cover
Contact Name
Deni eko saputro
Contact Email
061002218@uii.ac.id
Phone
+62274-881546
Journal Mail Official
editor.jsb@uii.ac.id
Editorial Address
Management Development Centre (MDC) Faculty of Business & Economics, Universitas Islam Indonesia Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Siasat Bisnis
ISSN : 08537666     EISSN : 25287001     DOI : https://doi.org/10.20885/jsb
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Siasat Bisnis (JSB) is a peer review journal published twice a year (January and July) by Management Development Centre (MDC)-Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia. JSB) addresses the broad area of management science and its applications in industry and business. It is particularly receptive to research relevant to the practice of management within the emerging regions and its effects beyond. It covers studies on how management work is done (descriptive) and/or should be done (normative) in diverse organisational forms, either in profit or non-profit firms, private or public sector institutions, or formal or informal social networks. We welcome qualitative studies with high-quality, rigorous methods, and strong impact on the field. Topics covered include, but not strictly limited to: 1. Business and management strategy 2. Marketing management 3. Operations management 4. Computing and technology management 5. Finance and investment management 6. Innovation and knowledge-based management 7. Entrepreneurship 8. Organisational behaviour and people management 9. Corporate social responsibility 10. Islamic business and management
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 2 (2012)" : 10 Documents clear
PERAN DUKUNGAN ORGANISASIONAL, KOMPETENSI TEKNOLOGI DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL DALAM RANGKA MENDORONG PENGADOPSIAN E-COMMERCE PADA USAHA KECIL MENENGAH Audita Nuvriasari
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstarctElectronic commerce (e-commerce) is one of the most discussed topics in business today. It is not only in large scale business but also in small medium enterprises (SMEs). E-commerce is a paradigm shift that is radically changing traditional ways of doing business. The adoption of e-commerce has been widely analyzed in various reserachs. The purposes of this research are to identify the factors that hamper and support SMEs to adopt E-commerce and to analyze the influence of organizational support, the competency of technogy and external environtment to e-commerce adoption in SMEs. The sampe size of this research is 34 SMEs in Moyudan District, DIY which use information technology (internet) in their business. This research uses a descriptive and inferential method to solve the research problems. Based on descriptive method can be identified that the main objective of SMEs to use the internet in their business activities is to find business information (97.1%). While the main constraints faced by SMEs in adopting e-commerce is the limited human resource capacity and skills on information technology (70.6%). The main benefits obtained by SMEs adopt e-commerce in order to support its business activities are accelerating access to business information (85.3%). The other results of this research explain that organizational support, the competency of technogy and external environtment have significant positive effect to e-commerce adoption in SMEs.Keywords:e-commerce adoption, organizational support, technology competence, external environmentAbstrakPerdagangan berbasis elektronik (e-commerce) dewasa ini menjadi salah satu topik yang banyak didisukusikan dalam dunia binis. Tidak hanya bagi bisnis skala besar akan tetapi juga bagi Usaha Kecil Menengah (UKM). E-commerce merupakan pergeseran paradigma yang menggubah secara radikal terhadap cara konvensiaonal dalam berbisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengdisentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dan pendorong bagi UKM dalam mengadopsi e-commerce dan untuk mengetahui pengaruh dari dukungan organisasional, kompetensi teknologi dan lingkungan eksternal terhadap pengadopsian e-commerce. Jumlah sampel penelitian sebanyak 34 UKM yang ada di wilayah Moyudan, DIY yang telah menggunakan teknologi informasi (internet) dalam kegiatan bisnisnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan inferensial untuk memecahkan permasalahan penelitian. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dapat ditunjukkan bahwa tujuan utama UKM menggunakan internet dalam kegiatan bisnisnya adalah untuk pencarian informs bisnis (97,1%). Sedangkan faktor utama yang menjadi penghambat bagi UKM dalam mengadopsi e-commerce adalah keterbatasan kemampuan dan ketermpilan sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi informasi (70,6%). Manfaat utama yang diperoleh UKM dengan pengadopsian e-commerce dalam menjalankan kegiatan bisnisnya adalah dapat dengan mudah mengakses informasi bisnis (85,3%). Hasil lain dari penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang positip dan signifikan antara dukungan organisasional, kompetensi teknologi dan lingkungan eksternal terhadap pengadopsian e-commerce. Kata Kunci: e-commerce, dukungan organisasional, kompetensi teknologi, lingkungan eksternal
Analisis Kepuasan Pelanggan dalam Belanja Online: Sebuah Studi Tentang Penyebab (Antecedents) dan Konsekuensi (Consequents) Asmai Ishak
