cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Analysis Study of Parental Choice of Education in The Millenial Era Fauzi, Ahmad; BR, Rosyadi; Baharun, Hasan
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2904

Abstract

This article discusses parents' choices about the model of Islamic education in the millennial era. This study uses the library method. The results showed that parents had several criteria in determining the choice of educational models in the millennial era, namely a). schools that provide a lot of religious material b). combining religion and science, c). giving reinforcement to monotheism, d). madrasas that have vision, mission with good management. E). madrasas that have the same status as public schools. AbstrakArtikel ini membahas pilihan orang tua tentang model pendidikan Islam di era milenial. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua memiliki beberapa kriteria dalam menentukan pilihan model pendidikan di era millennial yaitu a). sekolah yang banyak memberikan materi agama b). mengkombinasikan agama dan sains, c). memberikan penguatan pada tauhid, d). madrasah yang memiliki visi, misi dengan pengelolaan manajemen yang baik. E). madrasah yang memiliki status yang sama dengan sekolah umum  
The Peaceful Teaching Method of Datok Sulaiman in Spreading Islam in Tana Luwu, Indonesia. Bulu, Bulu; Nuryani, Nuryani; Karim, Abdul Rahim
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2020): Islamic Education and Radicalism
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.1.5215

Abstract

This study discusses the teaching method of Datok Sulaiman in spreading Islam in Tana Luwu, South Sulawesi, Indonesia. This study employed historical and sociological approaches to unpack those research aims. The research findings show that the teachings of Islam transmitted throughout the Tana Luwu region used a peaceful approach without involving any violence with the support of Datok Luwu. Datok Sulaiman mostly used dialogue, Sufistic, and supernatural approaches to spread Islam. Therefore, he could successfully spread Islam in Tana Luwu, including the conversion of XV King Luwu in 1603 which influenced the rapid conversion of Islam in the area.AbstrakStudi ini membahas metode pembelajaran Datok Sulaiman dalam menyebarkan Islam di Tana Luwu. Sulawesi Selatan, Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis dan sosiologis. Analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hassil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Islam berkembang pesat di seluruh wilayah Tana Luwu secara damai tanpa kekerasan berkat peran Datok Sulaiman. Metode pengajaran Islam damai yang digunakan oleh Datok Sulaiman adalah dialog, pembelajran sufisme, dan supranatural. Hal ini berdampak pada adanya dukungan Raja Luwu XV pada 1603 M, sehingga agama Islam berkembang dengan cepat
Implementasi Kurikulum Muatan Lokal PAI Tingkat SMP di Kabupaten Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung Suparta, Suparta
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2015): Kualitas dan Pemasaran Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.1.525

Abstract

The purpose of this study is to determine the policies to address the problem PAI, a strategy to overcome the schedule of PAI, and models of local curriculum (PAI) in Central Bangka Regency. The results showed that: First, to overcome the short-age of time allocation PAI that is only two or three hours a week, then the policy of adding times for extracurricular should be made. Second, one strategy in order the addition of the times to be effective, the government of Central Bangka Bangka Belitung should make a policy of the implementation of local curriculum-based PAI. Third, the local curriculum carried out is structured local curriculum for iqra’ and unstructured local curriculum that contains conducting Dhuha prayer and jama’ah prayers, reading the Qur’an, coaching students’ character and giving religious lectures for students.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan untuk mengatasi ma-salah PAI, strategi penambahan jam PAI, dan model kurikulum muatan lokal di Kabupaten Bangka Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, untuk mengatasi kekurangan alokasi waktu PAI yang hanya dua atau tiga jam dalam seminggu maka dibuatlah kebijakan penambahan jam diluar jam PAI. Kedua, sa-lah satu strategi agar penambahan jam tersebut berjalan efektif, maka pemerintah Kabupaten Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung membuat kebijakan pelaksanaan kurikulum muatan lokal yang berbasis PAI. Ketiga, Muatan lokal yang dilaksanakan berupa muatan lokal terstruktur berupa muatan lokal iqra’ dan muatan lokal yang tidak terstruktur yaitu pembinaan shalat dhuha dan shalat ber-jamaah, membaca al-Qur’an, pembinaan budi pekerti dan mengadakan ceramah agama.
Desain Pengembangan Kurikulum Integratif Zainiyati, Husniyatus Salamah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.583

