cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Perancangan dan Pembuatan Perangkat Lunak untuk Membantu Identifikasi Tingkat Kesulitan Belajar dalam Bidang Aritmatika, Matematika dan Penulisan pada Anak Leo Willyanto Santoso; Kartika Gunadi; Deviyana Astan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir setiap guru menginginkan anak muridnya menjadi orang yang berhasil. Namun apabila anakmuridnya mengalami kesulitan belajar dan sang guru tidak mengetahuinya, maka hal tersebut dirasa sulit untukdicapai. Hal ini disebabkan karena anak tidak mendapatkan metode pengajaran yang selayaknya didapatkanoleh anak yang mengalami kesulitan belajar. Dalam membantu mengatasi hal tersebut, salah satu caranyaadalah dengan pembuatan aplikasi sistem pakar.Aplikasi sistem pakar ini meniru cara berpikir seorang ahli psikolog anak dalam menganalisa suatukasus dan mencari kesimpulan atau keputusan. Program aplikasi ini akan menganalisa kemampuan yangdiperkirakan seharusnya dimiliki oleh anak pada usia yang tertentu. Kesulitan belajar ini mencakup dua bidangyaitu bidang aritmatika dan matematika serta bidang penulisan. Pengembangan sistem pakar ini menggunakanmetode inferensi forward chaining, yaitu proses inferensi yang memulai pencarian dari premis menuju padakonklusi, dengan menggunakan pemrograman Borland Delphi 7, dan untuk database-nya menggunakanMicrosoft Access 2000.Berdasarkan hasil kuisioner disimpulkan prosentase kelayakan program untuk digunakan oleh guruadalah sebesar 80%, prosentase keakuratan program adalah sebesar 70%, Prosentase kemudahan penggunaanprogram adalah sebesar 90%, dan prosentase desain tampilan dari sistem pakar adalah sebesar 80%.Keywords: Forward chaining, Kesulitan dalam aritmatika dan matematika, Kesulitan dalam penulisan.
Pemanfaatan Bahasa Pemrograman untuk Membuat Model Permukaan Digital Metode Grid Jasmani Jasmani; Setyo Wahyudi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2004
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital Terrain Model (DTM) atau Model Permukaan Digital banyak digunakandalam berbagai bidang. Banyak pula software-software yang tersedia berfungsi untukpembentukkan Model Permukaan Digital. Tapi pada umumnya harga software tersebut selainmahal juga sulit untuk pengoperasiannya. Dengan memanfaatkan bahasa pemorgramanVisual Basic 6.0 dan keunggulan software AutoCad 2000 dalam pengolahan grafik dibidangteknik, kita sudah bisa membuat aplikasi untuk pembentukkan Model Permukaan Digitaldengan metode Grid. Dimana input data dari titik-titik acak yang berkoordinat, kemudian diinterpolasi sehingga menjadi data titik-titik grid yang teratur dan dari data grid tersebutdapat digambarkan Model Permukaan Digitalnya pada AutoCad 2000 lewat bahasapemrograman Visual Basic 6.0. Pembentukan Model Permukaan Digital dengan metode Gridini, tidak begitu teliti jika dibandingkan dengan metode TIN (Triangulasi Irreguler Network).Kata kunci: DTM, Digital, Grid, Visual Basic, AutoCAD
Kebutuhan Kompetensi Tenaga Kerja Teknologi Informasi di Indonesia, 2007 vs. 2012 Yenni Merlin Djajalaksana; Tiur Gantini
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding job competencies’ needs in the job market will be substantial to the success of any educational institutions in preparing their graduates. This paper will discuss and compare the results of two studies, the 2007 and 2012 studies, which examined the IT competencies needs for eight groups of IT workers: Database Administration, Network Administration, Consultant, IT Manager, Software Engineer, System Analyst, Technical Support, and Web Developer. The competencies discussed include hard skills, soft skills, and attitude, personality, and behaviors. The results show that there are changes in the needs of IT competencies from 2007 to 2012.Keywords—IT job competencies; IT workers;hard skills; soft skills; attitude, personality, and behavior
Val IT: Kerangka Kerja Evaluasi Investasi Teknologi Informasi Wina Witanti; Falahah Falahah
