Articles
400 Documents
kerjasama, pendidkan,Timor-Leste
Neri, Septiana De Jesus Neri Jesus;
Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya;
Resen, Putu Titah Kawitri
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The cooperation between the two countries in the field of education is clear evidence that this collaboration provides excellent opportunities for the people of Timor-Leste to study at a higher level, such as students from Timor-Leste who receive quality undergraduate education and receive input from the Indonesian state or efforts to develop science for the country The purpose of writing this thesis is to describe the process of cooperation between the governments of Timor-Leste and Indonesia in the field of education in the 2011-2021 period. The data collection technique used in this study is similar to bibliographic research, namely collecting data from the literature related to the topic to be discussed and then analyzed. And documents on Timor-Leste's economic capacity to improve the quality of family education, as well as developments and barriers for Timorese students studying in Indonesia, including government and private grants. Cooperation document between Indonesia and Timor-Leste in the field of quality and quality education. Data from magazines, newspapers and internet sites, as well as research reports related to cooperation in the field of education. The results of the analysis show that the collaboration has had a major influence on the country of Timor Leste regarding the quality of education in Timor Leste. Collaboration does not only create peace but also makes the community more prosperous. Rights that have not been fulfilled can be fulfilled, so that people have the same right to education..
Upaya Diplomasi Publik Uni Emirat Arab dalam Membentuk Citra Luxury Tourism Dubai
Sari, Sofie Dian;
Parameswari, Anak Agung Ayu Intan;
Wiranata, I Made Anom
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Studi ini membahas tentang implementasi upaya-upaya yang dilakukan Uni Emirat Arab dalam membentuk citra pariwisata mewah melalui Dubai sebagai objek penguat citranya. Tulisan ini mengidentifikasi Dubai dengan mengadopsi konsep pariwisata mewah dunia baru yang meliputi lima faktor dari: (a) lingkungan politik-hukum, (b) lingkungan ekonomi, (c) lingkungan sosial-budaya, (d) lingkungan teknologi, dan (e) lingkungan ekologi. Berdasarkan data sekunder, penelitian ini menemukan bahwa pariwisata mewah memang telah dikembangkan oleh Uni Emirat Arab dan memberikan dampak positif pada kepentingan negara. Upaya diplomasi publik Uni Emirat Arab yang akan dijelaskan dalam tulisan ini ditunjukkan melalui: (1) manajemen berita dengan membuat situs resmi dan media sosial untuk pariwisata Dubai, (2) komunikasi strategis dengan melakukan upaya kampanye langsung ke beberapa negara dan kampanye online, serta (3) membangun hubungan baik dengan negara-negara yang berpotensial untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Uni Emirat Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pariwisata mewah Dubai dan upaya diplomasi publik yang dilakukan Uni Emirat Arab untuk memperkenalkan pariwisatanya ke masyarakat internasional berhasil, sehingga terjadi peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan dari tahun ke tahun dan citra pariwisata mewah Dubai juga menguat.
