cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GRADASI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
GRADASI: Antologi Departemen Pendidikan Seni Rupa Fakultas Pendidikan Seni dan Desain.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
DESAIN KEMASAN COKELAT GARUT PACKAGING DESIGN OF GARUT CHOCOLATE (Kajian Visual Estetik pada Kemasan Chocodot Perusahaan Tama Chocolate Garut) (Visual Aesthetics Study on Chocodot Packaging at Tama Chocolate Company Garut) Shelly Pratiwi; Harry Sulastianto
GRADASI Vol 1, No 3 (2013): ANTOLOGI SENI RUPA FPBS UPI EDISI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/grd psr.v1i3.280

Abstract

ABSTRACTChocodot Chocolate is one of the special products in Garut, West Java, which proved to be superior in market. Because the company was paying attention in quality of taste and they was very concerned in uniqueness of the packaging, Especially Chocodot chocolate ‘Up to Date’ edition. As a pioneer of chocolates with attractive design packaging and unique names of product, it was interesting to research especially in visual aesthetics well about typography, style or realization of illustration, and composition/layout in packaging form design based on theory of design. This paper use descriptive research method with qualitative approaches and using literary review, observation, and interview in collection technique.Based on the results of research, it can be conclude that the typography used was dominated by typeface of Sans Serif which focused on readability. Cartoon, realistic, and decorative were used in the illustration style, especially on the package icon, which is customized by the name of the product and inspired by the condition of society now day. Point of interest composition/layout in the package of ‘Up to Date’ edition focused on the name of the product, or the product icon, even on both. The unification of them on the packaging showed similarity with healthcare or pharmaceutical products, because of using white colour as the background which used in packaging pharmaceutical products. Key Words: Packaging Design, Chocodot Up to Date Edition, Typography, Illustration,                     Composition/Layout.  ABSTRAKCokelat Chocodot merupakan salah satu produk khas Kabupaten Garut, Jawa Barat  yang terbukti unggul di pasaran. Karena selain memperhatikan kualitas rasa, perusahaan juga sangat memperhatikan keunikan dari kemasannya, salah satunya yaitu cokelat Chocodot edisi cokelat Up to Date. Sebagai pelopor cokelat dengan desain kemasan menarik dan nama produk yang unik, sangat menarik untuk diteliti khususnya mengkaji visual estetika baik mengenai tipografi, gaya atau perwujudan gambar ilustrasi, dan komposisi/layout dari bentuk desain kemasan ini berdasarkan teori desain. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, serta dengan teknik pengumpulan studi pustaka, observasi, dan wawancara/interview. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tipografi yang digunakan didominasi oleh jenis huruf Sans Serif yang berorientasi pada kemudahan untuk dibaca. Gaya ilustrasi kartun, realis, dan dekoratif digunakan dalam ilustrasi khususnya pada ikon kemasan, yang disesuaikan dengan nama produk dan terinspirasi dari keadaan masyarakat sekarang. Point of interest komposisi/layout kemasan edisi Up to Date terfokus pada bagian nama produk, atau ikon produk, bahkan pada keduanya. Perpaduan ketiganya pada kemasan memperlihatkan kemiripan produk dengan produk kesehatan atau farmasi, dikarenakan penggunaan putih sebagai latar biasa digunakan untuk kemasan produk farmasi.Kata Kunci: Desain Kemasan, Chocodot edisi Up to Date, Tipografi, Ilustrasi, Komposisi/Layout.
ANALISIS DESKRIPTIF POLA MANAJEMEN DAN KARYA SENI RUPA PROGRAM RESIDENSI ‘TRANSIT#1’ DI SELASAR SUNARYO ART SPACE Yesi Aditia Yesi; Zakarias S Soeteja; Yaya Sukaya
GRADASI Vol 1, No 3 (2013): ANTOLOGI SENI RUPA FPBS UPI EDISI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/grd psr.v1i3.281

