cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Aplikasi Video Conference dengan Kemampuan Beroperasi Pada IPV4 dan IPV6 Andreas Handojo; Robin Chandra; Justinus Andjarwirawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Saat ini komunikasi dapat dilakukansecara elektronik misalnya melalui e-mail, instant messaging, sambungan telepon melalui internet, dan jugavideo conference. Kelebihan dari video conference adalah pengguna selain dapat berkomunikasi juga dapatsecara langsung melihat lawan bicaranya sehingga seakan-akan bertatap muka secara langsung. Untukmelakukan video conference sangatlah mudah dimana pengguna cukup memiliki web camera, speaker danmicrophone. Data dari web camera maupun microphone akan di-encode dan kemudian dikirimkan denganmenggunakan Realtime Transport Protocol. Penerima akan men-decode data dan menampilkan hasil yangberupa gambar yang akan tampak pada layar penerima dan suara yang akan terdengar melalui speaker. Padapenelitian ini pembuatan aplikasi video conference, akan menggunakan software Microsoft Visual C# 2005.Kata Kunci: video conference, streaming, multicasting
Pencatat Volume Kendaraan Otomatis Berbasis PC pada Pintu Jalan Tol Joko Haryono; Heru Supriyono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghitungan volume kendaraan yang lewat jalan tol, studi kasus pintu tol manyaran, selama inidilakukan dengan cara manual yaitu jumlah kendaraan dihitung berdasarkan karcis yang terjual untuk masingmasingshift karyawan. Kemudian data ini dimasukkan dalam file excel. Data ini akan direkap untuk waktusetahun dan digunakan oleh pihak terkait untuk pertimbangan pelebaran jalan. Dalam tulisan ini akan cobadiuraikan metode penghitungan volume otomatis berbasis PC. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmerancang alat penghitung voulume lalu-lintas pada jalan tol secara otomatis berbasis PC. Metode penelitianyang dipakai adalah peneliti akan mencoba membuat model alatnya kemudian mengujinya. Dalam pengujiankendaraan yang lewat diganti dengan kertas tetapi dengan estimasi waktu seperti yang sesungguhnya. Dalamrancangan yang telah dibuat, data kendaraan yang lewat disensor dengan menggunakan infra merah kemudiandata ini dikirimkan ke dalam basis data dalam PC. Selanjutnya data ini dapat ditampilkan kembali dalambentuk angka maupun grafis. Model yang dibuat cocok untuk ditempatkan di luar ruangan (outdoor) untuk PCtunggal (stand alone). Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa alat yang dirancang dapat digunakansebagai alternatif untuk penghitungan volume kendaraan yang lewat secara otomatis.Kata kunci: volume kendaraan, basis data
Analisa Model Propagasi Cost 231 Multi Wall pada Perancangan Jaringan Indoor Femtocell HSDPA menggunakan Radiowave Propagation Simulator Alfin Hikmaturokhman; Lita Berlianti; Wahyu Pamungkas
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Memuaskan pelanggan pengguna jasatelekomunikasi yang berada di dalam gedung dengan layananjaringan yang bagus dan berkualitas merupakan hal yang sangatpenting. Penulisan Penelitian ini akan melakukan perancanganjaringan indoor HSDPA dan melakukan simulasi dari rancangantersebut dengan menggunakan perangkat lunak yang berupaRadiowave Propagation Simulator (RPS). Sedangkan untukmenganalisa hasil perancangan maka dilakukan studi kasus yangberlokasi di gedung baru Kampus ST3 Telkom Purwokerto.Berdasarkan hasil analisa dan implementasi yang telah didapathasil penelitian yang telah dilakukan maka jumlah FAPberdasarkan perhitungan kapasitas yaitu sebanyak 2 FAP.Sedangkan berdasarkan perhitungan cakupan (coverage)menggunakan Model Propagasi Cost 231 Multi Wallmenghasilkan jumlah FAP sebanyak 2 FAP juga. Namun, darikedua jenis perhitungan tersebut, perhitungan berdasarkankapasitas lebih dipilih dari pada perhitungan berdasarkancakupan untuk perancangan jaringan indoor di ST3 Telkom. Halitu dikarenakan, perhitungan dengan kapasitas memperhitunganjumlah pengguna yang jumlahnya lebih padat yaitu untukruangan kelas T7. Jenis FAP yang digunakan pada penelitian iniialah USC 5310 dengan daya pancar sebesar 20 dBm. Sehinggadidapatkan Maximum Allowable Path Loss nya ialah 248,12 dBdari arah uplink dan 244,12 dB dari arah downlink. Sedangkanhasil dari composite coverage untuk skenario 1 adalah -27,25 dB,lalu pada skenario 2 menghasilkan composite coverage sebesar -26,60 dBm, dan hasil dari composite coverage pada skenario 3yaitu -25,81 dBm. Sehingga dari hasil composite coverage yangdidapat, maka skenario yang dipilih adalah skenario ke 3.Kata Kunci—Jaringan indoor; HSDPA; RadiowavePropagation Simulator, Femtocell, Model Propagasi Cost 231 MultiWall
Deteksi Wajah Berbasis Segmentasi Model Warna Menggunakan Template Matching Pada Objek Bergerak Yusron Rijal; Riza Dhian Ariefianto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital image face detection had been developing so much in this last decade. The searching for the bestmethod is still walking until today. This face detection research is using color model based segmentation methodcombined with template matching. There are 4 main process in this research. First, motion detection is used tominimize the size of the image by subtracting image n with image n+m. Then, by using YCbCr color model basedsegmentation, the image is separated by skin color area and non-skin color area. Third, is to reduce the noise byusing the blurring way and by filtering its wide. The last one is matching the area that last with template that hasbeen prepared to detect which area is face. The result of the research, from 217 images and 10 videos , showsthat this method reach up to 70,5% face detection accuration procentage.Keywords : Face Detection, Skin Color Segmentation, Noise Reducing, Template Matching.
