cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Analisis Kualitas Layanan Sistem Informasi Menggunakan Servqual Method Marlindawati -
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem informasi dibangun sebagai fasilitas pendukung kinerja dalam suatu instansi yang dimaksudkan untuk mempermudah tugas pengguna (user) sehingga tercapai penghematan waktu, biaya, dan sumber daya dalam pengambilan keputusan. Kepuasan pengguna dari suatu Sistem Informasi merupakan salah satu faktor atau ukuran keberhasilan bagi setiap pengembangan dan implementasi Sistem Informasi pada suatu instansi / perusahaan. Citra kualitas layanan yang baik dapat dilihat berdasarkan sudut pandang / persepsi pengguna Sistem Informasi tersebut yang merupakan penilaian menyeluruh atas keunggulan suatu layanan. Penelitian ini akan menganalias pengaruh variabel Service Quality (servqual) yang terdiri dari variabel tangibles, reliability, Responsiveness, assurance dan empathy terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi. Objek penelitian ini adalah Mahasiswa beberapa PTS di Kota Palembang yang menggunakan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dalam proses akademik atau pembelajaran yang dilakukan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan maupun secara parsial terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara variabel tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty terhadap variabel kepuasan pengguna Sistem Informasi. Sedangkan dari hasil analisis Regresi diperoleh fakta bahwa kontribusi kelima variabel tersebut adalah 65,9 % terhadap variable Kepuasan Pengguna Sistem Informasi.Kata kunci—Servqual Methode, Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty, Kepuasan Pengguna SI
Manajemen Risiko Sistem Informasi Akademik pada Perguruan Tinggi Menggunakan Metoda Octave Allegro Deni Ahmad Jakaria; R. Teduh Dirgahayu; Hendrik -
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran akan pentingnya keamanan sistem informasi beserta aset-asetnya bagi suatu organisasi dan dampak yang mungkin timbul akibat kerusakan sistem informasi beserta asetnya tampaknya masih belum mendapatkan perhatian bagi sebagaian besar organisasi. Penilaian risiko merupakan bagian dari manajemen risiko sistem informasi, dilakukan untuk menilai seberapa besar kemungkinan adanya ancaman dan kerentanan terhadap sistem informasi beserta aset - asetnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko pada sistem informasi akademik di perguruan tinggi. Hasil akhir dari penilaian risiko berupa rekomendasi mengenai langkah – langkah yang harus diambil untuk perlindungan sistem informasi beserta aset – asetnya.Kata kunci: analisis risiko, manajemen risiko
Rancang Bangun Pengkondisi Sinyal Kondisioning Instrumen Biosensor Berbasis Mikrokontroler Aminuddin Debataraja; Abdul Aziz
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem sensor yang dikembangkan dalam penelitianini bersifat pintar (intelligent) yaitu memiliki kemampuan untukmendeteksi keadaan sensor, serta dapat melakukan kalibrasisendiri (self callibration). Produk yang dihasilkan diaplikasikanpada bidang monitoring kesehatan. Pengukuran kinerjarangkaian akuisisi data dilakukan secara bertahap diawali daribagian signal conditioning yang terdiri atas peubah arus ketegangan dan penguat tegangan hingga konversi tegangan kedalam format digital pada bagian ADC. Pada tahap pertamadari bagian signal conditioning, rangkaian peubah arus ketegangan diberi masukan sinyal berupa arus sebesar 0 – 100 μAsecara bertahap kemudian diamati besaran luaran tegangannya.Untuk kenaikan arus sebesar 10 μA maka respon tegangan yangdihasilkan mendekati linier dengan error maksimum hingga ±0,1V.Selanjutnya pada tahap kedua dari bagian signal conditioning,tegangan hasil konversi dikuatkan dua kali untuk menghasilkannilai tegangan yang bervariasi antara 0 – 2 V. Untuk setiapmasukan arus pada peubah arus dan tegangan maka luarantegangan setelah dikuatkan, dapat dilihat bahwa linieritasrangkaian penguat cukup baik sehingga total error yangdihasilkan bagian signal conditioning tetap bernilai ±0,1 V.Luaran sinyal tegangan dari bagian signal conditioningselanjutnya menjadi masukan bagi bagian peubah sinyal analogke sinyal digital (ADC). Untuk setiap nilai tegangan antara 0 – 2V akan diubah kedalam format digital 10 bit. Hasil pengamatanmemperlihatkan untuk setiap arus masukan signal conditioningyang telah diubah dalam bentuk tegangan.
