cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOMPASO KECAMATAN TOMPASO Waladow, Geiby; Warouw, Sarah M.; Rottie, Julia V.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2184

Abstract

Abstract : Based on the data, there is a lack of nutritional status in children aged 3-5 years in districh health centers Tompaso. Diet is an efforts to improve/increase the nutritional status by fulfill the needs of a child’s nutritional status. The purpose on this study, to determine the relationship of diet and nutritional status in children aged 3-5 yers in districh health centers Tompaso. The study design is a cross sectional it is a study where the diet (type of food, frequency of meals, and method) as an independent variable and nutritional status as the dependent variable at once in the same time. The population is all the children aged 3-5 years, who live in Tompaso area with 150 respondent as the samples. The data was collected by questionnaire and calculation of nutritional status as measured by weight/age (W/A). Data analysis using SPSS programe by using the chi-square at a significance level of α = 0,05. The result of the study are 51 respondents who have a good diet with good nutritional status, 4 respondents have a good diet with less nutritional status, 8 respondents did not have a good diet with good nutritional status, and 87 respondents did not have a good diet with less nutritional status. The conclusion there is a strong between the diet and nutritional status on children 3-5 years old with p (0,000). Keywords : diet, nutritional status, children 3-5 years old. Abstrak : Berdasarkan data yang diperoleh, masih banyak terdapat status gizi kurang pada anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tompaso. Pola makan merupakan salah satu upaya perbaikan/peningkatan status gizi dengan memenuhi kebutuhan status gizi anak. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi pada anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tompaso. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional yaitu suatu penelitian dimana pola makan (jenis makanan, frekuensi makan dan cara pemberian makanan) sebagai variabel independen dan status gizi sebagai variabel dependen diobservasi sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Populasi yang diambil adalah semua anak usia 3-5 tahun yang berdomisili diwilayah kerja Puskesmas Tompaso dengan sampel sebanyak 150 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan bantuan kuesioner dan perhitungan status gizi yang diukur menurut berat badan/umur (BB/U). Analisis data menggunakan program SPSS dengan menggunakan chi-square pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian yaitu 51 responden yang mempunyai pola makan baik dengan status gizi baik, 4 responden mempunyai pola makan baik dengan status gizi kurang, 8 responden mempunyai pola makan tidak baik dengan status gizi baik, dan 87 responden mempunyai pola makan tidak baik dengan status gizi kurang. Kesimpulan ada hubungan yang kuat antara pola makan dengan status gizi pada anak usia 3-5 tahun, dengan p (0,000). Kata kunci : Pola makan, Status gizi, Anak usia 3-5 tahun
HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BAHU MANADO Ramadi, Reza Pahlevi; Posangi, Jimmy; Katuuk, Mario
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14693

Abstract

Abstract : Hypertension is the increase in systolic blood pressure from 140 mmHg or diastolic blood pressure of 90 mmHg began appearing in two main types, essential hypertension and secondary hypertension. Psychological well being is the full achievement of the potential psychological and a situation when an individual can receive your strengths and weaknesses are, have a purpose in life, develop positive relationships with others, be an independent person, able to control the environment, and continues to grow personally . The purpose of this study to analyze relationships of psychological well being with hypertension degrees on hypertension patients in Bahu’s Health Center Manado. The method used is descriptive analytic with cross sectional design. The sampling technique in this research is purposive sampling with 75 samples. The data collection is done by using a questionnaire. Processing data using computer programs with chi-square test with a significance level of 95% (ɑ = 0.05). The results showed the number of respondents who have a high PWB as many as 38 respondents, and which are at the pre classification of hypertension by 40 respondents and is currently on the classification of hypertension by 35 respondents and p value = 0.001. This conclusion shows there is a relationship of psychological well being with the degree of hypertension. Keywords : Psychological Well Being, Hypertension Abstrak: Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah sistolik mulai dari 140 mmHg atau tekanan diastolik mulai dari 90 mmHg yang muncul dalam dua tipe utama yaitu hipertensi esensial dan hipertensi sekunder. Psychological well being adalah pencapaian penuh dari potensi psikologis seseorang dan suatu keadaan ketika individu dapat menerima kekuatan dan kelemahan diri apa adanya, memiliki tujuan hidup, mengembangkan relasi yang positif dengan orang lain, menjadi pribadi yang mandiri, mampu mengendalikan lingkungan, dan terus bertumbuh secara personal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan Psychological Well Being Dengan Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Bahu Manado. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah 75 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan program komputer dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (ɑ = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden yang memiliki PWB tinggi sebanyak 38 responden (50,7%), dan yang berada pada klasifikasi pre hipertensi sebanyak 40 responden (53,3%) dan yang berada pada klasifikasi hipertensi sebanyak 35 responden (46,7%) dan didapatkan nilai p= 0,001. Kesimpulan ini menunjukkan ada hubungan psychological well being dengan derajat hipertensi. Kata Kunci : Psychological Well Being, Hipertensi
POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TEMPERAMEN REMAJA Pelealu, Agisty Chintya; Rompas, Sefti; Bataha, Yolanda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i2.27471