Abstract

                                                                ABSTRACT      Art space established at the initiative of senior artists contributing to the lack of infrastructure visual art Indonesian. Contemporary art is becoming mainstream global art and artwork the existence of contemporary art at the top level. Contemporary art in the whole country so that the stronger establish networking, the Contemporary art is currently pushing urgency program artist residency. Need to know more  the comprehensive about management pattern in artist residencies, artist residency process, and the art work of young artists after residency. The method used to reveal the study using descriptive analytic method. Residency program emphasizes educating prospects for artists to focus more on exploration of the work of art rather than following the market. Management  is used as a companion tool that implementation of the residency program effectively and efficiently. management pattern of ‘Transit#1’ residency is an exploration of patterns of residency to find an appropriate pattern Transit residency and established. The process of selecting an artist residency through the mechanism, the overall presentation of the arts work, exploration of the art work, discussion with artist mentor (partner artist residence), open studio with the public, curation, and to showcase the art work of residency are expected as maestro art work. Resident artists show development art works and sharpening concept. Resident artist more confident in the works of art, get greater insight, network  wider, artists of elevation, and more are sure to compete well in the global art arena. Based on these results that there is a recommendation for Selasar Sunaryo Art Space is expected to further improve the management of Transit residency and art education can learn and develop learning models management residency visual arts. Keywords: management, visual art works,  residency ABSTRAK     Ruang seni berdiri atas inisiatif seniman senior berkontribusi dalam kurangnya infrastruktur seni rupa Indonesia. Seni rupa Kontemporer saat ini menjadi mainstream seni rupa global dan eksistensi artwork seni rupa Kontemporer berada di tingkat teratas. Seni rupa Kontemporer ada di seluruh negara sehingga semakin kuat menjalin networking, maka seni rupa Kontemporer saat ini mendorong urgensi residensi seniman. Perlu mengetahui lebih komprehensif mengenai pola manajemen residensi seniman, proses residensi seniman, dan hasil karya seniman muda setelah residensi. Metode yang digunakan untuk mengungkap penelitian tersebut menggunakan metode deskriptif analitik. Program residensi lebih mengedepankan prospek mengedukasi seniman untuk lebih fokus dalam eksplorasi karya ketimbang mengikuti art market. Manajemen (pengelolaan) digunakan sebagai alat pendamping agar terlaksananya program residensi secara efektif dan efisien. Pola pengelolaan residensi Transit#1 merupakan eksplorasi pola residensi untuk menemukan pola residensi Transit yang sesuai dan mapan. Proses residensi melalui mekanisme penyeleksian seniman, presentasi keseluruhan karya, eksplorasi karya, diskusi dengan mentor artis (partner artist residence), open studio dengan publik, pengkurasian, dan hingga memamerkan karya residensi yang diharapkan sebagai karya maestro senimannya. Karya seniman residen menunjukan pengembangan karya dan penajaman konsep. Seniman residen lebih yakin percaya diri dalam berkarya, mendapat wawasan lebih luas, jaringan (networking) lebih luas,  terelevasi senimannya, dan lebih yakin bersaing sehat dalam medan seni rupa global. Berdasarkan hasil penelitian tersebut sehingga terdapat rekomendasi bagi Selasar Sunaryo Art Space diharapkan dapat meningkatkan manajemen residensi Transit selanjutnya dan dunia pendidikan seni rupa dapat mempelajari dan mengembangkan model pembelajaran manajemen residensi seni rupa. Kata kunci: manajemen, karya seni rupa,  residensi 
PEMBELAJARAN SENI GRAFIS MELALUI MEDIA CD INTERAKTIF UNTUK SISWA SMA redy saputra; Zakarias S Soeteja
GRADASI Vol 1, No 3 (2013): ANTOLOGI SENI RUPA FPBS UPI EDISI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/grd psr.v1i3.277

