cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
MODEL PENINGKATAN MINAT MASYARAKAT TERHADAP MADRASAH IBTIDIYAH DI JAWA TENGAH Aji Sofanudin
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana mi-nat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka pada MI Ma’arif Grabag 1 Magelang, (2) Bagaimana pengelolaan MI Ma’arif Grabag 1 Magelang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyekolah-kan anak mereka, serta (3) Bagaimana model peningkatan minat masyarakat menyekolahkan anak mereka pada MI Ma’arif Grabag 1 Magelang, adapun hasilnya adalah: Pertama, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mer-eka pada MI Ma’arif Grabag 1 Magelang tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya orang tua wali yang ikut mendaftar-kan putera-puterinya ke madrasah tersebut. Kedua, pengelolaan MI Ma’arif Grabag 1 Magelang meliputi program unggulan dan pem-biasaan yang berlaku di MI Ma’arif Grabag 1. Ketiga, model peningkatan minat masyarakat menyekolahkan anak mereka pada MI Ma’arif Grabag 1 Magelang adalah dengan memiliki program-program unggulan, membiasakan akhlak mulia, alumni banyak diterima di lembaga favorit, memiliki prestasi akademik dan prestasi non akademik yang unggul serta menjalin kerja sama yang intens dengan berbagai pihak.
Pathways To Islamic Education Renewal In Aceh (A Case Study of Dayah Ma'had al Ulum Diniyyah Mesjid Raya Samalanga) Hasan Asari; Abd. Mukti; Syadidul Kahar
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.2.6661

Abstract

This research examines the renewal initiative at Dayah Ma'had al Ulum Diniyyah Mesjid Raya Samalanga Islamic School. This study focuses on the renewal initiative during the leadership of Abon Abdul Aziz and Abu Hasanoel Bashri. This research is qualitative research with a historical approach. This research indicates that the Al Aziziyah Samalanga Islamic Education Foundation's modernization began during the leadership of Abon Abdul Aziz in 1958 and culminated in Abu Hasanoel Bashry in 1989. Social factors had been the most dominant factors of modernization of Islamic education in the foundation, including the birth of Islamic and public universities in Aceh, the adoption of information and communication technology (ICT), the requirement of diplomas for teachers and education personnel, and the involvement of alumni in the foundation.
Hadis-Hadis tentang Peserta Didik Amiruddin Siahaan dan Nur Hidayah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.567

Abstract

This article explains that learners should earnestly seek  knowledge or perseverance in either theology or science. In addition, if the students have gained knowledge, then that knowledge should be employed well and teaches it to others. Meanwhile, science is only acquired by learning. Learner is one component input in the education system, which is further processed in the educational process, so that it becomes a qualified human in accordance with the national education goals. A student has a very important role in education. Itwas described in many traditions (hadis \ ) associated with virtue, character, and requirements of the learners. These hadis \ will be explained later in this article and will be takhri j to determine the position of these traditions. AbstrakArtikel ini menjelaskan bahwa peserta didik hendaknya bersungguh-sungguh atau tekun dalam mencari ilmu baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan. Selain itu peserta didik apabila telah mendapatkan ilmu, maka hendaknya ilmutersebut dipergunakannya dengan baik dan diajarkannya kepada orang lain. Ilmu hanya diperoleh dengan belajar. Peserta didik adalah salah satu komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalamproses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Seorang pelajar memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan. Hal itu dijelaskan dalam banyak hadis yang berkaitan dengan kebajikan, karakter, dan persyaratan peserta didik. Hadis-hadis ini akan dijelaskan nanti dalam artikel ini dan akan di takhrij untuk mengetahui posisi hadis-hadis tersebut.
Partisipasi Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) Kabupaten Boyolali dalam Meningkatkan Kompetensi Guru PAI SD Fauzi Muharom
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2016): Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2016.10.2.1283