Segmentasi Kata Tulisan Tangan Menggunakan Jendela Blackman Linggo Sumarno
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengenalan kata tulisan tangan, salah satu strateginya adalah mengenali huruf demi huruf yang menyusun kata tersebut. Dengan strategi ini, bila kata yang akan dikenali ditulis dengan ragam latin, pengenalan huruf demi hurufnya menjadi persoalan yang rumit, karena tidak jelasnya segmentasi antara huruf yang satu dengan huruf yang lain. Untuk mengatasi persoalan tersebut, dapat digunakan suatu metode segmentasi yang dinamakan segmentasi lebih. Tulisan ini membahas metode segmentasi lebih menggunakan jendela Blackman. Secara ringkas, proses segmentasi dalam tulisan ini sebagai berikut: Masukan – Pengolahan awal – Segmentasi – Keluaran. Masukan berupa sebuah citra kata terisolasi dalam format biner, serta keluaran berupa sejumlah citra segmen huruf. Pengolahan awal berfungsi untuk mengkoreksi slope dan slant dari citra masukan. Koreksi-koreksi ini diperlukan karena metode segmentasi yang digunakan sensitif terhadap slope dan slant. Segmentasi berfungsi untuk memecah citra kata menjadi sejumlah citra segmen huruf. Berdasarkan hasil pengujian secara subyektif terlihat bahwa, untuk semua jendela Blackman yang lebarnya 8, 12, dan 16 titik, dengan nilai alpha masing-masing mulai dari 0 ; 0,12 ; dan 0,40 dapat digunakan secara efektif untuk keperluan segmentasi. Secara umum, jendela Blackman dengan kelebaran mulai dari 8 titik, bila kelebaran dan nilai alpha-nya makin naik, dapat digunakan secara efektif untuk keperluan segmentasi.
Pengukuran Tingkat Kemapanan IT Governance PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Dilakukan dengan Pendekatan Framework Cobit 4.1 Rida Indah Fariani
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2014
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengelolaan Teknologi Informasi (ITGovernance) yang efektif dapat berdampak pada meningkatnyapotensi keberhasilan proyek dan investasi TI serta alokasisumber daya perusahaan. Efektifitas IT Governance dipengaruhioleh tingkat kemapanan proses-proses TI yang ada di lingkunganorganisasi yang dapat diukur dengan menggunakan frameworkCOBIT 4.1. Dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi danpengukuran tingkat kemapanan dari delapan proses COBIT diPT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Dari hasil penelitian didapatbahwa delapan proses tersebut adalah proses Define a StrategicIT Plan, Define the IT Organization and Relationships, ManageProject, Ensure continuous service, Ensure systems security,Manage operations, Manage Changes, dan Monitor and evaluateIT performance. Nilai rata-rata tingkat kemapanan dari delapanproses tersebut adalah berada pada level 3 yaitu 3.37. Hal inimenunjukkan bahwa PT Telekomunikasi Indonesia Tbk beradapada level 3 yang berarti berada pada fase Define dimana prosesprosesTI telah terdefinisi dengan baik, disosialisasikan kepadaseluruh karyawan dan telah dilaksanakan/ diimplementasikan,namun proses monitoring terhadap pelakasanaan proses-prosesTI belum terlaksana dengan baik. Beberapa rekomendasiperbaikan diajukan dalam penelitian ini sebagai saran untuk PTTelekomunikasi Indonesia Tbk agar dapat meningkatkan tingkatkemapanan. Rekomendasi perbaikan tersebut diantaranyapeningkatan organisasi, implementasi knowledge management,penerapan manajemen SOP, Implementasi AutomaticOperational Monitoring & Control, Implementasi OperationalDashboard, Peningkatan Service Level management,Pengembangan IT Risk Management & Audit dan IT Projectmanagement.
