cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Peran Situs Pemerintah Kota Semarang Ditinjau dari Kebutuhan Sektor Pariwisata Agustine Eva Maria S.
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu bentuk implementasi e-government, pemerintah kota Semarang telah menyajikan situs www.semarang.go.id yang menginformasikan berbagai macam materi terkait. Situs tersebut tentunya dapat diakses oleh setiap surfer yang diharapkan dapat mengambil manfaat yang berguna bagi pengambilan keputusan terkait. Demikian juga dengan sector pariwisata di kota Semarang yang juga dapat mengambil manfaat dari situs pemerintah kota Semarang. Situs tersebut memiliki peran yang cukup penting untuk peningkatan dan pengembangan sector pariwisata setempat. Hasil penelitian yang menggunakan 40 responden pebisnis dan pengelola di bidang pariwisata ini menanggapi sitis tersebut berdasarkan kebutuhan mereka dari sisi accessibility, user friendly, availability, up to date, interactive, tampilan situs, dan desain tampilan situsKata kunci: situs, www.semarang.go.id, pariwisata
Measuring Structured Design Quality Didi Rosiyadi; Nana Suryana
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Structured Design is the development of a blueprint of a computer system solution to a problem that has the same components and interrelationships among the components as the original problem. Structured Design offers a set of strategies for developing a design solution from a well-defined statement of a problem and offers a set of objective and empirically justified criteria for evaluating the quality of a given design solution with respect to the problem to be solved. Structured design is not the structure chart any more than good sculpture is a chisel. The chisel is a tool for chipping that must be used with dexterity to achieve a good result. Similarly, a structure chart is simply a tool for showing a picture of the modules in a system and their relationships to one another. One of the fundamental principles of structured design is that a large system should be partitioned into manageable modules. However, it is vital that this partitioning should be carried out in such a way that the modules are as independent as possible, this is the criterion of coupling.Keywords: Design, Structured Design, Coupling
Sistem Kontrol Jarak Jauh untuk Programmable Logic Controller Melalui SMS Thiang Thiang; Resmana Lim; Daniel Ifianto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menjelaskan tentang pengembangan suatu sistem kontrol jarak jauh untuk ProgrammableLogic Controller (PLC) melalui fasilitas SMS dari telepon seluler. Sistem kontrol jarak jauh yang dimaksudadalah sistem yang dapat mengubah atau membaca parameter-parameter kontrol PLC dari jarak jauh denganmemanfaatkan fasilitas SMS tersebut. Jadi inti utama dari sistem ini adalah komunikasi antara PLC dengantelepon seluler. Untuk mewujudkannya, sistem ini dirancang dengan bantuan mikrokontroler AT90S8515sebagai interface untuk komunikasi antara PLC dengan telepon seluler. Dalam sistem ini, telepon seluler yangdigunakan adalah siemens ME45. Komunikasi antara mikrokontroler dengan telepon seliler menggunakanformat AT command. Komunikasi antara mikrokontroler dengan PLC menggunakan format protokol host linkdari PLC OMRON. Untuk keperluan pengujian sistem, PLC dirancang untuk mengontrol sebuah mesinpunching. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang telah didisain dapat berjalan dengan baik dalammengendalikan PLC dari jarak jauh melalui SMS. Demikian juga PLC dapat mengirimkan responnya melaluiSMS dengan baik.Kata kunci: programmable logic controller, SMS, kontrol jarak jauh, mikrokontroler AT90S8515
Perancangan dan Pembuatan Sistem Perencanaan Produksi (Studi Kasus pada PT. Vonita Garment) Felicia Soedjianto; Tanti Oktavia; James Arthur Anggawinata
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Vonita Garment adalah perusahaan yang bergerak di garmen. Selama ini sistem produksi yang dilakukan berdasarkan inventori atau stok gudang, dimana produksi terus berlangsung tanpa melihat permintaan penjualan. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian apabila permintaan penjualan jumlahnya lebih sedikit dari hasil produksi sehingga terdapat sisa produk yang tidak terjual, maupun apabila terjadi permintaan penjualan yang melebihi stok sehingga PT. Vonita Garment tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Hal ini disebabkan kurang akuratnya data permintaan penjualan karena pencatatan yang dilakukan secara manual. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibutuhkan suatu sistem baru untuk memperbaiki sistem yang dipakai saat ini. Dari hasil uji coba, perangkat lunak yang dibuat ini dapat mengetahui jumlah stok barang yang diperlukan, jumlah perkiraan permintaan penjualan, hasil peramalan dengan menggunakan metode yang memiliki nilai Mean Absolute Deviation (MAD) terkecil, hasil penjadwalan produksi tiap minggu, dan hasil produksi.Kata kunci: Peramalan Produksi, Penjadwalan Produksi, Sistem Penjualan
