cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 400 Documents
Analisis Faktor Domestik Amerika Serikat dalam Mengambil Kebijakan The Cuban Thaw 2014
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepentingan nasional AS khususnya pada bidang ekonomi dengan fokus pada analisis faktor domestik melalui The Cuban Thaw 2014. Putusnya hubungan kedua negara selama 54 tahun (1961-2014) menjadi alasan AS untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Kuba. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kerangka pemikiran kepentingan nasional yang akan berfokus pada kebijakan luar negeri dengan faktor domestik sebagai fokus dalam proses analisis. Penelitian ini menghasilkan jawaban bahwa ada beberapa alasan yang menjadi faktor domestik AS dalam mencapai kepentingan ekonominya dalam mengambil kebijakan The Cuban Thaw 2014, diantaranya berkaitannya dengan pemanfaatan SDA AS yaitu minyak bumi, pertanian, dan juga terkait bahan pangan; lapangan pekerjaan; telekomunikasi; pariwasata; opini publik; siklus elektoral; hingga pengaruh dari negosiasi yang berkaitan dengan kedua negara melalui two level games. Selain itu, adanya keinginan AS untuk menjadikan Kuba sebagai trade partner yang nantinya akan berpengaruh pada ekonomi AS yang akan dilihat dari empat indikator ekonomi seperti perkembangan GDP per kapita AS, tingkat pengangguran AS, tingkat investasi aset non-finansial AS, dan tingkat ekspor barang dan jasa AS, dan menunjukan kondisi ekonomi AS pada 2014-2016 setelah beberapa kebijakan dijalankan mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Rationalizing Russia's Decision to Host 2018 FIFA World Cup
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the advantages that Russia managed to get when it hosted the 2018 FIFA World Cup, using descriptive qualitative methods. As the host of the world's biggest sporting event, Russia is under a lot of pressure from the international community because of the racism issue. Therefore, Russia is trying to take advantage of the opportunities for its role as the host of the 2018 FIFA World Cup, to maximize the benefits that will be obtained. By using the Rational Actor Model and Nation Branding, an analysis of the rationalization of Russia's profits identified, among others: the creation of jobs for 220 thousand Russians, managed to reap a total tourism sector profit of 38.06 billion USD, and at the same time Russia was able to change the country's bad image. by successfully attracting approximately one million foreign tourists who visited directly to watch the World Cup. Key Words : FIFA World Cup 2018, Nation Branding, Rational Actor Model, Russia
Proses Pengambilan Kebijakan Pembatasan Perjalanan Pantai Gading Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 Tahun 2020
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Gading adalah negara dengan angka terinfeksi kasus COVID-19 yang tergolong rendah di Benua Afrika. Kendati demikian, pemerintah Pantai Gading secara cepat bertindak dengan tujuan untuk dapat memperkecil angka peningkatan kasus di Pantai Gading. Aturan yang dikeluarkan pemerintah Pantai Gading berkaitan dengan penanganan COVID-19 seluruhnya melewati pertimbangan di Dewan Keamanan Nasional. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan, yakni kebijakan pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan, mengundang kontroversi di internal Dewan Keamanan Nasional karena adanya perbedaan kepentingan antarlembaga. Di satu sisi, kepentingan yang dimiliki Komite Pemantau, Dewan Keamanan Nasional, dan Presiden Pantai Gading terpenuhi dari adanya kebijakanpembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan diterapkan di Pantai Gading. Namun di sisi lain, terdapat lembaga seperti Kementerian Perdagangan dan Industri, Kementerian Perdagangan, dan CCC (Conseil du Cafè-Cacao) yang menolak keras kebijakan tersebut karena kepentingannya tidak sejalan dengan kebijakan tersebut. Proses pengambilan kebijakan yang didasarkan atas adanya kepentingan lembaga pemerintahan yang berbeda-beda tersebut akan diteliti menggunakan Model Politik Birokrasi menurut Mingst dan Arreguín-Toft, dengan menekankan adanya proses tarik menarik kepentingan yang berbeda-beda antara satu lembaga dengan lembaga yang lain dalam pengambilan kebijakan. Setelah kebijakan pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan untuk mobilisasi manusia dan barang di bentuk, selanjutnya diadakan kembali pembahasan terhadap kebijakan tersebut. Pada proses itulah terdapat negosiasi dan proses tarik menarik kepentingan antara pihak yang pro dan kontra. Kemudian, proses tersebut menghasilkan sebuah kebijakan yang dapat memenuhi kepentingan seluruh lembaga, yakni dengan tetap menerapkan kebijakan pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan namun terbatas hanya kepada mobilitas manusia, sementara mobilitas barang diizinkan untuk keluar masuk wilayah Pantai Gading. Kata kunci: COVID-19, kebijakan pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan, Model Politik Birokrasi,Pantai Gading
