cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "JKKT Volume 3 Nomor 3 (2015)" : 14 Documents clear
INDIKASI INSEMINASI INTRAUTERINE AKIBAT FAKTOR PRIA Hododjojo, Edmont; De Queljoe, Edwin; Tendean, Obrien S
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 3 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inseminasi intrauterine/IUI merupakan salah satu prosedur yang banyak dipakai  di klinik fertilitas dan biasanya merupakan pilihan pengobatan pertama pada pasien-pasien dengan gangguan infertil, Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, infertilitas akibat faktor pria. Sebelum datangnya IVF dan ICSI, inseminasi donor terapeutik adalah satu-satunya pilihan perawatan yang dapat berjalan untuk pasangan dengaan infertilitas faktor pria yang berat. Inseminasi intrauterine/IUI menggunakan sperma suami telah dilakukan secara luas untuk menangani infertilitas dengan berbagai indikasi seperti faktor infertilitas pada pria. Oleh karena resiko terhadap timbulnya gangguan kesehatan yang rendah, pelaksanaan yang lebih mudah, biaya yang rendah, dan angka keberhasilan yang relatif tinggi, kesimpulannya IUI umumnya ditawarkan lebih dulu sebelum prosedur IVF yang memakan banyak biaya. Kata Kunci: Infertilitas pada pria,IVF,ICSI,Terapeutik,Gangguan kesehatan
RESIKO MATERNAL DAN LUARAN PERINATAL DENGAN OLIGOHIDRAMNION DI BLU RSU PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Lumentut, Anastasia
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 3 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan volume cairan ketuban atau oligohidramnion pada kehamilan dibandingkan dengan volume cairan ketuban yang normal berhubungan dengan meningkatnya deselerasi pada denyut jantung janin, cairan ketuban mekonium, persalinan seksio sesarea, skor Apgar rendah pada menit pertama, berat badan lahir < 2500 gram, dan perawatan bayi di NICU. Deteksi awal pada oligohidramnion dan penanganan yang tepat dapat menurunkan perinatal morbiditas dan mortalitas serts menurunkan jumlah persalinan seksio sesarea. Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan oligohidramnion pada luaran perintal dengan gawat janin, NST non-reaktif, cairan ketuban mekonium, serta hubungannya dengan persalinan seksio sesarea dengan persalinan spontan. Rata-rata umur maternal 30,05 tahun. Pada penelitian ini, insiden oligohidramanion paling banyak ditemukan pada kelompok primigravida sebesar 55% dan morbiditas operatif  juga ditemukan pada primigravida. Penyebab terbanyak oligohidramnion adalah idiopatik sebesar 42%. Kedua terbanyak didapatkan pada kelompok dengan hipertensi dalam kehamilan yaitu sebesar 35%. Adanya hubungan peningkatan seksio sesarea pada oligohidramnion dengan NST non-reaktif sebesar 36% dan oligohidramnion berhubungan dengan peningkatan perawatan bayi di NICU.Kata Kunci: Oligohidramnion, Maternal, Luaran Perinatal, Seksio Sesarea
CORRELATION BETWEEN CERVICAL LENGTH WITH SUCCESSFUL LABOR INDUCTION Tendean, Hermie M. M.
