cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN KEJADIAN IRITASI VAGINA SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA DI SMP NEGERI 8 MANADO Winerungan, Ester Maria; Hutagaol, Esther; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2180

Abstract

Abstract: Adolescent reproductive health, namely, healthy condition involving the reproductive system (functions, components, and processes) that are owned by teenagers, both physically, mentally, emotionally and spiritually. Reproductive health disorders are often found in teenagers during menstruation, the incidence of irritation. Purpose of this study to determine the relationship with occurrence of reproductive health knowledge vaginal irritation during menstruation in adolescents in SMP Negeri 8 Manado. Methods that uses cross-sectional observational analytic. Sample was the total population of the 167 respondents in accordance with inclusion criteria that have been menstruating for 3 months and are willing to respondents. The data were analyzed using SPSS univariate in the form of tables and bivariate frequency distributions using Spearman Rho correlation formula. Statistical test results showed Spearman Rho Correlation Coefficient (r)= 0.499isthe level of the relationship. Significance of the relationship between the two variables is (p)= 0.000, which indicates the value of < 0.05 was thus H1 is accepted or no relationship to the incidence of reproductive health knowledge vaginal irritation during menstruation in adolescents. Conclusion no association with the incidence of reproductive health knowledge vaginal irritation during menstruation in adolescents in  junior STATE 8 Manado. Keywords: Reproductive Health Knowledge, Current Events Menstruation irritation. Abstrak: Kesehatan reproduksi remaja yaitu, kondisi sehat yang menyangkut system reproduksi ( fungsi, komponen, dan proses) yang dimiliki oleh remaja baik secara fisik, mental, emosional dan spiritual.Gangguan kesehatan reproduksi yang sering ditemukan pada remaja saat menstruasi, yaitu kejadian iritasi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kejadian iritasi vagina saat menstruasi pada remaja di SMP Negeri 8 Manado.Metode Penelitian yaitu observasional analitik menggunakan cross sectional. Sampel  penelitian ini adalah total populasi yaitu 167 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah mengalami menstruasi selama 3 bulan terakhir dan bersedia menjadi reponden. Data yang didapat dianalisa menggunakan  SPSSsecara univariat  dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan secara bivariat  dengan menggunakan rumus korelasi Spearman Rho. Hasil uji statistikSpeaman Rhomenunjukkan Koefesien Korelasi(r) = 0,499  merupakan tingkat hubungan yang sedang. Signifikansi dari hubungan kedua variabel tersebut adalah  (p) = 0,000 yang menunjukkan nilai tersebut <0.05 dengan demikian H1 diterima atau ada hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kejadian iritasi vagina saat menstruasi pada remaja. Kesimpulan ada hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kejadian iritasi vagina saat menstruasi pada remaja di SMP NEGERI 8 Manado. Kata Kunci: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, Kejadian Iritasi Saat Menstruasi
PENGARUH SENAM KEGEL TERHADAP FREKUENSI INKONTINENSIA URINE PADA LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMPAAN MINAHASA SELATAN Karjoyo, Julianti Dewi; Pangemanan, Damayanti; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14676

Abstract

Abstrack : The process of aging is a biological process that is unavoidable and will be experienced by everyone. The aging process will cause health problems. Problems that are often found in the elderly is Urinary Incontinence. Urinary Incontinence is involuntary urination, or leakage of urine that is very real and pose a social or hygienic problem. The purpose of this study was to determine whether there is an effect of Kegel Exercises on the frequency of Urinary Incontinence in the elderly in Puskesmas Tumpaan, South Minahasa. The study design used is pre-experimental, using the design of one group pretest posttest. Population and samples used in this study were 30 elderly who have urinary incontinence. Based on the statistical test by using Wilcoxon Sign Rank Test, the obtained p-value = 0.000 (<α 0.05), this indicates that there is impact of Kegel Exercises on the frequency of urinary incontinence in the elderly in Puskesmas Tumpaan South Minahasa. Keywords: Kegel Exercises, Incontinence Urine Abstrak : Proses penuaan merupakan suatu proses biologis yang tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap orang. Proses penuaan akan menimbulkan masalah kesehatan. Masalah yang sering dijumpai pada lanjut usia adalah Inkontinensia urin. Inkontinensia urine adalah pengeluaran urine involunter atau kebocoran urine yang sangat nyata dan menimbulkan masalah social atau higienis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh senam Kegel terhadap frekuensi inkontinensia urine pada lansia di Puskesmas Tumpaan, Minahasa Selatan. Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pre test post test. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami inkontinensia urine sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan p-value = 0,000 ( < α 0,05). Kesimpulan dari hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh senam Kegel terhadap frekuensi inkontinensia urine pada lanjut usia di Puskesmas Tumpaan Minahasa Selatan. Kata Kunci : Senam Kegel, Inkontinensia Urine
HUBUNGAN HEALTH LOCUS OF CONTROL DENGAN KEPATUHAN TERAPI INSULIN PADA PASIEN DM TIPE II DI RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Katuuk, Mario; Gannika, Lenny
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.25225

