cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Search results for , issue "2005" : 117 Documents clear
Classification of Indonesian Speech into Voiced-Unvoicedsilence Using Evolving Feedforward Neural Networks Suyanto Suyanto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper describes a system to classify Indonesian speech into voiced-unvoiced-silence (VUS). In thissystem, a speech of 16 KHz is segmented into frames of 10 milliseconds with overlap of 20%. Next, each frame ischaracterized using 3 features in time domain: frame energy (E), level crossing rate (LCR) and differential levelcrossing rate (DLCR). Furthermore, each frame is classified using an Evolving Feedforward Neural Network(EFNNs), which is Feedforward Neural Network (FNNs) that be trained using evolutionary algorithms (EAs).Finally, the classified frames are concatenated to get a right VUS classification. The training data iscombination of 18 consonants and 7 vowels from a single speaker. Whereas validation set and testing data isdeveloped from 25 word speeches represent all the combination of consonants and vowels. Computer simulationshows that the best FNNs architecture is 3-10-3 (3 inputs, 10 hidden unit, and 3 output units) and theappropriate number of training data is 150. It gives a total accuracy of 0.7366, where the accuracies for voiced,unvoiced, and silence respectively are 0.6206, 0.6428, and 0.9626. Since the accuracies for voiced and unvoicedare very low, then the whole VUS system is poor, even a filtering procedure has been applied.Keywords: indonesian speech, voiced-unvoiced-silence classification, evolving feedforward neural network
Pengaruh Pengenalan Komputer pada Perkembangan Psikologi Anak: Studi Kasus Taman Balita Salman Al Farisi Mukhammad Andri Setiawan; Army Widyastuti; Aulia Nurhuda
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah waktu yang dipergunakan oleh anak-anak di rumah dan di sekolah dalamberinteraksi dengan komputer menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana teknologi komputer mempengaruhiperkembangan psikologi mereka. Artikel ini menyajikan riset terbatas terhadap efek penggunaan komputer dirumah terhadap perkembangan aspek fisik, kognitif, emosi, sosial, dan motorik. Secara umum perkembangananak yang diperkenalkan dengan teknologi komputer relatif lebih baikaspek-aspek tertentu pada anak-anakdaripada anak-anak yang sama sekali belum dikenalkan dengan teknologi komputer. Penelitian ini masihmerupakan penelitian awal sehingga dibutuhkan penelitan yang lebih sistematis dan kompleks pada wilayah ini,sehingga dapat membantu orang tua dan para penentu kebijakan untuk menggali dan memaksimalkan efekpositif dan meminimalisir efek buruk dari penggunaan teknologi komputer pada anak-anak.Kata kunci: Psikologi perkembangan, komputer anak, Kartu Perkembangan Anak (KPA)
Penggunaan Radial Basis Function (RBF) pada Generator Tunggal Untuk Optimasi Kinerja Power System Stabilizer Subuh Isnur Haryudo; Adi Soeprijanto; Mauridhi Hery Purnomo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Power System Stabilizer (PSS) telah secara luas dipergunakan untuk meningkatkan stabilitas sistemtenaga listrik. Istilah stabilitas sistem tenaga listrik yang didefinisikan sebagai kemampuan suatu sistem tenagalistrik atau bagian komponennya untuk mempertahankan sinkronisasi dan keseimbangan dalam sistem. Bilasistem mengalami kenaikan atau penurunan beban atau mungkin mengalami gangguan maka akan terjadiperbedaan antara daya input mekanis dan daya output listrik dari generator. Perbedaan yang cukup besar inibila tidak segera diatasi maka sistem tersebut akan kehilangan kestabilan atau sinkronisasinya. Dalampenelitian ini akan disajikan suatu kombinasi untuk penalaan parameter dari PSS konvensional denganArtificial Neural Network (ANN) PSS menggunakan jaringan Radial Basis Function (RBF) atau dikenal denganistilah Radial Basis Function Adaptive Power System Stabilizer (RBFAPSS).Kata Kunci: stabilitas sistem tenaga listrik, Power System Stabilizer (PSS), Radial Basis Function.