Abstract

ABSTRAKMultimedia pembelajaran interaktif merupakan media yang tepat untuk menyampaikan pesan/materi pembelajaran kepada peserta didik. Melalui kemasan CD interaktif yang menarik, penulis mencoba menyampaikan materi pembelajaran seni grafis. Dalam karya tulis ini dijelaskan bagaimana rancangan dan perwujudan CD interaktif  yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah Atas, dalam mata pelajaran seni budaya, khususnya dalam pelajaran seni rupa tentang materi seni cetak grafis, yang sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) di dalam kurikulum. Proses penciptaan multimedia pembelajaran interaktif ini dilakukan dengan berbagai tahapan dimulai dengan analisis kebutuhan, hingga pengemasan. Dilihat dari unsur-unsur yang dihasilkan karya ini begitu bervariasi seperti teks, audio, video, animasi, dan gambar. Maka banyak melibatkan berbagai media hardware dan software. Dengan adanya multimedia pembelajaran interaktif ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Siswa SMA dan tenaga pengajar seni rupa untuk membuat proses pembelajaran lebih menarik serta memberikan ketertarikan bagi siswa untuk memahami dan mempelajari materi.Kata kunci : Media; Interaktif; Software, Hardware. ABSTRACTMultimedia interactive learning is an appropriate medium for conveying a message/ learning materials to students. Through interactive CD packaging is attractive, the author tries to convey the graphic arts learning materials. In this paper explained how the design and realization of an interactive CD that can be applied in high school, in the subjects of art and culture, especially in the subjects of fine art about art materials print making, which is in accordance with the Standards of Competence (SK) in the curriculum. The process of creation of multimedia interactive learning is done in various stages starting with a needs analysis, to packaging. Judging from the elements produced this work is so varied as text, audio, video, animations, and images. So many involve a variety of hardware and software. With the multimedia interactive learning is expected to be useful for high school students and art teacher to make the learning process more interesting and interest for students to understand and learn the material ..Keywords: Media; Interactif; Software, Hardware.
EKSPLORASI BENTUK KUPU-KUPU SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS ABSTRAK MELALUI TEKNIK FLICKED PAINTING (CIPRATAN) Tri Wahyuni; Tri Karyono; Yaya Sukaya
GRADASI Vol 1, No 3 (2013): ANTOLOGI SENI RUPA FPBS UPI EDISI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/grd psr.v1i3.282

Abstract

ABSTRAKKarya tulis (Skripsi Penciptaan) ini mengangkat sebuah kisah tentang bentuk kupu-kupu yang diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari dengan cara mengembangkan teknik lukisan abstrak melalui teknik cipratan oleh Sikat dan Sisir. Penemuan baru ini diambil dari proses akademik mata kuliah seni lukis III dengan cara mengembangkan bentuk kupu-kupu sebagai ide gagasan yang bereksplorasi tentang pemanfaatan bahan yang ada di lingkungan sekitar, bentuk tersebut dimanfaatkan sebagai media/bahan untuk menunjang dalam pembuatan karya, sehingga memiliki kegunaan selain benda pakai atau benda hias. Proses pembuatan lukisan ini, berupa pola yang dicetakan diatas lukisan dengan dilengkapi tempelan benang serta bahan pendukung lainnya. Pembuatan lukisan ini memang sangat berbeda dengan proses pembuatan lukisan para seniman pada umumnya. Selain teknik baru, teknik ini mampu menghasilkan karakter lukisan yang unik dan khas pada setiap karya yang diciptakan. Kelima karya tersebut memiliki konsep serta makna yang berbeda, namun pada umumnya semua karya menceritakan tentang analogi kisah kupu-kupu terhadap refleksi sebuah kehidupan manusia yang pantas untuk kita maknai sebagai hal positif dalam memunculkan motivasi hidup seperti siklus metamorposis kupu-kupu. Kata kunci : Eksplorasi; Kupu-kupu; Lukisan Abstrak; Cipratan; Pola ABSTRACTThis paper (composition paper) Took up the story of butterflies which are applied in daily life by using brush and comb on technical abtract painting development.The new discovery is taken from arts painting subject III in academic process, by developing butterflies shapes as an idea in creating the useful material exploration around the environment, these shapes are used in making this ceation, so it can be useful as a thing or artide. The making of  technical splashes processing the pattern is printed out on the picture by attaching yard and any other proponent. The five creations have different meaning, but generally all creations is talked about the butterflies analogy’s story on the reflection of human life for our motivation like butterflies metamorphosis. Keywords: Eksplorasi; Kupu-kupu; Lukisan Abstrak; Cipratan; Pola
PEMBELAJARAN SENI GRAFIS MELALUI MEDIA CD INTERAKTIF UNTUK SISWA SMA redy saputra; Zakarias S Soeteja
GRADASI Vol 1, No 3 (2013): ANTOLOGI SENI RUPA FPBS UPI EDISI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/grd psr.v1i3.278