Analisa Kualitatif Peran Komunitas Indonesia di Komunitas Open Source Global Andi Wahju Rahardjo Emanuel
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2014
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat lunak Open Source atau kode terbuka merupakan salah satu fenomena luar biasa di dunia Teknologi Informasi. Ciri khas proyek pengembangan perangkat lunak secara Open Source adalah para pengembangnya tergabung dalam suatu komunitas yang keanggotaannya bersifat sukarela. Paper ini akan menganalisa secara kualitatif tingkat kontribusi dari komunitas Open Source di Indonesia terhadap 14 komunitas Open Source global yang populer yaitu Android, Linux, Apache Software Foundation, Mozilla Developer Network, The Document Foundation, The Eclipse Foundation, The Open Stack Foundation, MySQL, Joomla.org, Moodle.org, Drupal.org, Python Software Foundation, The Gnome Foundation, dan Chromium. Tingkat kontribusi dari komunitas Indonesia tersebut diberikan dalam 4 kategori yaitu Aktif, Semi-aktif, Kurang-aktif, dan Pasif. Dari hasil analisa kualitatif ditemukan bahwa komunitas Indonesia tergolong aktif pada 4 komunitas global, semi-aktif pada 5 komunitas global, kurang-aktif pada 2 komunitas global, dan pasif pada 3 komunitas global. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa tingkat kontribusi komunitas Open Source Indonesia di ranah global sudah baik meskipun peluang untuk berkontribusi lebih masih terbuka.
Deteksi Kebakaran pada Video Berbasis Pengolahan Citra dengan Dukungan GPU Adhi Prahara
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran adalah kejadian timbulnya api yangtidak terkendali yang dapat membahayakan jiwa maupun hartabenda. Kebakaran sulit untuk diprediksi kapan dan dimanaterjadinya. Misalnya kebakaran hutan, kebakaran padaperumahan atau bangunan bisa terjadi pada siang maupunmalam hari. Kamera CCTV yang dapat memantau lokasi selama24 jam sangat efektif untuk mencegah terjadinya kebakaran.Oleh karena itu, kami membangun sistem yang dapat mendeteksikebakaran pada video berbasis pengolahan citra dengandukungan GPU (Graphic Processing Unit).Sistem memproses data video dengan menerapkan deteksigerakan menggunakan metode Adaptive-Gaussian Mixture Model(Adaptive-GMM) kemudian dikombinasikan dengan hasilsegmentasi warna api untuk mendeteksi kebakaran. Sistemmenggunakan pengolahan citra pada GPU untuk metode yangmemerlukan komputasi tinggi agar bisa tercapai sistem deteksikebakaran secara real time.Hasil pengujian menghasilkan akurasi sebesar 97,96%dengan kesalahan sebesar 0,25% untuk deteksi kebakaran padasiang hari dan akurasi sebesar 98,65% dengan kesalahan sebesar0,85% untuk deteksi kebakaran pada malam hari. Sistemmampu mendeteksi kebakaran secara real time yaitu sekitar35,46 fps pada resolusi video 800x600 dan lebih cepat padaresolusi yang lebih kecil. Kesalahan deteksi terutama disebabkanadanya perubahan cahaya yang mendadak dari sumber apiterhadap lingkungan sekitar dan pantulan cahaya kebakaranpada permukaan yang mengkilap.
Sistem Pendukung Keputusan Tata Kelola Pemerintahan pada Penilaian Desa Batulayang dengan Analytic Hierarchy Process Wina Witanti; Faizal Abdillah
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2016
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata kelola pemerintahan digunakan sebagai landasan penilaian yang dilakukan selama ini oleh tingkat terbawah sampai tingkat tertinggi suatu pemerintahan yaitu tingkat kelurahan atau desa sampai tingkat negara, karena itu lebih baik melakukan penilaian terlebih dahulu ke tingkat bawah yaitu desa, agar tingkatan suatu negara lebih baik lagi. Selama ini Desa Batulayang Kecamatan Cililin melakukan suatu penilaian yang tertuang dalam laporan profil desa hanya berdasarkan asumsi pihak desa itu sendiri tanpa melibatkan peran warga didalamnya, sehingga pihaknya kesulitan dalam menentukan kondisi pelayanan yang dirasa kurang oleh warga.  Oleh karena itu untuk menunjang kinerja dari proses tersebut pihak desa harus memanfaatkan sistem pendukung keputusan yaitu sistem penilaian desa yang dapat memberikan rekomendasi yang sesuai berdasarkan hasil kuesioner dengan menggunakan Metode Kano, selain metode tersebut digunakan juga AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk melakukan pengolahan nilai berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh pihak kecamatan, bertujuan agar pihak desa mengetahui prioritas yang dirasa penting menurut pihak kecamatan. Adapun hasil yang diharapkan mempunyai tingkat akurasi keberhasilan fungsional sistem sebesar 97.58 %. Hasil tersebut didapat dari pengujian terhadap 43 kasus uji. Hanya ada satu kasus uji yang tidak sesuai dengan tujuan kasus uji yang diharapkan.
