Ar-Raniry, International Journal of Islamic Studies
The scope of Jurnal Ar Raniry is conceptual ideas in the study of Islamic sciences: Education Islam, Al-Quran and Hadith, Thoughts in Islam, Fiqh and Islamic Rules, History and civilization of Islam, Language and Islamic literature, Dakwah and Islamic Communication and Modern developments in Islam. The presence of this journal is intended to respond to and inform the development of current academic issues related to Islamic studies. Contributions of scholars both from internal and external articles will be warmly welcomed with great appreciation.
Articles
217 Documents
PENDEKATAN HERMENEUTIK DALAM PEMAHAMAN HADIS (Kajian Kitab Fath al-Bari Karya Ibn Hajar Al-‘Asqalani)
Yahya, Agusni
Ar Raniry : International Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2014): Ar-Raniry : International Journal of Islamic Studies
Publisher : UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (712.091 KB)
|
DOI: 10.20859/jar.v1i2.23
The hadith explanation book of Sahih al-Bukhari written by Ibn Hajar Al-‘Asqalani, Fath al-Bari, is one of the most pupular books in Moslem ummah. Is widely used by Moslem scholars to meet the meanings of hadiths compiled by the imam al-Bukhari in his Sahih al-Bukhari. Fath al-Bari is considered significant to do the research on it in order to develop the science of hadith, mainly through the hermeneutic method. By using this method, the research questions are: 1. How does Ibn Hajar Al-‘Asqalani explain the matans (hadith texts) of Sahih al Bukhari in connection with hermeneutic method? 2. What are the hermeneutic principles used by Ibn Hajar Al-‘Asqalani in his explanations of hadith? This research is expected to respond the research questions above so that it can be implimented the field of hadith in relation to develop hadith methodology. Finally, the research uncover that in his explanations of hadiths, Ibn Hajar Al-‘Asqalani is oriented his world views to the classical Islam, the era of Prophet’s companions and their successors, the Salaf al-Salih. He does not express the Islamic world issues available in his time in his explanations of the hadiths. He is considered a normative ‘ulama since he is not influenced by the emerging cases situated his time in Egypt, Mecca and Madina. He tends to be textual to explain the matans of hadiths although to some extent he uncovers the historical contexts of the hadiths he explains. This is common for a muhadith whose main jobs is to collect and narrate the whole data on Prophet's sayings, acts and permissions either on sanads (narrators) or matans (texts).Keywords: Fath al-Bari; sharh al-hadith; hermeneutik.
ISLAMIC EDUCATION IN THE STUDY OFISLAMIC PSYCHOLOGY
Daulay, Nurussakinah
Ar Raniry : International Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2014): Ar-Raniry : International Journal of Islamic Studies
Publisher : UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (651.905 KB)
|
DOI: 10.20859/jar.v1i2.11
Tulisan ini berupaya menjelaskan pendidikan Islam dalam kajian Psikologi Islam. Psikologi Islam adalah suatu pendekatan studidalam memahami kejiwaan  dan perilaku manusia yang berdasarkan konsep tauhid, dengan cara integrasi antara ilmu dan iman. PsikologiIslam adalah sebuah bentuk  psikologi yang berlandaskan citra manusiamenurut ajaran Islam, mempelajari keunika n dan pola perilaku manusia sebagai ungkapan pengalaman interaksi dengan diri sendiri, lingkungan sekitar, dan alam rohani dengan tujuan meningkatkan kesehatan mentaldan kualitas hidup keberagamaan, serta menggapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Salah satu upaya untuk dapat membangunkem bali peradaban manusia dan penyempurnaan konsep perilaku manusia itu adalah dengan berpendidikan dan memahami konsepkonsep pendidikan dalam Islam, serta penyempurnaan jiwa yang diisi dengan iman dapatlah dibahas dalam kajian ilmu Psikologi Islam yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist. Dalam pendidikan Islam telah diletakkan dasar-dasar Al-Qur’an yang berkenaan dengan tujuan pendidikan Islam dan materi-materi yang harus diajarkan dalam pendidikan Islam. Materi-materi yang akan disampaikan sebaiknya menggunakan metode yang menarik dan menjadi persoalan esensial dalam rangka tercapainya tujuan pendidikan Islam yang diharapkan. Berdasarkan pada begitu eratnya antara tugas psikologi Islam yang lebih menekankan pada jiwa ini sangat berpengaruh dalam ilmu pendidikan Islam. Jiwa yang bersih tentunya akan mudah dalam menerima dan mengaplikasikan konsep-konsep pendidikan Islam yang berdasarkan pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Di atas kedua pilar ini lah dibangun konsep dasar pendidikan Islam. Titik tolaknya dimulai dari konsep manusia menurut IslamKeywords: Islamic Psychology, Islamic Education, Human, Life, Behavior
