 dengan kecepatan angin 3 m/s dengan daya 4,86 x 10-2 Watt dan koefisien kinerja 7,841 %.   Kata kunci: Sudut pitch, Turbin Angin sumbu vertikal Darrieus Tipe-H, Koefisien kinerja   ABSTRACT   Energy represent elementary requirement to human being in this life. Along with progress of era where requirement of human being of energy to sustain its ever greater life activity also. Energy Fossil is the main source of energy in a few this decade, but because its character cannot renewable and ill disposed to environment hence human being try to seek the source of energy alternative which in character can renewable and friendly to environment one of them is wind energy. Wind energy still not yet been developed in Indonesia because potentialy less gratifying because mean speed of the wind in Indonesia categorize to lower up to middle So for this needed design of wind turbine work at condition of wind speed in Indonesia. In this research use of vertical axis wind turbine model of Darrieus Tipe-H with NACA 0018 profile blade. Wind speed a nominal wind speed of 3 m/s and 3,67 m/s and pitch angle are 150, 200, 250 and 300 with encumbering 200, 250 and 300 gr. Results show that optimum vertical axis wind turbine performance of Darrieus Tipe-H which is obtained at pitch angle 150 with wind speed 3 m/s, at this condition obtained power 4,86 x 10-2 Watt and coefficient of performance 7,841 %.   Keywords: Pitch angle, VAWT of Darrieus Tipe-H, Coefficient of Performance
Menentukan Maintenance And Repair Mesin Ditinjau dari Getaran dan Emisi Gas Buang Pada Mesin Diesel Komatsu Type 6D 125 – 2 Sudiyono, ; Bambang Antoko,
Otopro Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maintenance and repair yang dilakukan pada mesin diesel ataupun mesin yang lainnya ditentukan berdasarkan jenis kerusakan yang dialami, pengalaman atau teknisi yang berpengalaman. Namun dengan kondisi dari mesin yang tetap bekerja dan dengan mudah dapat dilakukan pengukuran dari getaran dan emisi gas buang akan bisa menentukan apakah mesin tersebut perlu dilakukan maintenance and repair. Dari hasil pengukuran getaran tersebut akan bisa ditelusuri bagian mana yang mengalami keausan ataupun kerusakan baik bagian – bagian mesin yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Sedangkan hasil pengukuran emisi gas buang akan bisa menentukan perbaikan mulai dari sistem bahan bakar yaitu pompa bahan bakar, injektor maupun jenis nozzle yang menyemprotkan bahan bakar. Emisi gas buang adalah akibat dari sistem kerja pompa bahan bakar, injektor dan nozzle yang mengalami gangguan, dan dikenal dengan istilah condition monitoring. Condition Monitoring adalah proses memonitor kondisi dari sebuah mesin sehingga bisa diketahui apakah dalam kondisi baik atau mulai ada gejala rusak. Dengan kata lain: Medical Check Up nya mesin. Dari hasil pengujian getaran dan hasil analisa pengujian emisi gas buang diperoleh bahwa pada kondisi rpm mesin 900, getarannya (acceleration, desplacemen dan velocity) tinggi, seiring dengan kenaikan rpm mesin sampai 1244 getarannya cenderung turun, hal ini menunjukan mesin dalam kondisi normal. Untuk emisi gas buang kandungan CO tinggi pada rpm mesin 900 seiring dengan kenaikan rpm mesin sampai 1244 kandungan CO turun, sebaliknya kandungan NO dan NOx cenderung naik, hal ini menunjukkan mesin dalam keadaan normal tidak memerlukan maintenance dan repair dalam waktu dekat.   Kata kunci:Maintenance, repair, mesin diesel, emisi gas buang, getaran   ABSTRACT   Maintenance and repair was conducted to diesel engine or other engine that are determined based on the type of damage suffered, or be experienced technician. However the condition of the engine is working and can be easily to carried out measurements of vibration and exhaust emissions will be able to determine whether the machine needs to maintenance and repair. From that results of vibration, measurements will be able to trace which parts that moving or not moving. While the results of measurement of exhaust emissions will be able to determine of improvement from that fuel system which called the fuel pump, injector and nozzle type that spraying fuel. The impact of these emissions is the result of work on the fuel pump, injector and nozzle have been affected, and called as condition monitoring. Condition