cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
MOTIVASI MELAKUKAN SELF MONITORING BLOOD GLUCOSE DENGAN DIABETES SELF MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Masi, Gresty Natalia Maria; Yulia, Ns; Masfuri, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2020): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v8i1.36598

Abstract

Abstrak Kontrol glukosa darah dapat dipertahankan melalui perawatan mandiri. Motivasi melakukan self monitoring blood glucose (SMBG) yang baik dapat meningkatkan diabetes self management pada pasien diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi melakukan SMBG dengan diabetes self management pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan crossectional, melibatkan 96 pasien. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner karakteristik responden, Treatment Self Regulation Questionare, Diabetes Self Management Questionare, Diabetes Knowledge Scale. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi melakukan SMBG dengan diabetes self management (p = 0,001). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan motivasi melakukan SMBG berhubungan dengan didabetes self management setelah dikontrol variabel pengetahuan. Kesimpulan diperlukan perhatian khusus dari perawat untuk meningkatkan motivasi melakukan SMBG pada pasien diabetes melitus tipe 2 dalam self care management. Kata kunci : Motivasi, SMBG, diabetes self management Abstract Glycemic control could be maintained through diabetes self-management. Motivation to perform self-monitoring blood glucose (SMBG) could improve diabetes self-management in type 2 diabetes mellitus patients. The purpose of this study was to explore the relationship between motivation to perform SMBG and diabetes self-management in patients with type 2 diabetes mellitus. This study applied quantitative method with a cross sectional approach, involving 96 patients. The Instruments used were questionnaires for respondent characteristics, Treatment Self-Regulation Questionnaire, Diabetes Self Management Questionnaire and Diabetes Knowledge Scale. The results show that there was a significant relationship between motivation to perform SMBG and diabetes self-management (p = 0,001). Results of logistic regression analysis showed that motivation to perform SMBG is associated with diabetes self-management after controlled by knowledge variable. In conclusion it is a necessarily for nurses to provide attention to increase motivation to perform SMBG in patients with type 2 diabetes mellitus as part of self care management. Keywords: Motivation, SMBG, diabetes self management
HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN DENGAN HILANGNYA GEJALA KLINIS TUBERKULOSIS PARU DI POLI PARU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Beelt, Melinda Christine; Ismanto, Yudi; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5998

Abstract

Abstract: Pulmonary tuberculosis ( tb ) , is an infective disease caused by bacteria mikrobakterium tuberculosis. Pulmonary tuberculosis is a disease killer second largest after the human immunodeficiency virus hiv ) / ( acquired immune deficiency syndrom ( aids ) around the world caused by infectious agents single. Treatment of disease tuberculosis treatment is very closely to do with compliance , interconnected and the two things relating , a tuberculosis sufferers compliance can be seen of how he routinely drink medicine regularly , checking phlegm to the rules that has been recommended , and taking a drug and health services to the health check every month. Research purposes to analyze relations treatment compliance with loss of clinical symptoms pulmonary tuberculosis.Design this research is by descriptive analytic approach cross sectional. Research conducted in october 2014 1-9 of date in RSUP. Prof.Dr..R.D.With sample kandou manado totaled 30 respondents. The results of research calculated by applying chi-square test on a significance level 95% (α > 0,05) and obtained p = 0,000 , which means H0 rejected. Conclusion 100 % there are the relationship between compliance treatment with the loss of clinical symptoms pulmonary tuberculosis in pulmonary poli RSUP.Prof .Dr .R .D .Kandou manado. Suggestion for people to more attention to the danger of pulmonary tuberculosis with making efforts to prevent and treat disease pulmonary tuberculosis. Abstrak: Tuberkulosis paru (TB), adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikrobakterium tuberkulosis. Tuberkulosis paru adalah penyakit pembunuh kedua terbesar setelah Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired immune Deficiency Syndrom (AIDS) di seluruh dunia yang disebabkan oleh agen infeksi tunggal. Pengobatan penyakit Tuberkulosis sangat erat hubungannya dengan kepatuhan pengobatan, kedua hal tersebut saling berhubungan dan berkaitan, kepatuhan seorang penderita Tuberkulosis dapat dilihat dari bagaimana ia rutin meminum obat secara teratur, memeriksakan dahak sesuai aturan yang telah dianjurkan, dan mengambil obat serta memeriksakan kesehatannya ke pelayanan kesehatan setiap bulannya.Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan kepatuhan pengobatan dengan hilangnya gejala klinis tuberkulosis paru. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada dari tanggal 1-9 Oktober 2014 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dengan sampel berjumlah 30 responden. Hasil penelitian dihitung dengan menggunakan Uji Chi-square pada tingkat kemaknaan 95% (α > 0,05) dan diperoleh p = 0,000, yang berarti H0 ditolak. Kesimpulan 100 % terdapat hubungan antara Kepatuhan Pengobatan dengan Hilangnya Gejala Klinis Tuberkulosis Paru di Poli Paru RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Saran bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan bahaya dari tuberkulosis paru dengan melakukan upaya-upaya untuk mencegah dan mengobati penyakit tuberkulosis paru. Kata Kunci : Kepatuhan, Tuberkulosis Paru. Daftar Pustaka : 28 Buku, 7 jurnal (2001-2013).
HUBUNGAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 REMBOKEN KABUPATEN MINAHASA Kairupan, Juwinda Meini Ayu; Rottie, Julia; Malara, Reginus
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11907

