cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN PERUBAHAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA SEMESTER 2 PROGRAMSTUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Nugroho, Koko; Mulyadi, Ns; Masi, Gresty Natalia Maria
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12918

Abstract

Abstract: Body Mass Index (BMI) is a simple method used to assess the nutritional status of an individual. BMI is an inexpensive and simple method for measuring the nutritional status but can not measure body fat directly. The purposethis study to determine the relationship of physical activity and diet with changes in body mass index (BMI) in the second semester students study program of nursing science faculty of medicine UNSRAT Manado. Thesamples in this study is numbered 72 respondents. The design studyused is descriptive analytic research using cross sectional design approach and the data collected from respondents using questionnaires. The research resultsbased pearson Chi-Square there is a significant relationship between physical activity with changes in body mass index in which the value of α = 0.008 and for a diet with a body mass index changes there is no relationship in which the value of α = 0.106. The conclusionsThis research shows that physical activity There is a relationship with a body mass index PSIK FK second semester students UNSRAT Manado, whereas for relations diet with a body mass index of second semester students PSIK FK UNSRAT Manado there was no correlation. The recommendationfor students PSIK FK UNSRAT order to perform physical activity intensity is slightly increased to prevent the occurrence of overweight. Keywords: Physical Activity, Diet, Body Mass Index. Abstrak: Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah metode sederhana yang digunakan untuk menilai status gizi seorang individu. IMT merupakan metode yang murah dan mudah dalam mengukur status gizi namun tidak dapat mengukur lemak tubuh secara langsung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan pola makan dengan perubahan indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa semester 2 program studi ilmu keperawatan fakultas kedokteran unsrat manado. Sampel pada penelitian ini yaitu berjumlah 72 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan pendekatan Cross sectional dan data dikumpulkan dari responden menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian berdasarkan pearson Chi-Square terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan perubahan indeks massa tubuh dimana nilai α=0,008 dan untuk pola makan dengan perubahan indeks massa tubuh tidak terdapat hubungan dimana nilai α=0,106. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh mahasiswa semester 2 PSIK FK UNSRAT Manado,sedangkan untuk hubungan pola makan dengan indeks massa tubuh mahasiswa semester 2 PSIK FK UNSRAT Manado tidak terdapat hubungan. Saran untuk mahasiswa PSIK FK UNSRAT agar dapat melakukan aktivitas fisik dengan intensitas yang sedikit ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kelebihan berat badan. Kata kunci : Aktivitas Fisik, Pola Makan, Indeks Massa Tubuh.
AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA ATLIT GYM Manggopa, Rafli; Kundre, Rina; Katuuk, Mario
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i2.24471

Abstract

Abstract : Insomnia is a difficulty in starting and maintaining sleep so someone cannot meetadequate sleep needs, both quantity and quality. Physical activity is a body movement producedby skeletal muscle which results in energy expenditure, regular physical activity has long beenconsidered an important component in healthy living. The purpose of this study was todetermine the relationship between physical activities and the incidence of insomniaexperienced by Manado Global gym athletes. The research method used was observationalanalytic with cross sectional design. The sampling technique in this study was total samplingwith 100 samples. Data collection is done using a questionnaire. The research result based onstatistic test of Chi-Square test with the level of meaning 95% (α = 0,05) is presented on a table2x3 with earned value р = 0,000 which is smaller than α (0,05) with rejected Ho and acceptedHa. The conclusion shows that there is a correlation between physical activities and insomniacondition experienced by Global Manado gym athletes.Keywords : Physical activity, insomnia incidentAbstrak : Insomnia merupakan kesukaran dalam memulai dan mempertahankan tidur sehinggatidak dapat memenuhi kebutuhan tidur yang adekuat, baik kuantitas maupun kualitas. Aktivitasfisik merupakan gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang mengakibatkanpengeluaran energi, aktivitas fisik secara teratur telah lama dianggap sebagai komponen pentingdalam hidup sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengankejadian insomnia pada atlit gym Global Manado. Metode penelitian yang digunakan yaituobservasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel padapenelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah 100 sampel. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan kuesioner. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik Chi-Square test dengantingkat kemaknaan 95% (α = 0,05) disajikan dalam tabel 2x3 diperoleh nilai р = 0,000 yaknilebih kecil dibandingkan α (0,05) dengan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan terdapathubungan aktivitas fisik dengan kejadian insomnia pada atlit gym Global Manado.Kata kunci : Aktivitas fisik, Kejadian Insomnia
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN DURASI WAKTU BERMAIN GAME ONLINE PADA REMAJA DI MANADO Piyeke, Phainel Jhonly; Bidjuni, Hendro; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5221