Aplikasi Sistem Penualan Tiket Bioskop 21 Berbasis Web dan WAP Elidjen Elidjen; Firlyanti Firlyanti; Stephanus Judodihardjo; Tofik Indrajadja
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat menginginkan disediakannya berbagai jenis layanan yang dapat diakses dengan berbagaicara secara mudah, cepat, efisien, dan tersedia 24 jam sehari 7 hari dalam seminggu di mana pun merekaberada. Interaksi pelanggan yang dulunya dilakukan secara phisik (person to person direct contact) mulaibergeser ke elektronik (communication through technology innovations) karena komunikasi secara elektronikrelatif dapat dilakukan secara efisien, efektif, akurat, aman, nyaman, dan berkualitas. Sejak dulu hingga saat ini,penonton yang ingin membeli tiket bioskop harus mengantri di loket penjualan tiket untuk membeli tiket bioskop.Ironisnya cara ini relatif tidak efektif karena penonton harus mengantri dalam antrian yang cukup panjang dancukup lama untuk mendapatkan tiket bioskop namun tidak jarang sebelum gilirannya membeli tiket, tiket yangingin dibeli sudah habis terjual tanpa ada informasi mengenai tiket yang masih tersedia. Oleh sebab itu, penulisberusaha mencari solusi untuk membuat sistem baru yaitu dengan menggunakan sistem penjualan tiket bioskopberbasis web dan Wireless Application Protocol (WAP) yang diharapkan dapat dijadikan solusi untukmemecahkan masalah tersebut. Pada sistem yang baru, penonton dapat melihat film yang akan ditayangkan dibioskop, mendapatkan informasi harga tiket pada bioskop yang berbeda lokasinya, mendapatkan informasiketersediaan tiket dan lokasi tempat duduk, dan membeli tiket bioskop yang ingin ditontonnya melalui web ataumelalui handheld mobile device yang mendukung penggunaan WAP sehingga penonton tidak perlu lagimengantri dan menghabiskan waktu untuk mengantri tiket bioskop. Ujicoba penerapan sistem yang baru dapatdijalankan bersamaan dengan sistem yang lama sehingga peralihan dari sistem yang baru ke sistem yang lamadiharapkan dapat berjalan dengan baik. Pembelian voucher untuk melakukan transaksi dilakukan padaAutomatic Teller Machine (ATM) bank yang bekerja sama dengan Cineplex 21. Kode booking yang diperolehpada saat pelanggan selesai melakukan transaksi digunakan sebagai bukti pembayaran yang sah dan kodetersebut akan digunakan sebagai tiket masuk. Metodologi penelitian yang digunakan adalah denganmenganalisis sistem yang sudah ada, menyebarkan kuesionare, dan merancang sistem yang baru.Kata kunci: sistem pemesanan tiket, web, wireless application protocol
Pengenalan Karakter dengan Menggunakan Hamming Network Thiang Thiang
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menjelaskan tentang aplikasi dari Hamming network untuk pengenalan karakter. Hammingnetwork adalah salah satu model struktur dari Artificial Neural Network yang terdiri atas 2 layer yaitufeedforward layer dan recurrent layer. Dalam sistem ini, input dari Hamming network berupa image darikarakter berukuran 46x46 pixel dengan format image biner. Output dari Hamming network terdiri atas 26neuron dimana masing-masing neuron mewakili satu karakter yaitu huruf A sampai Z. Ada tida jeinis karakteryang diuji dalam sistem ini, yaitu karakter Times New Roman, Arial Rounded Bold dan Courier New. Hasilpengujian menunjukkan bahwa untuk aplikasi ini, Hamming network baik sekali mengenal input data yangterdapat dalam data training dan cukup robust terhadap noise. Karakter Times New Roman menghasilkantingkat pengenalan yang lebih baik.Kata kunci: artificial neural network, hamming network, pengenalan karakter