Abstract

Implementation of an integrated curriculum in UIN Maliki seeks to provide basic competencies of Islamic sciences as a characteristic of UIN, as well as the foun-dation for the development of fields of study are developed on existing majors. Study program ta'lim al-afkar al-Islamiyyah and ta'lim al-Qur’an not only dis-cuss the matter as Fiqh, Sufism, Aqeedah, but the study needs to be developed by taking the material Qur'an and Hadith relating to the development of science and technology. Basic Islamic knowledge can be used for students or faculty development studies field according to the respective department. The program not only as a prerequisite studies program at UIN Islamic subjects, but can be used to support other subjects. Ma'had tradition intended to form the character of students and develop Islamic culture on campus. Abstrak Implementasi kurikulum integratif di UIN Maliki Malang berupaya memberi-kan kompetensi dasar ilmu-ilmu keislaman sebagai ciri khas UIN, sekaligus se-bagai landasan bagi pengembangan bidang-bidang studi yang dikembangkan pada jurusan yang ada. Program kajian ta’lim al-afkar al-Islamiyyah dan ta’lim al-Quran tidak hanya membahas materi seperti fiqh, tasawuf, aqidah, tetapi kajian perlu dikembangkan dengan mengambil materi Quran dan Hadis yang berhubungan dengan perkembangan sains dan teknologi. Dasar ilmu keislaman tersebut dapat digunakan mahasiswa atau dosen untuk pengembangan bidang kajian sesuai dengan jurusannya masing-masing. Program kajian tidak hanya se-bagai prasyarat memprogram mata kuliah keislaman di UIN, akan tetapi bisa digunakan sebagai penunjang mata kuliah lainnya. Tradisi ma’had ditujukan un-tuk membentuk karakter mahasiswa dan mengembangkan kultur Islami di kam-pus.
Marah dalam Pendidikan Islam Nasirudin, Nasirudin
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1427

Abstract

This paper is motivated by the human dimension of the Prophet s.a.w when angry. Hadiths indicate that the Prophet s.a.w. as uswah khasanah had experienced an attitude of anger and full of educational values. The purpose of this paper is to attempt to reveal the anger situation of the Prophet s.aw. and its implications for Islamic education. The results of the study found that the cause of the Prophet's anger s.a.w in general is an effort to maintain the sanctity of Islamic law. Then the angry implications that allowed in the educational process in the hadith perspective are (1). anger that does not hurt feelings or physical learners(2). Angry as a form of tactics to educate in difficult student conditions, (3). Angry who does not aim to take revenge on personal matters. All forms of anger must be accompanied by an explanation to be understood as a form of education.  AbstrakTulisan ini dilatarbelakangi oleh dimensi kemanusian Nabi s.a.w ketika marah.  Hadits-hadits menunjukkan bahwa Nabi s.a.w. sebagai uswah khasanah pernah mengalami sikap marah dan penuh dengan nilai-nilai pendidikan. Tujuan tulisan ini adalah berupaya mengungkap gambaran kemarahan Nabi s.aw. dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menemukan bahwa penyebab kemarahan Nabi s.a.w pada umumnya merupakan upaya menjaga kesucian syariat Islam. Kemudian implikasi marah yang diperbolehkan dalam proses pendidikan dalam perspektif hadits adalah (1). marah yang tidak menyakiti perasaan ataupun fisik peserta didik (2). Marah sebagai bentuk taktik untuk untuk mendidik dalam kondisi siswa yang susah dikendalikan, (3). Marah bertujuan menyelamatkan dari azab di dunia dan  akhirat, (4). Marah yang tidak bertujuan untuk membalas dendam karena persoalan pribadi. Semua bentuk kemarahan harus disertai dengan penjelasan agar dapat dipahami sebagai bentuk pendidikan
Pelaksanaan Supervisi Akademik oleh Kepala Madrasah Aliyah Swasta di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Mulyawan Safwandy Nugraha
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2015): Kualitas dan Pemasaran Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.1.520

