cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Desain Pengembangan Kurikulum Integratif Husniyatus Salamah Zainiyati
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.583

Abstract

Implementation of an integrated curriculum in UIN Maliki seeks to provide basic competencies of Islamic sciences as a characteristic of UIN, as well as the foun-dation for the development of fields of study are developed on existing majors. Study program ta'lim al-afkar al-Islamiyyah and ta'lim al-Qur’an not only dis-cuss the matter as Fiqh, Sufism, Aqeedah, but the study needs to be developed by taking the material Qur'an and Hadith relating to the development of science and technology. Basic Islamic knowledge can be used for students or faculty development studies field according to the respective department. The program not only as a prerequisite studies program at UIN Islamic subjects, but can be used to support other subjects. Ma'had tradition intended to form the character of students and develop Islamic culture on campus. Abstrak Implementasi kurikulum integratif di UIN Maliki Malang berupaya memberi-kan kompetensi dasar ilmu-ilmu keislaman sebagai ciri khas UIN, sekaligus se-bagai landasan bagi pengembangan bidang-bidang studi yang dikembangkan pada jurusan yang ada. Program kajian ta’lim al-afkar al-Islamiyyah dan ta’lim al-Quran tidak hanya membahas materi seperti fiqh, tasawuf, aqidah, tetapi kajian perlu dikembangkan dengan mengambil materi Quran dan Hadis yang berhubungan dengan perkembangan sains dan teknologi. Dasar ilmu keislaman tersebut dapat digunakan mahasiswa atau dosen untuk pengembangan bidang kajian sesuai dengan jurusannya masing-masing. Program kajian tidak hanya se-bagai prasyarat memprogram mata kuliah keislaman di UIN, akan tetapi bisa digunakan sebagai penunjang mata kuliah lainnya. Tradisi ma’had ditujukan un-tuk membentuk karakter mahasiswa dan mengembangkan kultur Islami di kam-pus.
Marah dalam Pendidikan Islam Nasirudin Nasirudin
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1427

Abstract

This paper is motivated by the human dimension of the Prophet s.a.w when angry. Hadiths indicate that the Prophet s.a.w. as uswah khasanah had experienced an attitude of anger and full of educational values. The purpose of this paper is to attempt to reveal the anger situation of the Prophet s.aw. and its implications for Islamic education. The results of the study found that the cause of the Prophet's anger s.a.w in general is an effort to maintain the sanctity of Islamic law. Then the angry implications that allowed in the educational process in the hadith perspective are (1). anger that does not hurt feelings or physical learners(2). Angry as a form of tactics to educate in difficult student conditions, (3). Angry who does not aim to take revenge on personal matters. All forms of anger must be accompanied by an explanation to be understood as a form of education.  AbstrakTulisan ini dilatarbelakangi oleh dimensi kemanusian Nabi s.a.w ketika marah.  Hadits-hadits menunjukkan bahwa Nabi s.a.w. sebagai uswah khasanah pernah mengalami sikap marah dan penuh dengan nilai-nilai pendidikan. Tujuan tulisan ini adalah berupaya mengungkap gambaran kemarahan Nabi s.aw. dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menemukan bahwa penyebab kemarahan Nabi s.a.w pada umumnya merupakan upaya menjaga kesucian syariat Islam. Kemudian implikasi marah yang diperbolehkan dalam proses pendidikan dalam perspektif hadits adalah (1). marah yang tidak menyakiti perasaan ataupun fisik peserta didik (2). Marah sebagai bentuk taktik untuk untuk mendidik dalam kondisi siswa yang susah dikendalikan, (3). Marah bertujuan menyelamatkan dari azab di dunia dan  akhirat, (4). Marah yang tidak bertujuan untuk membalas dendam karena persoalan pribadi. Semua bentuk kemarahan harus disertai dengan penjelasan agar dapat dipahami sebagai bentuk pendidikan
The Management of Strengthening the Mosque-Based Religious Character Education Badrudin Badrudin
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 2 (2019): Islamic Education and Trancendence
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.13.2.4106