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 3 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective : To determine the correlation between cervical length on transvaginal ultrasound assessment with successful labor induction. Method : This was an observational study with crosssectional approach to 39 consecutive women who undergoing induction of labor in the Department of Obstetrics and Gynecology, Prof. dr. R.D. Kandou Manado general hospital. Cervical length was measured by transvaginal ultrasound prior to induction of labor. Labor induction were success if vaginal delivery occured within 24 hours after induction of labor began. Results:Induction of labor succeed in 34 subjects (87.18%) with a mean of cervical length 2,60 + 0,43 cm and failed in 5 subjects (12.82%) with a mean of cervical length of 3,54 + 0,77 cm (p = 0.006). The optimal cut off point for predicting the success of labor induction was 2,895 cm. Cervical length ≤ 2,895 cm had a sensitivity of 79,41% and a specificity of 80,00%, positive predictive value of 93,10%, negative predictive value of 36,63% andaccuracy of 79,49%. Conclusion: There was a significant correlation between cervical length with the successful induction of labor, cervical length ≤ 2.895 cm can be used to predict the success of labor induction.  Keywords: Induction of Labor, Cevical Length,  Transvaginal Ultrasound
HUBUNGAN PENGGUNAAN HEADSET TERHADAP FUNGSI PENDENGARAN PADA MAHASISWA ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Laoh, Alvin; Rumampuk, Jimmy F.; Lintong, Fransiska
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 3 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Headset adalah gabungan antara headphone dan mikrofon. Alat ini biasanya digunakan untuk mendengarkan suara dan berbicara dengan perangkat komunikasi atau komputer.Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan penggunaan headset terhadap fungsi pendengaran pada mahasiswa angkatan 2012 fakultas kedokteran Universitas SamRatulangi. Jenis penelitian adalah analitik observasional, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil semua Mahasiswaangkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.Jumlah sampel adalah 30 orang, penentuan sampel dengan teknik purposive sampling berdasarkan kebutuhan peneliti. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa Asymp signifikan yaitu 0,01 < 0,05atau (nilai P = 0,01<0,05). Dari hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan headset terhadap kualitas pendengaran pada mahasiswa Angkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.   Kata Kunci: Headset. Fungsi Pendengaran, Mahasiswa
GAMBARAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI PPA (PUSAT PENGEMBANGAN ANAK) ID-127 DI KELURAHAN RANOMUUT MANADO TAHUN 2015 Senduk, Aldrin Lucky; Siagian, Iyone; Palandeng, Henry M.F.
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 3 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Riskesdas 2013 menunjukkan, secara nasional, prevalensi berat-kurang pada tahun 2013 adalah 19,6% dimana 5,7% gizi buruk dan 13,9% gizi kurang. Data di Sulawesi Utara untuk 2013 menunjukkan prevalensi status gizi BB/TB<-2SD tahun 2013 adalah 10%. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan mengadakan survei. Tujuan Untuk mengetahui gambaran status gizi anak Balita di PPA (Pusat Pengembangan Anak) ID-127 di Kelurahan Ranomuut Manado dan pengetahuan orang tua anak Balita di PPA ID – 127 di Kelurahan Ranomuut, Manado. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh anak Balita yang berada di PPA (Pusat Pengembangan Anak) ID-127 Kelurahan Ranomuut dengan total populasi 62 orang anak. Sampel sama dengan jumlah populasi.Hasil penelitian ini menunjukkan Gambaran status Gizi anak Balita di PPA ID – 127 Kelurahan Ranomuut Manado, 93,5% adalah berada pada batas normal dan pengetahuan orang tua tentang gizi di di PPA ID – 127 Kelurahan Ranomuut Manado sebagian besar dalam keadaan baik.   Kata Kunci: Status Gizi, PPA, Balita
GAMBARAN GANGGUAN RADIASI HANDPHONE TERHADAP KESEHATAN SISWA KELAS XI SMK DISCOVERY MANADO Manarisip, Meldy; Rumampuk, Jimmy F.; Pangemanan, Damajanti H.C.