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study is aimed to analyze customer satisfaction in online shopping and its antecedentsand consequences emerged. 300 consumers, who have shopped online and been selected throughconvenience sampling method, involved in the study. Questionnaires were adapted from theestablished research instrument and were tested before being spread to the respondents. StructuralEquation Modeling was used to hypotheses. The results indicate that all of hypotheses aresupported. This means that site characteristics of the online retailing such as the ShoppingConvenience, the Site Design, the Informativeness, the Security, and the Communication drive theCustomer Satisfaction which in turn affects positively the Commitment and the Word of MouthCommunication. The study also finds that the Word of Mouth Communication is not only driven bythe Customer Satisfaction but also is encouraged by the Commitment. These findings strengthenand are consistent with the previous studies. The results of this study are very valuable marketers,especially who work in online retail business, in encouraging the word of mouth communicationsamong their customers.Keywords: Customer Satisfaction, Site Design, Informativeness, Security, Communication,Commitment, Communication Word of Mouth (WOM).AbstrakStudi ini bertujuan untuk menganalisa kepuasan konsumen dalam belanja online denganfaktor-faktor penyebab dan konsekuensi yang akan ditimbulkan dengan menggunakan konsumenritel online sebagai subyek penelitian. Sampel penelitan ini berjumlah 300 responden. Instrumenpenelitian berupa kuesioner, dikembangkan berdasarkan instrumen yang sudah dipakai olehpeneliti lain dan diuji validitas dan realibilitasnya sebelum diedarkan kepada responden penelitianini. Structural Equation Modeling (SEM) dipergunakan untuk menguji hipotesa. Hasil analisismenunjukkan bahwa semua hipotesa penelitian ini terbukti. Dengan kata lain karakteristik situsseperti Kemudahan, Desain Situs, Keinformatifan, Keamanan, dan Komunikasi berpengaruh secarasignifikan terhadap Kepuasan Pelanggan. Selanjutnya, Kepuasan Konsumen mendorongterciptanya Komitmen dan Komunikasi WOM. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwakegiatan Komunikasi WOM tidak hanya dipengaruhi secara langsung oleh Kepuasan tetapidipengaruhi juga oleh Komitmen. Hasil penelitian ini memperkuat dan konsisten dengan temuanbeberapa penelitian sebelumnya. Hal ini sangat bermanfaat bagi praktisi pemasaran dalammenyusun strategi pemasaran bisnis ritel online, terutama berkenaan dengan cara mendorongterciptanya komunikasi WOM.Kata kunci: Kepuasan Konsumen, Kemudahan, Desain Situs, Keinformatifan, Keamanan,Komunikasi, Komitmen, dan Komunikasi Word of Mouth (WOM).
SOCIAL MARKETING IN PROMOTING HEALTH BEHAVIOR: A ROLE OF PSYCHOLOGICAL SET Conny Tjandra R; Jofi Puspa
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIncreasingly incidences of nutrition related diseases such as cardiovascular diseases, obesity and cancers are becoming significant health burdens not only in western countries but it is also newly coming health problem in Asia, including Indonesia. To encounter this development in the future it is important to continually promote the diseases prevention actions through appropriate social marketing programs. For that purpose, understanding psychological set such as knowledge, belief, attitude and motivation to perform diseases prevention actions and their causal relationship is becoming more and more important. The most challenging issue is to perform social marketing programs that can successfully influence people future health behavior. Our study has aim to understand the relationship of some psychological factors in influencing behavior. The result of this study showed that in spite of controversial issues published in current studies, we found that inherent knowledge level influences motivation through a modulation of attitude variable.Keywords: eating behavior, knowledge, attitude, motivation, behavioral action, prevention, healthy eating habit.AbstrakMeningkatnya jumlah penyakit kronik yang berhubungan dengan gizi pangan seperti penyakit jantung koroner, kegemukan dan kanker merupakan masalah kesehatan yang utama bukan hanya di Negara barat saja melainkan juga terjadi di negara berkembang seperti Asia. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dikembangkan sistem pencegahan yang dapat dilakukan oleh setiap individu didalam masyarakat. Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat terhadap pentingnya tindakan preventif seperti melalui “social marketing programs” yang digalakkan baik oleh pemerintah atau institusi kesehatan lainnya, sangatlah penting. Didalam social marketing, promosi tentang pencegahan semestinya dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui dan mengenal segala macam bentuk kebutuhan dasar, pengetahuan, sikap, kepercayaan dan faktor psikologi lainnya dari masyarakat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran pengetahuan nutrisi, sikap dan motivasi masyarakat Indonesia (Jawa) terhadap upaya pencegahan penyakit kronik. Salah satu hasil utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dasar konsumen akan mempengaruhi motivasi secara tidak langsung melalui pembentukan sikap konsumen.Kata Kunci: perilaku konsumen, motivasi, pengetahuan,sikap, pencegahan penyakit, pola makan sehat.