Abstract

ABSTRAKMultimedia pembelajaran interaktif merupakan media yang tepat untuk menyampaikan pesan/materi pembelajaran kepada peserta didik. Melalui kemasan CD interaktif yang menarik, penulis mencoba menyampaikan materi pembelajaran seni grafis. Dalam karya tulis ini dijelaskan bagaimana rancangan dan perwujudan CD interaktif  yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah Atas, dalam mata pelajaran seni budaya, khususnya dalam pelajaran seni rupa tentang materi seni cetak grafis, yang sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) di dalam kurikulum. Proses penciptaan multimedia pembelajaran interaktif ini dilakukan dengan berbagai tahapan dimulai dengan analisis kebutuhan, hingga pengemasan. Dilihat dari unsur-unsur yang dihasilkan karya ini begitu bervariasi seperti teks, audio, video, animasi, dan gambar. Maka banyak melibatkan berbagai media hardware dan software. Dengan adanya multimedia pembelajaran interaktif ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Siswa SMA dan tenaga pengajar seni rupa untuk membuat proses pembelajaran lebih menarik serta memberikan ketertarikan bagi siswa untuk memahami dan mempelajari materi.Kata kunci : Media; Interaktif; Software, Hardware. ABSTRACTMultimedia interactive learning is an appropriate medium for conveying a message/ learning materials to students. Through interactive CD packaging is attractive, the author tries to convey the graphic arts learning materials. In this paper explained how the design and realization of an interactive CD that can be applied in high school, in the subjects of art and culture, especially in the subjects of fine art about art materials print making, which is in accordance with the Standards of Competence (SK) in the curriculum. The process of creation of multimedia interactive learning is done in various stages starting with a needs analysis, to packaging. Judging from the elements produced this work is so varied as text, audio, video, animations, and images. So many involve a variety of hardware and software. With the multimedia interactive learning is expected to be useful for high school students and art teacher to make the learning process more interesting and interest for students to understand and learn the material ..Keywords: Media; Interactif; Software, Hardware.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MERENGGA MOTIF BATIK DENGAN MEMANFAATKAN TUMBUHAN SEBAGAI SUMBER GAGASAN DI SMP NEGERI 12 BANDUNG Wita Afriani; Bandi Sobandi
GRADASI Vol 1, No 3 (2013): ANTOLOGI SENI RUPA FPBS UPI EDISI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/grd psr.v1i3.279

Abstract

ABSTRACT This study has not been optimal set of students in understanding merengga motif and the use of plants as a source of ideas. Formulation of the problem in this study: 1) How does learning improvement plan 2) How does the repair process of learning? 3) How do the results of the learning improvement, as a result of improving students' skills in merengga motif by using plants as a source of ideas in SMP Negeri 12 Bandung?The research methodology used is PTK with observation techniques, test and documentation techniques.Results obtained in the form of an increase of the improvement plan, implementation and improvement of learning outcomes with an average cycle of 1: 77.8, 2 cycles: 3 cycles of 80.7 and: 83.2. Students know the right way merengga motif by utilizing plants as ideas.Conclusion that the activities of the learning process in subjects merengga motif by using plants as a source of ideas to improve the ability of students to learn. ABSTRAKPenelitian ini berangkat dari belum optimalnya siswa dalam memahami merengga motif batik dan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber gagasan. Rumusan masalah pada penelitian ini: 1) Bagaimana rencana perbaikan pembelajaran 2) Bagaimana proses perbaikan pembelajaran? 3) Bagaimana hasil perbaikan pembelajaran, sebagai hasil meningkatkan kemampuan siswa dalam merengga motif batik dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai sumber gagasan di SMP Negeri 12 Bandung?Metodologi penelitian yang digunakan adalah PTK dengan teknik observasi, tes dan teknik dokumentasi.Hasil yang diperoleh berupa peningkatan dari rencana perbaikan, pelaksanaan dan hasil perbaikan pembelajaran dengan rata-rata siklus 1: 77,8 , siklus 2: 80,7 dan  siklus 3: 83,2. Siswa mengetahui benar cara merengga motif batik dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai gagasannya.Kesimpulan bahwa kegiatan proses pembelajaran dalam pokok bahasan merengga motif batik dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai sumber gagasan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar.Kata Kunci: Kemampuan Siswa, Merengga, Gagasan, dan Motif Batik
KARYA PATUNG IKAN HIU DENGAN MEDIA LIMBAH ANORGANIK (Limbah Anorganik Besi sebagai Sumber Media Berkarya Patung) Ipan Nurfahmil Ulum; Maman Tocharman; Dadang Sulaeman
GRADASI Vol 1, No 3 (2013): ANTOLOGI SENI RUPA FPBS UPI EDISI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/grd psr.v1i3.560