Active Noise Control untuk Peredaman Generator Listrik dengan Algoritma Neurofuzzy Dewanto RA.; Asep S.; Aradea Aradea
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Active noise control (ANC) adalah sebuah sistem berbasis pada teori adaptif filter yang berkembangsekitar tahun 1980. Perkembangan teknologi komputer dan sistem mikroprosesor menjadikan implementasinyata konsep ANC sudah semakin dekat. Penggunaan sebuah PC yang dilengkapi dengan perangkat lunak yangmenjalankan sebuah algoritma ANC dapat memberikan manfaat langsung dalam peredaman sumber noise.Sistem ini dapat menjadikan sebuah implementasi berbiaya rendah dari sebuah algoritma ANC danmemberikan perkembangan yang luas dalam ANC. Hasil penelitian ini berupa sebuah disain perangkat kerasberbasis PC dan perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman C++.PC diisi dengan sebuah kemampuan adaptif teori dan filter yang merepresentasikan sistem kerja ANC.Dengan konsep interfacing PC dilengkapi dengan input proses berupa monitoring sumber noise dan outputproses yang berupa aksi mengeluarkan sinyal peredam noise. Sedangkan dalam PC sendiri dilengkapi denganpemrosesan signal berupa algoritma ANC. Kemampuan dan konfigurasi ini diimplementasikan dalampengendalian noise yang keluar dari sebuah pembangkit listrik (generator) yang biasa dipasang di tempattempatkegiatan manusia (kompleks perkantoran, hotel, rumah sakit dll).Kata Kunci: Active Noise Control, Neurofuzzy
Celah Keamanan Sistem Autentikasi Wireless Berbasis RADIUS Yesi Novaria Kunang; Taqrim Ibadi; Suryayusra -
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi jaringan berbasis wireless (tanpa kabel) memiliki resiko yang besar akan bahaya serangan dan pencurian informasi. Salah satu teknik pengamanan yang banyak digunakan pada jaringan wireless adalah system autentikasi yang menggunakan RADIUS. Untuk itu pada penelitian ini membahas pengujian penetrasi pada sistem Autentikasi Wireless berbasis RADIUS dengan tujuan untuk mencari celah keamanan pada sistem autentikasi berbasis RADIUS. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Sistem autentikasi wireless berbasis RADIUS masih memiliki beberapa celah keamanan antara lain kemungkinan serangan DoS ke Access point, pencurian data client menggunakan session hijacking, dan pemutusan koneksi client untuk mengambil alih sesi koneksi. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan bagi administrator dan pengembang jaringan untuk menutup celah keamanan yang bisa dieksploitasi tersebut.