Abstract

This study discusses the implementation of the academic supervision conducted by principal of Private Madrasah Aliyah of Cisaat Sukabumi. The results of this study concluded that the implementation of the academic supervision conducted by the principals are not systematic and not preprogrammed, so that teachers do not feel any relief from the headmaster in improving the quality of learning. This is due to the low competence of the principals in academic supervision and they tended to judge and find fault with teachers without providing advice and solu-tions. however, the principals have a plan/program of supervision, commitment and high motivation, seek to meet the performance assessment of supervisors. Based on the above, it needs guidance in the form of education and training to increase the competence of the principals of the madrasah, and giving reward to the successful principals.AbstrakPenelitian ini membahas tentang pelaksanaan supervisi akademik kepala Madra-sah di Madrasah Aliyah Swasta Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik yang dila-kukan oleh kepala madrasah tidak sistematis dan tidak terprogram, sehingga guru-guru tidak merasakan adanya bantuan dari kepala madrasah dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh kompetensi supervisi akademik kepala madrasah yang rendah dan cenderung menilai dan mencari kesalahan guru tanpa memberikan saran dan solusi. Walaupun demikian, kepala madrasah memi-liki rencana/program supervisi, komitmen dan motivasinya tinggi, berupaya untuk memenuhi penilaian kinerja kepala madrasah dari pengawas madrasah. Berda-sarkan penjelasan di atas, maka perlu diadakan pembinaan berupa pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan kompetensi kepala madrasah, dan pemberian reward terhadap Kepala Madrasah yang berprestasi.
Criticizing Higher Education Policy in Indonesia: Spiritual Elimination and Dehumanisation Moh. Roqib; Siti Sarah; Agus Husein As Sabiq; Mohamad Sobirin; Abdal Chaqil Harimi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2021.15.2.8579

Abstract

The Ministry of Education and Culture's policy on “Merdeka Belajar” (Freedom of Learning) seeks to enable students to master different valuable disciplines to access the work field (link and match). This article investigates Freedom of Learning policy direction and unpacks freedom of learning from the viewpoint of prophetic education theory. This research employs a literature review process. The information was gathered by studying the Ministry of Education and Culture legislation and laws, literature, and compiled references of the policy. The findings suggested that the Freedom of Learning policy's trajectory accommodates data in the material domains (cognitive, affective, and psychomotor), yet it lacked spirituality. The principle of prophetic education is to move humans to be decent (righteous), to achieve the great humans (insān kāmil), and to improve (muṣliḥ) the world into an ideal environment or society (khaira ummah) capable of bridging the gap the means. Professional education continues to carry out a constant, creative mechanism to get citizens closer to God (transcendence) through digitally increasing human ideals and avoiding harmful stuff (liberation). Competence in the policy of independent learning is maintained by prophetic education.
Revolusi Gaya Belajar untuk Fungsi Otak M. Edy Waluyo
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.577

Abstract

This paper elaborate on an attempt to maximize the function of brain as a form of learning revolution. Learn properly is not an issue of whether or not a student pass the test. The meaning of learn is broader than a success of passing the ex-ams. This is certainly related to the fun learning during the process of maximiz-ing the ability to achieve success. Each student has a different learning styles depending on his/her character. There are four different models of learning that has been known today, ie sketch, sound, tactics, and movement. Students who have studied the model using the sketch tends to be easier to understand the in-formation that they see. While those who have learned how to use the sound tends to be easier to capture verbal information from the teacher. Students who have a tendency to learn with tactics models require a touch of emotion. The kinesthetic learning models require movement in the learning process so that children learn more successfully.AbstrakTulisan ini menguraikan upaya memaksimalkan kerja sebagai bentuk revolusi belajar. Belajar dengan benar bukan permasalahan tentang lulus atau tidaknya seorang siswa dalam ujian. Makna belajar lebih luas daripada sekedar dapat lulus ujian. Hal ini tentu berhubungan dengan pembelajaran yang menyenangkan selama proses memaksimalkan kemampuan untuk meraih kesuksesan. Setiap siswa mempunyai cara belajar yang berbeda-beda tergantung karakter masing-masing siswa. Ada empat macam model belajar yang telah dikenal saat ini, yaitu gambar, suara, taktik, dan gerakan. Siswa yang mempunyai model belajar menggunakan gambar cenderung akan mudah memahami informasi yang telah dilihat. Sementara mereka yang mempunyai cara belajar menggunakan suara cenderung akan mudah menangkap informasi verbal dari guru. Siswa yang mempunyai kecenderungan belajar dengan model taktik memerlukan sentuhan emosi. Adapun model belajar kinestetik menuntut gerakan dalam proses pembelajaran sehingga belajar anak lebih berhasil.
Perkambangan Agama dan Moral yang tidak Tercapai pada AUD: Studi Kasus di Kelas A1 TK Masyitoh nDasari Budi Yogyakarta Nur Tanfidiyah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1810