Rancangan Model Manajemen Pengetahuan untuk Mendukung Proses Pembentukan Tim Proyek Teknologi Informasi Azhari Azhari; Retantyo Wardoyo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada makalah ini telah dikaji dan dianalisis pemanfaatan sistem manajemen pengetahuan dalam upayamengembangkan sebuah model pengetahuan anggota tim proyek-proyek untuk perusahaan teknologi informasi.Model manajemen pengetahuan yang dirancang terutama bertujuan untuk menangani atau memfasilitasi prosespenciptaan, pengaksesan, dan pemanfaatan kembali data, informasi atau pengetahuan-pengetahuan dari setiapanggota tim yang terlibat dalam proyek-proyek perusahaan. Secara menyeluruh, rancangan dari arsitektursistem manajemen pengetahuan tim proyek ini terdiri dari komponen-komponen master data proyek dananggota; basisdata karakteristik pengetahuan tim proyek yang berisi kemampuan, keahlian, kemajuan anggotatim; basisdata kriteria penentuan dan penilaian pengetahuan. Kemudian modul-modul agen seperti untukmanajemen askes pengetahuan, proses pemilihan, pembentukan dan pengalokasian posisi anggota tim ke dalamrencana proyek-proyek, serta model evaluasi kinerja tim berdasarkan produktivitas hasil kerja yang dicapai.Hasil utama dari rancangan model manajemen pengetahuan tim proyek ini adalah karakteristikkarakteristikpengetahuan dari semua anggota tim proyek dapat disimpan, bertambah dan berkembangmenyesuaikan menjadi pengetahuan tim lebih terkini. Sehingga dengan penerapan model manajemenpengetahuan tim proyek, pengetahuan-pengetahuan dapat dimanfaatkan secara bersama-sama sesuai denganbentuk pola yang diinginkan. Baik oleh para manager proyek perkantoran, manajer proyek, maupun setiapanggota tim internal dan eksternal. Bagi para manajer proyek perkantoran, pengetahuan tim dimanfaatkanuntuk lebih memudahkan melakukan analisis dan merencanakan pembentukan tim proyek-proyek perusahaanyang semakin lebih handal, sinergis, terpadu, berkualitas, dan seimbang. Terutama mengoptimalkanpemanfaatan ketersediaan sumber daya manusia perusahaan yang terbatas dalam menangani proyek-proyekperusahaan. Di samping itu, model manajemen pengetahuan ini juga dapat diakses oleh seluruh anggota timproyek baik internal maupun eksternal.Kata-kunci: Multiproject Team Building, IT Project Management, Human Resource Management, KnowledgeManagement, Intelligent Agent.
Penerapan Fuzzy Logic pada Sistem Pengaturan Jumlah Air Berdasarkan Suhu dan Kelembaban A. Sofwan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suhu dan Kelembaban suatu tanaman merupakan parameter utama yang mempengaruhi jumlah air yangdibutuhkannya. Perancangan sistem kendali yang mempunyai input non-linier dan dengan persamaan fungsialih yang sulit membutuhkan suatu sistem kendali yang mampu membuat keputusan pengendalian. Hal inidisebabkan karena keputusan pengendalian yang dikeluarkan logika manusia mempunyai keluaranpengendalian yang sempurna dalam pengaturan segala sesuatunya, baik itu yang konvensional maupun yangnon-konvensional. Fuzzy Logic merupakan salah satu metode sistem kendali yang dapat memberikan keputusanyang menyerupai keputusan manusia. Pada proses perancangan plant ini, digunakan sistem pengembangankendali fuzzy logic dengan menggunakan sistem mikrokontroler MCS51 pada Development Tools DT51. Hal inidimaksudkan untuk suatu perancangan pada plant pengendalian air pada tanaman. Proses pengendaliandengan fuzzy ini dilakukan oleh sistem mikrokontroler dengan tambahan interface yang merupakan AnalogInput Output add-on board untuk DT51, interface LCD sebagai output tampilan waktu, satu sensor suhu dansensor kelembaban tanah sebagai input masukan fuzzy logic control. Dari hasil percobaan yang dilakukan,menunjukan bahwa sistem kendali fuzzy logic lebih mudah dalam pembuatan sistem pengendaliannya dan lebihfleksibel dalam membuat perancangannya dengan tidak membutuhkan persamaan matematik untuk fungsi alihfungsialih pada plant, karena sistem fuzzy mengambil keputusan dari logika manusia yang ditempatkan padaknowledge Base sistem fuzzy.Keywords: Fuzzy Logic, Air Tanaman, Kendali, Sensor suhu dan sensor kelembaban.