Abstract

Abstract: Diabetes Mellitus is one of the most common degenerative diseases and which cannot be cured, that can controlled through proper management. Insulin therapy as the most effective pharmacological therapy, requires compliance to reduce the risk of Diabetes Mellitus. Health locus of control is a set of beliefs about what is good and bad that affects person's health status, this is why the health locus of control related to compliance. Purpose to find out the correlation between health locus of control and compliance insulin therapy in type 2 Diabetes Mellitus patients at Pancaran Kasih GMIM Hospital Manado. Method uses cross sectional study design. Sample consisted of 40 respondents with purposive sampling method. Results with Kolmogorov Smirnov test at significance level of 95%, obtained ρ value is 0.077 greater than the significant value 0.05. Conclusion there is no correlation between health locus of control and compliance insulin therapy in type 2 Diabetes Mellitus patients at Pancaran Kasih GMIM Hospital Manado.Keywords: Diabetes mellitus, Health Locus Of Control, ComplianceAbstrak: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling sering diderita dan yang belum dapat disembuhkan, hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengontrol penyakit lewat pengelolaan Diabetes Melitus yang tepat. Terapi insulin sebagai terapi farmakologi yang paling efektif, diperlukan perilaku patuh guna menurunkan resiko berkembangnya penyakit. Health locus of control sebagai seperangkat keyakinan mengenai apa yang baik dan yang buruk yang dapat mempengaruhi status kesehatan seseorang, hal ini mengapa health locus of control berkaitan dengan kepatuhan. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara health locus of control dengan kepatuhan terapi insulin pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Metode menggunakan desain penelitian cross sectional study. Sampel terdiri dari 40 responden dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Hasil dengan menggunakan uji kolmozorov smirnov pada tingkat kemaknaan 95%, didapatkan nilai ρ value 0,077 lebih besar dari nilai signifikan 0,05. Kesimpulan tidak terdapat hubunganantara health locus of control dengan kepatuhan terapi insulin pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Health Locus Of Control, Kepatuhan
HUBUNGAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BAHU MANADO Moniung, Sarah Youna; Rondonuwu, Rolly; Bataha, Yolanda B.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5266

Abstract

Abstract : Hypertension nationally has the highest ranked number in North Sulawesi. Hypertension is a chronic disease that affects the quality of life, which affects the quality of sleep. But the relationship between blood pressure with sleep quality in patients with hypertension is not clear in the know. This study aims to determine the relationship of systolic blood pressure in hypertensive patients with sleep quality in health center Bahu Manado. This research method uses analytical survey method, the cross sectional design on 60 respondents. Data collection using questionnaires Pittsburgh sleep quality sleep quality index (PSQI) and blood pressure measurements using a digital blood pressure Polygreen. Statistical tests were used to analyze the relationship between variables using chi square test obtained p = 0.001; á = 0.05. It is addressed that there is a significant correlation between systolic blood pressure in hypertensive patients with sleep quality in health centers Bahu Manado. The conclusion in this study most of the respondents had a systolic blood pressure of hypertension stage 1 for 73.3% and most of the respondents had poor sleep quality was 51.7%. Suggestions on this research is to further research is expected to be a reference and starting point for more research on blood pressure with sleep quality. Keywords : Blood Pressure, Sleep Quality, Hypertension Abstrak : Hipertensi secara nasional memiliki peringat tertinggi di Sulawesi Utara. Penyakit hipertensi merupakan penyakit kronis yang mempengaruhi kualitas hidup, yang berdampak pada kualitas tidur. Tetapi hubungan antara tekanan darah dengan kualitas tidur pada pasien hipertensi belum jelas diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekanan darah sistolik dengan kualitas tidur pasien hipertensi di Puskesmas Bahu Manado. Metode penelitian ini menggunakan metode survei analitik, dengan pendekatan cross sectional design pada 60 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kualitas tidur Pittsburgh sleep quality index (PSQI) dan pengukuran tekanan darah mengunakan tensi digital Polygreen. Uji statistic yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara variable menggunakan uji chi square yang didapat p = 0,001 ; á = 0,05. Hal ini menujukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tekanan darah sistolik dengan kualitas tidur pasien hipertensi di Puskesmas bahu Manado. Kesimpulan dalam penelitian ini sebagian besar responden memiliki tekanan darah sistolik hipertensi stage 1 sebesar 73,3% dan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk sebesar 51,7%. Saran pada penelitian ini adalah untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi rujukan dan permulaan untuk lebih banyak lagi penelitian tentang tekanan darah dengan kualitas tidur. Kata kunci : Tekanan Darah Sistolik, Kualitas Tidur, Hipertensi
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DALAM PROSES MENYUSUI ANTARA IBU PRIMIPARA DAN MULTIPARA DI RS PANCARAN KASIH GMIM MANADO Bentelu, Frilian E. M.; Kundre, Rina; Bataha, Yolanda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.9593