DIVERSITAS TIM MANAJEMEN PUNCAK, KEKOMPREHENSIFAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN, INTEGRASI SOSIAL DAN KINERJA PERUSAHAAN: STUDI PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT Arief Prima Johan
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractAlthough research on diversity management team had been widely conducted, previous research defined diversity in many different ways and many studies focused their research on top management team of big companies and big industries. This study examined the influence of several type of diversity of top management team on decision-making comprehensiveness and social integration, and tests these last two variables on performance. Using data Rural Banks (banking industry), the results showed that several variables of diversity of top management team affect decision-making comprehensiveness and social integration. The study also confirmed that the company's performance is affected by decision-making comprehensiveness and social integration.Keywords:Team Management, Diversity, Decision-Making Comprehensiveness, Social Integration, Performance.AbstrakMeskipun penelitian mengenai diversitas tim manajemen sudah banyak dilakukan, tetapi penelitian yang lalu mendefinisikan diversitas dengan cara yang berbeda-beda dan banyak berfokus pada tim manajemen puncak perusahaan besar dan industri besar. Penelitian ini menguji pengaruh variable-variabel diversitas tim manajemen puncak perusahaan terhadap kekomprehensifan pengambilan keputusan dan integrasi sosial, serta menguji dua variable terakhir ini pada kinerja. Dengan menggunakan data Bank Perkreditan Rakyat (industri perbankan), hasil penelitian memperlihatkan bahwa beberapa variable diversitas manajemen puncak mempengaruhi kekomprehensifan pengambilan keputusan dan integrasi sosial.Penelitian juga mengkonfirmasi bahwa kinerja perusahaan dipengaruhi oleh kekomprehensifan pengambilan keputusan dan integrasi sosial.Kata Kunci:Tim Manajemen Puncak, Diversitas, Kekomprehensifan, Pengambilan Keputusan, Integrasi Sosial, Kinerja Perusahaan.
PENGARUH PROFITABILITAS, SIZE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN SRUKTUR MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Sri Hermuningsih
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study investigates the impact of profitability and firm size on firm value with capital structure as an intervening variable of Indonesian public listed firms over the period of 2006 to 2010. Using panel data and Structural Equation Model analysis, this study finds that profitability has negative influence on capital structure, with a significance value 0.023. Second, firm size has positive influence on capital structure with a significance value 0.012. Third, capital structure has positive influence on firm size with a significance value 0.000. Fourth, profitability and firm size have indirect effect on firm value with capital structure as an intervening variable.Keywords: profitability, firm size, capital structure, firm value.AbstrakStudi ini mengkaji dampak profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening pada perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2006 sampai dengan 2010. Menggunakan panel data dan Analsis Structural Equation Model, penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal, dengan nilai signifikansi 0,023. Kedua, ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap struktur modal dengan nilai signifikansi 0,012. Ketiga, struktur modal berpengaruh positif terhadap ukuran perusahaan dengan nilai signifikansi 0,000. Keempat, profitabilitas dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh tidak langsung terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening.Kata kunci: profitabilitas, ukuran perusahaan, struktur modal, nilai perusahaan.