Abstract

ABSTRAK Karya Patung Ikan Hiu dengan Media Limbah Anorganik ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap ikan hiu, dan pemanfaatan limbah anorganik besi yang penulis wujudkan dalam karya seni patung. Ikan hiu adalah ikan yang bersifat agresif dalam bertahan hidup. Penulis menganalogikan sikap tersebut pada kehidupan manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Limbah anorganik besi adalah limbah yang bersifat solid sehingga sulit diurai. Selain itu juga, limbah tersebut mempunyai bentuk yang menarik sehingga penulis tertarik untuk mengolahnya. Pembuatan kerangka ikan hiu dengan menggunakan besi beton ukuran lima milimeter adalah proses awal. Setelah pembuatan kerangka, penulis memilih beberapa macam limbah anorganik besi seperti limbah mesin mobil (matahari, kopling, laher, bel klakson dan lain sebagainya), mesin motor (kanvas rem, gear, cakram, rantai, shock braiker, dan lain sebagainya), sepeda kayuh (gear, sadel, pengayuh dan lain sebagainya) untuk dirangkai dengan teknik konstruksi las listrik pada kerangka menjadi patung ikan hiu. Dalam proses penempelan limbah besi pada kerangka, ada limbah yang bentuknya dipotong (tidak utuh) dan ada pula yang tidak mengalami pemotongan (utuh). Penulis menampilkan tiga karya ikan hiu yang bersifat saling berkesinambungan satu dengan lainnya. Yakni patung gesture mengintai mangsa, patung gesture siap-siap menerkam mangsa dan patung gesture setelah menerkam mangsa.  Kata kunci: Ikan hiu, limbah anorganik besi dan gesture ikan hiu.
ANALISIS KERAMIK HIAS GERABAH PLERED UNTUK PANGSA EXPORT TAHUN 2010-2013 Fina Lestari; Maman Tocharman; Yadi Rukmayadi
GRADASI Vol 1, No 3 (2013): ANTOLOGI SENI RUPA FPBS UPI EDISI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/grd psr.v1i3.555

Abstract

ABSTRACTThe method used in this research is descriptive method with qualitative approach, this research area is the ceramic industry Jaka Perkasa at Anjun, Plered Purwakarta. Data collecting techniques used in this study include: observation, interviews, library research and documentation.The products of Jaka Perkasa industry are crafted to meet the needs of both export and local markets which made by ceramic craftsmen Plered together with PT Joshua as an exporter and ceramic models designer. Its existence brings the development of the ceramic craftsmen in Plered who not only produce for domestic purpose but also for international scale.The results of this study concluded that the forming process of these ceramics uses clay materials called puder mixed with mud and silt formed by rolling technique with the help of a turntable (perbot) which is moved manually by hand. The decorating techniques are vary with firing temperature up to 900°Celsius. Ceramic shapes are the development of a cylindrical shape wich has geometric and deformation of plants motifs. The color use in ceramics give the color tone and the ceramic surface texture can be smooth or rough, coarse texture can be seen on the surface of ceramic objects by the process of rubbing decorating technique. ABSTRAKMetode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, lokasi penelitian ini adalah industri keramik Jaka Perkasa yang bertempat di Desa Anjun Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi.Kriya keramik yang dihasilkan industri Jaka Perkasa merupakan produk keramik untuk memenuhi kebutuhan pasar baik export maupun lokal yang dibuat oleh kriyawan keramik Plered dengan PT Joshua sebagai eksportirnya. Keberadaannya merupakan adanya perkembangan bagi kriyawan keramik Plered yang tidak hanya menghasilkan produk lokal namun ada juga produk keramik yang dihasilkan kriyawan Plered untuk skala internasional.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembentukan keramik pangsa export bahan utama yang digunakan adalah tanah liat puder yang dicampur dengan lumpur dan pasir halus yang dibentuk dengan teknik putar dengan bantuan meja putar (perbot) yang digerakan secara manual oleh tangan. Proses dekorasi yang berbeda-beda tekniknya dengan suhu pembakaran 900° Celsius. Bentuk keramik yang dibuat pengembangan dari bentuk silinder dengan pemberian motif geometris dan stilasi tumbuhan. Penggunaan warna pada keramik memperlihatkan unsur gelap terang dengan tekstur  permukaan keramik ada yang halus dan kasar, tekstur kasar dapat dilihat pada permukaan benda keramik dengan proses dekorasi menggunakan teknik gosok. Kata kunci: Keramik pangsa export, Bentuk keramik, Teknik dekorasi.
KAJIAN GAMBAR EKSPRESI KARYA SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR (Studi Deskriptif Analitik terhadap Karakteristik Gambar Karya Siswa Kelas 3 SDN 01 Gandrungmangu Kabupaten Cilacap) Septian Nurfatoni; Maman Tocharman; Bandi Sobandi
GRADASI Vol 1, No 3 (2013): ANTOLOGI SENI RUPA FPBS UPI EDISI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/grd psr.v1i3.557

