cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2014)" : 9 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cocoa L.) SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA RHODAMIN B Purnamawati, Hening; Utami, Budi
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.953 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) kulit buah kakao dapat digunakan sebagai adsorben Rhodamin B (2) struktur adsorben sebelum dan setelah diaktivasi menggunakan HNO3 0,6 M (3) massa adsorben optimum untuk mengadsorpsi Rhodamin B (4) waktu kontak optimum untuk mengadsorpsi Rhodamin B (5) pola isoterm adsorpsi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen. Adsorben diaktivasi dengan HNO3 0,6 M. Penentuan massa adsorben optimum dilakukan dengan mereaksikan 0,05; 0,1; 0,15; 0,2; 0,25; 0,3 gram adsorben dengan 50 mL Rhodamin B dan konsentrasi 2 ppm selama 30 menit. Penentuan waktu kontak optimum dilakukan dengan mereaksikan adsorben sesuai massa optimum dengan 50 mL Rhodamin B dan konsentrasi 2 ppm selama 10, 20, 30, 40, 50, 60 menit. Penentuan pola isoterm adsorpsi menggunakan Rhodamin B dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, 10, 12 ppm. Analisis konsentrasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan analisis gugus fungsi menggunakan spektrokopi FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kulit buah kakao dapat digunakan sebagai adsorben Rhodamin B (2) Adsorben setelah diaktivasi memiliki karakter lebih baik daripada sebelum diaktivasi. (3) Massa adsorben optimum adalah 0,2 gram dengan daya jerap 94,06%. (4) Waktu kontak optimum adalah 30 menit dengan daya jerap 98,78%. (5) Pola isoterm adsorpsi mengikuti isoterm Langmuir dan Freundlich tetapi cenderung isoterm Langmuir. Kata kunci : Kulit buah kakao, Adsorben, Rhodamin B, HNO3.
Penerapan Multi Board Optika Geometri Melalui Model Quantum Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Aktivitas Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Jatipuro Pada Materi Cahaya Tahun Ajaran 2013/2014 Puji Astutik, Yuli; Budiharti, Rini; Fauzi, Ahmad
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.659 KB)