GUS DUR DAN PEMIKIRAN LIBERALISME
Salleh, Kamarudin;
Yusuf, Khoiruddin Bin Muhammad
Ar Raniry : International Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2014): Ar-Raniry : International Journal of Islamic Studies
Publisher : UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (532.953 KB)
|
DOI: 10.20859/jar.v1i2.17
Studi keislaman oleh para sarjana telah melahirkan corak-corak pemikiran. Salah satu dari corak itu adalah pemikiran liberal. Di Indonesia terdapat beberapa tokoh yang diidentifikasi telah melahirkan atau menyuguhkan pemikiran-pemikiran Islam yang liberal, di antaranya tersebut misalnya nama Harun Nasution, Nurchalish Madjid, Abdurrahman Wahid, dan lain-lain. Tulisan ini bermaksud fokus pada salah satu tokoh, yakni Abduurahman Wahid yang tenar dipanggil dengan Gus Dur. Apa saja pemikiranpemikiran Gus Dur yang dipandang liberal, tulisan ini bermaksud untuk membahas hal itu.Keyword: Gus Dur, pemikiran liberal, ideologi, demokrasi
THE EFFECT OF A HIGHER EDUCATION ON THE HUMAN CAPITAL QUALITY
Patimah, Siti
Ar Raniry : International Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2014): Ar-Raniry : International Journal of Islamic Studies
Publisher : UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.505 KB)
|
DOI: 10.20859/jar.v1i2.12
Higher education has a very strategic position to determine the quality of human capital. Therefore, a higher education must always strive to provide quality assurance services to the interested parties. The more quality customer service is given, the more college customer will satiesfied that have an impact on the increasing investment of the human resources (Human Capital).Keywords: Higher Education, Human Capital
PENGARUH SOSIALISASI GENDER TERHADAP PEMBENTUKAN POLA PIKIR PEREMPUAN ACEH (Studi Kasus di Banda Aceh dan Aceh Besar)
Miskahuddin, Miskahuddin
Ar Raniry : International Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2014): Ar-Raniry : International Journal of Islamic Studies
Publisher : UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.618 KB)
|
DOI: 10.20859/jar.v1i2.19
Discourse on gender is not depleted as discussed and studied scientifically until now. Debate in academic circles about gender are already accustomed discussed and no longer be something foreign. Even today there are efforts to encourage all of the activities and programs should be concerned with aspects of gender equality. Development of previously unknown information about only the consumption of the current academic has penetrated up to the village level, and unknown to many people , both lay and the learned knowledge. This occurs because of the reality of gender socialization undertaken by various parties, including government agencies through the empowerment of women and children , as well as by non-governmental organizations ( local and international NGOs ) . Many people received information about the gender , clearly establish its own thinking paradigm for women in Aceh . To see about women thinking about gender Aceh after getting the socialization of NGOs , the research was conducted.Keywords : Influence , Socialization , Gender
KONTRIBUSI PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER BAGI PENGEMBANGAN FILSAFAT ILMU-ILMU KEISLAMAN
Ramly, Fuad
Ar Raniry : International Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2014): Ar-Raniry : International Journal of Islamic Studies
Publisher : UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (508.567 KB)
|
DOI: 10.20859/jar.v1i2.13
Pengembangan Filsafat Ilmu-ilmu Keislaman dapat dilakukan dengan merumuskan kembali landasan ontologis, landasan epistemologis, dan landasan aksiologis ilmu yang bersumber dari kontribusi pemikiran Nasr, al-Attas, dan Sardar. Landasan ontologis tersebut menentukan wilayah objek kajian Ilmu-ilmu Keislaman, yang meliputi aspek-aspek metafisika dan empiris. Landasan epistemologis mengakomodir keragaman (pluralitas) metodologis (berbagai prosedur atau cara mengkaji ilmu), sesuai dengan kebutuhan intelektual masyarakat Islam. Landasan aksiologis mengarahkan dan menuntun pemahaman ontologis dan epistemologis tersebut sesuai dengan nilai-nilaidasar Islam. Berdasarkan ketiga landasan tersebut, pengembangan Filsafat Ilmu-ilmu Keislaman dapat dilakukan secara terpadu (integratif), tidak hanya dengan menumbuhkan kesadaran historis untuk menggali khazanah kemajuan intelektual Islam masa lalu, tetapi sekaligus juga dengan merespon kemajuan-kemajuan metodologi masa kini yang relevan dengan nilai-nilai intelektual Islam yang kekal dan universal.Kata kunci: Pemikiran Islam Kontemporer; landasan filosofis; Filsafat Ilmu-ilmu Keislaman.