Abstract

Abstract: The postpartum period is often a very worrying time for a woman who first became amother because it is required to be able to breastfeed and care for her baby. A mother's decisionto breastfeed or not related to the previous experience of breastfeeding in children. First-timemothers breastfeed considered inexperienced compared with mothers who already had previousbreastfeeding experience. The demands of breastfeeding for the mother will feel heavy so that itcan lead to psychological disorders such as anxiety. The aim of research to determinedifferences in the level of anxiety in the process of breastfeeding between primiparous andmultiparous mothers in Pancaran Kasih GMIM Hospital of Manado. Design of this reseacrh isdescriptive analytic with cross sectional study approach, a population that is all breastfeedingmothers who met the inclusion criteria. The research sample is 52 respondents obtained byusing purposive sampling technique. The instruments used are questionnaire data themselvesand scale levels of anxiety. The results of the statistical test using the Mann-Whitney test at 95%significance level (á 0.05%), then the obtained value ñ = 0.001. This means that the value of ñ á (0.05). Thus that there are different levels of maternal anxiety in the process of breastfeedingbetween primiparous and multiparous mothers in Pancaran Kasih GMIM Hospital of Manado.Suggestions for nursing mothers so much more to find out information about psikoligis changesthat occur after childbirth, especially when breastfeeding and ways to minimize anxiety.Keywords: Anxiety Level In Process Breastfeeding, Primiparous, Multiparous.Abstrak: Masa pasca persalinan sering merupakan waktu yang sangat mencemaskan bagiseorang wanita yang baru pertama kali menjadi ibu karena dituntut untuk dapat menyusui danmerawat bayinya. Keputusan ibu untuk menyusui atau tidak berkaitan dengan pengalamanmenyusui pada anak sebelumnya. Ibu yang pertama kali menyusui dianggap belumberpengalaman dibandingkan dengan ibu yang sudah memiliki pengalaman menyusuisebelumnya. Tuntutan menyusui bagi seorang ibu akan dirasa berat sehingga dapatmenimbulkan gangguan psikologis seperti kecemasan. Tujuan penelitian untuk mengetahuiperbedaan tingkat kecemasan dalam proses menyusui antara ibu primipara dan multipara di RSPancaran Kasih GMIM Manado. Desain penelitian yaitu deskriptif analitik dengan rancangancross sectional, populasi yaitu semua ibu menyusui yang memenuhi kriteria inklusi. Sampelpenelitian ini 52 responden yang didapat dengan menggunakan teknik purposive sampling.Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner data diri dan skala tingkat kecemasan. Hasil ujistatistik menggunakan uji Mann-Whitney pada tingkat kemaknaan 95% (á 0,05%), makadidapatkan nilai ñ = 0,001. Ini berarti bahwa nilai ñ á (0,05). Dengan demikian bahwa terdapatperbedaan tingkat kecemasan ibu dalam proses menyusui antara ibu primipara dan multipara diRS Pancaran Kasih GMIM Manado. Saran untuk ibu menyusui agar lebih banyak mencariinformasi mengenai perubahan psikoligis yang terjadi pasca persalinan terutama saat menyusuidan cara untuk meminimalisir kecemasan.Kata kunci: Tingkat Kecemasan Dalam Proses Menyusui, Primipara, Multipara.
VALUASI EFEKTIVITAS PEMERIKSAAN PALPASI NADI KAKI UNTUK MENDETEKSI ANGIOPATI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT SILOAM MANADO Mulyadi, Ns; Hutauruk, Minar
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.25177