Monitoring is the process of monitor condition from a machine so that can be known the condition of the engine is in good condition or damaged from any symptoms that called engine’s Medical Check Up. The results of vibration testing and analysis of exhaust emissions testing that had reached to condition of the engine 900 rpm vibration (acceleration, and velocity desplacemen) is high, if the rpm increase up to 1244 rpm so engine vibration can be down, it indicate the engine in normal conditions. The higher of rpm can be cause the content of CO in exhaust emission. At 900 rpm the engine due to higher CO in exhaust emission and engine rpm to 1244 content of CO will decrease. So can make the content of NO and NOx can increase, it indicates the engine in normal condition so that not require maintenance and repair.   Keywords: Maintenance, repair, diesel engine, exhaust emissions, vibration
Rancang Bangun Pengendalian Diesel Generator Set Menggunakan Electric Governor Berbasis Fuzzy Logic Untuk Menstabilkan Frequensi Muhammad Shah, ; Arief Subekti,
Otopro Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusitenaga listrik selalu happing disebabkan oleh beban3 fasa induktif. Pengaruh ketidakseimbangan beban tersebut muncul menyebabkan perubahan frekuensi generatordiesel. Hal inidisebabkan governor listrik tidak dapatmengisi bahan bakar pada generator diesel, frekuensi yang rendah menyebabkan output generator rendah dan juga banyak alat listrik yang menjadi rusak/buruk. Untuk membuat generator diesel navigasitol set bekerja dengan baik maka governor listrik dioperasikan dengan menggunakan Fuzzy Logic yang dapat membuat konstan frekuensi.   Kata kunci: Mikrokontroler, logika fuzzy/fuzzy Logic, governor listrik   ABSTRACT   Unbalanced loadon a power distribution system is alwayshapping caused byinductive loads 3 phase. Effect of load imbalance arises causechanges frequesi diesel generators. this is due toelectrical governor could not refuelthe diesel generator, low frequency causelow generator outputas well as many electrical devices that become damaged/bad. To makediesel generator setstoll navigation workswell then the governor the power to operate by using fuzzy logicthat can createconstant frequency.   Keywords: Microcontroller, fuzzy logic, electrical governor
Pengaruh Sudden Enlargement Terhadap Pressure Drop Priyo Heru Adiwibowo,
Otopro Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sistem perpipaan pada dunia industri masalah utama yang terjadi adalah terjadinya gesekan sepanjang dinding pipa, terbentuknya turbulensi akibat gerakan relatif dalam molekul fluida yang dipengaruhi oleh viskositas fluida dan terjadi penurunan tekanan. Penurunan tekanan adalah salah satu gangguan atau hambatan yang tidak bisa dihindari pada suatu aliran air, sehingga menyebabkan aliran menjadi tidak normal. Usaha yang perlu dilakukan adalah meminimalisir Pressure Drop dengan perencanaan yang matang. Penelitian ini ingin mengetahui karakteristik Pressure Drop akibat sudden enlargement dan contraction. Penelitian yang dilakukan secara eksperimental menggunakan pipa PVC dengan diameter 1" dengan variasi sudden enlargment 1"- 1 ¼" , 1" - 1 ½", dan 1" - 2") dari kapasitas fluida (Q)= 6 -32 LPM. Hasil penelitian yang dihasilkan adalah Karakterirtik Pressure Drop pada SE 3(1"-1¼") dengan semakin besar bilangan Reynolds terjadi peningkatan Pressure Drop secara signifikan akibat adanya faktor gesekan yang dominan dibandingkan pengaruh Diffuser. Sedangkan karakteristik yang terjadi pada SE 2 (1" - 1 ½")pengaruh diffuser mulai meningkat ditandai peningkatan pressure drop yang kurang signifikan, sedangkan SE 1(1"- 2") terjadi kecenderungan penurunan pressure drop dengan peningkatan bilangan Reynolds akibat penggaruh diffuser yang lebih dominan dibandingkan faktor gesekan. Sedangkan ada daerah sesudah Sudden Enlargement terjadi penurunan pressure drop akibat pengaruh diffuser yang lebih dominan pada bilangan Reynolds yang rendah sampai titik kritis, kemudian terjadi peningkatan pressure drop akibat pengaruh diffuser yang berkurang dibanding faktor gesekan dan kecepatan yang meningkat. Kemudian pada daerah sudden contraction dengan semakin besar bilangan Reynolds terjadi peningkatan Pressure Drop. Pada SC 1 (2"- 1") dengan peningkatan pressure