Abstract

Abstract: Stress is a reaction or response of body to a psychosocial stressor (mental stress or load life). Adolescence constitute to a transition, where Adolescence are usually susceptible of stress, one of the way of Adolescence to move stress is to play online games. The aim of this research is to know the correlation between stress level with the duration playing online games on Adolescence in Manado. This research based on analytic survey with cross sectional method. The samples in this research was taken with an accidental sampling technique that is 66 peoples. The instrument that used was questionnaire and interview paper. The result of this research using analysis statistic Fisher's Exact Test with a significant level α = 0,05 or 95%. The result of statistic test have gained value p = 0,024 < α = 0,05. The conclusion of this research, there is a correlation between stress level with the duration playing online games on Adolescence in Manado. Keywords : Stress Level, Adolescence, Duration, Online Games Abstrak: Stres adalah reaksi atau respon tubuh terhadap stresor psikososial (tekanan mental atau beban kehidupan). Masa remaja merupakan masa transisi, masa dimana remaja rentan terhadap stres, salah satu cara remaja untuk mengalihan stres adalah dengan bermain game online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan durasi waktu bermain game online pada remaja di Manado. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional, Sampel diambil dengan teknik pengambilan Accidental sampling yaitu sebanyak 66 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner dan lembar wawancara. Hasil penelitian menggunakan analisis uji statistik Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 atau 95%. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,024 < α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan tingkat stres dengan durasi waktu bermain game online pada remaja di Manado. Kata Kunci : Tingkat Stres, Remaja, Durasi Waktu , Game Online.
HUBUNGAN ANTARA IMBALAN JASA DAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS MANGANITU KABUPATEN SANGIHE Burhan, Windy Ira Sari; Mulyadi, Ns; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8189

Abstract

ABSTRAK: Imbalan jasa merupakan tambahan atau tunjangan yang diterima secara tidak rutin atau semua pengeluaran yang di keluarkan oleh perusahaan atau pekerja dan diterima serta dinikmati oleh pekerja baik secara langsung atau tidak langsung. Motivasi penting karena dengan motivasi suatu organisasi dapat mencapai tujuannya dan semua anggotanya dapat menampilkan kinerja optimal, dan imbalan jasa adalah salah satu hal yang dapat memotivasi kinerja kerja perawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Antara Imbalan Jasa Dengan Motivasi Kerja Perawat Di Puskesmas Manganitu Kabupaten Sangihe. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian menggunakan Uji Korelasi Chi Square didapatkan nilai p = 0,003 < α = 0,05 OR = 7,500. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara imbalan jasa dengan motivasi kerja perawat di puskesmas manganitu kabupaten sangihe. Saran memperhatikan kesejahteraan perawat dengan pemberian imbalan yang sesuai sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih berkualitas.Kata Kunci : Imbalan Jasa, Motivasi Kerja, Perawat
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWATAN PAYUDARA DENGAN KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI RUANGAN DAHLIA RSD LIUN KENDAGHE TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Katuuk, Mario; Kundre, Rina
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.25180

Abstract

Abstract: The implementation of breast care is very necessary, but many of the post partum mothers who rarely even never do breast care. The cause of this condition is due to lack of knowledge or information obtained by a mother. So this will greatly affect the fluency of breastmilk. The Purpose of this study was to is to analyze correlation of knowledge breast care with fluency of breastmilk in post partum mother in Dahlia room at Liun Kendaghe Regional Hospital Tahuna District of Sangihe. Method in this study used observational analytic with cross sectional design. Sampling technique using purposive sampling involved 64 respondents. Results of this study based on chi-square test obtained ρ value=0,011. It means that the value of ρ is less than the value of α (α=0.05),thus it can be said that Ho is rejected. Conclusion There is significant correlation between knowledge breast care with fluency of breastmilk in post partum mother in Dahlia room at Liun Kendaghe Regional Hospital Tahuna District of Sangihe. Keywords : Breast Care Knowledge, Fluency of Breastmilk, Postpartum MotherAbstrak: Pelaksanaan perawatan payudara sangat diperluhkan, namun banyak dari ibu-ibu post partum yang jarang bahkan tidak pernah melakukan perawatan payudara. Penyebab dari kondisi ini karena kurangnya pengetahuan atau informasi yang didapat oleh seorang ibu. Sehingga hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di Ruangan Dahlia RSD Liun Kendaghe Tahuna. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah 64 sampel. Hasil penelitian berdasarkan uji chi-square diperoleh nilai ρ value=0,011. Hal ini berarti nilai ρ lebih kecil dari nilai α (α=0,05), dengan demikian dapat dikatakan bahwa Ho ditolak. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di ruangan Dahlia RSD Liun Kendaghe Tahuna.Kata Kunci : Pengetahuan Perawatan Payudara, Kelancaran Produksi ASI, Ibu Post Partum
HUBUNGAN KOMUNIKASI DALAM KELUARGA DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK ASIA SEKOLAH (6-12 TAHUN) DI DESA TUMARATAS DUA KECAMATAN LANGOWAN BARA Kapantow, Jein Olifia; Tuda, Josef; Ponidjan, Tati
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2193