Usulan Model Audit Sistem Informasi (Studi Kasus: Sistem Informasi Perawatan Pesawat Terbang) Maniah Maniah; Kridanto Surendro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi merupakan asset bagi suatu perusahaan yang bila diterapkan dengan baik akanmemberikan kelebihan untuk berkompetensi sekaligus meningkatkan kemungkinan bagi kesuksesan suatu usaha.Dalam mengimplementasikan sistem informasi tersebut harus adanya suatu tolok ukur untuk mencegahterjadinya hal-hal di luar rencana organisasi, dan pengoperasian sistem informasi yang dilakukan secara efektifdan efisien. Tujuan pengukuran terhadap sistem informasi tersebut adalah untuk meyakinkan manajemen bahwaapakah kinerja sistem informasi yang ada pada organisasi nya sesuai dengan perencanaan dan tujuan usahayang dimilikinya.Audit SI merupakan wujud dari pengukuran tersebut. COBIT merupakan salah satu metodology yangmemberikan kerangka dasar dalam menciptakan sebuah Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhanorganisasi dengan tetap memperhatikan faktor–faktor lain yang berpengaruh. Sebagai model untuk organisasisistem informasi, maka COBIT memuat kendali yang sifatnya generik.Usulan Model Audit yang dibuat dapat digunakan khusus untuk menilai proses penyampaian dukunganpelayanan informasi di dalam industri pesawat terbang. Penilaian tersebut dilakukan melalui kendali danindikator kinerja yang merupakan hasil ekstraksi dari COBIT. Berdasarkan model tersebut, sebuah kuesionerakan dibentuk untuk mengidentifikasi tingkat maturity Sistem Informasi Perawatan Pesawat Terbang.Kata kunci: pengukuran, kendali & indikator kinerja, Audit SI
Media Konsultasi Penyakit Kelamin Pria dengan Penanganan Ketidakpastian Menggunakan Certainty Factor Bayesian Sri Hartati
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dikembangkan sebuah aplikasi sistem pakar yang mampu menjadi media konsultasi penyakitkelamin pria. Sistem ini melakukan diagnosa penyakit berdasarkan dari gejala-gejala yang diinputkan kesystem. Gejala-gejala ini sering mengandung ketidakpastian yang bisa terjadi karena informasi atau fakta yangtidak lengkap. Untuk mengatasi masalah ketidakpastian ini, system mengadopsi metode certainty factorberdasarkan probabilitas BayesianProbabilitas penyakit hasil penelitian lapangan merupakan masukan sistem saat melakukan akuisisipengetahuan penyakit. Probabilitas bersyarat penyakit jika diketahui gejala-gejalanya diberikan oleh doktermenjadi masukan sistem saat melakukan akuisisi pengetahuan Kaidah penyakit. Certainty Factor (CF) gejalamerupakan masukan sistem dari penderita saat berkonsultasi dengan sistem. CF penyakit merupakan tingkatkepastian system dalam menghasilkan sebuah diagnosa.Hasil ujicoba sistem menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan diagnosa penyakit kelamin priaberdasarkan gejala-gejala yang diderita pasien meskipun gejala-gejala tersebut mengandung ketidakpastian.Hasil diagnosa disertai dengan nilai CF yang menunjukkan tingkat kebenaran hasil diagnosa.Kata kunci: sistem pakar, certainty factor, Bayesian
Zigbee: Komunikasi Wireless Berdaya Rendah P. Tri Riska Ferawati Widiasrini
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan komunikasi tanpa kabel (wireless) ada banyak standard atau platform yangdimanfaatkan. Kita mengenal teknologi Bluetooth, Wimax, dll. Masing-masing menawarkan fitur yang berbedabedadan memiliki kekurangan yang berbeda pula. Bluetooth misalnya menawarkan fitur pemrosesan data yangbesar seperti video streaming dengan kekurangan membutuhkan daya yang besar. Ada satu kebutuhan di levelrendah untuk melakukan suatu kontrol pada suatu jaringan dengan syarat konsumsi daya yang rendah. ZigBeeyang menerapkan standar IEEE 802.15.4 merupakan solusi kedepan untuk itu. Makalah ini memberikangambaran umum tentang teknologi ZigBee yang mulai berkembang saat ini mulai dari standar yang diterapkan,kelebihan serta kekurangannya serta beberapa aplikasinya yang sedang dikembangkan.Kata kunci: Komunikasi Wireless, Standar IEEE, Teknologi Bluetooth dan Teknologi Zigbee.

Page 6 of 12 | Total Record : 117