cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Caraka Tani - Agriculture Science Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue " Vol 25, No 1 (2010)" : 17 Documents clear
PENERAPAN TEKNOLOGI MINI INTEGRATED FARMING SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT KORBAN GEMPA DI DESA ARGOREJO KECAMATAN SEDAYU KABUPATEN BANTUL Rosningsih, Sonita
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian  masyarakat  berupa  penerapan  teknologi  mini  integrated  farming  telah  dilakukan  di Desa Argorejo,  Sedayu, Bantul, Yogyakarta,  pada bulan Mei   sampai Desember  2009, bertujuan  untuk mempercepat  pemulihan  ekonomi  dan ketahanan  pangan  masyarakat  korban  gempa  di Desa  Argorejo. Kegiatan dilaksanakan melalui metode pendekatan kelompok dan individu. 10 paket Ayam kampung dan 10 paket vertikultur  diberikan  kepada  10 orang peserta   terpilih  (status  ibu rumah  tangga  muda)  yang kemudian membentuk kelompok tani bernama “Srikandi”. Setiap paket ayam kampung terdiri dari1 ekor pejantan  dan 10 induk  siap bertelur.  Penyuluhan,  pelatihan  budidaya  dan strategi  pengaturan  populasi ayam  kampung,  serta  budidaya  vertikultur   telah  dilaksanakan.   Hasil  kegiatan  adalah  terbentuk  10 peternak  ayam  kampung  yang  menjalankan  usahanya  secara  semi  intensif.  Hasil  panen  sayuran  sudah dapat dinikmati untuk konsumsi keluarga, dan limbah sayur untuk pakan ternak. Sebagian produksi telur di konsumsi untuk kebutuhan pangan keluarga. Kini usahaternak ayam kampung dan sayuran vertikultur disadari merupakan sumber pangan murah bagi keluarga. Perkembangan  terakhir populasi yang dimiliki anggota kelompok saat ini adalah 100 ekor induk, 11 ekor pejantan, Ayam dara 550 ekor, 300 DOC, 340 telur   tetas (sedang dierami).
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE SEKTOR NON PERTANIAN TERHADAP KETERSEDIAAN BERAS DI KABUPATEN KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH TB, Catur; Purwanto, Joko; Fajarningsih, Rhina Uchyani; Ani, Susi Wuri
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dampak alih fungsi lahan pertanian ke sektor non pertanian khususnya terhadap ketersediaan beras di kabupaten Klaten. Data sekunder penggabungan  dari periode  dari 1998 - 2007 pada 26 daerah di kabupaten  Klaten.  Model penelitian  menggunakan  analisa perkembangan dan perbedaan dari penghasilan jaring untuk jumlah konsumsi (NPKt). Hasil dari penelitian adalah laju pertumbuhan  mencapai ,53% dan 47% per tahun. Nilai Konversi rendah adalah nilai positif dari perbedaan penghasilan dengan jumlah konsumsi (NPKt) di kabupaten Klaten.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG CACING TANAH (Lumbricus rubellus) TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM DOMBA LOKAL JANTAN Sihombing, Ginda; Pratitis, Wara; Dewangga, Ginanjar Arya
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan usaha ternak domba dilakukan sebagai salah satu komoditas penghasil daging untuk memenuhi  kebutuhan.  Untuk  meningkatkan  produktivitas  daging  domba,  diperlukan  adanya  kualitas pakan  yang  menunjang.  Salah  satunya  menggunakan  pakan  dengan  campuran  tepung  cacing  tanah (Lumbricus  rubellus).  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  penggunaan  tepung  cacing tanah  (Lumbricus  rubellus)  terhadap  kecernaan  bahan  kering  dan  bahan  organik  ransum  domba  lokal jantan.   Penelitian   ini   dilaksanakan   di  kandang   penelitian   Jurusan   Peternakan   Fakultas   Pertanian Universitas Sebelas Maret yang berlokasi di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar..   Penelitian   dilaksanakan   dari  tanggal  28  Desember   2008  sampai  22  Februari   2009. Penelitian menggunakan  12 ekor domba lokal jantan dengan bobot badan rata-rata 13,82 ± 0,73 kg/ekor. Ransum  yang diberikan  sebesar  6% dari bobot  badan  yang terdiri  dari hijauan  dan konsentrat  dengan perbandingan  70:30  persen  (dasar  BK).  Konsentrat  yang  digunakan  berupa  konsentrat  campuran  yang terdiri dari bekatul, bungkil kedelai, tepung jagung, tepung cacing dan premix. Sedangkan hijauan yang diberikan  berupa  rumput  lapang.  Ransum  perlakuan  yang  digunakan  masing-  masing  adalah  rumput lapang 70%, konsentrat 30% (P0); rumput lapang 70%, konsentrat 28%, tepung cacing 2% (P1); rumput lapang 70%, konsentrat  26%, tepung cacing 4% (P2) dan rumput lapang 70%, konsentrat  24%, tepung cacing  6% (P3).  Rancangan  percobaan  yang  digunakan  adalah  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL)  pola searah dengan 4 level perlakuan (P0, P1, P2, dan P3). Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari satu ekor domba lokal jantan. Parameter yang diamati: Konsumsi Bahan Kering (BK), Konsumsi  Bahan Organik  (BO), Kecernaan  Bahan Kering (BK), dan Kecernaan  Bahan Organik (BO).Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa rerata dari keempat  macam perlakuan  (P0, P1, P2 dan P3) berturut-turut   untuk  konsumsi   bahan  kering   858,35;   876,57;   881,55   dan  887,58  (gram/ekor/hari), konsumsi  bahan  organik  670,32;  682,04;  686,16  dan 689,03  (gram/ekor/hari),  kecernaan  bahan  kering 55,17; 59,51; 57,19 dan 58,84 persen dan kecernaan bahan organik 66,28; 69,09; 67,21 dan 68,12 persen.Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaaan bahan kering, dan kecernaan bahan organik adalah berbeda tidak nyata (P≥0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) dalam ransum hingga 6% dari  total  konsentrat  tidak  mempengaruhi  konsumsi  dan  kecernaan  bahan  kering  dan  bahan  organik, namun mampu mempertahankan kualitas pakan ransum domba lokal jantan.