Abstract

Abstract: Insomnia is difficulty initiating and maintaining sleep so can not meet the need for adequate sleep , both quantity and quality. Smoking is one of the causes of insomnia. Smoking is an act of burning a tabacco which inhaled the smoke from the burning process in a form of cigarette or a pipe. The purpose of this study was to analyze the relationship of smoking with the incidence of insomnia in adolescents at SMA N 1 Remboken Minahasa District. The research method is used observational analytic with cross sectional design. The sampling technique in research is total sampling with 47 sample. Data collected by using a questionnaire. The results based on statistical test Chi - Square with a 95 % significance level ( α ≤ 0.05 ) are presented in the table 2x2 obtained by value p = 0.004 which is smaller than α (0.05) with Ho rejected and Ha accepted. Conclusion there is a relationship of smoking with the incidence of insomnia in adolescents in SMA Negeri 1 Remboken Minahasa District. Advice for the educators to better supervise and prevent students who smoke because smoking can cause insomnia which impact on the learning achievement of adolescents who smoke. Key words: Smoking, The Incidence of Insomnia. Abstrak: Insomnia adalah kesukaran dalam memulai dan mempertahankan tidur sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan tidur yang adekuat, baik kuantitas maupun kualitas. Merokok merupakan salah satu penyebab insomnia. Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya, baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan merokok dengan kejadian insomnia pada remaja di SMA Negeri 1 Remboken Kabupaten Minahasa. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah 47 sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik Chi-Square test dengan tingkat kemaknaan 95 % (α = 0,05) disajikan dalam tabel 2x2 diperoleh nilai p = 0,004 yakni lebih kecil dibandingkan α (0,05) dengan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan terdapat hubungan merokok dengan kejadian insomnia pada remaja di SMA Negeri 1 Remboken Kabupaten Minahasa. Saran diharapkan tenaga pendidik agar lebih mengawasi dan lebih mencegah siswa-siswa yang merokok karena merokok dapat menyebabkan insomnia yang berdampak pada penurunan prestasi belajar remaja yang merokok. Kata kunci : Merokok, Kejadian Insomnia.
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN STRES KERJA PERAWAT DI RSU GMIM BETHESDA TOMOHON Mundung, Grace Jinny; Kairupan, B H Ralph; Kundre, Rina
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.22900

Abstract

Abstract :Stress is an epidemic that spreads throughout the world according to the WorldHealth Organization. Stress occurs in Asian countries Survey from PPNI in 2006, around50.9% of nurses, worked in 4 provinces in Indonesia. Objective :this research is to know thecorrelation between coping mechanisms with job stress in nurses at general hospital GMIMBethesda Tomohon. Research Design : Type of this research is quantitative and usingdescriptive analytic research method with cross sectional approach. The sampling techniqueusing probability sampling, stratified random sampling method and to determine the samplesize, using the Slovin formula and obtained a sample of 53 respondents. Research Result :This research used the Kolmogorov-Smirnov test at a significant level of 95% which foundthat a significant value was 0.001. Conclusion : results of this research indicate that there isa correlation between coping mechanisms and job stress in nurses at general hospital GMIMBethesda Tomohon.Keywords: Nurse, Coping Mechanisms, Job StressAbstrak :Menurut World Health Organization stres merupakan epidemi yang menyebar keseluruh dunia. Stres terjadi di negara-negara Asia. Survei dari PPNI tahun 2006, sekitar50,9% perawat yang bekerja di 4 provinsi di Indonesia mengalami stres kerja. Tujuan :penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan stres kerjaperawat di RSU GMIM Bethesda Tomohon. Desain penelitian : jenis penelitian kuantitatifmenggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.Teknik pengambilan sampel probability sampling metode stratified random sampling danuntuk menentukan besar sampel menggunakan rumus Slovin, didapat jumlah sampelsebanyak 53 responden. Hasil penelitian : menggunakan uji Kolmogorov-smirnov padatingkat kemaknaaan 95% di dapat bahwa nilai signifikan adalah 0.001. Kesimpulan : hasilpenelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan stres kerjaperawat di RSU GMIM Bethesda Tomohon.Kata Kunci: Perawat, Mekanisme Koping, Stres Kerja
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR EKSTERNAL DENGAN RESPONSE TIME PERAWAT DALAM PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI IGD RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Naser, Rima Wahyu Aprianti M; ., Muliady; Malara, Reginus
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8022