ALASAN PENINJAUAN ULANG GENERALIZED SYSTEM OF PREFERENCE (GSP) OLEH PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT (AS) TERHADAP INDONESIA PASCA PENERAPAN GERBANG PEMBAYARAN NASIONAL (GPN) TAHUN 2017-2020
Shinta, Geraldine Adinda Deby;
Kumala Dewi, Putu Ratih;
Rainy Priadarsini, Ni Wayan
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan Amerika Serikat (AS) dalam meninjau ulang kelayakan Indonesia atas GSP pada tahun 2018-2020 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan konsep kebijakan luar negeri yang menjelaskan bahwa perubahan kebijakan luar negeri terjadi karena adanya kepentingan nasional yang ingin dicapai suatu negara. Untuk mencapai kepentingan nasional tersebut negara menggunakan alat kebijakan luar negerinya untuk mempengaruhi negara lain. Dalam kasus ini, GSP merupakan sarana ekonomi yang digunakan AS untuk mempengaruhi Indonesia sesuai dengan kepentingan ekonomi yang ingin dicapai AS. Penerapan GPN di Indonesia telah mempengaruhi perusahaan multinasional asal AS untuk beroperasi di wilayah Indonesia. Perusahaan multinasional itu adalah Visa dan MasterCard. Penerapan GPN telah menghambat perdagangan AS di Indonesia dan tidak sesuai dengan prinsip GSP yaitu perdagangan bebas. GPN memaksa perusahaan multinasional AS untuk melepaskan kendali atas kepemilikan saham, penetapan harga, merek, dan aturan kepada entitas lokal. Kerugian yang dialami perusahaan multinasional juga kerugian yang akan dialami AS sebagai home country. Penelitian ini kemudian menyimpulkan bahwa alasan AS meninjau ulang kelayakan Indonesia atas fasilitas GSP adalah untuk melindungi perusahaan multinasional asal AS yaitu Visa dan MasterCard untuk memajukan ekonomi AS dengan memanfaatkan hak istimewa GSP.Keinginan AS adalah pengecualian kebijakan GPN pada kartu kredit. Hal tersebut merupakan syarat mutlak jika Indonesia tetap ingin mempertahankan fasilitas GSP.
Diplomasi Budaya Jepang Melalui Animasi Karya Makoto Shinkai Sebagai Instrumen Soft Power
Nessa, Ni Luh Manick Widiastary;
Wiranata, I Made Anom;
Suwecawangsa, Adi Putra
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anime as an instrument of soft power has been a medium of cultural diplomacy by Japan. Through the years, anime continues to improve its quality and quantity, making it a form of Japanese popular culture that has received attention and interest from people in various countries. This study aims to examine the representation of the anime films Kimi No Nawa and Tenki No Ko as instruments of soft power in Japanese cultural diplomacy. Makoto Shinkai's two masterpieces have attracted attention and popularity outside of Japan. In the process of analysis, the authors use the concept of soft power, cultural politics and cultural diplomacy as well as qualitative research methods. From the research conducted, the authors found that Japan maintains its image and influence and shows openness to international audiences. This can be seen from the representation of Japanese cultural values and foreign culture in the dynamics of urban and rural life shown in the anime. These two anime have positively impacted Japan's cultural diplomacy given the high viewership numbers, records and revenue from film screenings worldwide like in People’s Republic of China, South Korea, United Kingdom and Singapore. This film was also successful in presenting a new tourist attraction for foreign fans because several fictional locations in the film were inspired by real places or locations in Japan. The government had facilitated package tour for tourists to travel several real places in the anime.
Persepsi Partisipan Global Hansik Campaign (K-Food Fair) di Jakarta Terhadap Kebudayaan Korea Selatan
Hayyu, Nadiah;
Wiranata, I Made Anom;
Suwecawangsa, Adi Putra
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
South Korea is one of the countries that is active in spreading its culture globally through various media, either directly or indirectly. This study aims to find out one of the Korean culture, especially in the field of food which is disseminated through a campaign called the Global Hansik Campaign . One of the events campaign which is routinely held in Jakarta, Indonesia is called the Korean Food Fair . Korean food became popular among the people, then supported by the implementation of the K-food Fair which was held openly and involved a number of participants. This study uses a qualitative method using the concept of soft power as a form of implementation from the Korean Government in spreading culture and early introduction of participants to Korean culture and supported by symbolic interaction theory in supporting analysis for the process of forming participant perceptions. The used of concepts and theories, researcher found that the participants' perceptions depended on the interactions created by each individual and the surrounding environment. Thus, perception is related to the process and meaning understood by participants regarding the K-Food Fair and Korean culture. Meanings created through the process of interaction are not the same and different. In addition, this study also shows that there is a relationship between the formation of a perception that can affect the lives of participants.