PENGARUH IKATAN BISNIS DAN POLITIS TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN: EFEK MODERASI KETERGANTUNGAN PADA PARTNER Badri Munir Sukoco; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSocial capital of firms, either business or political ties, contributes positively on their performance. However, prior studies rarely examine whether business or political ties that contribute to firms’ performance. Based on social capital theory, we argue that business ties have greater contribution on Indonesian firms’ performance than political ones. Further, we predict that interdependency toward partner, either in business or politics, could strengthen the relationship between social capital and performance. A survey was conducted among 154 business managers or owners enlisted in KADIN Surabaya. Interestingly, political ties have greater influence on firms’ performance than business ties. High interdependency toward business or political partners could strengthen the positive influence of social capital on performance. Managerial and academic implications are further discussed.Keywords: business ties, political ties, interdependency, social capital theory, and performance AbstrakSumberdaya sosial (social capital) yang dimiliki perusahaan, baik berupa ikatan bisnis maupun politis, berkontribusi secara positif terhadap kinerja perusahaan. Namun, studi sebelumnya jarang menguji secara empiris apakah ikatan bisnis atau politis-kah yang berkontribusi terhadap kinerja perusahaan. Berdasarkan teori modal sosial, kami berargumentasi bahwa ikatan bisnislah yang berpengaruh lebih dominan terhadap kinerja perusahaan di Indonesia dibandingkan ikatan politis. Lebih lanjut, kami menggambarkan bahwa ketergantungan terhadap partner, baik partner bisnis maupun politis, akan memperkuat hubungan antara ikatan bisnis maupun politis terhadap kinerja perusahaan. Dengan melakukan survey terhadap 154 manajer atau pemilik perusahaan yang terdaftar pada KADIN Surabaya, hasil penelitian menunjukkan bahwa ikatan politis yang dimiliki pengusaha berpengaruh lebih dominan terhadap kinerja perusahaan. Ketergantungan yang tinggi terhadap partner (bisnis maupun politis) akan memperkuat hubungan antara ikatan yang ada terhadap kinerja perusahaan. Implikasi akademis dan manajerial akan dibahas lebih lanjut dalam tulisan ini.Kata kunci: ikatan bisnis, ikatan politis, ketergantungan, teori modal sosial, dan kinerja perusahaan
PENGGUNAAN LEVERAGE PADA PERUSAHAAN: PERBEDAAN ANTARA CEO PRIA DAN WANITA Farida Titik Kritanti
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractVarious studies show that women are more risk averse in making decisions and better long-term oriented. Women would rather risk averse than men, making it less likely they will use debt in their capital structure, since by increasing debt increases the risk of the company's financial means. This study want to test whether gender became a significant factor in financial leverage, to see whether there are differences in policy between the company's leverage, led by men and women. Financial leverage is used as a measure of corporate risk because these variables can be changed by the CEO. Data from companies listed on the Jakarta Stock Exchange as sample. The results showed that there were differences in leverage between firms that have a men CEO with the women CEO of a company. Men CEO use more debt than the women CEO. But for the performance measured by ROI, obtained different results for the type of industry studied. For the consumer goods industry, there are performance differences between the men CEO and the women. But for the internet service industry and enamel kitchen showed no performance difference between women CEO with men CEO.Key words: leverage, woman CEO, man CEO, performanceAbstrakBerbagai penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih risk averse dalam mengambil keputusan dan lebih berorientasi jangka panjang. Wanita lebih suka menolak risiko dibandingkan pria, sehingga kecil kemungkinan mereka akan menggunakan hutang dalam struktur modalnya, karena dengan menambah hutang berarti memperbesar risiko keuangan perusahaan. Penelitian ini ingin menguji apakah jender menjadi faktor yang cukup signifikan dalam financial leverage, dengan melihat apakah ada perbedaan dalam kebijakan leverage antara perusahaan yang dipimpin oleh pria dan wanita. Financial leverage dipakai sebagai ukuran risiko perusahaan karena variabel ini bisa diubah oleh CEO. Sampel menggunakan data dari perusahaan yang listed di Jakarta Stock Exchange. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan leverage antara perusahaan yang memilki CEO pria dan perusahaan dengan CEO wanita. CEO Pria menggunakan rata-rata hutang lebih banyak dibandingkan dengan CEO wanita. Namun untuk kinerja yang diukur dengan ROI, diperoleh hasil yang berbeda untuk jenis industri yang diteliti. Untuk industri consumer goods, ada perbedaan kinerja antara CEO wanita dan CEO Pria. Namun untuk industri internet service dan enamel kitchen menunjukan tidak ada perbedaan kinerja antara CEO wanita dengan CEO Pria.Kata kunci: leverage, CEO wanita, CEO pria, kinerja
Business Model Perusahaan Keluarga: Studi Kasus Pada Industri Batik Achmad Sobirin
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis paper was directed to review the existing busniness model of family firm within the contect of batik industry and propose a new one. Busniness model is conceived as the logic of doing business for value creation. Therefore business model is sometime understood as a construct, a mental model or a business paradigm, to be used as a guide on how to do every day’s business. Meanwhile, family firm, by definition is a firm in which the whole or majority of ownership is in the hand of family unit, managed by family members, and to be transferred to the next generation. Using a single case study that is Perusahaan Batik Bogavira – a family business enterprise producing and selling specifically batik Lampung, we identified that the existing business model of Perusahaan Batik Bogavira may potentially create cannibalism. Therefore we proposed a new business model configuration with the hope loyal buyers remain with the firm and at the same time firm can still maintain its growth.Keywords: business model, family firm, batik industry.Abstrak Paper ini membahas penerapan sebuah konsep yang relatif masih baru yaitu “business model” pada perusahaan keluarga yang bergerak di industry batik – Perusahaan Batik Bogavira yang memroduksi dan menjual batik khas Lampung. Tujuannya adalah untuk menelaah ulang business model berjalan sehingga bisa diketahui tingkat kecocokan business model tersebut dengan karakteristik bisnis dan lingkungannya, dan jika dianggap perlu mengusulkan business model baru yang lebih sesuai. Bahasan diawali dengan menelaah konsep business model dan perusahaan keluarga untuk mendapatkan gambaran tentang esensi kedua konsep tersebut. Secara umum business model adalah the logic of doing business for value creation sehingga business model sering disebut juga sebagai construct, mental model atau business paradigm yang menjadi panduan dalam menjalankan kegiatan bisnis. Sementara itu yang dimaksud dengan perusahaan keluarga adalah sebuah perusahaan yang seluruh atau sebagian besar kepemilikannya berada di tangan keluarga dan dikelola oleh seorang atau beberapa anggota keluarga, dan akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Berdasarkan wawancara mendalam (indepth interview) terhadap pemilik perusahaan, hasil studi menunjukkan bahwa business model Perusahaan Batik Bogavira berpotensi terjadinya kanibalisme terhadap produk yang selama ini telah menjadi icon batik khas Lampung. Potensi ini disebabkan karena di satu sisi pemilik ingin perusahaan tumbuh cepat dan di sisi lain perusahaan cenderung mengabaikan loyal buyers yang selama ini bisa dikatakan membesarkan perusahaan. Oleh karena itu paper ini mengusulkan agar perusahaan mendesain ulang business model untuk menjaga loyal buyers dan pada saat bersamaan perusahaan bisa tumbuh seperti yang diharapkan. Kata kunci: business model, perusahaan keluarga, industry batik.