Abstract

Abstract : Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that can lead to complications of diabetic foot ulcers, one which is caused by angiopati. Currently, the gold standard used for angiopathic examination is the vascular doppler to determine the value of Ankle-Brachial Index. An angiopathy examination can be performed using palpation technique of dorsalis pedis (DP) and posterior tibial (PT) as an alternative examination for angiopathy detection. The purpose of this study was to evaluate the validity of palpation examination of DP and PT in the risk stage of diabetic foot injury angiopathy. Methods This study used the cross-sectional observational quantitative concept, compared pulse palpation with auscultation technique using ABI vascular doppler. The sampling technique using judgement sampling technique involved 30 samples.Results of this study involved 30 respondents without diabetic foot ulcer. The sensitivity on the right DP was 93%, accuracy was 93%. Sensitivity on the right PT was 92%, accuracy was 93%. Sensitivity on the left DP was 96%, accuracy was 96%. Sensitivity on the left PT was 82% left leg and accuracy was 83%. Conclusion of this study confirms that palpation techniques on the DP and PT pulse has high sensitivity and accuracy. Keywords : Diabetic foot, dorsalis pedis pulse, posterior tibial pulse, palpation, angiopathyAbstrak : Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang bisa memicu timbulnya komplikasi luka kaki diabetes, yang salah satunya disebabkan oleh angiopati. Saat ini, golden standard yang digunakan untuk pemeriksaan angiopati adalah doppler vaskular untuk menilai Ankle-Brachial Index. Pemeriksaan angiopati bisa dilakukan menggunakan teknik palpasi nadi dorsalis pedis (DP) dan posterior tibialis (PT) sebagai alternatif pemeriksaan untuk deteksi angiopati.Tujuan penelitian ini untuk evaluasi validitas pemeriksaan palpasi DP dan PT dalam mendeteksi risiko luka kaki diabetes angiopati. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif observasional cross-sectional, membandingkan teknik palpasi nadi dengan teknik auskultasi menggunakan doppler vaskular ABI. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik judgement sampling sebanyak 30 sampel.Hasil penelitian ini melibatkan 30 responden tanpa luka kaki diabetes. Validitas palpasi nadi di kaki kanan DP menghasilkan tingkat sensitivitas 93%, akurasi 93%, kaki kanan PT sensitivitasnya 92%, akurasinya 93%. Palpasi kaki kiri DP menghasilkan tingkat sensitivitas 96%, akurasi 96%, kaki kiri PT sensitivitasnya 82% dan akurasinya 83%. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan palpasi nadi DP dan PT memiliki tingkat sensitivitas dan akurasi yang tinggi.Kata Kunci : Kaki diabetes, nadi dorsalis pedis, nadi posterior tibialis, palpasi,angiopati
HUBUNGAN KECACINGAN DENGAN ANEMIA PADA MURID SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Hasyim, Novita; Mayulu, Nelly; Ponidjan, Tati
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2218

Abstract

Abstract: Anemia is a disease caused due to deficiency of iron,folic, acid and vitamin B12 in the body that lead to the formation of reduced hemoglobin. Iron deficiency anemia is also influenced by the worms consequence of chronic blood loss. The Purpose of this study was to determine the relationship worm with anemia in primary school children. This study was conducted with cross-sectional method , sample selection with proportional sampling. Sample 110 respondent. Data collected by laboratory (stool examination and hemoglobin). Subsequently collected data were processed using computer-assisted SPSS version 19 for analysis with statistical test fisher’s exact with a significance level kemaknaan (α) 0,05. The results showed that students who do not worm there are 80% (88 people) and a worm there is 20% (22 people) . for anemia status with no anemia category 60% (66 people) and anemia 40% (44 people). Conclusions in this study there was a significant association between worm with anemia in primary school children in grades p value = 0,001. Keywords: worm infestation , anemia Abstrak : Anemia merupakan penyakit yang di sebabkan karena kekurangan zat besi, asam folat dan vitamin B12 dalam tubuh yang mengakibatkan pembentukan Hemoglobin berkurang. Anemia defisiensi besi dipengaruhi juga oleh konsekuensi kecacingan dengan hilangnya darah secara kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecacingan dengan anemia pada murid sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional, pemilihan sampel dengan proporsional sampling. Sampel 110 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium (pemeriksaan feses dan pemeriksaan hemoglobin). Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 19 untuk dianalisa dengan uji statistik fisher’s exact dengan tingkat kemaknaan (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa murid yang tidak kecacingan ada 80% (88 orang) dan yang kecacingan ada 20% (22 orang). Untuk status anemia dengan kategori tidak anemia 60% (66 orang) dan anemia 40% (44 orang). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan yang bermakna antara kecacingan dengan anemia pada murid sekolah dasar dengan nilai p value = 0,001. Kata kunci: kecacingan, anemia
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN MOTIVASI DENGAN PERAWATAN MANDIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD MOKOPIDO TOLI-TOLI Rembang, Vini Paskalini; Katuuk, Mario; Malara, Reginus
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14856