Abstract

Abstract:Temperament is a style of behaviour and a typical way of giving someone a response.One form of a negative temperament is fighting between groups of teenagers. Parenting is away for families to shape children’s behaviour in accordance with good norms and values andin accordance with community life. There are 4 types of parenting, which are: democratic,authoritian, permissive and neglectful. This study aims to find out ways of parenting withchildren’s temperament. Research design that is using cross sectional study, as many as 105research samples, respondents obtained using the total sampling method. The researchinstrument used was a questionnaire on parenting and temperament. Statistical test resultsusing the chi square test, obtained p=0,963. This means that the value of p=0,963 > α=0,05.The conclusion of this study is that there is no relationship between parenting and temperamentin adolescents in SMP Negeri 1 Sonder.Keywords : Parenting, Temperament, TeenagersAbstrak : Temperamen adalah gaya perilaku dan cara khas pemberian respon seseorang. Salahsatu bentuk dari temperamen yang bersifat negatif yaitu perkelahian antar kelompok remajaPola asuh merupakan cara keluarga membentuk perilaku anak sesuai dengan norma dannilai yang baik dan sesuai dengan kehidupan masyarakat. Pola asuh ada 4 tipe, yaitu:demokratis, otoriter, permisif dan neglectful Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan pola asuh orang tua dengan temperamentremaja. Desain penelitian yaitumenggunakan studi cross sectional, sampel penelitian sebanyak 105, responden didapatmenggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesionerpola asuh dan temperament. Hasil uji statistic menggunakan uji chi square, di dapatkan nilaip=0,963. Ini berarti bahwa nilai p=0,963 > α=0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidakterdapat hubungan antara pola asuh dan temperamen pada remaja di SMP Negeri 1 Sonder.Kata kunci : Pola asuh, Temperament, Remaja
PENGARUH PEMBERIAN BUNGA ROSELLA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DENGAN TERAPI CAPTOPRIL DI DESA KAMIWANGI KECAMATAN TOILI BARAT KABUPATEN LUWUK BANGGAI Andika, I Kadek Agus; Rompas, Sefti; Mulyadi, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5270