Diplomasi Publik Indonesia dalam Penyelenggaraan Moto GP 2022 Guna Meningkatkan Nation Brand Indonesia Pasca Pandemi Covid-19c
Kena, Siti Rukia;
Priadarsini, Ni Wayan Rainy;
Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research aims to describe Indonesia's public diplomacy strategy through holding the 2022 Moto GP to improve Indonesia's nation brand after the pandemic Covid-19. This research uses descriptive- qualitative methods with primary data sources that obtained from reports and documents from the Indonesian government and secondary data sources from various literatures that related to the research topic. The Covid-19 pandemic has had an impact on the image of Indonesia. Indonesia is considered a country with poor handling of Covid-19, so many countries are limiting visits to Indonesia. Of course this will affect Indonesia's image as a tourism country.Therefore, Indonesia is trying to overcome this problem by taking advantage of the momentum of holding the 2022 Moto GP in Mandalika. Indonesia uses public diplomacy in holding international racing events to enhance Indonesia's image as a tourism country that is comfortable and safe from Covid-19. The results of this study show that the efforts made by the government in holding the Moto GP 2022 have succeeded in increasing Indonesia's nation brand even though it has not been optimal. The researcher uses the public diplomacy concept to explain the efforts made by Indonesia and the nation brand concept to see the effect of public diplomacy on Indonesia's image. Keywords : Indonesia, Moto GP 2022, Nation Brand, Pandemic Covid-19, Public Diplomacy
Analisis Kepentingan Uni Eropa di Teluk Guinea Melalui Strategi Coordinated Maritime Presences (CMP) Tahun 2019-2022
Lestari, Ni Komang Lia;
Suwecawangsa, Adi Putra;
Wiranata, I Made Anom
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan keamanan maritim yang terjadi di Teluk Guinea faktanya tidak hanya berdampak pada wilayah regional Afrika Barat saja melainkan juga berpengaruh pada dunia, tak terkecuali Uni Eropa. Uni Eropa sebagai organisasi internasional yang sadar akan keamanan maritim memberikan strateginya melalui Coordinated Maritime Presences (CMP). Tulisan ini kemudian, menganalisis tentang kepentingan yang dimiliki Uni Eropa di Teluk Guinea melalui strategi Coordinated Maritime Presences (CMP). Penelitian ini menggunakan teori Neoliberal Institusionalisme, konsep organisasi internasional dan konsep collective interest untuk menganalisis kepentingan kolektif yang dimiliki Uni Eropa di Teluk Guinea. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti menemukan kepentingan kolektif Uni Eropa adalah kepentingan keamanan, perdagangan, dan energi. Kepentingan keamanan sendiri merupakan akar dari kepentingan kolektif Uni Eropa di Teluk Guinea. Kepentingan keamanan berkaitan dengan upaya Uni Eropa dalam meningkatkan citranya sebagai organisasi internasional yang handal dan tangguh dalam keamanan maritim. Kepentingan keamanan juga berkaitan erat dengan aktivitas penyelundupan narkoba jenis kokain dari Afrika Barat menuju Eropa. Kepentingan perdagangan Uni Eropa berkaitan dengan aktivitas pelayaran dan ekspor-impor Uni Eropa di kawasan Teluk Guinea. Perusahaan pelayaran negara-negara Uni Eropa masuk dalam jajaran lima besar perusahaan pelayaran yang beroperasi di Teluk Guinea dengan peningkatan pangsa pasar sebesar 20% dari tahun 2010 sampai 2020. Selanjutnya, isu pembajakan di Teluk Guinea menjadi ancaman utama bagi kerugian kepentingan energi Uni Eropa, di mana sebagian besar target pembajakan adalah kapal-kapal yang mengangkut minyak dan gas. Hal ini dapat menjadi ancaman bagi kepentingan energi Uni Eropa untuk menjadikan Teluk Guinea sebagai alternative supplier energy Uni Eropa. Kata Kunci : Teluk Guinea, Uni Eropa, Keamanan Maritim, Collective Interest
Konstruksi Pandangan Komunitas Dance Cover K-Pop di Bali terhadap Budaya Korea Selatan
Octaviani, Kadek Sindi;
Wiranata, I Made Anom;