Abstract

This study aims to know the participation of Teachers Working Group (KKG) and mapping the needs of improving the  competence of teachers PAI elementary school in Boyolali district. This type of research is a qualitative descriptive with analytical interactive method. The results showed that PAI KKG SD Participation Boyolali district in improving competence PAI elementary teachers include; Training Lesson Study, training 2013 curriculum, PAI teacher development program and assist in the teacher’s administration. While the results of the mapping of needs to increase the competence of teachers PAI elementary school in Boyolal, include: training curriculum 2013, PTK, BTA and learning media.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi Kelompok Kerja Guru (KKG) dan pemetaan kebutuhan peningkatan kompetensi Guru PAI SD di kabupaten Boyolali. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode analitis-interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi KKG PAI SD kabupaten Boyolali dalam meningkatkan kompetensi guru PAI SD meliputi; Pelatihan Lesson Study, Bintek/pelatihan Kurikulum 2013, Program pengembangan guru PAI dan membantu administrasi keguruan. Sedangkan hasil pemetaan kebutuhan peningkatan kompetensi guru PAI SD di Kabupaten Boyolali meliputi: pelatihan kurikulum 2013, pelatihan PTK, pelatihan BTA dan pelatihan media pembelajaran.
The Search For Islamic Studies Information Through Smartphones By Visual Impairments Disability Hanny Hafiar; Priyo Subekti; Heru Ryanto Budiana
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2605

Abstract

This study will find out the pattern of information retrieval about Islamic studies carried out by visual impairments people. This study uses a case study method. Respondents in this study were Muslim women with disabilities in the rehabilitation complex of the blind Wiyataguna, Bandung. The results showed that people with visual impairments used narrative sounds on their mobile phones to capture narrative voice abilities that were arranged at high speed. At first they used standard speed settings, but when the skill of capturing audio through the sense of hearing increased, they set the pace of the narrative to be very fast, so that other people had difficulty listening to it.AbstrakPenelitian ini berusaha untuk mengetahui pola pengambilan informasi mengenai studi Islam yang dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan Muslim penyandang cacat yang berada di komplek rehabilitasi orang buta Wiyataguna, Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan gangguan penglihatan menggunakan suara naratif pada handphone untuk menangkap kemampuan suara naratif yang diatur dengan kecepatan tinggi. Pada mulanya mereka menggunakan pengaturan kecepatan standar, namun ketika  keterampilan  menangkap audio melalui indera pendengaran meningkat, mereka mengatur laju narasi menjadi sangat cepat, sehingga orang lain sulit untuk mendengarkannya.
Is Online Learning Accessible During COVID-19 Pandemic? Voices and Experiences of UIN Sunan Kalijaga Students with Disabilities Ro'fah Ro'fah; Astri Hanjarwati; Jamil Suprihatiningrum
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2020): Islamic Education and Radicalism
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.1.5672

Abstract

The study seeks to examine the voices and experiences of students with disabilities in navigating online learning during the COVID-19. Based on in-depth interviews with thirty-four students with various disabilities of UIN Sunan Kalijaga, this study attempts to answer how these students experiencing online learning, what challenges they encounter, and what strategies they are using to navigate this new way of learning. Results show most students prefer conventional face-to-face learning, compared to the online learning one. Students reported various challenges they experienced, the most important of which is the high cost of internet access. Other challenges include the inaccessibility of the e-learning system with respect to the platform of online learning and the learning activities. Students also concerned with the absence of supports that they normally received from the university’s disability office (Pusat Layanan Difabel/ PLD). These challenges have encouraged students to seek help from family members, peers, and lecturers.Abstrak Studi ini berupaya untuk mengevaluasi pendapat dan pengalaman siswa penyandang cacat dalam menavigasi pembelajaran online selama COVID-19. Berdasarkan wawancara mendalam dengan tigapuluh empat mahasiswa dengan berbagai kecacatan di UIN Sunan Kalijaga, penelitian ini mencoba menjawab bagaimana para siswa ini mengalami pembelajaran online, tantangan apa yang mereka hadapi, dan strategi apa yang mereka gunakan untuk menavigasi cara belajar baru ini. Hasil menunjukkan sebagian besar siswa lebih suka pembelajaran tatap muka konvensional, dibandingkan dengan pembelajaran online. Siswa melaporkan berbagai tantangan yang mereka alami, yang terpenting adalah tingginya biaya akses internet. Tantangan lain termasuk tidak dapat diaksesnya sistem e-learning sehubungan dengan platform pembelajaran online dan kegiatan pembelajaran. Siswa juga khawatir dengan tidak adanya dukungan yang biasanya mereka terima dari Pusat Layanan Difabel (PLD) universitas. Tantangan-tantangan ini telah mendorong siswa untuk mencari bantuan dari anggota keluarga, teman sebaya, dan dosen
Pendidikan Resolusi Konflik Berbasis al-Qur’an Supriyanto Pasir
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.558