Abstract

Abstract: Good communication in families is very important in times of psychological development of school-aged children. The purpose of research to determine the relationship of communication in families with school-age children development. Cross sectional method, with the total sampling of as many as 40 of the respondents. The Data processed with SPSS for analysis by the method of chi-square test at 95% significance level (α= 0.05). The research results showed that respondents with a good category for communication within the family as well as the development of appropriate psychological there are a total of 16 respondents (84.2%) and respondents are categorized well for communication within the family but not in accordance with the development of the psychological as much as 3 of the respondents (15.8%). the respondents by category is bad for communication within the family but in accordance with the psychological development of school-aged children as much as 9 respondents (42,9%) and respondents who considered bad for communication within the family but did not match psychological development of as many as 12 respondents (57,1%). Conclusion there is a meaningful relationship communication in families with the psychological development of school-aged children (6-12 years) in the village of Tumaratas west of two district Langowan  with value p = 0.007 and value analysis of the Odds Ratio (OR) obtained the value of 7,111. Keywords: Communication family, Child psychologically Abstrak: Komunikasi yang baik dalam keluarga sangatlah penting dalam masa perkembangan psikologis anak usia sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan komunikasi dalam keluarga  dengan perkembangan anak usia sekolah. Metode cross sectional, dengan total sampling sebanyak 40 responden. Data diolah dengan program SPSS untuk di analisa dengan metode uji chi-square pada tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan kategori baik untuk komunikasi dalam keluarga serta perkembangan psikologis anak yang sesuai ada sebanyak 16 responden (84,2%) dan responden yang dikategorikan baik untuk komunikasi dalam keluarga tetapi tidak sesuai dengan perkembangan psikologis anak sebanyak 3 responden(15,8%). responden dengan kategori buruk untuk komunikasi dalam keluarga tetapi sesuai dengan perkembangan psikologis anak usia sekolah sebanyak 9 responden (42,9%) dan responden yang dikategorikan buruk untuk komunikasi dalam keluarga tetapi perkembangan psikologis anak tidak sesuai sebanyak 12 responden (57,1%). Kesimpulan  ada hubungan yang bermakna komunikasi dalam keluarga dengan perkembangan psikologis anak usia sekolah (6-12 tahun) di desa Tumaratas Dua Kecamatan Langowan Barat dengan nilai p = 0,007 dan nilai analisis Odds Ratio (OR) diperoleh nilai 7,111. Kata kunci : Komunikasi keluarga, Psikologis Anak
HUBUNGAN MOTIVASI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERAWATAN KAKI MANDIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Mailangkay, Sefrita; Katuuk, Mario; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14716