IJTIHAD HAKIM DALAM PENYELESAIAN PERKARA HARTA BERSAMA DI MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH (Analisis dengan Pendekatan Ushul Fiqh)
Mursyid, Mursyid
Ar Raniry : International Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2014): Ar-Raniry : International Journal of Islamic Studies
Publisher : UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (551.258 KB)
|
DOI: 10.20859/jar.v1i2.21
Ketentuan UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam tentang harta bersama mengatur bahwa sebelum warisan dibagi kepada ahli waris, maka harta bersama antara suami dan istri dibagi dengan cara 50% bagi suami dan 50% istri. Namun bagaimana dengan praktik pembagian harta bersama pada Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dalam penyelesaian perkara harta bersama di Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh para apakah hakim hanya mendasarkan putusannya pada UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam saja ataukah juga mempertimbangkan hukum Islam yang hidup dalam masyarakat Aceh. Hal inilah yang menjadi fokus kajian dari penelitian ini dengan arah utama pembahasan diarahkan pada dua pertanyaan pokok, yaitu Perkara apa saja yang ditangani oleh Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dalam kaitannya dengan harta bersama? Dan Bagaimana ijtihad hakim dalam penyelesaian perkara harta bersama pada Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, apakah para hakim hanya mendasarkan putusannya pada UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam saja atau juga mempertimbangkan praktek pembagian harta bersama dalam masyarakat Aceh? Untuk membahas permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Untuk data lapangan, penulis lebih dominan menggunakan metode wawancara (indepth interview) dan studi dokumentasi. Hasil Pembahasan menunjukkan bahwa Perkara harta bersama yang masuk ke Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh pada tahun 2010 terdapat 4 perkara harta bersama dari 550 perkara secara umum. Pada tahun 2011 terdapat 5 perkara harta bersama dari 815 perkara secara umum dan pada tahun 2012 terdapat 10 perkara harta bersama dari 433 perkara secara umum. Adapun Ijtihad Hakim dalam penyelesaian perkara harta bersama pada Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh didasarkan pada pada pertimbangan ketentuan tentang harta bersama yang diatur dalam UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Selain dua ketentuan tersebut, Hakim pada Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh juga mendasarkan putusannya dalam menyelesaikan perkara harta bersama pada beberapa pertimbangan hakim, yaitu; Al-Qur’ÄÂn dan ḤadÄ«th (Hukum syara’), pendapat fuqaha’, kondisi sosiologis masyarakat Aceh, kebutuhan istri, kebutuhan anak, pendidikan anak dan adanya kesepakatan bersama antara kedua pihak yang berperkara.Keywords: Ijtihad Hakim, harta Bersama dan Mahkamah Syar’iyah
PEMBINAAN KARAKTER INTELEKTUAL ACEH DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT MADANI
Saifullah, Saifullah
Ar Raniry : International Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2014): Ar-Raniry : International Journal of Islamic Studies
Publisher : UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.648 KB)
|
DOI: 10.20859/jar.v1i2.14