drop lebih signifikan dibandingkan dominan SC 2 (1½"- 1") dan SC 3 (1¼"- 1")akibat pengaruh diffuser yang lebih dominan dibandingkan dengan faktor gesekan. Sedangkan pada daerah sesudah Sudden Contraction pada SC 1 (2"- 1") dan SC 2 (1½"- 1")awal nilai pressure dropnya sama – sama meningkat tetapi pada titik ke empat nilai pressure dropnya menurun tetapi pada SC 1 nilai peningkatan pressure dropnya sangat tinggi sekali dibandingkan peningkatan pressure drop pada SC 2 karena perbedaan diameter kedua sudden contraction tersebut. Sedangkan pada SC 3 (1¼"- 1") terjadi kecenderungan penurunan pressure drop dengan peningkatan bilangan Reynolds.   Kata kunci: Sudden Enlargement, Sudden contraction, Pressure Drop     ABSTRACT   In piping system at industrial world of principal problem happened is the happening of friction along the length of pipe wall, the forming of turbulensi as result of relative impulse in fluid molecule influenced by fluid viscosity and happened pressure drop. Pressure drop is one of trouble or resistance which cannot be avoided at one particular current, causing causes flow becoming not normal. Business that need to be done is decrease pressure drop with matured planning. This research wish to know characteristic Pressure Drop as result of sudden enlargement and contraction. Research done in experimental to apply pipe PVC with diameter 1" with various sudden enlargement 1"-1 ¼" , 1" - 1 ½", 1" - 2" and sudden contraction 1 ¼"-1" , 1 ½"-1", 2"-1" from fluid capacities (Q)= 6 - 32 LPM. Research result yielded is characteristic Pressure Drop at SE 3(1"-1¼") ever greater Reynolds number happened improvement of Pressure Drop in significant as result of existence of dominant friction factor compared to influence Diffuser. While characteristic happened at SE 2 (1" - 1 ½") influence diffuser starts increasing marked improvement of pressure drop which significant unable to, while SE 1(1"-2") happened derivation tendency of pressure drop with improvement of Reynolds number as result of effect diffuser which more dominant compared to friction factor. While there are district after Sudden Enlargement happened derivation of pressure drop as result of influence diffuser which more dominant at low Reynolds number until critical point, then happened improvement of pressure drop as result of influence diffuser is decreasing compared to increasing friction factor and speed. Then at district sudden contraction ever greater Reynolds number happened improvement Pressure Drop. At SC 1 (2"-1") with improvement of pressure drop is more significant compared to dominance SC 2 (1½-"1") and SC 3 (1¼-"1") influence after table diffuser which more dominant compared to friction factor. While at district after Sudden Contraction at SC 1 (2"-1") and SC 2 (1½-"1") beginning of value pressure its(the drop is same - same increased but at point to four values pressure its(the drop declines but at SC 1 improvement value of pressure its(the drop is very height once is compared to improvement of pressure drop at SC 2 because difference of second diameter of sudden contraction. While at SC 3 (1¼-"1") happened derivation tendency of pressure drop with improvement of Reynolds number.   Keywords: Sudden Enlargement, Sudden contraction, Pressure Drop
Penggunaan Metanol Sebagai Bahan Bakar PEM Fuel Cell Aris Ansori,
Otopro Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan fuel cell tipe PEM fuel cell sebagai sumber energi listrik kendaraan hybrid mempunyai kendala pada bahan bakar gas hidrogen sebagai bahan bakar utamanya, hal ini dikarenakan sifat hidrogen yang mudah terbakar sehingga membutuhkan tempat penyimpanan yang relatif sulit dan mahal jika digunakan pada kendaraan, selain itu akan mengurangi tingkat keamanan dan kenyamanan pengemudi. Penggunaan metanol dapat menjadi solusi kebutuhan bahan bakar PEM fuel cell yang diaplikasi pada kendaraan hybrid. Metanol dapat dikonventer menjadi gas hidrogen dengan menggunkan sebuah katalis, hal ini dikarenakan methanol merupakan jenis bahan bakar yang mudah diproduksi dalam jumlah besar dan merupakan jenis bahan bakar yang sumber bahan bakunya sangat banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan metanol sebagai bahan bakar pada PEMFC, merupakan inovasi baru desain sistem pemanfaatan PEM fuel cell sebagai sumber energi penggerak pada sepeda motor hybrid yang ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan true experimental reaserch atau penelitian laboratarium. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metanol sebagai bahan bakar PEM fuel cell. Metanol sebelum dimasukkan pada kutub anoda PEM fuel cell dikonventer dengan dilewatkan metanol pada katalis CuO (tembaga oksida) untuk memecah rantai kimia metanol dan memasukkan gas oksigen murni pada kutub katoda dari tabung gas dengan flowrate 0,075 mL/s dengan kelembaban gas 90 %. Selanjutnya pada sirkut luar PEM fuel cell diberi beban variabel resistor. Perubahan arus dan tegangan yang terjadi selama 600 sekon dicatat dengan menggunakan data loger dengan format excel. Hasil penelitian diketahui penggunaan bahan bakar metanol pada PEM fuel cell berpengaruh terhadap daya output yang dihasilkan PEM fuel cell, hal ini disebabkan terjadinya kerugian ionik dan transport massa pada PEM fuel cell, dengan menurunnya seretan osmosis pada membran yang disebabkan suplai gas yang tidak stabil dan terjadinya flooding pada membran (banjir air pada membran) sehingga transpot proton melewati membran turun. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan tegangan output PEM fuel cell yang berarti daya output PEM fuel cell juga akan turun.   Kata kunci: Metanol, Konventer, PEM fuel cell, Daya Output   ABSTRACT           The use offuel cell PEM typefuel cell as an energy source has a hybrid electric vehicle fuel constraints onhydrogen gas as primary fuel, this is due to the nature of flammable hydrogen storage and thus require a relatively difficult and expensive if used on a vehicle, otherwise it will reduce the level of safetyand driver comfort. The use of methanol can be a solution PEM fuel requirementsare applied to the fuel cell hybrid vehicles. Methanol can conventer into hydrogen gas by using a catalyst, this is because methanol is a fuel types are easily produced in large quantities and is the type of fuel sourcetheir raw materials very much. This study aims to determine the efficiency of the use of methanol as a fuel inPEMFC, so that new innovation system designs usea PEM fuel cell as an energy sourcedriving the hybridbike is environmentally friendly. The research method used true experimental research. The study was conducted by using methanolas a fuel cell PEMfuel. Methanol before being put on a PEM fuel cellanode pole converterwith methanol passedthe catalyst CuO(copper oxide) to break the chemical bonds of methanol and pure oxygen gas enteringthe cathode poleof the gas tubewith a flow rate 0.075mL / s with a humidity of 90%gas. Next on the outside of a PEM fuel cell circuit given variable load resistor. Current and voltage changes that occurduring the second 600 was recorded using a data logger excel format. The results show the use of methanol fuel in PEM fuel cellaffect the power output produced PEM fuel cell, this is due to the loss of ionic and mass transport in PEM fuel cells, with a decrease in the shuffle of osmosismembrane caused by gas supply is notstable and the floodingof the membrane (the flood water in the membrane) so transport protons pass through the membrane down. These conditions impact on the outputvoltage of a PEM fuel cell, which means the output power PEM fuel cell will also be down.   Key words: methanol, converter, PEM fuel cell, output power
Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Layanan Bengkel di PT. United Motors Centre (UMC) Surabaya Dyah Riandadari, ; Nanang Fatkuroji,
Otopro Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin Produksi Terpadu Pengolah Kedelai Bahan Baku Tempe Yang Efektif dan Efisien Budihardjo A.h., ; Yunus, ; I Made Muliatna,