Abstract

This study aims to explore the management of strengthening the religious character education of mosque-based students in madrasas. Data collection techniques using observation, interviews, and study documentation. Data analysis used qualitative analysis at Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bandung. The results showed that the management of mosque-based character strengthening students had fulfilled management principles and was able to instill student character through worship activities. The design of activities to strengthen mosque-based character education that has been carried out includes thaharah, Duha praying, adhan, iqamah, recitation of asma alhusna, tadarus al-Quran, lectures, midday prayers, remembrance, and prayers. This activity is effectively able to develop the character of obedience, responsibility, discipline, cleanliness, neatness, trustworthy, confident, caring, brave and polite.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen penguatan pendidikan karakter religius peserta didik berbasis Mesjid di madrasah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen penguatan pendidikan karakter peserta didik berbasis masjid telah memenuhi prinsip manajemen dan mampu menanamkan karakter siswa melalui aktifitas ibadah. Desain aktivitas penguatan pendidikan karakter berbasis mesjid yang telah dilakukan meliputi  thaharah, sholat Duha, adzan, iqamah, pembacaan asma alhusna, tadarus al-Quran, kuliah, sholat dzuhur , zikir, dan sholat. Kegiatan ini secara efektif mampu mengembangkan karakter kepatuhan, tanggung jawab, disiplin, kebersihan, kerapian, dapat dipercaya, percaya diri, peduli, berani dan sopan
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Membina Kecerdasan Emosional dan Spiritual Siswa Berkebutuhan Khusus Adita Pramanasari dan Zainal Arifin
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2015): Kualitas dan Pemasaran Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.1.508

Abstract

The background of this research is the need for Students with Special Needs (SBK) in SMP PGRI will Pity the extra handling of teacher Counseling (BK) in the development of Emotional and Spiritual Intelligence (ESQ). The results showed:First, SBK is emotionally not able to manage their emotions, but capable of fostering social relationships with both. Spiritually, SBK has not been able to practicewell, but was able to do good to both parents. Second, the role of teachers Counseling (BK) in fostering ESQ as: a communicator, facilitator, motivator and advisor. Third, the implementation of the BK inhibiting factors include: the student's family background differences, and differences in the characteristics of individual students. While supporting factors include: BK teacher morale in providing guidance and mentoring, and guardians AbstrakLatar belakang penelitian ini adalah kebutuhan Siswa Berkebutuhan Khusus (SBK) di SMP PGRI Kasihan akan penanganan ekstra dari guru Bimbingan Konseling (BK) dalam pengembangan Kecerdasan Emosional dan Spiritual (ESQ). Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, SBK secara emosional belum mampu mengelola emosi, namun mampu membina hubungan sosial dengan baik. Secaraspiritual, SBK belum mampu menjalankan ibadah dengan baik, namun mampu berbuat baik kepada kedua orang tua. Kedua, Peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam membina ESQ sebagai: komunikator, pendamping, motivator dan penasehat. Ketiga, faktor penghambat pelaksanaan BK meliputi: perbedaan latarbelakang keluarga siswa, dan perbedaan karakteristik individu siswa. Sedangkan faktor pendukungnya meliputi: semangat kerja guru BK dalam memberikan bimbingan, dan pendampingan, dan wali murid.
Human Resource Procurement in Pesantren? Insight from Pesantren Sirojuth Tholibin Baqiyatush Sholihah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.2.6487

Abstract

Human resource procurement is one of the essential stages of organizational decision-making. The scope of procurement consists of planning, recruitment, selection, placement, and orientation of new personnel. Human resources studied in this research are situated in Pesantren comprising of the committee or board; teachers of kitab kuning (classical Arabic Islamic textbook) either with sorogan or bandongan methods; teachers of reciting and memorizing Al-Qur’an; persons in charge of media such as website, Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, magazines, and newsletters of Sirojuth Tholibin both. Sirojuth Tholibin commonly used a bottom-up approach in human resources planning.  As a part of the planning process, The institution usually combines unstructured interview and observation methods in job analysis. In recruitment and selection, Sirojuth Tholibin pays more attention to behavioral competencies over technical competencies. Recruitment of committee and teachers usually carried out through the employee referral method. Those recruited and selected are recommendations from previous administrators who understand the background of potential candidates. The placement of new human resources is made based on their respective competencies. Orientation is the responsibility of each department, and the duration is according to the speed of each new individual in capturing new knowledge related to their jobs. The weakness of human resources procurement in Sirojuth Tholibin has no formal written job description and job specification. There is also a lack of management information systems of human resource procurement.
Pengukuran Keimanan: Perspektif Psikologi Shodiq Shodiq
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.573