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya nilai nominal investasi teknologi informasi (TI) di berbagai organisasi membuat banyak pihakmulai bertanya-tanya, bagaimana cara memperkirakan seberapa besar investasi tersebut memberikan manfaatbagi perusahaan. Fakta menyatakan bahwa manfaat investasi TI dapat berupa yang terhitung (tangible)maupun yang tidak terhitung (intangible). Manfaat ini juga ada yang dapat dirasakan dengan segera dan adajuga yang hanya dapat dirasakan setelah kurun waktu tertentu. Hal ini menyebabkan banyak organisasimengalami kesulitan bagaimana menghitung nilai investasi TI dikaitkan dengan manfaat yang dihasilkan. Untukitu, terdapat beberapa metoda untuk memperkirakan nilai investasi TI.Val IT, adalah salah satu metoda yang dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang jelas akanmanfaat investasi TI pada organisasi. Val IT merupakan konsep baru yang diluncurkan oleh InformationTechnology Governance Institute (ITGI) sebagai sebuah kerangka kerja standar untuk melengkapi kerangkakerja tata kelola TI yang sudah lama dirilis dan dipergunakan secara luas yaitu COBIT. Karena Val ITmerupakan pelengkap COBIT, maka dalam beberapa hal, asumsi yang digunakan serta cara pendeskripsiankerangka kerjanya sangat mirip dan sangat erat kaitannya dengan COBIT. Val IT terdiri atas sekumpulanprinsip dasar dan 3 proses utama untuk mengukur nilai TI. Masing-masing proses kemudian dirinci lagimenjadi beberapa item manajemen praktis seperti halnya pada COBIT.Untuk menerapkan kerangka kerja Val IT, organisasi harus membangun sebuah business case yang dapatditerapkan pada proyek investasi TI tertentu. Business case digunakan sebagai alat bantu praktis untukmerencanakan, mengukur, dan memonitor investasi TI dalam sebuah siklus hidup ekonomis yang utuh, dalamartian mulai dari mengusulkan, membeli, memakai hingga menghentikan pemakaian sebuah investasi TI(retirement). Sasaran membangun business case adalah agar dapat memberikan gambaran yang lengkap dantransparan kepada pihak manajemen atas manfaat suatu investasi dan membantu manajemen untuk membuatkeputusan atas investasi tersebut.Melalui penerapan kerangka kerja Val IT, organisasi diharapkan dapat memperkirakan sejauh manamanfaat suatu investasi TI terhadap organisasi, yang disajikan dalam format yang terukur dan mudahdikelola/diperbaharui sepanjang siklus hidup investasi tersebut, sehingga dapat dijadikan kontrol pencapaiannilai yang diharapkan dari sebuah investasi Teknologi Informasi.Kata kunci: Investasi TI, Val IT, Business Case, COBIT, Kerangka Kerja.
KAJIAN PERKEMBANGAN DAN USULAN PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE FRAMEWORK Sofian Lusa; Dana Indra Sensuse
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trend perkembangan teknologi informasi diikuti oleh perkembangan enterprise architecture (EA) baik dari sisi konseptual maupun dari sisi teknik implementasi. Bagi organisasi yang ingin menerapkan EA, sebuah kajian menjadi penting khususnya yang memberikan informasi EA dalam kontek definisi, peran, tujuan, dan perkembangannya. Framework yang dikaji meliputi framework memang sudah exist dan framework yang popular karena telah teruji oleh penggunanya. Dengan pemahaman ini, maka organisasi dapat lebih mudah dala pemilihan EA yang sesuai dengan karakteristik organisasi. Tulisan ini bermaksud, sebagai kajian untuk lebih memahami secara konseptual dan sebagai studi literatur untuk EA, sehingga dapat dicari keunggulan di setiap EA framework baik dari perspektif komersial dan akademik. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan diantara beberapa framework. Proses yang dilakukan terdiri dari melakukan dan mencari perbedaan (contrast), mengkritik (critize), membandingkan (compare), menggabungkan (synthesize), dan menyimpulkan (summarize) dari masing EA framework, dan berbagai sumber untuk mengetahui state of the art dari masing-masing kreteria. Output yang diharapkan dengan dilakukan studi literatur ini adalah menemukan framework yang paling tepat untuk diimplementasikan di organisasi khususnya organisasi publik.
