cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI (SOROT)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
EMBEDEDDNESS OF SOCIO-ECONOMIC ACTIONS: SOUVENIR VENDORS AT SUKAWATI ARTS MARKET, INDONESIA Wintensari, Dewa Ayu Made; Ranteallo, Ikma Citra; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada keterlekatan tindakan sosial ekonomi pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati Gianyar. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan dan menganalisis keterlekatan yang terjalin diantara pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah Keterlekatan Tindakan Sosial Ekonomi oleh Mark Granovetter. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya hubungan keterlekatan yang terjalin diantara pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati Gianyar. Keterlekatan yang terjadi di pasar ini masuk kedalam dua konsep sesuai dengan pemikiran Mark Granovetter yaitu (undersocialized) dan (oversocialized). Kedua konsep ini terjadi diantara pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati akan tetapi lebih condong dalam konsep oversocialized yang dimana para pedagang masih memegang teguh norma adat istiadat yang berlaku seperti harus saling tolong menolong dengan sesama, adanya rasa toleransi dan empati yang tinggi sehingga keterlekatan yang terjalin diantara pedagang bersifat positif serta menumbuhkan rasa kaharmonisan dalam hubungan yang terjalin diantara mereka. Kata kunci: Granovetter, keterlekatan, tindakan sosial ekonomi, pedagang souvenir
Tradisi Mekotek Tinjauan Sosiologis Tradisi Penolak Bala dari Desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Bali Tinangon, Juan Andrew; Punia, I Nengah; Tamim, Imron Hadi
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on the Mekotek tradition, which is a tradition of repelling evil which has deep spiritual and sociological meaning and is traditionally held every 6 months on Saturday Kliwon Kuningan, right on the Kuningan holiday. The aim of this research is to explain and analyze the form and meaning of symbols in the Mekotek tradition. This research uses a research method with a qualitative descriptive approach. The theory that is the analytical tool in this research is Roland Barthes' semiotics with the concept of Two Orders of Signification. The results of this research suggest that the main form of symbols in the Mekotek tradition is the denotational meaning in a symbol in the form of tamiang Kolam, spears, Munggu Kingdom war banners, pulai wood and its ornaments, Bleganjur or gongs, kulkul and clothing. The connotative meaning of the main symbols in the Mekotek tradition represents a means of self-defense, identity as a banner of war and solidarity, respect for ancestors, spiritual, religious dimensions and traditional identity in carrying out the Mekotek tradition. The main symbols in the Mekotek tradition are expressed as elements that have deep mythical meaning such as sacredness and holiness, elements of courage and honor, ancestral strength, aesthetic dimensions, as well as a form of maintaining cultural identity. The Mekotek tradition reflects the local wisdom of the Munggu Traditional Village community which makes it a tradition to repel evil. Bearing in mind that the Mekotek tradition is mandatory for the Munggu Traditional Village community, the implementation of this tradition should not just be a form of ritual, but requires a deep understanding and meaning from a spiritual and sociological perspective of every symbol and action in the Mekotek tradition. Keywords: Mekotek, Semiotic, Mekotek Tradition Symbols, Meaning of Mekotek Tradition, Repelling Evil
Representasi Anarkisme Dalam Film Serial Money Heist Season 1 & 2 Marbun, Angelina Sellyn Manora; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the representation of anarchism presented in seasons 1 and 2 of the series Money Heist. The primary focus of this series is on acts of robbery with an anarchist twist. The approach used in this analysis refers to the framing analysis developed by Zhongdan Pan and Gerald M. Kosicki. The findings of this analysis indicate that Money Heist portrays various tenets of anarchism, particularly the postmodern perspective. Data extracted from various scenes in the Money Heist series reveal two central concepts in postmodern anarchism: the moral legitimacy challenged by the state and the role of media as a tool of control wielded by the state. From this research, it can be concluded that Money Heist conveys the message that anarchism is not solely about destructive actions but also serves as a form of resistance against injustice and the abuse of power perpetrated by the state and excessive authorities.