Abstract

Faith material is the basic and essential part of the learning goals in the context of strengthening the students' personalities, especially in teaching religious education. As the purpose of learning, faith must also be evaluated and measured so that it is known to what extent the learning objectives have beenachieved. The problem is how to evaluate and measure one's faith? Only Allah can measure and determine the degree of one's faith, don’t you? How to measure the faith will be discussed in this paper. This study would be useful for teachers in detecting an increase or decrease of the quality of students' faith in accordance with the indicators that have been determined. AbstrakPada konteks penguatan kepribadian siswa, materi keimanan dan ketakwaan merupakan bagian pokok dan penting dalam tujuan pembelajaran bagi siswa, khususnya pembelajaran pendidikan agama, tidak terkecuali Pendidikan AgamaIslam (PAI). Sebagai tujuan pembelajaran, keimanan juga harus dapat dievaluasi dan diukur sehingga dapat diketahui sejauh mana tujuan pembelajaran tersebut telah tercapai. Persoalannya adalah bagaimana mengevaluasi dan mengukurkeimanan seseorang? Tidakkah yang berhak mengukur dan menentukan derajat keimanan seseorang hanyalah Allah, Tuhan Yang Maha Tahu? Bagaimana mengukur keimanan inilah yang hendak dibahas dalam jurnal ini. Sehingga denganadanya kajian tentang penguatan keimanan secara psikologis, akan bermanfaat bagi guru dalam mendeteksi peningkatan atau penurunan kualitas keimanan anak didik sesuai indikator keimanan yang sudah ditentukan.
Implementasi Pembelajaran Baca Tulis al-Qur’an dengan Metode Iqra pada Anak Usia Dini di RA Perwanida Slawi Kabupaten Tegal Srijatun Srijatun
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2017): Pendidikan Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.1.1321

Abstract

The research aims to know how to read and write the application of Al quran with Iqro methods in early childhood and the factors that support and impede learning to read and write the Qur’an. This research is a qualitative descriptive which examines data quality (concepts, thoughts and actions) and describe what it is. The results of learning to read and write first penelititan Al quran with methods Iqro prepared in a planned and systematic based on the curriculum RA. Secondly, there is a supporting factor in the application of methods Iqro is the availability of books, media, and other learning tools that support this learning process. Their infrastructure and tenacity educators in the implementation of learning. While the inhibiting factors such as lack of training on a regular basis for the application of methods for Teachers Iqro RA. Still their parents are less attentive to the children in learning Al-Quran.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan baca tulis Al-Qur’an dengan metode Iqro pada anak usia dini dan faktor-faktor yang menunjang dan menghambat pembelajaran baca tulis Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yakni mengkaji data-data kualitas (konsep, pemikiran dan tindakan) dan mendeskripsikannya apa adanya. Hasil penelititan, pertama pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dengan metode Iqro dipersiapkan secara terencana dan sistematis dengan berpedoman pada kurikulum RA. Kedua, terdapat faktor pendukung di dalam penerapan metode Iqro yaitu tersedianya buku-buku, media, dan alat-alat pembelajaran lainnya yang menunjang proses pembelajaran ini. Adanya sarana prasarana dan keuletan para pendidik di dalam pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat antara lain karena kurangnya pelatihan secara rutin untuk penerapan metode Iqro bagi Guru RA. Masih adanya orang tua yang kurang perhatian kepada anaknya dalam pembelajaran Al-Qur’an.
The Relevance of Al-Ghazali’s Tazkiyatun-Nafs Concept With Islamic Education in The Millennial Era. Musrifah Musrifah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.3899