Perintah Menggunakan Sinyal Suara dengan Mel-Frequency Cepstrum Coefficients dan Learning Vector Quantization Neneng Nurhamidah; Esmeralda C. Djamal; Ridwan Ilyas
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2017
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mengarahkan perintah komputer tidak hanya dari keyboard, mouse ataupun touchscreen, tetapi dapat menggunakan suara atau pikiran. Persoalan utama dari instruksi suara adalah identifikasi kata yang diucapkan sehingga perlu proses ekstraksi yang tepat. Beberapa penelitian terdahulu mengidentifikasi suara dengan menggunakan Mel-Frequency Cepstrum Coefficients (MFCC) untuk mengoperasikan komputer, instruksi lampu otomatis dan penguncian pintu. Sementara penelitian lain menggunakan Linier Predictive Cepstral Coefficients sebagai pembanding MFCC dengan hasil akurasi MFCC lebih baik ketika mengenali suara dalam kondisi bising.  MFCC memiliki kemiripan dengan sistem pendengaran manusia serta merupakan perhitungan yang kuat dan hemat biaya. Penelitian ini telah membuat sistem identifikasi kata. Identifikasi dibagi atas tiga kelas yaitu “Klasik”, “Dangdut” dan “Pop”, yang digunakan untuk aksi mengoperasikan tiga jenis lagu yang sesuai. Sinyal suara diekstraksi menggunakan MFCC yang kemudian diidentifikasi menggunakan Learning Vector Quantization (LVQ). Data latih dan data uji didapatkan dari enam naracoba dan 10 kali perulangan dari yang mengucapkan kata “Klasik”, “Dangdut” dan “Pop” secara terpisah. Kemudian sinyal suara yang direkam dilewatkan praproses menggunakan Histogram Equalization, DC Removal  dan Pre-emphasize untuk mereduksi noise dari sinyal suara, yang kemudian diekstraksi menggunakan MFCC. Spektrum frekuensi yang dihasilkan dari MFCC diidentifikasikan menggunakan LVQ setelah melewati proses pelatihan terlebih dahulu. Hasil penelitian diperoleh akurasi sebesar 92% untuk identifikasi data yang telah dilatih. Sedangkan pengujian data baru diperoleh akurasi sebesar 46%.