Abstract

Abstract : Diabetes mellitus is a chronic disease in which the body either cannot produce insulin or cannot properly use insulin it produces. Insulin is a hormone that controls the amount of glucose in the blood. Diabetes leads to high blood sugar levels which can lead to various complications if not do selfcare behaviours. Factors that cause a lack of self-care in diabetic patiens are the lack of social support and self motivation. Purpose Knowing the relationship of social support and motivation with self care management in diabetes melitus type 2 patients in Internal Polyclinic Mokopido Hospital Toli-Toli. Design Research used cross sectional study which the data related to independent variable or risk and independent variable or consequence collected in the same time. Tehnique Sampling that is total samping is 32 samples. Statistical Test Result Chi-Square test with confidence level of 95% (α = 0.05) and obtained p value 0,047 < 0,05 and p value 0,012 < 0,05. Conclussion there are correlation between Social Support and Motivation with Self Care Behaviours in Diabetes Melitus Type 2 Patients at Internal Poyclinic Mokopido Hospital Toli-Toli. Key words: Diabetes Mellitus, Social Supports, Motivations, Self care Abstrak : Diabetes melitus adalah suatu penyakit kronik dimana tubuh tidak menghasilkan atau tidak menggunakan insulin dengan benar. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula dalam darah. Diabetes menyebabkan peningkatan kadar gula darah, yang menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak melakukan perawatan mandiri. Faktor yang menyebabkan kurangnya perawatan mandiri yaitu kurangnya dukungan dari sosial dan motivasi diri sendiri. Tujuan Penelitian Mengetahui hubungan dukungan sosial dan motivasi dengan perawatan mandiri pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Mokopido Toli-Toli. Desain Penelitian ini menggunakan cross sectional yaitu dengan data yang menyangkut variabel bebas atau resiko dan variabel terikat atau akibat akan dikumpulkan dalam waktu bersamaan. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan sampling jenuh / total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Hasil uji statistik Chi-Square test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh p value 0,047 < 0,05 dan p value 0,012 < 0,05. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan dukungan sosial dan motivasi dengan perawatan mandiri pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Mokopido Toli-Toli. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Dukungan Sosial, Motivasi, Perawatan Mandiri
KUALITAS HIDUP LANJUT USIA YANG TINGGAL DI PANTI: STUDI LITERATUR Kowureng, Majesty; Kairupan, Kairupan; Kristamuliana, Ns.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2020): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v8i2.32322