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 3 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Handphone merupakan sumber radiasi potensial yang membahayakan. Signal telepon seluler yang dikirim membentuk dua buah lapangan radiasi yakni, medan magnet dekat dan medan magnet jauh. Penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian, handphone saat standby tertinggi Mito, terendah Samsung. Saat panggilan tertinggi Mito dan Evercoss, terendah Advan. Saat menerima panggilan, terbesar adalah Mito, terendah Samsung. Hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan kuesioner menunjukan siswa yang mengalami jenis gangguan kesehatan sejak menggunakan handphone lebih besar dari jumlah responden. Hal ini karena responden bias memilih lebih dari satu gangguan yang terdapat dalam daftar isian. Diketahui bahwa gangguan yang paling sering dialami adalah gangguan pola tidur sebanyak 37 orang (19.2%) dan kehilangan konsentrasi 28 orang (14.5%).   Kata Kunci: Handphone, Gangguan Kesehatan
PENGARUH PEMBERIAN TEH CINA DAN TEH MELATI TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS WISTAR Jocom, Edward G.; Wowor, P. M.; Wuisan, Jane
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 3 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai suku bangsa, dan  sebagian besar masih tergantung pada sumber daya alam sekitar, tumbuhan masih sangat dipercaya sebagai obat Tradisional. Salah satu contoh adalah tanaman teh yang sangat banyak digunakan dalam kehidupan masyarakat.  Teh dipercaya memiliki banyak manfaat dalam tubuh. Terdapat juga berbagai jenis teh di Indonesia. Dalam hal ini teh cina dan teh melati yang dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah dan juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Dari sumber masyarakat Tiong hoa di sekitar, teh cina sangat dipercaya dapat menurunkan kadar gula dalam darah, juga artikel2 yang sering di tulis tentang manfaat teh cina tentang kesehatan, salah satunya adalah menurunkan kadar gula darah. Penelitian in bertujuan untuk melihat efek teh cina (oolong) dan teh melati dalam menurunkan kadar gula darah pada tikus wistar. Penelitian ini adalah penilitian eksperimental. Hasil penelitian ini menunjukan data yang didapat melalui penelitian berdasarkan beberapa kelompok tikus yang diinduksi aloxan, kelompok 1 yaitu kelompok kontrol negatif, tidak menunjukan efek apapun, kelompok 2, yaitu kelompok yang diberikan alloxan dan teh melati, Setelah diukur kadar gula darah di menit 0, diberikan teh melati melalui oral dengan bantuan NGT, dan diukur lagi gula darah tiap 30 menit sampai dengan menit ke 120. Pada tikus 1 dan 2 tidak terjadi perubahan yang berarti pada kadar gula darah. Pada kelompok 3, yaitu kelompok yang diberikan alloxan dan teh cina, pada tikus 1 tidak terjadi penurunan yang tinggi tetapi pada tikus 2 dan 3 terjadi penurunan sedikit gula darah dari pengujian menit 0 sampai menit ke 120.   Kata Kunci: Gula Darah, Teh Melati, The China, Tikus Wistar
PERILAKU MAHASISWA ANGKATAN 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI TERHADAP MAKANAN CEPAT SAJI Lyo, Alfionita Maria Regina; Lampus, Benedictus S.; Siagian, Iyone E. T.
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 3 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi, makanan ini mudah ditemukan di mana-mana seperti makanan cepat saji sekarang lebih luas untuk ditawarkan untuk masyarakat. Frekuensi makanan cepat saji dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti media massa, uang saku, pengetahuan dan sikap terhadap makanan cepat saji. Makanan cepat saji mengandung tinggi kalori, lemak, gula dan natrium, tapi kurang serat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk determinate perilaku mahasiswa kedokteran tahun 2013 terhadap konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan teknik sederhana dari random sampling dengan sampel 71 siswa. Data yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada responden yang dipilih kemudian diolah dengan menggunakan metode scoring. Perilaku tingkat pengetahuan mahasiswa fakultas kedokteran 2013 di Universitas Sam Ratulangi makanan cepat saji di baik dikategorikan 90,1%. Mahasiswa sikap tingkat faculty2013 medis di Universitas Sam Ratulangi makanan cepat saji dikategorikan baik 100%. Mahasiswa tindakan tingkat fakultas kedokteran 2013 di Universitas Sam Ratulangi makanan cepat saji dikategorikan cukup baik 98,6%, meskipun masih ada 1,4% dikategorikan tidak baik.   Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Makanan Cepat Saji, Mahasiswa Kedokteran
GAMBARAN KONTRAINDIKASI PENCABUTAN GIGI DI RSGM UNSRAT TAHUN 2014 Payung, Heny; Anindita, Pritartha S.; Hutagalung, Bernat S. P.