Otopro Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Otopro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah meningkatnya produktivitas UKM tempe, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, serta higinitas lingkungan, proses dan hasil produksi. Terdapat dua permasalahan urgen yang perlu segera diatasi untuk meningkatkan produktivitas, higinitas lingkungan, proses dan hasil produksi UKM tempe, yaitu: (1) proses perebusan; dan (2) proses pemecahan/pengupasan kulit kedelai. Tujuan khusus penelitian ini adalah dihasilkannya mesin produksi terpadu pengolah kedelai bahan baku tempe yang efektif dan efisien dengan kapasitas bak perebus ± 50 kg dan kapasitas produksi 100 kg/jam. Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang terdiri dari delapan tahap kegiatan, yaitu (1) studi pendahuluan (pemgambilan data awal), (2) pengkajian hasil penelitian dan studi literatur yang relevan, (3) survey/obesrvasi lanjutan, (4) tahap perancangan desain mesin produksi terpadu, (5) tahap fabrikasi/pembuatan mesin produksi terpadu, (6) tahap uji coba mesin produksi terpadu yang dibuat, (7) tahap revisi mesin produksi terpadu berdasarkan hasil uji coba, dan (8) tahap implementasi mesin produksi terpadu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mesin produksi terpadu pengolah kedelai bahan baku tempe yang dihasilkan efektif dan efisien. Efektif karena mesin produksi terpadu yang telah dibuat dan diterapkan dapat menyelesaikan masalah rendahnya produktivitas perebusan dan pengupasan kulit kedelai pada industri kecil tempe dengan baik, memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan proses sebelumnya. Efisien karena proses perebusan dan proses pemecahan/pengupasan kulit kedelai dengan mesin ini lebih menghemat waktu, tenaga dan biaya. Besarnya penghematan waktu 19,4 menit untuk proses perebusan setengah matang dengan kapasitas bak perebus 50 kg. Besarnya penghematan biaya Rp. 2.040,- untuk merebus setengah matang dengan kapasitas perebus 50 kg. Sedangkan perbedaan besarnya kapasitas produksi pengupasan kulit kedelai dalam kg/jam berdasarkan jenis prosesnya, yaitu diinjak-injak dengan kaki, dengan mesin manual yang diputar tangan, dan dengan mesin manual yang diputar dengan pedal kaki dibandingkan dengan mesin produksi terpadu yang digerakkan dengan mekanik motor listrik ini berturut-turut adalah 7 kg/jam, 28,4 kg/jam, 41 kg/jam, dan 144,4 kg/jam.   Kata kunci: perebus, pengupas kulit kedelai, terpadu, efektif, efisien.   ABSTRACT   Long-term goalof this research to increase productivity of SMEs tempe, both in quality and quantity, and hygiene environment, processes and products. There are two urgent issuesthat need to be addressed to improve the productivity, environmental hygiene, process and products of small industries tempe, namely: (1) the boiling process, and (2) the process of splitting / stripping skin ofsoybean. The specific objective of this study is the production of integrated production machine processing soybeantempeh raw materialseffective and efficientboiler with a capacity of ± 50 kg tubs and a production capacity of 100 kg / hr. The research method uses design research and development, which consists of eight phases of activities: (1) a preliminary study (pemgambilan initial data), (2) assessment of the results of research and study of the relevant literature, (3) survey / Advanced obesrvasi , (4) stages of designing an integrated production machinery, (5) stage of fabrication/manufacture of integrated production machinery, (6) the trial products, (7) product revision phase of the study, and (8) the implementation phase of an integrated production machinery. The results of this study indicate that soybean processing engineintegrated production of tempe produced raw materialseffectively and efficiently. Effective for integratedproduction machine that was createdand implemented to solve the problem of low productivity and stripping barkboiling soy tempehin small industry well, giving better results than the previous process. Efficient because the process of boiling and peeling skin with this machine, saving time, effort and cost. The amount of time saved 19.4 minutes for the boiling process parboiled boilerwith a capacity of 50 kg tubs. The magnitude of the cost savings of Rp. 2040, - to boil half cooked by boilingcapacity of 50 kg. While the difference in the amount of skin stripping soybean production capacityin kg / hour based on the type of process, which is trodden under foot, with manual machines that played hands, and with a manual machine that played with the foot compared to the integrated production machinery is driven byan electric motor mechanic this row is 7 kg / h, 28.4 kg / h, 41 kg / hr, and 144.4 kg / hr.   Keywords: boiler, soy skinner, integrated, effective, efficient.

Page 1 of 1 | Total Record : 7