Pengamanan Data Menggunakan Metoda Enkripsi Simetri dengan Algoritma Feal Semuil Tjiharjadi; Marvin Chandra Wijaya
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia sekarang ini, kemajuan teknologi di bidang komputer dan telekomunikasi berkembang sangatpesat. Lalu lintas pengiriman data dan informasi yang semakin global, serta konsep open system dari suatujaringan memudahkan seseorang untuk masuk ke dalam jaringan tersebut. Hal tersebut dapat membuat prosespengiriman data menjadi tidak aman dan dapat saja dimanfaatkan oleh pihak lain yang tidak bertanggungjawab, yang mengambil informasi atau data yang dikirimkan tersebut di tengah perjalanan. Maka dibutuhkansuatu sistem keamanan yang dapat menjaga kerahasiaan suatu data, sehingga data tersebut dapat dikirimkandengan aman. Salah satu solusi untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan pada proses pengiriman datadengan menggunakan teknik kriptografi. Dalam makalah ini penulis merealisasikan suatu perangkat lunakenkripsi dan dekripsi file teks dengan menggunakan algoritma kriptografi yaitu FEAL. Di samping itu untukmeningkatkan keamanan pada perangkat lunak disertakan juga proses validasi dan proses digital signature,sehingga perangkat lunak dapat mendeteksi adanya perubahan data atau informasi yang dikirimkan sertamenjamin keaslian pengirim informasi.Kata Kunci: enkripsi, simetri, feal
Perancangan dan Simulasi Low Noise Amplifier untuk Penerima Automatic Picture Transmission dan High Resolution Picture Transmission Gunawan Wibisono; Farid Tito Andarto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2014
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam makalah ini, LNA dual band yang beroperasi pada pita frekuensi APT dengan frekuensi tengah 137,5 MHz dan HRPT dengan frekuensi tengah 1702 MHz dirancang dan dianalisa. Perancangan dibuat dengan menggabungkan BPF dual band dengan rangkaian biasing MMIC dan disimulasikan dengansoftware ADS.Dalam perancangan BPF dual band, karakteristik dual band didapatkan dengan menggunakan transformasi frekuensi. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa S11 lebih kecil dari -10dB, gain lebih dari 18dB, NF kurang dari 0.8dB dan faktor kestabilan lebih dari 1.
Identifikasi Citra Massa Kistik Berdasar Fitur Gray-Level Co-Occurrence Matrix Hari Wibawanto; Adhi Susanto; Thomas Sri Widodo; S. Maesadji Tjokronegoro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We have studied the effectiveness of using texture features derived from gray-level co-occurrence matrix(GLCM) matrices for classification of cystic mass and non-cystic mass in ultra sonograms. Twenty-three (23)region of interest (ROIs) containing cystic masses and fifty-five (55) non-cystic masses were extracted from ultrasonogram for this study. For each ROI of 50x50 pixels, seven features (energy, inertia, entropy, homogeneity,maximum probability, inverse difference moment, and correlation) were calculated. The importance of eachfeature in distinguishing cystic masses from non-cystic masses was determined by linear discriminant analysiswith SPSS version 11.5 program. As a result of a study, it was found that all seven features can distinguishingcystic masses from non-cystic masses with an accuracy about 91 %-92.3%. Those levels of accuracy also foundwhen two features (energy and inverse difference moment) was excluded from analysis. The result demonstratethe feasibility of using texture features based on GLCM for distinguishing cystic masses from non-cystic massesof ultra sonogram .Keywords: Gray-level Co-occurrence Matrix Ultrasonografi, massa kistik, fitur tekstur, analisis tekstur, analisisdiskriminan
Aplikasi Peramalan Tagihan Listrik Dengan Jaringan Syaraf Tiruan Muhammad Latif Chasani; Zainudin Zukhri
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik merupakan salah satu sumber energi yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Penggunaan dan daya yang digunakan setiap pelanggan berbeda demikian juga biaya yang dikeluarkan untuk membayar tagihan listrik. Diperlukan perencanaan anggaran biaya untuk tagihan listrik, dalam hal ini peramalan tagihan bulan depan dapat membantu dalam perencanaan anggaran. Pada penelitian ini akan dibangun aplikasi untuk meramalkan tagihan listrik dengan Jaringan Syaraf Tiruan model Backpropagation untuk membantu perencanaan anggaran biaya. Tahap awal dari proses peramalan yaitu dengan melakukan pelatihan terhadap data-data tagihan listrik sebelum bulan yang akan diramalkan. Tujuan dari proses pelatihan terhadap data tagihan adalah untuk mendapatkan bobot. Hasil dari proses pelatihan yang berupa bobot tersebut akan digunakan untuk proses peramalan tagihan listrik. Proses pelatihan data tagihan menggunakan perambatan maju (Feedforward) dan perambatan mundur (Backward), sedangkan untuk proses peramalan menggunakan perambatan maju untuk meramalkan nilai tagihan bulan berikutnya. Aplikasi peramalan tagihan listrik ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Java.

Page 40 of 142 | Total Record : 1420