Abstract

Hypertension is a cardiovasculer disturbance which is mostly founded in society. in healing hypertension, it needs continually Treatments. Rosella flower is a plant that has many good Components to heal hypertension. This research uses Quasy experiment design with control group. the amout of population in this research are 40 people. The method in taking sample uses purposive sampling and it got 30 respondents as the sample. The information of blood pressure was taken from the clients by using spygmomanometer, then it was displayed in table and processed by using SPSS program (statistic program for society science), used coupling T test, uncoupling T test with interpretation level 95%(a<0.05). The result of the research shows that the hypertension patients with captopril therapy which were given boiled dry rosella, got faster reduction of blood pressure after 2 hours than the hypertension patients with only captopril therapy. By using coupling T test, p-value was 0,00 . With mean value of the difference of reduction of sistolik blood pressure on the first day in intervention group was 28 mmHg while the control group was 11mmHg. on the second day, the reduction of sistolik blood pressure in intervention group was 13,33 l, and for control group, it was 5 mmHg. The diastolic blood pressure on the first day, the mean of the reduction of blood pressure in intervention group was 14mmHg while in control group was 6mmHg. On the second day, the mean of sistolic blood pressure in intervention group was 6 mmHg, and 2mmHg for control group. Key words: hypertension, rosella flower, captopril therapy Hipertensi merupakan penyakit gangguan kardiovaskuler. Bunga rosella adalah tumbuhan herbal untuk mengobati hipertensi. Tujuan penelitian melihat pengaruh bunga rosella terhadap tekanan darah penderita hipertensi dengan terapi captopril. Metode : quasi eksperiment design with control group, purposive sampling, 30 subyek (15 kelompok intervensi, 15 kelompok kontrol). Intervensi, subyek dengan captopril ditambahkan seduhan kering bunga rosella. Kontrol subyek mendapatkan dengan captopril saja. Sistolik pre kelompok intervensi, pada kategori hipertensi grade I, II, III. Sistolik post masuk pada kategori normal, pre hipertensi, hipertensi grade I, II, III. Diastolik pre kelompok intervensi terbesar kategori pre hipertensi, post diastolik terbesar berada pada kategori normal. Kelompok kontrol sistolik pre terbesar pada hipertensi grade II, post berada pada hipertensi grade I. Diastolik kelompok kontrol pre terbesar pada hipertensi grade I, post terbesar hipertensi grade I. Dianalisis dengan uji T berpasangan, dan uji T tidak berpasangan, α ≤ 0,05. Hasil Uji T berpasangan tekanan darah pre-post sistolik p-value 0,000, diastolik p-value 0,004, didapatkan pengaruh bunga rosella terhadap penderita hipertensi dengan captopril, penurunan tekanan darah kelompok intervensi sistolik 19,333, diastolik 10,000 mmHg, kelompok kontrol sistolik 9,000 mmHg, diastolik 4,333 mmHg. Hasil Uji T tidak berpasangan di dapatkan perbedaan penurunan tekanan darah kelompok intervensi lebih besar dibadingkan kelompok kontrol, dengan p-value, sistolik 0,000, diastolik 0,025. Perbedaan penurunan sistolik sebesar 12,333 mmHg, diastolik 6,333 mmHg. Kesimpulan didapatkan pengaruh pemberian bunga rosella terhadap perubahan tekanan darah penderita hipertensi dengan terapi captopril Kata kunci : Hipertensi, Bunga rosella, Terapi Captopril.
HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN KELUARGA PASIEN PADA TRIASE KUNING (URGENT) DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSU GMIM KALOORAN AMURANG Rembet, Mario Alan; Mulyadi, Ns; Malara, Reginus
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.9597

Abstract

Abstract : Hospital is institution in healthy service which held individual healthy service by paripurna that provide service protect and opname, protect and stay home, and emergency. Response Time is the time between from beginning of particular responsed request in other word can called response time. The good response time for patient’s is ≤ 5 minutes. Truth more easier to grow among people who those have the equality of joint and goal, so, it caused make easy to change truth of individually more than the truth of group. Goal of research is to analyze Relation Between Nurse Response Time With Truth Level of Patient’s Family At Yellow Triage In Instalation Emergency Unit RSU GMIM Kalooran Amurang. Research Designe in this research is analytical observational, with using planning Cross Sectional. Sample taken by Total Sampling technique which approximately amount around 69 respondences. Research Result with using chi-square try got score p value = 0,008 more fewer from α = 0,05. Conclusion in this research is, lied relation that significant between Nurse Response Time With Truth Level of Patient’s Family At Yellow Triage In Instalation Emergency Unit RSU GMIM Kalooran Amurang. Recommendation really hope this research can be used for develope research to continue study for the researchers who have will to developing research in the same discussion field in nursing section of emergency.Keywords : Response Time, Truth LevelAbstrak : Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Respons time merupakan waktu antara dari permulaan suatu permintaan ditanggapi dengan kata lain dapat disebut waktu tanggap. Waktu tanggap yang baik bagi pasien yaitu ≤ 5 menit. Kepercayaan lebih mudah untuk tumbuh diantara orang – orang yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama, sehingga lebih mudah untuk mengubah kepercayaan individu dari pada mengubah kepercayaan suatu kelompok. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan Response Time Perawat dengan Tingkat Kepercayaan Keluarga Pasien Pada Triase Kuning di Instalasi Gawat Darurat RSU GMIM Kalooran Amurang. Desain Penelitian dalam penelitian ini adalah observasional analitik, dengan menggunakan rancangan Cross Sectional. Sampel diambil dengan teknik Total Sampling yang berjumlah 69 responden. Hasil Penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p value = 0,008 yang lebih kecil dari α = 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu, Terdapat hubungan yang signifikan antara response time perawat dengan tingkat kepercayaan keluarga pasien pada triase kuning di Instalasi Gawat Darurat RSU GMIM Kalooran Amurang. Saran diharapkan penelitian ini dapat digunakan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut kepada peneliti - peneliti yang berminat untuk mengembangkan penelitian dalam lingkup pembahasan yang sama yaitu di bidang keperawatan gawat darurat.Kata Kunci : Response Time, Tingkat Kepercayaan.
HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOMUUT KECAMATAN PAAL II KOTA MANADO Rompas, Sefti; Katuuk, Mario Esau
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.25167