Paradigma Mobile Agent dalam Manajemen Jaringan Komputer Adang Suhendra; Ruddy J. Suhatril
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem manajemen jaringan computer dapat meyakinkan kita bahwa pengoperasian system jaringanberoperasi secara normal dengan mengawasi aktifitas pengguna jaringan, status sumber daya jaringan dankonfigurasi system. Teknologi mobile agent memberikan suatu kerangka kerja yang dapat mengatasi kekuranganpada teknologi manajemen jaringan computer terpusat yang bersifat rendah fleksibilitas dan rokonfigurasidimana proses pengumpulan dan analisis data jaringan melalui transfer data yang sangat besar sehinggamenyebabkan fasilitas bandwidth menjadi penuh sehingga memperlambat throughput. Mobile agent dapatdimplementasikan menggunakan salah satu teknologi dasar: mobile code atau remote objects. Kedua metodetersebut menerapkan konsep distribusi proses yang diatur dari kendali terpusat. Kerangka kerja mobile agentmenyediakan fasilitas yang mendukung semua model agent, yaitu model komputasi, model keamanan, modelkomunikasi dan juga termasuk model navigasi. Model agent termasuk layanan siklus hidup agent sepertimembuat, menghapus, memulai, menunda dan menghentikan agent. Mobile agent pada pemanfaatannya dalammanajemen jaringan digunakan untuk: mengumpulkan informasi dari beberapa nilai MIB sebagai indicatorkesehatan jaringan, mengambil informasi manajemen jaringan dari table SNMP, dan penyaringan kontenSNMP berdasarkan ekspresi filter yang beragam. Paradigma mobile agent dalam melakukan manajemenjaringan telah menjadi salah satu solusi teknologi yang dapat memberikan hasil manajemen yang komprehensifdan bersifat sangat fleksibel tanpa membenani bandwidth jaringan dalam transmisi data hasil inspeksi sertakonsep distribusinya dapat menangani proses manajemen untuk system jaringan dengan ukuran yang terusberkembang dengan cepat.Kata kunci: mobile agents, network management, SNMP.
Perancangan Expert System Pembimbing Akademik (ESPA), Studi Kasus pada Fakultas Teknik Universitas Al-Azhar Indonesia Nida’ul Hasanati
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Expert system sebagai satu bidang dari kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang populer danberkembang sangat pesat. Dari hari ke hari makin banyak bidang kehidupan yang dijangkau oleh sistem pakar,termasuk dalam bidang pendidikan. Expert System Pembimbing Akademik (ESPA), merupakan sistem pakaryang dirancang untuk menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar, dalam hal ini pembimbing akademik diuniversitas, dalam membimbing mahasiswanya menempuh studinya. Studi kasus dilakukan pada FakultasTeknik, Universitas Al Azhar Indonesia. Pengetahuan sang pakar dipindahkan ke dalam suatu formula dalampangkalan pengetahuan (knowledge base), yang dengan menggunakan mekanisme berpikir tertentu (inferenceengine), dapat diakses oleh penggunanya, yaitu mahasiswa, untuk mendapatkan solusi.Kata Kunci: expert system, sistem pakar, pembimbing akademik, sistem informasi akademik
Assessing Novice Teams in Collaborative Software Engineering Education Danang Wahyu Utomo; Egia Rosi Subhiyakto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2016
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novice teams is a group of novice student who had just taken software engineering course. Recent researches indicate that assessment approach can be used to improve knowledge and skill of student. The problem in assessment approach is “is assessment approach fair for level of student”?. In collaborative work, assessment is important to gain communication skill, experience, and most importantly promote responsibility. This study perform assessment approach for novice teams that applied in collaborative tool. The assessment approach consists of four components: attendance, discussion, assignment and contribution. In evaluation phase, the result indicate that the collaborative tool is support collaborative work and assessment approach is fair assessment for novice student. The respondent agree above 50% for each assessment component. Although, collaborative work still have the weakness such as collaborative tool only use one diagram.