PERAN EEP PADA PERILAKU ENTREPRENEURIAL DAN KEPUASAN KINERJA PERAJIN BATIK SURAKARTA, KARANGANYAR DAN SRAGEN Asri Laksmi Riani; Hunik Sri Huning Sawitri; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The aim of this study is to develop a model of entrepreneurship education linkages (EEP) on attitudes, subjective norms, perceived behavioral control which influences the intention to define entrepreneurship and entrepreneurial behavior. The research was conducted in three areas; Surakarta, Sragen and Karanganyar. Respondents in this study are artisans of batik with SEM analysis. The analysis showed that: 1). Entrepreneurship education program (EEP) gave the positive effect on entrepreneurial attitudes, subjective norms, perceived behavioral control 2). Entrepreneurial attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control gave positive influences on the intention to entrepreneurship, 3). Intention to entrepreneurship has no effects on entrepreneurial behavior, 4). Satisfaction has a positive effect on innovation performance satisfaction, 5). Target entrepreneurial behavior has no effect on the satisfaction of performance.Keywords: EEP, intention to entrepreneurship, entrepreneurial behavior, satisfaction innovation, satisfaction performance.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model keterkaitan program pendidikan kewirausahaan (EEP) pada sikap, norma subyektif, persepsi kontrol perilaku dan selanjutnya mem¬pengaruhi niat untuk berwirausaha dan menentukan target perilaku berwirausaha. Penelitian ini juga menguji dan mengembangkan model program pendidikan kewirausahaan (EEP) pada ke¬puasan inovasi serta pada kepuasan kinerja. Penelitian ini dilakukan di wilayah: Kota Surakarta, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Karanganyar. Responden dalam penelitian ini adalah perajin batik, dengan alat analisis SEM (Structural Equation Modeling). Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1). Program pendidikan kewirausahaan (EEP) berpengaruh positif pada sikap kewirausahaan, norma subyektif, persepsi kontrol perilaku serta kepuasan inovasi 2). Sikap kewirausahaan, norma subyektif dan persepsi kontrol perilaku berpengaruh positif pada niat untuk berwirausaha, 3). Niat untuk berwirausaha tidak berpengaruh pada target perilaku berwirausaha, 4). Kepuasan inovasi berpengaruh positif pada kepuasan kinerja, 5). Target perilaku berwirausaha tidak berpengaruh pada kepuasan kinerja.Kata kunci: EEP, niat, kepuasan inovasi, perilaku berwirausaha, kepuasan kinerja.
IDENTITAS ORGANISASI: EKSPLORASI TERHADAP DIMENSI DAN MAKNANYA BAGI PERUBAHAN ORGANISASI Fathul Himam
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis phenomenological study was aimed to understand and to explore how organization identity emerged when it faces with change and development. Based on this understanding, the dynamics and meaning of the new emerging identity was examined, especially in term of how the organization identity functions in dealing with changing environments. Five organizations that experienced and dealt with changing situations were involved within this study. The organizations involved in this study were ranged from educational institutions that developed new core businesses, mining factories that did rightsizing of their organization structures, and hotel businesses that developed their services quality, from two-star to four-star hotel. In-depth interviews were applied to organizations’ decision makers who experienced the processs of developing strategies to deal with change of each organization. The results showed that new identity, the mechanism within the self of the organization, that led to new respect and dignity emerged. New themes were reconstructed and they led to new-emerging organization identity: (1) be more discipline with tighter rules and regulations; (2) be integrated and interconnected to all possible resources; (3) be more flexible, learning hard; and (4) self dignity and respect by developing quality assurance.Keywords: phenomenological study, organization identity, organization change and development, in-depth interviewAbstrakPenelitian dengan menggunakan perspektif fenomenologis ini ditujukan untuk memahami bagaimana dimensi dan makna identitas organisasi yang sedang mengalami perubahan. Melalui pem berkecimpung di bidang perhotelan yang tengah mengembangkan kualitas layanannya; dari bintang dua menuju ke kualitas layanan hotel bintang empat. In-depth interview digunakan pada para pengambil keputusan dalam organisasi yang mengalami langsung proses pengembangan strateahaman ini digali secara lebih mendalam bagaimana dinamika organisasi dalam memahami dan memaknai perkembangan identitas dirinya dalam konteks perubahan lingkungan. Lima organisasi yang sedang mengalami proses perubahan dilibatkan dalam penelitian ini. Organisasi-organisasi yang diteliti terdiri atas institusi pendidikan yang sedang mengembangkan bisnis atau aktivitas initinya, perusahaan pertambangan yang melakukan proses rightsizing, dan organisasi yanggi organisasi dalam menghadapi perubahan. Hasilnya menunjukkan bahwa orgnisasi membangun dan mengembangkan identitas baru, yang merupakan mekanisme yang berkembang dalam ‘diri’ organisasi, yang mengarah pada tema new respect and dignity. Identitas baru ini meliputi: (1) disiplin dengan membangun aturan dan regulasi yang lebih ketat; (2) terintegrasi dan terkoneksi dengan semua sumber daya yang relevan; (3) lebih lentur, dan belajar lebih keras; dan (4) self dignity and respect melalui upaya mengembangkanquality assurance yang efektif.Kata kunci: perspektif fenomenologis, identitas organisasi, perubahan organisasi

Page 1 of 1 | Total Record : 10