Strategi Bertahan Warung Madura di Kelurahan Pemecutan Kecamatan Denpasar Barat Tamim, Imron Hadi; Shansa, Dewi Aprilia; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk memaparkan dan menganalisis keberadaan warung Madura di Kelurahan Pemecutan Kecamatan Denpasar Barat dalam membangun jaringan usahanya dan menciptakan strategi bertahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Penelitian ini dianalisis dengan teori jaringan sosial dari Mark Granovetter. Hasil studi mengungkapkan bahwa warung Madura di Kelurahan Pemecutan Denpasar Barat ada yang dikelola langsung oleh pemiliknya atau karyawan yang dipekerjakan pemiliknya. Meskipun memiliki usaha warung yang sama, sesama pengelola warung Madura tetap saling menghargai usaha yang dimiliki dengan saling membantu, bersaing secara sehat, dan bekerja sama untuk mendukung agar warung Madura bisa sukses serta bertahan dalam jangka panjang. Tantangan yang dihadapi oleh warung Madura dengan semakin maraknya kemunculan toko modern yang mudah untuk ditemukan telah menimbulkan persaingan. Namun para pengelola warung Madura telah memiliki strategi-strategi yang digunakan untuk mengembangkan dan mempertahankan usaha agar bisa lebih unggul dibandingkan toko modern atau warung lainnya. Selain itu, dalam mendukung keberlanjutan warung Madura, pengelola warung Madura telah menjalin hubungan yang baik dengan jaringan pengelola warung Madura lainnya, supplier, pemilik warung lokal, dan masyarakat setempat sebagai konsumen.
Jurnal Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Pekerja Paruh Waktu FISIP Universitas Udayana Perdania, Sellika; Punia, I Nengah; Aditya, I Gst. Ngr Agung Krisna
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quarter-life crisis is not a new phenomenon in Indonesia, with many experiencing it without being familiar with the term. The quarter-life crisis is described as a state of instability, numerous choices, worries, and even despair experienced by individuals entering early adulthood (Robbins, 2001). This phase is typically encountered by individuals in their late teens to early twenties, including college students. The Faculty of Social and Political Sciences at Udayana University, located in the city center, is one of the faculties where students often work part-time jobs due to experiencing the quarter-life crisis. Using qualitative research methods, the author illustrates how this phase influences social and psychological aspects (both positively and negatively), leading students at Udayana's Faculty of Social and Political Sciences to choose part-time work as one of their alternatives. Through the Theory of Emerging Adulthood, one characteristic of this period is being self-focused, where young adults focus on themselves to make life choices, reducing their dependence on parents or others.
PERILAKU KONSUMSI MASYARAKAT KELAS MENENGAH DI KECAMATAN CURUG TANGERANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Panggabean, Gabriela Dona Insani; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi masyarakat kelas menengah di Indonesia yang sulit diidentifikasi keberadaannya dan menjadi pendorong untuk roda perekonomian suatu negara dikarenakan sifat konsumsi yang cenderung tinggi. Pada masa Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada masayarakat yang salah satunya adalah pada dampak ekonomi. Kecamatan Curug merupakan wilayah yang startegis dan penduduk yang heterogenitasnya tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan dianalisis dengan teori leisure class atau kelas pemboros yang digagas oleh Thorstein Veblen. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana dampak Pandemi Covid-19 terhadap Masyarakat kelas menengah di Kecamatan Curug dan bagaimana perilaku konsumsi Masyarakat kelas menengah pada masa Pandemi Covid-19 di Kecamatan Curug. Hasil dari penelitian ini adalah Masyarakat kelas menengah pada masa Pandemi Covid-19 di Kecamatan Curug Tangerang cenderung berlebihan. Adanya dampak pada pola perilaku konsumsi sebagai leisure class yaitu atensi dalam menggunakan produk industri budaya yang memiliki simbol agar mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Pendapatan yang menurun bukanlah menjadi halangan dari konsumsi berlebihan. Penggunaan jasa pinjaman dan metode pembayaran secara kredit merupakan strategi dalam pemenuhan naluri konsumsi pada saat kondisi perekonomian menurun pada masa Pandemi Covid-19. Hal tersebut sejalan dengan Teori Veblen yang mengemukakan sifat leisure class yang menggunakan predatory instinct untuk menyalurkan naluri konsumsi yang berlebihan. Saran yang diperoleh dari penelitian ini adalah bagi masyarakat kelas menengah agar tidak mengembangkan perilaku konsumsi yang berlebihan dan menyesuaikan gaya hidup dengan pendapatannya, bagi pemerintah agar menjadikan penelitian ini sebagai refrensi dalam pengambilan keputusan terkait perencanaan pembangunan dalam pengembangan Kecamatan Curug pada sektor sosial dan ekonomi. Kata Kunci: Perilaku konsumsi, Masyarakat kelas menengah, Pandemi Covid-19