Abstract

Abstract : Diabetes mellitus is a heterogeneous group of disorders characterized by an increasement of glucose levels in blood, or hyperglycemia. The aim of this study is be known Motivation and Family Support Relationship with Independent Foot Care in Patients with Diabetes Mellitus Type 2. Design of This study used cross sectional data related variables that are free or risk and the dependent variable or the result will be collected at the same time. Sample taking technique used accidental sampling with total sample as 47 people. The results of the statistical test Chi-Square test with a confidence level of 95% (α =0.05) and obtained p value 0.029 <0.05 there is a relationship between motivation and foot care independently and there was no correlation between family support with self foot care (p value 0.091> 0.05). Expected result of this study is result motivation and family support in foot care can independently increase. Keywords: Motivation, Family Support, Diabetes melitus Abstrak: Diabetes melitus adalah sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Tujuan Penelitian ini adalah Diketahui Hubungan Motivasi dan Dukungan Keluarga dengan Perawatan Kaki Mandiri pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Desain Penelitian ini menggunakan cross sectional yaitu data yang menyangkut variable bebas atau resiko dan variable terikat atau akibat akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Teknik pengambilan Sampel menggunakan sampling accidental dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang. Hasil uji statistic Chi-Square test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh p value 0,029< 0,05 ada hubungan antara motivasi dengan perawatan kaki mandiri dan tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan perawatan kaki mandiri (p value 0,091 > 0,05).Kesimpulan diharapkan motivasi dan dukungan keluarga dalam perawatan kaki mandiri dapat meningkat. Kata Kunci : Motivasi, Dukungan Keluarga, Diabetes mellitus
STATUS GIZI, UMUR, PEKERJAAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN SAAT IBU KEMBALI BEKERJA Damayanti, Niwayan Ayu; Doda, Vanda; Rompas, Sefti
JURNAL KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2020): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v8i1.28408

Abstract

Abstract: Exclusive breastfeeding is giving ASI as early as possible after birth until the baby is 6 months old  however, there were still mothers who did not exclusively breastfeed and each of them had a job. one of these studies showed that babies who were not breastfed would have a 6-10 times higher risk of dying in the first few months.This research method uses a cross sectional study design with a population of mothers who have babies aged 6-12 months. Sampling was done by non-probability sampling with pruposive sampling technique. The number of samples were 52 respondents. Data is presented in the form of Frequency Tables. Data analysis used is univariate and bivariate analysis using the chi-square analysis method. Results of research Respondents on average have a high school education. With normal nutritional status, the average mother has a age of 17-25 years, the average mother works as a private / entrepreneur. From the chi-square test results obtained p value for nutritional status ρ = 0.02 smaller than α = 0.05, p value for age ρ = 0.03, smaller than α = 0.05, and p value for work ρ = 0.03, smaller than α = 0.05. In conclusion, the results of this study indicate that there is a significant relationship between nutritional status, age, occupation and exclusive breastfeeding in infants aged 6-12 months when mothers return to work at Wilaya Work Center at Werdhi Agung Public Health Center, Dumoga Tengah District.Keywords: Nutrition Status, Age, Employment, and Exclusive Breastfeeding Abstrak: ASI Ekslusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah lahir sampai bayi berumur 6 bulan namun masih didapatkan ibu yang tidak memberikan ASI secara ekslusif, dan masing-masing dari ibu tersebut memiliki pekerjaan salah satu penelitian ini menunjukan bahwa bayi yang tidak diberikan ASI akan memiliki resiko 6-10 kali lebih tinggi meninggal pada beberapa bulan pertama. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cros sectional dengan populasi ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan teknik pruposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 52 responden. Data disajikan dalam bentuk Frequency Table, Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan metode analisis chi-square. Hasil penelitian Responden rata-rata memiliki pendidikan SMA. Dengan status gizi normal, rata-rata ibu memiliki umur 17-25 tahun, rata-rata ibu bekerja sebagai Swasta/Wirausaha. Dari hasil uji chi-square didapatkan hasil nilai p untuk status gizi ρ = 0,02 lebih kecil dari α = 0,05, nilai p untuk umur ρ=0,03, lebih kecil dari α = 0,05, dan nilai p untuk pekerjaan ρ=0,03, lebih kecil dari α = 0,05. Kesimpulan, hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan yang bermakna antara status gizi, umur, pekerjaan dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi usia 6-12 bulan saat ibu kembali bekerja di Wilaya Kerja Puskesmas Werdhi Agung Kecamatan Dumoga Tengah.Kata Kunci: Status Gizi, Umur, Pekerjaaan, Dan Pemberian Asi Ekslusif
HUBUNGAN PENERAPAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) DIARE DENGAN KESEMBUHAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Mu'is, Abdul; Ismanto, Amatus Yudi; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5305