UPAYA KOREA SELATAN DALAM MANAJEMEN SAMPAH PASCA KEBIJAKAN NATIONAL SWORD POLICY TIONGKOK TAHUN 2018-2021
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

China implemented a policy of limiting the import of recycled waste, namely the National Sword Policy in 2018. This policy has an impact on waste issues globally. South Korea is one of the countries that get the impact of China's National Sword Policy implementation, South Korea is experiencing a build-up of domestic waste. South Korea's efforts in waste management after China's 2018-2021 National Sword Policy are explained using the concepts of Waste Management, Environmental Governance, and Environmental Policy. Based on the applied concept, some findings appeared that South Korea made some efforts to solved the problem of domestic waste by improving the waste management system. In improving the waste management system, South Korea made efforts to collaborate on environmental management with parties related to waste. The improvement of the waste management system is manifested in the amendment of the environmental policy regarding waste. This research applies exploratory qualitative method. Keywords: South Korea, Waste Management, Environmental Policy, National Sword Policy.
Alasan Rusia Mengembangkan Senjata Nuklir Jarak Menengah (Intermediate Nuclear Forces)
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan alasan Rusia mengembangkan senjata nuklir jarak menengah yang bertentangan dengan perjanjian internasional yang diikutinya, yakni Intermediate Nuclear Forces Treaty (INF Treaty). INF Treaty merupakan perjanjian internasional yang membatasi pengembangan misil darat dengan jangkauan 500-5.500km. INF Treaty berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan internasional, khususnya kawasan Euro-Atlantic. Setelah beberapa dekade sejak perjanjian ini ditandatangani, Rusia dikonfirmasi telah melanggar perjanjian ini dengan mengembangkan misil kode 9M729 atau dikenal juga sebagai SSC-8. Penelitian ini menggunakan metode kualitatis eksplanatif untuk menjelaskan alasan Rusia dengan data yang diperoleh melalui studi pustaka. Hasil analisis yang menggunakan teori Realisme Ofensif menunjukkan bahwa perubahan struktural dalam tatanan internasional menyebabkan Rusia memilih untuk bertindak ofensif dengan mengembangkan senjata nuklir jarak menengah.
IMPLEMENTASI PROTOKOL KYOTO DI BRASIL TERHADAP DEFORESTASI HUTAN AMAZON TAHUN 2000 – 2018
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explains the reasons for Brazil to develop its beef cattle industry despite Brazil's ratification of the Kyoto Protocol. The Kyoto Protocol is an international agreement to reduce greenhouse gas emissions that have caused global warming. Development of the Brazilian beef cattle industry is an industry that causes deforestation in the Amazon forest. This activity has been able to place Brazil as the world's largest exporter of meat. The analysis described in this study attempts to explain the gap between the ratification of international treaties and their implementation in domestic policy. Method that is used is a qualitative research method with data collection techniques sourced from literature studies. As for the framework of thinking that becomes the reference for analysis in this study is the National Interest and Environment Kuznets Curve (EKC).
STRATEGI DIPLOMASI BUDAYA JEPANG TERHADAP INDONESIA MELALUI ANIME DAN MANGA PADA TAHUN 2018-2021
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia and Japan are two countries that have established diplomatic relations for a long time. One of the most prominent collaborations in Japan-Indonesia relations is cultural relations. Indonesia and Japan often conduct cultural exchanges to show a positive image of their country. Anime and manga are popular culture that is often used as Japanese soft power to carry out cultural diplomacy to several countries. Indonesia is a country where people really like anime and manga, that there are even several festivals involving anime and manga every year. In 2018, coinciding with the 60th Japan-Indonesia diplomatic relations, the two countries held a festival to conduct cultural exchanges where Japan often used anime and manga to Indonesia. In 2021, due to the COVID-19 pandemic, Japanese festivals were then held online, one of them, Animeland which is the largest virtual anime festival ever made and held at the year of 2021, in Indonesia. Keywords: Anime-Manga, Cultural Diplomacy, Japan-Indonesia, Soft Power.