Abstract

Cara mengajar guru SMP Negeri 1 Jatipuro yang kurang inovatif, tidak pernah menggunakan media pembelajaran, dan penggunaan model pembelajaran konvensional yaitu ceramah atau ekspositori menyebabkan siswa sering merasa bosan dengan proses pembelajaran. Hal ini mengakibatkan kemampuan kognitif dan aktivitas belajar siswa kelas VIII B masih rendah. Dalam penelitian ini digunakan multi board dan model pembelajaran Quantum Learning, sehingga proses pembelajaran akan lebih menyenagkan dan siswa akan lebih aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) kemampuan kognitif siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Jatipuro semester II Tahun Pelajaran 2013/2014 pada materi pokok Cahaya menggunakan alat peraga multi board Optika Geometri melalui model pembelajaran Quantum Learning, (2) aktivitas belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Jatipuro semester II Tahun Pelajaran 2013/2014 pada materi pokok Cahaya menggunakan alat peraga multi board Optika Geometri melalui model pembelajaran Quantum Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kurt Lewin dan model Kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali tahap persiapan kemudian dilanjutkan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Jatipuro Tahun Ajaran 2013/2014 sebanyak 32 siswa dengan penelitian dikhususkan pada materi pokok Cahaya. Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara dengan guru, ulangan harian, angket dan kajian dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif didukung data kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan multi board Optika Geometri melalui model pembelajaran Quantum Learning dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada materi Cahaya kelas VIII B SMP Negeri 1 Jatipuro Tahun Ajaran 2013/2014. Ketuntasan belajar siswa dapat mencapai 43,75 % pada siklus I 87,5 % dari KKM sebesar 75. (2) Penerapan multi board Optika Geometri melalui model pembelajaran Quantum Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi Cahaya kelas VIII B SMP Negeri 1 Jatipuro Tahun Ajaran 2013/2014. Dari empat aspek aktivitas belajar yang ditentukan diperoleh hasil sebagai berikut: (a) Visual Activities dapat mencapai 98,38 %, (b) Oral Activities dapat mencapai 46 %, (c) Listening activities dapat mencapai 98,35 %, (d) Writing Activities dapat mencapai 76,97 %. Kata Kunci: multi board, quantum learning, kognitif, aktivitas
ADSORBSI ZAT PEWARNA TEKSTIL MALACHITE GREEN MENGGUNAKAN ADSORBEN KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao) TERAKTIVASI HNO3 Sukmawati, Patria; Utami, Budi
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.257 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bahwa limbah kulit kakao dapat digunakan sebagai adsorben zat warna tekstil Malachite green. (2) Sifat adsorpsi zat warna tekstil Malachite green oleh adsorben dari kulit kakao. (3) Waktu kontak optimum adsorben kulit kakao terhadap zat warnaMalachite green. (4) Massa optimum adsorben kulit kakao terhadap zat warna Malachite green.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel yang digunakan adalah kulit kakao yang didapatkan dari desa Gondang, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Adsorben yang digunakan adalah kulit kakao dengan ukuran 100 mesh yang diaktivasi dengan larutan HNO3 0,6 M. Penentuan kondisi optimum dilakukan dengan variasi massa yang digunakan 0,05; 0,1; 0,15; 0,2; 0,25 dan 0,30 gram. Variasi waktu yang digunakan 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 menit, serta variasi konsentrasi yang digunakan 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 ppm. Volume larutan zat warna yang digunakan untuk masing-masing variasi adalah 25 ml. Teknik pengumpulan data menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Kulit kakao (Theobroma cacao) dapat digunakan sebagai adsorben zat warna tekstil Malachite green . (2) massa optimum yang dibutuhkan adsorben kulit kakao untuk menyerap zat warna tekstil Malachite green adalah 0,25 gram, (3) waktu kontak optimum yang dibutuhkan adsorben kulit kakao untuk menyerap zat warna tekstil Malachite green adalah 40 menit. (4) Adsorpsi zat warna tekstil Malachite green oleh adsorben kulit kakao adalah adsorpsi kimia. Kata kunci: Adsorben, Kulit Kakao, Malachite green
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING PADA IPA TEMA PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN AFEKTIF (SIKAP) SISWA KELAS VII-D SMPN 8 SURAKARTA Widorini Putri, Pratiwi; Pujayanto, Pujayanto; Yusliana Ekawati, Elvin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.095 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas VII-D SMPN 8 Surakarta melalui implementasi blended learning pada IPA tema Pengelolaan Sampah, (2) meningkatkan kemampuan afektif siswa kelas VII-D SMPN 8 Surakarta melalui implementasi blended learning pada IPA tema Pengelolaan Sampah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kurt Lewin dan model kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap persiapan dan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-D SMPN 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014 sebanyak 31 siswa.. Data diperoleh melalui kajian dokumen, penugasan, tes, observasi, angket, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini disimpulkan bahwa: (1) implementasi blended learning pada IPA tema Pengelolaan Sampah dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas VII-D SMPN 8 Surakarta yaitu sampai dengan siklus kedua diperoleh prosentase siswa yang tuntas sebesar 83,87%, (2) implementasi blended learning pada IPA tema Pengelolaan Sampah dapat meningkatkan kemampuan afektif siswa kelas VII-D SMPN 8 Surakarta yaitu sampai dengan siklus kedua mengalami peningkatan pada masing-masing indikator sesuai target ketercapaian. Kata kunci : Model Blended Learning, Pengelolaan Sampah, Kognitif, Afektif (Sikap)
KINEMATIKA KRISTALISASI PADA KACA 60TeO2-30ZnO-10Na2O Cahyana, Agus; Marzuki, Ahmad; Cari, Cari
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.902 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kinematika kaca TZN. Dalam penelitian ini dilakukan fabrikasi kaca tellurite dengan komposisi 60TeO2-30ZnO-10Na2O. Penelitian ini diarahkan untuk mempelajari kinetika kristalisasi kaca, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu dan laju pengkristalan untuk mendapatkan luas bagian kaca yang dikristalkan terhadap sifat thermal yang berkaitan dengan kinetika kristalisasi kaca. Dengan metode non-isotermal menggunakan Differential scanning Calorimetry (DSC) dan isothermal pada suhu 410 oC, 420 oC, 430 oC, 440 oC dan 450 oC diperoleh fraksional dari luas kristalisasi bagian kaca dengan luas seluruhnya. Kesimpulan bahwa untuk membuat kristalisasi kaca tellurite dapat diperoleh dengan variasi suhu dan dengan waktu. Kata kunci : fabrikasi, tellurite, kristal.
IMPLIKASI KKNI PADA KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN SAINS Kusminarto, Kusminarto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.738 KB)

Abstract

Pemerintah telah mempersiapkan peraturan perundangan yang mengatur masalah ketenagakerjaan untuk mendapatkan pengakuan kesetaraan oleh masarakat global. Institusi perguruan tinggi adalah lembaga yang bertanggung jawab menyiapkan tenaga kerja melalui pendidikan formal dalam jenjang vokasi, sarjana, pascasarjana serta profesi. Oleh karena itu perguruan tinggi juga harus menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut di atas di antaranya melalui penyesuaian kurikulum dan proses pembelajarannya agar lulusan yang dihasilkan mendapat pengakuan kesetraan tersebut. Melalui Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) lembaga pendidikan formal khususnya perguruan tinggi harus menyesuaikan diri. Kata kunci: Kurikulum, KKNI, capaian pembelajaran.
SINTESIS NANOPORI KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KLUWAK (PANGIUM EDULE) Dyta Habibah, Montic; Nurdiana, Henti
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.449 KB)