Abstract

This study aims to know the relevance of Al-Ghazali’s tazkiyatun-nafs concept to Islamic education. This study uses the library research method with content analysis. The results showed that there were two relevance of al Ghazali's thinking about tazkiyatunnafs towards Islamic Education, namely first, that the purity of soul (tazkiyatun nafs) in Islamic education became a basic and very important thing for students to acquire useful knowledge. Science comes from Allah Swt The Most Holy. Second, A healthy soul as a result of tazkiyatun-nafs is the key to the success of students amid the millennial life that has a very rapid change through information technologyAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui relevansi konsep tazkiyatun-nafs Al-Ghazali dengan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan content analysis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Relevansi pemikiran al Ghazali tentang tazkiyatunnafs terhadap Pendidikan Islam di era millennial ada dua yaitu pertama, kebersihan jiwa (tazkiyatun nafs)  al Ghazali dalam pendidikan Islam  menjadi hal yang bersifat dasar dan sangat penting untuk dimiliki anak didik agar memperolah ilmu yang bermanfaat.  Karena Ilmu itu datangnya dari Allah Swt yang Maha Suci, shalatnya jiwa, dan peribadatannya batin kepada Allah Swt. Kedua, jiwa yang sehat hasil dari tazkiyatun-nafs merupakan kunci bagi kesuksesan anak didik ditengah kehidupan millennial yang mempunyai sifat perubahan yang sangat cepat melalui teknologi informasi
The Effect of Academic Background and Religious Orientation to Religious Fundamentalism among University Students Fihris Fihris
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2020): Islamic Education and Radicalism
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.1.6118

Abstract

This paper discusses influence of the religious orientation and educational background of students to fundamentalism. This study involved 291 students of the UIN Walisongo and Diponegoro University (UNDIP). Data were collected using a Likert scale questionnaire and analyzed by multiple regression. The results showed that religious orientation significantly affected student religious fundamentalism with value of f = 17.523. On the other hand, educational background does not significantly affect student religious fundamentalism with a value of f = 2.430. Likewise, the interaction of religious orientation and educational background did not significantly affect student religious fundamentalism with a value of f = 10.010. AbstrakPenelitian ini membahas pengaruh orientasi agama dan latar belakang pendidikan mahasiswa terhadap fundamentalisme agama. Penelitian ini melibatkan 291 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dan Universitas Diponegoro (UNDIP). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner skala likert dan dianalisis dengan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi keagamaan signifikan mempengaruhi fundamentalisme agama pada mahasiswa dengan nilai f = 17,523. Sebaliknya latar belakang pendidikan tidak signifikan mempengaruhi fundamentalisme agama pada mahasiswa dengan nilai f = 2,430. Demikian juga interaksi orientasi keagamanan dan latar belakang pendidikan tidak signifikan mempengaruhi  fundamentalisme agama pada mahasiswa  dengan nilai f = 10,010.
Integrasi Pembelajaran Active Learning dan Internet-Based Learning dalam Meningkatkan Keaktifan dan Kreativitas Belajar Mukhlison Effendi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.563

Abstract

The learning process in higher education can use constructivist learning strategies for activeness and creativity of students. This study aimed to describe the integration of active learning and internet-based learning and to explain the factors supporting and inhibiting. From the observation data, interviews and documentation of the 31 students of the Department of TeacherEducation for Islamic Primary Education (PGMI) and the lecturer of STAIN Ponorogo can be seen that the integration of active learning and Internetbased learning can enhance the activeness and creativity of student learning in the course. Factors  supporting this result are the application of learningstrategies, giving clear guidance, student learning motivation high and the availability of learning facilities and infrastructure. The factors that inhibit is the limited time, the dominance of smart students and unpreparedness of students receiving new material.AbstrakProses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menggunakan strategi pembelajaran konstruktivistik untuk keaktifan dan kreativitas mahasiswa. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan integrasi active learning daninternet-based learning untuk menjelaskan faktor pendukung dan penghambatnya. Dari data observasi, interview dan dokumentasi terhadap 31 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan dosen STAIN Ponorogo dapat diketahui bahwa integrasi active learning dan internet-based learning dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitasbelajar mahasiswa di program studi tersebut. Faktor yang mendukung hasil ini adalah penerapan strategi pembelajaran, pemberian pengarahan yang jelas, motivasi belajar mahasiswa yang tinggi dan tersedianya sarana dan prasarana  pembelajaran. Adapun faktor yang menghambat  adalahketerbatasan waktu, dominasi mahasiswa pintar dan ketidaksiapan mahasiswa menerima materi baru.

Filter by Year

2012 2025