Articles
522 Documents
Ahmad Dahlan’s Perspective on the Model of Modern Integration of Islamic Education
Ahwan Fanani
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.3624
Ahmad Dahlan made a breakthrough in Islamic Education in the Early 20th Century. He was not only educated in a traditional environment, but also influenced by the modernist movement in Egypt, especially Abduh and Rashid Ridla. This article aims to describe the approach of modern Islamic education by Ahmad Dahlan. This writing uses the socio-historical approach. The results show that Dahlan renewed Islamic Education by integrating Islamic subjects into the public school curriculum and vice versa. The project covers aspects of curriculum, methods, and institutions. Integration projects are more practical and in line with projects undertaken by Ismail Raj'i al-Faruqi, Naquib al-Attas, and Amin Abdullah. The modern Islamic education model by Ahmad Dahlan is relevant to current Islamic education. AbstrakAhmad Dahlan melakukan terobosan dalam Pendidikan Islam di Awal abad 20. Beliau tidak hanya dididik di lingkungan tradisional, tetapi juga dipengaruhi oleh gerakan modernis di Mesir, terutama Abduh dan Rashid Ridla. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pendekatan pendidikan Islam modern oleh Ahmad Dahlan. Penulisan ini menggunakan pendekatan sosial-sejarah. Hasilnya menunjukkan bahwa Dahlan memperbarui Pendidikan Islam dengan mengintegrasikan mata pelajaran Islam ke dalam kurikulum sekolah umum dan sebaliknya. Proyeknya mencakup aspek kurikulum, metode, dan kelembagaan. Proyek integrasi lebih bersifat praktek dan sejalan dengan proyek yang dilakukan oleh Ismail Raj'i al-Faruqi, Naquib al-Attas, dan Amin Abdullah. Model pendidikan Islam modern oleh Ahmad Dahlan relevan dengan Pendidikan Islam saat ini.
SEKOLAH/MADRASAH BERKUALITAS DAN BERKARAKTER
Mustaqim Mustaqim
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.461
Keberhasilan pendidikan Indonesia secara makro sangat diten-tukan oleh jutaan institusi mikro yang bernama sekolah. Rangkaian jutaan sekolah itulah yang akan menentukan bangunan kualitas pen-didikan di negara tercinta ini. Singkatnya, apabila mikro sekolah tersebut unggul, dapat dipastikan kualitas pendidikannya, bahkan sumber daya manusia, akan terdongkrak menjadi unggul pula. Selama ini, tidak jarang sekolah yang mengklaim dirinya sebagai sekolah unggulan. Beragam upaya dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, di antaranya melakukan sertifikasi ISO, menaikkan status sekolah menjadi SBI (Sekolah Berstandar Internasional), menyekolahkan tenaga pengajar ke jenjang magister (S2), dan lainnya. Bahkan, berdalih sebagai sekolah unggulan, siswa yang disaring pun hanya siswa yang memiliki kualifikasi akademik tinggi. Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa pembangunan sekolah berkualitas juga dibutuhkan budaya sekolah yang berkualitas serta mantabnya karakter sekolah menuju peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Adapting to Teaching and Learning During Covid-19: A Case of Islamic School's Initiative of Self-regulated Learning
Mustajab Mustajab;
Hasan Baharun;
Zakiyah Fawa’iedah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2020.14.2.6515
This study aims to analyze self-regulated learning in Islamic education amid the Covid-19 pandemic. This study incorporates a qualitative approach to understand self-regulated learning at Miftahul Ulum Islamic High School, East Java. The data collection techniques consist of teachers' interviews, teaching and learning observation, and documentation. The results showed that implementing self-regulated learning during the Covid 19 pandemic was carried out online through activities, analysis of learning conditions, determining the learning design, applying strategies, and evaluation. Despite challenges, online self-regulated learning facilitates Miftahul Ulum Islamic School students to participate in learning activities during the Covid-19 Pandemic.