LEPIDOPTERA DAN PARASITOID YANG BERASOSIASI PADA TANAMAN KENANGA (CANANGA ODORATA (LAM.) HOOK.F. & THOMSON) Himawati, M. Kamilah; Wijayanti, Retno
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi  Lepidoptera dan parasitoid bahwa berasosiasi pada C. odorata . Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Fakultas Pertanian UNS dan di lapangan lokasi penanaman di Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pengamatan dilakukan dari hasil semaian bibit tanaman Kenanga.  Lepidopteran (larvae, pupae, dewasa) dan parasitoids yang diambil dan  diidentifikasi   di  laboratorium.   Larva  dan  pupa  yang  terjangkit   oleh  parasitoid  atau  pathogen dipisahkan   dan  dipelihara   untuk   menunggu   parasitoid   memuncul.   Koleksi   dari  Lepidopteras   dan parasitoids   diidentifikasi   dengan   membandingkan   gambar   diterminasi.   Identifikasi   dilakukan   pada beberapa  jenis yang ditemukan.  Pada penelitian  ini ditemukan  delapan jenis dari Lepidopteras  dan dua parasitoids.  Delapan  jenis dari Lepidopteras  terdiri dari jenis dari Lymantridae  keluarga,  Nymphalidae, Papilionidae,   Satyridae,  Psychidae,  dan  Saturniidae  (Cricula  trifenestrata     dan  Atlas  Attacus).  Dua parasitoid adalah Apanteles  sp. dan Pteromalus  sp.)
PENGUJIAN PUPUK HAYATI KALBAR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KEDELAI (Glycine max) var. BALURAN Subowo, YB.; Sugiharto, Arwan; Suliasih, Suliasih; Widawati, Sri
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian     mengarah     pada     evaluasi     kemampuan     dari      pupuk     hayati     kalbar     untuk meningkatkan   produktivitas  dari  tanaman  kedelai.  Percobaan  pada  plot  percobaan  lapangan  di  LIPI Cibinong.  Kacang  kedelai(  Glycine  max )   variasi  Baluran  diperlakukan  dengan  satu rangkaian  pupuk yaitu: Nitrogen berisi kompos mikroba perbaikan, Fosfat berisi kompos mikroba solubilizing, kompos mengandung lignocelullosic menurunkan populasi jamur, Pupuk hayati Kalbar (Kompos memperbaiki kandungan  nitrogem, Fosfat solubilizing  dan lignocellulosic  mengurangi  derajat mikroba), pupuk kimia, kompos  dan  kontrol.  Kenaikan  pupuk    berat  segar  dari  biomass,  angka  dari  daun-daun,  angka  buah polong, dan berat dari biji diamati. Nitrogen, Fosfat dan Karbon yang berada pada tanah sebelum tanaman, saat   fase  generatif   pembungaan   dan   saat   panen.   Hasil   aplikasi   pengujian   pupuk   kalbar   mampu meningkatkan  Karbon  (C  ), Nitrogen  (N  ) dan  Phosphor  (P  ) konten  pada  tanah.  Perlakuan  ini  juga meningkatkan berat segar dari biomass (22%), buah polong (11, 11%) dan berat dari biji (12,22%).