Abstract

Abstract: Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) is an integrated management approach/integrated management of sick children who come in health care, either about some classifications of disease, nutritional status, immunization status and treatment of the sick children and counseling. According to the 2005 WHO has recognized that the IMCI approach are complete to anticipate the diseases that often lead to death in children under five in the world, including diarrhea. This type of research used was descriptive cross-sectional approach with analytic. Sampling technique used was accidental sampling. The sample in this study consisted of 34 peoples. Results of Chi-Square test statistic values obtained ρ = 0.000. This means that the ρ-value is smaller than α (0.05). It can be concluded that there is a relationship between the implementation of integrated management of sick children (IMCI) diarrhea to cure diarrhea in infants in PHC Bahu at Manado City. Recommendations are expected for the existing services, especially in Bahu’s health centers can improve the application of IMCI complete with participated in IMCI training. Keywords: IMCI, Diarrhea, Toddler. Abstrak: Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) adalah suatu manajemen melalui pendekatan terintegrasi/terpadu dalam tatalaksana balita sakit yang datang di pelayanan kesehatan, baik mengenai beberapa klasifikasi penyakit, status gizi, status imunisasi maupun penanganan balita sakit tersebut dan konseling yang diberikan. Menurut WHO tahun 2005 telah mengakui bahwa pendekatan MTBS tergolong lengkap untuk mengantisi pasipenyakit-penyakit yang sering menyebabkan kematian pada balita di dunia, termasuk diare. Jenis penelitian yang digunakan ialah pendekatan cross sectional dengan descriptive analitik. Tehnik pengambilan sampel yang dipakai ialah aksidental sampling. Sampel dalam penelitian sebanyak 34 orang. Hasil uji statistik Chi-berarti nilai p lebih kecil dari α (0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara penerapan manajemen terpadu balita sakit (MTBS) diare dengan kesembuhan diare pada balita di Puskesmas Bahu Kota Manado. Saran diharapkan bagi pelayanan terutama yang ada di Puskesmas Bahu dapat meningkatkan Penerapan MTBS yang lengkap dengan mengikuti pelatihan MTBS. Kata Kunci: MTBS, Diare, Balita.
HUBUNGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA RSUD TOBELO Ruindungan, Ribka Yulia; Kundre, Rina; Masi, Gresti
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14896

Abstract

Abstracs: Inspection of Antenatal Care (ANC) is an important part of antenatal care services that form of administration. Antenatal care can be used as an initial screening of the condition of the baby to be born. The quality of antenatal care are less well is one risk factor for LBW (Sistiarani, 2008). The purpose of this study to determine the relationship Antenatal Care checks with the incidence of low birth weight (LBW) in the working area hospitals Tobelo. The method used is observational analytic approach Retrospective Study and case control design. Sampling was purposive sampling with a sample obtained 32 people, consisting of 16 to 16 cases and the control group. The results of this study using the chisquare test p value in getting 0,001dan α 0.05, p value less than α (0.001 <0.05) so that Ha is accepted. Interpretation of test results are contained Antenatal Care inspection relationship with LBW. In the calculation of odds ratios (OR) OR 3.000 and the results obtained showed that OR> 1 potentially high or inspection of Antenatal Care Good chance 3 times against BBLN events. The conclusion of this study there is a relationship Antenatal Care checks with LBW in the working area hospitals Tobelo. Suggestions as health workers to be able to provide quality services with a minimum standard of Antenatal Care ANC as known 7T. Keywords: Antenatal Care, Low Birth Weight Abstrak: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) merupakan bagian penting dalam asuhan antenatal yang membentuk cara pemberian layanan. Antenatal care dapat digunakan sebagai screening awal terhadap kondisi bayi yang akan lahir. Kualitas pelayanan antenatal yang kurang baik merupakan salah satu faktor risiko BBLR (Sistiarani, 2008). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemeriksaan Antenatal Care dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di wilayah kerja RSUD Tobelo. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan Study Retrospective dan rancangan case control. Pengambilan sampel dengan Purposive Sampling didapatkan sampel 32 orang, terdiri dari 16 untuk kelompok kasus dan 16 kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menggunakan uji chi-square di dapatkan p value 0,001dan α 0,05 maka p value kurang dari α (0,001 < 0,05) sehingga Ha diterima. Interpretasi hasil uji ini adalah terdapat hubungan pemeriksaan Antenatal Care dengan kejadian BBLR. Pada perhitungan odds ratio (OR) didapat OR 3,000 dan hasil ini menunjukkan bahwa OR > 1 berpeluang tinggi atau pemeriksaan Antenatal Care Baik berpeluang 3 kali lipat terhadap kejadian BBLN. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan pemeriksaan Antenatal Care dengan kejadian BBLR di wilayah kerja RSUD Tobelo. Saran sebagai tenaga kesehatan agar mampu memberikan kualitas pelayanan Antenatal Care dengan standar minimal pelayanan ANC yang dikenal dengan 7T. Kata Kunci: Pemeriksaan Antenatal Care, BBLR