Perkembangan Minat Masyarakat pada Madrasah Aliyah di Kota Gorontalo
Buhari Luneto
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.568
The Act No. 20, 2003 of National Education System explains that Madrasah Aliyah as an Islamic educational institution has been equated with other public schools. This equivalence does not change automatically the public of Gorontalo perception toward Madrasah Aliyah as a second choice. Such perception affects the community interest to send their children to Madrasah Aliyah. However, Madrasah Aliyah in Gorontalo still has great prospect inthe future. So some very urgent improvement and imaging is performed by Madrasah Aliyah. This improvement is very important because most people see Madrasah Aliyah as second-class school and its graduates do not have brilliant future. In fact, Madrasah Aliyah can create human resources whohave intact insight, are divinity insight, social insight and scientific insight. AbstrakMadrasah Aliyah sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam telah disetarakan kedudukannya dengan sekolah umum lainnya berdasarkan UU No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional RI Tahun 2003.Meski posisinya setara, tidak serta merta merubah persepsi masyarakat Gorontalo terhadap Madrasah Aliyah sebagai pilihan kedua. Persepsi seperti ini mempengaruhi minatmasyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya ke Madrasah Aliyah. Meski demikian, Madrasah Aliyah di Gorontalo masih memiliki prospek yang besar di masa depan. Maka beberapa terobosan yang sangat urgen dilaksanakan adalah pembenahan dan pencitraan terhadap Madrasah Aliyah. Ini penting karenasebagian besar masyarakat memandang Madrasah Aliyah sebagai sekolah kelas dua serta lulusan Madrasah Aliyah yang tidak memiliki jaminan masa depan yang cemerlang. Padahal, Madrasah Aliyah dapat menciptakan sumber daya manusia yang memiliki wawasan yang utuh yaitu wawasan ketuhanan, wawasan kemasyarakatan dan wawasan keilmuan.
Aplikasi Bahan Ajar Bahasa Arab Bermedia Komputer dalam Memotivasi Belajar Siswa Kelas XI Semester II di Madrasah Aliyah Negeri 4 Muaro Jambi
Martinis Yamin
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2016): Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2016.10.2.1282
This article is the result of field research on the aplication of teaching materials in Arabic by computer in Class XI MAN 04 Muara Jambi. This type of research is Research and Development (R D). The purpose of this study increase students' motivation using teaching materials in Arabic by computer. The research found that the Arabic language teaching materiadels using computer media can increase students learning motivation class XI Madrasah Aliyah Negeri at Muara Jambi 4 significantly. It is based improvement very clear from the pre-test before using teaching materials bermedia kompoter obtained value of 63.77 and after using it obtained value of 81.5.AbstrakArtikel ini merupakan hasil penelitian lapangan tentang penggunaan bahan ajar Bahasa Arab bermedia komputer pada Siswa Kelas XI MAN 04 Muara Jambi. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian (RD) Research and Development. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan bahan ajar bermedia komputer. Hasil penelitian menemukan bahwa bahan ajar bahasa Arab bermedia komputer dapat meningkatkan motivasi belajar Siswa Kelas XI Semester II Di Mad-rasah Aliyah Negeri 4 Muara Jambi secara signifikan dengan hasil pre-test 63,77 dan post-test 81,5.
Analysis Study of Parental Choice of Education in The Millenial Era
Ahmad Fauzi;
Rosyadi BR;
Hasan Baharun
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2904
This article discusses parents' choices about the model of Islamic education in the millennial era. This study uses the library method. The results showed that parents had several criteria in determining the choice of educational models in the millennial era, namely a). schools that provide a lot of religious material b). combining religion and science, c). giving reinforcement to monotheism, d). madrasas that have vision, mission with good management. E). madrasas that have the same status as public schools. AbstrakArtikel ini membahas pilihan orang tua tentang model pendidikan Islam di era milenial. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua memiliki beberapa kriteria dalam menentukan pilihan model pendidikan di era millennial yaitu a). sekolah yang banyak memberikan materi agama b). mengkombinasikan agama dan sains, c). memberikan penguatan pada tauhid, d). madrasah yang memiliki visi, misi dengan pengelolaan manajemen yang baik. E). madrasah yang memiliki status yang sama dengan sekolah umum
The Peaceful Teaching Method of Datok Sulaiman in Spreading Islam in Tana Luwu, Indonesia.