Abstract

Abstract: The number of elderly around the world is estimated to be 500 million with an average age of 60 years and by 2025 is expected to reach 1.2 billion. Increasing the number of further can cause problems facet of health and welfare of the elderly, this problem if not addressed can develop into a problem (Notoatmodjo, 2007) .Family is the smallest unit of society. Forms a cycle and functions of the family as a whole has a considerable influence on the health of every member of the family, especially families with older adults. Effendi, (1998). A preliminary study in Ranomuut Public Health Center was 2,834 people, with 1,223 men and 1,611 females.Research objectives: Knowing the Corelation between function family with quality life of elderly in the Working Area of Ranomuut Health Center.Research Methods: The method in this research is Analytical Survey with Cross Sectional approach. Samples is 350 elderly aged ≥ 60 years old. The results: using statistical test of Chi-Square with a confidence level of 95% (α=0,05%) obtained value p=0,000 < (α) 0,05%.Conclusion: There is a Corelation between function family with quality life of elderly in the Working Area of Ranomuut Health Center.Keyword : Function Family, Quality of Life of ElderlyAbstrak: Jumlah lanjut usia diseluruh dunia diperkirakan ada 500 juta dengan usia rata-rata 60 tahun dan pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 1,2 milyar. Meningkatnya jumlah lanjut dapat menimbulkan masalah segi kesehatan dan kesejahteraan lansia, masalah ini jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi masalah yang (Notoatmodjo, 2007). keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat. Bentuk siklus dan fungsi keluarga secara keseluruhan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kesehatan setiap anggota keluarga terutama keluarga dengan lansia.Effendi, (1998). Studi pendahuluan di Wilayah Puskesmas Ranomuut jumlah lansia sebanyak 2.834 jiwa, dengan jumlah laki-laki 1.223 jiwa dan perempuan 1.611 jiwa. Tujuan Penelitian: Tujuan dalam Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Fungsi Keluaraga dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia Di Wilayah Kerja Puskesmas Ranomuut Kecamatan Perkamil Kota ManadoMetode Penelitian: Metode dalam penelitian ini adalah Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel sebanyak 350 Lansia yang berusia ≥ 60 tahun. .Hasil Penelitian: menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05%), didapatkan nilai p-value=0,000 < (α) 0,05%. Kesimpulan: ada hubungan antara Fungsi Keluarga dengan kualitas hidup lanjut usia di Wilayah Kerja Puskesmas Ranomuut Kecamatan Perkamil Kota Manado.Kata Kunci : Fungsi Keluarga, Kualitas Hidup Lanjut Usia
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KANKER PAYUDARA DENGAN CARA PERIKSA PAYUDARA SENDIRI PADA MAHASISWI SEMESTER IV PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Abdullah, Nurhayati; Tangka, Jon; Rottie, Julia
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2223