Abstract

Abstrak: Response Time merupakan waktu antara dari permulaan suatu permintaan ditanggapi, waktu tanggap yang baik yaitu <5 menit. Response time >5 menit akan berdampak buruk bagi kualitas hidup pasien. Dimana faktor eksternal dapat memepengaruhi response time perawat diantaranya ketersediaan stretcher, ketersediaan alat atau obat-obatan, dan beban kerja perawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan faktor-faktor eksternal dengan response time perawat dalam penanganan pasien gawat darurat Sampel diambil dengan teknik pengambilan purposive sampling yaitu 40 sampel. Desain Penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan lembar kuisioner. Hasil penelitian uji statistic chi square didapatkan (a) terdapat hubungan ketersediaan stretcher dengan response time perawat dengan p = 0,000, (b) terdapat hubungan ketersediaan alat atau obat-obatan dengan response time perawat dengan p = 0,005, (c) tidak ada hubungan beban kerja dengan response time perawat dengan p = 0,847. Saran untuk tenaga kesehatan agar mengikuti pelatihan gawat darurat tentang response time yang sesuai dan untuk pihak rumah sakit agar meningkatkan sarana prasarana di IGD, dan menyesuaikan jumlah perawat dengan pasien.Kata Kunci: Respone Time, Stretcher, Alat atau obat-obatan, Beban kerja Perawat.
HUBUNGAN KEJADIAN STRES DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA DI BALAI PENYANTUNAN LANJUT USIA SENJAH CERAH KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO Seke, Prisilia Alva; Bidjuni, Hendro; Lolong, Jill
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12880

Abstract

Abstract: Hypertension is one of the deadly disease in the world. The characteristic of hypertension basically unstable and uncontrollable. Indifference for the treatment and continuous stress will make hypertension getting worse. Stress that occurs in a person affected by a variety of sources. Stress can come from the person itself, family and community. Hypertension often occurs in the elderly due two stiffness in the artery that cause blood pressure rises. Moreover, age factor affect the rates of hypertension in the elderly. Research Purpose to know relation between stress and hypertension in the elderly. Methods design of this study using analitic observasional with cross sectional approach. The population are all elderly who stay in at Balai Penyantunan Lanjut Usia Senjah Cerah Manado and using total sampling technique that involved 50 elderly. The tools that used in this study are questionnaires and observation sheet. Results: by using Fisher’s Exact Test (p=0,000) there isi significan relation between stress and hypertension in the elderly. Conclusion there isi significan relation between stress and hypertension in the elderly. Suggestion for elderly keep away from stress that effect blood pressure rises. And for reader this research can be used as additional resources. Keywords : Stress, Hypertension, Elderly Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan yang paling mematikan didunia. Hipertensi pada dasarnya memiliki sifat yang cenderung tidak stabil dan sulit intuk dikontrol. Ketidakpatuhan dalam pengobatan dan stres yang berkepanjangan dapat menambah parah hipertensi. Stres yang terjadi pada seseorang dipengaruhi oleh berbagai sumber. Sumber-sumber stres: dari dalam diri, keluarga dan komunitas. Lansia sering terkena hipertensi disebabkan oleh kekauan pada arteri sehingga tekanan darah meningkat. Selain itu faktor usia mempengaruhi penyakit hipertensi pada lansia. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan kejadian stres dengan penyakit hipertensi pada lansia. Metode: menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia yang tinggal di Balai Penyantunan Lanjut Usia Senjah Cerah Manado. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 50 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian stres dengan penyakit hipertensi pada lansia dengan menggunakan Fisher’s Exact Test (p=0,000). Saran: untuk lansia dapat menghindari stres yang bisa memicu tekanan darah meningkat dan untuk pembaca bisa dijadikan sumber informasi tambahan. Kata Kunci : Stres, Hipertensi, Lansia
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 BEO KEPULAUAN TALAUD Pandensolang, Santalia; Kundre, Rina; Oroh, Wenda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.24349