Abstract

Conflict is a fact of human history due to the inherent incompatibility between the two powers. Among the instruments to resolve conflict is education through an integrated curriculum on conflict resolution. Conflict resolution is defined as a process which utilizes spectrum communication skills and analytical and creative thinking to prevent, manage and resolve conflicts peacefully. Study of conflict resolution education is based on the Qur’anic verse. By using the method of the matic analysis found at least twelve conflict resolution activities and the values of the Koran can be used as a conflict resolution education, namely: restraint and forgiveness, communicate wisely, do good and respect, mutual understanding, fraternity, open network, called for peace, back to the book of Allah, avoid prejudice, not degrading, vying for the better, to understand the meaning of jihadAbstrakKonflik merupakan fakta sejarah manusia akibat ketidakcocokan yang melekat antara dua kekuatan. Di antara instrumen untuk menyelesaikan konflik adalah pendidikan melalui kurikulum terpadu tentang resolusi konflik. Resolusi konflik didefinisikan sebagai spektrum proses yang memanfaatkan kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif serta analisis untuk mencegah, mengelola, dan menyelesaikan konflik secara damai. Kajian pendidikan resolusi konflik ini didasarkan pada ayat al-Qur’an. Dengan menggunakan metode analisis tematik ditemukan setidaknya dua belas kegiatan resolusi konflik dan nilai-nilai dalam al-Qur’an yang dapat digunakan sebagai pendidikan resolusi konflik, yaitu: menahan diri dan memaafkan, berkomunikasi secara bijak, berbuat baik dan menghargai, saling Pengertian, menjalin persaudaraan, membuka jaringan,mengajak damai, kembali kepada kitab Allah, menjauhi prasangka, tidak merendahkan, berlomba-lomba menuju kebaikan, memahami makna jihad.
Relevansi Kewibawaan dan Kewiyataan dengan Hasil Belajar Siswa Abdillah Abdillah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.593

Abstract

This paper elaborates student echivement based on authority, education, and quality of students’ learning. The study shows that the relationship between authority, education, and quality of students’ learning activity toward learning result in middle school category is bigger than high or low school category. The quality of students’ learning activity is oppointed by authority and education implemented by the teachers in learning process. The authority, education, and quality of students’ learning have relation significantly to the student echivement. The relationship of authority, education, and quality of students’ learning is definitly difference in predicting their echivement. Trough authority and education in learning process, the student’s echivement can be increased. Abstrak Makalah ini mengkaji hasil belajar yang didasarkan pada kewibawaan dan kewiyataan. Kajian ini menunjukkan bahwa hubungan kewibawaan, kewiyataan dan mutu belajar terhadap hasil belajar siswa pada sekolah kategori sedang itu lebih besar daripada sekolah kategori tinggi dan rendah. Tinggi rendahnya mutu kegiatan belajar siswa ditentukan oleh faktor kewibawaan dan kewiyataan yang diimplementasikan oleh guru dalam proses pembelajaran. Kewibawaan, kewiyataan dan mutu kegiatan belajar siswa berhubungan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hubungan kewibawaan, kewiyataan dan mutu kegiatan belajar siswa berbeda secara nyata dalam memprediksi hasil belajar siswa. Melalui kewibawaan dan kewiyataan dalam proses pembelajaran siswa dapat ditingkatkan hasil belajarnya.
The Leadership of the Head Madrasah Based Quality wahyudi wahyudi; DYP Sugiharto; Masrukhi Masrukhi; Ahmad Rifai Rc
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 1 (2018): Islamic Education and Peace
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.1.2450