STRATEGI #METOO MOVEMENT DALAM MEMOBILISASI SUMBER DAYA UNTUK MENENTANG PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI AMERIKA SERIKAT TAHUN 2017-2021
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan strategi dari organisasi gerakan sosial yakni #MeToo Movement mendorong pemerintah Amerika Serikat untuk memberikan kebijakan yang mendukung para penyintas pelecehan seksual menggunakan metode kualitatif. Permasalahan pelecehan seksual menjadi isu kompleks yang masif terjadi di Amerika Serikat. Sebagai sebuah komunitas yang dipimpin oleh kaum perempuan, #MeToo Movement berperan penting untuk memberantas isu pelecehan seksual yang sebagian besar korbannya adalah perempuan dan kurang mendapat perlindungan hukum dari pemerintah. Oleh karenanya, Peneliti menggunakan kerangka konseptual teori mobilisasi sumber daya dan teori agenda setting dalam mendorong pemerintah untuk menghasilkan kebijakan yang menangani pelecehan seksual dan melindungi hak-hak perempuan. Penelitian ini kemudian dapat melihat strategi mobilisasi sumber daya, pembingkaian media, dan penetapan agenda dan menghasilkan transformasi munculnya isu pelecehan seksual ke ranah publik. Strategi ini memperoleh perhatian pemerintah untuk menghasilkan undang-undang yang secara khusus menangani pelecehan seksual yang belum pernah ada sebelumnya.
UPAYA PEMERINTAH INDONESIA DALAM MERESPON PENETAPAN TRAVEL WARNING DARI SINGAPURA TAHUN 2018
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out how Indonesia's response after the travel warning was issued by Singapore using a qualitative descriptive method. The establishment of a travel warning policy by Singapore to Indonesia followed several issues that occurred in Indonesia, such as security issues and natural disasters. So that Indonesia makes efforts to take advantage of the political relations it has with Singapore by carrying out bilateral cooperation and diplomacy. By using the theory of tourism in International Relations and the concept of multi-track diplomacy is used to analyze the efforts of the Government of Indonesia. In an effort by the Government of Indonesia to focus on increasing the country's capacity building by using a tourism marketing strategy framework in it, namely: DOT (Destination, Origin, Time) and BAS (Branding - Advertising - Selling), as well as POSE (Paid Media, Owned Media, Social Media and endorser) with the assistance of various parties so as to produce cooperation in it. The resulting collaborations are: cooperation between the Government of Indonesia and the Government of Singapore, cooperation between the Government of Indonesia and non-government, cooperation between the Government of Indonesia and multinational companies, cooperation between the Government of Indonesia and the community and cooperation between the Government of Indonesia and the media. Keywords: Multi-Track Diplomacy, Tourism in International Relations, Indonesian Tourism, Travel warning.
PROPAGANDA POLITIK POPULISME: KEBERHASILAN FREIHEITLICHEN PARTEI ÖSTERREICHS (FPO) DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF NASIONAL AUSTRIA 2017
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A right-wing party in Austria, namely the Freiheitlichen Partei Osterreichs (FPO) with a populist movement that surprisingly gained a significant number of votes in the Austrian National Legislative Election in 2017. This increase in votes is quite large for the far-right party, who has a bad history in Austrian politics. To answer the question regarding the efforts of the FPO party in attracting voter sympathy in the 2017 Austria legislative elections, researcher use the conceptual framework such as Populism and Propaganda. Furthermore, this research use qualitative-descriptive research methods with secondary data sources through library research. This research examine that the party led by Heinz Cristian Strache gain popularity when there were issues surrounding asylum seekers immigrants who came to Austria in large numbers. This issue has become the object of populist propaganda to spread the message that immigrants are a source of problems that burden the country and the lives of the Austrian people. Through the Propaganda approach, FPO contributes to shape the opinion of the majority Austrian people to secure voting rights holders for their party. Keywords : Freiheitlichen Partei Österreichs, Imigran, Populisme, Propaganda.