Bulu Bulu;
Nuryani Nuryani;
Abdul Rahim Karim
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2020): Islamic Education and Radicalism
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2020.14.1.5215
This study discusses the teaching method of Datok Sulaiman in spreading Islam in Tana Luwu, South Sulawesi, Indonesia. This study employed historical and sociological approaches to unpack those research aims. The research findings show that the teachings of Islam transmitted throughout the Tana Luwu region used a peaceful approach without involving any violence with the support of Datok Luwu. Datok Sulaiman mostly used dialogue, Sufistic, and supernatural approaches to spread Islam. Therefore, he could successfully spread Islam in Tana Luwu, including the conversion of XV King Luwu in 1603 which influenced the rapid conversion of Islam in the area.AbstrakStudi ini membahas metode pembelajaran Datok Sulaiman dalam menyebarkan Islam di Tana Luwu. Sulawesi Selatan, Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis dan sosiologis. Analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hassil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Islam berkembang pesat di seluruh wilayah Tana Luwu secara damai tanpa kekerasan berkat peran Datok Sulaiman. Metode pengajaran Islam damai yang digunakan oleh Datok Sulaiman adalah dialog, pembelajran sufisme, dan supranatural. Hal ini berdampak pada adanya dukungan Raja Luwu XV pada 1603 M, sehingga agama Islam berkembang dengan cepat
Hubungan antara Tingkat Pendidikan Ibu dan Kecerdasan Logika-Matematika Siswa R.A. Muslimat N.U. Ponorog
Kurnia Hidayati
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.559
This study describes the relationship between mother's education level and students’ logic-mathematical intelligence at the RA NU 074 Ronowijayan Ponorogo. This study was conducted with a quantitative approach through the study of documentation and questionnaires. The data is processed by the formula percentages and standard deviations and analyzed by correlation of contingency coefficients. The results showed that (1) The level of maternal education were high for as many as 10 people or 50%, the categories are as many as 7 people or 35% and the low category as many as 3 people or 15%; (2) Logical mathematical intelligence which include high category with a score of 62.103 as many as three people, the medium category with a score of 44.697 to 62.103 as many as 13 people and low category with a score of 44.697 of 4 people and (3)There is a positive and significant relationship between mother's education level and logic-mathematical intelligence RA NU's 074 students Ronowijayan Ponorogo at a significance level of 5% with Φ0 table or 0.6000606 0.444 then H0 is rejected and Ha accepted.AbstrakPenelitian ini menjelaskan hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan kecerdasan logika-matematika pada siswa RA Muslimat NU 074 Ronowijayan Ponorogo. Kajian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif melalui studi dokumentasi dan angket. Datanya diolah dengan rumus persentase dan standar deviasi serta dianalisis dengan Korelasi Koefisien Kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat pendidikan ibu yang termasuk kategori tinggi sebanyak 10 orang atau 50%, kategori sedang sebanyak 7 orang atau 35% dan kategori rendah sebanyak 3 orang atau 15%; (2) Kecerdasan logika-matematikayang termasuk kategori tinggi dengan skor 62,103 sebanyak 3 orang, kategori sedang dengan skor 44,697 – 62,103 sebanyak 13 orang dan kategori rendah dengan skor 44,697 sebanyak 4 orang dan (3) Terdapat hubungan yang positifdan signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan kecerdasan logika-matematika siswa RA Muslimat NU 074 Ronowijayan Ponorogo pada taraf signifikansi 5% dengan Φ0 tabel atau 0.6000606 0.444 maka H 0 ditolak dan H a diterima.