Abstract

Abstrack: Sexual behavior is currently rife by adolescents. The lack of knowledge in thoseadolescents about reproductive health can affect their sexual behavior. Therefore, the patternof parenting is very important especially in in educating and guiding adolescents.Parentingitself consists of three type which are authoritarian parenting, democratic parenting, permissiveparenting. The purpose of this research was to determine the relations between parenting andsexual behavior of the adolescents at SMA Negeri 1 Beo Kepulauan Talaud. The researchmethod used cross sectional approach. The respondents consisted of 93 adolescents of XIIgrade with sampling techniques using simple random sampling. The data collection using aquestionnaire.Test results of this research using Kolmogrov-Smirnov test at a significance levelof 95%, obtained that a significant value of 0,003 or smaller than a significant value of 0.05.Conclusion there is a relationship between parenting parents and adolescents sexual behavior.Keywords: Sexual behavior, parenting, adolescentsAbstrak : Perilaku seksual saat ini marak dilakukan oleh kaum remaja. Kurangnya pengatahuanremaja tentang kesehatan reproduksi dapat mempengaruhi perilaku seksual remaja.Oleh karenaitu, pola pengasuhan orang tua sangat berperan dalam mendidik dan membimbing anak remaja.Pola asuh itu sendiri terdiri dari tiga yaitu pola asuh otoriter , pola asuh demokratis, pola asuhpermisif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola asuh orang tua denganperilaku seksual pada remaja di SMA Negeri 1 Beo, Kepulauan Talaud.Metode penelitianmenggunakan pendekatan cross sectional. Responden terdiri dari 93 remaja kelas XII denganteknik pengambilan sampel dengan carasimple random sampling. Pengumpulan datamenggunakan kuesioner.Hasil Uji penelitian dengan menggunakan uji Kolmogrov-smirnovpada tingkat kemaknaan 95%, didapat bahwa nilai signifikan 0,003 atau lebih kecil dari nilaisignifikan 0,05. Kesimpulan ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku seksualpada remaja di SMA Negeri 1 Beo Kepulauan Talaud.Kata kunci :Perilaku seksual, pola asuh, remaja .
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG LOW BACK PAIN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KANTOR BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA MANADO Putri, Feiby Kristanti Sukotjo; Mulyadi, Ns; Lolong, Jill
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5212

Abstract

Abstract: Low Back Pain (LBP) or lower back pain is a musculoskeletal disorder that is caused by the activity of the body that are less good. LBP is one of the grievances felt by most office workers and will increase at the age of 50. The purpose of this study was to determine the effect of health education about low back pain on knowledge level of civil servants. The methods in this study using Pre experimental design with one group pretest and post test design, performed by pre-test by filling out a questionnaire, then performed through the health education by leaflets, and then the post-test by filling out a questionnaire. Test analysis using non-parametric Wilcoxon test with a significance level of 95%. The samples in this study were the civil servents of 38 employees using the Total Sampling. The results of this study using Wilcoxon Test, with P = 0.000 indicates that there is a significant difference in the knowledge of low back pain before and after health education. Advice, health education about occupational disease more often carried out in order to add insight to employees in an effort to the understanding of the prevention of disease, especially low back pain. Keywords: low back pain, knowledge, health education, civil servants Abstrak: Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. LBP adalah salah satu keluhan yang dirasakan oleh sebagian besar pekerja kantoran yang akan meningkat pada usia 50 tahun. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang low back pain terhadap tingkat pengetahuan PNS. Metode penelitian menggunakan desain Pre eksperimental dengan rancangan one group pretest and post test design, dilakukan pre test mengisi kuesioner, selanjutnya dilakukan pendidikan kesehatan melalui media leaflet, setelah itu dilakukakan post test mengisi kuesioner. Uji analisis menggunakan uji non parametrik Wilcoxon Test dengan tingkat kemaknaan 95%. Sampel dalam penelitian ini adalah PNS sebanyak 38 pegawai dengan menggunakan Total Sampling, Hasil penelitian Uji wilcoxon Test, dengan P = 0,000 menunjukan, bahwa terdapat perbedaan bermakna mengenai pengetahuan tentang low back pain sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Saran pendidikan kesehatan tentang penyakit akibat kerja lebih sering dilaksanakan agar dapat menambah wawasan bagi pegawai dalam upaya pemahaman tentang pencegahan tentang penyakit terutama low back pain. Kata Kunci: low back pain, pengetahuan, pendidikan kesehatan, PNS
1 PENGARUH MENGKONSUMSI REBUSAN DAUN SIRSAK TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PINELENG Gerry, Karundeng Fedels; Mulyadi, Ns; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8154