Abstract

Abstract: Knowledge of women about the risks and benefits of early detection of breast cancer positively affect their health beliefs, attitudes, and behaviors so that health care professionals can develop effective breast health programs. InIndonesian,foundmorethan80% of casesareat an advanced stage, so thattreatment effortsachieve a curedifficult. One of theearly detectionof breastcancerisbreast self-examinationbehavior(BSE). The purpose of the study was to determine the correlation between the knowledge about breast cancer with breast self-examination method. This research uses an analytic descriptive study design cross sectional approach. The sampling technique is total sampling with a number for research subjects consisted of 64 female college student grade IV from Nursing program science. Measuring instrument used are questionnaires and statistical analysis used was chi square with the aid of the computer program SPSS. The results of the 64 respondents indicate that there were 37 people (57,8%) had a high knowledge about breast cancer and 27 people (42,2%) had low knowledge level, while there were 33 people (51,6%) had good BSE method, and 31 people (48,4%) had an favorable BSE method. The statistical result is p = 0,96 (α = 0,05). In conclusion there is no relationship between knowledge of breast cancer with breast self-examination method. Expected of the research to be developed in a way related to the effect of BSE method toward incidence of breast cancer. Keywords: Knowledge, Breast Cancer, Breast self-examination  method Abstrak: Pengetahuan perempuan tentang risiko dan manfaat dari deteksi dini kanker payudara berpengaruh positif terhadap keyakinan mereka tentang kesehatan, sikap, dan perilaku, sehingga perawatan kesehatan profesional dapat mengembangkan program kesehatan payudara yang efektif. Di Indonesia ditemukan lebih dari 80% kasus berada pada stadium lanjut, sehingga upaya pengobatan mencapai kesembuhan sulit dilakukan.Salah satu upaya deteksi dini kanker payudara adalah periksa payudara sendiri (SADARI).Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan tentang kanker payudara dengan cara periksa payudara sendiri (SADARI). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Tekniksampling yang digunakan adalah total sampling dengan subjek penelitian sejumlah 64 yang terdiri dari mahasiswi semester IV Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran UNSRAT. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner danuji statistik yang digunakan adalah chi square dengan bantuan program komputer SPSS. Hasil penelitian dari 64 responden menunjukkan bahwa terdapat responden dengan pengetahuan tentang kanker payudara tinggi yakni sejumlah 37 orang (57,8%),berpengetahuan rendah sejumlah 27 orang (42,2%), sedangkan responden dengan cara sadari yang baik sejumlah 33 orang (51,6%) dan yang  melakukan cara sadari dengan tidak baik sebanyak 31 orang (48,4%). Hasil uji statistik p= 0,96 (α = 0,05). Kesimpulannya tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kanker payudara dengan cara periksa payudara sendiri. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan terkait dengan pengaruh cara sadari terhadap kejadian kanker payudara. Kata Kunci : pengetahuan, kanker payudara, cara sadari
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI DI RSUP. PROF. DR. R.D. KANDOU DAN RS TK.III R.W. MONGISIDI TELING MANADO Rasubala, Grece Frida; Kumaat, Lucky T; Mulyadi, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14886

Abstract

Abstract : Benson relaxation technique is a breathing technique commonly used in hospitals nursing is experiencing pain and Benson relaxation disposals elements confidence hearts form words. Purpose is to research effects of relaxation techniques to postoperative pain scale in appendicitis patient at Prof. Dr. R.D. Kandou Hospital and Tk. III R.W. Mongosidi Teling Manado Hospital. Design Research use quasy experiment. Samples use the formula designs with pre and post test without control sample with 16 people. Relaxation Benson techniques done taxable income provision with analgesic duration of 30 minutes every day for three days. And after before given relaxation techniques Benson carried measurement scale with numeric pain rating scale. Results of Statistics Wilcoxon Sign Rank test with confidence level of 95% (α = 0.05) and obtained p value 0.000 <0.05. Conclusion result of this research there is effect of benson relaxation technique on a scale of postoperative pain in patients with appendicitis at Prof. Dr. R.D. Kandou Hospital and Tk. III R.W. Mongisidi Teling Manado Hospital. Recommendation can be used as a consideration and improvement of health promotion on granting relaxation techniques to decrease pain scale. Keyword : Benson Relaxation Technique, Pain Scale, Postoperative Appendicitis. Abstrak : Teknik relaksasi Benson merupakan teknik pernapasan yang biasa digunakan di rumah sakit pada pasien yang sedang mengalami nyeri dan pada relaksasi Benson ada penambahan unsur keyakinan dalam bentuk kata-kata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi Benson terhadap skala nyeri pada pasien post operasi apendiksitis di RSUP. Prof. Dr. R.D. Kandou dan RS Tk. III R.W. Mongonsidi Teling Manado. Desain Penelitian ini mengunakan eksperimen semu (quasi eksperiment). Teknik pengambilan Sampel menggunakan rumus untuk penelitian kuasi eksperimen dengan desain pre and post test without control dengan jumlah sampel 16 orang. Teknik relaksasi Benson dilakukan setelah pemberian analgesik dengan durasi 30 menit setiap hari selama tiga hari. Sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi Benson dilakukan pengukuran skala nyeri dengan Numeric Rating Scale. Hasil Uji Statistik Wilcoxon Sign Rank test dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) dan diperoleh p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan yaitu terdapat pengaruh teknik relaksasi Benson terhadap skala nyeri pada pasien post operasi apendiksitis di RSUP. Prof. Dr. R.D. Kandou dan RS Tk. III R.W. Mongisidi Teling Manado. Saran dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan danpeningkatan pelayanan kesehatan tentang pemberian teknik relaksasi untuk menurunkan skala nyeri. Kata Kunci : Teknik Relaksasi Benson, Skala Nyeri, Post Operasi Apendiksitis
GAMBARAN TINGKAT HEALTH LITERACY PASIEN ULKUS KAKI DIABETIK Pondaag, Ferlan Ansye
JURNAL KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2020): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v8i2.32326