Menentukan Variabel Prediktor bagi Kinerja Guru PAI
Ikhrom Ikhrom
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.594
This paper attempts to analyze the influence of supervision of Islamic Education (PAI), compensation, competence, and motivation to work on PAI teacher performance. The result of multiple linear regression analysis concluded that all four aspects are jointly significant affect the performance of teachers PAI. Partial regression test results explained that the supervision and competence of significant influence while compensation and motivation influenced but not significant. Based on the model test found that supervision direct impact on performance. Supervision has a direct influence scores greater than the indirect effect. Compensation does not affect the performance directly but through the direct influence of motivation because scores compensation is smaller than the indirect effect. Competence directly influence performance significantly due to the direct influence of competence scores greater than the indirect effect scores. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supervisi pengawas PAI, kompensasi, kompetensi, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru PAI. Hasil uji analisis regresi linier berganda disimpulkan bahwa keempat aspek tersebut secara bersama-sama berpengaruh secara siginifikan terhadap kinerja guru PAI. Hasil uji regresi secara parsial menjelaskan bahwa supervisi dan kompetensi berpengaruh signifikan, sementara kompensasi dan motivasi berpengaruh tetapi tidak signifikan. Berdasar pada uji model ditemukan, bahwa supervisi pengawas berpengaruh secara langsung terhadap kinerja. Supervisi memiliki skor pengaruh langsung lebih besar dari skor pengaruh tidak langsung. Kompensasi berpengaruh terhadap kinerja secara tidak langsung tetapi melalui motivasi karena skor pengaruh langsung kompensasi lebih kecil dari pengaruh tidak langsung. Kompetensi berpengaruh langsung terhadap kinerja secara signifikan karena skor pengaruh langsung kompetensi lebih besar dari skor pengaruh tidak langsung.
Upaya Pengembangan Kurikulum Prodi S.2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Walisongo Semarang
Muslih Muslih
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 1 (2018): Islamic Education and Peace
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2018.12.1.2466
This article presents a discussion of Curriculum Development Effort of S.2 Management of Islamic Education (MPI) UIN Walisongo Semarang especially related to input fom users or ekesternal stakeholders, which include graduate and alumni users. Data collection methods used were open questionnaires, in-depth interviews and documentation. The findings of the research mentioned that the effort of curriculum development of Study Program S.2 Management of Islamic Education UIN Walisongo Semarang has two strategies. First: a bottom up strategy that reactive to market needs with indicators that graduate users have been satisfied and responsive to the needs of the graduates themselves. While the second stretegi is top down, following the National Standards of Higher Education Curriculum based on National Qualifiers Framework Indonesia (KKNI). Therefore, it can be said that in the effort of curriculum development, a joint effort is made between stakeholders' inputs and government standards.AbstrakArtikel ini menyajikan pembahasan mengenai Upaya Pengembangan Kurikulum Prodi S.2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Walisongo Semarang khususnya yang berhubungan dengan masukan users atau stakehoders ektsternal yang meliputi pengguna lulusan dan alumni. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner terbuka, wawancara mendalam dan dokumentasi. Temuan penelitian menyebutkan bahwa Upaya pengembangan kurikulum Program Studi S.2 Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Walisongo Semarang telah menempuh dua strategi. Yaitu bottom up yang responsive terhadap kebutuhan pasar dengan indikator bahwa pengguna lulusan telah merasa puas dan responsive dengan kebutuhan lulusan itu sendiri. Sedangkan stretegi kedua dengan top down berdasarkan standart Nasional Kurikulum Pendidikan Tinggi barbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam upaya pengembangan kurikulum, ditempuh upaya gabungan antara masukan stakeholders dan standar pemerintah.