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 3 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencabutan gigi terkadang tidak bisa dilakukan karena adanya kontraindikasi, seperti kelainan sistemik dan kondisi tertentu. Kontraindikasi ini bisa bersifat mutlak atau relatif tergantung pada kondisi umum pasien. Pengetahuan atau keterampilan dokter gigi yang tidak cukup untuk menangani komplikasi yang mungkin terjadi, maka dokter gigi akan membatalkan atau menunda pencabutan gigi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kontraindikasi pencabutan gigi di RSGM Unsrat tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif retrospektif. Populasi yang digunakan yaitu seluruh kartu rekam medik pasien yang datang untuk pencabutan gigi dengan kontraindikasi di RSGM Unsrat tahun 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Besar sampel pada penelitian ini setelah melihat kriteria inklusi dan ekslusi menjadi 136 kartu rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pencabutan gigi yang tercatat pada kartu rekam medik umum dan bagian bedah mulut di RSGM Unsrat pada tahun 2014 berjumlah 576 pasien. Pasien yang datang tanpa adanya kontraindikasi berjumlah 440 orang (76,39%), sedangkan yang datang dengan adanya kontraindikasi berjumlah 136 orang (23,61%). Kontraindikasi hipertensi dengan persentase tertinggi pada laki-laki sebesar 10,56%,  dan perempuan sebesar24,22%. Persentase kontraindikasi asma tertinggi pada kelompok umur 0-11 sebesar 3,11%, dan 12-25 tahun sebesar 7,45%. Persentase kontraindikasi hipertensi tertinggi pada kelompok umur 26-45 tahun sebesar 8,07%, dan 46-65 tahun sebesar 14,29%. Kontraindikasi fisiologis tertinggi yaitu usia lanjut dengan persentase 10,56%. Kontraindikasi pencabutan gigi tertinggi di RSGM Unsrat tahun 2014 yaitu hipertensi (34,78%), kemudian diikuti oleh asma (19,88%), diabetes mellitus (10,56%), usia lanjut (10,56%), dan penyakit jantung (7,45%).   Kata Kunci: Pencabutan Gigi, Kontraindikasi
POLA PENYAKIT PENDERITA RAWAT INAP di SMF THT-KL RSU PROF. DR. R. D. KANDOU PERIODE JANUARI 2011 – DESEMBER 2011 Gontung, Brammy B.; Palandeng, Ora I.; Pelealu, Olive C. P.
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 3 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya penyakit tidak menular turutama diakibatkan oleh perubahan pada pola makan dan gaya hidup. Pola makan telah bergeser dari pola makan yang mengandung banyak karbohidrat dan serat sayuran menjadi pola makan di mana komposisi makanan menjadi terlalu banyak mengandung protein, lemak, gula, garam dan mengandung sedikit serat. Oleh karena itu sistem kesehatan di Indonesia juga harus meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan. Dimana, kualitas yang buruk dan inefisiensi masih merupakan masalah utama. Inefisiensi dan buruknya kualitas dalam sektor kesehatan ini telah mengakibatkan rendahnya tingkat fasilitas sektor publik dan sektor swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penyakit penderita rawat inap di SMF THT-KL RSU PROF KANDOU Periode Januari 2011 – Desember 2011 dan penelitian ini tergolong jenis penelitian deskriptif retrospektif. Sampel penelitian ini adalah seluruh penderita rawat inap di SMP THT-KL RSU PROF KANDOU. Data ini dikumpulkan melalui catatan medik rumah sakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat jumlah pasien rawat inap 251 orang yang terdiri dari jenis kelamin laki-laki 154 orang dan perempuan 97 orang. Pasien rawt inap terbesar pada kelompok  usia 1-9 tahun dengan persentasi 21,51% yang terdiri dari laki-laki 11,55% dan perempuan 9,96%. Sedangkan pasien rawat inap terendah terdapat pada kelompok umur ≥70 tahun yaitu 1,19% yang terdiri dari laki-laki dan perempuan 0,39%. Sepuluh penyakit terbanyak yaitu faringitis akut, epistaksis, tonsillitis, karsinoma nasofaring, tonsilofaringitis, disfagia, sinusitis, rhinofaringitis, korpus alienum esophagus, dan polip nasi.   Kata Kunci: Pola Penyakit, Layanan Kesehatan, Penderita Rawat Inap

Page 1 of 2 | Total Record : 14