Nugraha, A.A. Bagus Surya Widya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract This study aims to examine the fans' views on South Korean culture because of the phenomenon of Korean Wave hegemony. The research method used in this study is a qualitative research method with a case study approach. Researchers determine the K-Pop dance cover community in Bali as research sources. This study uses the theory of hegemony proposed by Gramsci and the construction of identity from the perspective of cultural studies by Barker. Based on the results of interviews conducted with informants, it was found a fact that the phenomenon of the hegemony of the Korean Wave, especially K-Pop, had a significant impact on the views and lives of fans. The influence caused by the spread of the Korean Wave has helped to build a positive image and view of fans towards South Korea through their success in popularizing their culture abroad. Keywords: hegemony, identity construction, Korean Wave, South Korea
Peran UNICEF dalam Membantu Upaya Republik Dominika Mengurangi Kasus Pernikahan Anak
Devi, Ayu Eva Sattvika;
Putri, Penny Kurnia;
Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh UNICEF sebagai organisasi internasional dalam mengurangi kasus pernikahan anak yang terjadi di Republik Dominika. Dalam menganalisis upaya tersebut peneliti menggunakan konsep peran dan fungsi organisasi internasional dan konsep gender dalam Sustainable Development Goals. Penelitian ini menemukan dalam upayanya menanggulangi kasus pernikahan anak di Republik Dominika, UNICEF menjalankan perannya sebagai instrumen dengan membantu pemerintah Republik Dominika mengagregasikan dan mengartikulasikan kepentingannya dalam mencapai SDGs. Sebagai instrumen, UNICEF menjalankan fungsinya sebagai tempat memperoleh informasi dengan membantu badan statistik Republik Dominika menyediakan data mengenai kasus pernikahan anak melalui survei MICS-ENHOGAR 2014, CAP-MIUT 2018 dan MICS-ENHOGAR 2019. Sementara sebagai arena UNICEF menjalankan fungsi penerapan kebijakan dengan menyediakan tempat bagi negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia dengan program regional terkait pernikahan anak. Dalam menjalankan perannya sebagai aktor, UNICEF menjalankan fungsi sosialisasi dengan kampanye berbasis C4D dan edukasi berbasis hiburan dengan pembuatan film La Peor Novela yang bertemakan pernikahan anak yang terjadi. Sebagai aktor, UNICEF juga menjalankan fungsi norma dengan mendorong pemerintah Republik Dominika mengubah batas minimal untuk menikah pada KUH Perdatanya. Dalam menjalankan peran dan fungsinya tersebut tidak lepas dengan kekuatan otoritas moral yang dimiliki oleh UNICEF untuk memengaruhi Republik Dominika dalam pengambilan kebijakannya dalam menangani kasus pernikahan anak. Kata Kunci: organisasi internasional, pernikahan anak, Republik Dominika, SDGs, UNICEF
ANALISIS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM KEBIJAKAN SAUDI VISION 2030
Purba, Natanael Novembri;
Putri, Penny Kurnia;
Nugraha, Anak Agung Bagus Surya Widya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to explain and explore how Sauid Arabia implement Saudi Vision 2030 through concept of sustainable development, Saudi Vision 2030 is a long-term development strategy unveiled by Crown Prince Muhammad Bin Salman Al-Saud. Saudi Vision 2030 policy is the government's hope as a solution to overcome various national problems that have been hampering and threatening the country's sustainability, especially after the decline in world oil prices in 2013-2015. There are three important factor that are the focus of Saudi Vision 2030, namely economic, social and environmental. This research shows that focus on these three aspects can explain how the Saudi Vision 2030 will encourage positive changes that support sustainability and stability of Saudi Arabia after the decline in world oil prices. The results of this paper will describe and explain how the results of the implementation of the Saudi Vision 2030 policy strongly support progress on three aspects of sustainable development according to Torodov and Marinoya and carried out through liberalization efforts which have a long-term positive impact on the sustainability and stability of Saudi Arabia.