Pembinaan karakter di beberapa negara sudah mendapatkan prioritas sejak pendidikan dasar dimulai. Namun di Indonesia, khususnya Aceh pendidikan karakter masih dipandang sebagai wacana dan belum menjadi bagian yang terintegrasi dalam pendidikan formal Makalah ini membahas tentang pentingnya pembinaan karakter intelektual Aceh dalam pembangunan masyarakat madani. Dimulai dengan melihat pengertian dari esensi karakter itu sendiri yang terintegrasi dengan format pembinaan karakter dan peran dari intelektual dalam pembangunan bangsa secara umum dan Aceh secara khusus.Keyword: Pembinaan Karakter, Intelektual, Aceh, Pembangunan,Masyarakat Madani
HADIS-HADIS HUKUM YANG KONTRA PEMBARUAN AL-QUR’AN: Tinjauan Pola Pemahaman Mu’abbad dan Mu’aqqat
Abubakar, Ali
Ar Raniry : International Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2014): Ar-Raniry : International Journal of Islamic Studies
Publisher : UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.369 KB)
|
DOI: 10.20859/jar.v1i2.22
Artikel ini ditulis untuk menjawab pertanyaan bagaimana pola pemahaman ulama terhadap hadis-hadis yang tampak kontra dengan semangat al-Qur‟an dan bagaimana alternatif pola pemahaman terhadap hadis-hadis tersebut sehingga produk fikih yang dihasilkan serasi dengan semangat al-Qur‟an? Ini dilakukan mengingat ada ketidaksinkronan antara sebagian teks-teks hadis hukum dengan semangat umum al-Qur‟an. Penelitian ini menggunakan kerangka teori yang mengatagorikan hadis menjadi dua, yaitu mu‟abbad (berlaku universal dan abadi) dan mu‟aqqat (berlaku hanya untuk masa dan kondisi tertentu). Kesimpulannya, ulama mazhab cenderung memahami hadis-hadis yang tampak bertentangan dengan al-Qur‟an hadis-hadis tasyrīʻiyyah dengan pola pemahaman lafẓiyyah; menganggapnya sebagai hadis-hadis mu‟abbad yang berlaku universal, lintas waktu dan tempat, dan berlaku ketat. Dengan pendekatan asbÄÂb al-nuzÅ«l dan asbÄÂb al-wurÅ«d al-ḥadÄ«ts dalam makna yang luasâ€â€sejarah sosial hukum Islam, ditemukan bahwa hadis-hadis yang tampak bertentangan dengan al-Qur‟an tersebut harus dipahami berlaku berbatas waktu atau pada masa Nabi Muhammad hidup di Semenanjung Arabia abad ke-7 Masehi. Dengan demikian, hadis-hadis tersebut dikategorikan kepada hadis-hadis mu‟aqqat, yang berlaku temporal; hanya pada masa, kondisi sosial masyarakat pada atau yang sama dengan di Semenanjung Arabia pada abad ke-7 Masehi.Keywords: mu'abbad,  mu'aqqat, semangat al-Qur‟an, hadis.
Leadership Influence Toward Professionalism In Teaching And Learning Quality At Iain Raden Intan Bandar Lampung
Patimah, Siti
Ar Raniry : International Journal of Islamic Studies Vol 2, No 1 (2015): Ar-Raniry : International Journal of Islamic Studies
Publisher : UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.594 KB)
|
DOI: 10.20859/jar.v2i1.36
This research was conducted at IAIN Raden Intan Bandar Lampung which is aimed at revealing the influence of leadership on the lecturers’ professionalism and teaching-learning quality. The study uses a quantitative approach through descriptive correlation technique and regression by using parametric statistical analysis. The research findings show that the three hypothesis can be accepted as supported by empirical as following: 1) the influence of leadership upon lecturers’ professionalism is 12.5%, with the strength low correlation as (0.354); 2) the leadership influence toward the learning quality is 0.81% with a low correlation strength i.e. 0.285; and 3) the lecturers’ professionalism influence on learning quality is equal to 63.9%, with a strong correlation (0.799).