Abstract

ABSTRAK      Karakteristik gambar ekspresi karya siswa kelas 3 dipilih karena tingkat ekpresi kreatifnya sedang dalam masa emas atau puncak. Penelitian dilakukan di SDN 01 Gandrungmangu Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Kepala Sekolah, Guru Wali Kelas 3, dan gambar ekspresi karya siswa-siswi kelas 3 SDN 01 Gandrungmangu menjadi narasumber dan objek yang diteliti. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui tipe dan gaya pada gambar ekspresi karya siswa kelas 3 tersebut. Pendekatan kualitatif merupakan metode yang cocok dalam menggali makna yang terdapat pada objek penelitian yang dikaji peneliti. Selanjutnya dalam pemilihan metode, peneliti menggunakan metode deskriptif  dalam penggambaran data. Setelah penelitian dilakukan, diperoleh hasil penelitian yang kemudian disimpulkan bahwa karakteristik umum yang muncul dalam gambar karya siswa laki-laki maupun perempuan sebagian besar adalah tipe visual. Tipe haptik sebagian kecil ditemukan pada hasil gambar anak. Gaya yang tampak pada gambar karya siswa kelas 3 yaitu sebagian bergaya structural form, sebagian kecil bergaya lyrical, rhythmical pattern, dan romantic. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar tenaga profesional atau guru pengajar di bidang kesenirupaan lebih memperdalam pengetahuan dan wawasan mengenai teori kreativitas dan ekspresi kreatif siswa.Kata Kunci: Gambar Ekspresi; Karakteristik; Siswa; Sekolah Dasar. ABSTRACT      The characteristics of expression drawings made by class 3 students  have been choosen because of their creative expression levels are in the golden age or top period. The research is located in SDN 01 Gandrungmangu subdistrict Gandrungmangu, Cilacap regency. The Headmaster, Teacher of Class 3, and expression drawings made by class 3 students of SDN 01 Gandrungmangu become an informant and research object. The purpose of the research was to determine the type and style of class 3 student’s expression drawings. A qualitative approach is a suitable method to explore the meaning of the object contained in the studies reviewed research. Furthermore, in the selection of methods, researcher used the descriptive method of data depiction. Once the research is done, the result of research concluded that the common characteristics that appear in the drawings of boys and girls students are mostly visual type. Only a little amount of Haptic type found in the results of the children drawings. Styles shown in the drawings of the class 3 students are mostly stylized structural form, another few amount lyrical style, rhythmical pattern, and romantic. Based on these results, it is suggested that professionals or teachers teaching in the field of artistic further deepening of knowledge and insight about the theory of creativity and creative expression of students.Keywords: Expression drawings; Characteristics; Students; Elementary School.KAJIAN GAMBAR EKSPRESI KARYA SISWATINGKAT SEKOLAH DASAR(Studi Deskriptif Analitik terhadap Karakteristik Gambar Karya Siswa Kelas 3 SDN 01 Gandrungmangu Kabupaten Cilacap)
KAIN TENUN IKAT DENGAN BAHAN SUTERA ALAM (Analisis Deskriptif Oranamen Kain Tenun Ikat dengan Bahan Sutera Alam di Kampung Tenun Panawuan Kabupaten Garut) Genisa Meira; Tity Soegiarty; Bandi Sobandi
GRADASI Vol 1, No 3 (2013): ANTOLOGI SENI RUPA FPBS UPI EDISI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/grd psr.v1i3.558