Pengembangan Perangat Lunak Sistem Kendali dan Pengawasan Menggunakan Mikrokontroller Berbasis Short Message Service (SMS) sebagai Alternatif Pengontrol Keamanan Ruangan Rangga Firdaus
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini akan dikembangkan suatu sistem yang dapat me-monitoring keamanan suatu gedung dan dapat mengendalikan peralatan elektronik di dalam gedung tersebut yang terhubung dengan sistem. Short Message Service (SMS) digunakan sebagai antarmuka antara sistem dengan pengguna. Pengguna dapat mengetahui status keamanan ruangan yang dilaporkan oleh sistem melalui SMS. Pengguna pun dapat mengendalikan peralatan elektronik yang terhubung ke sistem dengan cara mengirim SMS yang berisi perintah ke sistem.Perangkat lunak bantu pengontrol keamanan ruangan berbasis SMS, bisa dikonfigurasi melalui panel khusus atau melalui pengiriman pesan singkat (SMS) oleh pengguna tertentu. Pesan yang dikirim akan mengacu pada sintaks yang telah didefinisikan, dimana setiap sintaks akan memiliki semantik yang menggambarkan jenis layanan tertentu. Pada saat yang bersamaan akan mengirim infromasi ke pengguna berupa pesan singkat (SMS) melalui Handphone gatewayPenghubung antara komputer dan rangkaian elektronik yang menjadi pengendali menggunakan mikrokontroller pada parallel port. Perangkat lunak yang digunakan untuk sistem ini dikembangkan dengan Java 2 Platform Standard Edition (J2SE) 1.5.0 dan menggunakan MySQL sebagai sistem database.Kata kunci: short message service, J2SE, MySQL, parallel port, sistem pengendali, sistem monitoring, keamanan ruangan
IMPLEMENTATION OF MODEL VIEW CONTROLLER (MVC) ARCHITECTURE ON BUILDING WEB-BASED INFORMATION SYSTEM Shofwatul 'Uyun; Muhammad Rifqi Ma'arif
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this paper is to introduce the use of MVC architecture in web-based information systemsdevelopment. MVC (Model-View-Controller) architecture is a way to decompose the application into threeparts: model, view and controller. Originally applied to the graphical user interaction model of input,processing and output. Expected to use the MVC architecture, applications can be built maintenance of moremodular, rusable, and easy and migrate. We have developed a management system of school fees at the highschool. The developed system uses the MVC (Model-View-Controller Architecture) to provide a description ofhow the MVC works and its benefits.Keywords: web-based information system, MVC, modularity, reusability.
PENGARUH TAMPILAN VISUAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR BERDASARKAN KATEGORI WEBSITE E-LEARNING Andi Aulia Hamzah; Achmad Syarief; Ifa Safira Mustikadara
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk melihat pengaruh tampilan visual website e-learning terhadap motivasi belajar. Tujuannya adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh tampilan visual pada motivasi belajar berdasarkan kategori website e-learning. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanasi dengan metode eksperimen (within-subject). Populasi sampel adalah mahasiswa Universitas Kristen Maranatha. Sampel dipilih dari mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Fakultas Seni Rupa Universitas Kristen Maranatha dengan menggunakan teknik purposive sampling sebesar 135 orang. Hasil penelitian (1) kategori website e-learning mempunyai pengaruh langsung terhadap tampilan visual website e-learning sebesar 24%. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara tampilan visual website e-learning terhadap motivasi dengan F (64,826) dan koefisien determinasi (0,416). (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara tampilan visual website e-learning terhadap motivasi belajar dengan nilai r = 0,579 atau 33,5%. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tampilan visual website e-learning mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap motivasi belajar tetapi tidak dipengaruhi oleh kategori website e-learning. Walaupun demikian perlu diingat bahwa penelitian ini merupakan komponen yang terkait visual dalam menyelesaikan masalah-masalah pada pengembangan website e-learning.
Identifikasi Variabel-Variabel dari Sinyal Elektroensephalogram Pasien Rehabilitasi Stroke Menggunakan Wavelet dan Self-Organizing Map Deka P Gustiawan; Esmeralda C Djamal; Agus Komarudin; Daswara Djajasasmita
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2018
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi terhadap pasien paska stroke yang terukur sangat dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan aktivitas di otak dalam masa rehabilitasi. Salah satunya instrumen yang dapat menangkap aktivitas listrik di otak adalah Elektroensephalogram (EEG). Pengamatan visual yang dilakukan dokter dari rekaman EEG adalah kerapatan, amplitudo, bentuk gelombang, dan perbandingan sinyal pada kanal yang simetrik, namun tidaklah mudah. Penelitian ini melakukan ekstraksi dari sinyal EEG untuk memperoleh variabel-variabel signifikan dari pasien paska stroke. Sinyal EEG diperoleh dari 25 pasien paska stroke dan 25 orang sehat dari 14 kanal. Setiap sinyal selama 180 detik diekstraksi menggunakan Wavelet untuk memperoleh gelombang Alfa, Beta, Teta, Gama, dan Mu. Clustering dilakukan menggunakan Self Organizing Map (SOM) Kohonen dengan fitur masukan kelima gelombang, amplitudo, dan asimetrik dari kanal simetrik. SOM melakukan clustring berdasarkan fitur-fitur pembeda pola, sehingga hasil clustring dibandingkan dengan cluster dari data sebenarnya. Cara ini dilakukan untuk menentukan variabel-variabel sinyal EEG beserta kanal-kanalnya yang memberikan akurasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan keenam fitur dari 14 kanal dan fitur sinkronisasi dari 7 pasang kanal memberikan ketepatan klustering sebesar 54-68%. Akurasi fitur tertinggi diperoleh dari variabel perubahan amplitudo. Sistem identifikasi telah diimplementasikan dalam perangkat lunak dan diintegrasikan dengan wireless EEG Emotiv. Waktu komputasi dari sistem identifikasi sekitar empat menit, cukup realistis yang dapat digunakan untuk membantu analisis dokter.

Page 42 of 142 | Total Record : 1420