Peranan Organisasi Kemahasiswaan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Udayana Dalam Pengembangan Berpikir Kritis Mahasiswa Jovianto, Fakhri; Arjawa, I Gusti Putu Bagus Suka; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focuses on members of the Student Representative Council. The aim of the research is to describe and analyze the development of critical thinking for members of the Udayana University Student Representative Council. Critical thinking can be developed in various ways, one of which is by joining a student organization engaged in the legislative field at Udayana University, namely the Student Representative Council. Students participating in student organizations can consider various things, especially for students who have various activities and obligations that make students have to think carefully about their decision to join. This study uses a qualitative approach with explanatory descriptive type. Amitai Etzioni's Theory of Communitarianism is used as a scalpel to analyze student choices for the development of critical thinking and challenges of critical thinking in the Student Representative Council student organization. Communitarianism emphasizes the importance of social solidarity and cooperation in achieving common prosperity. Students who participate in the Student Representative Council determine their choice to develop critical thinking by considering it as a communitarian view, that is, this view rejects the view of individualism which prioritizes individual interests above the interests of the community. It was concluded that the development of critical thinking for members of the Student Representative Council has the benefit of developing their legislative skills through various work programs according to the main tasks and functions of advocacy, oversight, legislation and budget aspirations to achieve organizational goals, namely student welfare. It is recommended to carry out the main tasks and functions carried out by each DPM member by prioritizing social solidarity and cooperation with fellow organizations. Keywords: Critical Thinking, Communitarianism, Student Representative Council, Student Welfare
PERILAKU KONSUMTIF DAN GAYA HIDUP PENGGEMAR SEPEDA FIXED GEAR DI KOTA DENPASAR Syukur, M.; Sastri Mahadewi, Ni Made Anggita; Agung Krisna Aditya, I Gusti Ngurah
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A consumption society is a group that is constantly engaged in consumption activities. However, consumption in this context has evolved from simply fulfilling basic human needs to a lifestyle. According to Baudrillard, the consumption pattern of postmodern society is characterized by a shift in orientation from life needs to lifestyle expressions. This study aims to analyze the consumptive behavior and lifestyle of fixed gear bicycle enthusiasts in Denpasar City using an explanatory descriptive qualitative approach and Jean P. Baudrillard's theory of consumption society. The results showed that fixed gear bikes are not only a means of transportation, but also a symbol of identity expression and lifestyle. The consumption of symbols gives birth to a society of spectacle where symbolic exchange creates social distance and differentiates individuals within the community. Preferences for bicycles, brands, styles, and associated values shape identities and groups within the community.
PERSPEKTIF TINDAKAN SOSIAL AKTIVITAS NONGKRONG MAHASISWA DI RENON, BALI Amput, Albertus Gianino; Nugroho, Wahyu Budi; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji aktivitas nongkrong mahasiswa di Renon dalam perspektif tindakan sosial berserta implikasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksplanatif. Teori yang dipilih sebagai pisau bedah dalam menganalisis penelitian ialah tindakan sosial rasionalitas dari Max Weber. Hasil penelitian mengungkap bahwa motif dan tujuan mahasiswa dalam aktivitas nongkrong berbeda dan berdampak pada mahasiswa itu sendiri. Setiap tindakan mahasiswa berupa subjektif sehingga tidak bisa dipandang dari sudut manapun selain sudut pandang pelaku aktivitas nongkrong yakni mahasiswa. Lebih jauh ditemukan bahwa aktivitas nongkrong terdapat delapan informan terkategori dalam rasionalitas instrumental, sementara terdapat empat terkategori dalam rasionalitas instrumental dan rasionalitas tradisional, kemudian terdapat tiga terkategori sebagai rasionalitas afeksi. Ditemukan dampak nongkrong terhadap mahasiswa antara lain; (1) menambah relasi, (2) belajar bersosialisasi, (3) menambah pemikiran-pemikiran baru, (4) membentuk kepribadian, (5) semakin intim dalam berteman, (6) menghilangkan rasa bosan, dan (7) self healing. Kata kunci: nongkrong, mahasiswa, dan tindakan sosial rasionalitas.
RASIONALISASI KRAMA DESA ADAT DLOD TUKAD BATUBULAN MENETAP DI TANAH PEKARANGAN DESA Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memaparkan dan menganalisis rasionalisasi krama desa Adat Dlod Tukad Batubulan yang menetap di tanah pekarangan desa dengan beban tanggung jawab ayahan di tengah kehidupan modern saat ini yang serba praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini sebagai pisau bedah dalam menganalisis fenomena yang terjadi adalah teori tindakan sosial dari Max Weber. Hasil penelitian di lapangan mengungkapkan bahwa terdapat empat rasionalitas yang mendasari alasan krama desa Adat Dlod Tukad Batubulan memilih menetap di tanah pekarangan desa dengan beban tanggung jawab ayahan pada desa adat, yang terdiri atas rasionalitas nilai, rasionalitas instrumental, tindakan tradisional dan tindakan afektif. Lebih jauh, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Desa Adat Dlod Tukad Batubulan yang merupakan desa adat anyar di Bali tidak sepenuhnya menggunakan pengaturan otoritas tradisional dalam menjalankan pemerintahannya, terkhusus pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan modern saat ini. Kata kunci: Desa adat, rasionalisasi, tanah desa.