Abstract

ABSTRACTWeaving village is a production house which is under the supervision of weaving Weaving Cita Indonesia (CTI) and Perusahaan Gas Negara (PGN). Weaving Village 's existence provides evidence that the development of weaving in West Java is growing and seeks to preserve the existing cultural heritage from generation to generation to the decline of this. Weaving using raw materials imported from China.The method used is descriptive method of analysis with a qualitative approach  this study is the location of Alam Sutera Family which is the production center in Kampung Weaving Panawuan Garut Panawuan located in Loa, Sukajaya Village, Tarogong Kidul District, Garut regency, West Java. Data collecting techniques used in this study include: observation, interviews, library research, and documentation.Based research concludes that the process of making ikat weaving in the village of Alam Sutera particularly in the Family are still using the traditional loom loom machines (Lurik). The manufacturing process is divided to two stages. First is the preparation stage of weaving called gumingan the cooking process to remove the silk yarn resin contained in suteta thread. The second process is the process of weaving which is divided into two parts before weaving, the process is the process of making lungsi and weft threads. Idea / notion of making these ornaments were taken from the natural surroundings in Garut regency and that became the hallmark of Garut. Judging from the kind of ornaments that were studied were type of ornament Diamonds, Ethnic modifications NTT, Bali and Kalimantan, Flower Puspa, Tread Dara Flowers, Flowers Gambir, Kusuma Flower, Bird Stork, Sumping, Garut and ukel modification Ethnic Borneo. Ornaments that looked at Kampung Weaving is geometric and non-geometric ornaments and ornaments are modifications of other areas. Key Words: String Tenun, Ornament, Silk, ATBM ABSTRAKKampung Tenun adalah sebuah rumah produksi tenun yang merupakan binaan dari Cita Tenun Indonesia (CTI) dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Adanya Kampung Tenun ini memberikan bukti bahwa perkembangan tenun di Jawa Barat semakin berkembang dan berupaya untuk melestarikan warisan budaya yang sudah ada secara turun-menurun dari generasi ke genarasi ini. Pengolahan sutera sebagai bahan baku di Kampung Tenun menggunakan bahan baku yang diimpor dari Cina.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif, lokasi penelitian ini adalah Sutera Alam Family yang merupakan pusat produksi di Kampung Tenun Panawuan Kabupaten Garut yang berlokasi di Panawuan Loa, Desa Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan kain tenun ikat di Kampung Tenun khususnya di Sutera Alam Family masih menggunakan alat tenun tradisional yaitu alat tenun bukan mesin (ATBM). Proses pembuatannya itu terbagi kepada dua tahapan. Pertama adalah tahap persiapan menenun yang disebut gumingan yaitu proses pemasak benang sutera untuk menghilangkan resin yang terdapat pada benang sutera. Proses yang kedua adalah proses menenun yang dibagi menjadi dua bagian sebelum menenun, proses tersebut yaitu proses pembuatan benang lungsi dan pakan. Ide/gagasan pembuatan ornamen ini diambil dari alam sekitar di wilayah Kabupaten Garut dan yang menjadi ciri khas Garut. Dilihat dari jenis ornamen yang diteliti adalah jenis ornamen Wajik, Etnik modifikasi NTT, Bali dan Kalimantan, Bunga Puspa, Bunga Tapak Dara, Bunga Gambir, Bunga Kusuma, Burung Bangau, Sumping, Etnik Garut dan Ukel modifikasi Kalimantan. Ornamen yang tampak pada Kampung Tenun adalah ornamen geometris dan non geometris serta terdapat ornamen modifikasi dari daerah lain. Kata Kunci: Tenun Ikat, Oranamen, Sutera, ATBM

Page 1 of 2 | Total Record : 13