Abstract

ABSTRAK : Gout artritis merupakan penyakit yang ditandai dengan nyeri yang terjadi berulang-ulang yang disebabkan adanya endapan kristal monosodium urat yang tertumpuk di dalam sendi sebagai akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah. Mengkonsumsi rebusan daun sirsak (Anonna muricata) adalah salah satu jenis terapi nonfamakologi yang bertujuan untuk menurunkan tingkat nyeri pada penderita gout artritis karena senyawa yang terkandung dalam daun sirsak berfungsi sebagai analgetik yang mempu mengurangi nyeri gout.Tujuan penelitan ini adalah untuk menganalisis pengaruh mengkonsumsi rebusan daun sirsak terhadap penurunan nyeri pada penderita gout artritis di wilayah kerja Puskesmas Pineleng.Sampel diambil dengan menggunakan total sampling yaitu 34 orang yang memenuhi kriteria inklusi.Desain penelitian yang digunakan adalah Time Series Design dan data yang dikumpulkan dari responden menggunakan lembar observasi.Hasil penelitian uji Wilcoxon sign rank test pada hasil akhir didapatkan nilai p = 0,004 < α = 0,005 sehingga dapat diambil Kesimpulan bahwa hipotesis penelitian diterima, hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh mengkonsumsi rebusan daun sirsak terhadap penurunan nyeri pada penderita gout artritis di wilayah kerja Puskesmas Pineleng.Saran untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan populasi yang lebih besar untuk hasil yang lebih akurat serta dapat mengembangkan penelitian tentang pengaruh mengkonsumsi rebusan daun sirsak terhadap variabel yang lain seperti penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Kata Kunci :Rebusan Daun Sirsak, Nyeri Gout.
HUBUNGAN KEJADIAN INSOMNIA DENGAN KONSENTRASI BELAJAR PADA MAHASISWA SEMESTER V PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Olii, Nindhy; Kepel, Billy J.; Silolonga, Wico
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.18777

Abstract

Abstract: Concentration is the source of mind power will work based on memory and forget. Insomnia is difficulty in starting and maintaining sleep so that it can not meet adequate sleeping needs, both quantity and quality. Impacts due to insomnia can include memory impairment, concentration disorders, loss of motivation, depression and others. The purpose of this study was to analyze the relationship of insomnia incidence with the concentration of learning on students of Science Program Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi. The research design is used with Cross sectional approach. Sampling technique in this research is total sampling with sample 66 responden. Data were collected by questionnaire. The result based on Pearson Chi-Square statistic test with 95% significance level (α ≤ 0,05) is presented in table 3x2 obtained with p = 0,04 value smaller than α (0,05) with Ha accepted. The results of the study most of the respondents experienced short-term insomnia with a good study concentration amounted to 22 respondents (52.4%). Conclusion there is an association of insomnia incidence with concentration of study on student Science Study Program Faculty of Medicine University of Sam Ratulangi. Keywords: Learning Concentration, The Incident Insomnia. Abstrak: Konsentrasi adalah sumber kekuatan pikiran akan bekerja berdasarkan daya ingat dan lupa. Insomnia adalah kesukaran dalam memulai dan mempertahankan tidur sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan tidur yang adekuat, baik kuantitas maupun kualitas. Dampak akibat insomnia yaitu dapat berupa gangguan memori, gangguan berkonsentrasi, kehilangan motivasi, depresi dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kejadian insomnia dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa Program Studi Ilmu Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Desain penelitian yang di gunakan dengan pendekatan Cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian adalah total sampling dengan sampel 66 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil berdasarkan uji statistik Pearson Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α ≤ 0,05) disajikan pada tabel 3x2 yang diperoleh dengan nilai p = 0,04 yang lebih kecil dari α (0,05) dengan Ha diterima. Hasil penelitian sebagian besar responden mengalami insomnia jangka pendek dengan konsentrasi belajar baik berjumlah 22 responden (52,4%). Kesimpulan ada hubungan kejadian insomnia dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa Program Studi Ilmu Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Kata kunci : Konsentrasi belajar, Kejadian Insomnia.