Abstract

Abstract: Low health literacy is one of the factors that cause delays in treatment of diabetic foot ulcers that are not a few people who experience leg amputation of diabetic foot ulcers. The purpose of this study was to describe the level of health literacy diabetic foot ulcers patients in the city of Manado. This research method used is descriptive reaserch. Health literacy was measured by using questionnaires diabetic diabetes literacy and numeracy. Samples were included in the study were 60 people who had diabetic foot ulcers, obtained through purposive sampling technique. Data were analyzed using descriptive method and display in a frequency distribution table. The results showed that there 63,3% participant had marginal diabetic literacy and 73,3% participant had low diabetes numeracy. Conclusion, patients who have limited health literacy tend to experience delays in the treatment of diabetic foot ulcers. Therefore, health workers need to know the level of health literacy when communicating with patients.Keywords: Health literacy, diabetic foot ulcers Abstrak: Health literacy yang rendah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan penanganan ulkus kaki diabetik sehingga tidak sedikit penderita yang mengalami amputasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tingkat health literacy pasien ulkus kaki diabetik di Kota Manado. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deksriptif. Health literacy diukur dengan mengunakan quesioner diabetic literacy dan diabetes numeracy. Sampel yang ikut dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang memiliki ulkus kaki diabetik, diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis dilakukan dengan cara deskriptif melihat frekuensi data. Hasil peneltian menunjukkan bahwa 63,3%  responden memiliki tingkat diabetic literacy marginal dan 73% responden memiliki diabetes numeracy rendah. Kesimpulan, pasien yang memiliki keterbatasan health literacy cenderung mengalami keterlambatan dalam penanganan ulkus kaki diabetik. Oleh sebab itu petugas kesehatan perlu mengetahui tingkat health literacy ketika memberikan edukasi kepada pasien.Kata Kunci: Health literacy, ulkus kaki diabetic
PENGARUH KOMPRES HANGAT PADA TEMPAT PENYUNTIKKAN TERHADAP RESPON NYERI PADA BAYI SAAT IMUNISASI DI PUSKESMAS TANAWANGKO KABUPATEN MINAHASA Ndede, Yuni Maria O; Ismanto, Amatus Yudi; Babakal, Abram
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i1.6692

Abstract

Abstract: The immunization can cause pain response is an action that can cause trauma in childhood. The purpose of this study was to analyzed the effect of a warm compress to the pain response in infant at the Minahasa Tanawangko Primary health care. The design of this research is Quasi-experimental with Pre-Post with control group design. The sample of infant aged 0-12 months who take the immunization are consist 20 respondents of warm compress as the intervention group and 20 respondents as the control group. This study analyzes using T-test independent and dependent. Result of this research is pointing to that pain response after given a warm compress is lower than pain response after injection without giving a warm compress (p = 0,000) and warm compresses have an effect in reducing pain response in infant as immunization (p = 0,000). Recommendation in this research is a warm compress can be applied or used before immunization injection to reduce pain response in infants. Keywords : Infant, Immunization, Warm Compress, and pain. Abstrak : Imunisasi dapat menimbulkan respon nyeri sehingga dapat menimbulkan trauma pada masa anak-anak. Tujuan penelitian ini menganalisa pengaruh pemberian Kompres Hangat terhadap respon nyeri pada bayi di Puskesmas Tanawangko Kabupaten Minahasa. Desain penelitian menggunakan Quasi experimental design dengan rancangan Pre-Post with Control Group. Sampel yaitu bayi berusia 0-12 bulan yang dilakukan tindakan imunisasi yang terdiri dari 20 responden kelompok intervensi kompres hangat dan 20 responden kelompok kontrol. Analisis penelitian ini menggunakan Uji T-test Independen dan Dependen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa respon nyeri sesudah diberikan kompres hangat lebih rendah dibandingkan dengan respon nyeri bayi sesudah penyuntikkan tanpa pemberian kompres hangat (p = 0,000) dan kompres hangat memberi pengaruh dalam menurunkan respon nyeri pada bayi saat imunisasi (p = 0,000). Rekomendasi pada penelitian ini yaitu kompres hangat dapat diterapkan atau digunakan sebelum penyuntikkan imunisasi untuk menurunkan respon nyeri pada bayi. Kata kunci : Bayi, Imunisasi, Kompres Hangat, dan nyeri.