Abstract

The research focus is to discuss about a leadership of the head madrasah-based quality in Madrasah Aliyah Al Mukmin Muhammadiyah, Tembarak, Temanggung, Central Java. It was used qualitative research. The result shown that the head of the madrasah had a strong desire to realize the vision and mission of the madrasah. He strongly built the quality culture of madrasah based on five principles. There are (1). always being a mukmin and Muslim everywhere and anytime. (2). always friendly in service. (3). having a high professionalism in carrying out administrative duties and adoring the work. (4). creative, dynamic, and innovative in scientific development, and (5). Behave and trustworthy manner, akhlaqul karimah and be role model to other academic community.Abstrak Fokus penelitian adalah untuk membahas tentang kualitas kepemimpinan kepala madrasah di Madrasah Aliyah Al Mukmin Muhammadiyah, Tembarak, Temanggung, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki keinginan yang kuat untuk mewujudkan visi dan misi madrasah. Dia sangat membangun budaya kualitas madrasah berdasarkan lima prinsip. (1). selalu menjadi seorang mukmin dan Muslim di mana saja dan kapan saja. (2). selalu ramah dalam pelayanan. (3). memiliki profesionalisme yang tinggi dalam menjalankan tugas-tugas administrasi dan mengagumi pekerjaan. (4). kreatif, dinamis, dan inovatif dalam pengembangan keilmuan, dan (5). berperilaku dan dapat dipercaya, akhlaqul karimah dan menjadi teladan bagi komunitas akademis lainnya. 
Implementasi Kurikulum Muatan Lokal PAI Tingkat SMP di Kabupaten Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung Suparta Suparta
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2015): Kualitas dan Pemasaran Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.1.525

Abstract

The purpose of this study is to determine the policies to address the problem PAI, a strategy to overcome the schedule of PAI, and models of local curriculum (PAI) in Central Bangka Regency. The results showed that: First, to overcome the short-age of time allocation PAI that is only two or three hours a week, then the policy of adding times for extracurricular should be made. Second, one strategy in order the addition of the times to be effective, the government of Central Bangka Bangka Belitung should make a policy of the implementation of local curriculum-based PAI. Third, the local curriculum carried out is structured local curriculum for iqra’ and unstructured local curriculum that contains conducting Dhuha prayer and jama’ah prayers, reading the Qur’an, coaching students’ character and giving religious lectures for students.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan untuk mengatasi ma-salah PAI, strategi penambahan jam PAI, dan model kurikulum muatan lokal di Kabupaten Bangka Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, untuk mengatasi kekurangan alokasi waktu PAI yang hanya dua atau tiga jam dalam seminggu maka dibuatlah kebijakan penambahan jam diluar jam PAI. Kedua, sa-lah satu strategi agar penambahan jam tersebut berjalan efektif, maka pemerintah Kabupaten Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung membuat kebijakan pelaksanaan kurikulum muatan lokal yang berbasis PAI. Ketiga, Muatan lokal yang dilaksanakan berupa muatan lokal terstruktur berupa muatan lokal iqra’ dan muatan lokal yang tidak terstruktur yaitu pembinaan shalat dhuha dan shalat ber-jamaah, membaca al-Qur’an, pembinaan budi pekerti dan mengadakan ceramah agama.

Filter by Year

2012 2025