Perancangan dan Implementasi Sistem Komunikasi Digital yang Aman Berbasis Chaos dengan Menggunakan FPGA Heru Supriyono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi sistem chaos dalam bidang komunikasi sudah mendapat perhatian yang besar dari para peneliti dewasa ini terutama dalam bidang komunikasi yang aman karena sifat system chaos yang non-periodik. Dalam sistem komunikasi berbasis chaos baik pengirim (transmitter) maupun penerima (receiver) harus mempunyai sistem chaos yang benar-benar identik polanya dan sama nilai awalnya.Dalam makalah ini, akan dibahas perancangan dan implementasinya sistem komunikasi yang aman berbasis chaos. Model sistem komunikasi yang akan digunakan adalah Chaotic Pulse Posistion Modulation (CPPM). Dalam CPPM sinyalatau informasi yang akan dikirimkan dimodulasikan dalam sinyal chaos yang akan menghasilkan sinyal yang termodulasi. Sinyal yang termodulasi inilah yang akan dikirimkan ke penerima. Penerima akan menerjemahkan sinyal yang termodulasi ini dan merekonstruksi sinyal asli. Dalam makalah ini CPPM didesain dan diimplementasikan pada sebuah Field Programmable Logic Array (FPGA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerima dapat merekonstuksi informasi yang dikirimkan dengan sedikit tunda (delay)Kata kunci: sistem chaos, kondidi awal, CPPM, FPGA.
Simulasi Kecepatan Kendaraan Dengan Menggunakan Logika Fuzzy Samuel Lukas; Arnold Aribowo; Yogih Suharta Tjia
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial intelligence has been implemented widely. Many of household products are designed based on artificial intellegence concept. One of them is fuzzy logic system. This paper describes on how a fuzzy logic system can also be implemented in controling the speed of a car in the road.  The fuzzy inference system was designed according to Tsukamoto inferencing method and for the defuzzyfication method is used weighted average method. There are three inputs for the system. The are distance between controled car and the car infront of the controled car, distance between controled car and turning point in front of the car and the last is the current speed of the controled car. The output of the system is the next speed of the controled car.  For every inputs, three predicates fuzzy are used. Therefore, there are 27 ruler of inference.  From the experiment, it can be concluded that the system works well. The performance of the system closely relates with the membership function of each variabel.  Keywords: Fuzzy logic, Fuzzy inference, Defuzzyfication
Rancangan Business Intelligence pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit Zainudin Zukhri; Edy Winarko
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2014
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan sistem Business Intelligence (BI)sebagai sistem pendukung keputusan di lingkungan rumah sakitdi Indonesia masih terbatas, khususnya untuk mendukungpengambilan keputusan yang menyangkut kebijakan persediaanobat dan peralatan farmasi. Makalah ini mengusulkanrancangan BI yang dapat diterapkan pada instalasi farmasirumah sakit sebagai bagian dari organisasi bisnis pelayanankesehatan dengan memanfaatkan sistem-sistem informasi yangsudah ada. Penyusunan rancangan BI pada instalasi farmasirumah sakit ini melalui beberapa tahapan, yaitu pendefinisiankebutuhan informasi, perancangan arsitektur, perancangan datawarehouse, perancangan proses extraction, transformation danloading data, serta pemilihan alat bantu pengembangan danantarmuka pengguna. Rancangan yang diusulkan diharapkandapat diterapkan untuk mempercepat penanganan masalah yangmasih muncul dalam sistem pendukung keputusan yang selamaini digunakan. Pengujian rancangan BI ini masih perludilakukan melalui kegiatan penelitian lebih lanjut.