Abstract

"Kluwak" (Pangium edule) is a native plant that grows in the wet tropical rain forests, including in Indonesia. This plant has several benefits. That’s the fruit can be used as a cooking spice like rawon, and that’s leaves can be used as an insecticide. But, the shell of “kluwak” can not be fully utilized. Therefore, it is necessary to do research on the manufacture of activated carbon nanopori of kluwak’s shell. In this study, activated carbon manufacturing process consists of three stages, including dehydration, carbonation and activation. Dehydration is the process of separating shell “kluwak” of impurities and water. The next process is the carbonation or authoring in airtight furnace. The results of the carbonation process is carbon. To make activated carbon into carbon activation process is carried out using a Polyvinyl Alcohol (PVA), and Polyethylene Glycol (PEG). Comparison of the sample with an activator made variations, namely 1:1, and 1:2. The activation process is done at a temperature of 80 ° C for 30 min. The results of this activation BET characterization to determine the pore size and surface area of the carbon. The results showed that the activation of PEG (1:2) obtained a surface area of 258,392 m² / g and that nanopori size is 1.132 nm. For PEG (1:1) obtained a surface area of 248,939 m² / g with a size of 1.199 nm nanopori. While the activation of PVA (1:1) obtained a surface area of 110 711 m² / g and that nanopori size of 1.275 nm. For activation of PVA (1:2) obtained a surface area of 157,755 m² / g and that nanopori size of 1.132 nm. The larger surface area of the carbon pore size gets smaller so it is possible for material to be used as super capacitor electrodes which has a large capacitance value. In these studies, indicate that the PEG activators better than PVA Keywords: shell of kluwak, Nanopori Activated Carbon, PVA, PEG
PENGEMBANGAN ALAT PRAKTIKUM SAINS (FISIKA) UNTUK ANAK PENYANDANG KETUNAAN SERTA APLIKASINYA PADA PENDIDIKAN INKLUSIF Rosana, Dadan
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.363 KB)

Abstract

Dalam mengembangkan alat-alat praktikum yang dirancang khusus untuk kelas inklusif maka perlu diperhatikan karakteristik terpenting dari sekolah inklusi sebagai satu komunitas yang kohesif (menyatu dengan siswa noremal lainnya), menerima dan responsive terhadap kebutuhan individual siswa. Permasalahan yang seringkali muncul dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus adalah pada saat mereka harus praktikum. Kondisi ini juga sangat terasa pada saat pembelajaran Fisika yang karakteristik ilmunya memang berlandaskan pada kemampuan eksperimen.Pengalaman belajar yang realistik (seperti praktikum yang melibatkan kegiatan eksperimen dan demonstrasi) sangat diperlukan dalam pembelajaran Fisika. Padahal keterbatasan fisik karena tuna netra dan tuna rungu sangat menggangu bagi siswa penyandang tuna netra dan tuna rungu baik disekolah umum (pendidikan inklusif) maupun di sekolah khusus penyandang cacat. Namun kesiapan sistem pembelajaran yang dapat diakomodasi oleh penyandang cacat ternyata belum memadai. Hal ini terutama ketika siswa penyandang cacat akan mengikuti pengelaman belajar yang bersifat realistik, eksperimen Fisika misalnya. Belum ada model eksperimen Fisika yang dirancang khusus untuk melayani kebutuhan belajar anak penyandang tuna netra dan tuna rungu. Berdasarkan kenyataan itulah telah dikembangkan alat praktikum sains yang bersifat manual menggunakan indra peraba dan Voice Equipment (MFE) yang berbasis perubahan tegangan (potensial listrik) menjadi suara yang digunakan dalam praktikumfisika untuk anak penyandang tuna netra dan tuna rungu. Kata kunci : Alat praktikum sains (fisika), kelas inklusif, penyandang ketunaan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS WEB UNTUK SMA KELAS X PADA POKOK BAHASAN LISTRIK DINAMIS Arsi, Fakhrizal; Vanza Febrianti, Kiar
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.902 KB)

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna internet yang cukup tinggi hingga mencapai 30%. Telah banyak weblog yang membahas fisika tetapi masih jarang ditemui web yang memuat materi tentang listrik dinamis yang disertai dengan animasi atau simulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran fisika berbasis web pada pokok bahasan listrik dinamis yang sesuai dengan standar dan kelayakan media pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman dalam pembelajaran di kelas dan dapat menjadi sumber belajar suplemen untuk siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Media yang dikembangkan berupa website HTML dengan konten sub materi listrik dinamis untuk SMA kelas X, disusun menggunakan software CoffeeCup Free HTML Editor. Media disusun dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Program diuji oleh dosen ahli materi dan praktisi media berdasarkan indikator yang telah ditentukan dan kemudian hasilnya diolah menggunakan black block test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan masuk dalam kategori baik dengan komponen isi materi mendapat skor 91,35%, komponen teknis media 83,8%, dan hasil uji coba lapangan 78,1%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa website yang dikembangkan layak dijadikan sebagai media pembelajaran Fisika untuk SMA kelas X pada pokok bahasan listrik dinamis. Kata kunci : Pengembangan, Media Pembelajaran, Website, HTML, Listrik Dinamis.

Page 1 of 1 | Total Record : 9