Abstract

This research discuss religion and moral development of students of kindergarten in TK A nDasari Budi Krapyak Yogyakarta. This research is descriptive qualitative. The data is acquired from interview, observation, and another data collecting which is support this research. The result of this research is (1) Religion and moral development development which are not achieved by student of kindergarten in class A1 TK Masyitoh nDasari Budi Yogykarta, they are: only knowing religion and God trough song, they do not accustom to have worshipping activities, they have not understood what is good attitude, they have not been able to defferentiate between good attitude and bad attitude, and they have not know much about religious ritual but they have not known Islamic day celebrations; and they not known about the other religions. (2) They need to be given knowledge about children education and increasing affection and togetherness. AbstrakPenelitian ini membahas tentang perkembangan agama dan moral pada anak usia dini di TK A nDasari Budi Krapyak Yogyakarta. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan pengumpulan data-data yang mendukung penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perkembangan agama dan moral yang tidak tercapai pada AUD di kelas TK A1 Masyitoh nDasari Budi Yogyakarta diantaranya mengetahui agama dan Tuhanya lewat menyanyi, tidak membiasakan diri beribadah, belum memahami perilaku mulia, belum dapat membedakan perilaku yang baik dan buruk, dan sedikit sekali mengenal ritual kegamaan dan belum mengenal hari besar Islam; serta belum mengetahui agama orang lain. (2) perlu pengetahuan pemberikan tentang pendidikan anak dan meningkatkan kasih sayang serta kebersamaan dengan anak-anak.
Estimating the Students’ Skill in Reciting and Writing Alqur’an at Faculty of Tarbiyah and Teacher Training IAIN Sultan Amai Gorontalo Lian G. Otaya; Herson Anwar; Rahmin Talib Husain
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.3590

Abstract

The purpose of this study was to estimate the instrument of reading and writing capability of the Qur’an  in the practicum program students of the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training IAIN Sultan Amai Gorontalo. This type of research is quantitative with an analysis approach to the generalization theory variance through the G-Study concept with a multifacet design p x r x I three facet variations. The results of the study prove the instrument of reading and reading ability of the Koran was tested, namely the estimated coefficient of reliability of the combined scores of the reading and writing assessment of the Koran from 20 students who were rated by 4 rater of 10 items which were judged by the magnitude of generalizability coefficient value of 0.82749 . The magnitude of this value indicates that the true score of the assessment results is quite high compared to the minimum reliability criteria, which is 0.70 fulfilling the reliable criteria. AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengestimasi instrument kemampuan baca tulis alqur’an  pada program praktikum baca tulis Alqur’an mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan analisis varians teori generalisibilitas melalui konsep G-Study dengan desain multifacet p x r x I tiga variasi facet. Hasil penelitian membuktikan instrumen penilaian kemampuan baca tulis al-Qur’an teruji, yakni estimasi koefisien reliabilitas skor gabungan penilaian kemampuan baca tulis Alqur’an dari 20 mahasiswa yang dinilai oleh 4 rater terhadap 10 item yang dinilai diperoleh besarnya nilai koefisien generalizabilitas sebesar 0,82749. Besaran nilai tersebut menunjukkan bahwa true score hasil penilaian cukup tinggi  dibandingkan kriteria reliabilitas minimal yaitu 0,70 memenuhi kriteria reliabel.

Filter by Year

2012 2025