Sistem Navigasi Berbasis Pelacakan Objek pada Operasi Robot Asisten Pemanenan di dalam Greenhouse Sutan Muhammad Sadam Awal; Slamet Widodo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2017
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi robotik telah berkembang pesat dan digunakan di berbagai sektor termasuk pertanian khususnya pada budidaya tanaman dalam lingkungan terkendali seperti greenhouse dan plant factory. Pemanenan merupakan salah satu operasi yang telah lama dicoba untuk diotomatisasi menggunakan teknologi robotik. Hanya saja kapasitas pemanenannya relatif rendah. Hal ini dikarenakan robot memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengenali objek yang akan dipanen. Untuk pengenalan objek ini, dengan kecerdasan yang dimiliki, manusia mampu melakukannya dengan lebih cepat sehingga secara keseluruhan pemanenan secara manual masih lebih cepat. Namun pemanenan secara manual memiliki kelemahan utamanya terkait faktor kelelahan. Oleh sebab itu dalam studi ini dirancang robot asisten (assisting robot) dalam operasi pemanenan yang dapat membawakan hasil panen dan terus mengikuti pemanen (person following) agar pemanen dapat terus memanen dan tidak cepat mengalami kelelahan. Diharapkan dengan kolaborasi tersebut, secara keseluruhan kapasitas pemanenan dapat ditingkatkan. Secara khusus, artikel ini membahas tentang sistem navigasi yang digunakan agar robot dapat mengikuti pemanen. Metode yang digunakan adalah sistem navigasi berbasis pelacakan objek (object tracking) dengan menggunakan webcam sebagai perangkat akuisisi citra secara real-time. Sedangkan untuk pengolahan citra digunakan program komputer berbasis Python dan library open CV. Program tersebut dijalankan pada perangkat Raspberry pi yang juga digunakan untuk mengontrol hardware lainnya, seperti motor DC untuk mengatur pergerakan robot. Sistem navigasi yang dikembangkan diuji coba menggunakan assisting robot skala model. Berdasarkan uji fungsional, robot dapat mengikuti objek dengan baik.
Perancangan Penerapan Gamifikasi pada Media Informasi Ekowisata Supriyanto Supriyanto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2017
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komoditas pariwisata yang sedang berkembang cukup pesat saat ini adalah wisata berwawasan lingkungan yang biasa disebut dengan ekowisata. Sebagian besar pengelola ekowisata sudah menggunakan media informasi digital untuk memudahkan promosi dan tata kelola. Namun muncul permasalahan dalam penggunaan media ini, yaitu masalah konsistensi untuk dapat mengisi konten. Jadi media informasi yang ada tidak berfungsi maksimal karena tidak memiliki konten yang aktual. Pendekatan gamifikasi dapat dijadikan solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Gamifikasi adalah suatu pendekatan penerapan komponen dan mekanisme game/permainan dalam sistem yang tidak berbasis permainan. Integrasi media informasi dengan media sosial menggunakan pendekatan gamifikasi dapat meningkatkan partisipasi wisatawan untuk mengisi konten media informasi pengelola ekowisata. Mekanisme game yang digunakan adalah mekanisme tantangan untuk dapat menghasilkan foto tertentu. Komponen game yang digunakan adalah reward untuk meningkatkan motivasi wisatawan untuk dapat berpartisipasi. Integrasi ini akan menghasilkan foto-foto yang valid dan aktual. Data foto-foto ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan konten media informasi yang ada. Selain itu, data-data yang terkumpul dari hasil integrasi ini dapat digunakan untuk keperluan lain seperti penentuan strategi pemasaran atau peningkatan layanan ekowisata.