KINETIKA FERMENTASI YOGHURT YANG DIPERKAYA UBI JALAR (Ipomea batatas) Utami, Rohula; Andriani, MAM; Putri, Zoraya A
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kinetika fermentasi dari yoghurt yang diperkaya  oleh ubi jalar ( Ipomea batatas L. ). Parameter  dari kinetika fermentasi  terdiri dari laju pertumbuhan  spesifik (µ), waktu pengganda (t d ), derajat darab (n ), perkembangan  menghasilkan  telah tetap (Yx / s), produk menghasilkan  telah tetap (Yp / s), dan efisiensi penghasilan dari asam susu. Hasil penelitian  menunjukkan,  angka dari laju pertumbuhan  spesifik (    ), di yoghurt dataran adalah 0.4809 / jam, yoghurt putih adalah 0.4510 / jam, yoghurt warna ungu 0.5589 / yoghurt jam dan buah jeruk adalah0.5880 / jam. Angka dari waktu pengganda (td) di yoghurt adalah 1.4513 jam, memutihi yoghurt adalah 1.8393 jam, yoghurt warna ungu adalah 1.3806 jam, dan yoghurt jeruk adalah 1.2074 jam. Angka dari derajat bebas (n ) di yoghurt adalah 4.9567 times, yoghurt putih adalah 5.5671 waktu, yoghurt warna ungu adalah 5.6837 waktu,  dan yoghurt  jeruk adalah 6.0985 waktu. Angka dari Telah Tetap Hasil Investasi Perkembangan (Yx / s) dan Telah Tetap Hasil Investasi Produk Yp / s berturut-turut di yoghurt adalah 4,5 x10 5 cfu / mg dan 0.082 mg, yoghurt putih adalah 4,2 x10 5 cfu / mg dan 0.139 mg, yoghurt warna ungu adalah 7,5x10 5   cfu / mg dan memasuki,0712 mg, yoghurt jeruk adalah 6,8x10 5 cfu / mg dan 0.1046 mg. Angka dari efisiensi penghasilan  dari asam susu selama fermentasi  di yoghurt adalah 7,633 %, yoghurt putih adalah 6,458%, yoghurt warna ungu adalah 4,739% dan yoghurt jeruk adalah 6,479%.
KAJIAN KELEMBAGAAN AGRIBISNIS WORTEL UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN SUTHOMADANSIH DI KABUPATEN KARANGANYAR Sutarto, Sutarto; Padmaningrum, D.; Wibowo, Agung
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejauh  ini, pembangunan  dengan  institusi  agribisnis  pedesaan  biasanya  jauh  dari  harapan  untuk menyelesaikan masalah terkait.   Model dari perpaduan di antara petani dan pengusaha agribisnisdi tandai suatu kinerja tak memuaskan.   underdevelopment  dari modelnya persekutuan sehubungan dengan secara filsafat,  ini  mempunyai  tidak  bersatu  pemegang  taruhan  pada  satu  penggunaan  umum  yang  mana menyediakan bermanfaat bagi menurut perbandingan.Tujuan  dari  penelitian  yang  diarahkan  untuk  mendeskripsikan   institusi  lokas  agribisnis  yang berpotensi sebagai supporting agribisnis di komuditas wortel; untuk mengkaji kinerja kelembagaan  yang lokal agar mendukung satu agribussiness wortel; (ii.) untuk menguji pendapat dari ini pemegang taruhan ke arah pembangunan kelembagaan untuk wortel.Pengamatan  dengan  salah   satu cara deskriptif.  Lokasi  penelitian  dipilih purposively.  Subdistrict dari Tawangmangu telah dipilih sebagai daerah penghasil  wortel adalah paling tinggi dibandingkandaerah lain di Karanganyar.  Data dikumpulkan  dari sejumlah ytokoh masyarakat dan petani.   Dari sumber yang dapat dipercaya diketahui tentang konsep dari ‘ agropolitant sendiri; bahkan beberapa petani kurang mempedulikan konsep itu. Area dari agropolitant yang mana tadinya direncanakan jadi wilayah pariwisata agro dan promosi dari barang produksi setempat jauh dari harapan semula. Pada kenyataan di lapangan tidak ada aktivitas pemasaran untuk barang produksi setempat itu.Beberapa  program  yang  layak  dipertimbangkan  untuk  diterapkan  agar  dapat  mencapai  tujuan. Pertama,  meningkatkan  posisi  penawaran,  ini  layak  untuk  meningkatkan  intensitas  dari  asssistance. Terutama, ini disarankan untuk meningkat mutu dari manajemen organisasi dan entreprenurship.  Kedua, adalah  penting  bagi  pemda  untuk  memudahkan  jaringan  antara  subdistricts  atau  dengan  daerah  luar dengan perhatian khusus untuk menghubungkan petani wortel. Sebagai institusi yang barang jualan efektif untuk menerapkan  fungsi dari pembangunan,  advocation,  dan relevan yang promosi  ke wortel. Ketiga, penting bagi pemda untuk meningkatkan  efektivitas,  especialy  pada langkah dari sosialisasi,   di hormat dengan pembangunan agropolitant.

Page 2 of 2 | Total Record : 17