Abstract

Abstract : The increasing elderly population is a global phenomenon nowadays. Faced with this, the importance of ensuring the elderly is not only seen from a long life but also the quality of life of the elderly needs to be considered. Objective. The purpose of this literature study is to explain the quality of life and strategies to improve the quality of life of the elderly who live in nursing homes. Method. The method used to compile this literature study is by searching through an electronic database. Searching for articles is done by using the keywords Quality Of Life, Elderly, Nursing Homes, that are traced through Google Scholar, Pubmed, and Science Direct. The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal is used to assess and analyze the quality of the article methodology. Result. There were 723 articles published from 2015 to 2019 related to the quality of life of elderly living in nursing homes that were identified. However, of 723 articles, only 6 articles met with the review requirements. Six articles that meet the inclusion criteria are divided into two major themes, namely the quality of life of elderly living in nursing homes (4 studies) and interventions that affect improving the quality of life of elderly living in nursing homes (2 studies). Conclusion. This literature study concludes that the majority of elderly people living in nursing homes had a moderate quality of life and physical activity interventions and religious-spiritual interventions affected improving the quality of life in elderly nursing homes. Suggestion. The author suggests making modifications to the nursing care of the elderly who live in nursing homes that are adjusted to any changes that occur in the elderly needed to improve their quality of life.Keywords : Quality of Life, Elderly, Nursing Homes. Abstrak: Peningkatan populasi lanjut usia merupakan fenomena global saat ini. Menghadapi hal tersebut, pentingnya menjamin lanjut usia bukan hanya dilihat dari umur yang panjang, tetapi juga kualitas hidup lanjut usia perlu untuk diperhatikan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan kualitas hidup dan strategi peningkatan kualitas hidup lanjut usia yang tinggal di panti. Metode yang digunakan untuk menyusun studi literatur ini adalah dengan mencari melalui database elektronik. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci Quality Of Life, Elderly, Nursing Homes, yang ditelusuri melalui Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct. Menilai dan menganalisis kualitas metodologi dalam setiap studi menggunakan The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal. Hasil. Didapatkan 723 artikel terkait kualitas hidup lanjut usia yang tinggal di panti yang diidentifikasi dan dipublikasikan dari tahun 2015-2019. Dari 723 artikel hanya 6 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Enam artikel yang memenuhi kriteria inklusi terbagi menjadi dua tema besar yaitu kualitas hidup lanjut usia yang tinggal di panti (4 studi) dan intervensi yang berpengaruh meningkatkan kualitas hidup lanjut usia yang tinggal di panti (2 studi). Kesimpulan. Dari studi literatur ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar lanjut usia yang tinggal di panti memiliki kualitas hidup pada tingkat sedang dan intervensi aktivitas fisik dan intervensi spiritual keagamaan berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup lanjut usia yang tinggal di panti. Saran. Melakukan modifikasi pada asuhan keperawatan lanjut usia yang tinggal di panti yang disesuaikan dengan setiap perubahan yang terjadi pada lanjut usia sangat diperlukan demi meningkatkan kualitas hidup mereka.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS PADA MAHASISWA SEMESTER V (LIMA) DI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Hasan, Sitti Hardianti; Kepel, Billy J; Rompas, Sefty S
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i1.6690

Abstract

Abstract: Acne Vulgaris is a skin disease that is always a problem for adolescents and young adults. One of the risk factors that can cause acne vulgaris is eating not well. 5th Semester Student Of Nursing Science Medical Faculty University of Sam Ratulangi Manado. The incidence of acne vulgaris which occurs in young adults age is the age of 14-17 years in women and in men 16-19 years amounted 80-100%. The purpose of this research to determine The relationship of Diet With Acne Vulgaris Incident On 5th Semester Student Of Nursing Science Medical Faculty University of Sam Ratulangi Manado. The sample amounted to 36 respondents were obtained by using simple random sampling technique. Research design is Case Control and collected data from respondents using a questionnaire and observation sheet. The result of the statistical test using Chi Square test at 95% confidence level, the p value = 1.000. This means that the value of p > α (0,05). The Research result showed no relationship between Diet With Acne Vulgaris Incident On 5th Semester Student Of Nursing Science Medical Faculty University of Sam Ratulangi Manado. Recommendations for further research are expected to examine broader risk factors relationship with acne vulgaris. Keywords : diet, acne vulgaris Abstrak : Acne Vulgaris adalah salah satu penyakit kulit yang selalu menjadi masalah bagi remaja dan dewasa muda. Salah satu faktor resiko yang dapat menyebabkan acne vulgaris adalah pola makan yang tidak baik. Insiden acne vulgaris yang terjadi pada usia dewasa muda yaitu umur 14-17 tahun pada wanita dan 16-19 tahun pada pria adalah sebesar 80 – 100%. Mahasiswa Semester V di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado sebagian besar mengalami acne vulgaris.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian acne vulgaris pada mahasiswa semester v (lima) di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Sampel berjumlah 36 responden yang didapat dengan menggunakan teknik simple random sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah Case Control dan data dikumpulkan dari responden menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square pada tingkat kepercayaan 95%, maka didapatkan nilai p= 1,000. Ini berarti bahwa nilai p > α (0,05). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian acne vulgaris pada mahasiswa semester v (lima) di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih luas faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan acne vulgaris. Kata Kunci : Pola makan, acne vulgaris